Kanker Payudara: Herbal dan e-Terapi Pulihkan Kesejahteraan Nya Setelah 106 kali Perawatan Radiasi Bagian 5: Mimpi Saya dan Pengalaman Dekat Maut

Penghargaan: Izin untuk menggunakan video ini tanpa harus menyembunyikan identitas dirinya diberikan oleh pasien.

Ini adalah kisah pahit-manis Le, seorang perempuan 37 tahun dariIndonesia. Dia datang mengunjungi kami pada tanggal 14 Oktober 2011 setelah didiagnosis dengan kanker payudara yang mungkin telah menyebar ke paru-parunya. Dia datang dengan keluhan sakit nyeri di seluruh tubuhnya, terutama di sendi-sendi. Dia tidak bisa menekuk jari-jarinya. Dia tidak bisa tidur nyenyak dan batuk.

Mimpi  Ku

Sebelum saya datang ke sini, saya selalu mimpi-mimpi waktu saya tidur. Tidur saya tidak nyenyak dan terganggu.

Apakah yang Anda mimpi? Le: Kerabat saya dan orang yang dicintai yang telah meninggal mengunjungi saya. Mereka memberitahu saya mereka telah membina sebuah rumah bagi saya disana dan menjemput saya “pulang” bersama mereka.

Apakah itu benar? Le: Ya. Menurut kepercayaan orang orang tua, saya harus meletakkan bunga di persimpangan jalan untuk menenangkan roh-roh itu supaya mereka tidak kembali lagi.  Jadi, saya buat demikian.

Anda bermimpi orang yang dicintai meminta kau “pulang” bersama mereka? Le: Ya. Tapi saya mengatakan kepada mereka saya enggak pergi. Kami ada kenduri makan bersama-sama tapi saya mengatakan kepada mereka saya enggak tinggal disana. Dalam satu mimpi, saya dan suami saya mengunjungi “Taman Eden.” Suami saya membawa koper besar berisi semua pakaian saya.

Oh, nampaknya waktu Anda belum tiba! Setelah Anda datang ke sini,  Anda minum herbal dan menjalani e-Terapi selama empat hari. Adakah kamu masih bermimpi? Le: Saya bisa tidur dengan bai-baik dan nyenyak. Saya tidak bermimpi lagi.

Pengalaman Dekat Maut 

Satu malam pada bulan Maret 2010, saat saya hendak cuci luka payudara, tiba-tiba darah “menyembur” keluar dengan pantasnya dari luka – satu lubang di atas payudara saya dan yang satu lagi di bawah nya. Darah muncerat keluar agak cepat. Saya menggunakan delapan (8) handuk untuk menyerap darah tersebut. Saya coba guna es untuk “menyejukkan” dan menghentikan perdarahan tapi tidak berhasil. Anak saya suruh saya tekan luka saya – jangan buat apa-apa lagi. Saya ikut nasihatnya dan perdarahan berhenti. Telingaku “mendesis” dan penglihatan saya menjadi kabur dan semakin hilang. Saya  mulai melayang pergi – jauh, jauh.

Seperti  Anda melalui terowongan? Le: Ya, ya. Saya  berada di sebuah kendaraan tapi tidak ada pemandu. Saya bersendirian dalam kendaraan itu.  Kenderaan itu bergerak melewati awan dan saya melayang di sekitar antara awan.  Semuanya putih. Saya tidak merasa sakit atau apapun. Hanya  adanya kekosongan mutlak – kosong mutlak tanpa perasaan.

Kapan atau bagaimana Anda kembali? Orang-orang di sekitar saya menyanyi pujian. Kemudian putri saya menarik lengan saya dan berkata, “Mama, tolong jangan tinggalkan saya.”  Saya bangun. Ketika aku sedar kembali, saya rasa pening. Kelihatan saya kabur dan saya lihat banyak bayangan yang bertindih-tindih.

Baca cerita Le yang lengkap:

Bagian 1: Kesejahteraan  Pulih Setelah Dua Hari Minum Herbal dan e-Terapi

Bagian 2: Terapi Alternatif – Pengobatan Suplemen Dua puluh-Satu-Juta-Rupiah Se Bulan

Bagian 3: Mengapa Saya Menolak Kemoterapi / Pengobatan Medis

Bagian 4: Radiasi Membantu Tapi Tidak Menyembuhkan, Tamoxifen Bawa Bencana.

Bagian 5: Mimpi Saya dan Pengalaman Dekat Maut

Bagian 6: Penyembuhan Empat Hari Saya Setelah Perawatan di CA Care

Bagian 7: Perjalanan Saya Yang Kurang Pengetahuan

Kanker Payudara: Herbal dan e-Terapi Pulihkan Kesejahteraan Nya Setelah 106 kali Perawatan Radiasi Bagian 3: Mengapa Saya Menolak Kemoterapi / Pengobatan Medis

Penghargaan: Izin untuk menggunakan video ini tanpa harus menyembunyikan identitas dirinya diberikan oleh pasien.

Ini adalah kisah pahit-manis Le, seorang perempuan 37 tahun dari Indonesia. Dia datang mengunjungi kami pada tanggal 14 Oktober 2011 setelah didiagnosis dengan kanker payudara yang mungkin telah menyebar ke paru-parunya. Dia datang dengan keluhan sakit nyeri di seluruh tubuhnya, terutama di sendi-sendi. Dia tidak bisa menekuk jari-jarinya. Dia tidak bisa tidur nyenyak dan batuk.

1.  Teman saya, berumur 42 tahun, dengan kanker payudara, meninggal setelah kemoterapi

Le: Teman saya juga menderita kanker payudara seperti saya. Dia sudah meninggal dua tahun lalu. Dia pergi ke Singapura untuk cari pengobatan terbaik untuk kanker nya. Ini bermula dengan tumor kecil saja. Tumor itu ambil dan kemudian ia disarankan untuk kemoterapi dan radioterapi. Dia baik-baik sebentar. Kemudian kanker itu menyebar ke tulang-tulangnya. Dia dipasangkan kemo-pot dan terus diberikan lebih kemo. Dia minum “sarang burung” yang terbaik untuk membantunya mengatasi efek samping dari kemoterapi. Setelah kemoterapi ini, bintik-bintik muncul di seluruh kulitnya.

Apakah ini betul? Apakah dia teman Anda? Le: Ya. Bahkan dengan efek seperti itu, dia terus menerima lebih kemo. Ia telah diberikan jumlah 38 siklus kemoterapi. Setelah itu dia kelihatan baik-baik saja, tapi semua kukunya jadi hitam. Kanker terus merebak ke tulang belakang nya dan kemudian menyebar ke otaknya. Ia melanjutkan pengobatan dengan radioterapi dan lebih kemoterapi di Surabaya. Dia meninggal.

Berapa umurnya? Le: Empat puluh dua.

Saya mengerti sepenuhnya, saya mengerti.

2. Empat teman saya sudah meninggal

Le: Empat dari teman saya sudah meninggal karena kanker. Dua orang menderita kanker payudara, satu menderita kanker usus besar dan satu lagi menderita kanker rahim.

Mereka semua kawan Anda? Le: Ya, mereka mati. Mereka semua berusia di bawah 50 tahun. Mereka semua menjalani operasi dan kemoterapi.

Mereka semua meninggal, dan  karena ini  Anda enggak menjalani operasi dan kemo? Kapan ini terjadi – saat Anda menderita kanker? Le: Ketika saya menderita kanker payudara, dan mereka juga menderita kanker mereka.

Oh, pada waktu yang sama. Mereka mengambil jalan yang berbeda dan kamu mengambil jalan yang berbeda? Le: Ya, tepat sekali.

Saya mengerti. Saya sepenuhnya memahami Anda. Itulah alasan mengapa saya tidak ingin mendorong siapa pun yang datang ke sini untuk pergi buat kemoterapi atau radiasi. Apa yang Anda telah ceritakan kepada saya sudah diulang berkali-kali.

3. Paman meninggal setelah menghabiskan 6 Miliar Rupiah

Le: Paman saya menderita kanker paru-paru. Dia pergi ke Singapura untuk perawatan. Dia belanja 6 Miliar rupiah. Dia juga meninggal. Setelah kemo begitu banyak kali, pembuluh darah di lengannya seolah menghilang. Dia tidak menjaga pola makannya. Dia makan apa saja yang ia suka. Pada saat yang sama, saya juga menderita kanker saya. Dia suruh saya makan apa saja yang saya suka, tapi saya enggak dengar nasihatnya itu.

Dan paman Anda meninggal?  Le: Ya, meninggal setelah tiga tahun.

Dan pada saat yang sama, Anda juga menderita kanker. Dan apakah ini sebabnya Anda menolak rawatan medis? Le: Tidak, tidak.Ada perasaan dalam diri saya yang enggak kemo. Orang-orang ini tidak mati karena kanker mereka. Mereka meninggal karena kemo mereka. Hemoglobin mereka, trombosit dan sel darah putih semua turun habis!

Saya paham, saya benar-benar mengerti. Tapi saya ingin nyatakan bahawa kita tidak harus menolak perawatan medis sepenuhnya. Ada masanya kita perlu dokter membantu kita. Kita boleh menggunakan cara medis yang tertentu untuk membantu kita. Dan kita menolak yang berbahaya bagi kita. Ini adalah apa yang saya akan mengatakan kepada pasien.

4. Lihat apa yang terjadi padaku sekarang bila saya percaya dokter!

Le: Saya bersetuju pergi ke dokter untuk memeriksa di mana tumor saya. Tetapi jika mereka meresepkan obat, saya tidak akan menerimanya. Lihat apa yang terjadi padaku – ini lah bukti nya! Kali pertama saya percaya dokter, dan ini lah apa yang terjadi pada diri saya. Jari tidak dapat menekuk. Selepas itu tidak boleh jalan setelah minum Tamoxifen selama sebulan.

Baca cerita Le yang lengkap:

Bagian 1: Kesejahteraan  Pulih Setelah Dua Hari Minum Herbal dan e-Terapi

Bagian 2: Terapi Alternatif – Pengobatan Suplemen Dua puluh-Satu-Juta-Rupiah Se Bulan

Bagian 3: Mengapa Saya Menolak Kemoterapi / Pengobatan Medis

Bagian 4: Radiasi Membantu Tapi Tidak Menyembuhkan, Tamoxifen Bawa Bencana.

Bagian 5: Mimpi Saya dan Pengalaman Dekat Maut

Bagian 6: Penyembuhan Empat Hari Saya Setelah Perawatan di CA Care

Bagian 7: Perjalanan Saya Yang Kurang Pengetahuan

Kanker Payudara: Herbal dan e-Terapi Pulihkan Kesejahteraan Nya Setelah 106 Times of Perawatan Radiasi. Bagian 2: Terapi Alternatif – Pengobatan Suplemen Saya Dua-puluh-Satu-Juta-Rupiah Se Bulan

Penghargaan: Izin untuk menggunakan video ini tanpa harus menyembunyikan identitas dirinya diberikan oleh pasien.

Ini adalah kisah pahit-manis Le, seorang perempuan 37 tahun dariIndonesia. Dia datang mengunjungi kami pada tanggal 14 Oktober 2011 setelah didiagnosis dengan kanker payudara yang mungkin telah menyebar ke paru-parunya. Dia datang dengan keluhan sakit nyeri di seluruh tubuhnya, terutama di sendi-sendi. Dia tidak bisa menekuk jari-jarinya. Tidur tidak pulas dan ia batuk.

Anda menemukan satu tumor di payudara kamu pada bulan Februari 2009. Apakah Anda pernah merasa benjolan sebelum itu? Le: Saya pergi ke Organisasi Kanker untuk Pap smear pada tahun 2003. Pada masa yang sama mereka juga memeriksa payudara saya dan menyuruh saya datang kembali untuk memeriksa setahun kemudian.

Apa yang mereka katakan tentang payudara Anda? Le:Ada benjolan kecil di payudara saya, tetapi dokter mengatakan itu bukan kanker – hanya sesuatu yang mencurigakan. Saya diminta untuk datang kembali untuk diperiksa semula setelah satu tahun.

Anda tidak kembali melihat mereka lagi? Pada tahun 2004? Pada tahun 2005 dan 2006? Le: Tidak, saya tidak kembali menemui mereka. Selepas itu saya menerima surat dari Organisasi Kanker pada tahun 2007, mengingatkan saya datang untuk memeriksa. Saya juga tidak kembali.

Apa yang Anda lakukan pada tahun 2008? Dan bagaimana dengan 2009? Le: Pada tahun 2008, saya tidak melakukan apa pun. Pada tahun 2009, saya merasa benjolan di payudara kiri saya ketika saya sedang berbaring di tempat tidur. Saya selalu memeriksa payudara saya saat mandi. Saya tidak merasakan benjolan apapun.

Apakah ada retraksi puting? Ada apa lelehan nanah? Sakit? Le: Tidak, tidak apa-apa.

Apa yang Anda lakukan setelah menemukan benjolan ini? Le: Saya pergi berkonsultasi dengan ahli onkologi. Setelah USG dia mengatakan ada 80 persen kemungkinan bahwa benjolan itu adalah kanker. Kemungkinan tumor itu jinak adalah 20 persen. Saya disarankan melakukan biopsi. Saya menolak melakukan apa pun.

Anda diberitahu bahwa benjolan itu adalah kanker dan Anda menolak perawatan medis – apa yang Anda lakukan?
Suami: Dia mulai mengambil vitamin dan suplemen.
Le: Saya mengambil suplemen dan berhenti makan daging tapi saya masih makan ayam organik.

Oh, ayam bukan daging? Benar? Le: (tidak menjawab, diam).

Setelah Anda mengambil suplemen, apakah tumor tidak tumbuh lebih besar dan lebih besar? Suami: Ya, tumor tumbuh sebesar kepalan tanganku.

Bila Anda menemukan benjolan, apa ukurannya? Le: Ukuran ibu jari  saya.

Baik, setelah minum suplemen, dan suplemen dan suplemen … apakah tumor tumbuh lebih besar dan lebih besar? Le: Ya. Tumor tumbuh hingga sebesar telur bebek.

Oh ,kamu ambil suplemen dan tumor tumbuh lebih besar – kau tidak takut? Le: Saya takut. Suami: Takut mati.

Le: Pada bulan November 2009, saya datang keKuala Lumpuruntuk diperiksa. Ahli onkologi mengatakan kepada saya bahwa dia 100 persen yakin bahwa tumor saya itu adalah kanker. Dia menyarankan saya untuk melakukan biopsi dan kemudian menjalani  operasi. Saya menolak dan kembali keSurabaya.

Mengapa Anda datang ke Kuala Lumpur jika Anda tidak mau mengikuti saran dokter? Le: Saya hanya pergi untuk check up saja.

Apa yang ada untuk di check up? Di Surabaya Anda sudah diberitahu benjolan itu mungkin – 80 persen kanker. Dan di Kuala Lumpur Anda diberitahu bahwa kanker itu mungkin 100 persen. Apakah sebab yang datang ke KL? Buang uang? Le: Pada Februay 2011, saya pergi cari dokter alternatif. Suami: Dia juga mengambil kapsul lain di samping suplemen.

Apa praktisi alternatif lakukan? Le: Dia menepuk sekitar payudara saya. Dia juga memberikan saya beberapa ramuan untuk diminum. Saya tidak tahu apa ramuan itu. Setelah satu bulan pengobatannya, tumor tumbuh lebih besar dan akhirnya pecah.

Bila tumor tumbuh semakin besar, apa yang dia katakan? Le: Dia sururh saya pergi ke dokter untuk radiasi. Tapi saya menolak.

Adakah dia beri amaran bahwa tumor mungkin pecah? Le: Ya, dia kata tanpa radiasi tumor bisa pecah. Tapi saya enggak radiasi.

Apa jadi sesudah tumor pecah? Le: Praktisi alternatif menulissurat rujukan untuk pergi ke rumah sakit untuk radioterapi.

Dan Anda masih tidak mahu pergi untuk rawatan radiasi? Le: Kali ini saya setuju dan pergi untuk radiasi.

Biaya Terapi Alternatif

Berapa banyak Anda bayar untuk semua terapi alternative itu? Le: Banyak uang.

Berapa banyak? Le: Saya minum banyak suplemen. Suami: Untuk minum suplemen ini saja biayanya 700.000 rupiah satu botol satu hari. Le: Itu bersamaan RM 250 satu botol satu hari.

Berapa banyak botol yang telah Anda minum? Le: Ratusan. Suami: Dia minum ini selama sekitar enam bulan. Le: Tidak, saya minum selama sekitar satu tahun. Untuk satu bulan suplemen ini saya biaya 21 juta rupiah.

Kamu membayar 21 juta rupiah se bulan untuk suplemen ini dan kamu mengambil ini selama setahun? Le: Ya.

Baca cerita Le yang lengkap:

Bagian 1: Kesejahteraan  Pulih Setelah Dua Hari Minum Herbal dan e-Terapi

Bagian 2: Terapi Alternatif – Pengobatan Suplemen Dua puluh-Satu-Juta-Rupiah Se Bulan

Bagian 3: Mengapa Saya Menolak Kemoterapi / Pengobatan Medis

Bagian 4: Radiasi Membantu Tapi Tidak Menyembuhkan, Tamoxifen Bawa Bencana.

Bagian 5: Mimpi Saya dan Pengalaman Dekat Maut

Bagian 6: Penyembuhan Empat Hari Saya Setelah Perawatan di CA Care

Bagian 7: Perjalanan Saya Yang Kurang Pengetahuan

Kanker Payudara: Herbal dan e-Terapi Pulihkan Kesejahteraan Nya Setelah 106 kali Perawatan Radiasi Bagian 1: Kesejahteraan Nya Pulih Setelah Dua Hari Minum Herbal dan e-Terapi

Penghargaan: Izin untuk menggunakan video ini tanpa harus menyembunyikan identitas dirinya diberikan oleh pasien.

Itu semua mulai dengan benjolan kecil di payudara kiri saya. Saya mengabaikannya. Beberapa tahun kemudian, saya pergi untuk menemui onkologi. Dia meminta saya untuk menjalani biopsi dan kemudian beroperasi. Saya menolak. Saya memilih terapi alternatif. Saya mengambil berbagai jenis suplemen (Lihat Bagian 2: Terapi Alternatif –  Pengobatan Suplemen Saya Dua-puluh-Satu-Juta-Rupiah Per Bulan).

Benjolan bertambah besar dan akhirnya pecah. Waktu itulah saya pergi berjumpa ahli radiologi dan menjalani radioterapi. Perawatan radiasi pertama saya pada bulan November 2009. Saya menerima 25 rawatan radiasi untuk payudara kiri saya. Tumor mengecil dan akhirnya menghilang.

Tiga bulan kemudian, benjolan lain tumbuh tepat di bawah leher saya. Benjolan ini kian membesar. Saya lagi menerima 25 perawatan radiasi. Benjolan juga menghilang setelah radiasi.

Empat bulan kemudian, dua lagi tumor muncul, satu masing-masing di setiap payudara saya. Saya kembali menerima 25 perawatan radiasi untuk setiap  payudara kiri dan kanan.

Saya juga menerima 6 kali perawatan radiasi untuk indung telur saya.

Waktu menjalani radioterapi, benjolan lain muncul tepat di bawah tulang selangka kiri saya tapi ini akhirnya hilang setelah saya selesai rawatan radiasi untuk dua payudara. Namun, sekarang ada satu benjolan di perut saya.

Sementara menjalani radioterapi tahap berikutnya, saya minum tamoxifen. Setelah dua minggu minum Tamoxifen jari-jari saya menjadi kaku dan sulit dan menyakitkan untuk membengkokkannya. Setelah satu bulan pada tamoxifen saya tak mampu berjalan. Juga, otot leher saya menjadi kaku. Sebelum tamoxifen itu saya lincah dan tidak memiliki masalah mobilitas. Saya bisa berolihraga. Saya berhenti minum tamoxifen setelah satu bulan. Dokter saya mengatakan kanker telah pergi ke tulang saya.

Awal bulan ini, seorang teman baik di Makassar menelepon saya. Dia menyarankan bahwa saya memiliki terlalu banyak radiasi sudah dan tubuh saya tidak akan mampu menerimanya lagi. Saya harus mencari pengobatan alternatif lainnya. Tapi semua sementara ini, saya telah menjalani pengobatan alternatif. Saya mengambil semua jenis suplemen. Teman saya menyarankan agar saya pergi ke Penang dan memenuhi Chris Teo.

Di atas adalah kisah tragis dari Le, seorang perempuan 37 tahun dari Indonesia.Dia datang kepada kami pada tanggal 14 Oktober 2011 setelah telah didiagnosis dengan kanker payudara yang mungkin telah menyebar ke paru-parunya. Dia disajikan dengan sakit dan nyeri di seluruh tubuhnya, terutama sendi. Dia tidak bisa menekuk jari-jarinya. Dia tidak bisa tidur nyenyak dan ia batuk.

Le diresepkan Kapsul A,  Breast L dan Breast M teh, Pain teh, Lung 1 dan Lung 2 teh selain Cough # 10. Dia menjalani e-Terapi dengan Detox # 2 pada Jumat malam. Pada Minggu malam (dua hari kemudian), Le datang kembali dan dilaporkan sebagai berikut.

Saya kembali ke apartemen dan tidur sepanjang malam, 19:00-6:00. Saya terbangun hanya untuk makan dan minum teh herbal dan kemudian kembali tidur lagi.

Sebelum terapi ini, apakah Anda bisa tidur? Le: Sulit.

Pada Sabtu (e-Terapi tetapi hanya tentang herbal) apakah Anda tidur sepanjang hari? Le: Ya. Saya tidur, bangun untuk makan dan kemudian kembali tidur lagi. Saya makan jagung dan buah-buahan.

Ketika Anda berada di rumah (Surabaya), bisa Anda tidur seperti ini? Le: Tidak Di rumah ketika saya bangun dari tidur, saya akan merasa sakit. Sekarang, saya tidak sakit lagi. Saya bisa tidur dalam posisi atau postur tubuh, saya sakit. Saya tidak dapat melakukan hal seperti itu ketika berada di rumah.

Apakah Anda benar-benar tidur nyenyak – nyenyak? Le: Ya. Saya juga pingsan banyak “gas” … boot, boot. Saya berjalan ke sana kemari dari apartemen Kenny ke pasar. Saya tidak punya masalah berjalan. Saya tidak bisa melakukan hal seperti di rumah. Saya akan menjadi terengah-engah jika saya berjalan seperti itu.

Sekarang, ketika Anda berjalan, apakah Anda menjadi sesak napas? Le: Tidak Sekarang, saya juga dapat memegang sapu dan menyapu lantai. Saya sekarang dapat membuat tempat tidur dan lipat selimut. Saya tidak bisa melakukan itu sebelumnya. Saya bahkan tidak bisa mengangkat selimut apalagi lipat. Pagi ini, saya bahkan “memukul” bantal.

Sekarang, apa lagi keluluhan Anda? Le: Batuk. Sebelumnya, saya tidak dapat memutar tubuh saya di sekitar – ke kanan atau kiri. Saya akan menarik otot atau kram. Sekarang, tidak lebih kram. Setelah mengkonsumsi obat herbal selama dua hari, ada nyeri tubuh tidak lebih.

Tidak ada rasa sakit lagi di manapun? Le: Tidak lebih.

Jadi, selama dua hari terakhir, apakah Anda benar-benar merasa baik? Le: Ya.Kuat (mengambil napas dalam-dalam).

Apakah Anda ada masalah lain? Le: Hanya batuk sekarang.

Baca cerita Le yang lengkap:

Bagian 1: Kesejahteraan  Pulih Setelah Dua Hari Minum Herbal dan e-Terapi

Bagian 2: Terapi Alternatif – Pengobatan Suplemen Dua puluh-Satu-Juta-Rupiah Se Bulan

Bagian 3: Mengapa Saya Menolak Kemoterapi / Pengobatan Medis

Bagian 4: Radiasi Membantu Tapi Tidak Menyembuhkan, Tamoxifen Bawa Bencana.

Bagian 5: Mimpi Saya dan Pengalaman Dekat Maut

Bagian 6: Penyembuhan Empat Hari Saya Setelah Perawatan di CA Care

Bagian 7: Perjalanan Saya Yang Kurang Pengetahuan

Kanker Payudara: Dari Keputusasaan Menuju Harapan Dalam Lima Hari

Video 1: Penyembuhan Dalam Lima Hari

Video 2: Kisah Tragisnya

Penghargaan: Izin untuk merekam dan memutar video klip tanpa harus menutup wajah pasien diberikan oleh keluarganya.

Inti dari pembicaraan kami:

1. Benjolan payudara sepuluh tahun yang lalu dan dia tidak melakukan apa pun tentang hal itu

Dia menemukan benjolan di payudaranya lebih dari sepuluh tahun yang lalu, tetapi tidak melakukan apa-apa tentang hal itu. Benjolannya bertambah besar. Kemudian pada tahun 2008, dia pergi ke Kuching, Malaysia untuk melakukan check up tubuh secara lengkap. Pada saat itu dia tidak mengalami ketidaknyamanan yang serius. Namun, dari hasil pemeriksaan menyatakan bahwa dia mengidap kanker payudara stadium 4 dan kemungkinan  telah menyebar ke beberapa bagian dari tulangnya.
Apakah dia menderita sakit sebelum pemeriksaan? Ya, dia merasa sakit di sekitar tulang belikat. Setelah dipijat rasa sakitnya menghilang.

2. Ke China untuk mencari peyembuhan

Dokter di Kuching menyarankan untuk menjalani kemoterapi. Tetapi dia menolak. Keluarga memutuskan untuk membawanya ke China untuk perawatan medis. Dia menerima perawatan seperti kemoterapi, cryoablasi dan particle seed radioaktif di rumah sakit China.

Dia tinggal sekitar satu sampai dua minggu di China selama setiap perjalanan ke sana. Dia kembali ke Indonesia dan merasa “baik-baik saja”  dan kemudian kembali lagi ke China untuk menjalani perawatan selanjutnya setiap tahun.

Apakah mereka mengajarkan Anda untuk mengatur dietnya? Tidak, dokternya menjelaskan bahwa dia dapat makan apa saja yang dia suka. Mereka tidak mengajarkan kita apa-apa tentang diet.

3. Jatuh

Pada bulan Januari 2011, dia mengalami jatuh ringan. Ini menyebabkan salah satu kakinya menjadi bengkak. Tetapi bahkan sebelum kejadian ini, dia selalu merasakan sakit di kakinya. Dia berkonsultasi dengan dokter di Kuching tentang masalah ini dan diberitahu bahwa tidak ada apa-apa dengan kaki nya, tapi dia mungkin menderita kanker di usus nya.

4. Operasi Kaki

Sejak Februari 2011, dia tidak bisa jalan dan hanya tinggal saja dirumah karena  tidak bisa kemana-mana .Salah satu kakinya sangat sakit dan yang sebelah lagi kakinya bengkak. Kakinya tidak bisa menapak dan dia tidak bisa berdiri karena kesakitan.

Dia pergi ke Jakarta untuk konsultasi lebih lanjut. Selanjutnya dia menjalani operasi pada kedua kakinya.

Dua bulan setelah operasi dia bisa berjalan. Kakinya tidak merasa sakit lagi ketika menginjak lantai. Tapi rasa sakit di seluruh bagian bawah  kaki nya masih belum hilang.

5. Tidak kembali ke Cina lagi

Apakah dia kembali lagi ke China setelah ini? Tidak. Kami sudah melakukan total enam perjalanan ke Cina. Pada tahun 2008, ia pergi ke Cina tiga kali, pada tahun 2009, dua kali dan pada tahun 2010 sekali. Tidak banyak membawa manfaat – pada setiap kunjungan mereka selalu meminta kami untuk melakukan PET scan, Kemoterapi, dll.  Semuanya itu telah membuatnya menjadi capek, muntah, dll

6.
 Opname – September 2011

Pada akhir September 2011, dia mulai merasa sakit di perut dan tidak mampu berjalan lagi. Dia dirawat di rumah sakit. Dokter onkologi menyarankan PET scan untuk mengetahui apa yang menjadi penyebabnya. Keluarganya menolak. Pada saat itu dia mengkonsumsi berbagai macam obat yang diresepkan oleh tiga dokter – ahli onkologi, spesialis tulang dan saraf.

7. Ke CA Care, Penang – 9 Oktober 2011

Dua orang diperlukan untuk mengangkatnya masuk kedalam pesawat. Sampai di Ca Care dia hanya bisa duduk diatas kursi rodanya. Dia tidak mampu untuk berdiri sendiri. Dia juga tidak bisa tidur dan merasakan sakit di kakinya sepanjang siang dan malam.

Setelah mendengarkan ceritanya pada tanggal 9 Oktober malam, apa yang dapat kami sampaikan kepada keluarganya adalah sebagai berikut :  Saya benar-benar tidak tahu apa yang dapat saya lakukan untuk membantu Anda. Tapi saya akan berusaha sebaik mungkin untuk melakukan apa saja.  Ini benar-benar kasus yang sudah putus harapan dan tak berdaya.

Setelah lima hari menjalani e-Terapi dan minum herbal kami, kondisinya semakin membaik. Rasa sakit di kakinya hampir hilang. Dia bisa tidur. Dan yang paling aneh sekali adalah dia mampu untuk berdiri sendiri dengan bantuan minimal.

 

Update: Pada tanggal 26 Oktober 2011, putrinya  menelepon untuk mengatakan pasien (sekarang di rumah di Jakarta) mampu berjalansendiri dengan bantuan tongkat. Pada hari ketika ia pulang, ia dapat perlahan-lahan berjalan masuk ke pesawat – tidak perlu diangkat masuk ke dalam pesawat seperti minggu sebelumnya.

Kanker Payudara: Setelah Kemoterapi dan Radioterapi Kanker Menyebar ke Hati Nya

LP (H588) adalah seorang ibu berusia 34 tahun yang mempunyai dua orang anak. Selama kehamilan nya yang kedua ( sekitar bulan Juli 2009), ia merasakan adanya benjolan di payudara kirinya. Tetapi dia mengabaikannya. Kemudian dia melahirkan pada tanggal 5 September 2009. Dia menyusui bayinya selama satu bulan. Air susu yang dihasilkan dari payudara kirinya hanya sedikit. Dokter berpikir hal itu disebabkan karena infeksi dan kemudian diberikan antibiotik. Tetapi benjolannya malah menjadi lebih menonjol. Ginekolog nya mengusulkan untuk pengangkatan benjolan tersebut.

LP dirujuk ke ahli bedah payudara. Kemudian pada tanggal 26 Oktober 2009 dilakukan biopsi. Dari spesimen tersebut mengungkapkan cirri-ciri suatu ductal carcinoma yang invasif. Ditemukan juga suatu penyebaran kelenjar getah bening. Tumor itu berada kurang dari 1 mm dari margin bedah. Dari laporan Immunohistochemistry dari tumor itu, receptor estrogen dan progesteron nya negative, tapi sangat positif untuk C-erb-2 nya. Hasil pemeriksaan dengan DNA Probe Kit mengkonfirmasikan  HER-2/neu gene amplification. Operasi tersebut akan menghabiskan biaya RM 6.000.

Menurut gambaran di atas, dianjurkan untuk operasi mastektomi tetapi LP menolak. Dia, bagaimanapun, menyetujui opsi yang kedua yaitu operasi bedah untuk  pengangkatan tumor dengan margin lebih besar dan pengangkatan kelenjar getah bening nya. Sebuah laporan pada tanggal 12 November 2009 mengindikasikan bahwa semua margin bebas dari kanker. Sebanyak 26 kelenjar getah bening aksila yang tersisa bebas dari metastasis.

Pada saat yang sama, specimen yang didapat dari suatu pemeriksaan payudara kanan nya dengan tehnik hookwire ( adalah suatu tehnik yang digunakan untuk mengangkat atau membuang suatu area yang abnormal dari payudara yang dapat terlihat melalui USG atau Mammogram tetapi tidak dapat di raba secara klinis ), menunjukkan adanya apa yang disebut Lactating Adenoma ( tumor jinak biasanya dapat terjadi pada wanita muda yang sedang mengandung atau menyusui.)  Sebuah port-kemo dipasang di sisi kanan sebelah atas payudara nya. Seluruh prosedur operasi bedah tersebut menelan biaya sebesar RM 20.000.

CT- scan pada bagian dada, perut dan panggul pada tanggal 11 November 2009 menunjukkan Tidak Ada  metastasis pada bagian dada, perut  ataupun panggul. Bone scan tubuh secara lengkap pada tanggal 12 November 2009 menunjukkan tidak ada bukti yang menunjukkan adanya metastasis pada tulang.

LP kemudian menjalani kemoterapi. Tiga siklus pertama menggunakan obat kemo FEC (5-FU, epirubicin dan cyclophosphamide). Tiga siklus pengobatan ini menelan biaya sebesar RM 12.000. Siklus yang keempat , kelima dan keenam terdiri dari Taxol ditambah Herceptin. Total biaya dari tiga siklus berikutnya ini adalah RM 46.000. Pengobatan kemo yang terahir  adalah  bulan Mei 2010.

Dari  bulan Juni 2010 sampai Agustus 2010, LP menjalani juga tiga puluh sesi radioterapi. Setelah itu kondisinya  ” baik “.

Sayangnya, hasil PET- CT scan pada seluruh tubuh yang dilakukan pada tanggal 29 Desember 2010, menunjukkan adanya metastasis hati soliter. Lesi yang nampak adalah sebesar  3,4 x 3,0 x 3,0 cm. Ada juga beberapa serapan non-spesifik yang berasal dari FDG ( flourodeoxyglucose ) di tulang belakang namun tidak ada kerusakan tulang terlihat pada CT.

LP diminta agar menjalani operasi untuk metastasis hatinya. Dia menolak. Dalam keputus – asaan nya, LP mengkonsumsi Tian Xian Liquid selama satu bulan. Kemudian dia dan suaminya pergi ke Kamboja untuk menjalani pengobatan menggunakan Marijuana Oil  (MO). Dia tinggal di Kamboja selama dua bulan.

Namun pada pemeriksaan melalui USG pada tanggal 11 Maret 2011 menunjukkan bahwa lesi pada lobus sebelah kanan hatinya membesar, dari 3 cm pada beberapa bulan yang lalu sekarang telah menjadi 7 cm. Selain itu, sebuah laporan radiologi menunjukkan : ” ditemukan sebuah lesi kecil yang berdekatan dengan ukuran 9 mm dan lesi yang lainnya di lobus sebelah kiri dengan ukuran 8,5 mm ”. Kesimpulan : liver metastasis telah meningkat baik dari segi ukuran maupun jumlahnya.

USG yang dilakukan pada tanggal 15 April 2011 menunjukkan adanya multiple liver metastasis dengan perkembangan penyakit yang pesat seperti deret ukur. Laporan radiologi mengatakan: ” lesi metastatik yang sebelumnya terlihat di lobus kanan telah membesar secara signifikan  dan  berukuran 12,3 x 7,5 cm menempati hampir setengah dari lobus kanan. Di lobus kiri ada setidaknya 4 -. 5 lesi, yang terbesar berukuran sekitar 1 cm ”

Gambar 1: USG dan PET scan menunjukkan tumor hati

LP kembali mengkonsumsi Tian Xian Liquid – kali ini adalah varietas Super dengan dosis tiga kali lipat dengan biaya sekitar RM 12.000 per bulan.  Tidak puas, LP dan suaminya datang untuk meminta pertolongan kami pada tanggal 21 April 2011.

Setelah mendengar ceritanya, kami lanjutkan untuk membaca meridian nya menggunakan AcuGraph 4. Kemudian kami memberi resep kepada LP :  Capsul A dan B, Liver 1 dan Liver 2, Breast M dan LL – Tea . Karena energi meridian dari Limpa nya rendah kami menyarankan LP untuk minum herbal  A-Sp-7 .

LP datang menjumpai kami lagi pada tanggal 23 Mei 2011, yaitu setelah satu bulan. Menurut LP, dia tidak merasakan adanya perubahan dalam dirinya setelah meminum ramuan. Di bawah ini adalah perbandingan pembacaan AcuGraph nya (Gambar 2 dan 3).

Gambar 2: Kunjungan pertama, 21 April 2011

Gambar 3: kunjungan Kedua, 23 Mei 2011

Ketika kunjungan pertama pada tanggal 21 April 2011, meridian nya menunjukkan kondisi yang disharmonis , seperti meridian  LU, PC, SI, SP, LR, KI dan meridian BL. Setelah minum herbal selama sebulan, pembacaan meridian nya menjadi sangat banyak perbaikannya. Hanya meridian SI, SP, KI dan ST yang menunjukkan kondisi disharmonis.

Comments Komentar

Ini sungguh kasus yang menyedihkan dan tragis. Sebelum kami mengajukan beberapa pertanyaan yang sulit dan tajam, marilah kita mendengarkan pembicaraan kami pada tanggal 21 April 2011.

Perjalanan Menuju Bencana

Seperti pada kebanyakan pasien-pasien, LP dan suaminya benar-benar percaya kepada ilmu kedokteran. Dokter  adalah ” seorang yang ahli ” dan apa yang mereka sarankan, LP dan suaminya mengikutinya tanpa ada rasa ragu sedikitpun. Setelah menjalani operasi pembedahan ,kemoterapi dan radioterapi, LP rupanya merasakan kondisi yang baik untuk sementara waktu. Dia kemudian kembali ke cara hidup lamanya – dan makan segala macam apa saja yang dia suka. Ini sesuai dengan apa yang dikatakan dokter kepadanya – ” Makanlah apa saja dan apapun yang Anda suka !”  Dan sesuai dengan apa yang dikatakan suaminya : ” Kami hanya akan mendengarkan saran dokter. ”

Ketika LP diminta untuk menjalani operasi, dia tidak bertanya kepada dokter nya  apakah operasi ini akan menyembuhkan kanker payudara nya. Tidak ada alasan untuk mengajukan pertanyaan tersebut. Karena ia dan suaminya sudah menaruh kepercayaan penuh kepada para dokter – mereka akan melakukan hal yang benar dan dapat menyembuhkan LP !

Dapatkah kemo menyembuhkan kanker-nya ?  LP juga tidak menanyakan kepada dokter onkologi nya pertanyaan yang sangat penting tersebut. Suaminya berkata: “Kami diberi kesan dengan menjalani kemoterapi semua masalah tersebut akan dapat diselesaikan – dengan menggunakan obat kemo yang terbaik, dll.  Bahkan dokter mengatakan kepada LP bahwa dia akan menjadi lebih baik jika dia terus menjalani Herceptin selama dua tahun berikutnya ! Perhatikan, LP membayar sekitar 15.000 RM untuk  satu siklus Taxol dan Herceptin. Mungkin jika LP mampu menjalani pengobatan dengan Herceptin selama dua tahun lagi, dia akan melakukannya tanpa menyadari bahwa Herceptin tidak menyembuhkan apa-apa !

Mengajukan Pertanyaan-Pertanyaan Sulit

Saya bertanya kepada LP: ” Bagaimana kondisi kesehatan anda sebelum dan setelah perawatan? Mana yang lebih sehat ?  Suaminya menjawab: “Sebelum menjalani semua perawatan.”  LP berkata : “Dengan tumor yang membesar di hati saya, saya tidak merasa lebih baik sama sekali.” Dalam bahasa sederhana, dengan pergi ke rumah sakit dan menghabiskan semua uang dan menerima semua apa yang disebut  pengobatan ” yang terbukti secara ilmiah”, kesehatan LP menjadi lebih buruk dibandingkan jika dia tidak melakukan apa-apa. Itulah kesan yang saya dapat dari jawaban LP dan suaminya. Apakah ini bukan sebuah tragedy ?

Izinkan saya meninjau ulang laporan CT scan tanggal 11 November 2009.  Ini adalah CT scan yang dilakukan  LP sebelum  menjalani kemoterapi. Dikatakan: ” Kondisi hati nya meningkat secara homogen dengan adanya sebuah kista kecil yang berukuran kurang dari 5 mm diameternya. Kesan:.. Tidak ada metastasis di perut, dada atau  panggul”

Dari laporan ini, sepanjang pendapat para oncologis , kanker belum menyebar ke livernya atau bagian lain dari tubuh nya. Beberapa bulan setelah LP menjalani kemoterapi dan radioterapi, sebuah tumor berukuran 3 cm ditemukan di hatinya.  Apakah ada yang salah?  Apa yang menyebabkan bahwa tumor muncul begitu cepat ?

Saya mengusulkan dua kemungkinan – silahkan Anda yang memutuskan kemungkinan mana yang masuk akal.

  • CT scan yang dilakukan pada bulan November 2009 , entah bagaimana telah terjadi kesalahan , tidak tau dimana !  Scan tersebut tidak mendeteksi tumor yang berada dalam hati LP.
  • Atau, bisa saja orang yang menafsirkan CT scan tersebut tidak pandai atau sembrono ? Mungkinkah bahwa ” kista kecil yang berukuran kurang dari 5 mm” sebenarnya suatu metastasis?  Berarti, kanker sebenarnya sudah menyebar dan ini disalah artikan ?  Jika Anda tidak setuju dengan proposal ini, maka bagaimana dengan kemungkinan lain?
  • Mungkinkah bahwa pengobatan – FEC, Taxol dan Herceptin atau radioterapi – menjadi penyebab sel kanker muncul dalam hati LP ?  Artinya, pengobatan itu sendiri adalah yang menjadi penyebab kanker dihatinya.  LP telah membayar sejumlah besar uang untuk biaya pengobatan kemoterapi dan radiasi  dan  berakhir dengan suatu metastasis dihati nya.

Ada beberapa pertanyaan penting untuk ditanyakan :  Para Onkologis mengatakan kepada pasien-pasien bahwa setelah operasi, kemoterapi perlu untuk ” membersihkan ” semua sel-sel buruk yang tersisa dan tertinggal mengambang didalam aliran darah. Akibatnya  LP diberikan 5-FU, Epirubicin, Cyclophosphamide, Taxol dan Herceptin.  Jika sel kanker sudah berada di dalam hati, dengan jelas obat yang mahal ini tidak berguna sama sekali !

Jika sel-sel kanker belum berada di hati sebelum kemoterapi, apakah itu tidak berarti bahwa organ hati tersebut melemah atau rusak sampai pada suatu kondisi tertentu , dimana sel-sel kanker itu mampu membuat rumah baru di dalam hatinya?  Untuk pengobatan dengan radiasi, faktanya jelas. Ahli radiologi menggunakan  ” senjata dan kekuatan panas ” tapi mereka tujukan dengan ” membabi buta ”  pada payudara sementara sel-sel kanker mungkin sudah berada di dalam hati !  Target telah luput.

Ketika hasil PET-CT scan pada bulan Desember 2010 menunjukkan adanya lesi di hati berukuran  3,4 x 3,0 x 3,0 cm , dokter menyarankan untuk operasi pengangkatan – hanya operasi saja, tidak ada saran untuk kemoterapi. LP menolak.  Saya bertanya mengapa dia menolak untuk mengikuti saran dokter kali ini. Dia dan suaminya telah kehilangan kepercayaan pada dokter.

Sayangnya, LP dan suaminya sudah mempelajari suatu pelajaran pahit yang menyusahkan  – dan mungkin sedikit agak terlambat.

Sebuah pepatah Romawi mengatakan sebagai berikut : ” Hanya orang bodoh belajar dari pengalaman nya – orang bijak belajar dari pengalaman orang lain.”

Saya ingat apa yang dikatakan oleh teman baik saya, almarhum Mr Chew : ” Saya pergi menemui seorang oncologist. Saya melihat begitu banyak orang yang melakukan kemoterapi, dan begitu banyak orang melakukan radioterapi. Dalam pikiran saya, ini seharusnya merupakan cara yang benar. Jadi saya kembali lagi ke ahli onkologi tersebut dan memintanya untuk melakukan kemoterapi kepada saya. Belakangan , ketika saya mengalami kekambuhan dan tumornya tumbuh bertambah besar, saya kemudian menyadari bahwa saya telah berada di jalur yang salah. ”

Saya mengatakan kepada LP seperti berikut ini: “Jangan khawatir – kami akan melakukan yang terbaik untuk membantu anda.  Anda bukan satu-satunya orang yang masuk terjebak dalam masalah. Banyak orang lain juga seperti anda. Jadi tenang sajalah. ”  Saya mengucapkan kata-kata ini karena saya mengerti bahwa sesuai kodratnya sebagai manusia kita semua berada di Bumi ini untuk mempelajari pengalaman-pengalaman tertentu. Dalam proses belajar ini , kita bisa melakukan kesalahan. Dan pada akhir dari semua itu, apakah kita melakukannya dengan benar atau salah, kita tetap akan mati.

Mencari Terapi Alternatif

CA Care dimulai pada tahun 1995 – kami telah berada sekitar selama enam belas tahun sekarang ini. Hampir semua orang yang datang mencari bantuan kami , secara medis dikatakan sudah tidak ada harapan lagi atau berada dalam situasi yang sama seperti LP – dimana perawatan medis telah gagal terhadap mereka. Pengalaman kami menunjukkan bahwa ada dua jenis kelompok orang.

Satu, yang putus asa tapi tulus,yang datang untuk mencari jalan lain untuk bisa keluar dari kesulitan mereka – seperti teman baik saya Chew yang disebutkan di atas atau dalam hal ini, LP. Setelah berbicara dengan dia dan suaminya , saya merasa dia adalah jenis pasien yang patut kami tolong.

Sayangnya, ada kelompok orang lain yang datang hanya untuk ” belanja peluru ajaib ” yang dapat meyembuhkan seketika. Terlepas dari fakta bahwa mereka telah menghabiskan beribu-ribu dolar untuk membayar tagihan medis mereka, mereka ingin penyembuhan sesuai dengan istilah mereka sendiri. Dari data statistik kami menunjukkan bahwa 70 persen dari mereka yang datang kepada kami termasuk dalam kategori ini. Kami merasa sangat sulit untuk membantu kelompok ini.

Apa yang kita ajarkan kepada pasien kami tentang diet telah berseberangan jalan secara langsung dengan apa yang telah dikatakan para onkologis kepada pasien mereka. Kami telah menulis banyak artikel tentang hal ini dan anda dapat membaca beberapa artikel kami dengan mengklik link ini: http://ejtcm.com/category/dietnutrition/

Dalam bukunya: Weather warfare – the military’s plan to draft Mother Nature , Jerry Smith menulis: “Dalam rangka untuk mengubah, ilmu pengetahuan (dan ilmuwan individu) Harus Mengakui Kekeliruan / Kesalahan – sesuatu yang bagi kebanyakan orang yang berpendidikan enggan melakukannya. Siapa yang mau mengakui bahwa mereka salah?  Seberapa sulitnya kah untuk  mengakui kesalahan jika kemajuan karir anda tergantung kepada sisi kebaikan anda ? Juga, posisi dalam komunitas ilmiah (dan pemberian bantuan dana ) tidak menjadikan seseorang menjadi orang yang tidak konvensionil. Resistensi yang melembaga terhadap teori-teori baru ini telah mengakibatkan secara rutin butuh waktu dari 50 sampai 100 tahun lagi untuk penemuan-penemuan baru , agar dapat merubah dari ejekan “omong kosong”  menjadi fakta-fakta yang dihormati. ”

Terlepas dari beribu-ribu penelitian yang menunjukkan bahwa diet memainkan peran penting dalam menyembuhkan kanker, tetapi para dokter tetap memberitahu pasien-pasien mereka untuk makan apapun yang mereka suka! Mungkin akan memakan waktu sekitar 50 hingga 100 tahun lebih lagi bagi komunitas medis untuk sepenuhnya menghargai fakta ini dan menerimanya. Untuk saat ini kita harus puas dengan suara-suara dari beberapa jiwa-jiwa pemberani yang berani untuk berbicara.

Russell Baylock, ahli bedah saraf dan asisten profesor klinik  di Universitas Kedokteran Mississippi menulis :

  • Selama empat tahun saya di sekolah kedokteran ,kita tidak memiliki satu kelas pun tentang ilmu gizi.
  • Bahkan, pemberian kepada para pasien dengan suplemen gizi menimbulkan ejekan dari rekan-rekan anda.
  • Para ahli onkologi MENYALAHKAN pasien-pasien nya dengan pemberian mereka advis tentang promosi nutrisi untuk kanker .

Dalam bukunya, Alive and well, Dr Philip Binzel Jr . menulis :

  • Operasi bedah tidak memberi manfaat  yang dapat mencegah penyebaran kanker.
  • Radiasi tidak memberi manfaat  yang dapat mencegah penyebaran penyakit.
  • Kemoterapi tidak memberi manfaat yang dapat mencegah penyebaran penyakit.
  • Satu-satunya hal yang diperkenalkan kepada manusia saat ini, yang akan mencegah penyebaran kanker dalam tubuh, adalah agar supaya mekanisme pertahanan tubuh dapat berfungsi secara normal. Begitulah cara terapi nutrisi bekerja – mengobati mekanisme pertahanan tubuh , bukannya tumor !

Kanker Payudara: Pesan Ilani – Belajar dari kesalahan saya, jangan lagi menjalani kemo

KUALA LUMPUR (Feb 24, 2011): Ketua Komite untuk Mempromosikan Masalah Pemahaman dan Kerukunan Antar-Agama, Datuk Ilani Isahak, meninggal hari ini setelah berjuang melawan kanker payudara selama lima tahun terakhir.  Ilani, 58 tahun, telah menghembuskan nafas terakhir nya sekitar jam 6 pagi di Universiti Kebangsaan Malaysia Medical Centre ( PPUKM ).

Sumber: http://www.sun2surf.com/article.cfm?id=57980

The Star melaporkan: Ketua Komite Kerja Untuk Masalah Hubungan Antar Agama, Datuk Ilani Isahak meninggal setelah tiga tahun berperang  melawan kanker payudara. Ilani telah berada di rumah sakit sejak tanggal 23 January 2011. Seluruh keluarganya sudah berkumpul bersama saat dia mengembuskan nafas terakhirnya, demikian menurut penjelasan dari kakak kandungnya Dr Amir Farid Isahak.

Sumber : http://thestar.com.my/news/story.asp?file=/2011/2/24/nation/20110224105738&sec=nation http://www.thestaronline.com/news/story.asp?file=/2011/2/25/nation/8137635&sec=nation

PENJELASAN  DARI  KAKAK  KANDUNG NYA :

Pada tanggal 2 Maret 2011, saya menerima e-mail dari Dr Amir Farid. Saya meminta izin kepada Dr Amir untuk menyalin kembali e-mail-nya (tentunya tanpa mencantumkan namanya). Ini adalah jawabannya: “Ya, anda bisa mengutip e-mail saya, dengan mencantumkan nama saya. Hal tersebut akan memberikan kredibilitas dibandingkan dengan kutipan tanpa nama.”  Inilah kelanjutan dari e-mail-nya kepada saya.

Salam,

Terima kasih untuk mau berbagi, dan juga atas banyaknya artikel yang telah anda tulis dan telah menjadi masukkan yang tak ternilai bagi saya. Artikel-artikel saya untuk The Star telah disensor ketika mulai mengkritik tentang kemoterapi. Untungnya mereka tidak bisa melakukan sensor semuanya, jadi beberapa masih bisa masuk.

Saya bingung sekali karena adik saya sendiri Dato Hajjah Ilani baru saja meninggal pekan lalu setelah menjalani kemoterapi selama tiga tahun. Dia mengikuti semua saran yang diberikan oleh dr.onkologi nya . Setiap kali, setelah berdiskusi dengan saya, ia  memutuskan ” tidak ada kemo lagi “, tapi setelah kunjungan berikutnya dengan oncologist, ia kemudian memberitahu saya  “oncologist mengatakan bahwa saya betul-betul perlu untuk menjalani kemoterapi lagi, jadi saya menyetujui nya “.

Dalam tiga tahun ini ia telah menjalani banyak program kemo. Dia juga diberikan begitu banyak dosis Herceptin, yang ternyata salah pemberian karena kemudian mereka mengatakan kepadanya bahwa laporan nya salah. Dia diberikan pula beberapa dosis Avastin, yang sebetulnya sudah ditarik penggunaan nya dalam pengobatan kanker payudara oleh US FDA pada bulan Desember 2010, karena kerusakan yang ditimbulkan  melebihi apapun dari semua unsur yang baik.

Anda dapat membayangkan sejauh apa semua kehancuran itu telah terjadi kepada tubuhnya. Dia menjalani kemo sampai bulan Desember 2010. Hanya ketika dia sampai dalam kondisi yang buruk pada bulan Januari 2011, dia memutuskan untuk tidak mejalani kemo lagi. Pada saat itu juga ahli onkologi nya  memutuskan bahwa dia termasuk kasus yang sudah tidak ada harapan lagi dan disarankan untuk menjalani perawatan paliatif saja.

Diatas tempat tidur (ahirnya menjadi tempat tidur  kematiannya), dia berkata kepada saya ” belajar dari kesalahan saya, jangan lagi menjalani kemoterapi “.  Apakah Anda berpikir Star akan mencetaknya jika saya menceritakan hal ini? Tidak akan sama sekali. Sayangnya, banyak lagi yang akan diyakinkan oleh para ahli onkologi mereka, bahwa kemoterapi adalah ” mutlak diperlukan “.

Dr Amir.

(Catatan: Dr Amir Farid Isahak adalah konsultan medis senior / dokter ahli kandungan. Dia juga seorang Master Chikung dan Master Reiki. Dia adalah Presiden Pendiri dari Asosiasi Guolin Chikung Malaysia dan juga Wakil Presiden dari Asosiasi Reiki Malaysia).

RESPONS  DARI  PEMBACA.

Kepada Yth  Dr Amir, saya turut berduka cita  mendengar berita tentang wafatnya  adik anda Ilani. Kehilangan seorang adik yang menderita kanker payudara (yang menjalani kemoterapi) saya dapat membayangkan bagaimana perasaan anda … dapat saya katakan kepada anda bahwa hal ini tidak akan mudah bagi anda mulai saat ini, terutama dari posisi anda “ yang memiliki hak-hak istimewa ” sebagai dokter yang percaya pada pengobatan komplementer.Dan karena kita berada di “ bisnis untuk membantu penderita kanker” bersiaplah untuk menghadapi ujian  … bagaimana bisa, anda sampai tidak bisa membantu adik sendiri eh?

Selamat bergabung. Secara pribadi, saya belajar banyak dari pengalaman adik saya dan kemudian  saya gunakan untuk memotivasi pasien kanker lainnya. Saya kira anda akan melakukan hal yang sama yaitu melaksanakan” amanat “ dari adik anda. Mereka telah pindah dari tempat persinggahan mereka di bumi ini dan semoga Allah memberkati jiwa mereka dan memberi mereka kedamaian.

KOMENTAR

Terima kasih Dok. sudah mau berbagi dengan kami. Dato Hajjah Ilani bukan satu-satunya orang yang meninggal setelah gagal berperang. Disana ada (dan akan) lebih banyak lagi pasien seperti dia. Satu- satunya tanggapan saya terhadap episode ini adalah  mengangkat tangan saya dalam keputus- asaan.  Tetapi tentu saja, saya tidak akan menyerah !

Pesan Dato Illani’s adalah: Belajar dari kesalahan saya, jangan lagi menjalani kemo. Dan kita akan memberitahu dunia mengenai hal itu !  Tapi biarlah saya katakan ini dengan tegas dan jelas: Ini bukan untuk saya ataupun CA Care untuk memberitahu Anda, pasien kanker, apa yang harus dilakukan – untuk menjalani atau tidak menjalani kemo. Itu harus menjadi keputusan Anda sendiri.

Tanggung jawab kami adalah untuk memberikan anda informasi yang kredibel. Bacalah tulisan ini dan kemudian buatlah keputusan sendiri. Ini menyangkut hidup anda sendiri dan hanya andalah yang akan mendapatkan keuntungan atau penderitaan dari keputusan yang telah anda buat tersebut.

Inilah cotohnya jika-obat kemoterapi tumpah ke tangan anda yang tidak dilindungi. Apa yang akan terjadi jika sebotol penuh obat ini dipompa ke dalam tubuh Anda?

Nah seperti inilah jadinya  jika dokter  telah “membuat anda berantakan”.

Gambar di bawah ini: Seorang pasien dari  Indonesia berusia 73 tahun menjalani mastektomi. Tiga bulan kemudian (bukan tahun!) kanker nya muncul kembali. Dia kemudian menjalani kemoterapi dan radioterapi. Perawatan dihentikan setengah jalan karena kondisnya melemah dan tidak bisa berjalan. Apakah ini yang disebut-sebut metode yang telah terbukti secara ilmiah tersebut ? Apakah lebih baik dari minyak ular? ( snake oil ) Bagaimana jika anda tidak Melakukan Apapun ?

 

Beberapa dari Anda mungkin akan berkata kepada saya : “Tapi anda bias. Anda hanya menulis tentang hal-hal yang buruk  saja … bagaimana tentang sisi baik dari kemo?”          Mungkin bisa jadi anda benar !  Soalnya semua pasien yang datang dan menemui saya pada umumnya kasus yang gagal – setelah kemoterapi atau radiasi tidak dapat menyelamatkan mereka lagi !  Para pasien yang sukses tentu tidak datang untuk menemui saya. Maaf, saya hanya bisa melihat sisi jelek dari  perawatan medis.

Namun, pertanyaan saya adalah: “Mengapa terdapat begitu banyak kasus buruk ? ”  Tidak bisakah  apa yang disebut pengobatan ilmiah tersebut berbuat lebih baik dari itu.?  Kemudian  saya ingin bertanya lagi: ” Apakah saya salah  atau  saya mengatakan yang tidak sebenarnya – masih jugakah saya dikatakan bias ? “

FAKTA-FAKTA  DAN  PENDAPAT  PARA  AHLI.

Saya sarankan anda mengunjungi website kami: https://cancercareindonesia.com/category/breast-cancer/ sebelum anda melemparkan batu  pertama. Baca dan dengarkan sendiri apa yang dikatakan oleh orang- orang ini tentang kanker payudara. Kemudian baca buku-buku tentang kanker payudara. Marilah kita mulai dengan mengamatinya :

Di dalam buku saya, CA Care Experience with BREAST CANCER, saya telah menjawab pertanyaan yang paling penting ini: Efektifkah Kemoterapi ? Izinkan saya mengutip apa yang saya tulis:

Graeme Morgan & Associates (Clinical Oncology 16:549-560; 2004)  menulis :

  • Kontribusi keseluruhan dari kemoterapi curatif dan adjuvant therapy, terhadap kelangsungan hidup 5 tahun pada orang dewasa diperkirakan sebesar 2,3% di Australia dan 2,1% di Amerika Serikat.

Di Australia, dari 10.661 orang yang menderita kanker payudara hanya 164 orang yang bertahan hidup selama5 tahun karena kemoterapi. Ini menggambarkan hanya 1,5 % kontribusi dari kemoterapi untuk dapat bertahan hidup.

Eva Segelov dalam sebuah editorial (Australian Presciber 29:2-3; 2006) menyatakan bahwa:

  • Kemoterapi telah mengalami kejenuhan dalam penjualannya ( oversold ). Kemoterapi hanya meningkatkan kelangsungan hidup kurang dari 3% pada orang dewasa yang mengidap kanker.

M. Veroort & Associates (British J Cancer 19:242-247; 204)  menyimpulkan bahwa:

  • Pengurangan kematian pada kanker payudara yang disebabkan oleh praktik-terkini dalam pemberian tamoxifen ( adjuvant therapy) dan kemoterapi adalah 7%.

Guy Faguet ( The War on Cancer: An anatomy of failure …)  menulis :

  • Sebuah analisa objektif dari kemoterapi kanker selama tiga dekade terakhir ini menunjukkan bahwa, meskipun biaya yang dikeluarkan oleh orang-orang dan institusi keuangan sangat banyak , paradigma mengenai pembunuhan sel kanker telah gagal untuk mencapai tujuannya … dan penaklukan kanker tetap menjadi tujuan yang jauh dari harapan dan sukar dipahami.
  • Kemoterapi untuk kanker didasarkan pada dasar pikiran yang cacat dengan tujuan yang tak dapat dicapai, sifat untuk merusak sel dari kemoterapi dalam bentuk yang sekarang tidak akan dapat memberantas kanker dan tidak juga meringankan penderitaan.

Di dalam buku saya, Understanding Cancer War and Cure, saya mengutip pendapat para ahli sebagai berikut:

Dr. John Lee, penulis What Your Doctor May Not Tell You About Breast Cancer, menulis :

  • Kemoterapi adalah suatu usaha untuk meracuni tubuh yang hanya mempersingkat kematian dengan harapan untuk membunuh kanker sebelum seluruh tubuh terbunuh.
  • Kebanyakan tidak berhasil.

Alan Levin, profesor imunologi,dari University of California Medical School mengatakan :

  • Kebanyakan penderita kanker di negara ini mati karena kemoterapi.
  • Kemoterapi tidak dapat melenyapkan /membunuh  kanker payudara ,kanker usus besar ataupun kanker paru-paru.
  • Fakta ini telah didokumentasikan selama lebih dari satu dekade.
  • Namun dokter masih menggunakan kemoterapi untuk tumor-tumor ini.
  • Wanita dengan kanker payudara yang menjalani kemoterapi cenderung mati lebih cepat  daripada tanpa kemoterapi.

Dalam bukunya, Enter the Zone, Dr Barry Sears menulis :

  • Semua orang tahu bahwa obat kanker yang ada saat ini amat buruk. ~ Wolfgang Wrasidlo, direktur pengembangan obat, Klinik Scripps, La Jolla, California, pg. 164
  • Pengobatan untuk kanker yang ada sekarang ini mungkin yang paling biadab dalam dunia kedokteran modern ini, pg. 166. 166.

Tinggal dekat rumah, seorang dokter onkologi terkenal di Singapura – Dr. Ang Peng Tiam, membuat tulisan ini yang dimuat dalam suratkhabar The Straits Times, Mind Your Body Supplement, halaman 22, tanggal 29 November 2006 :

  • Onkologi tidak seperti spesialis medis yang lainnya di mana melakukan pekerjaan dengan baik adalah suatu norma. Dalam onkologi, bahkan memperpanjang hidup pasien selama tiga bulan sampai satu tahun telah dianggap suatu prestasi.
  • Mencapai kesembuhkan adalah seperti menarik jackpot.
  • Tidak semua kanker dapat disembuhkan.

Bagi seorang pasien untuk menerima kesembuhkan adalah seperti menarik jackpot.  Dapat ?  Tapi,tunggu sebentar dan mari kita bertanya : Siapa yang lebih cenderung menarik tongkat jackpot pertama kali ? Pasien atau ahli onkologi ?  Baca cerita ini: https://cancercareindonesia.com/2011/03/01/breast-cancer-she-died-even-after-multi-million-dollar-medical-bill/

Komentar terakhir saya,

Waspadalah terhadap Propaganda oleh Media Massa

Apakah anda pikir Surat Kabar, Majalah dan berita TV News, menyajikan informasi medis secara wajar dan objektif ?  Pikirkan lagi.

Propaganda Medis sudah merajalela. Tujuannya adalah untuk menyesatkan, membingungkan dan memaksa Anda untuk mendukung pengobatan konvensional dan meningkatkan perlombaan dalam indutri obat kanker. ~ Burton Goldberg, An alternative medicine definitive guide to cancer.

Kanker Payudara: Dia Meninggal Meskipun Telah Menghabiskan Biaya Pengobatan Juta-an Dollar

Kami menghabiskan waktu dipekan terahir bulan Februari 2011 di Singapura. Sebenarnya perjalanan ini untuk menghadiri upacara pernikahan digereja dari putri seorang teman. Pada saat yang bersamaan kami menikmati kesempatan  “dimanjakan” oleh kebaikan dari adik laki-laki istri saya  Im, yang tinggal di Singapura. Dia menempatkan kami di hotel Raffles City. Kami dapat melihat kota Singapura yang menakjubkan dari kamar kami di lantai 54. Kamipun menyempatkan waktu untuk melihat-lihat toko-toko. Melalui kaca jendela toko kita bisa melihat macam-macam jam tangan yang dipajang. Salah satunya menunjukkan label harga sebesar $ 150.000 sebuah !  Wow, sebuah harga yang menakjubkan !  Pendek kata selalu serba wow, wow dan wow bila datang ke Singapura.

Wow lain telah mengagetkan saya pada keesokan paginya. Harian The Straits Times Minggu tanggal 27 Februari 2011 memuat  tulisan berita utama : Biaya Dokter:  Berapa banyakkah terlalu banyak itu ? ( judul asli : Doctor’s charge : How much is too much ? )

LATAR BELAKANG CERITA

Ada suatu kasus penipuan medis yang berlangsung terus menerus yang menjadi berita utama dari surat kabar terkemuka. Seorang ahli bedah yang cukup terkenal di Singapura, Dr Susan Lim, dituduh telah menggelembungkan tagihan medis seorang pasien asal Brunei.

Baca lebih lanjut: Dr Lim Telah Memalukan Organisasi Medis.  http://topnews.net.nz/content/212192-dr-lim-embarrassed-medical-fraternity

Total tagihan medis yang dibebankan oleh Dr Susan Lim kepada pasien khusus ini adalah sebagai berikut:

• Pada tahun 2004 sebesar $ 2.800.000
• Pada tahun 2005 sebesar $ 3.800.000
• Pada tahun 2006 sebesar $ 7.500.000
• Pada tahun 2007 sebesar $ 24.800.000

Jadi berapa biaya yang adil dan pantas dari seorang dokter terkenal yang dapat ditagih kepada  pasiennya? Ini adalah angka yang diberikan oleh berberapa dokter Singapura:

• Dr Hong Ga Sze mengatakan besarnya pendapatan sehari-hari yang wajar adalah $ 1.000 sampai $ 2.000 per hari.
• Dr Tan Yew Oo, ahli onkologi di Gleneagles Cancer Centre mengatakan $ 10.000 sampai $ 20.000 per hari.
• Prof Soo Khee Chee, kepala dari National Cancer Centre mengatakan $ 100.000 per hari adalah baik dan setuju bahwa Dr Susan Lim bisa mendapatkan pendapatan sebesar $450.000 per hari.

Tidakkah anda pikir angka-angka ini bernilai besar, besar,  woow yang besar ?

Lebih lanjut dilaporkan bahwa untuk periode 15 Januari – 16 Juni, total tagihan yang dibebankan oleh Dr Susan Lim sebesar $ 26 juta. Ini tidak termasuk kerja yang dilakukan oleh Dr Lim dan timnya di Brunei pada bulan Juni dan Juli tahun itu. Pada awal Agustus, Dr Lim, memutuskan untuk membebaskan beberapa biaya secara efektif untuk mengurangi separuh dari jumlah utangnya. Pada bulan November tahun itu, ia memutuskan untuk membebaskan biaya untuk dia seluruhnya, penagihan kepada pasien hanya untuk pembayaran kepada pihak ketiga yang berjumlah sedikitnya lebih dari $ 3 juta.

Selengkapnya: http://www.straitstimes.com/BreakingNews/Singapore/Story/STIStory_639428.html

LEBIH BANYAK TENTANG SUSAN LIM SAGA.

Hari Minggu itu juga kami terbang pulang ke Penang. Saya agak penasaran tentang Susan Lim Saga ini dan mulai surfing di internet untuk mencarai  informasi lebih lanjut. Ini adalah beberapa informasi yang berhasil saya kumpulkan.

Siapa dokter bedah tersebut ?

Sebuah porta berital Brunei online, Brudirect News  melaporkan : Seorang Dokter di Singapore  Diselidiki Telah Mengenakan Biaya Jutaan $ Dolar Kepada Seorang Warga Brunei. Dr Susan Lim adalah seorang ahli bedah terkenal yang telah melakukan transplantasi hati pertama di Singapura sekitar dua dekade lalu.

Dia memiliki dua klinik, Susan Lim Surgery  di Gleneagles dan Mount Elizabeth Clinic Centre. Pada website kliniknya dia terdaftar juga sebagai seorang ahli bedah transplantasi dan Profesor Tamu di Blizard Institute of Cell & Molecular Sciences,  Barts & The London School Medicine and Dentistry dan Fellow from Harvard Stem Cell Institute.

Selengkapnya: http://www.brudirect.com/index.php/2010020715483/First-Stories/singapore-doe-probed-for-charging-millions-of-from-bruneian.html

Siapakah  pasiennya ?

Kabarnya, korban tersebut adalah almarhum Pengiran Anak Hajah Damit, adik dari Ratu Brunei dan sepupu Sultan. Dia menderita kanker payudara dan dirawat oleh Dr Lim dari tahun 2001 sampai dia meninggal pada bulan Agustus 2007.

Selengkapnya : Doctor bumped up bill $ 500 to $ 93,500 AsiaOnline http://health.asiaone.com/Health/News/Story/A1Story20110224-265072.html

Bagaimana angka itu dapat melambung

Sebuah artikel, Straits Times pada tanggal 24 Februari 2011, dengan topik utama : Ahli Bedah menggelembungkan tagihan $ 400 sampai $ 211.000.

http://www.straitstimes.com/BreakingNews/Singapore/Story/STIStory_638329.html#

Artikel tersebut mengatakan:

• Seorang dokter spesialis yang merawat pasien ahli bedah Susan Lim mengirimkan tagihan sebesar $ 400. Dia ( Susan Lim ) kemudian  menaikan biaya tagihan tersebut hingga $ 211.000 ketika ia menagih kepada Brunei High Commission  di sini.
• Dokter lain lagi mengenakan biaya $ 500, tetapi Dr Lim melonjakkan  hingga $ 93.500.
• Lalu ada tagihan lain lagi sebesar $ 3.000 dinaikan menjadi $ 285.100.
• Hal lain yang mengejutkan, ketika pasien harus dirawat di unit perawatan intensif, ia diminta untuk membayar $ 450.000 untuk hari pertama dan $ 250.000 untuk empat hari berikutnya, dengan alasan untuk “monitoring services “.

Baca selengkapnya : Dr Lim Embarrassed The Medical Fraternity  http://topnews.net.nz/content/212192-dr-lim-embarrassed-medical-fraternity

Online USA News : Susan Lim Medical Council
http://www.onlineusanews.com/susan-lim-singapore-medical-council-11491.php

 

Apa yang DIKATAKAN  para blogger:

1. The Great Singapore Rip off – Medical Tourism and Dr.Susan Lim Saga.

Dengan seorang spesialis seperti Dr Susan Lim dan beberapa anggota organisasinya dia berkata dokter dapat, bilamana diperlukan, tarif pendapatan seharinya dapat mencapai sebesar S $ 300.000 , Singapura benar-benar lupa dengan pertumbuhannya sebagai tempat  tujuan untuk berobat bagi mereka yang membutuhkan pertolongan medis.

Dr Lim telah menjadi simbol keserakahan yang ekstrim. Dipandang dari segi apapun jumlah tersebut bukan saja jumlah yang amat luar biasa besarnya, tetapi sarat dengan penipuan. Misalnya, ketika ia membawa seorang spesialis di luar bidangnya, ia dikenakan tagihan kurang dari S $ 1.000. Tapi dia membuat  tagihan lebih dari S $ 300.000  untuk keluarga kerajaan Brunei. Saya pikir ini adalah kombinasi dari keserakahan, kriminalitas dan kebodohan.

Baca selengkapnya: Joslin Vethakumar http://joslinv.wordpress.com/2011/02/27/medical-tourism-with-specialists-like-dr-susan-lim-singapore-can-forget-about-it/

2. Saya juga terkejut …

Saya juga terkejut membaca kesaksian oleh Dr Soo Khee Chee, kepala dari National Cancer Center, mengatakan bahwa pendapatan sebesar $ 100.000 per hari adalah wajar dan, dalam kasus Susan Lim, dikatakan itu semua tidak ada masalah untuk pembayaran  sebesar $ 300.000, tanpa potongan, sebagai biaya  konsultasi pada hari tertentu.

Bagaimana seorang kepala dari sebuah pusat pendanaan publik pada bidang / keahlian khusus itu, mendapat kesan bahwa ini adalah tingkat pembayaran ( fee ) yang dapat diterima ?  Tak heran, Singapura telah ” membuat takut ” tentang tagihan medis mereka. Mereka harus mendengar cerita dari biaya yang jumlahnya amat luar biasa itu.

Ada pelajaran penting dari kasus ini. Setelah pasien menghabiskan $ 26 juta, pasien masih tetap mati.Tidak ada jumlah uang bisa membalikkan sesuatu hal yang tak terhindarkan..

Bagi sebuah keluarga kaya-raya  yang mampu membayar biaya setinggi itu, tidak ada masalah untuk mengeluarkan uang sejumlah tersebut. Namun, bagi sebagian besar keluarga biasa yang tidak sangat kaya, mereka tidak boleh menghabiskan biaya $ 100.000 atau lebih untuk pengobatan yang memiliki peluang keberhasilan yang rendah. Lebih baik membiarkan alam untuk menentukan jalannya.

Baca lebih lanjut: Angry Patient  http://easyapps.sg/sgep/admin/file.aspx?id=58

3. Kebanyakan dokter tidak melihat sesuatu yang salah dengan biaya Dr Susan Lim

Masalah dengan dokter di Singapura adalah, bahwa mereka berada di profesi untuk mencari uang. Banyak profesional medis di negara lain adalah dokter karena keinginan mereka untuk membantu sesama umat manusia. Uang itu, meskipun perlu, adalah pertimbangan sekunder. Banyak “ sinkie doctors “  juga berasal dari keluarga terhormat, dan menurut mereka menjadi dokter agar supaya bisa menjadi kaya dan memberikan martabat yang tinggi bagi keluarga mereka.

Pernahkah melihat “ sinkie doctors “ melakukan hal ini? Mereka terlalu sibuk dengan perhitungan biaya yang tidak pantas ( sangat tinggi ) untuk orang-orang Indonesia, Malaysia, dll

Lain kali jika anda pergi dan menemui  seorang dokter di Singapura, tanyakan pada diri anda apakah mereka memeriksa anda demi uang atau benar-benar untuk menolong anda.

Baca selengkapnya: http://www.singsupplies.com/showthread.php?p=686418

4. Dr Susan Lim: Biaya Hidup Yang Tinggi … Tidak  sehat

Dokter yang reputasinya buruk dalam kasus yang memalukan ini  (ya, beritanya telah   sampai ke Selandia Baru – dan tidak hanya di Brunei dan  Singapura) adalah seorang ahli bedah, Dr Susan Lim.  Menurut situs diinternetnya, dia adalah orang Singapura yang pertama dan juga anggota termuda dari Trinity College. Oh, dan dia juga memiliki artikel di Wikipedia tentang dia juga !  Saya kira semua ini yang menyebabkan  tagihan yang tinggi dan gila-gilaan ?!?!

Dan ironinya yang menyedihkan adalah walaupun telah mengeluarkan sejumlah uang yang fantastis, pasien tetap meninggal karena kanker payudara.

• Ahli bedah Susan Lim mengobati seorang pasien yang ada hubungannya dengan istana Brunei selama tujuh bulan pada tahun 2007. Total tagihannya : $ 24.800.000.
• Dr Lim juga mengenakan biaya kepada pasien untuk membatalkan dua konferensi, di atas biaya pengobatan, dengan satu tagihan sebesar $ 78.000 dan satu lagi yang lainnya hingga $ 180,000.
• Dia juga mengenakan biaya antara $ 35.000 dan $ 45.000 per hari ketika karyawannya mendampingi pasien untuk sesi radioterapi di rumah sakit…. surat kabar melaporkan.
• Ketika pasien berada dalam perawatan intensif selama lima hari pada bulan Mei 2007, ia didampingi oleh para dokter dan perawat dan untuk itu  Dr Lim mengenakan biaya $ 450.000 untuk hari pertama dan $ 250.000 untuk empat hari berikutnya, untuk ” layanan monitoring “, demikian menurut laporan Straits Times.

Selengkapnya: http://anonymousxwrites.blogspot.com/2011/02/dr-susan-lim-high-cost-of-living-unwell.html

Komentar

Saya tercengang ketika saya melihat jam tangan seharga $ 150.000 di toko poshy – siapa di bumi ini yang akan membeli barang semahal itu ? Tapi saya yakin ada pembelinya , jika tidak toko itu tidak akan memajang  barang-barang begitu banyak. Biaya sewa tempat sangat mahal di Singapura ! Lalu saya melihat apa yang saya kenakan. Saya hanya memaka  jam tangan yang harganya kurang dari $ 50 !  Dan saya bangga memakainya.

Sekarang saya sudah memakainya selama bertahun-tahun dan sampai saat ini, saya belum pernah ketinggalan satupun penerbangan pesawat saya – berarti  jam tangan yang harganya tidak sampai $ 50-tersebut belum pernah menyulitkan saya sama sekali. Saya ingin tahu apa perbedaannya antara jam tangan saya yang murah ini dengan jam tangan yang mahal tersebut ?

Selain jam tangan, hari ini saya juga belajar bahwa perawatan medis di Singapura luar biasa mahal. Hal ini dapat berjumlah jutaan dolar. Saya sudah banyak mendengar tentang biaya yang mahal tersebut sebelumnya, tapi tidak semahal yang satu ini. Beberapa tahun yang lalu, seseorang menyertai istrinya untuk pengobatan leukemia di Singapura. Dia menghabiskan uang sekitar RM 1.8 juta  untuk perawatannya. Namun, pada akhirnya istrinya meninggal juga.

Pasien kerajaan tersebut telah mengeluarkan jutaan dolar untuk biaya perawatan medis dan dia meninggal juga. Tidak banyak bedanya dengan jam saya yang $ 50.

Mari saya ulangi lagi apa yang blogger itu tulis ( angry patient ) : ” Setelah pasien menghabiskan $ 26 juta pasien masih mati. Tidak ada jumlah uang bisa membalikkan sesuatu hal yang tak terhindarkan. Bagi sebuah keluarga kaya-raya  yang mampu membayar biaya tinggi, tidak ada masalah untuk mengeluarkan uang sejumlah tersebut. Namun, bagi sebagian besar keluarga biasa yang tidak sangat kaya, mereka tidak boleh menghabiskan biaya $ 100.000 atau lebih untuk pengobatan yang memiliki peluang keberhasilan yang rendah. Lebih baik membiarkan alam menentukan jalannya.                       .

Mungkin dia benar juga . Ketika kita tidak memiliki uang untuk dihambur-hamburkan, lebih baik membiarkan alam untuk menentukan jalannya.

Saya tidak akan memberi komentar soal etika,  moralitas,  benar atau salah dari Dr Susan Lim Saga. Saya percaya setiap individu dalam menjalani kehidupannya akan dipandu oleh moral kompas kita sendiri. Keadilan, moralitas, hanyalah soal persepsi dan mereka mencerminkan pendidikan kita. Saya berasal dari keluarga miskin. Ibu saya mengajarkan saya untuk berhemat sejak saya masih kecil. Jadi mohon maaf  kalau saya mengenakan jam tangan seharga $ 50.

Ketika pasien kanker datang menemui saya, saya juga ingin berusaha untuk membuat mereka tidak banyak mengeluarkan uang mereka  – seperti yang ibu saya ajarkan kepada saya untuk berhemat dengan apa yang saya miliki. Saya sepenuhnya memahami bahwa pasien menginginkan yang terbaik – tapi yang terbaik itu tidak selalu harus yang paling mahal.

Saya ingin tahu apa kelebihannya jam seharga $ 150.000 dibandingkan dengan jam saya yang seharga $50 ?  Ada pelajaran yang baik dimana penderita kanker dapat belajar dari cerita ini.

Ketika konsultasi para ahli yang reputasinya tidak baik tersebut menanyakan beberapa pertanyaan-pertanyaan ini:

1. Dapatkah Anda dapat menyembuhkan kanker saya?

2. Berapa total biayanya.?-

3. Apakah ada efek samping dari pengobatan ini ?

Lalu buatlah keputusan yang bijaksana setelah mengevaluasi  secara kritis atas jawaban yang diberikan.

Ketika kami mulai CA Care pada tahun 1995, saya sadar akan godaan ” menjadi kaya ” yang mungkin kami hadapi ketika kami  dapat lebih sukses dan terkenal. Bagaimanapun saya juga  berpendidikan sebagai seorang ahli. Saya bergelar Ph.D. dan menjadi Profesor penuh di Universitas. Saya juga diberi penghargaan Research Fellowship dari Alexander von Humboldt dari Germany dan juga dari Matsumae International Foundation Japan. Jadi, saya tidak kekurangan surat-surat kepercayaan ( credentials ) yang valid. Dan selama empat belas tahun terakhir ini, saya telah menasihati ribuan pasien kanker. Kadang saya menghabiskan waktu berjam-jam dengan pasien untuk membantu mereka menyelesaikan / mengatasi masalahnya. Saya akan terbang ke Kuala Lumpur dan tinggal disana selama dua hari untuk membantu pasien. Untuk semuanya ini, saya TIDAK menerima biaya konsultasi – semuanya gratis.

Untuk memastikan bahwa saya tidak akan tersesat dan tetap setia pada misi kami, saya mengadopsi doa untuk CA Care.

Buatlah kami Tuhan,
Alat kasih-Mu dan cahaya di jalan kegelapan.
Untuk mereka yang hilang, tolonglah tunjukkan kami sebuah jalan
Untuk mereka yang putus asa, berikanlah Harapan
Bagi mereka dalam kesedihan, berikanlah Kegembiraan.

Karuniailah kami Tuhan,
Kebijaksanaan untuk melakukan hal-hal dengan benar,
Kekuatan untuk mau rendah hati menolong orang lain, dan
Keberanian untuk melawan keserakahan dan pemuliaan diri.

Selama bertahun-tahun ini, ketika saya bangun setiap pagi, saya akan mengucapkan doa pendek ini : Hari ini, Tuhan tunjukkanlah kepada saya jalan Mu. Tolonglah kami dan biarkanlah kehendak MU bekerja.


Sepuluh Tahun Terapi di CA Care

Lian berumur 57 tahun ketika ia datang dan menemui kami. Beberapa kali pada tahn 1996, ia melakukan histerektomi. Ia melakukan terapi sulih hormon (HRT: Homone Replacement Therapy). Tiga tahun kemudian, ia menderita kanker payudara sebelah kiri. Ia melakukan operasi mastektomi pada Juli 1999. Itu adalah karsinoma medullaris tanpa metastase. Ia diminta untuk menjalani kemoterapi namun menolak. Ia menjalani terapi obat Tamoxifen.

Lian datang menemui kami pada November 1999 dan mulai melakukan terapi herbal. Ia lalu memutuskan untuk berhenti menggunakan Tamoxifen. Sekarang sudah 10 tahun sejak ia didiagnosa menderita kanker payudara. Ia baik-baik saja dan tidak ada masalah apapun. Ia sangat sehat!

Laporan Pathologi: 27 July 1999

Left breast lump – 3 x 2 cm. Case of medullary carcinoma.

Hasil Ujian Results

————–Dec. 99   Aug. 03  July 06     Nov. 08

ESR                   12            16             19            25 H

Haemoglobin    13.3        14.5          14.0          13.8

Platelet              302         365           330           302

WBC                   4.8           5.3           5.5            5.9

CEA                    1.0          0.9           1.0            1.5

CA 15.3              n/a         11.1          10.4          14.5

Komentar: Lian adalah seorang wanita yang manis dan menyenangkan. Ia berbicara sangat lembut dan ia benar-benar tidak tahu apa yang sedang ia hadapi, mungkina karena pendidikannya yang kurang. Ia adalah seseorang yang mengikuti dan takut pada perintah. Namun demikian, ia mengikuti perintah dengan baik. Ia menuruti semua resep herbal yang diberikan dan juga menjaga pola makannya.

Lian menolak terapi medis lebih lanjut setelah ia datang menemui kami. Ia tidak mau melakukan kemoterapi atau minum Tamoxifen lagi. Kami masih dapat mengingat wajahnya yang sangat rapuh waktu ia datang menemui kami 10 tahun yang lalu. Kami tidak dapat membayangkan bagaimana ia dapat selamat dari kemoterapi jika ia dipaksa melakukannya. Efek samping dari kemoterapi tidak seperti digigit semut seperti yang orang-orang katakan. Bakan tanpa kemoterapi dan Tamoxifen, Lian tidak mengalami metastase. Lebih dari 10 tahun ia melakukan terapi herbal dan dia tidak pernah merasa kurang enak badan atau sakit sama sekali.

Meskipun Lian bukanlah seorang wanita terpelajar, ia mempunyai keberanian dan komitmen mau mengambil jalan lain untuk kesembuhannya. Ia sangat dihargai untuk petualangannya itu. Lian tidak sendirian melalui petulangan iti. Masih banyak yang lainnya yang seperti Lian. Tapi kami tidak menyarankan anda untk melakukan petualangan serupa jika anda tidak percaya dengan yang kami lakukan atau mempunyai komitmen untuk menolong diri sendiri. Sukses tidak datang dengan mudah, dan tidak ada senjata ampuh untuk kanker.

Pada kasus Lian, kami dapat melihat keburukan dalam HRT (terapi sulih hormon). Ia berakhir dengan hasil kanker payudara. Ini bukan kasus sendiri unruk menghubungkan kanker dengan HRT. Kami hanya kebetulan menemui banyak kasus seperti ini.

Penyembuhan Kanker Payudara Oleh Terapi CA Care

Siew berumur 55 tahun saat ia dideteksi terdapat benjolan kecil di payudara kanannya. Sebelumnya ia sedang dalam terapi sulih hormon selama dua tahun. Siew berkonsultasi pada dua dokter

tentang benjolannya. Salah satu dokter mengatakan: Karena tidak ada nyeri, tidak ada yang perlu dikhawatirkan. Datang dan temui saya bila anda merasa nyeri. Dokter lain, seorang ahli bedah melakukan biopsi yang merusak – mengambil hanya sebagian dari tumor di payudaranya. Merasa kecewa, Siew meninggalkan masalah tumornya sampai suatu ketika tumor di dadanya semakin membesar dan mengeras.

Setelah enam bulan, dokter ahli bedah yang sama memanggilnya dan memperingatkan Siew bahwa kanker yang ia derita dapat membuatnya meninggal. Ini membangunkan Siew betapa serius permasalahannya. Dia pergi mencari bantuan dari dokter ahli bedah payudara lain dan melakukan operasi mastektomi. Setelah operasinya ia diminta untuk melakukan kemoterapi. Siew merasa ragu dan bertanya apakah ia dapat mempunyai pilihan lain selain kemoterapi. Dokter yang merasa kasihan memperbolehkan terapi alternatif. Siew kemudian dirujuk ke kami dan memulai terapi herbal sejak September 2002. Ia menggunakan terapi herbal sejak saat itu. Sudah lebih dari enam tahun sampai sekarang dan Siew masih baik-baik saja.

====================================================

Laporan Medis

29 November 2001: Biopsi payudara kanan : Sel tumor terlihat dekat dengan garis batas potongan. Diagnosa : Infiltrating ductal carcinoma (karsinoma infiltrasi duktus), stadium II.

19 Juli 2002: Payudara kanan : 2 lesi solid dengan dengan batas-batas wilayah arah jam 9 dekat dengan daerah puting susu. Masing-masing berukuran 12 x 13 mm dan 7 x 6 mm.

7 Agustus 2002: Tumor payudara kanan berdiameter 2,5 cm, infiltrating ductal carcinoma, stadium II.  Daerah bedah jelas. 3 dari 17 kelenjar getah bening axilla terkena metastase dari karsinomanya. Reseptor estrogen : Postitif kuat, Reseptor Progesterone : Positif kuat. P53 : Negatif.

Pada 23 December 2007 kami mewawancara Siew.

===================================================

Pada saat ini, apa yang anda rasakan tentang kesehatan anda saat ini? Apakah anda merasa sehat? Ya. Saya dapat melakukan apapun yang saya inginkan. Saya dapat membersihkan satu rumah ini sendirian. Saya tidak ada masalah dengan itu.

Dalam lima tahun terakhir sejak anda didiagnosa, apakah ada pernah merasa sedih jika teringat dengan kanker anda? Pada awalnya, Ya – tapi sekarang sudah tidak lagi.

Apakah pernah terpikir oleh anda kanker itu akan kambuh kembali ? Tidak, tidak pernah terpikirkan sama sekali. Tentu saja saya tahu saya mengidap penyakit serius, tetapi saya tidak terpikir akan meninggal oleh karena hal itu. Tapi setiap kali saya mendengar orang-orang mengalami kekambuhan, saya berpikir ada kemungkinan itu akan terjadi juga pada saya. Tetapi saya tidak larut dalam pikiran itu. Saya hanya berpikir ada kemungkinan kanker saya dapat kambuh kembali.

Melihat kembali apa yang telah anda lakukan … apakah anda akan melakukan terapi sulih hormon ? Tidak. Saya tidak akan mengkonsumsi pil hormon.

Jika seorang wanita memiliki benjolan pada payudaranya seperti anda, apa yang anda sarankan untuk mereka lakukan? Saya akan menyarankan ia pergi ke dokter. Tetapi jika ia tidak senang dengan keputusan dokternya, ia harus mencari pendapat kedua. Jangan lakukan seperti yang saya lakukan – hanya mengikuti apapun yang dokter katakan tanpa mencari info lebih jauh.

Dari sejak anda menemukan benjolan, apakah anda melakukan sesuatu secara berbeda dengan yang biasa anda lakukan? Ya. Saya akan mencari dokter yang lebih baik yang dapat memindahkan benjolan itu seluruhnya (lumpectomy : operasi pengangkatan benjolan). Dengan begitu mungkin saya tidak harus kehilangan payudara saya sama sekali.

Bagaimana jika setelah memindahkan benjolan tersebut, dokter meminta anda untuk melakukan kemoterapi dan radioterapi ? Apakah anda akan mengikuti saran ini ? Kecuali saya tahu seseorang yang dapat mengurus saya, seperti anda dan CA Care dan jika saya tidak memiliki pilihan lain, maka saya akan menuruti apa yang dokter sarankan. Jika saya harus memilih antara terapi herbal dan terapi medis, saya pasti akan memilih terapi herbal. Saya selalu menginiginkan terapi herbal. Saya tidak ingin melakukan kemoterapi. Jika saya tidak tahu tentang CA Care, maka saya tidak tahu apa yang harus dilakukan. Bahkan setelah lima tahun melakukan terapi herbal, saya masih mau meneruskan terapi herbal itu. Untuk soal rasa, saya masih merasakan rasa yang kuat (pahit) meskipun telah menggunakannya sekian lama. Saya belum terbiasa dengan itu (sambil tertawa).

Selain menggunakan terapi herbal, anda harus mengubah gaya hidup dan cara makan anda. Apakah anda merasa kesal dengan kami mengenai hal itu? Tidak, saya menerima apapun yang harus dilakukan untuk kesehatan saya. Tentu saja, pada awalnya saya mengeluh mengenai kesulitan yang saya alami – harus mengubah cara memasak, dan apa yang saya makan. Tetapi saya tidak menyalahkan anda. Itu adalah bagian dari jalan penyembuhan.Juga, saya tidak menyadari bahwa ada garam laut yang dapat digunakan untuk menggantikan garam meja biasa. Jadi, semua makanan saya tanpa garam. Sangat sulit untuk makan karena semua makanan itu terasa tawar. Setelah saya lebih sering mengunjungi CA Care lebih sering, saya belajar tentang garam laut, liquid amino, dan cara memasak yang sehat. Segalanya menjadi lebih mudah dan saya merasa lebih senang. Sekarang, saya tidak mengalami masalah dalam mempersiapkan makanan saya.

Berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk terbiasa dengan semua perubahan itu ? Sekitar satu setengah tahun.

Anda harus melakukan terapi herbal, olah raga dan belajar untuk rileks. Mana yang dirasakan paling sulit untuk dilakukan ? Yang paling sulit adalah terapi herbal – Breast M Tea. Setiap kali saya minum Breast M, lidah saya langsung le le le le (sambil mendemonstrasikan dengan lidah bergerak ke atas dan bawah secara cepat dan tertawa terbahak-bahak).

Anda telah menempuh apa yang dibilang cara yang “belum terbukti” untuk penyembuhan, apakah anda merasa terintimidasi atau tertekan oleh seseorang karena hal ini ? Ya. Kerabat saya bertanya : Apakah kamu yakin terapi herbal itu baik ? Apakah itu bisa dipercaya ? Apakah harus berpantang begitu banyak makanan ? Apakah harus melewati begitu banyak kesulitan ? Mereka selalu memaksa saya untuk makan apapun yang mereka masak meskipun saya telah memberitahukan mereka bahwa saya harus pantang makanan-makanan itu. Mereka lalu berkata pada saya : tidak perlu pantang apapun. Kamu makan sayur-sayuran. Sayuran pun beracun (karena pestisida).

Apakah anda percaya mereka ? Mereka dapat mengatakan apapun yang mereka mau, namun saya tidak mendengarkan mereka. Saya tidak percaya dengan apa yang mereka katakan. Kenapa saya haru mendengarkan mereka dan merubah jalan saya? Saya sehat sampai sekarang. Kenapa saya harus berubah dan mengambil resiko. Jadi, Saya memberitahukan mereka karena saya sedang terapi herbal, maka saya harus berpantang dari semua makanan yang tidak boleh dimakan. Ini untuk segera mengakhiri diskusi dan harus menjelaskan begitu banyak hal kepada mereka mengapa makanan yang sehat sangat penting untuk kesembuhan kanker.

Jika saya sekarang mengatakan : Anda dapat makan apapun yang anda mau. Maukah anda ?Tidak. Saya tidak mau. Tidak untuk makanan berminyak dan goreng-gorengan. Saya dapat melihat betapa buruknya makanan tersebut, makanan seperti sate. Anak-anak senang makan itu. Sekarang kita mengetahui betapa tidak sehatnya makanan itu. Sedangkan untuk saya, saya tidak akan makan bahkan sepotong daging pun.

Anda menang karena anda tidak berspekulasi. Anda mendengarkan saran. Dan yang paling penting anda bersedia berubah. Kemauan anda untuk berubah itulah yang penting.

Berbicara mengenai perubahan, kakak ipar saya berkata : Kamu wanita bodoh, tidak bisa makan ini, tidak bisa makan itu, tidak bisa makan semuanya.

Pengobatan Kanker Payudara: Lobular Carcinoma, Stadium 2: Pengalaman Seorang Pasien

Nini, wanita, 38 tahun dari Indonesia. Pada bulan September 2008, dia merasa benjolan dipayudaranya. Dia pergi ke Guangzhou, Cina untuk mastectomy radikal. Setelah operasi, Nini terima 3 siklus kemoterapi intra-arterial. Setelah tiga siklus Nini menderita efek samping dan dia memutuskan untuk menghentikan pengobatan. Dia diminta untuk menjalani radioterapi (25 kali). Dia menolak. Ia diminta untuk mengambil tamoxifen. Dia menolak.

1     Ringkasan kasus dan bagaimana saya temukan CA Care

2     Penemuan benjolan di payudara

3     Pergi ke Cina lebih baik daripada Singapura

4     Prosedur kemoterapi intra arterial


5     Memutuskan pulang dengan segera setelah kimo ketiga

6     Dokter kata bisa sembuh 100 persen tetapi saya merasa tertipu

7     Akibat sampingan kemoterapi  (Lidah menjadi pendek / Otak kemo)

8     Nasehat kami

 

Bagaimana anda merasa setelah kehilangan payudara?

  • Operasi tidak menyembuhkan kanker jika sudah menjalar
  • Apakah dokter menasehatkan anda tentang makanan?

Ikutilah apa kata hati anda

 

Operasi dan Kemoterapi Tapi Kanker Payudaranya Tidak Sembuh

Ini adalah e-mail yang saya terima pada akhir November 2010.

Dear Dr Teo,
Ibu saya berusia 68 tahun. Dia dideteksi terkena  kanker payudara stadium 3 B pada bulan Juni 2008, setelah melakukan pemeriksaan di Bandung, Indonesia dan juga sudah dikonfirmasi oleh National Cancer Centre, Singapore. Mengingat saya bekerja di Singapura, dia bersedia untuk datang ke sini untuk melakukan perawatan (2 kali operasi dan kemoterapi 18 kali) di mana saya dapat merawat dan menemani dia setelah melalui perawatan yang menyakitkan. Tapi setelah 2 tahun dengan kemoterapi 18 kali, kankernya  tidak dapat disembuhkan.

Minggu lalu dokter onkologi nya  menyebutkan bahwa tidak perlu lagi baginya untuk menjalani kemoterapi  karena  “TIDAK  ADA  HARAPAN  UNTUK  SEMBUH , HANYA  DAPAT  MEMPERPANJANG  HIDUPNYA  UNTUK  SEMENTARA  SAJA “  Kankernya  sekarang sudah menyebar ke kulit dan menyebabkan  tangan kirinya bengkak. Dia merasa sangat tidak nyaman disebakan karena tangannya merasa kaku, warna kulitnya kemerahan, terasa panas dan nyeri pada bagian kulit tangannya tsb

Dua minggu yang lalu, seorang teman saya yang tinggal di Indonesia, memperkenalkan kepada saya tentang tumbuhan keladi tikus (yang ditemukan oleh Anda). Setelah mencoba dia merasa lebih baik dan kulitnya yang  basah mulai kering demikian juga bau busuk dari bagian bawah lengannya sudah hilang.

Saya sangat sedih dan terus berdoa agar supaya dia dapat memiliki kekuatan untuk melewati keadaan ini. Saya percaya bahwa Tuhan akan menyembuhkan ibu saya jika saya memiliki iman dan kepercayaan kepada Nya. Saya sangat mengharapkan bantuan dan dukungan yang besar dari Anda untuk mengobati ibu saya.

Pada tanggal 7 November 2010, Intan (bukan nama sebenarnya) dan putrinya datang menemui kami di Penang. Ini suatu malam yang betul-betul sangat menyedihkan dan menyentuh hati,  saat melihat Intan berjuang untuk berjalan masuk ke dalam ruangan Klinik kami.

Di dalam usia ilmu pengetahuan dan teknologi saat ini, kita mempunyai keyakinan bahwa kita sebenarnya sudah mengetahui semua jawaban atas masalah kita. Tapi dalam kasusnya Intan, yang saya lihat pada malam ini, membuktikan suatu keadaan yang realistis dari situasi saat ini. Kata-kata dari Amy Cohen Soscia, seorang pasien kanker payudara dari Amerika Serikat, telah mengingatkan saya : “Tidak ada obat untuk kanker payudara metastatic. Tidak pernah  ada. Anda hanya berpindah dari satu pengobatan ke pengobatan lainnya. ”

Riwayat  Medis: Sekitar tahun 2008, Intan terjatuh dan merasakan sakit di bagian payudara kirinya. Setelah menjalani pemeriksaan USG dan Mamografi di Bandung menunjukkan ada benjolan di payudaranya. Dia kemudian pergi ke Singapura dan menjalani operasi mastektomi. Laporan histopatologi menyatakan bahwa tumor berukuran 5,5 cm tersebut adalah tumor ganas grade 3. Dua belas dari lima belas kelenjar getah beningnya sudah terinfeksi kanker.

Dokter mengatakan bahwa Intan hanya memiliki waktu tiga bulan lagi untuk hidup. Mengingat bahwa  pengobatan modern tsb tidak dapat menawarkan harapan banyak, kemudian putrinya mencari seorang sinseh Cina untuk meminta bantuan. Dia mulai dengan pengobatan herbal. Dan Intan kemudian menjalaninya selama sembilan bulan, tetapi setelah itu ia mengalami sesak nafas.

Dia kemudian dirawat di Changi General Hospital. Dokter telah menyedot cairan sebanyak  3,5 liter dari paru-parunya. Setelah itu dia kemudian dikirim ke Singapore General Hospital untuk pengobatan lebih lanjut.

Pada bulan Juni 2009, dia mulai dengan kemoterapi oral – menggunakan Xeloda selama 2 bulan. Pengobatan ini tidak efektif. Dokter beralih ke kemoterapi intravena menggunakan Vinorelbine. Setelah 2 siklus, pengobatan ini dianggap tidak efektif. Intan kemudian menjalani 4 siklus kemoterapi lagi dengan kombinasi Vinorelbine dan Gemcitabine. Kombinasi ini juga tidak efektif.

Dokter beralih lagi dengan hanya memberikan Doxorubisin saja. Intan menjalani terapi mono ini sampai  7 siklus. Ini juga tidak efektif. Dokter kemudian beralih lagi ke Taxol dan Intan menjalani 2 siklus pengobatan ini. Sekali lagi hasilnya tidak baik.

Intan kemudian diberikan lagi obat kemo oral  Xeloda selama sebulan dan setelah itu dia beralih lagi ke  terapi hormonal (putrinya lupa nama obat tsb). Tetapi kanker masih tetap menyebar. Sekali lagi Intan diberikan Taxol selama 2 siklus. Dan setelah Taxol, dokter menyarankannya  lagi dengan Herceptin. Tetapi Intan menolak untuk menerima perawatan medis lebih lanjut.

Semuanya ini adalah sebuah pengalaman yang pahit dan telah membuat frustasi bagi Intan.