Tak Mau Kemo Apa Guna Melakukan PET Scan?

1. How Safe or Unsafe Are Medical Imaging Procedures?

Radiation exposure is a known risk factor for cancer. Although the radiation exposure from a single test is minimal often patients undergo repeated or multiple times of CT / PRT scan. This increases their cumulative exposure to potentially cancer-causing radiation.

2. Study Finds Radiation Risk for Patients

At least four million Americans under age 65 are exposed to high doses of radiation each year from medical imaging tests. About 400,000 of those patients receive very high doses, more than the maximum annual exposure allowed.

Dr. Rita Redberg, a cardiologist and researcher at the University of California, San Francisco, who has extensively studied the use of medical imaging, said it would probably result in tens of thousands of additional cancers. It’s certain that there are increased rates of cancer at low levels of radiation, and as you increase the levels of radiation, you increase cancer.

Dr. Reza Fazel, a cardiologist at Emory University, said “These procedures have a cost, not just in terms of dollars, but in terms of radiation risk.”

3. How Much Radiation Does A Person Get From Medical Imaging Studies?

  • Getting a CT scan gives a patient as much radiation as 100 to 800 chest X-rays.
  • Getting a nuclear medicine study exposes a patient to as much radiation as 10 to 2,050 chest X-rays.
  • Getting a fluoroscopic procedure exposes a patient to as much radiation as 250 to 3,500 chest X-rays.

Moreover, doctors may prescribe scans that aren’t medically justified. And since risk from radiation exposure accumulates over a lifetime, certain scans may not be appropriate for people who’ve already had a lot of scans.

4. Which types of diagnostic imaging procedures use radiation?

X rays pass through the body to form pictures on film or on a computer or television monitor, which are viewed by a radiologist. If you have an x-ray test, it will be performed with a standard x-ray machine or with a more sophisticated x-ray machine called a CT or CAT scan machine.

In nuclear medicine procedures, a very small amount of radioactive material is inhaled, injected, or swallowed by the patient. If you have a nuclear medicine exam, a special camera will be used to detect energy given off by the radioactive material in your body and form a picture of your organs and their function on a computer monitor. A nuclear medicine physician views these pictures. The radioactive material typically disappears from your body within a few hours or days.

Do magnetic resonance imaging (MRI) and ultrasound use radiation?

MRI and ultrasound procedures do not use ionizing radiation. If you have either of these types of studies, you are not exposed to radiation.

5. The Downside of Diagnostic Imaging

  • Reduce the number of CT exams by using other technologies (such as ultrasound or MRI) in cases where they would provide equal diagnostic quality.
  • Limit the use of CT in healthy patients who would obtain little benefit (such as whole-body CT screening).
  • Limit the use of repeat CT surveillance of patients in whom a diagnosis has already been made, when repeat scanning would lead to little change in their treatment.
  • Track and collect information on radiation exposure for individual patients.

6.  Doctors Order More Tests when They Benefit Financially: Ask If You Really Need that Test

Researchers from the Institute for Technology Assessment at the Massachusetts General Hospital Department of Radiology found that there was no mistaking that diagnostic imaging tests were being ordered far more than they deemed necessary. The question that begs to be answered is, “why?”

Many doctors referred their patients to imaging centers that were affiliated with their practice, or were even done by the doctor’s own staff. When a physician has such a close relationship with the provider conducting the imaging study, there is the possibility that the physician will benefit financially from ordering additional imaging studies.

  • 7.  Cumulative Exposure
  • single exposure at these diagnostic levels may not pose much risk to the patient.
  • But when a patient has numerous tests over a period of time, the cumulative exposure may raise the level of risk.
  • To minimize cumulative exposure, physicians should determine whether a procedure using medical radiation is necessary to achieve the diagnosis or whether an alternative imaging procedure may offer the same diagnostic benefit.

Rujukan

  1. http://www.sciencedaily.com/releases/2009/08/090826191837.htm
  2. http://www.nytimes.com/2009/08/27/health/research/27scan.html?_r=0
  3. http://www.medicinenet.com/script/main/art.asp?articlekey=114953
  4. https://hps.org/documents/meddiagimaging.pdf
  5. http://www.cancer.gov/aboutnci/ncicancerbulletin/archive/2010/012610/page8
  6. http://voices.yahoo.com/doctors-order-more-tests-they-benefit-financially-631960.html?cat=5
  7. http://www.gehealthcare.com/dose/medical-radiation/benefits-and-risks.html

Kanker Lambung: Setelah Tiga Biopsi, Dia Menolak Pengobatan Medis: Dimana Logikanya ?

DS-M906, adalah seorang perempuan berumur 69 tahun dari Indonesia.

Pada bulan Juli 2009, DS menghadapi masalah dengan lambungnya. Dia berkonsultasi dengan internis di sebuah rumah sakit swasta di Medan. Biopsi dilakukan dan hasilnya menunjukkan suatu adenokarsinoma, yaitu kankerlambung. Setelah pemeriksaan ini, DS memutuskan untuk tidak melakukan apa-apa. Keluluhan nya meningkat dan dia menderita kesakitan yang lebih parah.

Pada bulan Desember 2010, DS pergi menemui dokter lain di rumah sakit swasta yang lain di Medan. Biopsi kembali dilakukan. Hasil histopatologi menunjukkan moderately differentiated adenokarsinoma.

Tidak puas, pada bulan Januari 2011, DS datang ke sebuah rumah sakit swasta di Penang untuk konsultasi lebih lanjut. CT scan tidak menunjukkan lesi fokal paru-paru. organ perut gadis itu normal. Pemeriksaan kolonoskopi menunjukkan adanya wasir ringan sedangkan organ perut lainnya normal. Suatu biopsi dari daerah pre-pyloric dilakukan. Hasil penelitian menunjukkan signet ring-type adenokarsinoma . Ditemukan juga adanya Helicobacter pylori terkait gastritis kronis aktif. Singkatnya, untuk ketiga kalinya, DS telah diberitahu bahwa ia menderita kanker perut.

Dokter di Penang menyarankan dua pilihan – DS menjalani berobat jalan atau menjalani operasi. DS menolak perawatan medis lebih lanjut dan datang untuk mencari   bantuan kami pada tanggal 21 Januari 2011. Berikut adalah rekaman video dari pembicaraan kami.

 

 

Komentar:

Sejak DS dan anak-anaknya sudah membuat keputusan untuk tidak menjalani operasi apapun, DS tidak punya pilihan lain selain mengambil teh herbal kami. Kami memperingatkan dia untuk mempertimbangkan kembali keputusannya untuk menolak operasi. Dia bersikeras bahwa dia tidak ingin melanjutkan pengobatan medis lagi. Salah satu dari anak-anaknya berkata: “Setelah operasi, dia harus menjalani kemoterapi. Dan kita tahu bahwa  hal itu bukanlah yang kita ingin lakukan. ”

Kami mengajukan pertanyaan ini untuk DS – dan dalam hal ini, kepada semua pasien. Jika dia sudah memutuskan untuk tidak menjalani operasi setelah biopsi, mengapa ia melakukan suatu pemeriksaan dari satu biopsi ke biopsi yang lainnya? Bisa dimengerti jika hanya satu biopsi dilakukan – untuk menentukan apa yang tidak beres. Tapi apa ia harapkan dengan melakukan tiga biopsi berturut-turut ?

Ini adalah salah satu keganjilan yang sering kita lihat di antara pasien-pasien dari Indonesia. Mereka datang ke Penang – membawa semua uang yang mereka miliki. Mereka menghabiskan uang mereka dengan malakukan :  tes darah, X-ray, CT scan, PET scan, biopsi, dsb.  Ketika mereka diberitahu bahwa mereka menderita kanker dan perlu perawatan medis, beberapa dari mereka hanya mengepak barang-barang mereka dan pulang ke rumah keesokan harinya. Apakah ini tidak membuang-buang uang yang  tidak perlu ? Adakah logikanya  dalam melakukan hal seperti itu?

Ini adalah pesan kami kepada pasien: Jika anda tidak ingin melanjutkan dengan pengobatan medis yang direkomendasikan oleh dokter anda, maka tidak perlu melakukan biopsi. Biopsi dilakukan untuk mengkonfirmasi jika  anda memiliki kanker, dimana anda dapat melanjutkan ke langkah berikutnya – baik itu operasi, radioterapi atau kemoterapi.

Jika anda tidak ingin melakukan hal tersebut, mengapa harus melakukan biopsi?

Sekali lagi kami  katakan – sebelum melakukan biopsi, tanyakan pada diri sendiri dahulu : Jika itu adalah kanker, apakah saya ingin menjalani operasi / kemoterapi / atau radioterapi? Jika anda setuju untuk menjalani  pengobatan tersebut,silahkan lanjut dengan biopsi untuk memastikan bahwa itu benar-benar kanker.

Tetapi jika anda tidak ingin menjalani perawatan medis lebih lanjut seperti dalam kasus DS, mengapa anda menghabiskan begitu banyak uang anda dengan melakukan biopsi pada langkah awal ?

Andaikan – ada beberapa pasien yang mengatakan, bahwa perawatan medis itu mahal dan mereka tidak sanggup membiayai nya . Atau, beberapa orang mungkin mengatakan mereka menolak perawatan medis karena dokter tidak dapat menjamin suatu penyembuhan. Jika ini masalah anda, mengapa anda tidak meminta perincian biaya terlebih dahulu atau meminta jaminan terlebih dahulu sebelum melakukan sesuatu tindakan ?

Bedah untuk Kanker Hati: Sukses delapan puluh persen?

Wang (bukan nama sebenarnya, M872), pria berusia 48 tahun dari Medan dan telah hidup dengan “darah-di-tinja-nya” selama sepuluh tahun.  Masalah ini diduga karena disebabkan oleh  penyakit wasirnya.

Pada November 2010 ia datang ke sebuah rumah sakit swasta di Penang untuk pemeriksaan medis. Kolonoskopi pada usus besar-nya tidak menunjukkan sesuatu yang bermasalah. Namun, USG pada bagian perutnya menunjukkan sesuatu tanda kesehatannya tidak baik , ada  massa berukuran 7 x 9,2 cm di lobus sebelah kanan hatinya.

Hasil pemeriksaan darah untuk Hepatitis B  positif.  Pemeriksaan fungsi hati menunjukkan peningkatan enzim hati – ALT = 101, SGOT = 43 dan GGT = 107. Alpha-fetoprotein menunjukkan kondisi normal = 4,84.

CT scan yang dilakukan pada tanggal 12 November 2010 menunjukkan adanya massa berukuran 8.2 x 7.2 cm yang diperkirakan dari suatu hepatoma pada segmen 8 dari hatinya. Sebuah lesi padat kecil juga ditemukan di segmen 7 berukuran 1,8 cm x 1,2. Hal ini mungkin merupakan anak dari lesi hepatoma tersebut. Sebuah kista biasa ditemukan juga pada segmen 8 di bawah hemidiaphragm kanan.

Wang kemudian pergi menemui dokter lain di rumah sakit yang lain.  CT scan dilakukan sekali lagi pada tanggal 13 November 2010. Hasilnya sama dengan yang dilakukan sehari sebelumnya.

Dokter bedah menyarankan Wang agar menjalani operasi untuk mengangkat tumor. Operasi itu akan menelan biaya RM 40.000. Setelah operasi, Wang harus menjalani kemoterapi. Biaya setiap kemoterapi tersebut berkisar antara RM 4.000 – RM 5.000.

Wang dan istrinya kecewa dan memutuskan untuk kembali ke Medan tanpa melakukan pembedahan ataupun kemoterapi. Seseorang yang mengenali kondisi yang berbahaya tersebut lalu menyarankan agar mereka datang ke CA Care untuk meminta nasihat. Kami menghabiskan waktu lebih dari satu jam untuk berbicara dengan mereka.

Di bawah ini adalah bagian rekaman video dari percakapan kami pada hari itu.

Komentar:

1. Sebagian besar dari pembicaraannya dilakukan oleh istri Wang. Dia hanya dapat berbicara bahasa Mandarin ! Menurut pendapat saya, dia adalah seorang yang “cerdas dan bijak” walaupun dia bukanlah seorang yang terpelajar.

2. Dia berkata: ” Ketika dokter (ahli bedah) mengatakan bahwa suami saya harus        menjalani operasi dan kemoterapi, saya sudah tahu bahwa ini adalah kasus yang serius”. Hal ini menunjukkan bahwa dia bukan gadis desa yang bodoh naif – tidak masalah apakah dia tidak tahu cara membaca lapoan CT scan ataupun hasil pemeriksaan darah.

3. Saya bertanya kepadanya: “. Apakah Anda bertanya kepada dokter jika operasi dapat mengobati kanker nya?” Jawab nya, ya. Dokter bedah tersebut menjawab : Kebanyakan pasien yang datang kepada kami tidak pernah menanyakan hal ini ! Bagaimana mungkin? Mereka bahkan tidak ingin mengetahui bagaimana prognosisnya!

4. Dia lalu bertanya kepada dokter: “Bagaimana jika kita tidak melakukan  Kemoterapi ? “. Dokter bedah itu menjawab: ” Ini seperti memotong lallang. Anda perlu menggunakan bahan kimia setelah anda memotongnya. Hanya dengan cara seperti itulah kemudian lallang itu dapat dihilangkan.” Jawaban seperti itu adalah benar karena wanita ini bekerja di ladang ..dia mengerti dengan baik. Untuk membunuh lallang anda perlu menggunakan racun kimia. Kadang-kadang tanah harus dicangkul kembali  atau digemburkan untuk menyingkirkan rimpang. Kemudian wanita ini berkata: ” Lalu dengan cara seperti itukah yang akan dilakukan terhadap suami saya ? ”  Kesimpulannya adalah – apa yang akan terjadi kepada pasien jika anda meracuni dia seperti anda meracuni lallang itu ?

5. Dia juga menanyakan kepada dokter bedah : ” Saat anda membedah suami saya, seberapa besar kesempatan penyakit kankernya dapat sembuh ? “Sekali lagi pertanyaan semacam ini tidak pernah ditanyakan oleh kebanyakan pasien sebelum mereka menjalani operasi. Dokter bedah itu menjawab: “Lebih dari 80 persen tingkat sukses keberhasilannya.”

6. Saya bertanya kepada wanita itu: ” Dokter mengatakan 80 persen sukses – apakah anda percaya kepadanya ? ” Dia menjawab TIDAK. Saya bertanya lagi , mengapa ?. Dia berkata: “Ada satu pernyataan dari dokter tersebut yang tetap melekat didalam benak saya. Sebelumnya saya bertanya kepada dokter tentang risiko yang akan terjadi – berapa besar keyakinannya bahwa segala seuatunya akan berjalan dengan baik. Jawab dokter kepada wanita ini: “Sama seperti halnya bila anda terbang dari Medan ke Penang. Perusahaan penerbangan tidak akan menjamin bahwa anda bebas dari risiko. ”  Meskipun dokter secara tidak langsung mengakui bahwa pengobatannya mempunyai risiko, tetapi dari jawabannya  sangat banyak menyiratkan adanya suatu risiko … dan wanita itu telah mendapatkan jawabannya.

7. Kemudian dalam percakapan kami, saya mengetahui bahwa kakaknya Wang juga menderita kanker hati. Dia menjalani kemoterapi. Dia meninggal setelah menjalani empat siklus. Sementara itu banyak pasien atau orang yang mereka sayangi ternyata telah menjadi naif – jangan salahkan mereka. Mereka telah menjalani banyak pengalaman pahit dalam hidupnya dan mereka tidak siap untuk melupakannya. Bagi orang-orang seperti itu, dokter memerlukan banyak upaya untuk meyakinkan mereka agar mau menerima kemoterapi lagi.

8. Saya merasa kasihan kepada pasangan ini. Mereka sudah jauh-jauh datang ke Penang dan telah mengeluarkan uang begitu banyak. Ya mereka dapat menjalani pengobatan… tidak ada masalah tentang hal itu selama mereka dapat membayar tagihan rumah sakit …. tetapi penyembuhan ternyata sesuatu yang sulit didapat.

Ada satu pelajaran penting yang bisa kita pelajari dari cerita ini. Sejauh mana pernyataan yang dibuat oleh seorang dokter dapat dipercaya? Apakah sudah didukung oleh statistik dan penelitian yang baik?

Dalam pembahasan ini saya teringat tentang apa yang ditulis oleh beberapa dokter.

Inilah kutipannya:

Dr Block, dia adalah seorang dokter wanita , menulis dalam kata pengantar buku “Fight for Your Health” (Berjuang untuk Kesehatan Anda):  “Jangan hanya asal mengikuti apa yang dokter anda katakan. Cari tahu kebenaran bagi diri anda sendiri. ”

Dr Mendelsohn, dalam bukunya Confessions of a Medical Heretic (Pengakuan dari seorang ahli medis yang menganut faham bebas atau berseberangan dengan doktrin2 dalam ilmu kedokteran yang sudah berlaku ) menulis: “Dokter secara umum harus dianggap sama setingkat dengan penjual mobil bekas. Apapun yang dikatakan atau direkomendasikan oleh dokter, anda harus terlebih dahulu menyadari bahwa hal tersebut akan menguntungkan dia … karena dokter bedah menerima pembayaran ketika ia melakukan operasi pada anda, bukan ketika anda diobati dengan cara yang lain. ”

Dr Chestnut, dalam bukunya, Lying With Autority (Berbohong Dengan Kekuasaan) menulis: “Seseorang telah melakukan kebohongan -kebohongan dengan menggunakan kekuasaannya. Pada sebagian besar pembedahan dan pemberian obat-obatan, termasuk kemoterapi,  tidak mengobati atau menyembuhkan penyakit ; melainkan hanya mengobati  gejala – gejalanya saja  dan  seringkali dengan efek samping yang mematikan “.

Dr Hamilton dalam bukunya, The Scapel and the Soul (Pisau bedah dan Jiwa) menulis: “Sebagai dokter, kami umumnya tidak melakukan kebohongan secara langsung. Kami hanya tidak berbicara tentang kebenaran dengan sepenuhnya.”

Tidak baik untuk mengatakan bahwa dokter melakukan kebohongan – tapi kutipan di atas tampaknya mengatakan bahwa ada beberapa dokter yang  telah melakukannya, meskipun mereka hanya mewakili minoritas.

Tapi saya harus mengatakan , bahwa saya suka dengan apa yang telah Dr Hamilton katakan: “Kami umumnya tidak melakukan kebohongan secara langsung. Kami hanya tidak berbicara tentang kebenaran dengan sepenuhnya.” Dalam cerita ini, dokter bedah tersebut memberitahukan Wang dan istrinya bahwa pengobatan tersebut mempunyai lebih dari 80 persen tingkat kesuksesannya.” Jawabannya , bisa benar sekali ataupun bisa benar-benar salah !

Mari saya jelaskan:

Dari perspektif dokter bedah , ia benar-benar tepat mengatakan bahwa pengobatan tersebut memiliki lebih dari 80 persen tingkat keberhasilannya. Kerja seorang dokter bedah adalah membedah pasien. Setelah itu ia menyerahkan pasien ke onkologi atau ke orang lain, sepanjang urusan yang menyangkut bagian dia dalam memerangi cancer telah selesai.

Dengan teknologi yang canggih pada saat ini , operasi bedah membawa resiko yang minimal – seperti kita terbang dalam sebuah pesawat udara. Kemungkinan terjadinya kecelakaan pesawat itu ada ,  tetapi barangkali juga tidak ( ya , hal itu bisa terjadi ! ).     Mati disebabkan karena operasi juga dapat terjadi , walaupun mungkin juga tidak.

Tetapi apakah ini yang dicari oleh pasien – hanya tidak mati setelah operasi?  Dari sudut pandang Wang dan istrinya, mereka mencari kesembuhan dari kanker nya ! Bagi mereka, jawaban 80 persen keberhasilan mempunyai makna yang berbeda sama sekali. Kesembuhan berarti benar-benar menghilangkan kankernya dan tidak akan menyerang kembali. Inilah yang semua pasien inginkan.

Oleh karena itu, jika pasien pasien dibuat percaya bahwa mereka dapat mencapai kesempatan untuk sembuh sebesar 80 persen, bilamana mereka menjalani operasi dan kemoterapi … hal tersebut adalah benar benar keliru.

Saya ulangi lagi apa yang telah dikatakan oleh Dr Hamilton: ” Kami hanya  tidak berbicara tentang kebenaran dengan sepenuhnya.” Apakah ini berarti bahwa dokter dengan sengaja tidak memberitahu sebagian informasi penting yang pasien harus ketahui ? Jika demikian, apakah itu adil ? Saya pikir informasi paling penting yang tidak diberitahukan kepada  pasien adalah , bahwa meskipun operasi ini aman  tetapi ini TIDAK akan menyembuhkan kanker.

Kemungkinan kekambuhan setelah menjalani operasi yang sukses adalah sangat tinggi. Jika anda mengikuti studi kasus yang disajikan di website ini, anda akan tahu bahwa ada beberapa pasien yang meninggal tidak lama setelah mereka menjalani operasi hati.

Mungkin inilah sebabnya mengapa Dr Mendelsohn berkata kita harus menganggap dokter pada umumnya dengan “sama setingkat dengan penjual mobil bekas?”

Pada artikel ini saya telah menahan diri untuk memberi komentar, jika memang saran untuk suatu tindakan operasi tersebut adalah tepat ataupun sebaliknya. Saya percaya bahwa dokter telah menyarankan pilihan ini dengan maksud yang terbaik. Bahkan , kita perlu diingatkan bahwa menurut seorang dokter spesialis hati , hanya 10% – 30% saja dari mereka yang mengidap HCC cocok untuk dioperasi.

Arti pembedahan bukanlah jawaban untuk semua kasus kanker hati. Juga, operasi hanya cocok untuk tumor yang berukuran kecil. Sekali lagi, kata-kata Dr Mendelsohn kembali lagi masuk dalam ingatan saya, mereka melakukan hal ini ” karena dokter bedah menerima pembayaran ketika ia melakukan operasi pada anda “.

Izinkan saya menyimpulkan artikel ini dengan mencoba menjawab pertanyaan saya sebelumnya: sejauh mana pernyataan “sesudah operasi ada lebih dari 80 persen sukses” itu benar. Saya meluangkan waktu lagi untuk membaca buku-buku onkologi saya. Berikut ini adalah fakta-fakta ilmiah yang ditulis oleh para spesialis hati. Bacalah dengan seksama dan buatlah kesimpulan sendiri.

Tinjauan Literatur Medis pada Kanker Hati (Hepatocellular Carcinoma – HCC)

Laporan Penelitian:

Ikeda et al, Cancer, 71:19-251993, melaporkan: Delapan puluh tiga pasien dengan HCC dirawat dengan operasi pembedahan kuratif selama 8 tahun terakhir. Tidak ada korban kematian karena operasi tersebut. Tingkat kekambuhan setelah operasi pembedahan dipenghujung tahun ke 1, 2, dan 3, — masing-masing adalah 37,0%, 57,1%, dan 71,6%.

Iwatsuki et al., Ann Surg. 1991 September; 214 (3): 221-229, melaporkan: Dari tahun 1980 sampai 1989, ada 76 pasien dengan HCC yang menjalani pembedahan subtotal hati. Hanya 12 pasien yang hidup lebih dari 5 tahun.

Vauthey, et al, American J of Surgery; Vol: 169, pg.. 28-35, 1995, melaporkan: Antara 1970 dan 1992, ada 106 pasien yang menjalani pembedahan hati untuk HCC di Memorial Sloan-Kettering Cancer Center. Secara keseluruhan ketahanan hidupnya adalah masing-masing sebesar : 41% dan 32% dalam kurun waktu 5 dan 10 tahun.

Nagao et al., Ann Surg. 205 (1): 33-40; 1987 melaporkan: Ada sembilan puluh empat pasien menjalani pembedahan hati  dari tahun 1963 sampai 1985. Tingkat ketahanan hidup masing-masing selama 1, 3 dan 5 tahun adalah 73%, 42% dan 25%.

Kambuh karena karsinoma menjadi penyebab utama kematian, ada 56% (42 pasien) yang meninggal setelah pulang dari rumah sakit. Faktor prognosis yang mempengaruhi prognosis jangka panjang adalah: kondisi alpha-fetoprotein sebelum pembedahan (kurang dari atau sama dengan 200 vs lebih besar dari 200 ng / mL), besarnya tumor (kurang dari atau sama dengan 5 cm vs lebih besar dari 5 cm), dan tumor kapsul.

Shyh-Chuan Jwo, et al. Hepatologi, Vol. 1367-1371; 1992 melaporkan: Sebanyak 238 pasien yang menjalani pembedahan kuratif hati selama 10 tahun terakhir yang diamati. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ukuran tumor, bentuk tumor dan ploidi DNA adalah factor-faktor yang digunakan dalam memprediksi terjadinya kembali tumor setelah operasi pembedahan untuk HCC.

Pasien dengan ukuran tumor kurang dari atau sama dengan 5 cm atau penampilan tumor  jenis soliter, mempunyai lebih kelangsungan hidup bebas-penyakit  daripada mereka yang memiliki ukuran tumor lebih besar dari 5 cm atau jenis tumor yang menampilkan beberapa nodul atau nodul anak ( multiple nodules types).

Poon et al. dari Pusat untuk Studi Penyakit Hati, Universitas Hong Kong Medical Center, Rumah Sakit Queen Mary, Hong Kong, Ann Surg. 234 (1): 63-70 2001, menulis:

§ HCC terkenal kejam dalam memberikan prognosis buruk karena sifat invasifnya dan sering dihubungkan dengan sirosis.

§ Pembedahan hati tetap menjadi pengobatan pilihan untuk HCC.

§ Selama dekade terakhir ini, dokter bedah hati telah memfokuskan banyak upaya pada peningkatan teknik pembedahan dan pengurusan peri-operatif untuk operasi pembedahan HCC, sehingga hasil peri-operatif sangat meningkat.  Pada akhir 1990-an, kajian dari lembaga ini dan yang lainnya telah menunjukkan bahwa tingkat kematian- 0 ( zero ) di rumah sakit ataupun pada saat pembedahan dapat dicapai pada sekelompok besar dari para pasien.

§ Prognosis jangka panjang setelah pembedahan HCC tetap tidak memuaskan. Kelangsungan hidup bebas penyakit menjadi tidak baik karena timbulnya kekambuhan amat tinggi. Menurut laporan, angka kekambuhan kumulatif dalam kurun waktu 5 tahun adalah 80% sampai 100%.

§ Laporan pada tahun 1990-an dari pusat bagian Timur dan Barat telah mendokumentasikan tingkat kelangsungan hidup 5 tahun secara keseluruhan sebesar 26% – 44% setelah pembedahan untuk HCC.

Buku teks Onkologi

Prinsiples of Internal Medicine oleh Harrison, 15th Ed., ms. 589.

  • Stadium HCC didasarkan pada ukuran tumor, asites (ada atau tidak ada), bilirubin dan albumin.
  • Jika tidak diobati, sebagian besar pasien meninggal dalam waktu 3 sampai 6 bulan setelah diagnosa.
  • Jika diketahui sejak awal, kelangsungan-hidup adalah 1 ~ 2 tahun setelah pembedahan.
  • Operasi pembedahan menawarkan satu-satunya kesempatan untuk kesembuhan, namun hanya beberapa pasien saja yang memungkinkan tumornya dilakukan pembedahan pada saat presentasi , dikarenakan telah terjadinya sirosis atau penyebaran yang jauh.
  • Percobaan secara acak tidak menunjukkan adanya manfaat kelangsungan hidup setelah dilakukan Chemoembolization.
    Hati tidak dapat mentoleransi dosis radiasi yang tinggi.
  • Penyakit ini tidak responsif terhadap kemoterapi.

The American Cancer Society’s Clinical Oncology, 3rd Ed., ms. 399-401.

  • Hanya 15% sampai 30% saja dari pasien dengan HCC yang merupakan calon untuk suatu operasi.
  • Keaadan yang membuat HCC tidak dapat dioperasi, disebabkan oleh penyebaran penyakit didalam organnya sendiri dan penyebaran dari tumornya ( metastasis ).
  • Ukuran tumor yang besar, keterlibatan bilobar dan kehadiran sirosis tidak akan  menghalangi suatu tindakan operasi pembedahan , tetapi mempunyai efek terhadap kematian dan kondisi harapan hidup.
  • Pembedahan pada umumnya terbatas pada pasien yang mempunyai beberapa lesi kecil  serta mereka yang telah mengidap masalah fungsi hati.
  • Angka kesembuhan selama lima tahun untuk semua HCC yang telah mengalami pembedahan hepatik kurang lebih sekitar 30%.
  • Pengunaan Radioterapi dalam perawatan HCC ini terbatas.
  • Kemoterapi merupakan pengobatan paliatif. Pasien yang merespon kemoterapi akan bertahan selama 9 sampai 12 bulan.
  • Kelangsungan hidup rata-rata  untuk pasien yang menerima kemoterapi kurang lebih sekitar 5 bulan (kelangsungan hidup selama 1 tahun adalah 27% dan yang 2-tahun adalah 8%).
  • Kesembuhan dan kelangsungan-hidup jangka panjang hanya mungkin terjadi jika tumor bisa dipotong semuanya.

Martin Abeloff, et al. Clinical Oncology, Vol: 2, ms. 1697, 1703-1721.

  • Kelangsungan-hidup rata-rata pasien di Hong Kong dengan HCC yang tidak dapat dioperasi dimana diameter tumor lebih besar dari 6 cm dan tanpa pemberian pengobatan – adalah 3,5 minggu.
  • Ukuran Tumor pada saat  diagnosa merupakan variabel prognostik yang penting.
  • Waktu penggandaan tumor berkisar antara 1 ~ 19,5 bulan, dengan rata-rata 6,5 bulan.
  • Kajian di Jepang menunjukkan bahwa bagi pasien dengan sirosis dan HCC berdiameter kurang dari 3 cm dan tanpa pemberian pengobatan, tingkat kelangsungan-hidup 1 tahun adalah 90,7%, 2-tahun adalah 55,0%, dan 3-tahun adalah 12,8%.
  • Sayangnya hanya 10 – 15% dari pasien yang baru didiagnosa HCC adalah kandidat untuk operasi pembedahan.
  • Hadirnya sirosis merupakan suatu tanda prognosis negatif.
  • Angka kematian pada operasi pembedahan hati untuk pasien HCC kurang dari 10%, tapi angka kematian sesudah operasi masih tetap tinggi – yaitu antara 40 sampai 60%.
  • 85% dari kambuhnya penyakit hati  timbul dalam waktu 2 tahun sesudah operasi.
  • Hanya ada sedikit temuan dari aktivitas cara pengobatan yang signifikan atas setiap upaya kemoterapi . Juga tidak ada bukti yang mendukung dari penggunaan rutin suatu kombinasi kemoterapi.

Operasi pembedahan hati adalah merupakan suatu pilihan bagi pasien dengan tumor yang berukuran kurang dari 5 cm dengan syarat tanpa adanya kehadiran sirosis. Di Pusat- pusat Kesehatan yang telah berpengalaman , angka kematian pada saat operasi dari pasien-pasien seperti ini adalah kurang dari 2 %. Dan setelah menjalani operasi pembedahan hati, sebanyak 75% pasien akan mengalami kambuh intrahepatik dalam kurun waktu 5 tahun.

Sumber: http://emedicine.medscape.com/article/197319-treatment

Untuk banyak lagi cerita tentang kanker hati, kilk link ini:  https://cancercareindonesia.com/category/kanker-hati/

Setelah Operasi Kanker Menyebar Ke Tulang dan Paru-paru

Yin didiagnosa mengidap kanker cervix (leher rahim) pada tahun 1999. Dia menjalani operasi. Segalanya sudah bersih, tidak ada pengobatan selanjutnya lagi. Empat tahun kemudian (Augustus 2003), Yin meraskan sakit yang hebat pada tulalng belakangnya. Hasil scan tulang memunjukkan adanya metastasis (penyebaran) yang melibatkan tulang, scapula (tulang pundak) kiri dan T10 vertebra (ruas tulang belakang yang ke sepuluh). Masil MRI pada spinal (tulang punggung) menunjukkan adanya fraktur (patah tulang) di T8 dan T9 dan sedikit pembengkakan pada L3.L4 dan L/S1.

Yin berusia 67 tahun ketika penyakitnya kambuh, dia berkonsultasi dengan tiga onkologis di Kuala Lumpur. Semua onkologis tersebut mempunyai pandapat yang sama: Lakukan kemoterapi dan radioterapi. Bagaimanapun pengobatannya hanya untuk palliative saja (mengurangi rasa sakit tetapi tidak menyembuhkan). Kanker Yin tidak bisa mengobati. Paling bagus hanya untuk meningkatkan kualitas hidupnya. Prognosa (ramalan kesembuhan) kanker jenis ini hanya bertahan hidup selama enam bulan lagi.

Yin berkata bahwa dia lebih mati daripada menjalani kemoterapi dan radioterapi.Dia sudah melihat dua orang saudara laki-kakinya menderita dan meningal saat masih menjalani pengobatan ini.

Anak laki-laki Yin memutuskan membawa ibunya ke CA Care pada tanggal 23 September 2003. Yin mulai minum Kapsule A, herbal Cervical, Utero-ovary, Bone, Lung dan C-tea. Dalm waktu enam bulan setelah minum herbal hidup Yin kembali normal dan bebas dari rasa sakit.

Dr. Chris: Ibu, apa khabar sekarang?

Yin: Keadaab saya sangat sibuk menjaga cucu-cucu saya. Keadaan saya sangat baik, tidak ada kesulitan. Saya dapat melakukan semua dengan normal dan tidak ada masalah … Saat bebas, saya main mahjong. Setelah saya mengantar cucu-cucu ke sekolah, saya akan pergi bekeliling dengan berjalan kaki dna melakukan sedikit olahraga.

Dr. Chris: Mengapa Anda menolak melakukan kemoterapi dan radioterapi?

Yin: Saya takut. Saya sudah melihat orang-orang yang kehilangan rambutnya. Saudara laki-laki saya yang paling tua dna saudara laki-laki saya yang kedua menderita kanker hati. Mereka menjalani radioterapi dan kemoterapi. Mereka tidak dapat berjalan maupun makan. Lalu rambut mereka mulai rontok hingga botak. Meskipun diobati, mereka menderita dan kesakitan. Kemudian mereka meninggal dunia. Jadi ketika anak laki-laki saya mengakatakan saya haru melakukan kemoterapi dan radioterapi, saya katakan saya tidak ingin pengobatan itu.

Yin tambah berkata: Ketika saya sakit lagi, saya pikit akan meninggal karerna tidak dapat diobati lagi. Saya tidak mau dikemoterapu atau radioterapi. Jadi jika saya mati, saya lebih suka tanpa pengobatan.

Nota: Sehingga saat ini – Disember 2010 (tujuh tahun sudahpun lepas) Yin masih hidup dan selesa tanpa apa-apa masalah.

Dr. Chris kepada anaknya: Jika dia sudah setuju menjalani kemoterapi dan radioterapi, apakah Anda akan menizinkannya?

Anaknya: Tida orang onkologis semuanya berbicara dalam bahasa yang sama. Seperti yang mereka katakan kepada saya, pengobatan untuk penyakit ini hanyalah mempertahankan kualitas hidup. Hanya untuk mengurangi penderitaan dan rasa sakit. Onkologis berkata: Tulang dan paru-parunya sudah terserang memikian juga dengan ovariumnya (kandungan telur). Dalam pengobatan kaker, kami membicarakan tentang kualitas hidup untuk mengurangi penderitaan.

Saya katakan kepada onlogis: Terima kasih banyak. Salah satu dari onkologis adalah teman saya. Meskipun saya memperkirakan akan menghabiskan uang sekitar RM 100.000 atau lebih, saya mungkin tidak tahu apakah dia akan mendapat kesempatan untuk pengobatan atau tidak.

Anaknya tambah berkata: Ibu saya mengata kepada saya – Saya sudi menerima apa saja obat untuk saya, tetapi menolak sama sekali kemoterapi dan radioterapi.

Tiga Belas Tahun, Kesehatan Amat Baik

Lee, kaki-laki yang berusia 53 tahun ketika didiagnosa menderita kanker ginjal tanggal 11 Maret 1997. Hasil CT scan menunjukkan ada jaringan padat dalam ginjal kanan. Kemungkinan adenoma atau kanker stadium dini. Lee segera dioperasi untuk mengangkat ginjal kanannya. Pada tanggal 14 Mareh 1997, Ahli patologinya melaporkan: Spesimen ginjal 225 gram, berukuran 11 cm x 5 cm x 4 cm. Tumor berwarna kenuningan, tampak fibrous (jaringan parut) dibagian tengah ginjal. Interpretasi: gingal kanan sesuai dengan adanya sel adenocarcinoma.

Setelah operasi, dokter tidak merasa perlu dilakukan pengobatan lanjutan seperti radioterapi atau kemoterapi. Tidak ada tindakan lain yang perlu dilakukan. Lee mengetahui tentang kami dari buku:Cancer yet they live (Kanker tetapi mereka masih hidup) yang diberikan oleh seorang temannya. Sejak itu dia menjalani terapi dari CA Care. Saat ini, sudahpun dua belas tahun, kesehatan Lee amat baik.

Pada tanggal 31 Augustus 2006, kami bercakap-cakap dengan Lee.

Lee: Operasi dilakukan dalam bulan Maret 1997. Jadi pada Maret 2007 ini sudah sepuluh tahun sejak saya didiagnosa kanker. Saya baik-baik saja.

Chris: Jadi selama sembilan tahun terakhir Anda minum ramuan herbal dan menjaga diet?

Lee: Ya, saya menggunakan herbal Anda dangan serius sejak operasi dan menjaga diet sesuai saran Anda.

Chris: Sekarang Anda sudah bertahan hidup lebih dari sembilan tahun setelah didiagnosa kanker. Pernahkah Anda merasa kanker merupakan acaman bagi Anda?

Lee: Tidak, saya pikir tidak hanya kanker yang dapat mengancam hidup saya. Setiap hari kami semua menghadapi banyak ancaman dalam hidup. Kanker hanya salah satunya. Di dunia ini Anda menghadapi ancaman saat melangkah ke luar rumah. Bahkan, dalam rumah, ada bahaya. Hanya karena menderita kanker, seseorang dianggap lebih terancam hidupnya, tidaklah benar. Saya bisa meninggal karena penyebab lain.

Lee ketahui tentang CA Care melalui buku kami. Ia berkata:

Seorang teman yang memberi saya buku Anda. Waktu itu saya tidak tahu apa-apa tentang kanker atau tentang Anda. Teman saya itu memberikanya langsung kepada saya karena ingin saya sembuh. Dia berkata: Ini sesuatu yang dapat membantumu. Baca buku ini dan telipon Dr. Chris.

Saya baca dan baca lagi. Apa yang disampaikan buku itu, apa yang disampaikan Anda, itu benar. Makanan yang tidak sehat dan emosi negatif tidak baik untuk tubuh. Semua yang Anda tulis sangat masuk akal. Sepanjang hidup saya di Angkatan Laut, saya banyak makan daging, untuk sarapan, makan siang dan makan malam. Saya hanya makan sedikt sayuran dan dimasak terlalu lama. Saya banyak minum minuman keras. Buku itu sangat masuk akal dan berkaitan dengan gaya hidup saya. Saya dapat melihat dan membandingkan. Buku itu menbuat saya sadar telah menyiksa tubuh selama ini. Setelah saya menemukan kesalahan dalam gaya hidup sebelumnya, saya mulai melakukan hal yang benar. Informasi dalam buku Anda membangunkan saya dan menunjukkan kekeliruan saya.Dengan mengetahui kesalahan, saya mulai membuat perubahan dan perbaikan yang diperlukan. Satu-satunya cara yang harus saya lakukan adalah berhenti meyiksa tubuh. Tanpa buku Anda, saya tidak akan pernah tahu di mana kesalahan saya. Saat saya menghubungi Anda, Anda meminta laporan kesehatan saya, kemudian meresepkan Capsule A dan Mt. Guava deTox tea.

Chris: Ketiak Anda minum ramuan herbal, apakah Anda percaya akan berfungsi atau tidak?

Lee: Ya, rambut saya kembali hitam dan saya merasa lebih baik hanya dalam satu minggu. Bahkan sebelum minum ramuan herbal itu, saya sudah percaya pada apa yang Anda tulis.

Chris: Sekarang Anda baik-baik saja dan sangat yakin pasti demikian. Apakah pernah terpikir suatu saat kanker akan datang kembali pada Anda?

Lee: Ya, Anda menggunakan kata “pasti”. Saya tidak mau menggunakan kata itu. Hidup ini tidak pasti. Jika kita memahami kanker tidak bisa disembuhkan secara permanen, anda dapat menerima bahwa Anda bisa hidup dua, tiga, sepuluh atau dua puluh tahun dan kanker kembali lagi. Bisa terjadi.

Chris: Bagaimana jika kanker kembali lagi?

Lee: Jika itu terjadi, saya akan memperhatikannya lagi dan mencari tahu mengapa bisa kembali.Mungkin saat itu kondisi tubuh saya menurun karena usia tua. Kanker mengambil keuntugnan dari situasi itu. Jadi kita tidak dapat menyalahkan apa pun atau siapa pun. Itu adalah proses alami dalam hidup. Saya menerimanya. Hidup juga seperti itu dan penuh ketidakpastian. Jadi dalam hidup saya tidak dapat menggunakan kata pasti. Jika saya terlalu yakin tentang sesuatu hal, saya bisa kecewa. Jika Anda tidak berharap apa-apa, tidak akan ada kekecewaan.

 

Setelah Dua Operasi dan Kemoterapi, Dia Berpaling ke Terapi CA Care dan Tetap Hidup

Dass adalah lelaki berumur 46 tahun. Dia mempunyai masalah dengan pergerakan usus besar yang tdak teratur. Kadang-kadang dia harus BAB dua kali dalam sehari, kadang sekali setiap dua atau tiga hari sekali. Fesesnya sering keras dan menimbulkan rasa sakit. Akhirnya, dia kehilangan nafsu makan. Makanan nampaknya tidak bisa turun ke lambung, dan walaupun cuma memakan sedikit makanan saja sudah membuat dia merasa kenyang.

Dass telah mengulur-ulur masalah ini selama 4 tahun. Tetapi tahun terakhir menjadi makin serius – dia mengalami nyeri dan fesesnya berwarna hitam dan ada bercak-bercak darah. Kemudian, pada satu malam dia mengalami sakit perut yang parah. Dia pergi ke dokter umum dimana dia diminta melakukan foto sinar-X abdomen (perut) yang banyak. Dokter itu menyarankan untuk mengecek pada seorang dokter spesialis segera. Sebuah operasi dilaksanakan pada hari berikutnya.

Ahli bedah megeluarkan tumor/ benjolan sebesar bola tennis dari usus besarnya. Setelah itu, dia menjalani kemoterapi. Semua berjalan dengan lancar setelah perawatan. Dia melanjutkan dengan pemeriksaan rutin setiap bulannya.

Pada Desember 1997, Dass mengalami nyeri lagi di daerah perut dan dia batuk terus-menerus. Dokter mengatakan bahwa Dass mengalami kanker berulang. Dia pun menjalani operasi kedua. Dokter kemudian menyarankan Dass untuk mengikuti sesi kemoterapi yang lain tetapi dia menolak. Dia datang ke CA Care untuk pengobatan herbal pada Januari 1998 dan dia pun memulai pengobatan tersebut.

Setelah satu minggu diterapi dengan obat-obatan herbal, nafsu makannya mengalami kemajuan dan dia merasa baikan. Dan sampai pada hari ini (Maret 09),yakni 11 tahun dengan terapi obat-obatan herbal, Dass masih dalam kondisi yang sehat. Dia berhenti dari pekerjaannya sebagai tukang kebun sekolah dan sekarang dia menjadi instruktur sekolah mengemudi.

Komentar: Walaupun Dass bukanlah seseorang yang terpelajar, dia bijaksana dan memiliki banyak akal sehat. Pada mulanya, pengobatan kemo tidak menyembuhkan Dass sama sekali. Banyak orang yang masih akan melakukan kemoterapi lagi dan lagi setelah terjadi kekambuhan. Mereka beranggapan bahwa kemoterapi adalah jalan yang lebih aman untuk ditempuh.

Ketika Dass mengalami kekambuhan segera setelah dia menyelesaikan kemoterapinya, dia menempuh jalan yang lain. Dia tahu bahwa kemoterapi tidak dapat membantu dia.