Jika saya tidak bisa makan apa yang saya suka, hidup tidak ada erti!

Hampir setiap hari saya menerima email dari pasien yang meminta bantuan. Ini salah satu contohnya. Saya menerima email ini ketika saya menulis artikel ini.

Kepada: Dokter Chris K.H. Teo

Halo, saya AJ. Saya mendapat email dokter dari teman saya. Teman saya mengatakan dokter dapat menyembuhkan kanker paru-paru. Ibu saya berumur 76 tahun. Pemeriksaan di Indonesia menyebutkan ada tumor di paru-paru. Setiap malam batuk. JBolehkah kami segera pergi ke Penang untuk Anda membantu merawat ibu saya. Terima kasih atas perhatian Anda.

Setelah lebih dari dua dekade membantu pasien, saya menyadari bahwa tidak ada seorang pun di dunia yang dapat menyembuhkan apa pun kanker! Membantu – ya, tetapi tidak bisa menyembuhkan, yaitu membuat kanker hilang secara total dan permanen.

Kenyataan lain yang saya pelajari adalah bahwa sebagian besar jika tidak semua, pasien yang pergi ke dokter atau tabib alternatif, berharap menemukan obat untuk mehilangkan kankernya. Dan di sepanjang jalan, jutan atau miliaran rupiah dihabiskan. Sedih.

Ketika saya merenungkan apa yang sedang terjadi, saya curiga bahawa ini berlaku karena tidak ada yang mau tahu yang sebenarnya, dan tidak ada yang mau memberi kenyataan yang sebenarnya. Ini karena kebenaran tidak enak didengar atau diketahui.

Saya telah belajar sejak dini bahwa kanker adalah tentang “penyembuhan sikap manusia” – kanker itu mungkin hanya gejala yang menyertainya. Saya sering memberi tahu pasien, saya mungkin dapat membantu masalah kanker Anda tetapi saya tidak dapat membantu Anda menjadi manusia yang “lebih sehat” – tidak bisa menukar sikap Anda, gaya hidup Anda, dll. Tidak, saya tidak dapat mengubah Anda kecuali Anda memutuskan untuk mengubah diri sendiri.

Sayangnya, dari interaksi saya dengan pasien, statistik saya menunjukkan bahwa hanya 30 persen pasien saja yang rela berubah sisanya 70 persen tidak bisa dan tidak mau. Karena itu semasa menemu dengan pasien, saya belajar untuk tidak marah lagi. Saya memberi Anda saran jujur ​​saya. Lalu saya meminta Anda pulang dan memikirkannya. Jika Anda membutuhkan bantuan saya, datang kembali. Tetapi jika Anda tidak dapat menerima apa yang saya katakan atau tidak mau berubah, tolong jangan datang lagi.

Dalam posting saya sebelumnya, saya menulis tentang seorang pasien menderita kanker usus-hati  dari Indonesia. Dia telah menjalani operasi dan kemoterapi. Perawatannya gratis karena ia ditanggung oleh asuransi kesehatan sosial. Perawatan itu gagal menyembuhkannya. Kemo membuatnya benar-benar menderita. Setelah dia disuruh melanjutkan lagi rawatan kemo, dia menolak perawatan itu dan datang mencari bantuan kami.

Seperti biasa, saya memberitahunya bahawa kanker tidak bisa disembuhkan tetapi mungkin herbal bisa membantunya.  Tetapi yang penting sekali, pasien harus mengubah dietnya; dan saya bertanya kepadanya apakah dia bisa mentolerir rasa pahit dan bau yang mengerikan dari teh herbal.

Jawabannya, Tidak masalah. Saya belum bisa mati. Kedua anak saya masih kecil. Itu adalah respon normal yang sering saya dapatkan dari pasien. Setelah minum herbal selama sebulan, kesehatannya membaik. Nah, pertempuran pertama telahpun kami benang! Tetapi “perang besar” baru saja akan dimulai.

Dengarkan apa yang dikatakan istrinya kepada saya.

Chris: Dia sudah mengkonsumsi herbal selama sebulan. Apakah dia lebih baik sekarang daripada sebelumnya?

Istri: Lebih baik

(Kebas tangan dan kakinya berkurang 60 hingga 70 persen, tidurnya lebih baik, memiliki lebih banyak tenaga, dan angin di perut hilang).

C: Yang paling penting sekarang adalah menjaga dietnya dengan baik. Dia tidak bisa makan apa yang dia suka. Ini adalah pengingat saya yang paling penting. Saya tahu banyak pasien, setelah mereka lebih baik, mereka tidak akan mengurus diet mereka lagi. Mereka makan apa saja mereka sukai.

W: Ya, sekarang stres bukan tentang kankernya. Ini tentang dietnya. Dia mengeluh – tidak bisa makan ini, tidak bisa makan itu. Jadi apa gunanya aku hidup?

C: Sulit – saya tahu sebagian besar pasien berperilaku seperti itu! Jika saya tidak bisa makan, untuk apa saya hidup? Ada seorang wanita yang mengatakan kepada saya. Jika saya tidak bisa makan laksa, hidup tidak ada artinya. Tanggapan saya adalah, Tidak ada gunanya makan satu mangkuk laksa dan mati. Silakan makan satu muatan truk laksa dan mati. Itu sangat berharga. Dan baik lagi kalau bisa mati lebih cepat – tidak perlu menderita. Sayangnya wanita itu tidak mati secepat itu. Butuh lebih dari dua tahun (penderitaan) sebelum dia meninggal. Jadi saya mengerti sikap manusia seperti itu. Tidak ada yang bisa saya lakukan. Saya tahu sulit untuk “mengubah orang”.

Ada satu kisah tentang suatu wanita dari Batam. Dia menderita kanker payudara yang telah menyebar ke otaknya. Setelah semua perawatan gagal, suaminya datang untuk meminta bantuan kami. Setelah minum herbal kami dia bisa bergerak dan berjalan (sesuatu yang tidak bisa dia lakukan sebelumnya). Setelah merasa “baik” saja, dia ingin makan makanan yang saya katakan tidak bisa dimakan. Dia marah dan lalu mogok – tak mau makan apapun. Kemudian dia harus dirawat di rumah sakit.

Saya mengatakan kepada suaminya JANGAN lagi datang kepada saya. Ini adalah jenis perilaku manusia yang tidak bisa saya bantu.

W: Tepatnya, suami saya tiidak senang ketika saya mencoba mengendalikan dietnya. Dia berkata, Apa gunanya hidup?

C: Apakah Anda bertanya kepadanya, Apakah kamu ingin mati? Saya tahu banyak pasien yang meninggal setelah mereka mulai kembali ke “diet buruk” mereka. Untuk saat ini, saya senang dia ada di rumah dan Anda bisa mengawasi dietnya dan tidak benar dia makan apa yang tidak baik untuknya. Tapi tunggu saja. Ketika dia menjadi lebih lebih baik, dia akan pergi keluar dengan teman-temannya dan kamu tidak lagi bisa mengawalnya lagi! Tolong ingat ini, jangan pernah berpikir bahwa hanya karena dia menjadi lebih baik, kankernya sudahpun hilang. Kanker akan muncul kembali saat Anda memulai dengan diet “buruk” Anda.

Jadi sekarang masalahnya – dia baik-baik saja? Tidak masalah? Dan dia lebih baik? Jadi masalah utamanya sekarang adalah dietnya?

W: Ya. kami selalu bertengkar tentang ini. Saya bilang dia tidak bisa makan daging ayam. Dia kata, tidak apa-apa, seminggu sekali saja – tidak apa-apa.

C: Memang sulit. Hari ini dia makan sedikit saja – tidak ada masalah! Besok, dia akan meminta lebih lagi. Hari ini dia berkata, tidak apa-apa untuk mengambil seminggu sekali. Lalu dia akan mengatakan dua atau tiga kali seminggu pun bisa. Inilah caranya. Apa bisa kita buat? Biarkan jaga!

W: Ketika saya pulang, saya akan menyampaikan pesan Anda kepadanya lagi.

C: Oke, mari kita lihat apa yang terjadi setelah ini. Tidak ada lagi yang bisa saya lakukan untuk membantunya. Anda sudah tahu bahwa herbal memang membantunya. Setelah ini, terserah kepada dia saja untuk memutuskan apakah dia ingin membantu dirinya sendiri dan sembuh atau tidak.

Komentar

Saya sadar bahwa topik yang paling tidak populer tentang penyembuhan kanker adalah kebutuhan untuk menjaga pola makan. Anda tidak bisa makan apa yang Anda suka. Sebagian besar pasien tidak menyukai saran ini. Tetapi apa yang bisa saya lakukan? Beberapa pasien bahkan melakukan tawar-menawar dengan saya meminta mau makan ini, mau makan itu – hanya sedikit saja. Yah, saya bukan tuhan untuk memberi izin kepada siapa pun. Anda harus menjaga diri Anda sendiri. Dan Anda menanggung konsekuensi dari kebodohan Anda sendiri.

Izinkan saya berbagi satu lagi kisah. Pasien ini telahpun mengkonsumsi herbal untuk beberapa bulan dan kondisinya sangat baik. Lalu suatu hari dia datang menemui saya dengan tes darahnya yang menunjukkan ada sesuatu yang salah – banyak parameter yang benar-benar di luar jangkauan. Saya menggelengkan kepala dan berputus asa. Tepat di dalam diri saya, saya merasa gagal. Saya bertanya kepadanya – Apa yang Anda lakukan salah? Jawaban langsungnya, Tidak ada yang salah, semuanya sama! Oke, saya harus mengakui “kalah” dan mengatakan kepadanya, Anda harus kembali ke dokter dan melakukan CT scan. Saya khawatir kanker Anda sudah menyebar. Penanda telah meningkat begitu tinggi. Seminggu kemudian, suaminya datang memberi tahu kami bahwa pemindaian CT menunjukkan tidak ada yang “salah.” Kemudian dia mengakui bahwa mereka sebenarnya telah berlibur di Tiongkok. Menurut Anda, apa yang salah? Makan apa yang tak benar? Beruntung baginya, hasil darahnya kembali normal. Dia masih mengkonsumsi herbal kami.

Ketika saya pertama kali memulai CA Care, salah satu hal pertama yang saya lakukan adalah membaca banyak buku tentang nutrisi dan kanker. Saya punya satu rak buku lengkap tentang diet. Dari bacaan saya, saya mengerti perlunya menjaga pola makan jika kita ingin “menjinakkan” atau bahkan “memutarbalikkan” penyebaran kanker. Jadi semua pasien yang datang pada kami diberitahu tentang perlunya menjaga pola makan mereka. Jika mereka tidak sanggup untuk melakukan ini, maka tidak perlu mengikuti terapi kami. Tidak ada gunanya, karena itu hanya akan menjadi usaha yang sia-sia.

Biarkan saya menutup, dengan mengutip apa yang ditulis oleh seorang dokter, Michael Greger dalam bukunya How Not To Die:

•  Semuanya dimulai dengan nenek saya. Saya hanya seorang anak kecil ketika dokter mengirimnya pulang dengan kursi roda untuk mati … Saya tidak akan pernah melupakan itu.

•  Nenek saya dijatuhi hukuman mati medis pada usia 65 tahun. Dengan berkat pola makan dan gaya hidup sehat, dia dapat menikmati tigapuluh satu tahun lagi di muka bumi ini … seorang wanita yang pernah diberi tahu oleh dokter bahwa dia hanya punya waktu berminggu-minggu untuk hidup tidak mati sampai dia berusia sembilan puluh enam tahun .

•  Di sekolah kedokteran … tidak disebutkan menggunakan diet untuk mengobati penyakit kronis, apalagi membalikkannya. Saya menyadari hal ini karena kisah pribadi keluarga saya.

•  Selama pelatihan medis saya, saya ditawari makan malam steak yang tak terhitung jumlahnya dan tunjangan mewah oleh perwakilan Big Pharma, tetapi tidak sekali pun saya mendapat telepon dari Big Broccoli. Ada alasan Anda mendengar tentang obat-obatan terbaru di televisi. Anggaran perusahaan besar mendorong promosi mereka.

•  Sebagian besar kematian di Amerika Serikat dapat dicegah, dan mereka terkait dengan apa yang kita makan. Makanan kita adalah penyebab utama kematian dini dan penyebab utama kecacatan. Tentunya, diet juga harus menjadi hal nomor satu yang diajarkan di sekolah kedokteran, kan? Sayangnya, tidak.

Jika Anda ingin tahu lebih banyak tentang diet, Anda dapat mengunjungi situs web Dr. Greger: https://nutritionfacts.org/

Anda mungkin menemukan video ini menarik dan bermanfaat.

https://nutritionfacts.org/video/food-as-medicine/

Krisis Penyembuhan

Dalam posting sebelumnya, https://cancercareindonesia.com/2019/12/04/kanker-usus-besar-pembedahan-dan-kemoterapi-tidak-menyembuhkan-mereka-berakhir-pada-kondisi-yang-lebih-mengerikan/,  saya menulis tentang SPW, pasien dari Indonesia yang berusia 53 tahun. Dia menderita kanker usus besar. Dia menjalani operasi diikuti oleh kemoterapi. Dia menderita efek samping yang parah semasa menjalani kemoterapi itu.

  • Berat badannya turun 15 kg.
  • Dia mengalami depresi.
  • Dia menderita kelelahan yang parah.
  • Dia kehilangan nafsu makan.
  • Dia tidak bisa tidur di malam hari, dan harus minum obat tidur.
  • Jari-jarinya kebas.
  • Dia mengalami kesulitan berjalan.
  • Pada malam hari, ia harus bangun empat kali untuk buang air kecil.

Perawatan tidak menyembuhkannya. SPW diminta menjalani kemo lagi. Dia menolak dan datang mencari bantuan kami sebagai gantinya.

Seperti semua pasien, saya memperingatkan SPW bahwa dia harus berpikir hati-hati terlebih dahulu sebelum memutuskan untuk mengikuti terapi kami. Pertimbangkan yang berikut ini:

  • Kami tidak memiliki peluru ajaib untuk menyembuhkan kanker Anda, meskipun kami mungkin dapat membantu Anda.
  • Teh herbal kami perlu direbus. Mereka memiliki rasa pahit dan bau yang tidak enak.
  • Pasien harus menjaga pola makannya. Anda tidak bisa makan apa saja yang Anda suka.
  • Umumnya, selama dua atau tiga minggu pertama mengkonsumsi herbal, pasien akan mengalami “krisis penyembuhan”.

SPW diresepkan Kapsul A, B, C, D dan M. Selain itu ia diminta untuk mengonsumsi teh Liver 1 + PLM, GI 1 + SAP dan A-Kid-6. Dia juga diberi Gastrovit karena “angin lambungnya”.

Kira-kira seminggu setelah minum obat herbal,berikut adalah email kepada saya.

Dec 6 2019: Hallo dr Chris Teo selamat pagi.

Kami ingin memberitahu perkembangan Seto selama hampir 1 minggu meminum herbal (Mulai Jumat 29 nov)

1. Saya merasa agak lemas dan lelah (sampai hari ini masih lemas..dua hari yang lalu enak fit segar.. tapi mulai kemarin agak lemas lagi) sekarang masih bisa beraktifitas biasa dan olahraga

2. Buang air besar menjadi rutin setiap hari 1 atau 2 kali, sebelumnya tidak tentu kadang setiap hari bisa juga dua hari sekali

3. Maaf sebelumnya…Kotoran BAB menjadi berwarna hitam dan jika di curah air menjadi mudah hancur bentuknya..apakah ini karena meminum herbal

4.  Selain itu ok. Tidak merasakan apa2. Perut maagnya juga tidak kambuh selama minum obat dokter

Terima kasih dokter. Tuhan memberkati dr dan istri. Salam.

Jawab: Terus minum herbal itu — memang 2-3 minggu setelah minum herbal susah … sabar …. beritahu saya lagi setelah 1 atau 2 minggu lagi.

Dec 20, 2019: Hallo dr Chris Teo,

Untuk saat ini keadaan badannya masih sering lemas. Mengenai makanan SPW masih makan ikan. Is that ok?

Jawab: 21 December 2019: Satu perkara yang penting. Setelah minum herbal selama 2 atau 4 minggu. Apa jadi — apakah kondisi lebih parah atau lebih baik. Kalau lebih parah, jangan lagi minum herbal saya — cari orang lain untuk membantu Anda. Kalau ada kesan yang kondisi Anda membaik, maka harus terus minum herbal. Tapi jangan harap minum herbal 2-4 minggu bisa sembuh atau semua keluluhan hilang. Itu tidak benar.

26 Dis 2019: Hallo dr Chris,

Puji Tuhan kondisi saat ini lebih baik. Sudah jarang lemas. Awalan minum obat rasa lemas setiap hari. Sekarang jarang terasa. Kaki dulu semutan sekarang sudah jauh membaik. Kencing malam hari sudah berkurang. Kondisi sudah lebih baik. Terima kasih

Beberapa hari setelah email terakhir, istri SPW terbang ke Penang dan memberi tahu kami tentang kondisi suaminya.

Chris: Dia telah mengkonsumsi obat herbal selama sekitar satu bulan sekarang. Apakah dia semakin baik?

Istri: Lebih baik

C: Apakah dia menderita (krisis penyembuhan) setelah mengkonsumsi herbal selama 2 minggu pertama?

I: Ya. Sulit. Dia menjadi sangat lemah – tidak ada tenaga. Bahkan, dia mengatakan itu lebih buruk daripada saat menjalani kemoterapi.

C: Apakah dia tidak mau menyerah dan berhenti minum obat herbal? Apakah dia tidak takut setelah  menderita seperti itu? Adakah rasa sakit di mana mana?

I: Tidak sakit. Hanya lemas saja.

C: Apa yang terjadi setelah tiga minggu mengonsumsi herbal?

I: Dia merasa lebih baik. Tenaganya mulai kembali. Apakah itu proses normal yang harus dialami pasien setelah mengonsumsi obat herbal Anda? Sangat lemas seperti itu.

C: Ya, itu normal dan saya sudah memperingatkannya bahkan sebelum dia mulai minum obat herbal. Secara umum “krisis penyembuhan” ini akan berlangsung sekitar dua atau tiga minggu. Ini adalah proses pembersihan. Jadi, dia baik-baik saja sekarang?

I:  Ya, pada minggu keempat, ia hanya merasa lemas agaknya sekali dalam seminggu.

Sebelum mengkonsumsi herbal.

C: Sebelum mengkonsumsi herbal, saat menjalani kemo, bagaimana kondisinya?

I:  Dia lemas. Susah tidur. Ada “angin” di lambungnya dan dia sering bersendawa.

C: Dan sekarang, semua masalah ini hilang? Nampaknya dia sudah membaik.

I:  Ya. Rasa kebas di jari dan kaki ini telah mengurang. Sebelumnya dia harus bangun 4 kali setiap malam untuk buang air kecil. Sekarang dikurangi menjadi hanya dua kali setiap malam. Tidurnya normal sekarang. Melihatnya sekarang – dia terlihat baik-baik saja tanpa gejala lagi.

Apakah dia mendapat manfaat setelah minum herbal?

C: Sebagai pasien, apakah ia mendapat manfaat setelah minum herbal itu? Itu saja yang ingin saya pastikan. Herbal memberi manfaat atau tidak?

I: Ya,ada manfaat (karena alasan inilah istrinya terbang ke Penang, sendirian kali ini, untuk mendapat herbal lagi). Tapi sesekali, dia merasa tidak enak.

C: Tentu saja itu memang akan terjadi. Kita tidak bisa berharap semua keluhan akan hilang dalam satu bulan dan dia sudah sihat dan bisa “berlari dalam perlombaan”! Bersabarlah. Penyembuhan membutuhkan waktu. Saya tidak memiliki kanker apa pun dan saya tidak 100 persen bebas masalah. Terkadang saya merasakan sakit di sana-sini. Itu biasa berlaku kepada sesiapapun.

Memonitor perkembangan? Apakah harus melakukan MRI, tes darah?

I:  Apakah kita perlu melakukan MRI lagi? Sebelumnya dokter berkata, ada sesuatu di hatinya.

C: Apakah Anda harus membayar untuk MRI itu atau asuransi kesehatan sosial membayar untuk itu? Tapi pikirkan dulu, apa yang ingin Anda lakukan selanjutnya setelah mendapatkan hasil MRI? Kemo lagi? Operasi lagi?

I:  Bagaimana dengan cek CEA-nya?

C: Jika saya jadi Anda, semua ini tidak penting lagi. Tetapi jika Anda TIDAK perlu membayar untuk semua prosedur ini, silakanlah —  jika itu yang Anda ingin melakukannya. Jika Anda harus membayar, maka saya pikir Anda membuang-buang uang Anda.

OK, sebelum melakukan semua ini (MRI, tes darah), tanyakan pada diri Anda terlebih dahulu – Buat untuk apa? Hanya untuk mengetahui? Setelah mendapat hasil dan Anda tahu, apa yang dapat Anda lakukan atau apa yang ingin Anda lakukan? Jika ada “hantu” di dalam atau CEA tidak baik – apa yang ingin Anda lakukan selanjutnya?

Jika pasien bisa hidup normal dan baik-baik saja sekarang, saya pikir itu cukuplah. Mengapa Anda harus mencari masalah jika tidak ada masalah.

Saya pikir, lebih baik baginya untuk tinggal di rumah dan hidup senang. Jangan terlalu banyak membuat masalah yang tidak perlu untuk orang-orang di sekitarnya.

Komentar:

  • Saya sudahpun memberitahu SPW pada awal lagi. Setelah minum herbal selama dua atau tiga minggu, dia akan menderita. Proses pembersihan harus berlangsung dan itu mungkin susah sedikit baginya untuk sementara waktu. Saya sering memberi tahu  semua pasien, sebelum Anda menjadi sehat, Anda harus melewati “neraka” terlebih dahulu. Tidak ada yang perlu dikhawatirkan tentang hal ini. Semoga pada minggu keempat, tidak akan ada lagi “krisis penyembuhan” dan pasien umumnya akan merasa lebih baik.

Contohnya, untul SPW, dia buang air besar dua kali sehari – itu masalah ringan saja. Pasien lain harus ke tandas 10 kali sehari!

SPW  merasa sangat lemas setelah mengkonsumsi herbal. Itu bagus. Dan secara perlahan setelah tiga minggu meminum ramuan, dia menjadi lebih baik – sudah tidak begitu lemas lagi, perasan kebas di jari dan kaki sudahpun banyak kurang, Tidurnya lebih lena, dll.

• Ketika dia menulis email kepada saya, saran awal saya adalah bersabar saja.. Penyembuhan membutuhkan waktu. Ini terlepas dari diperingatkan bahkan sebelum dia minum obat herbal seperti inilah yang akan terjadi. Saya mengerti, pasien membutuhkan jaminan lagi dan lagi. Mereka sedang terburu-buru ingin sembuh. Ingatlah, tidak ada peluru ajaib di sini.

• Meskipun diberi tahu berulang kali tidak ada peluru ajaib, beberapa pasien akan menjalani memindai – CT, PET, MRI atau melakukan tes darah – setelah meminum herbal selama 3 atau 4 minggu – buat apa? Mereka mengharapkan sihir! Saya sering memberi tahu pasien, Bahkan jika Anda memberi tahu saya bahwa tumornya telah menyusut atau CEA sudah menjadi normal, saya tidak akan percaya hasilnya! Herbal tidak melakukan sihir seperti itu!

Biarkan saya berbagi satu kasus. Ini adalah seorang wanita yang datang mencari bantuan kami. Dia dijadwalkan untuk 12 siklus kemo tetapi setelah siklus ke-11 dia pingsan dan hampir mati. Ahli onkologi menyuruhnya untuk melepaskan kemo dan pulang saja. Perawatan ini dilakukan oleh “ahli onkologi terbaik” di rumah sakit swasta “terbaik” di Singapura.

Tidak puas, ia pergi ke ahli yang juga “terkenal” di Singapura dan menjalani kemo lagi. Perawatan putaran kedua ini juga tidak membantunya. Kemudian dia beralih ke praktik diet Keto. Setelah itu dia dan keluarganya datang untuk meminta saran kami. Dia diberi resep herbal. Setelah sekitar satu minggu, saya menerima email dari keluarganya. Pasien menderita krisis penyembuhan seperti yang dialami SPW. Dia mengeluh sangat lemas. Setelah minggu ketiga dia pergi tes darahnya. Hasilnya lebih buruk dari sebelumnya. Keluarganya tulis email llagi dan ingin tahu MENGAPA jumlah darahnya rendah! Mengapa parameter ini tinggi, dll. Dengan jelas dan iklas balasan saya ada: Saya tidak bisa menjelaskan untuk semua yang telah terjadi. Saran saya – tolong jangan minum herbal saya lagi!

• Secara umum inilah yang saya tanyakan kepada pasien setelah mengonsumsi herbal selama sekitar empat minggu. Apakah Anda semakin baik atau semakin buruk? Jika lebih buruk, jangan minum herbal saya lagi — cari orang lain untuk membantu Anda. Jika kondisi Anda membaik, maka Anda harus terus mengkonsumsi herbal itu. Dari pengalaman, saya tahu bahwa herbal pada akhirnya membantu pasien menjadi lebih baik; tetapi saya ingin bersikap adil dan saya tidak ingin terlihat mencoba menyesatkan pasien. Tidak ada gunanya melanjutkan terapi herbal saya jika pasien tidak membaik atau merasa ini tidak membantunya. Anda membuang-buang waktu berharga Anda, selain menghabiskan uang untuk “terapi tidak efektif”. Anda harus memutuskan dan membuat pilihan sendiri.

• Kisah SPW ini belum berakhir! Pertempuran pertama memang telah dimenang tetapi “perang besar” baru akan bermulai. Dalam posting saya berikutnya, Anda akan belajar tentang sikap pasien yang “ingin-mencari-perulu-ajaib.- Setelah mereka merasa sedikit lebih baik, mereka ingin makan apa pun yang mereka suka. Jika tidak bisa makan apa yang mereka mau itu, hidup tidak ada arti!

Lebih lanjut tentang Krisis Penyembuhan

https://cancercareindonesia.com/2013/05/19/krisis-penyembuhan-2/

https://cancercareindonesia.com/2010/12/02/kanker-paru-stadium-terminal-jw-memperoleh-kembali-kesehatannya-melalui-ca-care-therapy/