Bagian 1: Limfoma: Kemoterapi Gagal.

Sebuah rumah dijual untuk membayar biaya pengobatan.                              Harapan terakhir – CA Care!

Salam Sehat Dr. Chris,

Saya DT mau konsultasi mengenai mama saya, umur 71 tahun dari Indonesia. Awal riwayat mama saya:


1. Ditahun 2007 kena kanker getah bening. Biopsi dibuat dan hasilnya kanker. Katanya stadium 2. Rawatan di Hospital Nombor1 di Singapura oleh Dr.No1,ahli ongkologi yang terkenal.

Laporan medis semua di tempat dokter Singapura – kita tidak ada lagi. Sebelum kemo di pasang kayak selang di dalam tubuh,jadi setiap kali mau kemo  langsung infus. 

Mam di kemo hampir 10 kali. Nama obat kemo kita nga tau. Setelah kemo rambut rontok sama tidak ada selera makan.

2. Ditahun 2012 mama PET scan rutin di Singapura, dan hasil menyatakan mama kena kanker payudara Stadium 1.

Mama di radiasi 5 kali serta operasi nga ambil daging payudara. Rawatan di lakukan di hospital yang sama (Hospital Nomobor1).

3. Setelah itu mama minum obat kanker (tamoxifen) sekitar 5 tahun.

4. Setiap 3/6 bulan rutin cek di Singapura dan PET scan setiap tahun.

5.Di tahun 2020 mama saya PET scan di Singapura dan dokter menyatakan mama saya kena kanker getah bening lagi.

Kita ganti dokter di Singapura karena kami tidak mampu untuk menjalani kemo lagi dengan Dr.No.1.

6. Kami pergi berobat dengan Dr.No.2 di Hospital Nombor 2 di Singapura. Dr.No.2 juga menyarankan kita mesti kemolagi.

Setelah runding, Dr.No.2 anjurkan kita kemo dengan biaya bisa bayar angsur / cicil.

Dr.No.2 juga menyarankan mama saya menjalani kemo di Indonesia dengan protokol kemo berikut:

  • Hari ke 1 Gemcitabine + Carboplatin.
  • Hari ke 8 Gemcitabine + Zometa.

Mama menjalani kemo mengguna obat Gemcitabine dan Carboplatin mulai akhirJanuari 2021 hingga 4 April 2021.

Rawatan ini dijalani di klinik di Indonesia sesuai anjuran Dr.No.2. Total rawatan kemo 10 siklus. 

7. Waktu menjalani kemo diatas kondisi mama jadi lemah dan sering perlu transfusi darah karena trombosit sering turun.

Belakangan ini kondisi mama merasa pusing dan jalan pas jalan merasa melayang akibat reaksi obat kemo.

8. Hasil PET scan pada 2 Sept 2021 yang dibuat di RS Siloam Jakarta.

9. Dr.No. 2 menyatakan kanker getah beningnya masih ada dan minta kita terus kemo lagi dengan ganti obat kemo lain.

Ini obat baru untuk spesial buat kanker getah bening kambuh. Dan harganya jauh lebih tinggi dari pada obat-obat yang di guna pada awalnya.

Dr.No. 2 saran mengguna Brentuximab 100 mg atau Adcetris. Harga untuk setiap siklus adalah 100 juta rupiah (RM30,000).

10. Mama menjalani rawatan lagi dengan Adcetris dari 19 September 2021 hingga 14 November 2021. Total rawatan sebanyak 4 kali. Seperti awalnya, rawatan ini dilakukan di Indonesia. ‘

11. Pada tanggal 15 Desember 2021 dokter minta kami CT scan lagi. Hasil perwatan tidak memuas kan. Masih ada nimbul kelenjar baru.

12. Sekarang kalo menjalani protocol baru ini kami merasa berat biayanya.

Kita merasa berat dengan biaya yang segede ini. Kami juga kurang mampu sampai kami sudah jual rumah untuk mengobati mama.

Demikian cerita penjelasan singkat riwayat kesehatan mama saya. Dan jikalau mama saya ingin menjalani herbal dari Dr. Chris, menurut Bapak harus gimanaya?

Best Regards / God Bless You All

Jawaban Kami

Tolong kamu baca berikut dahulu. Selepas itu tanya apakah mau buat sekarang? Bisakah patuhi saran kami atau tidak?

1. KANKER TIDAK BISA SEMBUH SECARA TOTAL

a) Sebagian besar pasien yang datang ke sini telah menjalani perawatan medis dan mereka masih belum bahagia. Bagi beberapa pasien, perawatan gagal – tidak menyembuhkanNya.

b) Jadi, jika Anda datang ke sini mengharapkan saya menyembuhkan Anda, ketahuilah bahwa saya juga tidak bisa menyembuhkan kanker Anda. Dari pengalaman saya, tidak seorang pun di bumi yang bisa menyembuhkan kanker –kanker bisa kambuh kembali.

c) Tetapi jika Anda ingin saya membantu Anda — untuk memberi Anda pilihan lain, untuk memiliki kualitas hidup yang lebih baik — mungkin itu bisa. Tapi itu semua tergantung pada Anda sendiri, karena kesehatan Anda adalah tanggung jawab Anda. Apakah Anda bersedia membantu diri Anda sendiri? Apakah Anda bersedia mengubah gaya hidup, pola makanan, dll?

2. HERBAL PAHIT DAN RASA TIDAK SEDAP, BAU TIDAK ENAK.

a) Selain rasa dan bau yang tidak enak, Anda perlu merebus ramuan obat beberapa kali sehari – itu banyak pekerjaan!

b) Anda perlu mengambil dua, tiga atau empat jenis teh herbal setiap hari.

3. ANDA HARUS PANTANG, TUKAR POLA MAKANAN

a) Anda tidak bias makan apa yang berjalan / ada kaki – artinya, tidak bisa makan daging, telur, susu, dll.

b) Jangan makan gula (gula adalah makanan untuk kanker).

c) Jangan makan minyak atau gorengan, garam meja.

4. CUBA DULU TERAPI KAMI UNTUK 2 sampai 4 MINGGU

a) Untuk satu atau dua minggu pertama setelah minum herbal, Anda mungkin merasa lebih sakit, lebih capek, dll.  Ini mungkin karena krisis penyembuhan, jadi jangan berhenti minum herbal itu.

b) Setelah itu Anda mungkin merasa jauh lebih baik.

c) Jika kondisi Anda tidak membaik setelah 4 minggu, maka jangan mengikuti terapi kami lagi. Carilah orang lain untuk membantu Anda. Jika Anda merasa lebih baik, maka lanjutkan terapi ini.

Mama Saya Sanggup Ikuti Terapi Dr. Chris

Selamat Malam & Salam Sehat Dr.Chris,

Disini saya pertama mengucapkan ribuan terima kasih kepada Dr.Chris yang telah membalas email saya.

Kami sekeluarga setelah runding mau ikuti semuahal yg Dr.Chris sarankan sesuai email yg dikirim. Dan mama saya juga sudah siap mengikutinya sesuai langkah- langkah yg di email Dr.Chris. 

Jadi kira-kira kapan mama saya bisa mengikuti terapi ini? Sekarang kondisi mama saya lagi kwatir kelenjar baru yang nimbul. Jadi pingin cepat menjalani terapi dari Dr.Chris.

Best Regards. GBU All.

Komentar

Setelah pasien diberitahu bahwa mereka menderita kanker, satu-satunya metode ilmiah dan terbukti untuk “menyembuhkan” atau “melawan” kanker adalah dengan menjalani operasi, kemoterapi dan/atau radioterapi. Akhir-akhir ini pasien disarankan menjalani terapi target, imunoterapi, dll.

Dalam studi kasus ini, wanita berusia 71 tahun ini mempercayai dokternya. Jadi dia pergi ke dokter terbaik di rumah sakit terbaik di Singapura. Dia menerima sekitar 24 siklus kemoterapi menggunakan obat yang terbukti secara ilmiah. Perawatannya gagal. Kanker itu tidak hilang. Lebih banyak tumor tumbuh.

Apa katamu sekarang?

Beberapa orang akan berkata:

Wah, jangan bias, ini adalah kegagalan yang luar biasa atau jarang terjadi. Ada banyak orang lain yang sembuh dengan pengobatan seperti itu. Dia hanya kurang beruntung.

Tidak perlu bagi saya untuk berdebat jika Anda telah mendarah daging dengan persepsi ini. Bagaimanapun, dalam hal ini – kegagalan adalah kegagalan. Dan studi kasus ini adalah kisah nyata, yang ditulis oleh putri pasien. Tidak ada alasan baginya untuk berbohong dengan menceritakan kisah ini

Dari cerita tersebut kita dapat belajar tiga hal:

1. Kemoterapi tidak menyembuhkan pasien.

2. Perawatan membuat hidup pasien lebih menderita – menderita efek samping dari kemoterapi itu.

3. Perawatan yang terbukti dan ilmiah ini menghabiskan banyak uang (tetapi tidak berhasil). Keluarga itu harus menjual rumahnya  untuk membayar tagihan medis.

Apakah kesimpulan ini benar? Kamu putuskan.

Izinkan saya akhiri dengan menyajikan kepada Anda beberapa kutipan untuk direnungkan.

Tidak semua obat kemo efektif!

Perusahaan obat menjatuhkan bom.

Obat untuk kanker hanya efektif pada 25% pasien    ~ Allen Rose, wakil presiden Glaxo-SmithKline.

Glaxo-SmithKline adalah salah satu perusahaan biofarma dunia. Ajukan pertanyaan ini: Apa yang membuat wakil presiden Glaxo-SmithKline membuat pernyataan yang merusak seperti itu?

Kontribusi keseluruhan kemoterapi sitotoksik untuk kelangsungan hidup 5 tahun pada orang dewasa diperkirakan 2,3% di Australia  dan 2,1% di Amerika Serikat.

Manfaat kemoterapi telah dijual berlebihan

Dr Azra Raza adalah seorang ahli onkologi di Universitas Kolombia, AS. Suaminya juga seorang ahli onkologi. Dia meninggal setelah menerima perawatan untuk limfomanya. Dalam bukunya Dr. Azra Raza menulis:

  • Kanker adalah apa yang telah saya rawat selama dua dekade, namun sampai saya berbagi tempat tidur dengan seorang pasien kanker, saya tidak tahu betapa menyakitkannya penyakit itu.
  • Pembedahan, kemoterapi dan radiasi — pendekatan tebas-meracun-bakar untuk mengobati kanker — tetap tidak berubah. Ini memalukan.
  • Menggunakan kemoterapi, terapi immunoterapi, dan transplantasi sel induk untuk menyembuhkan kanker — seperti memukul anjing dengan tongkat baseball untuk menyingkirkan kutunya.
  • Tidak ada yang menang dalam perang melawan kanker. Ini sebagian besar hype, retorika yang sama dari suara-suara penting yang sama selama setengah abad terakhir.

Seberapa ilmiahkah kemoterapi? Bagaimana dengan efek sampingnya?

Dr. Warner adalah seorang ahli onkologi yang luar biasa. Baca apa yang dia tulis:

Kita memiliki industri multi-miliar dolar yang membunuh orang, kanan dan kiri, hanya untuk keuntungan finansial.

Ide penelitian adalah untuk melihat apakah dua dosis racun ini lebih baik daripada tiga dosis racun itu.

  • Menurut Big Pharma dan industri kanker, kematian akibat kemoterapi dapat diterima selama protokol standar dipatuhi (halaman 91).
  • Setiap ahli onkologi sesungguhnya menembak dalam gelap  (halaman 108).
  • Harapan utama ahli onkologi adalah kemoterapi akan membunuh kanker sebelum rawatan itu membunuh pasien (halaman 117).

Baca apa yang ditulis oleh Dr. Cynthia Foster, seorang dokter medis dalam bukunya:

  • Ada banyak statistik yang menunjukkan bahwa orang meninggal lebih cepat jika mereka mengikuti saran dokter dan menjalani semua perawatan kanker daripada jika mereka tidak melakukan apa-apa.
  • Tidak melakukan apa-apa berarti tidak membuat diri mereka bangkrut dengan perawatan yang mahal, tidak mengalami kesalahan medis dan komplikasi yang mengerikan … tidak menderita toksisitas dan interaksi obat yang berbahaya.

Biaya perawatan medis untuk kanker

Khawatir dengan tagihan rumah sakit?

Orang pepatah tua di Singapura: Anda bisa mati tetapi tidak boleh jatuh sakit karena ini akan membutuhkan biaya yang besar untuk sembuh

Mahalnya jatuh sakit di Malaysia

Mereka yang menderita kanker, berusia 40 hingga 50 tahun

Untuk wanita biayanya: RM85.000 hingga RM 224.082

Untuk pria: RM 73.569 hingga RM 346.000

Izinkan saya mengakhiri artikel ini dengan kutipan ini:

Tapi jauhi ahli onkologi yang terlalu ambisius, dan berhenti membuang miliaran untuk mencoba menyembuhkan kanker, yang berpotensi membuat kita mati dengan kematian yang jauh lebih mengerikan.

Dr. Richard Smith adalah editor British Medical Journal hingga 2004.

Kanker Usus Besar: Pembedahan dan kemoterapi tidak menyembuhkan mereka – berakhir pada kondisi yang lebih mengerikan.

Suatu pagi di bulan November 2019.

Dua orang dari Indonesia datang mencari bantuan kami. Salah satunya dari Medan dan yang lain dari Jakarta. Keduanya menderita kanker usus besar. Mereka menjalani operasi diikuti dengan kemoterapi. Perawatan tidak menyembuhkan mereka. Mari kita periksa setiap kasus secara terperinci. Saya berharap kita dapat belajar sesuatu dari pengalaman mereka.

Kasus 1: SPW berusia 53 tahun. Dia dari Jakarta. Sekitar delapan bulan lalu, kotorannya berdarah semasa membuang air besar. Kolonoskopi menunjukkan tumor di usus besarnya.

Seto 1.jpg

CT scan yang dilakukan pada 20 Maret 2019 menunjukkan ada juga batu empedu, selain tumor di usus besar. SPW menjalani operasi untuk mengangkat massa di usus besar dan batu kandung empedu.

Laporan patologi mengonfirmasi kanker, adenokarsinoma, pT3NxMx.

Setelah operasi, SPW pulang ke rumah tanpa perawatan lebih lanjut.

Sekitar dua bulan kemudian (Juni 2019), pemindaian PET dilakukan. Hasilnya menunjukkan kanker telah kambuh di lokasi operasi sebelumnya. TIDAK ada penyebaran ke hati, paru-paru, kelenjar getah bening atau tulang.

14 June 2019 composite.JPG

SPW menjalani 6 siklus kemoterapi, di rumah sakit swasta di Jakarta. Kemo diberikan setiap dua minggu. Regimen yang digunakan adalah FOLFOX-4, terdiri dari Eloxatin (atau oxaliplatin) + 5-FU + Leucovorin (asid folinik).

Sekitar lima bulan kemudian, pada November 2019, PET lain dilakukan. Hasilnya mengecewakan.

Nov 2019 composite.JPG

1. Dokter mencurigai kanker telah menyebar ke hati.

2. Aktivitas metabolisme massa di usus besar yang awalnya sudahpun kurang intens tetapi kanker itu tidak hilang.

3. PET scan menunjukkan kelenjar getah bening reaktif.

Ahli onkologi meminta SPW untuk menjalani lebih banyak kemoterapi tetapi dia menolak perawatan lebih lanjut. Mengapa? SPW mengatakan dia menderita efek samping yang parah selama menjalani kemoterapi.

•  Dia kehilangan 15 kg berat badan dalam beberapa bulan semasa perawatan.

•  Dia mengalami depresi.

•  Dia lemas.

•  Dia kehilangan nafsu makan.

•  Dia tidak bisa tidur di malam hari, dan harus minum obat tidur.

•  Jari-jarinya kebas.

•  Dia mengalami kesulitan berjalan.

Kondisi saat ini: Dia harus buang air kecil empat kali setiap malam.

Kasus 2: Wongso berusia 67 tahun dari Medan. Pada bulan Maret 2018 kotorannya berdarah semasa membuang air besar. Kolonoskopi dilakukan di rumah sakit di Medan. Ada massa di usus besarnya.

Wongso.jpg

 Wongso  menjalani operasi untuk mengangkat tumor di usus besarnya pada April 2018. Laporan patologi mengkonfirmasi kanker – adenokarsinoma, pT4N1Mx.

Salah satu dari dua kelenjar getah bening dipengaruhi kanker. CT scan pada 9 Mei 2018, menunjukkan kanker telah menyebar ke hatinya.

Wongso menjalani kemoterapi di rumah sakit kanker pemerintah di Jakarta. Dia menerima 6 siklus kemoterapi. Regimen yang digunakan adalah FOLFOX-4, yang terdiri dari oksaliplatin, asid folinik dan 5-FU.

CT scan pada 5 September 2018 menunjukkan bahwa tumor di hatinya telah menyusut dari 2,49 cm menjadi 2,06 cm. Tapi itu tidak hilang.

Wongso diresepkan obat oral – Xeloda. Dia minum pil selama dua minggu diikuti dengan istirahat seminggu. Ini merupakan suatu siklus. Wongso mengambil total 12 siklus Xeloda. CEA-nya awalnya di 2,6 tetapi ini meningkat menjadi 79,8 pada November 2019.

CT scan pada 29 Oktober 2019 menunjukkan:

•  Asites ringan di sekitar hati.

•  Kista multipel di kedua lobus hati.

•  Kompresi fraktur pada vertebra L4.

Wongso composite.JPG

Walaupun perawatan medis nampaknya gagal, ahli onkologi masih bersikeras bahwa Wongso terus mengambil Xeloda.

Wongso masih menggunakan Xeloda ketika dia datang untuk mencari bantuan kami.

Keluhannya adalah: sakit perut, mungkin karena “angin”. BABnya 3 sampai 4 kali sehari. Dia harus buang air kecil 3 hingga 4 kali setiap malam.

Komentar

Resep pengobatan standar untuk kanker usus besar adalah: pembedahan, kemoterapi dan obat oral seperti Xeloda. Kadang-kadang pasien juga diminta untuk menjalani radioterapi sebelum operasi. Ini adalah untuk kasus di mana tumornya terlalu besar.

Jika Anda menderita kanker, Anda harus menjalani perawatan ini di mana pun Anda berada – di rumah sakit paling terkenal dan termahal atau di rumah sakit kanker biasa. Ya, Anda harus menjalani metode pengobatan yang dikatakan “sudah terbukti” ini.

Tetapi, pertanyaan yang perlu Anda tanyakan adalah: Apakah metode perawatan yang terbukti dan ilmiah ini cocok untuk Anda? Saya tidak bisa menjawab pertanyaan itu!

Tetapi jika Anda datang untuk bantuan kami setelah didiagnosis dengan kanker usus besar, satu-satunya saran saya adalah Anda harus menjalani  operasi untuk mengangkat tumor itu, yaitu jika kanker belum menyebar secara luas di tempat lain. Jika ada metastasis luas, nilai operasi dipertanyakan. Jadi, sejauh itu saja yang akan saya lakukan.

Bahkan, setelah saya bertemu dengan dua pasien di atas, pada hari berikutnya, ada satu lagi orang dari Indonesia yang juga menderita kanker usus besar. Dia belum menjalani perawatan apa pun. Saran saya kepadanya adalah: Pergi dan angkat tumornya. Pergi ke dokter bedah X ini di Rumah Sakit Y di Kuala Lumpur. Dia adalah dokter yang baik. Saya pikir dia akan dapat membantu Anda.

Melihat ke belakang selama lebih dari dua puluh lebih tahun terakhir dalam usaha membantu pasien kanker usus besar, saya dapat mengingat banyak pengalaman yang amat menyedihkan. Pada tahun-tahun awal, saya memiliki beberapa pasien yang menjalani kemoterapi dengan 5-FU setelah operasi. Pada saat itu satu-satunya obat yang dianggap efektif adalah 5-FU. Satu pasien pergi ke Sydney (Australia) untuk mendapat  perawatan 5-FUnya. Dia meninggal saat menjalani perawatan. Lalu ada kontraktor bangunan ini. Dia juga menderita kanker usus besar dan menjalani kemoterapi setelah operasi. Perawatan gagal. Sebelum dia meninggal, dia memberi tahu putrinya untuk tidak melupakan CA Care dan dia pesan putrinya untuk harus berusaha membantu CA Care kapan pun kita perlu melakukan pekerjaan renovasi. Selama bertahun-tahun, saya kehilangan banyak teman baik.

Sekarang, rejimen kemo untuk kanker usus besar telah “diperbarui.” Dalam kasus SPW dan Wongso, ahli onkologi merawat kanker usus besar mereka dengan menggunakan rejimen FOLFOX-4, yang terdiri dari kombinasi fluorouracil (5-FU), leucovorin, dan oxaliplatin.

Bahkan, selain FOLFOX, ada variasi lain seperti:

•  FOLFIRI – terdiri dari asid folinik, 5-FU dan irinotecan.

•  CAPOX – terdiri dari capecitabine atau Xeloda dan oxaliplatin.

•  XELOX – terdiri dari Xeloda (nama dagang) dan oxaliplatin.

Jika Anda mempelajari di atas dengan hati-hati, ini hanyalah kombinasi yang berbeda dari lima obat yang sama berikut:

•  5-FU.

•  Asid folinik atau Leucovorin.

•  Oxaliplatin.

•  Irinotecan.

•  Capecitabine atau Xeloda.

Satu persoalan penting yang harus pasien tanya adalah: Dapatkah kemoterapi menyembuhkan kanker usus besar? Atau Bagaimana tingkat keberhasilan kemoterapi untuk kanker usus besar. Saya mencoba mencari jawaban dari internet dan inilah yang saya dapatkan.

•  Kemoterapi digunakan setelah operasi pada banyak kanker usus besar yang merupakan stadium 2, 3, dan 4. Telah terbukti kemo bisa meningkatkan tingkat kelangsungan hidup. Ini bukan untuk kasus kanker stadium I, dan karena itu kemoterapi jarang digunakan dalam keadaan ini (kanker stadium 1). Sebagian besar kanker stadium I disembuhkan dengan operasi saja.

•  Meskipun uji klinis telah menunjukkan bahwa kemoterapi meningkatkan ketahanan hidup untuk kanker usus besar stadium-3, manfaatnya tetap kontroversial untuk kanker stadium-2. Pasien kanker usus besar stadium-2 menerima kemoterapi tambahan meskipun manfaatnya tidak pasti.

•  Pembedahan adalah modalitas kuratif primer pada 70-80% pasien kanker usus besar yang datang dengan penyakit non-metastasis (yang belum menyebar). Namun, rekurensi (kambuhan) sering terjadi dan terlihat pada hampir 30% kasus stadium 3 setelah 5 tahun.

•  Hampir seperempat dari semua kasus kanker usus besar adalah stadium 3 saat didiagnosis.

•  Kemoterapi tidak menyembuhkan kanker kolorektal metastatik (yang sudah menyebar), tetapi dapat memperbaiki gejala dan memperpanjang hidup.

•  Setelah didiagnosis, 20% pasien kanker kolorektal yang baru didiagnosis adalah sudah metastasis (ia itu sudah stadium 4) yang tidak bisa disembuh dengan kemoterapi pada saat ini.

•  Kelangsungan hidup relatif lima tahun keseluruhan dari pasien kanker kolorektal di AS adalah 64% dan di Inggris (England) 50,7%.

•  Di bawah ini adalah tingkat kelangsungan hidup di Inggris, berdasarkan pada tahap penyakit saat didiagnosis.

Stadium kanker semasa diagnosaPeratusan hidup selama 5 tahun
  Dukes A / Stadium 1  93,2
Dukes B / Stadium 277,0
Dukes C / Stadium 347,7
Dukes D / Stadium 46,6

•  Data di atas diperoleh dengan pasien di AS dan Inggris. Kita perlu mencatat bahwa tingkat kelangsungan hidup BUKAN berarti penyembuhan. Sayangnya banyak pasien diberitahu bahwa jika mereka dapat hidup lima tahun dan lebih, mereka dianggap “SEMBUH”. Sayangnya ini adalah saran yang salah.

•  Perhatikan juga bahwa hasil di atas tidak berlaku untuk Anda. Anda dapat merespons secara berbeda dari orang-orang ini. Hasil di atas harus diperlakukan hanya sebagai indikator dari apa yang dapat terjadi pada Anda.

•  Singkatnya, jika Anda didiagnosis menderita kanker stadium lanjut atau stadium 4, peluang Anda untuk bertahan hidup mungkin 10% hingga 15%, apa pun yang Anda lakukan. Di sisi lain, jika Anda memiliki kanker stadium 1, Anda tidak perlu menjalani kemoterapi sama sekali setelah operasi. Bahkan untuk kanker stadium 2, manfaat kemoterapi adalah amat diragukan.

•  Secara keseluruhan, data itu memberi tahu bahwa untuk kanker usus besar, Anda memiliki peluang 50:50 dengan kemoterapi jika kanker Anda adalah pada stadium 3.

Kebanyakan pasien percaya bahwa pembedahan dan kemoterapi dapat menyembuhkan kanker mereka. Sayangnya hal ini sering tidak terjadi. Dalam kasus SPW dan Wongso, apakah mereka pernah dibertahu dengan sebenarnya tentang peluang mereka? Sayangnya, mereka harus belajar dengan cara yang sulit.

Kanker Pankreas: Bisakah Kemo Menyembuhkan Anda? atau Dapatkah Perawatan Itu Membunuh atau Membuat Anda Bangkrut?

SH adalah warga negara Singapura berusia 62 tahun. Bertahun-tahun yang lalu, ayahnya menderita kanker paru-paru. Dia menjalani perawatan medis dan menurut istri SH, “hasilnya sangat cepat, dalam setahun dia meninggal. Dia menjalani kemoterapi.”

Maju cepat ke awal 2018. SH mengalami kesulitan BAB (buang air besar) yang menyebabkan rasa sakit di perut dan kehilangan nafsu makan. Masalahnya bertahan selama enam bulan.

Suatu waktu di bulan Juni 2018, SH pergi ke rumah sakit pemerintah dan melakukan kolonoskopi. Didapati beberapa polip. USG menunjukkan “gelembung udara” di usus. Tidak ada yang dilakukan dan SH diminta pulang. Tidak puas hati, SH pergi ke rumah sakit swasta “terkenal” (di Singapura). CT scan dilakukan, diikuti dengan biopsi.

SH diberitahu bahwa dia menderita kanker pankreas, Stadium 3. Kanker itu mungkin telah menyebar ke usus kecil.

Pada 1 Juli 2018, SH mengirimi saya email berikut:

Dr. Chris,

Saya SH dari Singapura. Saya ingin menanyakan bagaimana saya bisa datang berkonsultasi dengan Anda di Penang?

 Saya telah melakukan CT scan dan ditemukan memiliki “perut / panggul: massa di leher pankreas, melanggar vena portal yang menyebabkan obstruksi portal dengan pembentukan kavermosum. Juga berbatasan dengan arteri hepatik dan SMA ”. 

Bolehkah saya tahu cara membuat janji bertemu dengan Anda? Saya menantikan balasan Anda.

Balasan saya: Pergi dan temui dokter dulu dan cari tahu apa yang bisa mereka lakukan untuk Anda.

Dr. CHRIS yang terhormat,

Terima kasih atas saran Anda. Saya akan berdiskusi dengan dokter saya terlebih dahulu. Saya memahami bahwa ia akan sarankan kemo diikuti dengan operasi. Saya akan kembali kepada Anda setelah saya menjalani perawatan dan menilai kondisi kesehatan saya.

Dari 11 Juli 2018 hingga 9 Juli 2019, SH menjalani kemoterapi. Ini dilakukan di klinik “onkologis Singapura yang amat terkenal”.

Secara total, SH menerima 11 siklus kemoterapi menggunakan obat Gemcitabine + Abraxane. Ini adalah resep standar yang digunakan untuk mengobati kanker pankreas stadium lanjut.

Perawatan ini dihentikan setelah 11 siklus karena menurut SH, kemoterapi itu tidak efektif. Biaya total kemoterapi ini adalah kurang lebih SGD100.000.

Pada November 2018, SH menjalani perawatan dengan HIFU – ultrasound terfokus frekuensi tinggi.

Kemudian dari akhir Juli 2019 hingga akhir Agustus 2019, SH menjalani 28 siklus radioterapi. Perawatan ini menelan biaya SGD20.000.

Pada 19 Januari 2019, saya menerima email dari SH:

Yth. Dr. Chris Teo,

Saya SH dari Singapura. Saya menghubungi Anda pada Juli 2018. Anda meminta saya untuk menemui dokter ahli kanker terlebih dahulu. Saya melakukan itu. Saya ingin mengunjungi Anda untuk mencari pengobatan herbal alternatif. Saya telah menyelesaikan 13 siklus kemo untuk pengobatan kanker pankreas saya. Mohon saran bagaimana membuat janji bertemu dengan Anda?

Pada 4 November 2019, SH kembali menulis:

Chris Teo yang terhormat,

Bisakah saya datang menemui Anda di bulan November (tanggal untuk dikonfirmasikan)? Perawatan kemo saya tidak efektif untuk saya. Saya tidak akan menganggap Anda bertanggung jawab. Saya nekat mencari pengobatan alternatif. Bisakah Anda setuju untuk menemui saya? Terima kasih.

Ketika SH datang untuk meminta bantuan kami pada November 2019, dia mengatakan bahawa dia telah belajar dari pengalaman pahit ayahnya tentang kemoterapi. Sejak awal dia tidak senang menjalani kemoterapi tetapi dia tidak punya pilihan. Pada akhirnya, dia memutuskan untuk menghentikan kemoterapi karena efek samping yang parah.

Apakah perawatan kemo dan radiasi ini menyembuhkan kankernya?

Lihatlah nilai-nilai CA19.9 selama perawatannya:

Faktanya SH diberitahu bahwa jika dia ingin melanjutkan kemoterapi, obat yang digunakan akan diubah menjadi: 5-FU + irinotecan atau 5-FU + irinotecan + oxaliplatin.

Atau, SH dapat memilih terapi bertarget menggunakan Olaprarib.

Jika Anda membaca dari internet, Olaprarib adalah obat yang digunakan untuk mengobati kanker ovarium dan payudara !!!!!!!

Berapa biaya Olaparib? Di AS, biaya olaparib diperkirakan mencapai USD3.000 per bulan!

Hasil tes darah SH pada 5 November 2019 adalah sebagai berikut:

RBC 3.14  rendah
HGB 9.3   rendah
Platelet 86     rendah
eGFR Lebih dari 60  tinggi
Alk phos 55
AST 32
ALT 24
GGT 50

Berikut adalah hasil pemindaian PET yang dilakukan pada 1 Oktober 2019 (baris atas) dibandingkan dengan yang dilakukan pada 15 Juli 2019 (baris bawah). Jelas bahwa kanker tidak hilang meskipun perawatan yang diberikan.

Pancreas SH singapore.jpg
Pancreas SH singapore2.jpg


Komentar saya

Saya bertanya pada SH (dan istrinya). Sebelum Anda menjalani kemoterapi, apakah Anda pernah bertanya kepada ahli onkologi apakah perawatan itu akan menyembuhkan Anda? Ya, SH menanyakan soalan itu. Dan jawabannya adalah, “Kemo tidak bisa menyembuhkan.Perawatan itu hanya untuk memperpanjangkan hidup atau meningkatkan kualitas hidup.”

Apakah itu yang diinginkan pasien — tidak bisa sembuh total tetapi memperpanjang umur? Ajukan pertanyaan ini – memperpanjang umur untuk berapa lama? Apa pula dari segi hal penderitaan karena efek samping atau  biaya / uang?

Pikir sendiri – bagaimanakah kemoterapi meningkatkan kualitas hidup? Jangan bercanda! SH berkata, “membelanjakan uang tidak apa-apa” tetapi penderitaan yang tidak bisa dia tahan.


Pada akhirnya, tanyakan pada diri sendiri, Apakah itu sepadan? Saya tidak bisa menjawab pertanyaan itu – hanya pasien yang menderita konsekuensinya yang akan tahu lebih baik.
Saya selalu memberi tahu pasien, pahami bahwa penurunan penanda tumor (dalam kasus ini, itu adalah CA19.9) tidak ada artinya! Tetapi banyak pasien tidak ingin memahami hal ini. Bagi mereka jika penanda tumor turun, itu berarti perawatannya efektif! Jadi pasien suka menjalani tes darah atau melakukan CT scan segera setelah perawatan. Beberapa bahkan melakukan hal yang paling tak masuk akal – melakukan pemindaian PET setiap bulan!

Mari kita lihat kasus SH.

1. Pada 5 Juli 2018 sebelum kemoterapi, CA19.9-nya adalah 5.248. Itu tinggi! Oke, setelah suntikan kemoterapi, CA19.9-nya turun menjadi 1.658. Hore, kemo berhasil! Itulah yang dipikirkan SH dan itu juga yang dipikirkan oleh onkologisnya dan dia ingin agar SH percaya – kemo itu sangat efektif!

Jadi lakukan kemo lebih banyak kali lagi – lebih baik, bukan?

2. Pada 28 Februari 2019, CA19.9 SH turun ke tahap yang terendah sekali, ia itu 206. Prestasi luar biasa!

Tetapi apakah itu benar-benar luar biasa? Jangan tertipu. Jika Anda memiliki pengalaman yang cukup atau jika Anda cukup jeli, ketahuilah bahwa penurunan penanda tumor ini mungkin tidak bertahan lama. Ini bisa merupakan bantuan sementara saja – membuat pasien bersemangat dan menghabiskan uang mereka tetapi itu mungkin tidak bertahan lama. Saya telah melihat ini terjadi dalam cukup banyak kasus.

3. Lihat, CA19.9 terendah adalah 206 pada Februari 2019. Setelah itu CA19.9nya mulai meningkat. Pada bulan Juli CA19.9 meningkat menjadi 500 hingga 600. Itu hanya dalam waktu lima bulan.

Pada titik inilah dokter memberi tahu SH bahwa ramuan Gemcitabine + Abraxane tidak efektif lagi!
SH perlu diberi ramuan “ajaib” lain – dengan mengguna Oxaliplatin + 5-FU (atau + irinotecan).

4. Pada bulan Oktober dan November 2019, bahkan dengan “obat racun” baru, CA19.9 SH meningkat sehingga menjadi 4.329. Ingat sebelum SH dimulai menjalani kemo pada Juli 2018, CA19.9-nya berada pada 5.2438. Setelah menghabiskan lebih dari SGD120.000 untuk perawatan, ia kembali ke titik awal – itu hanya 15 bulan kemudian.

5. SH menderita efek samping yang parah. Tetapi ahli onkologi belum mau menyerah. Jika SH sudah mengembangkan fobia untuk jarum, ia bisa menjalani “perawatan nama canggih yang disebut Terapi Targeted”, dengan menggunakan obat oral yang disebut Olaprarib. Ini adalah pertama kalinya saya tahu tentang obat ini. Jadi saya mencari tahu lebih banyak tentang ini dari internet. Saya menbaca obat ini mahal – USD3.000 per bulan di AS?!? Saya tidak tahu berapa biaya ini di Singapura atau Malaysia.

Tetapi yang paling membingungkan tentang obat ini adalah bahwa Olaprarib ini adalah untuk mengobati kanker ovarium atau payudara !!!! Apakah kita telah lupa bahwa SH menderita kanker pankreas? Karena itu, apakah obat baru itu bagus untuk SH?

Mari kita kembali ke judul tulisan ini — Bisakah kemo menyembuhkan Anda? Bisakah perawatan membunuh Anda? Atau bisakah perawatan itu membuat Anda bangkrut? Saya tidak ada jawaban untuk pertanyaan itu. Anda sebagai pasien, harus tahu dan bisa menjawab pertanyaan itu!

Kanker Menyebar Setelah Delapan Kemo

 

  1. Setelah dioperasi, di sarankan kemo.
  2. Berapa kali kemo? Tidak ada batasan!
  3. Biaya satu kemo RM 2.600.
  4. Kemo 1 –hingga 6 tidak ada masalah.
  5. Kemo 7 merasa tidak bagus.
  6. Kemo 8 teruk, menderita 3 minggu. Detak jantung tidak normal. Nilai tes fungsi hati  melambung tinggi. Dan amat menderitakan adalah kanker menyebar ke pancreas, limpa dan kelenjar getah bening.
  7. Dokter sarankan kemo lagi dengan tambahan obat baru yang keras. Tambah lagi biaya RM 1.000.
  8. Kalau mejalani kemo 9, harus kembali ke Medan terus selepas dikemo. Dapatkan rawatan efek sampingan  di hospital di Medan.
  9. Apakah kemo bisa sembuh? Dokter bilang kemo dijalani supaya kanker diam dan tidak menyebar. Itu tujuan utama kemo. Tapi setelah delapan kali kemo, kanser menyebar! Apa kata dokter?
  10. Harus kamu tahu bahawa kemo tidak akan memyembuh kanker. Sebaliknya pula kemo  yang menyebarkan kanker. Inilah hasil penyelidikan sekarang yang kamu boleh baca.

 

Kanker Lambung: Konsultasi degan Ahli Onkologi

  1. Onkologi bilang kanker ganas, stadium 3, tapi ahli bedah bilang stadium 4.
  2. Di anjurkan kemoterapi.
  3. Dok., chemo bisa hilang 80 persen kankernya? Jawabnya: No, no. Hanya mengurangi kanker saja. Oleh itu saya menolak kemoterapi.
  4. Biaya: RM 100 untuk berkonsultasi  selama 15 minit.