Jika saya tidak bisa makan apa yang saya suka, hidup tidak ada erti!

Hampir setiap hari saya menerima email dari pasien yang meminta bantuan. Ini salah satu contohnya. Saya menerima email ini ketika saya menulis artikel ini.

Kepada: Dokter Chris K.H. Teo

Halo, saya AJ. Saya mendapat email dokter dari teman saya. Teman saya mengatakan dokter dapat menyembuhkan kanker paru-paru. Ibu saya berumur 76 tahun. Pemeriksaan di Indonesia menyebutkan ada tumor di paru-paru. Setiap malam batuk. JBolehkah kami segera pergi ke Penang untuk Anda membantu merawat ibu saya. Terima kasih atas perhatian Anda.

Setelah lebih dari dua dekade membantu pasien, saya menyadari bahwa tidak ada seorang pun di dunia yang dapat menyembuhkan apa pun kanker! Membantu – ya, tetapi tidak bisa menyembuhkan, yaitu membuat kanker hilang secara total dan permanen.

Kenyataan lain yang saya pelajari adalah bahwa sebagian besar jika tidak semua, pasien yang pergi ke dokter atau tabib alternatif, berharap menemukan obat untuk mehilangkan kankernya. Dan di sepanjang jalan, jutan atau miliaran rupiah dihabiskan. Sedih.

Ketika saya merenungkan apa yang sedang terjadi, saya curiga bahawa ini berlaku karena tidak ada yang mau tahu yang sebenarnya, dan tidak ada yang mau memberi kenyataan yang sebenarnya. Ini karena kebenaran tidak enak didengar atau diketahui.

Saya telah belajar sejak dini bahwa kanker adalah tentang “penyembuhan sikap manusia” – kanker itu mungkin hanya gejala yang menyertainya. Saya sering memberi tahu pasien, saya mungkin dapat membantu masalah kanker Anda tetapi saya tidak dapat membantu Anda menjadi manusia yang “lebih sehat” – tidak bisa menukar sikap Anda, gaya hidup Anda, dll. Tidak, saya tidak dapat mengubah Anda kecuali Anda memutuskan untuk mengubah diri sendiri.

Sayangnya, dari interaksi saya dengan pasien, statistik saya menunjukkan bahwa hanya 30 persen pasien saja yang rela berubah sisanya 70 persen tidak bisa dan tidak mau. Karena itu semasa menemu dengan pasien, saya belajar untuk tidak marah lagi. Saya memberi Anda saran jujur ​​saya. Lalu saya meminta Anda pulang dan memikirkannya. Jika Anda membutuhkan bantuan saya, datang kembali. Tetapi jika Anda tidak dapat menerima apa yang saya katakan atau tidak mau berubah, tolong jangan datang lagi.

Dalam posting saya sebelumnya, saya menulis tentang seorang pasien menderita kanker usus-hati  dari Indonesia. Dia telah menjalani operasi dan kemoterapi. Perawatannya gratis karena ia ditanggung oleh asuransi kesehatan sosial. Perawatan itu gagal menyembuhkannya. Kemo membuatnya benar-benar menderita. Setelah dia disuruh melanjutkan lagi rawatan kemo, dia menolak perawatan itu dan datang mencari bantuan kami.

Seperti biasa, saya memberitahunya bahawa kanker tidak bisa disembuhkan tetapi mungkin herbal bisa membantunya.  Tetapi yang penting sekali, pasien harus mengubah dietnya; dan saya bertanya kepadanya apakah dia bisa mentolerir rasa pahit dan bau yang mengerikan dari teh herbal.

Jawabannya, Tidak masalah. Saya belum bisa mati. Kedua anak saya masih kecil. Itu adalah respon normal yang sering saya dapatkan dari pasien. Setelah minum herbal selama sebulan, kesehatannya membaik. Nah, pertempuran pertama telahpun kami benang! Tetapi “perang besar” baru saja akan dimulai.

Dengarkan apa yang dikatakan istrinya kepada saya.

Chris: Dia sudah mengkonsumsi herbal selama sebulan. Apakah dia lebih baik sekarang daripada sebelumnya?

Istri: Lebih baik

(Kebas tangan dan kakinya berkurang 60 hingga 70 persen, tidurnya lebih baik, memiliki lebih banyak tenaga, dan angin di perut hilang).

C: Yang paling penting sekarang adalah menjaga dietnya dengan baik. Dia tidak bisa makan apa yang dia suka. Ini adalah pengingat saya yang paling penting. Saya tahu banyak pasien, setelah mereka lebih baik, mereka tidak akan mengurus diet mereka lagi. Mereka makan apa saja mereka sukai.

W: Ya, sekarang stres bukan tentang kankernya. Ini tentang dietnya. Dia mengeluh – tidak bisa makan ini, tidak bisa makan itu. Jadi apa gunanya aku hidup?

C: Sulit – saya tahu sebagian besar pasien berperilaku seperti itu! Jika saya tidak bisa makan, untuk apa saya hidup? Ada seorang wanita yang mengatakan kepada saya. Jika saya tidak bisa makan laksa, hidup tidak ada artinya. Tanggapan saya adalah, Tidak ada gunanya makan satu mangkuk laksa dan mati. Silakan makan satu muatan truk laksa dan mati. Itu sangat berharga. Dan baik lagi kalau bisa mati lebih cepat – tidak perlu menderita. Sayangnya wanita itu tidak mati secepat itu. Butuh lebih dari dua tahun (penderitaan) sebelum dia meninggal. Jadi saya mengerti sikap manusia seperti itu. Tidak ada yang bisa saya lakukan. Saya tahu sulit untuk “mengubah orang”.

Ada satu kisah tentang suatu wanita dari Batam. Dia menderita kanker payudara yang telah menyebar ke otaknya. Setelah semua perawatan gagal, suaminya datang untuk meminta bantuan kami. Setelah minum herbal kami dia bisa bergerak dan berjalan (sesuatu yang tidak bisa dia lakukan sebelumnya). Setelah merasa “baik” saja, dia ingin makan makanan yang saya katakan tidak bisa dimakan. Dia marah dan lalu mogok – tak mau makan apapun. Kemudian dia harus dirawat di rumah sakit.

Saya mengatakan kepada suaminya JANGAN lagi datang kepada saya. Ini adalah jenis perilaku manusia yang tidak bisa saya bantu.

W: Tepatnya, suami saya tiidak senang ketika saya mencoba mengendalikan dietnya. Dia berkata, Apa gunanya hidup?

C: Apakah Anda bertanya kepadanya, Apakah kamu ingin mati? Saya tahu banyak pasien yang meninggal setelah mereka mulai kembali ke “diet buruk” mereka. Untuk saat ini, saya senang dia ada di rumah dan Anda bisa mengawasi dietnya dan tidak benar dia makan apa yang tidak baik untuknya. Tapi tunggu saja. Ketika dia menjadi lebih lebih baik, dia akan pergi keluar dengan teman-temannya dan kamu tidak lagi bisa mengawalnya lagi! Tolong ingat ini, jangan pernah berpikir bahwa hanya karena dia menjadi lebih baik, kankernya sudahpun hilang. Kanker akan muncul kembali saat Anda memulai dengan diet “buruk” Anda.

Jadi sekarang masalahnya – dia baik-baik saja? Tidak masalah? Dan dia lebih baik? Jadi masalah utamanya sekarang adalah dietnya?

W: Ya. kami selalu bertengkar tentang ini. Saya bilang dia tidak bisa makan daging ayam. Dia kata, tidak apa-apa, seminggu sekali saja – tidak apa-apa.

C: Memang sulit. Hari ini dia makan sedikit saja – tidak ada masalah! Besok, dia akan meminta lebih lagi. Hari ini dia berkata, tidak apa-apa untuk mengambil seminggu sekali. Lalu dia akan mengatakan dua atau tiga kali seminggu pun bisa. Inilah caranya. Apa bisa kita buat? Biarkan jaga!

W: Ketika saya pulang, saya akan menyampaikan pesan Anda kepadanya lagi.

C: Oke, mari kita lihat apa yang terjadi setelah ini. Tidak ada lagi yang bisa saya lakukan untuk membantunya. Anda sudah tahu bahwa herbal memang membantunya. Setelah ini, terserah kepada dia saja untuk memutuskan apakah dia ingin membantu dirinya sendiri dan sembuh atau tidak.

Komentar

Saya sadar bahwa topik yang paling tidak populer tentang penyembuhan kanker adalah kebutuhan untuk menjaga pola makan. Anda tidak bisa makan apa yang Anda suka. Sebagian besar pasien tidak menyukai saran ini. Tetapi apa yang bisa saya lakukan? Beberapa pasien bahkan melakukan tawar-menawar dengan saya meminta mau makan ini, mau makan itu – hanya sedikit saja. Yah, saya bukan tuhan untuk memberi izin kepada siapa pun. Anda harus menjaga diri Anda sendiri. Dan Anda menanggung konsekuensi dari kebodohan Anda sendiri.

Izinkan saya berbagi satu lagi kisah. Pasien ini telahpun mengkonsumsi herbal untuk beberapa bulan dan kondisinya sangat baik. Lalu suatu hari dia datang menemui saya dengan tes darahnya yang menunjukkan ada sesuatu yang salah – banyak parameter yang benar-benar di luar jangkauan. Saya menggelengkan kepala dan berputus asa. Tepat di dalam diri saya, saya merasa gagal. Saya bertanya kepadanya – Apa yang Anda lakukan salah? Jawaban langsungnya, Tidak ada yang salah, semuanya sama! Oke, saya harus mengakui “kalah” dan mengatakan kepadanya, Anda harus kembali ke dokter dan melakukan CT scan. Saya khawatir kanker Anda sudah menyebar. Penanda telah meningkat begitu tinggi. Seminggu kemudian, suaminya datang memberi tahu kami bahwa pemindaian CT menunjukkan tidak ada yang “salah.” Kemudian dia mengakui bahwa mereka sebenarnya telah berlibur di Tiongkok. Menurut Anda, apa yang salah? Makan apa yang tak benar? Beruntung baginya, hasil darahnya kembali normal. Dia masih mengkonsumsi herbal kami.

Ketika saya pertama kali memulai CA Care, salah satu hal pertama yang saya lakukan adalah membaca banyak buku tentang nutrisi dan kanker. Saya punya satu rak buku lengkap tentang diet. Dari bacaan saya, saya mengerti perlunya menjaga pola makan jika kita ingin “menjinakkan” atau bahkan “memutarbalikkan” penyebaran kanker. Jadi semua pasien yang datang pada kami diberitahu tentang perlunya menjaga pola makan mereka. Jika mereka tidak sanggup untuk melakukan ini, maka tidak perlu mengikuti terapi kami. Tidak ada gunanya, karena itu hanya akan menjadi usaha yang sia-sia.

Biarkan saya menutup, dengan mengutip apa yang ditulis oleh seorang dokter, Michael Greger dalam bukunya How Not To Die:

•  Semuanya dimulai dengan nenek saya. Saya hanya seorang anak kecil ketika dokter mengirimnya pulang dengan kursi roda untuk mati … Saya tidak akan pernah melupakan itu.

•  Nenek saya dijatuhi hukuman mati medis pada usia 65 tahun. Dengan berkat pola makan dan gaya hidup sehat, dia dapat menikmati tigapuluh satu tahun lagi di muka bumi ini … seorang wanita yang pernah diberi tahu oleh dokter bahwa dia hanya punya waktu berminggu-minggu untuk hidup tidak mati sampai dia berusia sembilan puluh enam tahun .

•  Di sekolah kedokteran … tidak disebutkan menggunakan diet untuk mengobati penyakit kronis, apalagi membalikkannya. Saya menyadari hal ini karena kisah pribadi keluarga saya.

•  Selama pelatihan medis saya, saya ditawari makan malam steak yang tak terhitung jumlahnya dan tunjangan mewah oleh perwakilan Big Pharma, tetapi tidak sekali pun saya mendapat telepon dari Big Broccoli. Ada alasan Anda mendengar tentang obat-obatan terbaru di televisi. Anggaran perusahaan besar mendorong promosi mereka.

•  Sebagian besar kematian di Amerika Serikat dapat dicegah, dan mereka terkait dengan apa yang kita makan. Makanan kita adalah penyebab utama kematian dini dan penyebab utama kecacatan. Tentunya, diet juga harus menjadi hal nomor satu yang diajarkan di sekolah kedokteran, kan? Sayangnya, tidak.

Jika Anda ingin tahu lebih banyak tentang diet, Anda dapat mengunjungi situs web Dr. Greger: https://nutritionfacts.org/

Anda mungkin menemukan video ini menarik dan bermanfaat.

https://nutritionfacts.org/video/food-as-medicine/

Krisis Penyembuhan

Dalam posting sebelumnya, https://cancercareindonesia.com/2019/12/04/kanker-usus-besar-pembedahan-dan-kemoterapi-tidak-menyembuhkan-mereka-berakhir-pada-kondisi-yang-lebih-mengerikan/,  saya menulis tentang SPW, pasien dari Indonesia yang berusia 53 tahun. Dia menderita kanker usus besar. Dia menjalani operasi diikuti oleh kemoterapi. Dia menderita efek samping yang parah semasa menjalani kemoterapi itu.

  • Berat badannya turun 15 kg.
  • Dia mengalami depresi.
  • Dia menderita kelelahan yang parah.
  • Dia kehilangan nafsu makan.
  • Dia tidak bisa tidur di malam hari, dan harus minum obat tidur.
  • Jari-jarinya kebas.
  • Dia mengalami kesulitan berjalan.
  • Pada malam hari, ia harus bangun empat kali untuk buang air kecil.

Perawatan tidak menyembuhkannya. SPW diminta menjalani kemo lagi. Dia menolak dan datang mencari bantuan kami sebagai gantinya.

Seperti semua pasien, saya memperingatkan SPW bahwa dia harus berpikir hati-hati terlebih dahulu sebelum memutuskan untuk mengikuti terapi kami. Pertimbangkan yang berikut ini:

  • Kami tidak memiliki peluru ajaib untuk menyembuhkan kanker Anda, meskipun kami mungkin dapat membantu Anda.
  • Teh herbal kami perlu direbus. Mereka memiliki rasa pahit dan bau yang tidak enak.
  • Pasien harus menjaga pola makannya. Anda tidak bisa makan apa saja yang Anda suka.
  • Umumnya, selama dua atau tiga minggu pertama mengkonsumsi herbal, pasien akan mengalami “krisis penyembuhan”.

SPW diresepkan Kapsul A, B, C, D dan M. Selain itu ia diminta untuk mengonsumsi teh Liver 1 + PLM, GI 1 + SAP dan A-Kid-6. Dia juga diberi Gastrovit karena “angin lambungnya”.

Kira-kira seminggu setelah minum obat herbal,berikut adalah email kepada saya.

Dec 6 2019: Hallo dr Chris Teo selamat pagi.

Kami ingin memberitahu perkembangan Seto selama hampir 1 minggu meminum herbal (Mulai Jumat 29 nov)

1. Saya merasa agak lemas dan lelah (sampai hari ini masih lemas..dua hari yang lalu enak fit segar.. tapi mulai kemarin agak lemas lagi) sekarang masih bisa beraktifitas biasa dan olahraga

2. Buang air besar menjadi rutin setiap hari 1 atau 2 kali, sebelumnya tidak tentu kadang setiap hari bisa juga dua hari sekali

3. Maaf sebelumnya…Kotoran BAB menjadi berwarna hitam dan jika di curah air menjadi mudah hancur bentuknya..apakah ini karena meminum herbal

4.  Selain itu ok. Tidak merasakan apa2. Perut maagnya juga tidak kambuh selama minum obat dokter

Terima kasih dokter. Tuhan memberkati dr dan istri. Salam.

Jawab: Terus minum herbal itu — memang 2-3 minggu setelah minum herbal susah … sabar …. beritahu saya lagi setelah 1 atau 2 minggu lagi.

Dec 20, 2019: Hallo dr Chris Teo,

Untuk saat ini keadaan badannya masih sering lemas. Mengenai makanan SPW masih makan ikan. Is that ok?

Jawab: 21 December 2019: Satu perkara yang penting. Setelah minum herbal selama 2 atau 4 minggu. Apa jadi — apakah kondisi lebih parah atau lebih baik. Kalau lebih parah, jangan lagi minum herbal saya — cari orang lain untuk membantu Anda. Kalau ada kesan yang kondisi Anda membaik, maka harus terus minum herbal. Tapi jangan harap minum herbal 2-4 minggu bisa sembuh atau semua keluluhan hilang. Itu tidak benar.

26 Dis 2019: Hallo dr Chris,

Puji Tuhan kondisi saat ini lebih baik. Sudah jarang lemas. Awalan minum obat rasa lemas setiap hari. Sekarang jarang terasa. Kaki dulu semutan sekarang sudah jauh membaik. Kencing malam hari sudah berkurang. Kondisi sudah lebih baik. Terima kasih

Beberapa hari setelah email terakhir, istri SPW terbang ke Penang dan memberi tahu kami tentang kondisi suaminya.

Chris: Dia telah mengkonsumsi obat herbal selama sekitar satu bulan sekarang. Apakah dia semakin baik?

Istri: Lebih baik

C: Apakah dia menderita (krisis penyembuhan) setelah mengkonsumsi herbal selama 2 minggu pertama?

I: Ya. Sulit. Dia menjadi sangat lemah – tidak ada tenaga. Bahkan, dia mengatakan itu lebih buruk daripada saat menjalani kemoterapi.

C: Apakah dia tidak mau menyerah dan berhenti minum obat herbal? Apakah dia tidak takut setelah  menderita seperti itu? Adakah rasa sakit di mana mana?

I: Tidak sakit. Hanya lemas saja.

C: Apa yang terjadi setelah tiga minggu mengonsumsi herbal?

I: Dia merasa lebih baik. Tenaganya mulai kembali. Apakah itu proses normal yang harus dialami pasien setelah mengonsumsi obat herbal Anda? Sangat lemas seperti itu.

C: Ya, itu normal dan saya sudah memperingatkannya bahkan sebelum dia mulai minum obat herbal. Secara umum “krisis penyembuhan” ini akan berlangsung sekitar dua atau tiga minggu. Ini adalah proses pembersihan. Jadi, dia baik-baik saja sekarang?

I:  Ya, pada minggu keempat, ia hanya merasa lemas agaknya sekali dalam seminggu.

Sebelum mengkonsumsi herbal.

C: Sebelum mengkonsumsi herbal, saat menjalani kemo, bagaimana kondisinya?

I:  Dia lemas. Susah tidur. Ada “angin” di lambungnya dan dia sering bersendawa.

C: Dan sekarang, semua masalah ini hilang? Nampaknya dia sudah membaik.

I:  Ya. Rasa kebas di jari dan kaki ini telah mengurang. Sebelumnya dia harus bangun 4 kali setiap malam untuk buang air kecil. Sekarang dikurangi menjadi hanya dua kali setiap malam. Tidurnya normal sekarang. Melihatnya sekarang – dia terlihat baik-baik saja tanpa gejala lagi.

Apakah dia mendapat manfaat setelah minum herbal?

C: Sebagai pasien, apakah ia mendapat manfaat setelah minum herbal itu? Itu saja yang ingin saya pastikan. Herbal memberi manfaat atau tidak?

I: Ya,ada manfaat (karena alasan inilah istrinya terbang ke Penang, sendirian kali ini, untuk mendapat herbal lagi). Tapi sesekali, dia merasa tidak enak.

C: Tentu saja itu memang akan terjadi. Kita tidak bisa berharap semua keluhan akan hilang dalam satu bulan dan dia sudah sihat dan bisa “berlari dalam perlombaan”! Bersabarlah. Penyembuhan membutuhkan waktu. Saya tidak memiliki kanker apa pun dan saya tidak 100 persen bebas masalah. Terkadang saya merasakan sakit di sana-sini. Itu biasa berlaku kepada sesiapapun.

Memonitor perkembangan? Apakah harus melakukan MRI, tes darah?

I:  Apakah kita perlu melakukan MRI lagi? Sebelumnya dokter berkata, ada sesuatu di hatinya.

C: Apakah Anda harus membayar untuk MRI itu atau asuransi kesehatan sosial membayar untuk itu? Tapi pikirkan dulu, apa yang ingin Anda lakukan selanjutnya setelah mendapatkan hasil MRI? Kemo lagi? Operasi lagi?

I:  Bagaimana dengan cek CEA-nya?

C: Jika saya jadi Anda, semua ini tidak penting lagi. Tetapi jika Anda TIDAK perlu membayar untuk semua prosedur ini, silakanlah —  jika itu yang Anda ingin melakukannya. Jika Anda harus membayar, maka saya pikir Anda membuang-buang uang Anda.

OK, sebelum melakukan semua ini (MRI, tes darah), tanyakan pada diri Anda terlebih dahulu – Buat untuk apa? Hanya untuk mengetahui? Setelah mendapat hasil dan Anda tahu, apa yang dapat Anda lakukan atau apa yang ingin Anda lakukan? Jika ada “hantu” di dalam atau CEA tidak baik – apa yang ingin Anda lakukan selanjutnya?

Jika pasien bisa hidup normal dan baik-baik saja sekarang, saya pikir itu cukuplah. Mengapa Anda harus mencari masalah jika tidak ada masalah.

Saya pikir, lebih baik baginya untuk tinggal di rumah dan hidup senang. Jangan terlalu banyak membuat masalah yang tidak perlu untuk orang-orang di sekitarnya.

Komentar:

  • Saya sudahpun memberitahu SPW pada awal lagi. Setelah minum herbal selama dua atau tiga minggu, dia akan menderita. Proses pembersihan harus berlangsung dan itu mungkin susah sedikit baginya untuk sementara waktu. Saya sering memberi tahu  semua pasien, sebelum Anda menjadi sehat, Anda harus melewati “neraka” terlebih dahulu. Tidak ada yang perlu dikhawatirkan tentang hal ini. Semoga pada minggu keempat, tidak akan ada lagi “krisis penyembuhan” dan pasien umumnya akan merasa lebih baik.

Contohnya, untul SPW, dia buang air besar dua kali sehari – itu masalah ringan saja. Pasien lain harus ke tandas 10 kali sehari!

SPW  merasa sangat lemas setelah mengkonsumsi herbal. Itu bagus. Dan secara perlahan setelah tiga minggu meminum ramuan, dia menjadi lebih baik – sudah tidak begitu lemas lagi, perasan kebas di jari dan kaki sudahpun banyak kurang, Tidurnya lebih lena, dll.

• Ketika dia menulis email kepada saya, saran awal saya adalah bersabar saja.. Penyembuhan membutuhkan waktu. Ini terlepas dari diperingatkan bahkan sebelum dia minum obat herbal seperti inilah yang akan terjadi. Saya mengerti, pasien membutuhkan jaminan lagi dan lagi. Mereka sedang terburu-buru ingin sembuh. Ingatlah, tidak ada peluru ajaib di sini.

• Meskipun diberi tahu berulang kali tidak ada peluru ajaib, beberapa pasien akan menjalani memindai – CT, PET, MRI atau melakukan tes darah – setelah meminum herbal selama 3 atau 4 minggu – buat apa? Mereka mengharapkan sihir! Saya sering memberi tahu pasien, Bahkan jika Anda memberi tahu saya bahwa tumornya telah menyusut atau CEA sudah menjadi normal, saya tidak akan percaya hasilnya! Herbal tidak melakukan sihir seperti itu!

Biarkan saya berbagi satu kasus. Ini adalah seorang wanita yang datang mencari bantuan kami. Dia dijadwalkan untuk 12 siklus kemo tetapi setelah siklus ke-11 dia pingsan dan hampir mati. Ahli onkologi menyuruhnya untuk melepaskan kemo dan pulang saja. Perawatan ini dilakukan oleh “ahli onkologi terbaik” di rumah sakit swasta “terbaik” di Singapura.

Tidak puas, ia pergi ke ahli yang juga “terkenal” di Singapura dan menjalani kemo lagi. Perawatan putaran kedua ini juga tidak membantunya. Kemudian dia beralih ke praktik diet Keto. Setelah itu dia dan keluarganya datang untuk meminta saran kami. Dia diberi resep herbal. Setelah sekitar satu minggu, saya menerima email dari keluarganya. Pasien menderita krisis penyembuhan seperti yang dialami SPW. Dia mengeluh sangat lemas. Setelah minggu ketiga dia pergi tes darahnya. Hasilnya lebih buruk dari sebelumnya. Keluarganya tulis email llagi dan ingin tahu MENGAPA jumlah darahnya rendah! Mengapa parameter ini tinggi, dll. Dengan jelas dan iklas balasan saya ada: Saya tidak bisa menjelaskan untuk semua yang telah terjadi. Saran saya – tolong jangan minum herbal saya lagi!

• Secara umum inilah yang saya tanyakan kepada pasien setelah mengonsumsi herbal selama sekitar empat minggu. Apakah Anda semakin baik atau semakin buruk? Jika lebih buruk, jangan minum herbal saya lagi — cari orang lain untuk membantu Anda. Jika kondisi Anda membaik, maka Anda harus terus mengkonsumsi herbal itu. Dari pengalaman, saya tahu bahwa herbal pada akhirnya membantu pasien menjadi lebih baik; tetapi saya ingin bersikap adil dan saya tidak ingin terlihat mencoba menyesatkan pasien. Tidak ada gunanya melanjutkan terapi herbal saya jika pasien tidak membaik atau merasa ini tidak membantunya. Anda membuang-buang waktu berharga Anda, selain menghabiskan uang untuk “terapi tidak efektif”. Anda harus memutuskan dan membuat pilihan sendiri.

• Kisah SPW ini belum berakhir! Pertempuran pertama memang telah dimenang tetapi “perang besar” baru akan bermulai. Dalam posting saya berikutnya, Anda akan belajar tentang sikap pasien yang “ingin-mencari-perulu-ajaib.- Setelah mereka merasa sedikit lebih baik, mereka ingin makan apa pun yang mereka suka. Jika tidak bisa makan apa yang mereka mau itu, hidup tidak ada arti!

Lebih lanjut tentang Krisis Penyembuhan

https://cancercareindonesia.com/2013/05/19/krisis-penyembuhan-2/

https://cancercareindonesia.com/2010/12/02/kanker-paru-stadium-terminal-jw-memperoleh-kembali-kesehatannya-melalui-ca-care-therapy/

Payudara Busuk: Menderita setelah tiga minggu minum Letronat

LAH menderita kanker payudara dan menjalani operasi tetapi menolak kemoterapi. Dia menoleh ke sinseh untuk meminta bantuan. Setelah sekitar satu setengah tahun mengkonsumsi herbal dan suplemen buatan AS, kankernya kambuh kembali. Payudaranya berubah “busuk”. LAH pergi ke rumah sakit untuk meminta bantuan. Dokter mengatakan kepada LAH bahwa ia hanya memiliki tiga bulan untuk hidup. Tidak bisa dioperasi atau dikemo. Kankernya adalah pada tahap terakhir. Pada saat inilah LAH datang untuk mencari bantuan kami.

Kami meresepkan herbal. Kondisi LAH membaik setelah minum teh herbal selama sekitar dua minggu. Saya mengatakan kepada LAH bahwa jika dia terus melakukan apa yang dia lakukan yang telah membantunya, saya berpikir dia tidak akan mati dalam tiga bulan!

Sekitar satu bulan kemudian, LAH dan putrinya datang ke pusat kami lagi. Kali ini, LAH tampak setengah mati. Inilah yang terjadi.

Chris: Selama kunjungan terakhir, dokter memberi tahu Anda bahwa Anda akan mati dalam waktu tiga bulan. Dan dia juga meminta Anda untuk minum obat.

LAH: Letronat – hormon. Saya minum satu tablet sehari.

Letrozole 2.JPG

C: Berapa biaya obat ini?

L: Gratis (dari rumah sakit pemerintah).

C: Setelah minum obat selama satu minggu – apa yang terjadi? Apakah Anda baik-baik saja?

L: Oke.

C: Setelah dua minggu?

L: Masih oke.

C: Setelah tiga minggu?

L: Saya mulai punya masalah – tidak enak badan.

C: Sekarang, apakah Anda masih meminum obat ini?

L: Tidak, saya berhenti minum obat ini dua hari yang lalu. Secara total, saya meminum obat ini selama lebih dari tiga minggu.

C: Apa masalah yang Anda derita?

L: 1. Saya sesak nafas.

2. Lemah, capek. Saya hanya ingin “tidur” atau berbaring sepanjang hari. Ketika saya “tidur”, saya tidak merasa ingin bangun. Saat mengkonsumsi obat herbal, saya tidak merasa capek semacam itu.

3. Demam. Ini biasanya datang di malam hari. Sedangkan semasa yang minum herbal, saya tidak mengalami demam.

4. Tidak bisa tidur di malam hari – saat sedang minum herbal, saya tidur nyenyak.

5.  Nyeri di berbagai bagian tubuh. Saat minum obat herbal, saya tidak sakit.

6. Pembengkakan tangan dan kaki. Tidak ada bengkak seperti itu ketika saya sedang mengkonsumsi herbal. Pembengkakan ini terjadi seminggu yang lalu.

Swelling both hand and leg.JPG

C: Ketika Anda mulai minum obat dokter, apakah Anda berhenti minum herbal?

L: Ya. Saya berhenti minum obat herbal Anda dan beralih ke Letronat.

C: Sekarang Anda tahu hal sebenarnya — pengobatan dokter itu memberi Anda banyak masalah. Ketika Anda datang sekitar sebulan yang lalu, saya sudah memperingatkan Anda untuk tidak minum obat ini. Anda mendengar apa yang saya katakan, kan?

L: Saya tidak mengikuti saran Anda. Saya mempercayai dokter! Anak saya bersikeras agar saya mengikuti saran dokter. Jadi saya minum obat dokter itu.

C: Baik, Anda percaya dokter. Ingat, dokter juga mengatakan Anda akan mati dalam tiga bulan. Sekarang, apakah Anda juga percaya yang Anda akan mati dalam waktu tiga bulan? Ketika Anda datang menemui saya setelah minum obat herbal, saya melihat wajah Anda dan Anda terlihat sangat baik. Saya tidak pernah percaya Anda akan mati dalam tiga bulan. Tapi sekarang, Anda begitu terengah-engah – sepertinya Anda setengah mati.

L: Saya tidak percaya Anda. Sekarang, saya pukulan … pukulan. Tidak tahu apa yang saya lakukan.

C: Apakah putra Anda masih bersikeras agar Anda terus minum obat dokter?

L: Ya.

C: (kepada putrinya). Melihat ibu Anda dalam kondisi ini, apakah Anda masih ingin dia minum obat dokter?

Putri: Terserah dia apakah dia mau minum obat itu atau tidak.

C: Anda masih ingin dia minum obat? Hanya beberapa minggu yang lalu, dia terlihat sangat sehat. Sekarang kesehatannya memburuk. Dia tidak seperti sebelumnya.

L: Saya sudah berhenti mengonsumsi Letronat dua hari yang lalu.

C: Oke, pulanglah. Teruskan meminum ramuan herbal ltu lagi (karena Anda sudah berhenti minum obat dokter). Saya akan memberikan herbal Lung Phlegm untuk ditambahkan ke Teh Paru. Saya harap ini akan membantu Anda dengan pernapasan Anda. Datang temui saya lagi setelah seminggu.

Komentar

1. Ini memang kisah sedih. Saya telah menemukan banyak kisah serupa ini. Setelah pasien rasa membaik – mereka bertingkah aneh, percaya bahwa mereka atau teman-teman mereka lebih tahu. Mereka mulai makan apa yang mereka sukai atau berhenti minum obat herbal.

Karena masalah ini bukan hal yang “baru”, saya menerima kenyataan ini. Untuk sembuh atau mati adalah pilihan dan tanggung jawab pasien.

LAH mendengar saya berkata dengan sangat jelas bahwa dia seharusnya tidak meminum Letronat itu. Ya, dia mendengarnya, tetapi dia lebih percaya pada dokternya! Tidak apa-apa – itu adalah pilihannya.

2. Saran saya untuk semua pasien. Sebelum menjalani perawatan apa pun, lebih baik Anda jelajahi internet dan mencari tahu lebih banyak tentang efek samping dari perawatan atau pengobatan itu. Dalam hal ini, efek samping Letronat yang saya dapat dari google adalah seperti berikut:

  • Letronat adalah bentuk generik dari letrozole, penghambat aromatase (menurunkan produksi estrogen). Letrozole umumnya dikenal sebagai Femara, digunakan untuk mengobati kanker payudara pada wanita pascamenopause.
  • Letronat atau Femara sering diberikan kepada wanita yang telah mengonsumsi tamoxifen (Nolvadex, Soltamox) selama lima tahun.
  • Beberapa efek samping Letronat yang diketahui dan didokumentasikan adalah:

 pusing, kantuk, kelemahan, perasaan lelah

 hot flashes, kehangatan di wajah atau dada Anda

 Nyeri tulang, nyeri otot atau persendian, nyeri punggung, nyeri dada

 fraktur tulang

 hot flushes – flushing (kehangatan, kemerahan, atau perasaan geli)

 sakit kepala

 peningkatan keringat

 edema atau pembengkakan

 pertambahan berat badan

 sembelit

 peningkatan kadar kolesterol dalam darah

 meningkatkan rasa haus

 kecemasan dan kegugupan.

3. Jika Anda ingin tahu lebih banyak lagi, baca apa yang orang lain katakan tentang mengonsumsi Letronat / Femara atau Tamoxifen. Saya sudah cukup membaca. Itu sebabnya saya bilang pada LAH untuk tidak minum obat itu.

Biarkan saya berbagi dengan Anda apa yang terjadi pada pasien yang datang menjumpai kami.

Kasus 1: Dewi adalah seorang wanita Indonesia berusia 33 tahun yang bekerja di Macau. Setelah diagnosis kanker payudaranya, dia menjalani mastektomi di Hong Kong. Setelah operasi, Dewi menjalani enam siklus kemoterapi dan tiga puluh sesi perawatan radiasi. Semuanya baik-baik saja setelah itu. Tetapi tiga tahun kemudian, Dewi mulai mengalami sakit punggung. Pemindaian PET menunjukkan kankernya telah menyebar secara luas ke tulang-tulangnya.

Dewi diberi resep Xeloda dan Tamoxifen. Setelah minum obat obat itu, Dewi tidak bisa duduk atau berjalan. Dia harus dirawat di rumah sakit dan kemudian harus menggunakan kursi roda. Xeloda / Tamoxifen memberinya masalah, bukan?

Kasus 2: Lenny adalah seorang wanita berusia tiga puluh tujuh tahun dari Surabaya. Dia memiliki benjolan di payudaranya tetapi awalnya menolak untuk menjalani perawatan medis. Dia mengandalkan pengetahuannya yang dangkal bahwa suplemen tertentu akan menyelesaikan masalahnya. Tumor di payudaranya mulai tumbuh lebih besar. Dia tidak punya pilihan selain mencari perawatan medis dan mulai menjalani radioterapi. Saya tidak percaya ini — Lenny menjalani total seratus enam sesi radiasi! Kanker menyebar ke tulangnya dan bagian lain tubuhnya.

Dokter kemudian meresepkan Tamoxifen (cerita yang sama seperti LAH kecuali obat itu disebut Letronat). Dua minggu setelah mengambil Tamoxifen jari-jarinya menjadi sakit dan kaku. Satu bulan meminum Tamoxifen Lenny tidak bisa berjalan. Otot tenggorokannya menjadi kencang dan sempit.

4. Satu soalan penting yang pasien harus tanya adalah, Apa gunanya mengonsumsi Tamoxifen atau Letronat? Bisakah obat jenis ini menyembuhkan Anda? Jawabannya adalah tidak. Untuk menambahkan lebih banyak garam ke luka, dalam kasus-kasus parah seperti LAH, Dewi atau Lenny, obat itu membawa lebih banyak masalah. Saya tidak melihat alasan atau kebijaksanaan dalam mengonsumsi obat tersebut.

Baca ini dengan kritis: Letronat atau Femara sering diberikan kepada wanita yang telah mengonsumsi tamoxifen (Nolvadex, Soltamox) selama lima tahun. Tidak pernah dikatakan ada gunanya bagi mereka yang menderita kanker payudara yang telahpun menyembar secara luas.

Pertanyaan yang Anda mungkin ingin tanyakan adalah: Jika itu “buruk” seperti yang Anda katakan, mengapa dokter meresepkan obat tersebut kepada pasien? Tepat, karena dokter meresepkannya – LAH dan anggota keluarganya percaya bahwa dokter melakukan yang terbaik untuknya!

Baca dengan cermat apa yang ditulis oleh dua dokter dan seorang profesor tentang Tamoxifen.

Kedua dokter ini menyampaikan pesan jelas kepada kita sekalian – Dokter tidak memiliki jalan lain lagi setelah operasi, kemo dan radioterapi. Dan dalam kasus-kasus seperti LAH, Dewi dan Lenny – tidak ada apa lagi yang bisa mereka tawarkan setelah kanker telah menyebar luas. Jika dokter tidak dapat menawarkan kepada Anda hal lain, dokter tidak memiliki pilihan lain selain menawarkan sesuatu kepada Anda (jika tidak, Anda mungkin merasa mereka bukan dokter yang “baik”). Jadi mereka meminta Anda untuk meminum Tamoxifen / Femara atau Letronat. Sayangnya apa yang disebut “peluru terakhir yang terbukti secara ilmiah” ini tidak membawa manfaat apa pun. Sebaliknya “peluru” itu dapat menyebabkan lebih banyak masalah.

Profesor Jane Plant juga seorang pasien kanker payudara. Anda mungkin ingin merenungkan apa yang dia katakan di bawah ini. Mungkin ada pilihan yang lebih baik daripada hanya “secara membabi buta” menelan obat apa pun yang direkomendasikan dokter Anda!

Payudara Busuk: Anda mati dalam tiga bulan!

LAH, berusia enam puluh dua tahun, datang kepada kami setelah payudaranya “busuk.” Seperti biasa, pertanyaan pertama saya adalah, Siapa yang meminta Anda datang ke sini? Jawabannya, Seorang staf yang bekerja di pusat penyembuhan Buddha. Kondisi LAH adalah amat parah. Dokter mengatakan tidak bisa dioperasi lagi atau dikemo. Kankernya telahpun menyebar luas ke paru-paru, hati, tulang dan kelenjar getah bening.

Nasihat awal saya pada LAH adalah, Pulanglah dan pikirkan dulu. Apa yang ingin kamu lakukan? LAH sudah memutuskan ia ingin saya memberi resep ramuan herbal untuknya. Oke – mari kita coba!

LAH diberi Kapsul A, C, D dan M. Selain itu, ia harus minum empat jenis teh: Breast-M, Lung + Lung Phlegm; Live-1 + PLM dan Lympho + SAP. Teh ini harus diseduh dan rasanya tidak enak. LAH meyakinkan saya bahwa dia bisa minum teh iitu.

Setelah dua minggu minum herbal

Yang mengejutkan saya, kesehatan LAH membaik setelah dua minggu mengkonsumsi obat herbal (lebih detail dalam posting berikutnya). Dia kelihatan bahagia ketika dia datang menemui kami. Wajahnya yang berseri menunjukkan itu semua. Saya tidak berharap dia akan mendapat manfaat dari ramuan kami begitu cepat. Bahkan, dia memberi tahu istri saya bahwa luka di payudaranya sudah mulai mengering. LAH datang ke pusat kami mengendarai sepeda motor sendirian.

Sekitar seminggu kemudian, LAH datang di pusat kami lagi. Kali ini dia datang bersama putranya. Kami memahami bahwa LAH telah merahasiakan kankernya. Tidak ada anak-anaknya yang tahu tentang masalah ini. Seorang putra tinggal di Kuala Lumpur. Ketika dia pulang untuk mengunjungi ibunya, dia bingung melihat begitu banyak herbal di rumah. Baru pada saat itulah dia mengetahui tentang penyakit ibunya. Jadi putra ini datang untuk mencari informasi lebih lanjut dari kami.

Tonton video ini:

Berikut ini adalah inti dari percakapan kami pagi itu. Saya harap Anda dapat belajar sesuatu dari kisah ini.

1. Dokter mengatakan saya akan maati dalam tiga bulan – tidak bisa dioperasi, tidak bisa dikemo.

Dalam kegembiraannya, bahkan sebelum kami dapat duduk di kursi kami, LAH berkata, Dokter berkata bahwa saya akan mati dalam tiga bulan. Saya harus segera menyelesaikan urusan saya.

Ini adalah sesuatu yang sering saya dengar dari pasien. Jadi saya TIDAK terkejut sama sekali oleh pernyataan seperti itu. Sebagai gantinya, saya terus tertawa saja! Tanggapan saya: Sangat bagus!

LAH: Kata dokter tidak bisa dioperasi, tidak bisa dikemo.

Chris: Tidak apa-apa! Karena Anda tidak bisa dioperasi, tidak bisa dikemo dan Anda akan mati dalam 3 bulan; maka Anda tidak bisa menyalahkan saya jika Anda mati setelah minum herbal saya. Apa lagi yang bisa saya lakukan? (LAH dan Chris tertawa).

Saya akan jelaskan nanti mengapa saya bersikap seperti ini pagi itu.

2. Apakah Anda akan mati dalam waktu tiga bulan?

C: Izinkan saya bertanya kepada Anda. Dalam hatimu, apakah kamu percaya bahwa kamu akan mati dalam tiga bulan? Mengikut saya, Anda tidak mungkin mati dalam tiga bulan! Tetapi jika Anda percaya apa yang dokter katakan kepada Anda, ya – Anda akan mati dalam waktu tiga bulan.

Ada satu pasien kanker dari Sungai Petani. Dia juga diberitahu hal yang sama – Anda mati dalam waktu tiga bulan. Dia pulang ke rumah dan membuat tanda X, X, X dalam kalendernya. Ini adalah hitungan mundur ke hari ketika ia seharusnya mati. Dan setiap hari dia mencatat jumlah hari yang tersisa. Pasien ini datang untuk meminta bantuan saya, tetapi tidak banyak yang dapat saya lakukan untuk “mengubah” kepercayaannya. Saya tidak bertemu dengannya lagi setelah kunjungan pertamanya.

3. Herbal telah membantu Anda. Jadi, teruskan minumnya dan bersabarlah.

Chris: Ketika Anda pertama kali datang kepada kami, Anda dalam kondisi yang buruk — kan? Anda kelihatan setengah mati.

LAH mengangguk setuju.

C: Melihat wajah Anda sekarang, itu berbeda (tertawa). Anda jauh lebih baik setelah minum obat herbal. Tidak mungkin Anda akan mati dalam waktu tiga bulan. Saya tidak mencoba menyesatkan Anda dengan membuat Anda merasa baik sehingga Anda akan terus meminum ramuan saya. Hanya ketika saya melihat wajah Anda, saya merasa senang. Kamu terlihat cukup sehat. Anda tidak akan mati dalam tiga bulan.

LAH: Dokter bilang begitu. Saya hanya mendengarkan saja.

C: Sekarang Anda baik-baik saja. Bersabarlah – jangan terburu-buru berusaha untuk mencari penyembuhan ajaib. Penyembuhan membutuhkan waktu. Setelah tiga bulan, kita akan lihat apakah kita dapat mengatakan bahwa kita telah menang atau tidak – Anda menang, saya menang.

LAH: Saya ingin hidup – sedang menunggu untuk melihat anaknya (menunjuk putranya).

Saya telah melihat banyak pasien yang seperti LAH. Mereka diberi tahu bahwa mereka hanya memiliki tiga hingga enam bulan untuk hidup. Tetapi mereka tidak mati seperti yang dikatakan oleh dokternya.

Studi Kasus 1: Raju adalah seorang pria yang menderita kanker tulang. Terlepas dari kemoterapi dan radioterapi, ahli onkologi menyuruh Raju pulang dan menyelesaikan urusannya. Mengikut dokternya, Raju hanya punya enam bulan untuk hidup. Di rumah dia tidak bisa tidur. Dia harus minum morfin beberapa kali sehari karena rasa sakit.

Putranya datang untuk mencari bantuan kami. Setelah dua minggu mengkonsumsi herbal, Raju dapat datang ke pusat kami. Ketika dia sembuh, dia pergi ke India untuk menunjukkan kepada putranya “harta-harta” yang dia miliki di sana. Raju tidak mati dalam waktu enam bulan. Dia masih sehat setelah sepuluh tahun.

Studi Kasus 2: Nancy menderita limfoma dan menjalani enam siklus kemoterapi. Beberapa bulan setelah kemo selesai, kankernya kambuh kembali. Ahli onkologi menyarankan Nancy untuk menjalani BMT (transplantasi sumsum tulang) yang akan menelan biaya RM100.000. Ahli onkologi mengatakan kepada Nancy, Jika Anda tidak melakukan BMT, Anda akan mati dalam waktu empat bulan! (ia itu pada bulan Desember). Nancy menolak perawatan medis lebih lanjut karena dia mengatakan dia hampir meninggal semasa perawatan kemo yang baru saja selesai.

Nancy datang untuk mencari bantuan kami dan diberi resep obat herbal. Tiga bulan kemudian, saya bertanya kepada Nancy apakah dia sudah memilih tanggal pada bulan Desember untuk mati, karena inilah yang dikatakan dokternya akan terjadi padanya! Nancy meraung, Tidak, tidak. Saya belum mau mati! Saya senang mendengarnya dan menjawab, Hebat bahwa Anda telah memutuskan untuk belum mati. Jika Anda percaya apa yang dokter katakan kepada Anda, maka Anda akan mati pada bulan Desember!

Nancy hidup selama lebih dari dua tahun lagi. Malangnya Nancy meninggal setelah “mencuri makan”.

Studi Kasus 3: Ama adalah seorang wanita berusia 59 tahun menderita kanker ovarium yang telah menyebar ke paru-parunya. Dia menjalani kemoterapi. Setelah menyelesaikan perawatannya, dokter memberi tahu putrinya, Ibumu bisa mati besok, mungkin minggu depan, tetapi paling lama dia punya tiga bulan saja. Ketika Ama datang menemui saya bersama keluarganya, dia kesulitan bernapas. Saya memberi Ama ramuan dan dia meminumnya tanpa masalah.

Anehnya, Ama menjadi sehat. Sudah lebih dari 12 tahun sekarang dan Ama masih hidup dan sangat sehat. Putranya datang untuk mengambil ramuan Ama minggu lalu. Dia baik-baik saja!

Studi Kasus 4. Henny didiagnosis menderita sarkoma di paru-parunya. Ini memang kanker langka – yang pertama dari jenisnya yang pernah saya temui dalam dua puluh tahun lebih saya membantu pasien kanker. Henny pergi ke Singapura untuk konsultasi. Ahli onkologi menyuruhnya menjalani kemoterapi. Ahli onkologi memberitahunya, Tanpa kemoterapi Anda hanya memiliki enam bulan untuk hidup. Jika Anda menjalani kemoterapi, Anda memiliki dua tahun untuk hidup. Mengikut Henny, tidak masuk akal untuk menjalani kemoterapi. Dia datang untuk mencari bantuan kami sebagai gantinya. Setelah meminum ramuan kami, kondisi Henny membaik dan dia bisa menjalani kehidupan normal.

Tujuh tahun kemudian, pada pertengahan 2019, kami bertemu dengan Henny (panah) di Surabaya, Indonesia. Lihat, semua orang tersenyum!

Henny 7 yrs later Sept 2019 Surabaya.JPG

Pelajaran yang dapat kita pelajari dari kisah-kisah diatas:

a. Kapan Anda mati – Tuhan memutuskan bukan manusia.

Anda memiliki tiga bulan atau enam bulan untuk hidup! Saya telah mendengar ini ribuan kali. Yang benar adalah, tidak ada seorang pun di bumi yang bisa memberi tahu Anda kapan Anda akan mati atau berapa lama Anda bisa hidup. Jadi di CA Care kami menahan diri dari bermain Tuhan. Secara medis dan ilmiah seseorang mungkin benar untuk memberi tahu pasiennya bahwa ia akan segera mati. Dengan mengatakan itu membuatmu merasa seperti dewa yang tahu segalanya. Apa tujuan memberi tahu prognosis yang “tidak membantu dan merusak” pada pasien Anda? Apakah pernyataan itu akan membantu atau “menghancurkan” semangat pasien?

Sayangnya, banyak orang tidak mengerti atau belajar tentang efek nocebo. Cari di internet dan inilah yang dikatakannya, efek Nocebo dikatakan terjadi ketika ekspektasi negatif pasien mengenai suatu pengobatan menyebabkan perawatan tersebut memiliki efek yang lebih negatif daripada yang seharusnya terjadi.

Dokter tidak membantu pasiennya dengan prognosis negatif seperti itu. Sebenarnya, dokter menyebabkan lebih banyak “keburukan” pada pasiennya. Saran saya kepada semua orang: Jika Anda telah sampai pada tahap di mana Anda tidak dapat menawarkan perawatan lagi kepada pasien, tindakan terbaik sekali atau tanggung jawab terakhir Anda, adalah Anda harus tutup mulut jika Anda tidak memiliki hal baik untuk dikatakan kepada pasien Anda.

Ketika LAH memberitahuku tentang kematian dalam waktu tiga bulan, saya ketawa saja. Dan LAH juga ketawa bersama-sama! Alasan saya adalah ini – kita harus memecahkan kutukan voodoo itu. Jika Anda percaya pada kutukan itu, pasien mungkin mati karena percaya apa yang dikatakan itu benar. Jadi, ketika berbicara dengan LAH saya menceritakan kepadanya beberapa contoh luar biasa dari pasien yang sama-sama “dikutuk”. Tetapi mereka tidak mati seperti yang diperkirakan. Jadi pesan saya adalah, Jangan percaya pada prognosis dokter Anda.

b. Untuk hidup atau mati – itu pilihan Anda!

Pasien punya pilihan. Ketika bulan Desember sudah dekat, saya bertanya kepada Nancy (kasus 2) apakah dia sudah menentukan tanggal kapan dia akan mati. Saya melakukan ini untuk secara tidak langsung memberitahunya bahwa jika dia ingin mati seperti yang diperkirakan, dia lebih baik bersiap-siap. Tapi Nancy punya pilihan untuk hidup jika dia ingin hidup. Saya senang mendengar jawabannya, Tidak, tidak, saya ingin hidup! Hanya itu saja! Pasien, jika Anda ingin hidup, Anda akan melakukan apa pun untuk membuat Anda hidup. Tetapi jika Anda mengatakan, tidak ada gunanya membantu diri saya sendiri karena bagaimanapun dokter saya mengatakan saya sudah akan mati – tidak ada harapan lagi. Jika Anda memiliki sikap seperti itu, Anda akan mati!

4. Tetap hidup dan terus melakukan apa yang benar.

Jangan kuai ku (berusaha menjadi lucu) dan mulailah melakukan apa yang Anda suka, lupakan apa yang saya katakan!

Saya telah melihat kasus-kasus pasien yang mulai kembali ke cara lama mereka setelah menjadi sehat. Beberapa mulai makan apa yang mereka suka. Beberapa yang lain berhenti minum obat herbal. Jika Anda melakukan ini, Anda akan menderita kembali!

Saya menceritakan kisah Nancy sebelumnya (kasus 2). Dia seharusnya mati dalam waktu empat bulan. Setelah mengkonsumsi obat herbal, dia sehat selama dua tahun lebih. Di tahun ketiganya, sebelum perayaan Imlek, saya memperingatkan Nancy tentang mematuhi  “pantangan larang makanannya.” Nancy menangis. Dia mengatakan kepada saya bahwa dia telah melewatkan semua makanan enak selama dua tahun terakhir – tidak bisa makan ini atau tidak bisa makan itu yang ia sukai. Sekarang dia berkata, untuk Imlek yang akan datang ini, aku mau makan. Aku mau menggali kubur aku dengan garpu dan sendok makan aku. Sedih sungguh – beberapa bulan setelah ini, saya diberitahu Nancy meninggal.

5. Jangan takut – semua orang pun harus mati.

Saya memberi tahu LAH. Dengan memberi tahu Anda semua ini, saya tidak berjanji bahwa Anda akan hidup selama bertahun-tahun yang akan datang. Tidak, saya tidak menyiratkan hal itu sama sekali. Tapi saya ingin semua orang menyadari ini, Kita semua harus mati suatu hari. Jadi, jangan takut. Di CA Care kami mengingatkan semua pasien kami untuk bersyukur dan bahagia. Sebagai pasien kanker, marilah kita berdoa agar selagi kita masih hidup, janganlah kita menderita. Jika Anda bisa makan, bisa tidur, bisa bergerak dan tidak sakit, bersyukurlah dan jangan meminta apa-apa lagi. Tidak ada yang hidup selamanya.

be happyBahasa.JPG

Di sisi lain, apa gunanya hidup tetapi hidup itu seperti “sayuran”. Tidak ada artinya jika kita harus menderita – tidak bisa makan, tidak bisa bicara, tidak bisa berjalan, tidak bisa tidur dan selalu kesakitan. Kamu ingin itu?

6. Jangan minum obat ini!

Chris: Dokter mengatakan dia tidak akan memberi Anda kemo. Tidak menyarankan Anda pergi untuk operasi. Jadi apa yang dia ingin kamu lakukan?

LAH: Dokter ingin saya minum obat oral ini — Letronat.

(Catatan: Ini adalah letrozole, penghambat aromatase non-steroid. Banyak pasien mengetahui obat oral ini sebagai Femera atau Tamoxifen).

C: Oh tidak. Saya tidak berpikir Anda harus minum obat ini. Saya memiliki pasien yang sangat menderita setelah mengonsumsi Tamoxifen atau Femara. Jadi jika saya jadi Anda, saya tidak akan minum obat oral ini. Anda bisa menderita banyak efek samping.

7. Hati-hati. Jangan hanya mendengarkan saran dari orang-orang di sekitar Anda.

Teman dan anggota keluarga ingin membantu Anda. Saya bisa mengerti itu. Sayangnya, sebelum Anda terkena kanker, mereka itu tidak tahu apa-apa tentang kanker. Tetapi sekarang setelah Anda menderita kanker, semuanya menjadi “profesor” dalam semalam – mereka akan meminta Anda untuk meminum ini dan meminum itu. Hati-hati. Jangan hanya mengikuti semua yang mereka katakan. Saya juga punya pasien, setelah menjadi baik, akan melupakan apa yang kami katakan kepada mereka. Mereka mulai menggunakan suplemen ini dan suplemen itu hanya karena teman-teman mereka merekomendasikan mereka untuk meminumnya. Ya, itu pilihan mereka!

8. Jaga diet / pola makan Anda!

Ini adalah permintaan saya untuk semua pasien. Harus jaga diet Anda. Anda tidak dapat makan apa pun yang Anda suka bahkan jika Anda merasa sudah sehat atau “sembuh”. Tentu saja, jika Anda sudah bosan dan ingin “pulang” lebih cepat, silakan makan apa yang Anda suka. Nikmati makanan Anda sepenuhnya. Dan pergi dengan damai dan cepat!

Saya ingat kasus seorang pasien kanker usus besar yang saya panggilnya sabagai Paman Bukit Penang. Setelah operasi, dia menolak kemo dan minum obat herbal kami. Dokternya tidak keberatan karena Paman sudah tua – melewati usia 80-an. Dia baik-baik saja selama lebih dari dua tahun. Kemudian dia mulai bergabung dengan teman-teman lamanya. Mereka sering mengunjungi kedai kopi / kedai makan setiap pagi. Paman mulai makan goreng bee hoon, dan nasi ayam (menurut dia, dia makan nasinya saja, tidak makan daging ayam). Dia menderita kekambuhan. Kanker menyebar ke paru-parunya dan dia meninggal.

Saya bisa menceritakan lebih banyak lagi kisah seperti ini. Jadi berhati-hatilah dengan diet Anda.

9. Nasihat terakhir saya: Anda sekarang berada di jalan yang benar – terus lakukan apa yang membuatkan Anda sehat.

Saya mengatakan kepada LAH, Anda telah mengambil jalan yang benar dan Anda baik-baik saja. Terus lakukan apa yang Anda lakukan sekarang. Minumlah obat herbal dan pantang seperti yang saya sarankan.

Nasihat ini masuk akal, bukan? Anda tidak perlu memiliki banyak “otak” untuk memahami mengapa saya memberikan saran ini. Dalam posting saya berikutnya, Anda akan belajar bahwa ini tidak terjadi dengan LAH dan pasien lain seperti dia! Sedih.

Payudara Busuk: Membayar Harga Kebodohan / Ketidaktahuan ?

AH adalah wanita berusia 62 tahun dari Penang. Pada Januari 2017, dia merasa ada benjolan di payudaranya. Dia pergi ke dokter dan melakukan mammogram. Hasilnya tidak bagus. LAH dirujuk ke rumah sakit umum. Biopsi telah dilakukan dan dikonfirmasi itu adalah kanker.

Pada 24 April 2017, LAH menjalani mastektomi untuk mengangkat payudara kanannya. Laporan histopatologi mengkonfirmasi karsinoma invasif. Dua dari 2 gelenjar getah bening yang diangkat positif untuk kanker. Studi imunohistokimia mengkonfirmasi bahwa kanker itu positif untuk reseptor estrogen dan progesteron. Itu juga positif untuk c-erb B2 oncoprotein.

Setelah operasi, LAH disarankan menjalani kemoterapi atau minum obat oral. Dia menolak perawatan medis lebih lanjut. LAH pergi ke sinseh Cina dan diresepkan herbal yang harganya RM100 per bulan.

Saya bertanya pada LAH, Apakah sinseh itu membaca laporan medis Anda dan mengerti apa yang terjadi pada Anda? LAH mengatakan bahwa sinseh membaca laporan itu dan menyuruhnya untuk mengurus dietnya. Tapi dia tidak memberikan detail tentang makanan apa yang harus dimakan dan tidak boleh dimakan – sarannya adalah: Jaga pola makan Anda.

Setelah satu setengah tahun mengkonsumsi herbal, LAH mengatakan dia tidak “merasakan apa pun”. Setelah kondisinya mulai memburuk, sinseh itu meminta LAH untuk jumpa temannya yang menjual suplemen untuk kanker. Produk ini dari Amerika Serikat, seharga sekitar RM500 per bulan.

Inilah yang terjadi pada LAH ketika dia datang mencari bantuan kami pada suatu pagi di bulan September 2019.

Rottenbreast LiuEdit.jpg

Laporan medis tanggal 6 September 2019 menyatakan sebagai berikut:

•  Pasien tanpa gejala klinis.

•  Rekurensi lokal dengan infiltrasi – massa di dinding dada kanan.

•  Metastasis nodus, paru, pleura, hati, dan tulang.

•  Lesi di uterus.

Sayangnya, pada tahap ini dokter mengatakan operasi atau kemoterapi tidak bisa dilakukan

Tonton video ini:

Berikut ini adalah apa yang saya katakan pada LAH pagi itu. Saya berharap pasien dapat mempelajari sesuatu setelah membaca studi kasus ini.


1. Tidak perlu terburu-buru. Pulang dan pikirkan dulu apa yang ingin Anda lakukan sekarang.

Banyak pasien yang datang kepada kami seperti LAH. Mereka gagal “menyembuhkan” kanker mereka. Mereka tidak punya pilihan lain. Saya harus benar-benar jujur ​​dengan kalian semua.

Apa yang bisa saya lakukan untuk Anda? Apakah Anda mengharapkan saya melakukan sihir? Saya akan mencoba untuk membantu Anda sebaik yang saya tahu caranya, tetapi saya tidak bisa jamin untuk menyembuhkan Anda!

Saya tidak akan menyesatkan atau menipu Anda dengan meminta Anda untuk membeli ini atau membeli itu. Saya juga tidak akan mengancam Anda sehingga Anda merasa terpaksa untuk melakukan apa yang saya ingin Anda lakukan. Kami tidak melakukan hal seperti ini di CA Care.

Jadi, dengarkan apa yang harus saya katakan. Anda tidak perlu terburu-buru untuk membuatl keputusan. Pulang dan pikirkan dulu, apa yang Andal ingin lakukan? Itulah yang saya katakan pada LAH pagi itu.

2. Tidak ada obat untuk menyembuh kanker – jangan disesatkan! Pembedahan tidak menyembuhkan Anda, herbal / suplemen juga tidak menyembuhkan Anda!

Dari pengalaman saya selama bertahun-tahun, saya belajar bahwa tidak ada obat untuk menyembuh kanker secara total.

Kasus LAH bukan kasus yang unik. Ada banyak orang lain yang berada dalam situasi yang sama seperti dia. Setelah operasi mereka tidak ingin melakukan apa apa. Mereka berpikir kanker mereka sudah hilang setelah payudara diangkat. Dan mereka sudah sembuh. Mungkin karena itu mereka menolak untuk menjalani kemoterapi seperti yang disarankan oleh dokter mereka. Beberapa pasien lain telah mendengar dari teman dan kerabat bahwa kemo membawa lebih banyak penderitan daripada kebaikan. Jadi mereka “takut” kemo dan lebih suka memilih ramuan herbal atau minum suplemen.

Saya memberi tahu LAH tentang seorang wanita yang memiliki benjolan di payudaranya. Dia pergi ke sinseh untuk meminta bantuan. Sinseh itu mengatakan padanya supaya jangan menjalani operasi – cukup saja gunakan jamu yang berharga RM5.000 per bulan. Setelah satu setengah tahun, benjolan itu tumbuh lebih besar dan pecah. Baru pada saat itulah sinseh itu menyuruhnya pergi ke dokter untuk mengangkat payudara yang busuk itu. Sebuah pelajaran untuk Anda semua: Jangan disesatkan oleh dukun-dukun seperti itu!

3. Kanker LAH telah menyebar luas. Dia telah mengambil jalan yang salah!

Laporan medis mengatakan kanker LAH telah menyebar secara luas – ke kelenjar getah bening, hati, paru-paru, tulang, dll. Tapi dia tampak baik-baik saja, meskipun tidak dalam kesehatan yang sempurna. Ini adalah kasus serius. Tidak banyak yang bisa saya lakukan. Saya bisa membantu tetapi saya jelas mengatakan kepada LAH saya tidak bisa menyembuhkannya.

Kepada semua pasien yang datang ke sini. Perhatikan bahwa Anda perlu meminum banyak jenis teh untuk kanker Anda. Anda mungkin ingin bertanya, Bisakah herbal menyembuhkan Anda? Jawabannya: Tidak. Lalu pertanyaan selanjutnya yang ingin Anda tanyakan adalah, Mengapa meminum obat herbal jika tidak bisa disembuhkan! Teh dapat membantu Anda dengan kualitas hidup Anda.

Untuk alasan inilah saya meminta LAH dan setiap pasien yang datang dan jumpa kami pulang dan berpikir terlebih dahulu – Apa yang ingin Anda lakukan sekarang?

4. Jaga pola makan Anda.

Ini adalah saran saya untuk semua pasien yang datang menemui kami – Jagan pola makan Anda! Saya telah menulis tentang ini di buku-buku kami – Makanan & Kanker dan Masakan Sehat. Pasien kanker tidak bisa makan apa yang mereka suka! Ada makanan tertentu yang bisa Anda makan dan ada makanan tertentu yang harus Anda hindari. Jadi berhati-hatilah.

Saya tahu banyak orang tidak setuju dengan saya dalam hal ini. Ada pakar-pakar kanker yang kata kepada pasiennya, Makan apapun yang kamu suka. Kanker tidak ada hubungannya dengan diet Anda. Nah – selama dua puluh tahun terakhir, saya telah membaca dan melihat bagaimana apa yang Anda makan akan memengaruhi kesehatan Anda sebagai seorang pasien dan bagaimana diet membantu penyembuhan kanker. Dan saya kekal mendukung apa yang saya katakan itu.

Saya juga tahu bahwa saran ini adalah yang paling tidak populer di antara pasien kanker. Tapi apa yang bisa saya lakukan?

Ada seorang wanita yang mengatakan kepada saya, Jika saya tidak bisa makan laksa, hidupnya tidak ada arti (baik mati?). Jawapan saya: Pergi dan makan laksa sebanyak yang Anda suka. Tidak ada gunanya mati karena semangkuk laksa. Itu pilihan kamu.

Ada seorang lagi wanita yang mengatakan kepada saya, Bagaimana cara bisa menjaga diet saya? Saya harus membersihkan apartemen saya, dan melakukan semua kerja rumah, dll. Saya tidak punya waktu untuk memasak makanan sendiri. Sekali lagi, apa yang bisa saya lakukan?

Inilah pesan saya untuk semua pasien. Anda perlu belajar bagaimana menjaga kesehatan Anda. Kesehatan Anda adalah tanggung jawab Anda. Jika Anda tidak ingin menjaga diri sendiri, tidak ada yang bisa saya lakukan untuk membantu Anda.

5. Wanita, mengapa Anda membiarkan payudara Anda pecah dan membusuk?

Saya telah melihat banyak kasus payudara yang busuk. Jadi kasus LAH adalah satu dari sekian banyak. Saya tidak paham mengapa wanita-wanita ini membiarkan hal seperti itu terjadi? Mengapa membiarkan payudara Anda membusuk seperti itu?

Untuk semua wanita, harap diingat ini:

a)  Jika Anda menemukan / merasakan benjolan di payudara Anda, pergi dan temui dokter untuk mencari tahu apakah itu kanker atau tidak. Tidak ada dua cara tentang itu. Jangan pergi ke sinseh atau tabib alternatif. Mereka tidak bisa memberi Anda jawaban yang benar. Jangan biarkan orang-orang seperti itu menyesat jalan yang benar. Prosedur pencitraan medis lebih definitif. Jangan pernah percaya bahwa dengan mengonsumsi ramuan atau suplemennya benjolan kanker akan hilang. Jangan bertaruh dengan hidup Anda!

b)  Jika benjolan tersebut kanker, benjolan harus diambil dengan menjalani lumpektomi atau mastektomi. Tidak ada dua cara tentang ini. Saya tidak bisa membantu Anda jika Anda datang kepada saya dengan benjolan kanker dan tidak ingin menjalani operasi.

c)  Setelah operasi, masalah Anda menjadi lebih rumit. Dokter akan meminta Anda untuk menjalani kemoterapi dan / atau radioterapi. Selain itu Anda mungkin juga harus minum obat oral. Itu adalah resep standar medis.

Tetapi beberapa pasien, karena pengalaman buruk dari teman dan kerabat, tidak mau menjalani perawatan medis lebih lanjut. Saya telah membantu banyak pasien seperti itu. Saya mengerti keprihatinan Anda. Jika Anda membutuhkan bantuan saya, kami akan menyelesaikannya bersama.

Tentu saja, jika Anda ingin mengikuti saran-saran dokter Anda, silakan dan lakukan apa yang dia inginkan untuk Anda lakukan. Anda harus mengambil keputusan sendiri. Dan suatu hari, jika perawatan medis gagal dan Anda membutuhkan bantuan saya, maka datanglah jumpa kami.

d)  Ketahuilah bahwa bahkan jika Anda telah menjalani operasi, kemoterapi, radioterapi dan minum obat seperti Tamoxifen atau Femara, tidak ada jaminan bahwa kankernya akan sembuh total dan tidak akan kambuh lagi. Saya telah melihat banyak pasien yang gagal disembuh oleh rawatan medis — setelah menghabiskan biaya RM100.000 hingga RM500.000 untuk perawatan medis mereka. Uang hilang dan pasien sekarat. Itulah kenyataannya. Dan pada titik inilah orang-orang ini datang mencari bantuan kami. Datanglah dan jika saya dapat membantu Anda, saya akan membantu.

e)  Untuk kasus LAH, setelah operasi, ia menolak kemo dan obat oral dan memutuskan untuk minum herbal. Ada banyak  pasien yang seperti LAH. Mereka datang untuk mencari bantuan saya setelah menjalani operasi dan tidak ingin kemo atau radiasi.

Saya telah menjelaskan dengan iklas kepada semua pasien, herbal tidak dapat menyembuhkan (seperti juga kemo / radiasi yang tidak bisa menyembuhkan). Saat Anda mengkonsumsi obat herbal kami, Anda juga harus menjaga pola makan Anda, mengubah gaya hidup dan sikap pribadi Anda terhadap kehidupan. Kami akan memantau kemajuan Anda dengan tes darah (atau USG atau mamografi jika Anda mau). Terkadang, kami menganjurkan Anda untuk kembali ke dokter untuk pemeriksaan rutin. Beberapa dokter akan “marah” kepada Anda karena Anda tidak mengikuti saran mereka. Tapi saya juga tahu ada dokter yang tidak keberatan Anda minum jamu. Jadi, saran saya adalah hindari mereka yang “bermusuhan” dengan apa yang Anda lakukan dengan senang hati. Ingat apa yang dikatakan Dr. Susan Love:

Ini adalah perjalanan individu – perjalanan yang tidak dapat diprediksi. Kita semua menginginkan sihir. Tidak ada sihir. Tidak ada cara yang benar atau salah untuk mengobati kanker payudara. Hanya ada cara Anda. Apa yang terjadi pada Anda adalah milik Anda 100 persen, terlepas dari statistik yang disetujui itu. Menyatukan resep pribadi Anda untuk perawatan dan penyelesaian pada akhirnya akan menjadi yang terbaik untuk Anda ~ Dr. Susan Love, Presiden Yayasan Penelitian Dr. Susan Love, Profesor Klinik Bedah Universitas California, Fakultas Kedokteran Los Angeles.

Jika herbal gagal membantu Anda, Anda harus berhenti minum herbal kami. Tidak harus berlengah-lengah lagi. Pada tanda pertama kekambuhan, yang terbaik adalah Anda menemui dokter dan mencari tahu apa itu. Kadang-kadang itu hanya pertumbuhan bukan-kanker atau bekas luka keloid. Atau, ini kambuhnya kanker. Jika ini adalah kambuhan, Anda harus menghadapi kenyataan dan mencoba kemoterapi. Anda tidak harus menunggu selama satu atau dua tahun sampai “pembusukan payudara Anda pada tahap tidak dapat diperbaiki” sebelum Anda mengakui bahwa apa yang Anda lakukan itu tidak efektif. Jadi pasien, jangan bodoh. Haarus mengaku apa yang Anda lakukan itu salah and Anda kalah.

Biarkan saya mengakhiri dengan mengingatkan Anda ini.

Ketika Anda pergi ke dokter medis dan menjalani semua perawatan yang telah mereka sarankan, itu disebut metode pengobatan ilmiah dan terbukti. Tidak apa-apa jika pasien meninggal semasa atau setelah perawatan itu. Itu diterima secara norma. Ingat, sebelum Anda menjalani perawatan ini Anda diminta untuk menandatangani banyak kertas. Apakah kamu tahu apa ini?

Jika Anda pergi ke dukun, sinseh atau praktisi alternatif – orang-orang ini panggil dukun atau penjual minyak ular. Metode mereka dianggap pseudo-ilmiah, dan tidak terbukti. Asuransi kesehatan Anda tidak menanggung biaya tersebut.

Jadi, pikirkan baik-baik apa yang ingin Anda lakukan! Selama lebih dari dua puluh tahun, saya telah membantu pasien kanker. Hampir semua dari mereka yang datang kepada kami adalah mereka yang telah menjalani perawatan medis ilmiah tetapi gagal. Bagi kebanyakan dari mereka, CA Care adalah perhentian terakhir untuk mencari “harapan”. Mungkin kadang-kadang, dunia membutuhkan dukun juga!

Didiagnosis dengan kanker usus besar – Apa yang harus dilakukan sekarang?

Dalam posting saya sebelumnya, saya menulis tentang dua orang Indonesia yang datang untuk mencari bantuan kami setelah operasi dan kemoterapi gagal untuk “menyembuhkan” mereka. Keesokan harinya, Tai – satu lagi orang Indonesia dari Pontianak datang untuk mencari bantuan kami. Dia juga didiagnosis menderita kanker usus besar. Ini adalah satu kasus yang tidak sama.

Tai berusia 56 tahun. Masalahnya dimulai sekitar dua bulan yang lalu ketika dia menderita diare, kadang-kadang berdarah. Dia pergi ke rumah sakit di Pontianak. Kolonoskopi dilakukan. Dokter mengatakan dia menderita kanker usus besar dan harus menjalani operasi.

Tidak puas, Tai pergi ke Kuching (Sarawak) untuk mencari pendapat kedua.

Tes darah dan CT scan dilakukan.

Tahap CEA Tai berada di 15,36 (tinggi). Enzim fungsi hati-nya semua dalam batas normal. CT scan menunjukkan:

•  Penebalan dinding tidak beraturan yang menyempit di recto-sigmoid.

•   Ada lesi hipodense 25 mm di segmen 8 hati. Tidak ada bukti sirosis hati.

•  Bronkiektasis (dinding bronkus menebal akibat peradangan dan infeksi) di lobus paru kanan tengah dan bawah.

Tai disuruh menjalani operasi. Ini harus diikuti oleh 6 hingga 10 siklus kemoterapi.

Dengarkan percakapan kami pagi itu.

Berikut adalah beberapa pekara utama yang kami bincnag pagi itu. Saya berharap pasien yang ingin datang dan mencari bantuan kami akan belajar dari perbualan ini. Kami berbicara selama lebih dari satu jam. Biaya konsultasi — gratis!

1. Tai belum menjalani perawatan apa pun setelah diagnosis kanker usus besar. Dia tahu tentang CA Care melalui seorang teman. Kemudian putrinya menjelajahi internet dan membaca lebih banyak tentang kami.

Banyak orang mengenal kami melalui “mulut”. Dari itu mereka menjelajahi internet dan membaca. Setelah membaca sebanyak mungkin, mereka datang jumpa kami. Ya, begitulah harus Anda lakukan — BACA! Carilah pengetahuan! Sayangnya, banyak pasien tidak mau membaca! Atau mereka lebih suka mendengar dan mengikuti apa yang dikatakan orang lain.

2. Saya bertanya kepada Tai apakah dia bertanya kepada dokter apakah pembedahan dan kemoterapi yang disaran itu bisa menyembuhkannya.

Putri Tai mengatakan bahwa dia memang mengajukan pertanyaan ini. Dokter menjawab bahwa operasi memiliki risiko sendirinya, dan dia tidak bisa jamin kesembuhan.

Ya, inilah nasihat saya selalu kepada pasien — Mengajukan pertanyaan. Jangan takut. Anda pergi ke dokter dengan harapan dia bisa menyembuhkan kanker Anda – bukankah itu yang Anda inginkan? Jadi setidaknya, tanyakan apakah Anda dapat disembuhkan! Belajarlah sendiri untuk mengetahui “kebenaran”.

3. Putri Tai kemudian bertanya kepada dokter, Mengapa merawat jika Anda tidak dapat menyembuhkan?

Dokter tidak menjawab pertanyaan itu. Satu-satunya jawaban adalah, Anda harus menjalani operasi dan kemoterapi. Tidak ada jalan lain.

Dari dua pertanyaan di atas, Tai memahami “kebenaran tersembunyi”. Kankernya tidak bisa disembuhkan. Pembedahan dan kemo mungkin tidak bisa jamin kesembuhkan yang Anda sedang mencari itu. Tapi walaupun begitu, Tai diberi tahu bahwa dia harus menjalani protokol pengobatan standar – setiap orang yang terkena kanker harus dioperasi dan kemudian di kemoterapi! Begitulah amalan medis yang dilakukan sekarang.

Beberapa dokter mungkin marah dan memberi Anda jawaban sarkastik – tetapi dalam kasus ini, dokter Tai tidak “agresif”. Dia hanya diam. Tidak jawab apa yang ditanya.

4. Keluarga tidak yakin dan menolak untuk menjalani perawatan medis lebih lanjut.

Tai dan putrinya serta teman putranya, terbang ke Penang dan mencari saran kami.

Pasien, Anda harus belajar bagaimana membuat keputusan sendiri tentang kesehatan Anda. Anda tidak perlu menjadi ilmuwan roket untuk dapat melakukan ini. Dari jawaban yang diberikan oleh dokter dan juga cerita-cerita tentang pengalaman “buruk” orang-orang lain,Tai ragu-ragu untuk dirawati di rumah sakit. Dia ingin mencari opsi lain.

5. Apa yang Anda ingin saya lakukan untuk Anda? Sembuhkan Anda? Tidak, kanker itu harus diangkat dulu sebelum meminum herbal kami.

Anak perempuan Tai mengatakan bahwa ayahnya berharap dapat menemukan alternatif lain. Tentu saja, seperti orang lain, ia berharap ramuan herbal ataupun cara-cara “dukun”  dapat menyembuhkannya.

Ini balasan saya. Kita tahu bahwa pembedahan dan kemo tidak menyembuhkan kanker. Jadi ketika Anda datang ke sini menginginkan saya menyembuhkan kanker Anda, itu tidak benar. Pengalaman saya menunjukkan kepada saya bahwa tidak ada seorang pun di bumi yang dapat menyembuhkan kanker! Jadi jangan disesatkan.

Biarkan saya menceritakan sebuah kisah.

Wanita ini dari Batam. Dia memiliki benjolan di payudaranya. Dia pergi ke dukun Cina di Kuala Lumpur yang menyarankan kepadanya untuk tidak mengoperasi benjolan itu. Memang “manisnya” nasihat ini yang ramai pasien mau dengar. Dia disuruh minum herbal yang harganya RM5.000 per bulan!

Dia mengkonsumsi herbal selama hampir satu setengah tahun. Benjolan tidak hilang. Bahkan benjolan itu tumbuh lebih besar dan akhirnya meledak. Ketika ini terjadi,”dukun” itu memberi tahu wanita itu, Saya tidak bisa membantu Anda lagi. Anda harus temui dokter di rumah sakit dan angkat benjolan itu.

Apa pendapat Anda tentang herbalis atau dukun semacam itu?

Jangan disesatkan atau ditipu oleh orang-orang yang hanya mau memjual herbal atau rawatan ajaib meraka. Hal yang sama dapat terjadi pada kasus Tai. Ada tumor “busuk” di ususnya. Perlahan-lahan tumor itu dapat tumbuh dan menyumbat bagian di usus besar. Karena Tai masih muda, berusia 56 tahun dan kankernya belum menyebar luas, saya menyarankan agar ia menjalani operasi untuk mengangkat tumor.

Jika pasien datang kepada saya dengan penyebaran luas – katakanlah dari usus besar ke hati, paru-paru, dll, saya biasanya akan mengatakan tidak perlu untuk operasi. Pembedahan tidak akan menyembuhkan kasus yang begitu serius. Tetapi dalam kasus Tai, setelah melihat CT scan, saya agak tidak yakin. Ya, ada massa di hatinya. Jangan angkat massa hati itu. Tetapi lebih baik untuk membuang massa di ususnya. Tolong jangan percaya bahwa herbal dapat membuat tumor di usus besar itu hilang. Tak mungkin ada herbal ajaib yang dapat membuat itu.

6. Jika saya menjalani operasi, apakah saya perlu memakai kantong / bag colostomi?

Anda perlu bertanya kepada dokter yang akan mengoperasi Anda. Umumnya jika tumornya sangat dekat anus, Anda harus mengenakan kantong kolostomi seumur hidup. Tetapi jika tumor lebih tinggi di usus besar, dokter bedah bisa menbuangkan tumour itu. Anda mungkin perlu memakai bag kolostomi untuk sementara waktu. Kemudian ketika semuanya baik-baik saja, Anda perlu menjalani operasi lagi untuk menyambung kembali usus besar. Tak perlu lagi mengguna bag.

7. Mau operasi atau tidak? Anda harus membuat keputusan itu.

Tai mengatakan dia tidak siap menjalani operasi, jika boleh.

Jawaban saya: Saya benar-benar khawatir jika Anda menolak operasi sama sekali. Jika saya memiliki massa “busuk” di dalam usus besar saya, saya akan angkat massa itu, asalkan tidak ada penyebaran luas.

Tai menjelaskan bahwa ia enggan menjalani operasi karena selama sebulan terakhir seorang dukun di Pontianak memberinya beberapa ramuan. Ini membantunya. Tai berkata, Sebelum minum obat herbal, perut saya sakit sekali. Setelah minum obat herbal, rasa sakitnya hilang!

Balasan saya. Saya mengerti. Tetapi saya takut apa yang bisa terjadi pada Anda di masa depan. Merasa lebih baik setelah minum herbal tidak berarti kankernya hilang! Suatu hari di masa depan, seperti gunung berapi yang tidak aktif, ia mungkin meledak.

Dari pengalaman saya selama bertahun-tahun, saya tahu bahwa tumor itu tidak akan hilang hanya dengan minum ramuan herbal. Ya, Anda mungkin bisa hidup selama satu atau dua tahun dengan massa busuk itu. Tetapi saya tidak yakin apa yang akan terjadi setelah itu.

Beberapa ahli alternatif, sinseh atau dukun mungkin memberi tahu Anda untuk tidak menjalani operasi – lakukan perawatan alternatif sudah cukup dan Anda akan baik-baik saja. Saya tidak yakin apakah sarab seperti itu benar untuk Anda. Di mana bukti bahwa ramuan mereka dapat menyembuhkan kanker?

Anda juga perlu memahami bahwa menjalani operasi untuk mengangkat tumor tidak berarti bahwa kanker akan hilang total. Operasi tidak bisa menjamin kesembuhan sama sekali. Tetapi dengan menghilangkan sumber utama kanker, itu dapat membuat pengelolaan kanker Anda dengan terapi alternatif lebih mudah.

Biarkan saya berbagi satu kisah tentang seorang pasien VIP. Dia adalah orang tua, melewati usia 80-an. Dia menderita kanker usus besar yang telah menyebar luas ke hatinya. Dia menolak perawatan medis apa pun (baik operasi atau kemo) terlepas dari kenyataan bahwa keponakannya (seorang spesialis medis) mendesaknya untuk melakukannya. Adik laki-lakinya (seorang menteri di pemerintahan) membawanya untuk menemui kami.

Berdasarkan usianya dan penyebaran yang luas, saya setuju dengan pasien bahwa pembedahan atau kemo mungkin hanya memberikan lebih banyak masalah daripada membantunya. Pasien diberi resep herbal dan dia “sehat” setelah minum herbal kami. BABnya  normal dan dia terus menjalani kehidupan biasa. Apakah dia sudah sembuh? TIDAK. Sekitar sembilan bulan kemudian perutnya membengkak setelah makan nasi ketan yang dibubuhi gula dengan ikan asin. Dia dibawa ke rumah sakit dan meninggal tidak lama setelah menikmati “makanan terlarang” itu. Dalam hal ini, herbal membantunya tetapi tidak menyembuhkannya!

Dalam kasus Tai, masih ada perluang baik untuk bertaruh dengan menjalani operasi sebelum mengambil herbal kami. Dia masih muda – baru berusia 56 tahun dan kankernya belum menyebar secara luas.

8. Minta ahli bedah yang tepat untuk mengoperasi Anda!

Ketika Anda datang dan mencari bantuan kami, kami akan berusaha sebaik mungkin untuk membantu dengan cara apa pun yang kami bisa. Ini BUKAN hanya tentang menjual atau meresepkan herbal saja. Pertanyaan yang muncul dalam banyak pasien adalah: Siapa dan dimana untuk mencari ahli bedah yang baik.

Dari pengalaman pasien kami, saya tahu bahwa Dr. X di Rumah Sakit Y adalah satu-satu dokter bedah yang harus dituju. Jadi pasien kanker usus besar, temuilah dia jika kamu mau operasi. Biar saya katakan terlebih dahulu bahawa saya tidak mendapat biaya referensi dengan melakukan ini! Sebenarnya, saya tidak mengenalnya secara pribadi. Tetapi saya tahu Dr. X ini memiliki reputasi yang baik.

Saya memberi tahu Tai berikut:

1. Sebelum operasi, tanya dokter itu perkiraan biaya operasi.

2. Tanyakan kepada dokter apakah Anda perlu memakai bag kolostomi – selamanya atau hanya sementara.

3. Tidak perlu bertanya apakah ia dapat menyembuhkan kanker Anda. Sekarang Anda harus tahu realitas situasi Anda.

4. Kemungkinan besar dokter bedah akan meminta Anda untuk menjalani kemoterapi lanjutan. Tidak perlu terburu-buru dalam hal ini. Beri tahu dokter bedah Anda harus pulang dulu dan berdiskusi dengan keluarga Anda dan mencari lebih banyak uang untuk membayar perawatan kemo itu.

9. Tidak perlu minum herbal sekarang!

Ambil satu atau dua minggu untuk menentukan apa yang ingin Anda lakukan setelah mempertimbangkan saran saya. Tidak perlu minum herbal sekarang. Anda hanya akan menghabiskan uang Anda. Jika Anda membutuhkan bantuan kami setelah operasi, kembali lagi dengan laporan medis dua atau tiga minggu setelah operasi Anda. Pada masa itu kita akan memutuskan perawatan lebih lanjut yang Anda butuhkan.

Lebih banyak cerita …

Sementara saya menulis cerita tentang Tai, saya menerima email ini dari Singapura.

Chris Teo yang terhormat,

Kami ingin meminta saran Anda untuk ibu saya, usia 78. Dia menderita sembelit (4 Des hingga 8 Des) dan sakit selama 5 hari dengan perut kembung yang besar.

Dengan semua investigasi yang dilakukan di rumah sakit, ia didiagnosis menderita kanker usus besar pada tanggal 9 Desember 2019. Ada tumor yang ditemukan di usus besar. Dia telah melakukan tes darah, CT scan dan kolonoskopi.

Perhatian langsung yang diberikan oleh dokter adalah untuk melepaskan gas di perutnya untuk membantu melepaskan tinja. Dokter memasangan stent ke ususnya. Sebuah salur juga dimasukkan ke dalam hidungnya. Ini dilakukan pada 9 Des 2019.

Perutnya telah membaik sejak pemasangan stent, sedikit feses dan gas dikeluarkan dengan bantuan stent. Namun, hari ini (12 Des) keluluhan ini timbul kembali.

Investigasi menunjukkan: CEA-nya adalah 32,5. Dari laporan pemindaian: ” primer tumor di usus besar.” CT scan tidak menunjukkan penyebaran sel kanker ke bagian lain.

Prosedur selanjutnya yang saran oleh dokter spesialis adalah mengangkat tumor itu. Seperti yang diinformasikan oleh spesialis, ia harus hidup dengan bag kolostomi setelah pengangkatan tumor karena tingkat keberhasilan bergabung dengan usus kembali rendah.

Kami ingin mencari perawatan alternatif untuknya …  mengingat usia ibu saya  … serta kualitas hidup setelah operasi.

Bolehkah kami berkonsultasi … Kami sangat berharap bisa bertemu dengan Anda pada minggu depan. Berharap mendengar kabar darimu. Terima kasih.

Saya belum bertemu dengan pasien. Berdasarkan email di atas, saya setuju dengan pemasangan stent untuk membantu perpindahan ususnya. Ini adalah hal yang benar untuk dilakukan – satu prosedur yang tidak bisa dilakukan oleh dukun atau sinseh.

Bagaimana dengan operasi segera seperti yang disaran oleh dokter? Anggota keluarga tampak skeptis karena usia pasien (78 tahun) dan harus memakai bag kolostomi secara permanen setelah itu.

Saya juga bersetuju dengan keluarganya karena tidak ingin dioperasi. Mengapa? Ini karena saya pernah menemukan kasus seperti ini sebelumnya. Ini adalah ceritanya dan apakah Anda dapat belajar sesuatu dari kasus ini.

Suatu hari Chai dan isterinya datang ke rumah kami, atas nama ibu mereka yang berusia 82 tahun. Ibunya didiagnosis menderita kanker usus besar. Dokter medesak agar pasien segera dioperasi. Pada saat itu, saya juga setuju bahwa ibu mertua Chai harus segera menjalani operasi. Namun Chai dan isterinya tidak ingin ibu mereka menjalani operasi.

Mereka bertanya kepada saya, Bagaimana jika dia tidak dioperasi? Jawaban saya adalah, Ya, tinja akan tersumbat dan menumpuk di dalam usus besar. Seiring waktu, usus mungkin akan pecah. Mereka kemudian bertanya lagi, Bisakah herbal Anda membantu dalam kondisi ini? Jawaban saya adalah, Saya tidak tahu. Saya tidak yakin bagaimana herbal bisa menghilangkan penyumbatan sama sekali.

Karena Chai dan isterinya tidak ingin ibunya menjalani operasi, saya tidak punya pilihan selain membuat perjanjian dengan mereka. Saya akan meresepkan herbal. Jika pasien tidak dapat memindahkan isi perutnya setelah satu atau dua minggu, mereka HARUS membawa ibunya ke rumah sakit untuk operasi. Baiknya, setelah minum obat herbal, Ibu Chai baik-baik saja. Gerakan ususnya menjadi normal.

Tonton video ini:

Sekitar dua tahun kemudian, pasien meninggal. Menurut Chai ini bukan karena kanker, mungkin karena usia tua.

Kanker Usus Besar: Pembedahan dan kemoterapi tidak menyembuhkan mereka – berakhir pada kondisi yang lebih mengerikan.

Suatu pagi di bulan November 2019.

Dua orang dari Indonesia datang mencari bantuan kami. Salah satunya dari Medan dan yang lain dari Jakarta. Keduanya menderita kanker usus besar. Mereka menjalani operasi diikuti dengan kemoterapi. Perawatan tidak menyembuhkan mereka. Mari kita periksa setiap kasus secara terperinci. Saya berharap kita dapat belajar sesuatu dari pengalaman mereka.

Kasus 1: SPW berusia 53 tahun. Dia dari Jakarta. Sekitar delapan bulan lalu, kotorannya berdarah semasa membuang air besar. Kolonoskopi menunjukkan tumor di usus besarnya.

Seto 1.jpg

CT scan yang dilakukan pada 20 Maret 2019 menunjukkan ada juga batu empedu, selain tumor di usus besar. SPW menjalani operasi untuk mengangkat massa di usus besar dan batu kandung empedu.

Laporan patologi mengonfirmasi kanker, adenokarsinoma, pT3NxMx.

Setelah operasi, SPW pulang ke rumah tanpa perawatan lebih lanjut.

Sekitar dua bulan kemudian (Juni 2019), pemindaian PET dilakukan. Hasilnya menunjukkan kanker telah kambuh di lokasi operasi sebelumnya. TIDAK ada penyebaran ke hati, paru-paru, kelenjar getah bening atau tulang.

14 June 2019 composite.JPG

SPW menjalani 6 siklus kemoterapi, di rumah sakit swasta di Jakarta. Kemo diberikan setiap dua minggu. Regimen yang digunakan adalah FOLFOX-4, terdiri dari Eloxatin (atau oxaliplatin) + 5-FU + Leucovorin (asid folinik).

Sekitar lima bulan kemudian, pada November 2019, PET lain dilakukan. Hasilnya mengecewakan.

Nov 2019 composite.JPG

1. Dokter mencurigai kanker telah menyebar ke hati.

2. Aktivitas metabolisme massa di usus besar yang awalnya sudahpun kurang intens tetapi kanker itu tidak hilang.

3. PET scan menunjukkan kelenjar getah bening reaktif.

Ahli onkologi meminta SPW untuk menjalani lebih banyak kemoterapi tetapi dia menolak perawatan lebih lanjut. Mengapa? SPW mengatakan dia menderita efek samping yang parah selama menjalani kemoterapi.

•  Dia kehilangan 15 kg berat badan dalam beberapa bulan semasa perawatan.

•  Dia mengalami depresi.

•  Dia lemas.

•  Dia kehilangan nafsu makan.

•  Dia tidak bisa tidur di malam hari, dan harus minum obat tidur.

•  Jari-jarinya kebas.

•  Dia mengalami kesulitan berjalan.

Kondisi saat ini: Dia harus buang air kecil empat kali setiap malam.

Kasus 2: Wongso berusia 67 tahun dari Medan. Pada bulan Maret 2018 kotorannya berdarah semasa membuang air besar. Kolonoskopi dilakukan di rumah sakit di Medan. Ada massa di usus besarnya.

Wongso.jpg

 Wongso  menjalani operasi untuk mengangkat tumor di usus besarnya pada April 2018. Laporan patologi mengkonfirmasi kanker – adenokarsinoma, pT4N1Mx.

Salah satu dari dua kelenjar getah bening dipengaruhi kanker. CT scan pada 9 Mei 2018, menunjukkan kanker telah menyebar ke hatinya.

Wongso menjalani kemoterapi di rumah sakit kanker pemerintah di Jakarta. Dia menerima 6 siklus kemoterapi. Regimen yang digunakan adalah FOLFOX-4, yang terdiri dari oksaliplatin, asid folinik dan 5-FU.

CT scan pada 5 September 2018 menunjukkan bahwa tumor di hatinya telah menyusut dari 2,49 cm menjadi 2,06 cm. Tapi itu tidak hilang.

Wongso diresepkan obat oral – Xeloda. Dia minum pil selama dua minggu diikuti dengan istirahat seminggu. Ini merupakan suatu siklus. Wongso mengambil total 12 siklus Xeloda. CEA-nya awalnya di 2,6 tetapi ini meningkat menjadi 79,8 pada November 2019.

CT scan pada 29 Oktober 2019 menunjukkan:

•  Asites ringan di sekitar hati.

•  Kista multipel di kedua lobus hati.

•  Kompresi fraktur pada vertebra L4.

Wongso composite.JPG

Walaupun perawatan medis nampaknya gagal, ahli onkologi masih bersikeras bahwa Wongso terus mengambil Xeloda.

Wongso masih menggunakan Xeloda ketika dia datang untuk mencari bantuan kami.

Keluhannya adalah: sakit perut, mungkin karena “angin”. BABnya 3 sampai 4 kali sehari. Dia harus buang air kecil 3 hingga 4 kali setiap malam.

Komentar

Resep pengobatan standar untuk kanker usus besar adalah: pembedahan, kemoterapi dan obat oral seperti Xeloda. Kadang-kadang pasien juga diminta untuk menjalani radioterapi sebelum operasi. Ini adalah untuk kasus di mana tumornya terlalu besar.

Jika Anda menderita kanker, Anda harus menjalani perawatan ini di mana pun Anda berada – di rumah sakit paling terkenal dan termahal atau di rumah sakit kanker biasa. Ya, Anda harus menjalani metode pengobatan yang dikatakan “sudah terbukti” ini.

Tetapi, pertanyaan yang perlu Anda tanyakan adalah: Apakah metode perawatan yang terbukti dan ilmiah ini cocok untuk Anda? Saya tidak bisa menjawab pertanyaan itu!

Tetapi jika Anda datang untuk bantuan kami setelah didiagnosis dengan kanker usus besar, satu-satunya saran saya adalah Anda harus menjalani  operasi untuk mengangkat tumor itu, yaitu jika kanker belum menyebar secara luas di tempat lain. Jika ada metastasis luas, nilai operasi dipertanyakan. Jadi, sejauh itu saja yang akan saya lakukan.

Bahkan, setelah saya bertemu dengan dua pasien di atas, pada hari berikutnya, ada satu lagi orang dari Indonesia yang juga menderita kanker usus besar. Dia belum menjalani perawatan apa pun. Saran saya kepadanya adalah: Pergi dan angkat tumornya. Pergi ke dokter bedah X ini di Rumah Sakit Y di Kuala Lumpur. Dia adalah dokter yang baik. Saya pikir dia akan dapat membantu Anda.

Melihat ke belakang selama lebih dari dua puluh lebih tahun terakhir dalam usaha membantu pasien kanker usus besar, saya dapat mengingat banyak pengalaman yang amat menyedihkan. Pada tahun-tahun awal, saya memiliki beberapa pasien yang menjalani kemoterapi dengan 5-FU setelah operasi. Pada saat itu satu-satunya obat yang dianggap efektif adalah 5-FU. Satu pasien pergi ke Sydney (Australia) untuk mendapat  perawatan 5-FUnya. Dia meninggal saat menjalani perawatan. Lalu ada kontraktor bangunan ini. Dia juga menderita kanker usus besar dan menjalani kemoterapi setelah operasi. Perawatan gagal. Sebelum dia meninggal, dia memberi tahu putrinya untuk tidak melupakan CA Care dan dia pesan putrinya untuk harus berusaha membantu CA Care kapan pun kita perlu melakukan pekerjaan renovasi. Selama bertahun-tahun, saya kehilangan banyak teman baik.

Sekarang, rejimen kemo untuk kanker usus besar telah “diperbarui.” Dalam kasus SPW dan Wongso, ahli onkologi merawat kanker usus besar mereka dengan menggunakan rejimen FOLFOX-4, yang terdiri dari kombinasi fluorouracil (5-FU), leucovorin, dan oxaliplatin.

Bahkan, selain FOLFOX, ada variasi lain seperti:

•  FOLFIRI – terdiri dari asid folinik, 5-FU dan irinotecan.

•  CAPOX – terdiri dari capecitabine atau Xeloda dan oxaliplatin.

•  XELOX – terdiri dari Xeloda (nama dagang) dan oxaliplatin.

Jika Anda mempelajari di atas dengan hati-hati, ini hanyalah kombinasi yang berbeda dari lima obat yang sama berikut:

•  5-FU.

•  Asid folinik atau Leucovorin.

•  Oxaliplatin.

•  Irinotecan.

•  Capecitabine atau Xeloda.

Satu persoalan penting yang harus pasien tanya adalah: Dapatkah kemoterapi menyembuhkan kanker usus besar? Atau Bagaimana tingkat keberhasilan kemoterapi untuk kanker usus besar. Saya mencoba mencari jawaban dari internet dan inilah yang saya dapatkan.

•  Kemoterapi digunakan setelah operasi pada banyak kanker usus besar yang merupakan stadium 2, 3, dan 4. Telah terbukti kemo bisa meningkatkan tingkat kelangsungan hidup. Ini bukan untuk kasus kanker stadium I, dan karena itu kemoterapi jarang digunakan dalam keadaan ini (kanker stadium 1). Sebagian besar kanker stadium I disembuhkan dengan operasi saja.

•  Meskipun uji klinis telah menunjukkan bahwa kemoterapi meningkatkan ketahanan hidup untuk kanker usus besar stadium-3, manfaatnya tetap kontroversial untuk kanker stadium-2. Pasien kanker usus besar stadium-2 menerima kemoterapi tambahan meskipun manfaatnya tidak pasti.

•  Pembedahan adalah modalitas kuratif primer pada 70-80% pasien kanker usus besar yang datang dengan penyakit non-metastasis (yang belum menyebar). Namun, rekurensi (kambuhan) sering terjadi dan terlihat pada hampir 30% kasus stadium 3 setelah 5 tahun.

•  Hampir seperempat dari semua kasus kanker usus besar adalah stadium 3 saat didiagnosis.

•  Kemoterapi tidak menyembuhkan kanker kolorektal metastatik (yang sudah menyebar), tetapi dapat memperbaiki gejala dan memperpanjang hidup.

•  Setelah didiagnosis, 20% pasien kanker kolorektal yang baru didiagnosis adalah sudah metastasis (ia itu sudah stadium 4) yang tidak bisa disembuh dengan kemoterapi pada saat ini.

•  Kelangsungan hidup relatif lima tahun keseluruhan dari pasien kanker kolorektal di AS adalah 64% dan di Inggris (England) 50,7%.

•  Di bawah ini adalah tingkat kelangsungan hidup di Inggris, berdasarkan pada tahap penyakit saat didiagnosis.

Stadium kanker semasa diagnosaPeratusan hidup selama 5 tahun
  Dukes A / Stadium 1  93,2
Dukes B / Stadium 277,0
Dukes C / Stadium 347,7
Dukes D / Stadium 46,6

•  Data di atas diperoleh dengan pasien di AS dan Inggris. Kita perlu mencatat bahwa tingkat kelangsungan hidup BUKAN berarti penyembuhan. Sayangnya banyak pasien diberitahu bahwa jika mereka dapat hidup lima tahun dan lebih, mereka dianggap “SEMBUH”. Sayangnya ini adalah saran yang salah.

•  Perhatikan juga bahwa hasil di atas tidak berlaku untuk Anda. Anda dapat merespons secara berbeda dari orang-orang ini. Hasil di atas harus diperlakukan hanya sebagai indikator dari apa yang dapat terjadi pada Anda.

•  Singkatnya, jika Anda didiagnosis menderita kanker stadium lanjut atau stadium 4, peluang Anda untuk bertahan hidup mungkin 10% hingga 15%, apa pun yang Anda lakukan. Di sisi lain, jika Anda memiliki kanker stadium 1, Anda tidak perlu menjalani kemoterapi sama sekali setelah operasi. Bahkan untuk kanker stadium 2, manfaat kemoterapi adalah amat diragukan.

•  Secara keseluruhan, data itu memberi tahu bahwa untuk kanker usus besar, Anda memiliki peluang 50:50 dengan kemoterapi jika kanker Anda adalah pada stadium 3.

Kebanyakan pasien percaya bahwa pembedahan dan kemoterapi dapat menyembuhkan kanker mereka. Sayangnya hal ini sering tidak terjadi. Dalam kasus SPW dan Wongso, apakah mereka pernah dibertahu dengan sebenarnya tentang peluang mereka? Sayangnya, mereka harus belajar dengan cara yang sulit.