Kanker Serviks Stadium 3B: Kesehatan Pulih Setelah Minum Herbal dan Tidak Mau Melanjutkan Lagi Pengobatan dengan Kemo dan Radiasi.

The Ai Hoa (TAH) adalah seorang wanita 78 tahun dari Indonesia. Pada bulan Mei 2008 vaginanya mengeluarkan cairan warna kecoklatan. Dia berkonsultasi dengan dokter kandungan dan diberitahu tidak ada yang salah. Pada bulan Februari 2009, pengeluaran cairan itu terulang. Dia berkonsultasi dengan dokter kandungan lain dan lagi-lagi diberitahukan hal yang sama – tidak ada yang salah.

Putrinya ( Dewi)  membawa TAH ke Singapura untuk konsultasi lebih lanjut. Pap smear yang dilakukan pada tanggal 16 Maret 2009 mengindikasikan suatu kondisi sebagai berikut : high grade squamous intraepithelial lesion / HSIL) / CIN 3 (indikasi kanker mulut rahim ).

Biopsi jaringan serviks dilakukan dan menunjukkan adanya microinvasive squamous cell carcinoma.

Sebuah PET-CT scan pada 23 Maret 2009 menunjukkan suatu kondisi kanker mulut rahim / cervix  yang sudah lanjut dengan penyebaran ke arah rahim mencakup rahim dan bagian atas dari vagina. Terdapat pula banyak tanda-tanda adanya masa pada kelenjar getah bening yang tersebar didaerah sebelah kiri iliac, aorto-caval, recto-caval dan bilateral paraaortic ,  ini menggambarkan suatu penyebaran kanker ( metastasis ).  Tidak terdapat tanda-tanda / bukti dari suatu metastasis didaerah peritoneal ataupun  hati.

Hasil tes darah pada tanggal 24 Maret 2009 menunjukkan hemogram normal dengan ESR 25 mm / jam. Tes ginjal dan fungsi hati normal tapi LDH nya 210 (normal <190). CEA nya 6,9 (n <5) dan CA 125 nya 124 (n <35). HBsAg nya reaktif.

TAH dirujuk ke dokter lain untuk evaluasi CEA tinggi dan HBsAg. Dia menjalani endoskopi saluran GI nya pada tanggal 26 Maret  2009. Hasil penelitian menunjukkan kerongkongan normal tetapi tercatat adanya gastritis antral. Dia dinyatakan positif Helicobacter pylori. Kolonoskopi menunjukkan banyak polip sessile kecil di rektum. Pada biopsi itu tampak polip hyperplasic / metplastic. Dia mulai dengan Baraclude (entecavir) pengobatan untuk hepatitis B nya (carrier).

Bone scan pada tanggal 28 April 2009 menyimpulkan : meningkatnya suatu tanda / jejak yang cukup berbahaya pada garis tengah bagian atas tulang sakrum , begitu juga pada tulang sakral bagian kiri. Tetapi kemungkinan besar karena perubahan degeneratif, bukan karena metastasis tulang.

Pada tanggal 25 Maret 2009, TAH menjalani  kemo-radiasi  secara bersamaan. TAH menerima 28 kali pengobatan radiasi dan 3 kali brachytherapy (internal). Setiap pengobatan kemo diulang setiap minggu. Obat-obatan yang digunakan adalah Cisplatin dan 5-FU.  Setelah empat dosis kemoterapi      ( seharusnya  8 kali ) TAH mengalami mengalami  penurunan  sel darah putih dan sel darah merah yang signifikan ( myelosuppresion ).  Kemoterapi dihentikan untuk sementara.

Biaya Pengobatan

Tidak terhitung biaya lain, TAH harus membayar minimal total S $ 24.700 untuk perawatannya di Singapura.

Rinciannya sebagai berikut: Radiasi  S $ 17, 000;  Brachytherapy (radiasi internal) S $ 4.500; Kemoterapi S $ 3.200.

Kesehatannya memburuk setelah Pengobatan di Singapura

Chris:  Kapan dia menyelesaikan semua pengobatannya di Singapura?
Dewi : 16 Mei 2009 dan kami pulang ke Indonesia. 

Dengan pengobatan, itu apakah dia menjadi lebih baik? Lebih baik dari sebelumnya?
Dewi : Tidak, dia merasa mual dan lelah. Dia tidak bisa duduk lama dan merasa sakit di punggungnya. 

Sebelum pengobatan di Singapura bagaimana kondisi ibu? Baik atau buruk?
Dewi : Dia sehat. 

Sebelum pengobatan dan setelah perawatannya – apakah ada bedanya?
Dewi : Ya, berbeda. Keadaannya lebih buruk setelah menjalani perawatannya di Singapura. 

Anda menghabiskan semua uang itu dan apa yang terjadi kemudian?
Dewi : Dia lebih lelah. 

Kalau begitu, apa artinya semua itu?
Dewi : Mama tidak ingin melanjutkan pengobatan lagi. Tapi dokter nya mengatakan, “Tidak, tidak, kau tidak bisa berhenti. Anda memerlukan tambahan lebih banyak darah “. Jadi, kami makin bingung..

Apakah anda berpikir ibu akan mati jika dia melanjutkan pengobatannya?
Dewi : Kemungkinan besar!

Apa yang terjadi selama kemoterapi? Apakah dia menderita?
Dewi : Sulit baginya. Dia merasa mual, ia mengalami kesulitan makan. Dia tidak punya kekuatan untuk bicara.

Dia sudah 75 tahun. Saya tidak akan melakukannya jika dia ibuku.
Dewi :  Ahli radiologi di Singapura mengatakan, “Jika dia ibu saya, sayapun akan memberinya radiasi.”

Oh ya, tentu saja. Jika anda pergi ke tukang cukur pasti dia akan meminta anda untuk memotong rambut Anda!

Dewi : Saya katakan kepada ahli radiologi bahwa ibu sudah tua tapi dia bersikeras bahwa jika ibu adalah ibunya, dia tetap akan melakukan hal yang sama. Karena dia seorang dokter, kami percaya padanya. Tapi ketika saya pulang, saya mulai mencari alternatif. Itulah saat saya menemukan buku Anda. Ahli radiologi itu bahkan mengatakan jika nanti kami kembali untuk melanjutkan kemoterapi, kemungkinan besar ibu akan perlu menjalani 20 kali radiasi lagi jika kelenjar getah bening nya masih bengkak. Tidak, mama tidak ingin kembali ke Singapura untuk perawatan lagi.

Setiap setengah jam Juice Therapy – ibu hampir pingsan

Setelah kembali ke Indonesia, TAH mengikuti program  JuiceTherapy 21-hari-yang ditawarkan oleh seorang praktisi alternatif. Dia harus minum semua jenis jus setiap setengah jam. Dia hampir pingsan selama terapi dan ahirnya menyerah.

Putrinya menemukan CA Care

Putrinya membaca buku kami, Kanker: Mengapa Mereka Hidup (versi Bahasa Indonesia dari Cancer: Why They Live). Ini meyebabkannya mengunjungi CA Care. Dia mendapatkan herbal dari Pak Teddy di Jakarta. Setelah empat minggu minum herbal yang diberikan , TAH merasakan kondisi yang  lebih baik. Ekspresi wajahnya membaik, frekuensi buang air kecil nya berkurang. Dia bisa duduk di toko roti putrinya sepanjang satu pagi. Sebelumnya dia tidak bisa melakukannya bahkan untuk selama setengah jam saja dan harus pergi ke atas dan berbaring.

Putrinya terbang mengunjungi kami di Penang tanggal 19 Juli 2009. Di bawah ini adalah rekaman video pada hari itu.

 

4 April 2010 – TAH dan putrinya datang ke Penang

Setelah meminum ramuan itu selama sekitar sepuluh bulan, TAH datang mengunjungi kami untuk pertama kalinya, disertai dengan putrinya Dewi. Dia mengalami beberapa masalah berikut:

1. Dia merasa “ada rasa panas” di dalam perutnya.
2. Buang air kecil dia sangat sering – 7 sampai 8 kali setiap malam dan ini menyababkan tidurnya terganggu.
3. Dia mengalami inkontinensia.
4. Dia menderita kram di kaki jika berdiri terlalu lama.
5. Telapak kakinya terasa “tebal”.
6. Dia memiliki nyeri di sendi jari-jarinya.
7. Perut terasa kembung dan ini menyebabkan ketidaknyamanan.

Mama, bagaimana Anda rasakan setelah mengkonsumsi herbal?

Dewi : Kebanyakan orang yang melihatnya berkata dia tampak lebih baik.
TAH: Saya merasa tulang punggung saya lebih baik setelah minum Teh Bone. Saya menjaga diet saya – Saya tidak makan ikan, daging atau ayam. Apakah saya harus menjaga pola makan ini sampai aku mati?

Saya tidak sakit tapi saya juga menjaga diet saya. Saya tidak ingin menunggu sampai jatuh sakit baru menjaga diet saya.

Dewi : Tapi dia mengkhawatirkan berat badannya tidak bertambah.

Apakah Anda ingin menambah berat badan? Banyak orang Indonesia yang datang ke sini berkata seperti itu – mengeluh tentang tidak bisa jadi lebih gemuk! Tapi saya katakan pada mereka – Anda bukan babi atau sapi. Jika Anda mau menjual diri sendiri dengan cara kiloan silakan lanjutkan agar menjadi gemuk. Yang penting bagi Anda adalah bahwa Anda sehat – tanpa masalah. Jika Anda bisa makan, bisa tidur, dapat berjalan atau bergerak dan tidak memiliki rasa sakit – apa lagi yang Anda inginkan? Berat badan Anda akan naik lagi dikemudian hari, namun itu butuh waktu. Bersabar. Anda sudah 76 tahun sekarang dan Anda terlihat baik – baik. Tenang saja.

TAH: Anda telah membantu begitu banyak orang! 

Sekarang, izinkan saya bertanya :  Ada seorang pasien dengan keadaan yang sama dan berasal dari tempat  yang sama dengan anda. Banyak pasien datang menemui saya karena diadan dia kondisinya baik. Dia memiliki toko roti atau sesuatu seperti itu.

Dewi : Ya, itulah kami – kami memiliki toko roti. Setelah pengobatan kami di Singapura, mama selalu merasa mual dan lelah. Dia tidur di lantai atas. Sekarang, dia mampu membantu menjaga toko.

 

Komentar

Saya bertanya kepada anda untuk serius memikirkan hal berikut ini:

1. Dengan semua teknologi modern dari ilmu kedokteran – PAP smear, Biopsi, CT scan, PET scan, Bone scan, Endoskopi, Kolonoskopi, gabungan Radioterapi – Kemoterapi, Brachytherapy dan Kemoterapi – bagaimana kondisi TAH berakhir? Memang prosedur ini mungkin atau mungkin tidak penting, tetapi apakah anda pernah berpikir kalau semua ini adalah jawaban atas masalahnya? Yah, bahkan dia berakhir dengan Baraclude yang diresepkan untuk hepatitis! Apa pendapat Anda tentang hal ini?

2. TAH sudah 75 tahun – jika ia adalah ibu anda dan jika anda adalah seorang ahli dalam radioterapi dan kemoterapi – apakah anda akan menyarankannya untuk menjalani perawatan tersebut? Ahli radiologi Singapura mengatakan ya! Apakah anda bisa terima?

3. Sebelum menjalani kemoterapi dan radioterapi apakah anda ingin tahu apa efek           samping dari pengobatan ini? Jika anda ingin tahu – kenapa tidak anda tanyakan ke           dokter? Tapi apa pun yang mereka katakan perlu selalu anda periksa kontra           informasinya yang dapat ditemukan di internet. Setelah menelusuri daftar efek          sampingnya, gunakan akal sehat anda dan ajukan pertanyaan ini – Apakah perawatan ini masuk akal bagi anda ?

Apa efek samping dari radiasi (eksternal) dan brachytherapy (radiasi internal)?

Dalam forum kanker, banyak wanita menulis tentang pengalaman mereka. Berikut adalah beberapa contoh:

•  Ibu saya menjalani 2 kali perawatan brachytherapy. Beberapa minggu setelah pengobatan dia mengeluh merasa tidak nyaman di punggungnya.

•  Saya mengalami 3 sesi brachytherapy dan efek sampingnya adalah – perdarahan selama beberapa hari setelah setiap sesi, kekurangan energi dan perlu tidur lebih dari biasanya.

•  Meskipun diberitahu kemungkinan efek samping dari pengobatan radiasi, ternyata saya tidak benar-benar siap. Saya diberitahu bahwa saya akan mengalami masalah dengan buang air besar saya. Saya tetap meneruskan dan masih menjalaninya, satu dan satu setengah tahun kemudian. Saya pertama kali mengalami “mencret” sekitar empat minggu setelah menjalani pengobatan. Selama berbulan-bulan setelah radiasi saya mengalami nyeri punggung bawah dan kaki. Tak seorangpun yang benar-benar bisa memberikan penjelasan untuk itu, tapi saya menduga bahwa banyak hal yang saya rasakan itu akibat dari kerusakan saraf dan jaringan. Membungkuk atau berjongkok lebih menyakitkan lagi.

•  Saya juga menjalani tiga hari radiasi internal yang berkontribusi terhadap apa yang disebut ‘stenosis’ atau vaginal scarring (goresan-goresan / parutan pada vagina).

•  Pada awalnya saya merasakan perut saya berontak. Sekitar delapan bulan setelah perawatan, saya mengalami pendarahan dubur dan merasakan ‘penyumbatan’ yang ternyata adalah peradangan kronis akibat radiasi.

•  Selama dua minggu terakhir pengobatan radiasi eksternal, saya mengalami diare, kehilangan nafsu makan, dan kelelahan. Sesekali vagina saya gatal. Masalahnya berkembang dengan inkontinensia stres (kebocoran urin saat bersin, batuk dll). Ahli radiasi onkologi saya mengatakan radiasi telah merusak otot-otot yang mengendalikan pengeluaran urine dari kandung kemih ke saluran urin ( sphincter).

•   Saya merasa pasti bahwa efek-samping tidak di jelaskan seluruhnya, hampir sampai ke titik kebohongan. Saya bisa mengerti bahwa mereka tidak ingin menakut-nakuti dengan segala macam komplikasi yang jarang terjadi, tapi saya lebih suka “menerima kenyataan sebenarnya”, jadi berbicara, apa adanya. Saya diberitahu bahwa pengobatan radiasi internal sementara mungkin akan menyebabkan beberapa masalah kandung kemih dan buang air besar. Saya mulai mengalami iritasi kecil kandung kemih setelah pengobatan radiasi pertama, dan juga mengalami diare ringan. Lima tahun setelah perawatan, saya masih memiliki “keanehan” pada masalah buang air besar  – ketika saya merasa ingin b a b, saya biasanya harus b a b *Segera*, kadang-kadang beberapa kali sehari, dan  adalah suatu yang “normal” tampaknya, bila mengalami segala sesuatu antara mencret dan sembelit. Saya tidak menyadari hal ini adalah efek  paska-radiasi sampai saya menemukan wanita lain di internet yang juga menjalani radiasi dan sedang mengalami gejala yang sama. Saya merasa lelah dan “melayang” selama beberapa bulan setelah pengobatan. Saya juga mengalami menopause, pada usia tiga puluh empat. Gejala menopause :  rasa panas diseluruh tubuh, ketidakmampuan untuk berkonsentrasi, dan kemurungan, meningkat dalam intensitas selama beberapa bulan sampai akhirnya saya menyadari apa yang sedang terjadi. Radiasi juga menyebabkan goresan-goresan/parutan pada vagina saya.

Efek Samping dari Brachytherapy
• Mual

• Gangguan pencernaan seperti mencret, sakit perut.

• Inkontinensia di saluran air seni.

• Kekeringan di saluran vagina, rasa sakit dan perdarahan vagina dll

• Ada juga banyak efek samping yang dapat menyebabkan kerusakan permanen pada organ reproduksi seperti saluran vagina menjadi sangat sempit akibat radiasi. Panjang rongga vagina juga makin pendek karena prosedur ini, melakukan hubungan seks sangat menyakitkan dan tidak nyaman.

• Menopause juga kadang-kadang dipercepat sebagai akibat dari brachytherapy.

• Efek samping lain yang penting dari brachytherapy adalah hilangnya kepadatan tulang.

Efek Samping dari Cisplatin

• Meningkatnya risiko terkena infeksi dari penurunan sel darah putih.

• Kelelahan dan sesak napas akibat penurunan sel darah merah.

• Gampang memar berbintik akibat penurunan trombosit.

• Kelelahan selama dan setelah perawatan dan merasakan atau menjadi sakit.

• Cisplatin dapat menyebabkan kerusakan ginjal.

• Gangguan pendengaran, terutama terhadap suara bernada tinggi.

• Denging di telinga.

• Kehilangan nafsu makan.

• Hilangnya indera pengecap atau merasa hambar.

• Mati rasa atau kesemutan pada jari tangan dan kaki yang mengakibatkan kesulitan           melakukan gerakan rumit.

• Reaksi alergi seperti ruam kulit, gatal, merasa panas, menggigil, kemerahan pada wajah, merasa pusing, sakit kepala, sesak napas, gelisah atau kebutuhan mendadak untuk buang air kecil.

• Kejang otot.

• Detak jantung meningkat (selama atau segera setelah mendapat dosis).

• Punggung belakang atau samping rasa sakit disertai demam atau kedinginan.

• Nyeri pada persendian.

• Penglihatan kabur

Efek Samping dari 5-FU

• Seriawan disekitar rongga mulut.

• Penurunan sensitivitas indera pengecap.

• Diare.

• Masalah penglihatan.

• Perubahan kulit.

• Risiko terinfeksi, memar berbintik dan berdarah karena penurunan jumlah sel darah.

• Merasa cape atau kelelahan.

• Merasa sakit atau mual dan muntah.

• Rambut rontok.

• Perubahan warna kuku jari dan kaki. (menghitam).

• Kepekaan terhadap matahari.

• Bengkak berbintik dan kemerahan pada telapak tangan dan telapak kaki.

• Dada nyeri dan merasa tertekan di tengah dada.

Renungkanlah kutipan di bawah ini:

Kami ingin mengucapkan terima kasih kepada TAH dan keluarganya yang telah memberikan kami izin untuk menceritakan kisahnya dan menggunakan video di atas. Saat ini usia  Ai Hoa 78 !  Pada saat ini dia betul-betul baik kondisinya – dan kesehatannya tercermin pada gambar-gambar dibawah ini. Dia telah hampir tiga tahun mengkonsumsi herbal CA Care.

Diterjemahkan oleh : Tan Hoan Hing  dan  di edit oleh : Teddy Setiawan.

 

Iklan

Kanker ovarium: Bagian 3 Pengalaman saya Dengan Kemoterapi dan Herbal Anda

Ketika Anda menjalani kemoterapi, Anda diberitahu bahwa Anda menderita kanker stadium 4. Apakah onkolog memberitahu Anda apakah kemo itu akan menyembuhkan Anda?
H: Inilah yang dokter katakan kepada kami setelah operasi, “Ingat Anda harus menjalani kemo. Anda perlu menjalani enam siklus.” Saya masih ingat ini adalah apa yang ia katakan kepada kami. Lalu ia menambahkan, “Anda menderita kanker stadium 4 – Anda harus menjalani kemo. Ingat itu.”

“Apakah Anda bertanya, apakah kemo dapat menyembuhkannya?
H: Pada saat itu kesan saya adalah kemoterapi akan mampu menyembuhkannya.

Apakah Anda menderita saat menjalani kemoterapi?
Ya. Saya tidak bisa tidur. Muntah dan merasa sakit sampai tulang.
H: Lebih dari itu, dia menjadi botak.

Menjadi botak, itu adalah hal yang normal!  Setiap tiga minggu, Anda menjalankan satu siklus kemoterapi. Berapa lama penderitaan Anda setiap kali setelah menjalani kemo?
Satu minggu penderitaan. Setelah kekuatan saya pulih, saya masuk ke siklus berikutnya. Saya tidak nafsu makan dan tubuh saya terasa sangat lelah. Selama itu saya merasa seperti sekarat. Saya tidak bisa membawa apa-apa dan energi saya terkuras. Setelah saya sembuh saya harus pergi menjalankan siklus berikutnya.

Anda menjalankan tiga siklus kemoterapi. Mana yang lebih sulit – yang pertama atau yang kedua?
Yang kedua lebih buruk daripada yang pertama. Tapi pada siklus ketiga saya baik-baik saja – itu setelah saya mulai mengkonsumsi obat herbal anda..

Oh, Anda mulai mengkonsumsi obat herbal setelah kemoterapi kedua Anda dan tepat sebelum Anda menjalani yang ketiga?
Ya, sebelum kemo yang ketiga. Saya mengkonsumsi teh Kemo (Chemo Tea) Anda dan juga Teh Nyeri Atas (Upper Pain Tea)
H:.Saya masih ingat apa yang Anda katakan kepada saya, “Saya tidak mendorong anda untuk menjalani kemo. Tapi saya juga tidak meminta anda untuk berhenti kemo. Saya tidak ingin disalahkan. Tetapi jika Anda ingin menjalani kemo maka konsumsilah Teh Kemo.” Lalu ia mengambil teh Kemo dan pergi untuk kemoterapi ketiganya.

Apakah Anda menderita efek samping setelah itu?
Sangat sedikit
H: Saya amati dia. Ada perbedaan kali ini. Sebelum mengkonsumsi herbal ia harus tidur dan merasa kesakitan. Setelah mengkonsumsi obat herbal anda tidak ada masalah lagi. Itulah yang saya amati – ada perbedaan itu.
Siti: Satu hal lagi dokter. Selama kemo pertama dan kemo kedua, kata dokter darah saya tidak normal. Setelah meminum herbal itu selama sekitar satu bulan atau lebih, kata dokter darah saya normal. Itulah yang dokter rumah sakit pemerintah katakan kepada saya. Tapi dia tidak tahu bahwa saya sudah mengkonsumsi obat herbal anda. Saya memiliki masalah lain ketika saya menjalani kemo. Saya cenderung menjadi pelupa. Saya merebus air selama berjam-jam dan saya tidak ingat itu. Ketika saya merebus herbal dan saya naik ke lantai atas, saya harus berdoa dan berdoa agar saya tidak lupa apa yang saya lakukan.

Itulah yang mereka sebut, “otak-kemo”. Sekarang, sudah lima tahun sejak Anda melakukan kemo – apakah Anda masih menderitai otak kemo ini?.
Ya, sesekali.  Saya masih cenderung lupa.
H:.Tapi masalah ini tidak seburuk sebelumnya. Sebelumnya hal tersebut parah.

Siapa yang mengatakan Anda menderita kanker stadium 4?
Dokter bedah yang mengoperasi saya bilang begitu. Saya bertemu dengannya bulan lalu (setelah lima tahun). Inilah yang ia bilang, “Pasien yang menderita kanker seperti Anda, seharusnya tidur di tempat tidur dan tidak bisa berjalan.” Dia menyiratkan bahwa saya  seharusnya sudah meninggal sekarang.

Itukah yang dia katakan?
Ya , spesialis yang mengoperasi saya. Suatu hari, anak saya juga masuk ke rumah sakit yang sama karena masalah usus buntu nya. Saya berada di rumah sakit dan kebetulan bertemu ahli bedah itu. Dia berkata, “Siti, kamu baik-baik saja?” Nada suaranya dan reaksi menunjukkan kepada saya bahwa dia benar-benar terkejut bahwa saya masih hidup. Dia kemudian menelepon dokter lain dan berkata (saya mendengar percakapan nya) : “Anda masih ingat Siti – pasien sekitar empat sampai lima tahun yang lalu. Dia masih hidup!” Bayangkan apa yang dikatakannya, Saya masih ada dan hidup! Kemudian dia mengatakan kepada saya, “Siti, datanglah kembali dan mari kita lakukan CT-scan.” Dia meyakinkan saya untuk kembali ke rumah sakit dan melakukan pemeriksaan. Setelah berpikir tentang hal itu, saya pikir saya harus melakukan scan.
Saya pergi untuk CT scan. Saya gemetar pada waktu itu – sangat khawatir jika mereka akan menemukan sesuatu dalam diriku. Setelah melakukan pemeriksaan, ahli bedah menatap saya dan berkata, “Selamat – Saya tidak bisa menemukan sesuatu di sana – bahkan tidak ada bekas luka.”

Apakah dokter pernah menanyakan apa yang telah Anda lakukan?
Dia tidak bertanya banyak.  Dia menatapku. Saya menduga dia ingin menanyakan sesuatu tapi enggan. Saya tidak yakin apakah dia merasa malu atau malu terhadap sesuatu.

Tapi apakah dia tahu bahwa Anda mengkonsumsi obat herbal?
Ya, saya bercerita tentang itu, tapi dia tidak meminta saya menjelaskan lebih jauh. Setelah saya dijelaskan hasil CT scan, saya berkata padanya, “Saya ingin pergi dan memberitahu Dr Chris tentang hal ini.” Dia bertanya padaku, “Siapakah Dr Chris.” Saya menjawab, “Herbalis dari Penang.”

Anda memang diberkati. Jika Anda bertanya kepada saya, apa yang bisa saya lakukan untuk Anda, saya harus mengakui saya tidak tahu harus menjawab apa. Tetapi saya ingin mengingatkan Anda bahwa bahkan setelah lima tahun Anda masih hidup anda belum sembuh. Untuk para dokter, masih hidup selama lima tahun dianggap “mengobati”. Itu tidak benar sama sekali. Bahkan jika Anda bertahan hidup sepuluh tahun, anda masih belum sembuh.
Saya ingin mengucapkan terima kasih banyak atas bantuannya kepada saya. Saya berdoa agar Anda dapat terus melakukan pekerjaan yang baik selama-lamanya untuk membantu masyarakat kita.

Mari kita semua memuji Tuhan dan bersyukur kepada-Nya untuk berkat-Nya. Dia memberi saya pengetahuan untuk membantu orang lainnya:.

Komentar

Baca kisah lengkapnya:
Bagian-1 Dia menyerah dengan Kemoterapi dan Beralih ke Herbal – Masih Sehat Setelah Tujuh Tahun

Bagian 2 Awalnya Kami Tidak Percaya dengan Apa yang Anda Lakukan

Bagian 3 Pengalaman Saya Dengan Kemoterapi dan Herbal Anda

Kanker Prostat: PSA Menurun Drastis ! Dia Lebih Memilih Herbal CA Care dari pada Casodex dan Zoladex

ML adalah seorang pria berusia 69 tahun dari Indonesia. Dia didiagnosa kanker prostat pada tanggal 6 September 2011. Sebelum diagnosa ini, ML sudah mempunyai  masalah dengan prostatnya sejak bulan April 2008. Angka PSA nya pada tanggal 1 April 2008 adalah 9,31 dan ini terus meningkat selama bertahun-tahun.

Pada tanggal 8 Desember 2011, kami menerima sebuah e-mail dari ML.

Dear Dr Chris,

Saya ML dari Jakarta yang menemui  anda pada tanggal 21 Oktober 2011. Setelah minum ramuan herbal  Prostat A , teh deTox Mountain Guava dan Kapsul A , angka PSA saya turun ke 0,37 dari 4,67.

Sebelum itu dokter menyarankan saya untuk mengubah diet saya dan memberi saya Casodex dan injeksi Zoladex. Ini membantu saya, angka PSA saya turun ke 4,67. Lalu saya menghentikan obat-obat tersebut dan mengkonsumsi obat herbal Anda. Setelah itu angka PSA turun ke 0,37.  Apa yang harus saya lakukan?  Apakah saya masih harus minum ramuan herbal tersebut dan untuk berapa lama ?

Terima kasih atas bantuan Anda.

Pada tanggal 16 Desember 2011, ML mengirim e-mail lagi.

Dr Chris,

Selamat, Puji Tuhan dari ML, Jakarta. Saya telah mengecek lagi PSA saya pada tanggal 14 Desember. Angka PSA saya menjadi = 0,19.

Berikut adalah catatan singkat riwayat medis nya :

  1. 1 April 2008, PSA 9.31.   Minum pil kelenjar prostat (Kai Kit Wan)
  2. 23 Jan 2009, PSA 11,83. Masih minum pil kelenjar prostat.
  3. 19 Jan 2010, PSA 23,7    Masih minum pil kelenjar prostat.
  4. 26 Mei 2010, PSA 19,83  Masih minum pil kelenjar prostat.
  5. 15 Juni 2011, PSA 33,23 Minum kapsul Conprosta  (Qian Lie Kang kapsul)
  6. 1 Agustus 2011, PSA 32,8
  7. 6 September 2011, Biopsi: dikonfirmasi  Adenokarsinoma Prostat dengan skor Gleason 4 +3 = 7..        USG: ukuran prostat dua kali ukuran normal. Bone scan normal, tidak ada metastasis.
  8. 17 September  2011, Infeksi prostat, nyeri. Dokter memberi resep antibiotik Levoproxacine & tablet Ratinidine.
  9. 20 September 2011, PSA  47,67  Pengobatan medis dengan Casodex & Zoladex. Diet vegetarian.
  10. 15 Oktober 2011, PSA  4,67  Minum Casodex.
  11. 21 Oktober 2011, Mengunjungi CA Care Penang. Berbicara dengan Dr.Chris Teo.
  12. 25 Oktober 2011, Singapore General Hospital. Departemen Urology. MRI: tidak ada penyebaran, kanker prostat (terbatas pada organ). Disarankan untuk menjalani operasi / radiasi. Operasi bedah dengan bantuan robot – prostatektomi radikal. Radiasi: dengan tehnik IMRT  (37 sesi). Menolak perawatan medis seperti yang disarankan oleh dokter SGH.
  13. 30 October 2011. Berhenti minum Casodex
  14. 1 Nov 2011, Mulai minum ramuan herbal CA Care: Kapsul A, Prostat A  &  Teh Mt.Guava  selama dua minggu.
  15. 15 Nov 2011, PSA 0,37 Terus melanjutkan dengan herbal CA Care.
  16. 14 Desember 2011, PSA 0,19.

Ini memang merupakan kasus yang menarik. Namun, ada banyak hal yang perlu diklarifikasi. Kami meminta Pak Teddy di Jakarta untuk bertemu dengan ML dan mendapatkan beberapa jawaban dari dia.

Di bawah ini adalah e-mail Pak Teddy.

Hello Prof Chris,

Berikut ini adalah jawaban dari dia. Dia datang kemarin. Kami berbincang selama sekitar 45 menit dan setelah itu harus pergi ke tempat lain.

Pertanyaan 1. Kapan dan mengapa dia datang dan menemui anda?
Dia datang menemui saya pada tanggal 27 September 2011. Dia ingin tahu tentang terapi herbal dari CA Care.

2. Siapa yang memintanya untuk datang?
Seorang teman di gerejanya yang  memberitahukan alamat saya.

3. Ketika dia datang –apakah dia percaya apa yang anda jelaskan kepadanya?
Pada waktu itu saya tidak tahu apakah dia percaya saya atau tidak. Tetapi dia membeli beberapa Herbal yang saya sarankan. Dan setelah itu dia datang lagi untuk kedua kalinya. Selama kunjungan kedua ini, ia menjelaskan bahwa setelah dia bertemu saya ( 2 minggu yang lalu ), ketika sampai dirumah dia membuka buku Alkitab nya. Dia membaca halaman yang dia buka dan ada informasi tentang Diet yang telah saya jelaskan kepadanya sebelumnya. Jadi dia mengikuti Diet yang saya disarankan. Dia juga memberitahu saya bahwa dia memeriksa di internet tentang bahan-bahan yang terkandung dalam Kapsul A. Setelah mempelajari bahwa Typhonium flageliforme memiliki kemampuan untuk melawan sel kanker. Dia menjadi lebih yakin pada herbal kami.

4. Dia datang ke Penang … setelah ia menemui anda — tetapi ia belum mulai  minum herbal. Mengapa – apakah dia tidak yakin? Setelah ia datang ke Penang ia mulai minum herbal?
Ya, benar dia tidak langsung minum herbal nya setelah menemui saya. Ini bukan karena dia tidak yakin. Pada saat itu dia sudah mulai mengkonsumsi Casodex. Dia ingin tahu seberapa jauh Casodex dapat bermanfaat. Dia mulai minum Casodex dan Zoladex  (suntikan pertama) pada tanggal 23 September 2011.Dan berhenti minum Casodex pada tanggal 30 Oktober 2011.

Pada  tanggal 21 Oktober 2011 dia mengunjungi anda di Penang. Setelah bertemu dengan anda dan membaca buku yang dibeli ( Prostate Cancer Healed Naturally ), dia menjadi lebih percaya diri bahwa dia berada di jalur yang benar.

Pada tanggal 25 Oktober 2011, dia pergi ke Singapore General Hospital, Departemen Urology. Dan disarankan untuk menjalani operasi / radiasi. Operasi bedah yang dibantu dengan robot – prostatektomi radikal. Radiasi dengan tehnik IMRT (37 sesi). Dia menolak perawatan medis yang disarankan.

5. Selain PSA turun, apakah ia juga merasa lebih baik setelah mengkonsumsi obat herbal?

Ya dia merasa bahwa tubuhnya lebih nyaman.

6. Dia minum Casodex dan injeksi Zoladex, hanya untuk satu bulan dan PSAnya  turun dari 47,65 – jadi  4,67 – itu berarti bahwa obatnya bekerja. Mengapa dia berhenti mengkonsumsi obat  ini dan beralih kepada herbal ?
Karena dia takut efek samping dari obat-obatan tersebut.

7. Dengan waktu kurang dari satu bulan dengan pengobatan Casodex dan Zoladex … apa yang dia harapkan dengan PSA nya ? Saya pikir PSA bisa turun menjadi 4,67 sangat bagus sekali.
Ya, dia tahu hal itu. Jika dia terus dengan terapi hormone, dia bisa mendapatkan angka PSA untuk turun, tapi di sisi lain dia tidak ingin mengambil risiko efek samping … kerusakan tulang, dll. Dia tidak ingin memiliki penyakit tambahan atau masalah baru. Dia lebih baik mengkonsumsi herbal. Dia percaya herbal tidak memiliki efek samping.

8. Apakah dia benar-benar menghentikan Caxodex dan Zoladex ketika dia mengkonsumsi herbal kami?
Ya, dia benar-benar berhenti dengan Casodex pada tanggal 30 Oktober 2011. Lalu dia mulai dengan Herbal kami pada tangal 1 Nov 2011 ( hanya herbal ).

9. Sekarang nya PSA 0,37 — bagaimana dia yakin bahwa itu adalah herbal yang membuat PSA turun?  Hal ini dapat disebabkan oleh efek dari Casodex / Zoladex.
Dia juga tahu hal tersebut. Mungkin efek Zoladex masih bekerja (3 bulan efektivitas) tapi sekali lagi dia tidak ingin melanjutkan karena takut akan efek samping yang dimungkinkannya. Sekarang dia merasa senang dan menjelaskan kepada saya bahwa dia hanya ingin melanjutkan dengan herbal.

Teman-teman dokternya  terheran-heran. Anda memiliki masalah dengan kanker prostat, tetapi anda tetap tersenyum dan anda tampaknya tenang-tenang saja ( karena mereka tahu bahwa kanker prostat dapat membunuhnya ). Dia menjelaskan kepada saya bahwa semua teman-teman dokternya merasa khawatir tentang dia.

Dia selalu menjawab mereka:  Saya tidak perlu operasi. Tapi angka PSA saya sekarang hampir nol. Selamat tinggal operasi …. ( dengan senyum di wajahnya ).

10. Apakah dia akan berhenti mengkonsumsi obat herbal — atau kapan dia berencana untuk melanjutkan mengkonsumsi herbal?

Tidak, dia tetap ingin melanjutkan terus dengan Herbal.

Komentar

Ada beberapa pelajaran yang dapat kita pelajari dari kasus ini setelah Anda mendengarkan percakapan kami dalam video ini.

1. Tentang menjadi orang yang keras kepala

Angka PSA  ML meningkat terus sejak April 2008. Saat itu berada di 9.31. ML mengkonsumsi obat herbal ( bukan dari CA Care). Angka PSA tetap meningkat meskipun ini dengan pengobatan herbal. Hal itu berlangsung tidak sampai bulan September 2011 dimana ML menjalani biopsi untuk memastikan apakah ada yang tidak beres dengan dirinya. Biopsi menunjukkan kanker prostat dengan skor Gleason 7 – sebagai catatan skor maksimal yang dimungkinkan adalah 10. Jadi secara medis ini adalah suatu kanker yang agak serius.

Saya mengajukan pertanyaan ini kepada ML : Anda telah mengkonsumsi obat herbal dari sejak bulan April 2008 – makin banyak dan makin lama Anda mengkonsumsi obat herbal- semakin tinggi PSA naik. Mengapa anda terus mengkonsumsi obat herbal tersebut – dengan meningkatnya PSA terus menerus berarti herbal tersebut  tidak berguna – mengapa terus meminum herbal itu atau melakukan hal yang sama terus ? Istrinya menjawab bahwa dia (suaminya) keras kepala. Keras kepala dapat menjadi sesuatu yang baik ataupun buruk. Keras kepala yang dikombinasikan dengan ” kedunguan atau kebodohan ” dapat menyebabkan bencana.

Jika segala sesuatunya tidak berjalan sebagaimana seharusnya untuk anda, kenapa menggantungkan kapada hal itu ?  Di CA Care kami mengatakan kepada pasien-pasien kami seperti ini: ” Cobalah herbal ini selama dua atau tiga minggu – paling lama sebulan. Tanyakan kepada diri sendiri apakah ramuan-ramuan ini membantu  anda atau tidak. Jika anda tidak mendapatkan manfaat dari herbal kami dalam jangka waktunya, berhentilah. Carilah orang lain untuk menolong anda.  ” Bergantung terus pada herbal kami selama berbulan-bulan tanpa mendapat manfaat apapun, tidak hanya membuang-buang uang tetapi yang lebih penting lagi adalah mempertaruhkan hidup anda..

Sisi baik dari sifat keras kepala (atau memiliki pikiran sendiri) adalah  bahwa anda tidak seperti sapi yang dicocok  hidung ! Hanya karena seorang ahli mengatakan sesuatu, apakah anda harus mengikutinya… ML pergi ke para ahli di Singapura dan dia ditawari operasi bedah dengan robotik atau radioterapi. Bagaimana anda menyikapi hal itu?  Lebih baik menjadi keras kepala ..?

Dr James Watson adalah pemenang Hadiah Nobel di bidang kedokteran. Kehormatan ini adalah sebagai penghargaan atas penemuannya tentang struktur heliks ganda DNA. Dia juga adalah direktur pertama dari National Institutes of Health’s Human Genom Proyect dari tahun 1988 – 1992. Sekarang beliau berumur 83 tahun dan sebagai ketua dewan yang sudah tidak aktif  ( tetapi boleh memakai gelar kedudukannya ) di Laboratorium Cold Spring Harbor, dan Dr Watson didiagnosis dengan kanker prostat. Setelah meneliti tentang pengobatan dengan radiasi dan operasi, dia memutuskan ikut suatu program yang dinamakan ” watchful waiting.”

Dia berkata, ” Saya sudah berumur 80 tahun dan mungkin tidak akan hidup sampai berumur 90. Jadi saya mungkin akan mati karena sesuatu yang lain selain kanker prostat..” Dia minum obat ibuprofen (pain killer) setiap pagi sebagai obat diabetes. Dia juga mendapat “latihan keras” dalam bentuk pertandingan tenis yang penuh semangat. Menjadi seorang yang terkenal seperti dia, tentu saja dia bisa mendapatkan perawatan medis terbaik di dunia untuk kanker prostatnya, tetapi dia tidak ingin menjalani perawatan medis tersebut. Mengapa ? Kadang-kadang ada baiknya juga untuk menjadi seorang yang keras kepala !

2. Efek samping dari Casodex dan Zoladex

ML tidak ingin melanjutkan dengan Casodex dan Zoladex (meskipun obat-obat tersebut tampaknya membantu) karena risiko dari efek sampingnya. Saya mengetahui bahwa keduanya, ML dan istrinya sudah  ” terlatih secara medis “. Jadi mereka tahu apa yang disebut “pengobatan ilmiah” – tetapi mereka percaya bahwa herbal lebih aman. Setiap orang memiliki preferensi masing-masing – sebagian orang akan mengatakan herbal tidak ilmiah atau tidak terbukti dan menyamakan mereka dengan omong kosong, sementara yang lain seperti ML yang berpikir sebaliknya.

Mari saya ingatkan anda tentang hal berikut – jangan membuat pilihan hanya berdasar pada preferensi anda, menyukai secara pribadi atau berdasar keyakinan. Buatlah keputusan berdasarkan data penelitian yang anda buat. Baca dan pelajari untuk diri sendiri – telitilah fakta-fakta , catatlah dan kemudian gunakan kepala dan hati anda untuk memahami apa yang anda ketahui. Itu adalah cara yang lebih baik untuk membuat suatu keputusan yang bijaksana. Sebelum itu, baca dan kenali lah fakta-fakta  tersebut terlebih dahulu.

Dan inilah data-data tentang efek samping dari Casodex dan Zoladex.

Efek samping umum dari Casodex: Sakit pinggang, panggul, perut, atau sakit tubuh secara umum, sembelit, penurunan daya seksual; diare, pusing, sering buang air kecil, terutama di malam hari, gastritis, sakit kepala, hot flashes, mual, sakit perut, berkeringat; kesulitan tidur ; tak bertenaga..

Efek samping berat dari Casodex: reaksi alergi parah (ruam, gatal-gatal dengan bitik merah, gatal, kesulitan bernafas, sesak di dada, pembengkakan mulut, wajah, bibir, atau lidah, kesulitan menelan, suara serak yang tidak biasa); tinja berwarna hitam atau berdarah; penglihatan kabur atau perubahan visi lainnya ; tulang nyeri, pembesaran payudara atau sakit, perubahan jumlah urin yang diproduksi, nyeri dada, urin berwarna gelap atau berdarah; pingsan, demam, menggigil, atau sakit tenggorokan persisten; gejala seperti flu, meningkat nya rasa lapar, haus, atau buang air kecil bermasalah , nyeri sendi, kekakuan, atau pembengkakan, kehilangan nafsu makan, perubahan mental atau suasana hati (misalnya, kecemasan, depresi); nyeri otot atau kelemahan; mati rasa atau kesemutan dari kulit, tinja berwarna pucat, batuk yang parah atau terus-menerus; berat atau persisten pusing, mengantuk, atau sakit kepala; terus-menerus mual atau sakit perut yang parah ; sesak napas, pembengkakan pada pergelangan kaki, tungkai kaki, atau kaki; memar atau perdarahan yang tidak biasa; kelelahan yang tidak biasa atau lemah, muntah, perubahan berat badan, menguningnya kulit atau mata .

Efek samping ringan dari Zoladex: hot flashes, berkeringat, sakit kepala, pusing, perubahan mood, meningkat atau menurun nya keinginan hubungan seks; kekeringan vagina, gatal, atau debit, impotensi, penurunan daya ereksi dari normal, payudara bengkak atau nyeri, sakit tulang; diare , sembelit; susah tidur (insomnia),  jerawatan , ruam kulit ringan atau gatal.

Efek samping yang serius Zoladex: sakit punggung, mati rasa atau kesemutan yang parah di kaki atau kaki, kelemahan otot, masalah dengan keseimbangan atau koordinasi, kehilangan kontrol kandung kemih atau buang air besar; kencing lebih sedikit dari biasanya atau tidak sama sekali, rasa sakit atau terbakar ketika buang air kecil ; darah dalam urine anda atau tinja; anda merasa seperti mau pingsan, kesulitan bernapas, kulit pucat, mudah memar, mual, kehilangan nafsu makan, rasa haus yang meningkat, kelemahan otot, kebingungan, dan merasa lelah atau gelisah; gula darah tinggi (rasa haus meningkat , buang air kecil meningkat, kelaparan, mulut kering, hawa mulut bau, mengantuk, kulit kering, penglihatan kabur, penurunan berat badan); mati rasa tiba-tiba atau kelemahan, sakit kepala parah tiba-tiba, kebingungan, masalah dengan penglihatan atau bicara ; nyeri di dada atau perasaan berat, nyeri menyebar ke lengan atau bahu, mual, berkeringat, merasa sakit yang umum.

(Daftar efek samping diperoleh dari website, http://www.drugs.com/zoladex.html )

Dalam daftar pertanyaan kami untuk ML …kami bertanya: Selain PSA turun,apakah dia merasa lebih baik setelah mengkonsumsi obat herbal?

Jawabannya adalah: “Ya dia merasa bahwa tubuhnya lebih nyaman”. Hal ini penting. Apakah anda belajar sesuatu dari pernyataan yang sering diulang ini – ” Operasi nya sukses tetapi pasien meninggal karena komplikasi.” Apa gunanya menjalani operasi jika ini hasilnya ? Hal ini paling mengejutkan saat membaca apa yang ditulis oleh Dr James Forsythe didalam bukunya, The Compassionate Oncologist , “Menurut Perusahaan Besar Obat-Obatan yang mengendalikan industri obat kanker, kematian akibat kemoterapi dapat diterima asalkan protokol kemoterapi standar telah dipatuhi” (halaman 91) . Dapatkah anda menerima hal itu ?

3. Diet untuk kanker Anda

Ini adalah masalah yang paling membuat frustrasi bagi kita semua. Selama bertahun-tahun bekerja dengan pasien kanker, kami memiliki tugas berat untuk memberitahu para pasien agar mengatur makanan mereka. Diet penting untuk mengendalikan kanker anda. Tetapi itu suatu usaha yang berat. Dr James Forsythe (dalam buku nya The Compassionate Oncologist ) menulis, “Saya tahu dari pengalaman langsung bahwa ahli onkologi dan dokter tidak diizinkan untuk berbicara tentang suplemen atau diet sebagai bagian dari pengobatan kanker.”

  • Para pasien diberitahu bahwa mereka dapat makan apapun yang mereka suka. Diet tidak ada hubungannya dengan kanker mereka – makanlah apa saja dan nikmati ! Makan dengan baik sehingga anda dapat datang kembali agar dapat melanjutkan kemo atau radiasi berikutnya ! Sayangnya banyak pasien kanker yang tidak menyukai gagasan tidak boleh makan apa yang mereka sukai. Mereka berkata: “Saya sudah sekarat dan sekarang anda mengatakan kepada saya untuk tidak makan apa yang saya suka. Saya lebih baik makan apa saja sekarang sebelum terlambat ” Lainnya akan berkata: ” Pergi dan temui  Chris Teo dan anda akan mati karena anda tidak bisa makan apapun yang anda suka.” Saya ingat satu kasus klasik dari seorang dokter medis yang datang untuk meminta bantuan. . Dia telah menjalani chemo berkali – kali , tetapi pengobatan tersebut tidak menyembuhkan dia. Setelah saya mengatakan kepadanya untuk mengatur makanan nya, dia berkata, “Tidak, saya tidak percaya Anda. Saya tidak bisa mengikuti apa yang anda sarankan kepada saya ”  Lalu saya menjawab, ” Tidak, terapi saya bukan untuk orang-orang seperti Anda. Jika anda tidak siap untuk mengatur diet anda, silahkan pergi ke tempat lain untuk mencari pertolongan. “
  • Akhir-akhir ini, saya pelajari bahwa ada sedikit kemajuan. Seorang pasien datang kepada kami setelah diberitahu oleh dokter nya bahwa dia disarankan pulang dan tinggal menunggu, tetapi pada saat yang sama disarankan pula untuk mengatur dietnya. Kanker dihatinya sudah terlalu berat dan sudah tidak ada perawatan medis lagi yang dapat dilakukan. Saya bertanya kepada pasien itu apa yang dikatakan dokternya bahwa dia tidak boleh makan – apa yang dimaksud dengan ” mengatur diet anda ” ? Dan jawabannya mengejutkan saya  “Tidak, dia tidak memberitahu kita apa yang harus dimakan atau tidak makan. Dia hanya mengatakan, “ atur diet anda ”  Sungguh luar biasa hal seperti itu bisa terjadi !  Bagaimana anda mengharapkan pasien untuk mengetahui bagaimana caranya mengikuti saran anda, jika anda tidak memberikan informasi lebih lanjut ?  Di CA Care kami memiliki buku-buku tulisan kami, Makanan & Kanker,  memberitahu anda dengan tepat apa yang perlu anda ketahui tentang makanan. Kemudian, untuk membimbing anda di dapur, ada buku Memasak Masakan  Sehat.  Sekarang tidak ada alasan lagi mengapa pasien kanker  tidak tahu bagaimana mengatur makanan mereka. Jadi , tidak ada alasan mengapa pasien kanker tidak dapat makan makanan sehat, mencicipi makanan yang baik.
  • Dalam hal ini, ML adalah benar-benar beruntung telah menemukan seorang dokter medis yang mendorong dia untuk mengatur dietnya. Mari kita beri tepuk tangan untuk dokter ini !  Dr Dean Ornish adalah seorang dokter medis dan Presiden dari Preventive Medicine Research Institute dan Profesor Kedokteran Klinis di University of California, San Francisco. Dr Ornish telah mengarahkan uji coba terkontrol secara acak dan menunjukkan bahwa perubahan gaya hidup yang komprehensif dapat menghentikan atau memutar-balikkan perkembangan stadium awal kanker prostat dan bahkan memutar-bailkkan penyakit jantung koroner berat, tanpa obat-obatan dan operasi.

Telusuri website-nya, http://www.pmri.org/dean_ornish.html dan pelajarilah sendiri bagaimana diet bisa bermanfaat untuk kanker anda. 

Diterjemahkan oleh Teddy Setiawan

Kanker Payudara Metastatik: Dari Putus Asa Menuju Harapan dan dari Harapan Menuju Kesembuhan

Riwayat medis

Pasien ini terdiagnosa kanker payudara yang telah menyebar ke tulang-tulangnya. Dia pergi ke Cina untuk berobat – menggunakan kemoterapi, cryoablation dan radioactive particle seed implant.  Pada tahun 2008, dia pergi ke Cina sebanyak tiga kali, dua kali di tahun 2009 dan satu kali di tahun 2010.  Pengobatan ini tidak lantas membuatnya sembuh. Sejak bulan Februari 2011, dia tidak bisa berjalan. Kaki sebelah kirinya sakit dan bengkak. Dua bulan kemudian dia menjalani operasi untuk kaki sebelah kirinya. Namun sakitnya tidak hilang.

Di akhir bulan September 2011, dia merasakan sakit di sekitar perut dan karenanya dilarikan ke rumah sakit. Keluarga menolak tawaran pengobatan lebih lanjut. Mereka mendengar perihal CA Care lewat seorang pasien lainnya (lihat kasusnya) https://cancercareindonesia.com/2011/09/21/kanker-paru-otak-penyembuhan-yang-tidak-mungkin-bagian-3-renungan-dan-pengakuan-suami/

Tanpa ragu, suami pasien dan menantu perempuannya segera membawanya untuk meminta bantuan kami di hari berikutnya, 9 Oktober 2011.

Dari Putus Asa Menuju Harapan 

Dia terjebak dalam kursi roda. Dia harus diangkat untuk dibawa ke dalam pesawat. Dia tidak bisa berdiri sendiri. Dia tidak bisa tidur karena menderita sakit di kakinya sepanjang hari. Setelah lima hari menjalani e-Therapy dan obat-obatan herbal, kondisinya membaik.  Rasa putus asa berubah menjadi harapan!  Pada tanggal 26 Oktober 2011, menantu perempuannya mengabarkan bahwa pasien (di rumahnya di Jakarta) bisa berjalan sendiri dengan bantuan tongkat berjalan. Pada hari ketika pasien pulang, dia mampu berjalan pelan-pelan ke dalam pesawat – tanpa perlu diangkat ke dalam pesawat seperti hari ketika dia pergi ke Penang. Baca cerita lengkapnya:  https://cancercareindonesia.com/2011/10/23/kanker-payudara-dari-keputusasaan-menuju-harapan-dalam-lima-hari/ 

Dari  Harapan Menuju Kesembuhan

Sekitar dua bulan kemudian, 7 Desember 2011, pasien beserta suami juga menantu perempuannya kembali mengunjungi kami. Kondisi pasien meningkat drastis. Dia bisa berdiri dan berjalan pelan tanpa bantuan apa pun. Dia berbicara dan tersenyum. Sungguh sebuah perbedaan yang besar dari kunjungan sebelumnya ketika semua orang terlihat serius, suram dan penuh antisipasi. Kunjungan kedua kali ini dipenuhi senyuman dan tawa – sangat santai.  Satu-satunya kecemasan yang dimiliki pasien saat ini adalah gangguan di kaki sebelah kanan serta kurangnya tenaga ketika berjalan.

Pembacaan Acugraph menunjukkan bahwa tingkat qi pasien hanya 19% (sangat rendah). Kami memberinya resep Energy Tea. Setelah tiga hari meninum teh herbal ini, tingkat qi meningkat jadi 31% (lihat gambar di bawah).

Pasien juga menjalani e-Therapy. Gangguan di kakinya itu hilang sedikit demi sedikit setelah pengobatan. Saksikan video ini dan lihat proses penyembuhan yang sedang berlangsung.

Catatan:  Pihak keluarga telah mengizinkan penayangan video tanpa harus menutupi wajah pasien.

Diterjemahkan oleh Andreas Kriswanto

Membedah Kemoterapi Bagian 4: Berapa Harga Hidup Anda? Erbitux untuk Kanker Paru

Hanya ikan-ikan mati saja yang mengikuti arus

Di dunia ini kita melihat banyak ikan. Kebanyakan dari apa yang kita lihat dan ketahui hanyalah ikan-ikan mati. Ikan-ikan mati tidak bergerak melawan arus. Mereka hanya mengapung turun mengikuti arus.  Drs. Graeme Morgan, Robyn Ward dan Michael Barton dari Australia (lihat Bagian 2 & 3 artikel ini) bukanlah ikan-ikan mati – mereka berenang melawan arus. Saya menghormati mereka atas kerja keras mereka untuk bicara.

Dr Tito Fojo dan Christine Grady di Amerika Serikat juga nampaknya berenang melawan arus. Mereka menulis makalah yang menarik: Berapa harga hidup Anda: Cetuximab, kanker paru bukan sel kecil dan pertanyaan senilai $440 juta. Penulis pertama berasal dari Medical Oncology Branch of the National Cancer Institute, Bethesda, Amerika Serikat, sementara Dr. Grady berasal dari Clinical Center, National Institutes of Health, Bethesda, Amerika Serika.

Klik di sini untuk versi lengkap makalah mereka. http://jnci.oxfordjournals.org/content/101/15/1044.full

 Latar belakang

Saat ini dunia tengah berperang melawan kanker. Dengan demikian kanker merupakan sebuah industri yang menghasilkan banyak uang.  Dan “membuat obat ampuh” bagi kanker adalah bisnis besar dengan keuntungan yang luar biasa. Dikatakan bahwa tahun 2008 adalah saat yang baik di mana “beberapa gebrakan besar” dalam kanker disiarkan.  Pada tahun itu juga Erbitux (atau cetuximab) ditambahkan ke dalam cisplatin dan vinoreline sebagai obat “ajaib” untuk mengobati kanker paru bukan sel kecil (KPBSK).

Ketika Erbitux pertama kali diluncurkan, para ilmuan menulis: Erbitux atau “cetuximab yang ditambahkan pada kemoterapi berbasis platinum memberikan suatu standar baru untuk pengobatan awal terhadap pasien penderita KPBSK.” Dokter-dokter diberitahu: “temuan-temuan ini mungkin memiliki dampak signifikan terhadap penanganan pasien penderita jenis kanker ini.” Mereka yang membaca (dengan buta) akan menelannya bulat-bulat! Memang kita sedang memasuki masa di mana kita akan mengalahkan kanker!

Mari kita soroti sejumlah contoh dari gebrakan-gebrakan yang disebut ilmiah tersebut

  • Erbituxmeningkatkan kelangsungan hidup penderita kanker paru lanjut selama 1,2 bulan ketika dikombinasikan dengan kemoterapi.  Penelitian ini melibatkan lebih dari seribu pasien di 30 negara-negara penderita kanker paru bukan sel kecil. Meski 1,2 bulan nampak singkat, penelitian ini memberikan harapan bagi sekelompok penderita kanker paru-paru yang kesempatan angka kelangsungan hidup 1 tahunnya kurang dari 50%.
  • Sebuah penelitian di Spanyol yang dilakukan oleh Rosell dan rekannya (Ann Onclo. 2008. 19(2): 362-369) melibatkan 86 pasien. Kelompok A memiliki 43 pasien yang mendapatkan cisplatin/vinorelbine. Kelompok B memiliki 43 pasien yang mendapatkan Erbitux ditambah dengan cisplatin/vinorelbine.  Hasilnya:
  1. Kelangsungan hidup bebas pertumbuhan kanker rata-ratanya adalah 4,6 bulan di kelompok A dan 5,0 bulan di kelompok B. Artinya dengan penambahan Erbitux penyakitnya tidak berkembang selama 0,4 bulan (2 minggu?)
  2. Kelangsungan hidup rata-ratanya adalah 7,3 bulan di kelompok A dan 8,3 bulan di kelompok B. Artinya dengan penambahan Erbitux pasien bertahan 1 bulan lebih lama!

Dr Tito Fojo dan Christine Grady menulis: “Sayangnya, pengumuman perpanjangan kelangsungan hidup 1,2 bulan dalam KPBSK bukanlah kali pertama Erbitux diperhatikan karena manfaat yang kecilnya itu.”

PMO (Pengawas Makanan dan Obat-obatan) mengizinkan Erbitux untuk pengobatan kanker kolorektal lanjut setelah ditemukan bahwa ketika dikombinasikan dengan irinotecan, Erbitux memperpanjang keseluruhan kelangsungan hidup (KKH) selama 1,7 bulan  dibandingkan dengan Erbitux agen tunggal tetapi tidak berlaku dengan irinotecan agen tunggal. (Bagi mereka yang sedikit mengerti tentang ilmu pengetahuan, perizinan ini nampak jadi “keanehan” yang nyata – ada sesuatu yang tidak benar tetapi kita tidak akan teralihkan oleh hal ini.)

Perpanjangan 1,7 bulan kelangsungan hidup ini muncul beriringan dengan toksisitas kulit pada 85% pasien.

Dr Tito Fojo dan Christine Grady bertanya: “Tanpa mempertimbangkan biaya dan efek sampingnya, apakah pertambahan keseluruhan kelangsungan hidup selama 1,7 bulan itu merupakan sebuah keuntungan?”

Berlaku adil, penulis tidak hanya “menembak” pada Erbitux saja. PMO juga menunjuk obat lain yang disebut Avastin – obat yang cukup dikenal dan lumrah digunakan di dunia ini. Avastin dikombinasikan dengan carboplatin dan paclitaxel untuk pasien pengobatan awal penderita KPBSK metastatic nonsquamous berdasarkan peningkatan keseluruhan kelangsungan hidup selama 2,0 bulan.  Hasilnya, meski terdapat tentangan di antara spesialis kanker paru tentang manfaat sesungguhnya, penambahan Avastin pada kemoterapi kemudian menjadi standar terapi bagi KPBSK nonsquamous. Avastin juga ditambahkan pada kemoterapi untuk pengobatan kanker payudara. Manfaat Avastin bagi kanker payudara ini mungkin tidak ada. Saat ini, jika PMO Amerika Serikat sudah menarik perizinan ini.

Pada kanker pankreas, penambahan Tarceva (erlotinib) pada gemcitabine meningkatkan keseluruhan kelangsungan hidup hanya selama 10 hari (KKH – 6,24 bulan melawan 5,91 bulan).

Dr Tito Fojo dan Christine Grady lagi-lagi bertanya: “Apakah hasil percobaan ini memberikan satu gebrakan?” Mereka mengatakan: “Namun satu-satunya kesimpulan yang masuk akal adalah peluru anti-kanker ajaib yang diarahkan pada target penting meleset jauh.”

Mereka bertanya:

  • Hal apa yang dianggap sebuah manfaat dalam pengobatan kanker?
  • Bagaimana pertimbangan faktor BIAYANYA?
  • Siapa yang harus memutuskan?

Berapa harga hidup Anda?

Tabel di atas adalah versi ringkasan Tabel 1 dalam makalah Dr. Fojo & Grady dan inilah apa yang mereka katakan tentang biaya:

  1. Di Amerika Serikat, Pengobatan kanker paru dengan Erbitux berharga rata-rata US$80,000 dan memperpanjang kelangsungan hidup selama 1,2 bulan, yang dapat diartikan dengan jumlah pengeluaran US$800,000 untuk memperpanjang hidup seorang pasien selama satu tahun.
  2. Pendapatan rumah tangga rata-rata masyarakat AS adalah US$50.233.
  3. Biaya pengobatan Avastin yang katanya memperpanjang kelangsungan hidup selama 1,5 bulan adalah US$90.816 .
  4. Biaya pengobatan Tarceva yang katanya memperpanjang kelangsungan hidup selama 10 hari adalah  US$15.752.
  5. Biaya pengobatan Nexavar yang katanya memperpanjang kelangsungan hidup selama 2,7 bulan adalah US$34.373.
  6. Jauh lebih besar dari 90% agen-agen anti kanker yang diizinkan oleh PMO dalam 4 tahun terakhir ini yang menghabiskan lebih dari US$20.000 untuk 12 minggu pengobatan.

Contoh-contoh ini menantang komunitas onkologi untuk membahas beberapa pertanyaan serius:

  • Hal apa yang dianggap sebuah manfaat dalam kanker?
  • Berapa jumlah minimal manfaat yang diperlukan untuk menetapkan sebuah terapi sebagai standar baru?
  • Apakah 1,2 bulan pertambahan kelangsungan hidup itu “hal yang baik”?
  • Seberapa besar arti 1,2 bulan itu? Atau biayanya?

(Catat: tidak ada dari obat-obatan ini yang menyembuhkan kanker. Mereka hanya memperpanjang kelangsungan hidup dalam beberapa hari atau bulan)

 Komentar 

Menghabiskan US$350,000 untuk Mati Akibat Kanker di Amerika Saat Ini

Saat Anda menambah biaya operasi, radiasi, kemo, rumah sakit, perawatan, dll., menghabiskan sekitar US$350.000 untuk mati akibat kanker di Amerika.

Tentu saja, pengobatan medis modern konvensional bisa berkhasiat. Seperti yang dikatakan Julian Whitaker, M.D, radiasi dan kemoterapi adalah plasebo yang berbahaya. Namun plasebo terkadang bekhasiat ~ Frank Cousineau, Presiden, Cancer Victors, Cancer Breakthrough Amerika Serikat.

Untuk lebih lanjut klik tautan ini: http://cacare.com/index.php?option=com_easyfaq&task=cat&catid=109&Itemid=39

Menyimpulkan makalahnya, Dr. Fojo & Grady menulis:

  • Semua kebiasaan pemberian obat-obatan baru yang memberi manfaat kecil kepada pasien dengan kanker lanjut harus benar-benar dicegah.
  • Bilamana tidak ada pilihan pengobatan lebih lanjut, penekanan pertama harus pada kualitas hidup dan kemudian biaya.
  • Untuk terapi dengan manfaat kecil, efek racun harus diawasi dengan lebih ketat.
  • Kita harus berkutat dengan naiknya harga terapi kanker saat ini.
  • Kondisi saat ini tidak boleh berlanjut … waktu untuk memulai adalah sekarang.

Sebelumnya, Dr. Fojo & Grady juga memperingatkan bahwa: “Sebagai onkologis, kami tidak bisa pergi tanpa menjawab pertanyaan-pertanyaan ini. Karakter moral pekerjaan kami bergantung pada jawaban tersebut.”

Memang, saya senang sekali jika nilai atau karakter moral dinyatakan di sini! Mari sedikit berbicara tentang uang, dan lebih memperhatikan nilai-nilai moral.

—————————————-—————————————————————————-

The Economist pada 26 Mei 2011 memuat artikel berjudul: Perang berbiaya mahal pada kanker – Obat-obatan kanker baru secara teknis mengesankan. Tetapi haruskah obat-obatan itu menguras banyak biaya? http://www.economist.com/node/18743951?story_id=18743951

Artikel tersebut mengatakan:

  • KANKER bukan penyakit tunggal. Jenisnya banyak. Namun selama ini onkologis menggunakan senjata tumpul yang sama untuk memerangi jenis-jenis kanker yang berbeda-beda — mengangkat tumornya, menghancurkannya dengan radiasi atau meledakannya dengan kemoterapi yang membunuh sel-sel jahat juga sel-sel baik.
  • Hambatanya adalah, dari sudut pandang masyarakat, obat-obatan ini luar biasa mahal.
  • Tidak semua obat-obatan baru ini berkhasiat.
  • Pada bulan Desember PMO menyatakan bahwa efek samping Avastin makin berkurang pada kanker payudara.
  • Secara umum, sejumlah orang mulai berhitung-hitung bahwa obat-obatan kanker yang baru hanya memberikan manfaat kecil dengan harga yang sangat besar.
  • Provenge (untuk kanker prostat lanjut) menelan biaya US$93.000 untuk sebuah layanan pengobatan dan menambah kelangsungan hidup selama rata-rata empat bulan.
  • Yervoy (untuk melanoma, jenis kanker kulit) menelan biaya US$120.000 demi tiga setengah bulan. Beberapa pasien yang mengkonsumsi obat-obatan itu bertahan lebih lama. Tetapi yang lain menghabiskan banyak namun memperoleh sedikit.
  • Siapa yang akan mereformasi sistem rusak ini?
  • Tahun lalu Gleevec mencatatkan keuntungan kotor US$4,3 miliar. Roche melalui Herceptin (obat HER2) dan Avastin bahkan mencatat hasil lebih besar: masing-masing US$6 miliar dan US$7,4 miliar.

Komentar saya: Pada akhirnya – ini hanya tentang memanfaatkan keuntungan besar dengan mengorbankan penderita kanker yang tak berdaya.

Diterjemahkan oleh:  Andreas Kriswanto

Kanker Payudara: Herbal dan e-Terapi Pulihkan Kesejahteraan Nya Setelah 106 kali Perawatan Radiasi Bagian 1: Kesejahteraan Nya Pulih Setelah Dua Hari Minum Herbal dan e-Terapi

Penghargaan: Izin untuk menggunakan video ini tanpa harus menyembunyikan identitas dirinya diberikan oleh pasien.

Itu semua mulai dengan benjolan kecil di payudara kiri saya. Saya mengabaikannya. Beberapa tahun kemudian, saya pergi untuk menemui onkologi. Dia meminta saya untuk menjalani biopsi dan kemudian beroperasi. Saya menolak. Saya memilih terapi alternatif. Saya mengambil berbagai jenis suplemen (Lihat Bagian 2: Terapi Alternatif –  Pengobatan Suplemen Saya Dua-puluh-Satu-Juta-Rupiah Per Bulan).

Benjolan bertambah besar dan akhirnya pecah. Waktu itulah saya pergi berjumpa ahli radiologi dan menjalani radioterapi. Perawatan radiasi pertama saya pada bulan November 2009. Saya menerima 25 rawatan radiasi untuk payudara kiri saya. Tumor mengecil dan akhirnya menghilang.

Tiga bulan kemudian, benjolan lain tumbuh tepat di bawah leher saya. Benjolan ini kian membesar. Saya lagi menerima 25 perawatan radiasi. Benjolan juga menghilang setelah radiasi.

Empat bulan kemudian, dua lagi tumor muncul, satu masing-masing di setiap payudara saya. Saya kembali menerima 25 perawatan radiasi untuk setiap  payudara kiri dan kanan.

Saya juga menerima 6 kali perawatan radiasi untuk indung telur saya.

Waktu menjalani radioterapi, benjolan lain muncul tepat di bawah tulang selangka kiri saya tapi ini akhirnya hilang setelah saya selesai rawatan radiasi untuk dua payudara. Namun, sekarang ada satu benjolan di perut saya.

Sementara menjalani radioterapi tahap berikutnya, saya minum tamoxifen. Setelah dua minggu minum Tamoxifen jari-jari saya menjadi kaku dan sulit dan menyakitkan untuk membengkokkannya. Setelah satu bulan pada tamoxifen saya tak mampu berjalan. Juga, otot leher saya menjadi kaku. Sebelum tamoxifen itu saya lincah dan tidak memiliki masalah mobilitas. Saya bisa berolihraga. Saya berhenti minum tamoxifen setelah satu bulan. Dokter saya mengatakan kanker telah pergi ke tulang saya.

Awal bulan ini, seorang teman baik di Makassar menelepon saya. Dia menyarankan bahwa saya memiliki terlalu banyak radiasi sudah dan tubuh saya tidak akan mampu menerimanya lagi. Saya harus mencari pengobatan alternatif lainnya. Tapi semua sementara ini, saya telah menjalani pengobatan alternatif. Saya mengambil semua jenis suplemen. Teman saya menyarankan agar saya pergi ke Penang dan memenuhi Chris Teo.

Di atas adalah kisah tragis dari Le, seorang perempuan 37 tahun dari Indonesia.Dia datang kepada kami pada tanggal 14 Oktober 2011 setelah telah didiagnosis dengan kanker payudara yang mungkin telah menyebar ke paru-parunya. Dia disajikan dengan sakit dan nyeri di seluruh tubuhnya, terutama sendi. Dia tidak bisa menekuk jari-jarinya. Dia tidak bisa tidur nyenyak dan ia batuk.

Le diresepkan Kapsul A,  Breast L dan Breast M teh, Pain teh, Lung 1 dan Lung 2 teh selain Cough # 10. Dia menjalani e-Terapi dengan Detox # 2 pada Jumat malam. Pada Minggu malam (dua hari kemudian), Le datang kembali dan dilaporkan sebagai berikut.

Saya kembali ke apartemen dan tidur sepanjang malam, 19:00-6:00. Saya terbangun hanya untuk makan dan minum teh herbal dan kemudian kembali tidur lagi.

Sebelum terapi ini, apakah Anda bisa tidur? Le: Sulit.

Pada Sabtu (e-Terapi tetapi hanya tentang herbal) apakah Anda tidur sepanjang hari? Le: Ya. Saya tidur, bangun untuk makan dan kemudian kembali tidur lagi. Saya makan jagung dan buah-buahan.

Ketika Anda berada di rumah (Surabaya), bisa Anda tidur seperti ini? Le: Tidak Di rumah ketika saya bangun dari tidur, saya akan merasa sakit. Sekarang, saya tidak sakit lagi. Saya bisa tidur dalam posisi atau postur tubuh, saya sakit. Saya tidak dapat melakukan hal seperti itu ketika berada di rumah.

Apakah Anda benar-benar tidur nyenyak – nyenyak? Le: Ya. Saya juga pingsan banyak “gas” … boot, boot. Saya berjalan ke sana kemari dari apartemen Kenny ke pasar. Saya tidak punya masalah berjalan. Saya tidak bisa melakukan hal seperti di rumah. Saya akan menjadi terengah-engah jika saya berjalan seperti itu.

Sekarang, ketika Anda berjalan, apakah Anda menjadi sesak napas? Le: Tidak Sekarang, saya juga dapat memegang sapu dan menyapu lantai. Saya sekarang dapat membuat tempat tidur dan lipat selimut. Saya tidak bisa melakukan itu sebelumnya. Saya bahkan tidak bisa mengangkat selimut apalagi lipat. Pagi ini, saya bahkan “memukul” bantal.

Sekarang, apa lagi keluluhan Anda? Le: Batuk. Sebelumnya, saya tidak dapat memutar tubuh saya di sekitar – ke kanan atau kiri. Saya akan menarik otot atau kram. Sekarang, tidak lebih kram. Setelah mengkonsumsi obat herbal selama dua hari, ada nyeri tubuh tidak lebih.

Tidak ada rasa sakit lagi di manapun? Le: Tidak lebih.

Jadi, selama dua hari terakhir, apakah Anda benar-benar merasa baik? Le: Ya.Kuat (mengambil napas dalam-dalam).

Apakah Anda ada masalah lain? Le: Hanya batuk sekarang.

Baca cerita Le yang lengkap:

Bagian 1: Kesejahteraan  Pulih Setelah Dua Hari Minum Herbal dan e-Terapi

Bagian 2: Terapi Alternatif – Pengobatan Suplemen Dua puluh-Satu-Juta-Rupiah Se Bulan

Bagian 3: Mengapa Saya Menolak Kemoterapi / Pengobatan Medis

Bagian 4: Radiasi Membantu Tapi Tidak Menyembuhkan, Tamoxifen Bawa Bencana.

Bagian 5: Mimpi Saya dan Pengalaman Dekat Maut

Bagian 6: Penyembuhan Empat Hari Saya Setelah Perawatan di CA Care

Bagian 7: Perjalanan Saya Yang Kurang Pengetahuan

Kanker Payudara: Dari Keputusasaan Menuju Harapan Dalam Lima Hari

Video 1: Penyembuhan Dalam Lima Hari

Video 2: Kisah Tragisnya

Penghargaan: Izin untuk merekam dan memutar video klip tanpa harus menutup wajah pasien diberikan oleh keluarganya.

Inti dari pembicaraan kami:

1. Benjolan payudara sepuluh tahun yang lalu dan dia tidak melakukan apa pun tentang hal itu

Dia menemukan benjolan di payudaranya lebih dari sepuluh tahun yang lalu, tetapi tidak melakukan apa-apa tentang hal itu. Benjolannya bertambah besar. Kemudian pada tahun 2008, dia pergi ke Kuching, Malaysia untuk melakukan check up tubuh secara lengkap. Pada saat itu dia tidak mengalami ketidaknyamanan yang serius. Namun, dari hasil pemeriksaan menyatakan bahwa dia mengidap kanker payudara stadium 4 dan kemungkinan  telah menyebar ke beberapa bagian dari tulangnya.
Apakah dia menderita sakit sebelum pemeriksaan? Ya, dia merasa sakit di sekitar tulang belikat. Setelah dipijat rasa sakitnya menghilang.

2. Ke China untuk mencari peyembuhan

Dokter di Kuching menyarankan untuk menjalani kemoterapi. Tetapi dia menolak. Keluarga memutuskan untuk membawanya ke China untuk perawatan medis. Dia menerima perawatan seperti kemoterapi, cryoablasi dan particle seed radioaktif di rumah sakit China.

Dia tinggal sekitar satu sampai dua minggu di China selama setiap perjalanan ke sana. Dia kembali ke Indonesia dan merasa “baik-baik saja”  dan kemudian kembali lagi ke China untuk menjalani perawatan selanjutnya setiap tahun.

Apakah mereka mengajarkan Anda untuk mengatur dietnya? Tidak, dokternya menjelaskan bahwa dia dapat makan apa saja yang dia suka. Mereka tidak mengajarkan kita apa-apa tentang diet.

3. Jatuh

Pada bulan Januari 2011, dia mengalami jatuh ringan. Ini menyebabkan salah satu kakinya menjadi bengkak. Tetapi bahkan sebelum kejadian ini, dia selalu merasakan sakit di kakinya. Dia berkonsultasi dengan dokter di Kuching tentang masalah ini dan diberitahu bahwa tidak ada apa-apa dengan kaki nya, tapi dia mungkin menderita kanker di usus nya.

4. Operasi Kaki

Sejak Februari 2011, dia tidak bisa jalan dan hanya tinggal saja dirumah karena  tidak bisa kemana-mana .Salah satu kakinya sangat sakit dan yang sebelah lagi kakinya bengkak. Kakinya tidak bisa menapak dan dia tidak bisa berdiri karena kesakitan.

Dia pergi ke Jakarta untuk konsultasi lebih lanjut. Selanjutnya dia menjalani operasi pada kedua kakinya.

Dua bulan setelah operasi dia bisa berjalan. Kakinya tidak merasa sakit lagi ketika menginjak lantai. Tapi rasa sakit di seluruh bagian bawah  kaki nya masih belum hilang.

5. Tidak kembali ke Cina lagi

Apakah dia kembali lagi ke China setelah ini? Tidak. Kami sudah melakukan total enam perjalanan ke Cina. Pada tahun 2008, ia pergi ke Cina tiga kali, pada tahun 2009, dua kali dan pada tahun 2010 sekali. Tidak banyak membawa manfaat – pada setiap kunjungan mereka selalu meminta kami untuk melakukan PET scan, Kemoterapi, dll.  Semuanya itu telah membuatnya menjadi capek, muntah, dll

6.
 Opname – September 2011

Pada akhir September 2011, dia mulai merasa sakit di perut dan tidak mampu berjalan lagi. Dia dirawat di rumah sakit. Dokter onkologi menyarankan PET scan untuk mengetahui apa yang menjadi penyebabnya. Keluarganya menolak. Pada saat itu dia mengkonsumsi berbagai macam obat yang diresepkan oleh tiga dokter – ahli onkologi, spesialis tulang dan saraf.

7. Ke CA Care, Penang – 9 Oktober 2011

Dua orang diperlukan untuk mengangkatnya masuk kedalam pesawat. Sampai di Ca Care dia hanya bisa duduk diatas kursi rodanya. Dia tidak mampu untuk berdiri sendiri. Dia juga tidak bisa tidur dan merasakan sakit di kakinya sepanjang siang dan malam.

Setelah mendengarkan ceritanya pada tanggal 9 Oktober malam, apa yang dapat kami sampaikan kepada keluarganya adalah sebagai berikut :  Saya benar-benar tidak tahu apa yang dapat saya lakukan untuk membantu Anda. Tapi saya akan berusaha sebaik mungkin untuk melakukan apa saja.  Ini benar-benar kasus yang sudah putus harapan dan tak berdaya.

Setelah lima hari menjalani e-Terapi dan minum herbal kami, kondisinya semakin membaik. Rasa sakit di kakinya hampir hilang. Dia bisa tidur. Dan yang paling aneh sekali adalah dia mampu untuk berdiri sendiri dengan bantuan minimal.

 

Update: Pada tanggal 26 Oktober 2011, putrinya  menelepon untuk mengatakan pasien (sekarang di rumah di Jakarta) mampu berjalansendiri dengan bantuan tongkat. Pada hari ketika ia pulang, ia dapat perlahan-lahan berjalan masuk ke pesawat – tidak perlu diangkat masuk ke dalam pesawat seperti minggu sebelumnya.