Kanker Hidung (NPC) : Kemoterapi dan Dia Meninggal Enam Bulan Kemudian – Kenapa?

LCC (H412) adalah seorang pria usia 54 tahun.  Dia bekerja sebagai tukang las ketika muda. Kemudian ia memiliki bisnis sendiri – yang bergerak dalam pembuatan “kuih” (makanan penutup lokal). Pada awal 2010 kadang ia mengalami pendarahan ringan dari hidungnya. Tapi sejak Maret 2010, pendarahan menjadi serius. Kemudian muncul benjolan di lehernya.

CT scan pada 2 April 2010 menunjukkan beberapa lesi pada lobus kanan dan kiri hati-nya. Yang terbesar berada di Segmen 6 berukuran 3,1 x 4 cm. Kesimpulan:.  Fitur sugestif dari metastasis hati. Kankernya didiagnosis sebagai NPC (karsinoma nasofaring) Stadium 4.

LCC kemudian menjalani 6 siklus kemoterapi menggunakan Gemcitabine + Cisplatin. Perawatan ini menghabiskan biaya 6.000 RM per siklus (biaya total RM 36.000).

Setelah kemo, LCC merasa lebih baik dan hidung mampetnya terselesaikan. Tapi “perasaan lebih baik” ini tidak selamanya berlangsung dan pengobatannya tidak menyembuhkan sama sekali. Pemeriksaan scan tulang pada tanggal 6 September 2010 – yaitu hampir 5 bulan setelah pengobatan – menunjukkan metastasis tulang ekstensif yang melibatkan klavikula, beberapa tulang rusuk bilateral, beberapa vertebra toraks dan lumbal, kedua tulang humeri, kedua sendi sakro-iliaka, kedua ischii, kedua Femur dan kedua tulang kemaluan.

LCC diminta untuk menjalani kemoterapi lagi. Doktor Onkologi menawarkan tiga pilihan sebagai berikut:

LCC setuju untuk menjalani kemoterapi tahap kedua. Sayangnya tahap kedua terbukti menjadi bencana. Jumlah sel darah putih turun, begitu pula jumlah trombosit-nya, jumlah sel darah merah dan hemoglobin-darah.

Hasil tes pada 28 September 2010

Hemoglobin 11,6    rendah Normal 13-18
Sel darah merah 4.1      rendah 4.5 – 5.9
Trombosit 139     rendah 150 – 450
Sel darah putih  1,9       rendah 4,3 – 10,5

Dokter mengatakan kepada pasien dan keluarganya bahwa kemoterapi harus ditinggalkan karena obat-nya tidak cocok untuknya. LCC diminta untuk mengambil obat-kemo oral sebagai gantinya. Total biaya perawatan ini sebesar RM 83.000.

Pada tanggal 14 September 2010, K sepupu pasien meng-e-mail kami.
Hi Prof Chris,

Sepupu saya … baru saja menyelesaikan tahap kedua kemoterapinya.  Dia sangat lemah dan butuh transfusi darah sebelum mereka bisa menyelesaikan tahap kedua kemo. Dia telah memutuskan untuk menghentikan kemoterapi dan ingin datang ke Penang untuk menemui Anda di waktu yang sesuai untuk Anda. Mereka berencana untuk terbang di pagi hari dan kembali ke KL pada hari yang sama.

Pasien, saudari-saudari perempuannya dan K terbang ke menemui kami di Penang pada tanggal 26 September 2010. Di bawah ini adalah percakapan kami hari itu.

Intisari dari percakapan kami

  • Apakah Anda pernah bertanya kepada dokter Anda apakah kemoterapi akan menyembuhkan Anda?. Tidak pernah  Tapi adikku percaya pada apa yang dokter itu akan lakukan untuknya.
  • Apakah ia percaya bahwa dokter akan bisa menyembuhkannya? Ya.
  • Bibi Anda menderita kanker paru-paru. Dia tidak pergi untuk kemoterapi dan baik-baik-saja.
  • Pasien hilang kepercayaan pada onkolog-nya setelah kemo tidak menyembuhkan dia.
  • Dia berpikir untuk menemui kita – dan CA Care adalah pelabuhan terakhirnya.
  • Tidak lama kemudian ia meninggal. Dia menerima kemoterapi pertama pada 6 April dan pada 15 Oktober ia sudah meninggal – dalam waktu 6 bulan setelah kemoterapi..

Studi Acugraph


Para Agugraph di-atas menunjukkan energi qi yang rendah – total 23%. Qi Paru-Nya rendah, sementara Qi Jantung, Usus Kecil, Energizer Triple, Limpa, Hati, Kandung kemih terbagi. Mereka yang telah menjalani perawatan medis invasif menderita masalah tersebut. Keseimbangan yin-yang itu miring ke arah Yang – 43%.

e-mail 2 Oktober 2010.

Terima kasih sekali lagi untuk menemui kami Minggu lalu diluar dari jam praktek.  Hanya untuk memberikan update tentang kemajuan sepupunya. Obat-obatan herbal memberikan keajaiban untuk sepupu saya. Ia menemukan banyak kemajuan dari obat herbal, terutama teh penahan sakit. Sejak memulai teh pada hari Senin, rasa sakit telah berkurang banyak. Namun, pagi ini, ia sedikit demam. Demam sudah hilang sekarang, tapi di sore hari ia mulai buang-buang air setidaknya sudah tujuh kali sampai saat ini. Meskipun demikian tidak ada sakit perut dan ia makan makanan yang biasa dimakan. Dia juga sedikit berdahak – ada beberapa tanda “bercak hitam” Apakah ada yang harus diperhatikan ? Salam, K.

e-mail Oktober 5 2010.

Atas nama keluarga kami, kami ingin berterima kasih lagi karena menerima kami pada hari itu dan kami sangat menghargai saran Anda. Adikku sudah jauh lebih baik setelah mengkonsumsi herbal tersebut. Best regards, F (adik perempuan).

e-mail Oktober 9, 2010.

Untuk memberitahu Anda kondisi sepupu saya saat ini. Pembengkakan pada kakinya telah berkurang banyak. Kakak saya mengatakan dia agak terengah-engah saat ini dan saya juga menyadarinya. Prof, apakah ada sesuatu yang kita bisa berikan untuk membantunya? Selain itu, dia mengatakan yang lainnya baik-baik saja. Terima kasih dan salam, K.

e-mail 15 Oktober 2010.

Maaf untuk mengabarkan Anda berita buruk ini. Sepupu saya telah meninggal pagi ini. Meskipun ia makan, dia sangat lemah. Setidaknya penderitaannya itu pendek. Terima kasih banyakuntuk semua bantuannya. Salam hangat, K.

e-mail: Hi Im dan Prof Chris,

Saya baru saja kembali dari tempat sepupu saya. Saudara sepupu saya dan keluarga sepupu ingin mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya untuk semua, dukungan bantuan dan saran yang diberikan. Obat-obat herbal benar-benar membantu untuk mengurangi ketidaknyamanan nya. Dia tidak banyak menderita menjelang akhir hayatnya. Bahkan, dia benar-benar bersemangat tinggi ingin berjuang dan terus melanjutkan dengan teh herbal, namun kondisi tubuh menggagalkannya. Terima kasih sekali lagi untuk semua bantuan. Salam hangat,K.

Komentar

  1. Apakah kemo menyembuhkannya? Membantunya? Atau membunuhnya? Buatlah kesimpulan anda sendiri!
  2. Dia tidak percaya pada terapi herbal, meskipun pada faktanya Bibi-nya baik-baik saja dengan herbal kami dan menolak kemoterapi. (Catatan: bibi-Nya menderita kanker paru-paru stadium 4 – kasus buka-tutup) dan diberikan beberapa bulan untuk hidup. Telah bertahun-tahun sekarang dan dia masih hidup. Namun demikian, kami menghormati apa yang menjadi keyakinan pasien. Dan dia membayar mahal untuk keyakinan ini, dalam hal uang serta hidupnya. Sebagian besar dari kita harus belajar dengan cara yang keras.
  3. Mari kita mencoba untuk melihat realitas. Apakah ada bukti “medis atau ilmiah” bahwa kemoterapi dapat menyembuhkan kanker stadium 4? Pasien tersebut telah menghabiskan RM 36.000 untuk tahap pertama kemo. Apa yang dia dapatkan?  Kanker di tulang-tulangnya! Mengapa kanker menyebar begitu luas di tubuhnya?
  4. Kemudian onkolog menyarankan kemo lagi setelah metastasis luas.  Apakah ada bukti yang menunjukkan kemoterapi dapat memberikan hasil yang bermakna? Sebesar RM 83.000 dihabiskan untuk pengobatan. Apa yang dipikirkan dari hal tersebut ?
  5. Berapakah nilai suatu kehidupan? Ketika kami pertama memulai CA Care pada tahun 1995, ini adalah apa yang saya tulis dalam buku saya, Cancer Yet They Live, halaman 14. Banyak orang akan mengatakan bahwa “Ah, ada lagi seorang dukun. Hal ini memberikan kita harapan palsu. Upaya lain untuk memeras uang receh terakhir dari orang yang sekarat. Jika dokter tidak dapat membantu, jangan katakan padaku beberapa tumbuhan insignifikan dapat melakukan hal yang baik! … Aku tahu kita bukanlah dokter medis tetapi kita juga bukan pemburu uang” Hati-hati., Beberapa orang hanya mengejar uang Anda bukan kanker Anda! Pikirkan baik-baik pada apa yang saya katakan!
  6. Dalam persetujuan pasien (yang perlu untuk ditandatangani sebelum menjalani kemoterapi) tertulis :  “Obat kanker seperti kemoterapi, terapi hormon, dan perawatan biologis atau genetik lainnya, menghancurkan sel-sel kanker. Mereka mengganggu aktivitas sel-sel kanker seperti pembelahan sel, metabolisme, jalur enzim, dll dan dalam proses merusakan atau “membunuh” sel-sel kanker. Kadang-kadang tujuan dari obat kanker adalah untuk menyembuhkan, dan ketika penyembuhan tidak mungkin, obat kanker sering dapat memperpanjang hidup atau meningkatkan kualitas hidup …”

Apakah Anda melihat sesuatu “yang salah” atau setengah-kebenaran dalam pernyataan di atas? Lenin berkata, “Kebohongan yang dikatakan cukup sering menjadi kebenaran.” Anda mengerti pesan tersebut?

Dr Paul Joseph Goebbels, Menteri Propaganda Adolf Hitler juga mengatakan, “Jika Anda mengulangi kebohongan cukup sering,itu menjadi  akan menjadi kebenaran. Jika Anda berbohong besar dan terus mengulanginya, orang akhirnya akan percaya.

“Untuk mengetahui sebagian atau seluruh kebenaran dari persetujuan medis di atas, apa yang perlu Anda lakukan adalah hanya mencari “efek samping kemoterapi” di internet. Anda akan mendapatkan beberapa masukan yang menarik. Hanya untuk rasa ingin tahu saya mencari ini – “kematian akibat kemoterapi”. Cukup menarik tidak ada jawaban yang eksplisit untuk pertanyaan ini baik dari pihak medis atau perusahaan obat. Tidak ada yang berbicara tentang itu! Tapi tanyakan pada anggota keluarga pasien kanker dan banyak dari mereka dapat memberitahu Anda bahwa kemoterapi membunuh! Klik link ini dan dengarkan sendiri apa pasien dan keluarga mereka katakan tentang kemoterapi: https://cancercareindonesia.com/category/kemoterapi-radioterapi/

Mari saya mengakhiri dengan kutipan berikut:

 

Kanker Payudara: Herbal dan e-Terapi Pulihkan Kesejahteraan Nya Setelah 106 kali Perawatan Radiasi Bagian 7: Perjalanan Saya Yang Kurang Pengetahuan

Penghargaan: Izin untuk menggunakan video ini tanpa harus menyembunyikan identitas dirinya diberikan oleh pasien.

Ini adalah kisah pahit-manis Le, seorang perempuan 37 tahun dariIndonesia. Dia datang mengunjungi kami pada tanggal 14 Oktober 2011 setelah didiagnosis dengan kanker payudara yang mungkin telah menyebar ke paru-parunya. Dia datang dengan keluhan sakit nyeri di seluruh tubuhnya, terutama di sendi-sendi. Dia tidak bisa menekuk jari-jarinya. Dia tidak bisa tidur nyenyak dan batuk.

1. Saya menemukan benjolan kecil di payudara saya pada tahun 2003. Saya mengabaikannya. Pada tahun 2009, benjolan bertambah besar dan saya saya boleh merasa itu waktu terbaring. Saya jumpa seorang dokter yang meyarankan saya buat biopsi. Saya menolak. Saya enggak kemoterapi atau radiasi.

2. Mengapa Anda pergi jumpa dokter itu? Le: Hanya untuk tau adakah benjolan itu kanker atau tidak!

3. Dokter memastikan itu kanker. Saya menolak perawatan medis dan memilih terapi alternatif dan minum suplemen gantinya.

4. Saya minum “sesuatu.” Saya tidak tau apa ramuan itu. Ini berharga enam juta rupiah per bulan. Tumor tumbuh lebih besar.

5. Setelah minum ramuan itu, tumor bertambah lebih besar – tidakkah Anda menyadari bahwa Anda telah ikuti jalan yang salah? Le: Tidak, saya tidak pernah memikirkan itu!

6. Saya tidak tahu harus ke mana lagi. Saya membeli semua jenis produk untuk mencuba. Salah satu suplemen yang saya minum selama satu tahun, berharga 700,00 rupiah se hari – setiap meneguk suplemen ini biaya 700.000 rupiah.

7.Tumor tumbuh bertambah besar, dan akhirnya pecah.

8. Saya tidak punya pilihan lagi.  Saya pun setuju buat radioterapi.

9. Setelah radiasi, tumor mengecil. Tapi empat bulan kemudian tumor yang lain muncul di tulang selangka. Ia bermula sebagai benjolan kecil dan kian membesar sampai jadi benjolan yang sangat besar di leher saya.

10. Mengapa Anda tunggu sampai bejolan tumbuh begitu besar sebelum pergi radiasi sekali lagi? Le: Saya berharap benjolan akan mengecil jika saya minum suplemen.

11. Benjolan bertambah besar semasa Anda minum suplemen. Apa sebab Anda terus makan suplemen itu? Le: Saya terus minum suplemen itu dan tunggu tetapi benjolan kian membesar.

12. Jadi saya pergi  menjalani  lebih radiasi (totalnya saya diberi 106 perawatan radiasi). Kemudian mereka meradiasikan indung telur saya enam kali.

13. Sebelum semua perawatan radiasi saya selesai, satu lagi benjolan muncul di perut saya.

14. Waktu menjalani radioterapi, saya minum tamoxifen. Sepuluh hari setelah tamoxifen pergelangan tangan saya membengkak dan saya tidak bisa menekuk jari saya. Setelah satu bulan minum tamoxifen, saya tidak bisa berjalan.

15. Saya terpaksa guna kerusi roda dan suami saya medukung saya.

16. Teman baik saya dariMakassarmenelefon. Dia bilang tubuh saya tidak bisa tahan lebih radiasi lagi. Saya harus berhenti rawatan radiasi. Tapi di mana saya harus pergi? Saya telah mencoba semua alternatif dan gagal. Teman saya kata kepada saya, “Pergilah ke Chris Teo. Anda dapat mencarinya di internet. ”

17. Saya tanya Anda soalan ini – jika Anda di beri peluang memulai dari awal lagi, dari 2009 ketika Anda terasa benjolan di payudara mu – apa yang akan Anda lakukan? Le: Saya akan datang berjumpa kamu (CA Care). Saya tidak ingin perawatan medis.

18. Bila Anda jumpa benjolan kecil itu, Anda pergi jumpa dokter, tapi mengapa Anda tidak mau di menolong kamu? Le: Saya pergi jumpa seorang “sinseh”. Dia kata bahwa saya  menderita penyakit akibat dosa. Sinseh”apa itu?

19. Saya ingin tau ini, tau kah Anda bahwa jika Anda ada benjolan kanker di payudara mu, pilihan terbaik adalah untuk bejolan itu diambil oleh dokter? Le: Jika saya bertemu dokter kamu  waktu itu, kemungkinan besar saya akan ikut saran kamu dan keluarkan benjolan itu. Karena setelah itu saya dapat minum herbal, oke – itu, saya bersetuju. Tapi saya enggak kemoterapi atau radioterapi setelah operasi. Sayangnya, saya tidak kenal kamu pada masa awal itu.

Dengan kesedihan kami diberitahu bahwa Le harus diopname setelah dia kembali ke Surabaya karena kanker sudah menyebar ke hatinya. Dia meninggal pada 6 Januari 2012.

Baca cerita Le yang lengkap:

Bagian 1: Kesejahteraan  Pulih Setelah Dua Hari Minum Herbal dan e-Terapi

Bagian 2: Terapi Alternatif – Pengobatan Suplemen Dua puluh-Satu-Juta-Rupiah Se Bulan

Bagian 3: Mengapa Saya Menolak Kemoterapi / Pengobatan Medis

Bagian 4: Radiasi Membantu Tapi Tidak Menyembuhkan, Tamoxifen Bawa Bencana.

Bagian 5: Mimpi Saya dan Pengalaman Dekat Maut

Bagian 6: Penyembuhan Empat Hari Saya Setelah Perawatan di CA Care

Bagian 7: Perjalanan Saya Yang Kurang Pengetahuan

Kanker Payudara: Herbal dan e-Terapi Pulihkan Kesejahteraan Nya Setelah 106 kali Perawatan Radiasi Bagian 4: Radiasi Membantu Tapi Tidak Menyembuhkan, Tamoxifen Bawa Bencana

Penghargaan: Izin untuk menggunakan video ini tanpa harus menyembunyikan identitas dirinya diberikan oleh pasien.

Ini adalah kisah pahit-manis Le, seorang perempuan 37 tahun dari Indonesia. Dia datang mengunjungi kami pada tanggal 14 Oktober 2011 setelah didiagnosis dengan kanker payudara yang mungkin telah menyebar ke paru-parunya. Dia datang dengan keluhan sakit nyeri di seluruh tubuhnya, terutama di sendi-sendi. Dia tidak bisa menekuk jari-jarinya. Dia tidak bisa tidur nyenyak dan batuk.

Anda menjalani radioterapi – berapa kali Anda diradiasi? Le: Seratus enam kali.

Pastikah Anda? Apakah itu betul? Le: Tentu, benar. Saya diberi 25 rawatan radiasi pada payudara kiri saya (a). Selepas itu 25 kali di bawah tulang selangka saya (b). Benjolan lain muncul di payudara kanan saya dan saya lagi diberi 25 rawatan radiasi di payudara kanan saya (c). Kemudian indung telur saya diradiasi – jumlah enam kali. Kanker menyebar sekali lagi ke payudara kiri saya dan saya lagi diberi 25 kali radiasi (d). Sebenarnya saya baru saja menyelesaikan radiasi yang ke-106 beberapa hari yang lalu. dan saya datang ke sini.

Anda diberi satu radiasi sehari, jadi ini bererti Anda telah pergi ke rumah sakit sekurangny 106 kali? Le: Ya.

Adakah Anda lagi mau lebih radiasi? Le: Oh tidak. Saya tidak mau lagi. Itulah sebabnya saya datang ke sini. Setiap kali saya pergi untuk rawatan radiasi, saya berdoa, “O Tuhan, tolong bantulah saya supaya perawatan radiasi ini dihentikan”.

Waktu manjalani radiasi, Anda disarankan minum Tamoxifen? Le: Ya, sebelum mereka memancarkan payudara kanan saya. Suami: Sekitar tiga bulan lalu, pada bulan Agustus 2011.

Jadi pada bulan Agustus 2011, Anda mulai minum tamoxifen dan pada masa yang sama menjalani rawatan radiasi? Le: Ya.  Sepuluh hari setelah mulai minum tamoxifen pergelangan tangan kiri saya membengkak – bengkaknya lembut, tidak keras. Kemudian pergelangan tangan sebelah kanan saya turut membengkak – lebih besar daripada pergelangan tangan kiri saya. Aku rasa sakit bila menekuk pergelangan tangan saya.

Adakah Anda tanya dokter mengapa pergelangan tangan bengkak? Le: Dokter kata kanker telah merebak ke pergelangan tanganku. Suami: Tidak, dokter mengatakan kanker telah merebak ke semua tulang-tulangnya.

Dan kamu masih terus minum tamoxifen itu? Le: Ya. Dalam satu bulan yang sama itu,  saya hilang kekuatan saya. Suami: Pembengkakan di pergelangan tangannya sangat “panas”. Le: Setiap sendi di tubuh saya terasa “panas”. Setelah sebulan minum tamoxifen, saya tidak bisa berjalan lagi.

Anda tidak bisa berjalan? Le: Ya, saya tidak bisa berjalan (menunjukkan cacat fisik-nya).

Sebelum Anda minum tamoxifen, Anda bisa berjalan? Le: Bisa, tidak masalah. Saya bisa berolahraga dan mengamal “Thian Kung”. Suami: Setelah minum tamoxifen, dia tidak bisa berjalan.

Lalu apa yang Anda lakukan? Le: Saya minum suplemen dan minum air kelapa. Keadaan saya kian bertambah baik.

Adakah keadaan fizikal mu kembali seperti normal? Le: Tidak. Tidak sampai saya datang ke sini (CA Care, Penang). Setelah saya minum obat herbal  Doktor Teo dan menjalani e-Terapi, sekarang saya bisa berdiri tegak. Sebelum ini saya tidak bisa buat demikian.

Baca cerita Le yang lengkap:

Bagian 1: Kesejahteraan  Pulih Setelah Dua Hari Minum Herbal dan e-Terapi

Bagian 2: Terapi Alternatif – Pengobatan Suplemen Dua puluh-Satu-Juta-Rupiah Se Bulan

Bagian 3: Mengapa Saya Menolak Kemoterapi / Pengobatan Medis

Bagian 4: Radiasi Membantu Tapi Tidak Menyembuhkan, Tamoxifen Bawa Bencana.

Bagian 5: Mimpi Saya dan Pengalaman Dekat Maut

Bagian 6: Penyembuhan Empat Hari Saya Setelah Perawatan di CA Care

Bagian 7: Perjalanan Saya Yang Kurang Pengetahuan

Kanker Payudara: Herbal dan e-Terapi Pulihkan Kesejahteraan Nya Setelah 106 kali Perawatan Radiasi Bagian 3: Mengapa Saya Menolak Kemoterapi / Pengobatan Medis

Penghargaan: Izin untuk menggunakan video ini tanpa harus menyembunyikan identitas dirinya diberikan oleh pasien.

Ini adalah kisah pahit-manis Le, seorang perempuan 37 tahun dari Indonesia. Dia datang mengunjungi kami pada tanggal 14 Oktober 2011 setelah didiagnosis dengan kanker payudara yang mungkin telah menyebar ke paru-parunya. Dia datang dengan keluhan sakit nyeri di seluruh tubuhnya, terutama di sendi-sendi. Dia tidak bisa menekuk jari-jarinya. Dia tidak bisa tidur nyenyak dan batuk.

1.  Teman saya, berumur 42 tahun, dengan kanker payudara, meninggal setelah kemoterapi

Le: Teman saya juga menderita kanker payudara seperti saya. Dia sudah meninggal dua tahun lalu. Dia pergi ke Singapura untuk cari pengobatan terbaik untuk kanker nya. Ini bermula dengan tumor kecil saja. Tumor itu ambil dan kemudian ia disarankan untuk kemoterapi dan radioterapi. Dia baik-baik sebentar. Kemudian kanker itu menyebar ke tulang-tulangnya. Dia dipasangkan kemo-pot dan terus diberikan lebih kemo. Dia minum “sarang burung” yang terbaik untuk membantunya mengatasi efek samping dari kemoterapi. Setelah kemoterapi ini, bintik-bintik muncul di seluruh kulitnya.

Apakah ini betul? Apakah dia teman Anda? Le: Ya. Bahkan dengan efek seperti itu, dia terus menerima lebih kemo. Ia telah diberikan jumlah 38 siklus kemoterapi. Setelah itu dia kelihatan baik-baik saja, tapi semua kukunya jadi hitam. Kanker terus merebak ke tulang belakang nya dan kemudian menyebar ke otaknya. Ia melanjutkan pengobatan dengan radioterapi dan lebih kemoterapi di Surabaya. Dia meninggal.

Berapa umurnya? Le: Empat puluh dua.

Saya mengerti sepenuhnya, saya mengerti.

2. Empat teman saya sudah meninggal

Le: Empat dari teman saya sudah meninggal karena kanker. Dua orang menderita kanker payudara, satu menderita kanker usus besar dan satu lagi menderita kanker rahim.

Mereka semua kawan Anda? Le: Ya, mereka mati. Mereka semua berusia di bawah 50 tahun. Mereka semua menjalani operasi dan kemoterapi.

Mereka semua meninggal, dan  karena ini  Anda enggak menjalani operasi dan kemo? Kapan ini terjadi – saat Anda menderita kanker? Le: Ketika saya menderita kanker payudara, dan mereka juga menderita kanker mereka.

Oh, pada waktu yang sama. Mereka mengambil jalan yang berbeda dan kamu mengambil jalan yang berbeda? Le: Ya, tepat sekali.

Saya mengerti. Saya sepenuhnya memahami Anda. Itulah alasan mengapa saya tidak ingin mendorong siapa pun yang datang ke sini untuk pergi buat kemoterapi atau radiasi. Apa yang Anda telah ceritakan kepada saya sudah diulang berkali-kali.

3. Paman meninggal setelah menghabiskan 6 Miliar Rupiah

Le: Paman saya menderita kanker paru-paru. Dia pergi ke Singapura untuk perawatan. Dia belanja 6 Miliar rupiah. Dia juga meninggal. Setelah kemo begitu banyak kali, pembuluh darah di lengannya seolah menghilang. Dia tidak menjaga pola makannya. Dia makan apa saja yang ia suka. Pada saat yang sama, saya juga menderita kanker saya. Dia suruh saya makan apa saja yang saya suka, tapi saya enggak dengar nasihatnya itu.

Dan paman Anda meninggal?  Le: Ya, meninggal setelah tiga tahun.

Dan pada saat yang sama, Anda juga menderita kanker. Dan apakah ini sebabnya Anda menolak rawatan medis? Le: Tidak, tidak.Ada perasaan dalam diri saya yang enggak kemo. Orang-orang ini tidak mati karena kanker mereka. Mereka meninggal karena kemo mereka. Hemoglobin mereka, trombosit dan sel darah putih semua turun habis!

Saya paham, saya benar-benar mengerti. Tapi saya ingin nyatakan bahawa kita tidak harus menolak perawatan medis sepenuhnya. Ada masanya kita perlu dokter membantu kita. Kita boleh menggunakan cara medis yang tertentu untuk membantu kita. Dan kita menolak yang berbahaya bagi kita. Ini adalah apa yang saya akan mengatakan kepada pasien.

4. Lihat apa yang terjadi padaku sekarang bila saya percaya dokter!

Le: Saya bersetuju pergi ke dokter untuk memeriksa di mana tumor saya. Tetapi jika mereka meresepkan obat, saya tidak akan menerimanya. Lihat apa yang terjadi padaku – ini lah bukti nya! Kali pertama saya percaya dokter, dan ini lah apa yang terjadi pada diri saya. Jari tidak dapat menekuk. Selepas itu tidak boleh jalan setelah minum Tamoxifen selama sebulan.

Baca cerita Le yang lengkap:

Bagian 1: Kesejahteraan  Pulih Setelah Dua Hari Minum Herbal dan e-Terapi

Bagian 2: Terapi Alternatif – Pengobatan Suplemen Dua puluh-Satu-Juta-Rupiah Se Bulan

Bagian 3: Mengapa Saya Menolak Kemoterapi / Pengobatan Medis

Bagian 4: Radiasi Membantu Tapi Tidak Menyembuhkan, Tamoxifen Bawa Bencana.

Bagian 5: Mimpi Saya dan Pengalaman Dekat Maut

Bagian 6: Penyembuhan Empat Hari Saya Setelah Perawatan di CA Care

Bagian 7: Perjalanan Saya Yang Kurang Pengetahuan

Kanker Payudara: Herbal dan e-Terapi Pulihkan Kesejahteraan Nya Setelah 106 Times of Perawatan Radiasi. Bagian 2: Terapi Alternatif – Pengobatan Suplemen Saya Dua-puluh-Satu-Juta-Rupiah Se Bulan

Penghargaan: Izin untuk menggunakan video ini tanpa harus menyembunyikan identitas dirinya diberikan oleh pasien.

Ini adalah kisah pahit-manis Le, seorang perempuan 37 tahun dariIndonesia. Dia datang mengunjungi kami pada tanggal 14 Oktober 2011 setelah didiagnosis dengan kanker payudara yang mungkin telah menyebar ke paru-parunya. Dia datang dengan keluhan sakit nyeri di seluruh tubuhnya, terutama di sendi-sendi. Dia tidak bisa menekuk jari-jarinya. Tidur tidak pulas dan ia batuk.

Anda menemukan satu tumor di payudara kamu pada bulan Februari 2009. Apakah Anda pernah merasa benjolan sebelum itu? Le: Saya pergi ke Organisasi Kanker untuk Pap smear pada tahun 2003. Pada masa yang sama mereka juga memeriksa payudara saya dan menyuruh saya datang kembali untuk memeriksa setahun kemudian.

Apa yang mereka katakan tentang payudara Anda? Le:Ada benjolan kecil di payudara saya, tetapi dokter mengatakan itu bukan kanker – hanya sesuatu yang mencurigakan. Saya diminta untuk datang kembali untuk diperiksa semula setelah satu tahun.

Anda tidak kembali melihat mereka lagi? Pada tahun 2004? Pada tahun 2005 dan 2006? Le: Tidak, saya tidak kembali menemui mereka. Selepas itu saya menerima surat dari Organisasi Kanker pada tahun 2007, mengingatkan saya datang untuk memeriksa. Saya juga tidak kembali.

Apa yang Anda lakukan pada tahun 2008? Dan bagaimana dengan 2009? Le: Pada tahun 2008, saya tidak melakukan apa pun. Pada tahun 2009, saya merasa benjolan di payudara kiri saya ketika saya sedang berbaring di tempat tidur. Saya selalu memeriksa payudara saya saat mandi. Saya tidak merasakan benjolan apapun.

Apakah ada retraksi puting? Ada apa lelehan nanah? Sakit? Le: Tidak, tidak apa-apa.

Apa yang Anda lakukan setelah menemukan benjolan ini? Le: Saya pergi berkonsultasi dengan ahli onkologi. Setelah USG dia mengatakan ada 80 persen kemungkinan bahwa benjolan itu adalah kanker. Kemungkinan tumor itu jinak adalah 20 persen. Saya disarankan melakukan biopsi. Saya menolak melakukan apa pun.

Anda diberitahu bahwa benjolan itu adalah kanker dan Anda menolak perawatan medis – apa yang Anda lakukan?
Suami: Dia mulai mengambil vitamin dan suplemen.
Le: Saya mengambil suplemen dan berhenti makan daging tapi saya masih makan ayam organik.

Oh, ayam bukan daging? Benar? Le: (tidak menjawab, diam).

Setelah Anda mengambil suplemen, apakah tumor tidak tumbuh lebih besar dan lebih besar? Suami: Ya, tumor tumbuh sebesar kepalan tanganku.

Bila Anda menemukan benjolan, apa ukurannya? Le: Ukuran ibu jari  saya.

Baik, setelah minum suplemen, dan suplemen dan suplemen … apakah tumor tumbuh lebih besar dan lebih besar? Le: Ya. Tumor tumbuh hingga sebesar telur bebek.

Oh ,kamu ambil suplemen dan tumor tumbuh lebih besar – kau tidak takut? Le: Saya takut. Suami: Takut mati.

Le: Pada bulan November 2009, saya datang keKuala Lumpuruntuk diperiksa. Ahli onkologi mengatakan kepada saya bahwa dia 100 persen yakin bahwa tumor saya itu adalah kanker. Dia menyarankan saya untuk melakukan biopsi dan kemudian menjalani  operasi. Saya menolak dan kembali keSurabaya.

Mengapa Anda datang ke Kuala Lumpur jika Anda tidak mau mengikuti saran dokter? Le: Saya hanya pergi untuk check up saja.

Apa yang ada untuk di check up? Di Surabaya Anda sudah diberitahu benjolan itu mungkin – 80 persen kanker. Dan di Kuala Lumpur Anda diberitahu bahwa kanker itu mungkin 100 persen. Apakah sebab yang datang ke KL? Buang uang? Le: Pada Februay 2011, saya pergi cari dokter alternatif. Suami: Dia juga mengambil kapsul lain di samping suplemen.

Apa praktisi alternatif lakukan? Le: Dia menepuk sekitar payudara saya. Dia juga memberikan saya beberapa ramuan untuk diminum. Saya tidak tahu apa ramuan itu. Setelah satu bulan pengobatannya, tumor tumbuh lebih besar dan akhirnya pecah.

Bila tumor tumbuh semakin besar, apa yang dia katakan? Le: Dia sururh saya pergi ke dokter untuk radiasi. Tapi saya menolak.

Adakah dia beri amaran bahwa tumor mungkin pecah? Le: Ya, dia kata tanpa radiasi tumor bisa pecah. Tapi saya enggak radiasi.

Apa jadi sesudah tumor pecah? Le: Praktisi alternatif menulissurat rujukan untuk pergi ke rumah sakit untuk radioterapi.

Dan Anda masih tidak mahu pergi untuk rawatan radiasi? Le: Kali ini saya setuju dan pergi untuk radiasi.

Biaya Terapi Alternatif

Berapa banyak Anda bayar untuk semua terapi alternative itu? Le: Banyak uang.

Berapa banyak? Le: Saya minum banyak suplemen. Suami: Untuk minum suplemen ini saja biayanya 700.000 rupiah satu botol satu hari. Le: Itu bersamaan RM 250 satu botol satu hari.

Berapa banyak botol yang telah Anda minum? Le: Ratusan. Suami: Dia minum ini selama sekitar enam bulan. Le: Tidak, saya minum selama sekitar satu tahun. Untuk satu bulan suplemen ini saya biaya 21 juta rupiah.

Kamu membayar 21 juta rupiah se bulan untuk suplemen ini dan kamu mengambil ini selama setahun? Le: Ya.

Baca cerita Le yang lengkap:

Bagian 1: Kesejahteraan  Pulih Setelah Dua Hari Minum Herbal dan e-Terapi

Bagian 2: Terapi Alternatif – Pengobatan Suplemen Dua puluh-Satu-Juta-Rupiah Se Bulan

Bagian 3: Mengapa Saya Menolak Kemoterapi / Pengobatan Medis

Bagian 4: Radiasi Membantu Tapi Tidak Menyembuhkan, Tamoxifen Bawa Bencana.

Bagian 5: Mimpi Saya dan Pengalaman Dekat Maut

Bagian 6: Penyembuhan Empat Hari Saya Setelah Perawatan di CA Care

Bagian 7: Perjalanan Saya Yang Kurang Pengetahuan