Kanker Lambung: Terapi CA Care

Dokter bilang kanker lambung ini ganas, Stadium 3 atau 4. Kemo tidak bisa sembuh. Balik berdoa saja.

  1. Bersemangat – jangan pikir banyak-banyak lagi.
  2. Sanggup menyembuhkan diri sendiri.
  3. Jaga makanan.
  4. Berolahraga.
  5. Bersikap positif. Hidup dan mati adalah kuasa Tuhan.
  6. Minum herbal kami.
  7. Cerita pasien dari Australia. Dokter bilang: Kalau tidak dikemo hidup 3 bulan. Jika dikemo hidup 2.5 tahun. Ia menolak kemoterapi. Minum herbal kami dan sekarang sudahpun kuang lebih 5 tahun masih sehat.
  8. Tangan kami tapi Tuhan yang meyembuhkan.
  9. Bersemangat. Bantulah sendiri!

Biaya konsultasi kami: Gratis

Iklan

Penyembuhan Ajaib Kanker Leher Rahim

Pasien adalah seorang warnita berusia 56 tahun dari Medan, Indonesia. Pada Maret-April 2012, dia sakit perut diikuti dengan pendarahan. Dia mual dengan perutnya kembung. Dokter di Medan mendiagnosanya  sebagai kanker serviks (leher rahim). Pasien datang ke rumah sakit swasta di Penang karena dia tidak bisa buang air kecil. Dia diberi tahu ini disebabkan karena pembengkakan ginjal nya. Sebuah kateter dipasang. Dia kemudian dirujuk ke dokter kandungan yang mengatakan bahwa kankernya telah menyebar ke kandung kemihnya.

Biopsi dilakukan. Laporan histopathologi mengatakan non keratinising squamous sel karsinoma. Pasien kemudian dirujuk ke onkolog. Dokter Onkologi menyarankan radioterapi. Pasien dan keluarganya menolak pengobatan dan kembali ke Medan. Pasien disuruh kembali ke Penang lagi setelah tiga bulan. Namun, setelah sebulan dan seminggu di rumah, pasien tidak bisa buang air kecil lagi. Masalah itu diselesaikan setelah kateter yang dipasang sebelumnya diganti. Namun demikian, pasien mengalami nyeri, mual dan muntah. Dia tidak bisa buah air besar selama lima hari terakhir dan kemudian buang air kecil nya diblokir lagi. Dokter harus ganti kateter untuk menyelesaikan masalahnya.

1. Menemukan CA Care

Anak-anaknya baca  cari bantuan di internet dan menemukan CA Care. Mereka menulis e-mail berikut.

9 Juni 2012: Kepada Yang terhomat, Dr. Chris K.H. Teo.

Dengan hormat,

Pada kesempatan ini saya memohon kepada Dr.Chris K.H. Teo agar dapat membantu mengobati ibu saya. Saya telah melampirkan formulir yang berisikan sejumlah informasi identitas dan yang telah dialami oleh ibu saya.  Saya sangat berharap kepada Dr.C hris K.H. Teo segera memberitahukan apa yang harus segera saya lakukan untuk menolong ibu saya. Saya dan keluarga selalu berdoa untuk kesembuhan ibu, dan sangat bersyukur telah diperkenalkan kepada  Dr.Chris K.H. Teo.

Atas perhatian yang diberikan saya ucapkan terima kasih. Hormat saya, AZ.

Jawapan: Dari Sumatera Utara? Harus datang jumpa saya di Penang, dan bawa semua laporan medis / gambar yang telah dibuat. Juga baca  http://cacare.org/about/

13 Juni 2012: Kepada Yang Terhormat, Dr. Chris K.H. Teo

Dengan Hormat,
Melalui email ini saya beritahukan bahwa ibu saya kondisinya sedang lemah sehingga belum bisa berangkat ke penang untuk bertemu dengan Dokter Chris. Namun begitu, kami sekeluarga mengutus  ayah saya (Nama:Darwin) untuk menemui Dr. Chris di Penang. Besok (Kamis) ayah saya berangkat ke penang dengan membawa laporan medis/gambar serta formulir yang telah ditanda tangani oleh ibu saya. Kami sekeluarga sangat memohon kepada Dr.Chris dapat membantu ibu saya.
Atas perhatian yang diberikan saya ucapkan terima kasih.

Hormat saya, AZ.

15 Juni 2012: Suami pasien datang ke CA Care Penang.

 

Pasien diresipkan herbal: Capsule A, Cervical 1 and Cervical 2 teas, Constipation tea, Bladder tea and Stomach Function tea.

19 Juni 2012: Kepada Yang Terhormat, Dr.Chris K.H. Teo,
Dengan Hormat,

Melalui email ini saya beritahukan bahwa, Setelah makan/minum obat yang Dr. Chris berikan:
1. Ibu saya (S196) terkadang mengalami Demam (panas-dingin) bahkan mengigil.
2. Kalau berdiri tidak kuat, bahkan hari ini jatuh waktu berjalan.
3. Air kencing berwarna merah seperti darah dan ada sedikit gumpalan-gumpalan kecil seperti darah beku.
4.Bagian perut terasa panas dan seluruh tubuh terasa sakit.

Demikianlah kondisi ibu saya setelah minum obat dari Dr.Chris (17juni2012 s/d hari ini). Kami mohon informasi dari Dr.Chris mengenai perkembangan proses pengobatan herbal ini. Demikianlah informasi ini saya berikan, besar harapan kami menunggu tanggapan dari Dr.Chris. Atas perhatian yang diberikan kami ucapkan terima kasih. Hormat saya, AZ.

Jawapan:  Baru minum 2-3 hari, sudah nak baik? Macam mana? Tak harus.

24 Juni 2012: Dr. Chris yang terhormat.

Saya ingin memberikan laporan tentang ibu saya:

1. Sejak minum obat dari tanggal 17 juni s/d 21 juni 2012 ibu merasakan:

  •  Panas didaerah perut
  • Mengigil
  •  Seluruh tulang sakit seperti ditusuk-tusuk, sehingga perlu bantuan untuk duduk dan berdiri serta jalan.
  •  Kencing lancar tapi banyak gumpalan kecil sperti lumut berwarna putih  – BAB Lancar.

Pada tanggal 22 juni 2012  s/d hari ini, ibu saya sudah bisa duduk dan berjalan  sendiri karena rasa sakit ditulang, panas diperut dan mengigil sudah tidak ada. Tapi berganti dengan rasa melilit di perut (bawah pusar) & nyeri pinggul yang  datang dan pergi. serta sering muntah walau sudah minum teh herbal mual &  muntah.

Kami mohon petunjuk & saran dari Dr. Chris.

Jawapan: Sakit yang mula-mula itu adalah krisis peyembuhan — itulah yang saya kata jangan jangan mengharapkan hasil segera. Minum herbal untuk selama dua minggu baru tahu.

29 Juni 2012: Dear Dr. Chris,

Terima kasih atas petunjuk yang Dr.Chris berikan. Saya juga menginformasikan kepada Dr. Chris bahwa ibu saya masih minum obat yang Dr.Chris berikan dan mulai tanggal 26 juni 2012 s/d dengan sekarang ibu saya telah merasa mulai baik, nafsu makan sudah ada, rasa sakit juga sudah hilang, air kencing juga sudah jernih walaupun sesekali masih ada gumpalan putih (seperti lumut) juga ikut keluar melalui selang keteter. Semoga kondisi fisik ibu kami segera baik sehingga dapat mengambil obat berikutnya  dan bertemu dengan Dr.Chris. Kami sekeluarga mengucapkan banyak terima kasih kepada Dr. Chris & Keluarga.

Hormat saya, AZ.

11 Juli 2012: Dear Dr. Crhis K.H. Teo,

Saya memberikan kabar bahwa, besok (Kamis) pagi Ayah saya berangkat ke Penang untuk mendapatkan obat dari Dr. Chris (obat herbal lanjutan untuk ibu saya). Apakah Ayah saya diperkenankan jumpa dengan Dr. Crhis jam 10.30 pagi Hari Jum’at? (seperti pengambilan obat herbal yang pertama).

Atas perhatian yang diberikan saya ucapkan terima kasih, AZ.

Suami pasien datang ke CA Care pada kali kedua dan melapurkan perkembangan dan kondisi isterinya.

2. Penyembuhan Krisis

3.  Kesihatan Dipulih

 

4. Waspada – Kanker Bisa Kembuh Kembali

31 Juli 2012: Dear Dr. Chris,

Setelah melalui krisis penyembuhan, ibu saya (S196)  sangat merasa lebih baik. sudah bisa tidur, enak makan, kencing lancar dan bab nya lancar. Sampai dengan hari Ibu saya selalu mengikuti petunjuk yang Dr.Chris berikan.

Tetapi beberapa hari ini (kira-kira 13 hari s/d hari ini) ibu saya mearasakan sakit dibagian rahim dan hari ini rasa sakit itu pun pindah dibagian bawah rahim. Setiap hari ibu saya mengeluarkan cairan seperti nanah. Setiap hari rasa sakit itu kadang datang dan kadang pergi (sebentar-sebentar).

Rasa sakit yang sangat kuat, biasanya muncul pada saat malam hari  setelah minum teh herbal cervix 2, untuk meredahkan rasa sakit itu ibu saya minum pain teh yang Dr. Chris berikan.

Kami mohon petunjuk dari Dr. Chris tentang apa yang dialami ibu saya? Apakah ini krisis penyembuhan juga? Atas perhatian yang Dr. Chris berikan kami ucapkan terima kasih. AZ.

Jawapan: Sabarlah. Semua ini tidak akan hilang cepat!

Ya Dr.Chris. Kami sekeluarga selalu menyarankan ibu untuk tetap bersabar. Kami ucapkan Terima Kasih banyak atas petunjuk yang Dr.Chris berikan. Pertama kali minum pain teh, sakitnya hilang segera. tetapi sekarang 2 kali minum baru bisa hilang. Ayah saya menggunakan 3 sendok pain teh untuk 2 kali perebusan. (minum rebusan yang kedua ini baru sakitnya hilang).

Diduga Kanker Hidung: Ia Menolak Biopsi. Setelah Dua Bulan Minum Herbal Dokter Mengatakan Ia Sudah Sembuh!

Fit adalah seorang wanita berumur 37 tahun dari Indonesia. Pada bulan Mei 2012, dia menemani temannya untuk perawatan medis di Penang. Sementara tinggal di Penang, ia mengambil kesempatan untuk berkonsultasi dengan dokter tentang pembengkakan di tulang leher kanannya. Dokter meyakinkannya bahwa tidak ada yang perlu dikhawatirkan. Namun ia mempunyai pembengkakan di sisi kiri lehernya. Spesialis THT menduga NPC (kanker hidung) dan menyarankan Fit untuk melakukan biopsi. Jika hasilnya positif NPC, maka Fit harus menjalani radioterapi. Fit menolak biopsi dan segala intervensi medis. Ia  datang kepada CA Care pada 10 Mei 2012.

 

 

Mengapa Dia Menolak Biopsi dan Intervensi Medis Selanjutnya?

Saya ingin tahu mengapa Fit begitu bersikeras menolak untuk melakukan biopsi – yaitu, mengambil satu  risko benar. Dengarkan apa yang dia katakan.

 

Kanker Serviks Stadium 3B: Kesehatan Pulih Setelah Minum Herbal dan Tidak Mau Melanjutkan Lagi Pengobatan dengan Kemo dan Radiasi.

The Ai Hoa (TAH) adalah seorang wanita 78 tahun dari Indonesia. Pada bulan Mei 2008 vaginanya mengeluarkan cairan warna kecoklatan. Dia berkonsultasi dengan dokter kandungan dan diberitahu tidak ada yang salah. Pada bulan Februari 2009, pengeluaran cairan itu terulang. Dia berkonsultasi dengan dokter kandungan lain dan lagi-lagi diberitahukan hal yang sama – tidak ada yang salah.

Putrinya ( Dewi)  membawa TAH ke Singapura untuk konsultasi lebih lanjut. Pap smear yang dilakukan pada tanggal 16 Maret 2009 mengindikasikan suatu kondisi sebagai berikut : high grade squamous intraepithelial lesion / HSIL) / CIN 3 (indikasi kanker mulut rahim ).

Biopsi jaringan serviks dilakukan dan menunjukkan adanya microinvasive squamous cell carcinoma.

Sebuah PET-CT scan pada 23 Maret 2009 menunjukkan suatu kondisi kanker mulut rahim / cervix  yang sudah lanjut dengan penyebaran ke arah rahim mencakup rahim dan bagian atas dari vagina. Terdapat pula banyak tanda-tanda adanya masa pada kelenjar getah bening yang tersebar didaerah sebelah kiri iliac, aorto-caval, recto-caval dan bilateral paraaortic ,  ini menggambarkan suatu penyebaran kanker ( metastasis ).  Tidak terdapat tanda-tanda / bukti dari suatu metastasis didaerah peritoneal ataupun  hati.

Hasil tes darah pada tanggal 24 Maret 2009 menunjukkan hemogram normal dengan ESR 25 mm / jam. Tes ginjal dan fungsi hati normal tapi LDH nya 210 (normal <190). CEA nya 6,9 (n <5) dan CA 125 nya 124 (n <35). HBsAg nya reaktif.

TAH dirujuk ke dokter lain untuk evaluasi CEA tinggi dan HBsAg. Dia menjalani endoskopi saluran GI nya pada tanggal 26 Maret  2009. Hasil penelitian menunjukkan kerongkongan normal tetapi tercatat adanya gastritis antral. Dia dinyatakan positif Helicobacter pylori. Kolonoskopi menunjukkan banyak polip sessile kecil di rektum. Pada biopsi itu tampak polip hyperplasic / metplastic. Dia mulai dengan Baraclude (entecavir) pengobatan untuk hepatitis B nya (carrier).

Bone scan pada tanggal 28 April 2009 menyimpulkan : meningkatnya suatu tanda / jejak yang cukup berbahaya pada garis tengah bagian atas tulang sakrum , begitu juga pada tulang sakral bagian kiri. Tetapi kemungkinan besar karena perubahan degeneratif, bukan karena metastasis tulang.

Pada tanggal 25 Maret 2009, TAH menjalani  kemo-radiasi  secara bersamaan. TAH menerima 28 kali pengobatan radiasi dan 3 kali brachytherapy (internal). Setiap pengobatan kemo diulang setiap minggu. Obat-obatan yang digunakan adalah Cisplatin dan 5-FU.  Setelah empat dosis kemoterapi      ( seharusnya  8 kali ) TAH mengalami mengalami  penurunan  sel darah putih dan sel darah merah yang signifikan ( myelosuppresion ).  Kemoterapi dihentikan untuk sementara.

Biaya Pengobatan

Tidak terhitung biaya lain, TAH harus membayar minimal total S $ 24.700 untuk perawatannya di Singapura.

Rinciannya sebagai berikut: Radiasi  S $ 17, 000;  Brachytherapy (radiasi internal) S $ 4.500; Kemoterapi S $ 3.200.

Kesehatannya memburuk setelah Pengobatan di Singapura

Chris:  Kapan dia menyelesaikan semua pengobatannya di Singapura?
Dewi : 16 Mei 2009 dan kami pulang ke Indonesia. 

Dengan pengobatan, itu apakah dia menjadi lebih baik? Lebih baik dari sebelumnya?
Dewi : Tidak, dia merasa mual dan lelah. Dia tidak bisa duduk lama dan merasa sakit di punggungnya. 

Sebelum pengobatan di Singapura bagaimana kondisi ibu? Baik atau buruk?
Dewi : Dia sehat. 

Sebelum pengobatan dan setelah perawatannya – apakah ada bedanya?
Dewi : Ya, berbeda. Keadaannya lebih buruk setelah menjalani perawatannya di Singapura. 

Anda menghabiskan semua uang itu dan apa yang terjadi kemudian?
Dewi : Dia lebih lelah. 

Kalau begitu, apa artinya semua itu?
Dewi : Mama tidak ingin melanjutkan pengobatan lagi. Tapi dokter nya mengatakan, “Tidak, tidak, kau tidak bisa berhenti. Anda memerlukan tambahan lebih banyak darah “. Jadi, kami makin bingung..

Apakah anda berpikir ibu akan mati jika dia melanjutkan pengobatannya?
Dewi : Kemungkinan besar!

Apa yang terjadi selama kemoterapi? Apakah dia menderita?
Dewi : Sulit baginya. Dia merasa mual, ia mengalami kesulitan makan. Dia tidak punya kekuatan untuk bicara.

Dia sudah 75 tahun. Saya tidak akan melakukannya jika dia ibuku.
Dewi :  Ahli radiologi di Singapura mengatakan, “Jika dia ibu saya, sayapun akan memberinya radiasi.”

Oh ya, tentu saja. Jika anda pergi ke tukang cukur pasti dia akan meminta anda untuk memotong rambut Anda!

Dewi : Saya katakan kepada ahli radiologi bahwa ibu sudah tua tapi dia bersikeras bahwa jika ibu adalah ibunya, dia tetap akan melakukan hal yang sama. Karena dia seorang dokter, kami percaya padanya. Tapi ketika saya pulang, saya mulai mencari alternatif. Itulah saat saya menemukan buku Anda. Ahli radiologi itu bahkan mengatakan jika nanti kami kembali untuk melanjutkan kemoterapi, kemungkinan besar ibu akan perlu menjalani 20 kali radiasi lagi jika kelenjar getah bening nya masih bengkak. Tidak, mama tidak ingin kembali ke Singapura untuk perawatan lagi.

Setiap setengah jam Juice Therapy – ibu hampir pingsan

Setelah kembali ke Indonesia, TAH mengikuti program  JuiceTherapy 21-hari-yang ditawarkan oleh seorang praktisi alternatif. Dia harus minum semua jenis jus setiap setengah jam. Dia hampir pingsan selama terapi dan ahirnya menyerah.

Putrinya menemukan CA Care

Putrinya membaca buku kami, Kanker: Mengapa Mereka Hidup (versi Bahasa Indonesia dari Cancer: Why They Live). Ini meyebabkannya mengunjungi CA Care. Dia mendapatkan herbal dari Pak Teddy di Jakarta. Setelah empat minggu minum herbal yang diberikan , TAH merasakan kondisi yang  lebih baik. Ekspresi wajahnya membaik, frekuensi buang air kecil nya berkurang. Dia bisa duduk di toko roti putrinya sepanjang satu pagi. Sebelumnya dia tidak bisa melakukannya bahkan untuk selama setengah jam saja dan harus pergi ke atas dan berbaring.

Putrinya terbang mengunjungi kami di Penang tanggal 19 Juli 2009. Di bawah ini adalah rekaman video pada hari itu.

 

4 April 2010 – TAH dan putrinya datang ke Penang

Setelah meminum ramuan itu selama sekitar sepuluh bulan, TAH datang mengunjungi kami untuk pertama kalinya, disertai dengan putrinya Dewi. Dia mengalami beberapa masalah berikut:

1. Dia merasa “ada rasa panas” di dalam perutnya.
2. Buang air kecil dia sangat sering – 7 sampai 8 kali setiap malam dan ini menyababkan tidurnya terganggu.
3. Dia mengalami inkontinensia.
4. Dia menderita kram di kaki jika berdiri terlalu lama.
5. Telapak kakinya terasa “tebal”.
6. Dia memiliki nyeri di sendi jari-jarinya.
7. Perut terasa kembung dan ini menyebabkan ketidaknyamanan.

Mama, bagaimana Anda rasakan setelah mengkonsumsi herbal?

Dewi : Kebanyakan orang yang melihatnya berkata dia tampak lebih baik.
TAH: Saya merasa tulang punggung saya lebih baik setelah minum Teh Bone. Saya menjaga diet saya – Saya tidak makan ikan, daging atau ayam. Apakah saya harus menjaga pola makan ini sampai aku mati?

Saya tidak sakit tapi saya juga menjaga diet saya. Saya tidak ingin menunggu sampai jatuh sakit baru menjaga diet saya.

Dewi : Tapi dia mengkhawatirkan berat badannya tidak bertambah.

Apakah Anda ingin menambah berat badan? Banyak orang Indonesia yang datang ke sini berkata seperti itu – mengeluh tentang tidak bisa jadi lebih gemuk! Tapi saya katakan pada mereka – Anda bukan babi atau sapi. Jika Anda mau menjual diri sendiri dengan cara kiloan silakan lanjutkan agar menjadi gemuk. Yang penting bagi Anda adalah bahwa Anda sehat – tanpa masalah. Jika Anda bisa makan, bisa tidur, dapat berjalan atau bergerak dan tidak memiliki rasa sakit – apa lagi yang Anda inginkan? Berat badan Anda akan naik lagi dikemudian hari, namun itu butuh waktu. Bersabar. Anda sudah 76 tahun sekarang dan Anda terlihat baik – baik. Tenang saja.

TAH: Anda telah membantu begitu banyak orang! 

Sekarang, izinkan saya bertanya :  Ada seorang pasien dengan keadaan yang sama dan berasal dari tempat  yang sama dengan anda. Banyak pasien datang menemui saya karena diadan dia kondisinya baik. Dia memiliki toko roti atau sesuatu seperti itu.

Dewi : Ya, itulah kami – kami memiliki toko roti. Setelah pengobatan kami di Singapura, mama selalu merasa mual dan lelah. Dia tidur di lantai atas. Sekarang, dia mampu membantu menjaga toko.

 

Komentar

Saya bertanya kepada anda untuk serius memikirkan hal berikut ini:

1. Dengan semua teknologi modern dari ilmu kedokteran – PAP smear, Biopsi, CT scan, PET scan, Bone scan, Endoskopi, Kolonoskopi, gabungan Radioterapi – Kemoterapi, Brachytherapy dan Kemoterapi – bagaimana kondisi TAH berakhir? Memang prosedur ini mungkin atau mungkin tidak penting, tetapi apakah anda pernah berpikir kalau semua ini adalah jawaban atas masalahnya? Yah, bahkan dia berakhir dengan Baraclude yang diresepkan untuk hepatitis! Apa pendapat Anda tentang hal ini?

2. TAH sudah 75 tahun – jika ia adalah ibu anda dan jika anda adalah seorang ahli dalam radioterapi dan kemoterapi – apakah anda akan menyarankannya untuk menjalani perawatan tersebut? Ahli radiologi Singapura mengatakan ya! Apakah anda bisa terima?

3. Sebelum menjalani kemoterapi dan radioterapi apakah anda ingin tahu apa efek           samping dari pengobatan ini? Jika anda ingin tahu – kenapa tidak anda tanyakan ke           dokter? Tapi apa pun yang mereka katakan perlu selalu anda periksa kontra           informasinya yang dapat ditemukan di internet. Setelah menelusuri daftar efek          sampingnya, gunakan akal sehat anda dan ajukan pertanyaan ini – Apakah perawatan ini masuk akal bagi anda ?

Apa efek samping dari radiasi (eksternal) dan brachytherapy (radiasi internal)?

Dalam forum kanker, banyak wanita menulis tentang pengalaman mereka. Berikut adalah beberapa contoh:

•  Ibu saya menjalani 2 kali perawatan brachytherapy. Beberapa minggu setelah pengobatan dia mengeluh merasa tidak nyaman di punggungnya.

•  Saya mengalami 3 sesi brachytherapy dan efek sampingnya adalah – perdarahan selama beberapa hari setelah setiap sesi, kekurangan energi dan perlu tidur lebih dari biasanya.

•  Meskipun diberitahu kemungkinan efek samping dari pengobatan radiasi, ternyata saya tidak benar-benar siap. Saya diberitahu bahwa saya akan mengalami masalah dengan buang air besar saya. Saya tetap meneruskan dan masih menjalaninya, satu dan satu setengah tahun kemudian. Saya pertama kali mengalami “mencret” sekitar empat minggu setelah menjalani pengobatan. Selama berbulan-bulan setelah radiasi saya mengalami nyeri punggung bawah dan kaki. Tak seorangpun yang benar-benar bisa memberikan penjelasan untuk itu, tapi saya menduga bahwa banyak hal yang saya rasakan itu akibat dari kerusakan saraf dan jaringan. Membungkuk atau berjongkok lebih menyakitkan lagi.

•  Saya juga menjalani tiga hari radiasi internal yang berkontribusi terhadap apa yang disebut ‘stenosis’ atau vaginal scarring (goresan-goresan / parutan pada vagina).

•  Pada awalnya saya merasakan perut saya berontak. Sekitar delapan bulan setelah perawatan, saya mengalami pendarahan dubur dan merasakan ‘penyumbatan’ yang ternyata adalah peradangan kronis akibat radiasi.

•  Selama dua minggu terakhir pengobatan radiasi eksternal, saya mengalami diare, kehilangan nafsu makan, dan kelelahan. Sesekali vagina saya gatal. Masalahnya berkembang dengan inkontinensia stres (kebocoran urin saat bersin, batuk dll). Ahli radiasi onkologi saya mengatakan radiasi telah merusak otot-otot yang mengendalikan pengeluaran urine dari kandung kemih ke saluran urin ( sphincter).

•   Saya merasa pasti bahwa efek-samping tidak di jelaskan seluruhnya, hampir sampai ke titik kebohongan. Saya bisa mengerti bahwa mereka tidak ingin menakut-nakuti dengan segala macam komplikasi yang jarang terjadi, tapi saya lebih suka “menerima kenyataan sebenarnya”, jadi berbicara, apa adanya. Saya diberitahu bahwa pengobatan radiasi internal sementara mungkin akan menyebabkan beberapa masalah kandung kemih dan buang air besar. Saya mulai mengalami iritasi kecil kandung kemih setelah pengobatan radiasi pertama, dan juga mengalami diare ringan. Lima tahun setelah perawatan, saya masih memiliki “keanehan” pada masalah buang air besar  – ketika saya merasa ingin b a b, saya biasanya harus b a b *Segera*, kadang-kadang beberapa kali sehari, dan  adalah suatu yang “normal” tampaknya, bila mengalami segala sesuatu antara mencret dan sembelit. Saya tidak menyadari hal ini adalah efek  paska-radiasi sampai saya menemukan wanita lain di internet yang juga menjalani radiasi dan sedang mengalami gejala yang sama. Saya merasa lelah dan “melayang” selama beberapa bulan setelah pengobatan. Saya juga mengalami menopause, pada usia tiga puluh empat. Gejala menopause :  rasa panas diseluruh tubuh, ketidakmampuan untuk berkonsentrasi, dan kemurungan, meningkat dalam intensitas selama beberapa bulan sampai akhirnya saya menyadari apa yang sedang terjadi. Radiasi juga menyebabkan goresan-goresan/parutan pada vagina saya.

Efek Samping dari Brachytherapy
• Mual

• Gangguan pencernaan seperti mencret, sakit perut.

• Inkontinensia di saluran air seni.

• Kekeringan di saluran vagina, rasa sakit dan perdarahan vagina dll

• Ada juga banyak efek samping yang dapat menyebabkan kerusakan permanen pada organ reproduksi seperti saluran vagina menjadi sangat sempit akibat radiasi. Panjang rongga vagina juga makin pendek karena prosedur ini, melakukan hubungan seks sangat menyakitkan dan tidak nyaman.

• Menopause juga kadang-kadang dipercepat sebagai akibat dari brachytherapy.

• Efek samping lain yang penting dari brachytherapy adalah hilangnya kepadatan tulang.

Efek Samping dari Cisplatin

• Meningkatnya risiko terkena infeksi dari penurunan sel darah putih.

• Kelelahan dan sesak napas akibat penurunan sel darah merah.

• Gampang memar berbintik akibat penurunan trombosit.

• Kelelahan selama dan setelah perawatan dan merasakan atau menjadi sakit.

• Cisplatin dapat menyebabkan kerusakan ginjal.

• Gangguan pendengaran, terutama terhadap suara bernada tinggi.

• Denging di telinga.

• Kehilangan nafsu makan.

• Hilangnya indera pengecap atau merasa hambar.

• Mati rasa atau kesemutan pada jari tangan dan kaki yang mengakibatkan kesulitan           melakukan gerakan rumit.

• Reaksi alergi seperti ruam kulit, gatal, merasa panas, menggigil, kemerahan pada wajah, merasa pusing, sakit kepala, sesak napas, gelisah atau kebutuhan mendadak untuk buang air kecil.

• Kejang otot.

• Detak jantung meningkat (selama atau segera setelah mendapat dosis).

• Punggung belakang atau samping rasa sakit disertai demam atau kedinginan.

• Nyeri pada persendian.

• Penglihatan kabur

Efek Samping dari 5-FU

• Seriawan disekitar rongga mulut.

• Penurunan sensitivitas indera pengecap.

• Diare.

• Masalah penglihatan.

• Perubahan kulit.

• Risiko terinfeksi, memar berbintik dan berdarah karena penurunan jumlah sel darah.

• Merasa cape atau kelelahan.

• Merasa sakit atau mual dan muntah.

• Rambut rontok.

• Perubahan warna kuku jari dan kaki. (menghitam).

• Kepekaan terhadap matahari.

• Bengkak berbintik dan kemerahan pada telapak tangan dan telapak kaki.

• Dada nyeri dan merasa tertekan di tengah dada.

Renungkanlah kutipan di bawah ini:

Kami ingin mengucapkan terima kasih kepada TAH dan keluarganya yang telah memberikan kami izin untuk menceritakan kisahnya dan menggunakan video di atas. Saat ini usia  Ai Hoa 78 !  Pada saat ini dia betul-betul baik kondisinya – dan kesehatannya tercermin pada gambar-gambar dibawah ini. Dia telah hampir tiga tahun mengkonsumsi herbal CA Care.

Diterjemahkan oleh : Tan Hoan Hing  dan  di edit oleh : Teddy Setiawan.

 

Kanker Rahim-Ovarium-Paru, Bagian 2: Harapan: Setelah Tiga Hari Minum Obat Herbal Ketika Dirawat di Rumah Sakit

Benar-benar sangat mengejutkan ketika pagi hari tanggal 20 Desember 2011, pasien, ditemani temannya seorang dokter dan beberapa anggota keluarga, datang ke CA Care. Pasien diperkenankan meninggalkan rumah sakit sehari sebelumnya dan pagi itu setelah keluar dari rumah sakit mereka lengsung terbang ke Penang.

Simak sendiri cerita menakjubkan ini.

 

Catatan: Pihak keluarga telah mengizinkan penggunaan video dan gambar tanpa harus menutupi wajah pasien.

 

Chris: Oo, kamu yang datang menemui saya pada minggu kemarin – waktu itu ibumu masih dirawat di Methodist Hospital di Medan?

Anak perempuan: Ya, ya. Ibu dirawat sekitar 12 hari dari tgl.8 sampai tgl.20 hari ini. Setelah boleh keluar dari rumah sakit pagi ini kami langsung kemari .

Wah, ini banyak orang?

Anak: Ini keluarga semua.Anak2 ada 3 orang , ini suami nya , itu adik dan keponakan , yang ini sahabat baik  dan juga seorang dokter .

Kamu datang tanggal 14 Desember 2011. Saya beri kamu obat. Apa mama meminumnya?

Anak: Ya. Sampai di Indonesia langsung saya kasih minum. Sejak tanggal 15, 16, 17, 18, 19 sudah lima hari.

(Berbalik ke pasien) Setelah minum obat selama 5 hari itu, bagaimana rasanya?

Pasien:  Enak. Ya engga pake oksigen lagi.

Adik: Sebelum minum obat, pake oksigen dan nafas sesak. Setelah 3 hari minum obat sudah tidak sesak dan oksigen dilepas.

Anak: Saya tidak kasih tahu dokter. Setiap dokter kasih pil untuk mama minum saya tidak kasihkan. Saya gantikan dengan obat-obat yang dokter Chris kasih. Tapi untuk yang suntik-suntik saya tidak berani.

Adik: Dokter terkejut. Ada mukjizat katanya mama bisa sembuh .

Anak: Setelah minum obat mama tidak pakai oksigen. Paru-paru sudah tidak ada air, sudah bersih. Sebelumnya nafasnya satu-satu seperti ikan megap-megap.  Waktu awal minum obat itu bisa tiga sampai empat kali buang air besar.

Ya, bagus. Itu yang saya mau, saya buang kotorannya.

Anak: Kami khawatir takut ada apa-apa, apa obatnya gak cocok. Saya bilang untuk terus minum, mungkin kotorannya sedang dibuang.

(Berbalik ke pasien) Ibu, waktu minum obat ada masalah?

Anak: Pahit!

Pasien: Minumnya gak susah.

Setelah minum obat beberapa hari, apa lebih susah?

Pasien: Tidak, lebih enak bukan lebih susah.

Jadi selama di rumah sakit pakai teh saya?

Anak: Ya, saya masak di rumah dan saya antar ke rumah sakit dan saya kasih minum. Pada waktu suster pergi , cepat-cepat saya kasih minum obat herbal dari dokter Chris.

Ibu, gimana rasanya sekarang

Pasien: Pikirannya serasa kosong … blank . Sulit pipis. Itu masalah utama saya. Kantung kemih saya terasa penuh.

Anak: Kakinya lemas.

Tapi setelah minum obat, apakah masih nampak ada masalah sekarang?

Pasien: Tidak ada.