Kanker Paru-Hati: Semuanya Tampak Tidak Sempurna Untuk Nya

 

 

Konsultasi CA Care Penang

 

Kanker Rahim-Ovarium-Paru, Bagian 4: Kesehatan Membaik Setelah e-Therapy

Catatan: Pihak keluarga mengizinkan penggunaan video dan gambar tanpa harus menutupi wajah pasien

20 Desember 2011

  • Dia tidak bisa buang air kecil. Kantung kemih terasa penuh dan menggelembung.  Kami menyarankannya untuk mencari bantuan dokter jika masalah tetap berlanjut.
  • Kakinya lemas.
  • Setelah program Detox pertama, dia merasa lebih baik.

Chris: Apa yang dimaksud lebih baik?

Pasien: Jari-jari saya tidak kaku lagi – sebelumnya kaku.  Sekarang bisa menggerakan kaki. Sebelumnya tidak bisa.

(Pasien berdiri dengan bantuan puteranya – dia tidak bisa melakukan ini sebelumnya).

21 Desember 2011

  • Dia bisa buar air kecil – masalah terselesaikan.
  • Tenaga dan gerakan kakinya membaik. 

Bagaimana nafas Anda?

Pasien: Enak. Lebih enak.

Ibu datang kemarin. Bandingkan kondisinya sebelum dan sesudah melakukan terapi – merasa lebih enak?

Pasien: Ya, lebih enak. Saya bisa berdiri. Berjalan. Terasa lebih sadar.

Anak perempuan: Dia mulai buang air besar lagi.

Perlahan-lahan. Saya yakin beberapa hari lagi akan lebih baik. Sekarang sudah lebih baik. Silahkan pulang dan belajar merawat diri sendiri. Jangan lakukan hal yang tidak benar

Anak perempuan: Mama, baru satu minggu (di CA Care Therapy).

Saya tidak percaya kalau baru saja seminggu yang lalu dia di rumah sakit dibantu oksigen – dan sekarang di sini. 

22 Desember 2011

Pasien sudah menjalani tiga sesi e-Therapy.

  • Malam tadi tidak bisa tidur karena harus berak dan buang air kecil (Catat: pada hari pertama sebelum e-Therapy dia tidak bisa buang air kecil).
  • Kemarin dia enam kali buang air besar di siang hari dan empat kali di malam hari.
  • Karena seringnya buang air besar dia tidak bisa tidur dengan nyenyak. Dia juga merasa lemas.
  • Perutnya terasa tidak nyaman – dengan sakit yang bergejolak.
  • Terkadang dia batuk disertai dahak.
  • Kakinya masih lemas. 

23 Desember 2011

  • Perutnya masih kesakitan.
  • Jumlah berak berkurang jadi enam kali.
  • Batuknya berkurang.
  • Dia masih merasa lemas di kakinya. 

24 Desember 2011

RJ beserta keluarga siap pulang. Di pagi hari kami mengunjungi mereka di apartemennya.

  • Pasien baik-baik saja. Dia tidak lagi merasa sakit – sakit di perutnya sudah hilang.
  • Sama sekali tidak ada kesulitan bernafas dan dia bisa tidur dengan datar.
  • Masalah buang air besarnya terselesaikan.
  • Kesulitan tidur.
  • Batuk masih ada.

Anak perempuan: Sudah 2 hari bisa berjalan dan makan di meja makan sebelumnya makan di tempat tidur. Selera makan sudah bagus. Tadi malam gak bisa tidur. Sekarang masih batuk-batuk. Tetapi sudah berkurang banyak sekali dibanding ketika masih di rumah sakit.

Kanker Rahim-Ovarium-Paru, Bagian 3: Mukjizat Terjadi: Wawancara Bersama Anak Perempuan dan Adik Pasien

Catatan: Pihak keluarga telah mengizinkan penggunaan video dan gambar tanpa harus menutupi wajah pasien.

 

Pokok pembicaraan kami

  1. Dua hari sekembalinya dari kemoterapi di Singapura, RJ mulai batuk-batuk dan demam. Dia lemas. Dia dirawat di Methodist Hospital di Medan. Saat itu RJ masih bisa berjalan sendiri.
  2. Setelahnya hemoglobin dan trombositnya menurun dan dia menjalani transfusi darah. Delapan bungkus darah diberikan kepadanya.
  3. Setelah tiga atau empat hari berada di rumah sakit, dia tidak bisa berjalan. Dia lemas.
  4. Tiba-tiba nafasnya menjadi sesak. X-ray menunjukkan adanya cairan dalam paru-parunya. Dokter menyedot cairan dengan menggunakan suntikan. Penyedotan pertama terdari dari 19 kali sedotan dengan masing-masing sedotan 60 ml. X-ray menunjukkan masih terdapatnya cairan di paru.
  5. Penyedotan kedua dilakukan – terdiri dari 12 kali sedotan dengan masing-masing sedotan 60 ml.
  6. Bahkan setelah penyedotan pleural, RJ masih harus menggunakan bantuan oksigen untuk bernafas.
  7. Sebelum penyedotan pleural, RJ sulit bernafas dan menggunakan bantuan oksigen namun saat itu nafasnya masih baik. Setelah penyedotan pleural pertama – nafasnya masih sama. Namun setelah penyedotan yang kedua, nafasnya menjadi sesak dan megap-megap.
  8. Tanggal 15 Desember 2011, puterinya mulai memberi minum obat herbal CA Care. Capsule A, Lung 1 + Lung Phlegm dan Lung 2 + Lung Phlegm.
  9. Sejak 15 Desember 2011 dan setelahnya, RJ hanya meminum obat herbal CA Care. Puterinya menyembunyikan obat-obatan yang diberikan dokter.  Hal ini dilakukan tanpa sepengetahuan dokter atau suster di rumah sakit.
  10. Setelah meminum obat, RJ mulai mengeluarkan banyak dahak. Selain itu dia sering buang air besar dan mengeluarkan banyak kotoran. Ada bercak darah sedikit saat buang air besar yang pertama kali. Setelah itu normal – tidak ada darah.
  11. Tanggal 17 Desember (tiga hari setelah meminum herbal) RJ bisa bernafas dengan normal. Tidak perlu lagi menggunakan bantuan oksigen. Dia bisa mengenali orang-orang sekitarnya.  Sebelumnya dia tidak bisa mengenali anggota keluarga di sekitarnya.
  12. Meski dengan bantuan oksigen, RL masih sulit bernafas.
  13. Setelah meminum Cough tea no.5  selama dua hari, RJ tidak batuk-batuk lagi. Sebelumnya batuknya sangat parah. Setelah batuknya berhenti nafasnya kembali normal.
  14. X-ray menunjukkan paru-parunya sudah membaik.
  15. Setelah obat herbal mulai membantu RJ, anak perempuannya secara perlahan mulai mengurangi aliran oksigen kedalam selang yang masih terpasang dihidung. Hal ini dilakukan tanpa sepengetahuan dokter atau suster. Tetapi ahirnya dokter dan perawat tahu , lalu bertanya kenapa aliran oksigen nya ditutup ?  Anaknya berkata kepada dokternya : saya mau mama saya berlatih tanpa oksigen , diam – diam saja yah …biar nanti saya yang bantu mengontrolnya … saya tidak mau mama saya ketergantungan dengan oksigen . Dokternya berkata : Wah kamu jadi dokter sendiri. Tetapi setelah itu ternyata kondisinya membaik walau tanpa oksigen.
  16. Tanggal 17 Desember 2011, dokter meminta keluarga untuk pulang dan berdoa. Kanker sudah menyebar ke sekujur tubuh. Anak perempuannya berkata, “Saat itu kondisi mama benar-benar buruk. Dia sulit bernafas, matanya menggulung ke atas dan tidak mengenali kami. Pandangan matanya kosong dan kondisi kesadarannya menurun , kalau ditanya pelan-pelan pun dia selalu terkejut lalu menjawab dengan jawaban pendek saja. Semua anggota keluarga sudah berkumpul ,yang tinggal jauh pun dari Papua pulang .. mereka hampir putus asa . Saya korek-korek mulutnya untuk ngeluarin dahak dan mama menggigit saya.”
  17.  Semua anggota keluarga dari berbagai penjuru di Indonesia terbang mengunjungi RJ.
  18. Tanggal 18 Desember 2011, keadaan membaik. Aliran oksigen dari tabung dihentikan sama sekali. RJ tidak memerlukan bantuan oksigen lagi. Dokter masuk dan bilang, “Sebuah mukjizat. Sekarang kondisinya sudah baik . Anda bisa segera pergi ke Penang.”
  19. RJ diizinkan keluar dari rumah sakit tanggal 19 Desember 2011, dan pagi hari berikutnya keluar dari rumah sakit  lalu dia beserta keluarganya terbang ke Penang.

Kami bertanya kepada anak perempuannya, “Apa mama benar-benar diuntungkan karena obat herbal itu?”

Dia menjawab, “Sekarang kondisi mama benar-benar beda. Dia sangat membaik. Dia sudah kuat dan bisa berjalan sendiri. Bahkan di hari pertama kami datang kemari, 20 Desember dan sekarang – dua hari kemudian, banyak sekali peningkatan. Satu-satunya masalah yang dia punya sekarang adalah sakit di perutnya.” (Catatan: sakit di perut ini hilang setelah e-Therapy!).

 

Kanker Rahim-Ovarium-Paru, Bagian 2: Harapan: Setelah Tiga Hari Minum Obat Herbal Ketika Dirawat di Rumah Sakit

Benar-benar sangat mengejutkan ketika pagi hari tanggal 20 Desember 2011, pasien, ditemani temannya seorang dokter dan beberapa anggota keluarga, datang ke CA Care. Pasien diperkenankan meninggalkan rumah sakit sehari sebelumnya dan pagi itu setelah keluar dari rumah sakit mereka lengsung terbang ke Penang.

Simak sendiri cerita menakjubkan ini.

 

Catatan: Pihak keluarga telah mengizinkan penggunaan video dan gambar tanpa harus menutupi wajah pasien.

 

Chris: Oo, kamu yang datang menemui saya pada minggu kemarin – waktu itu ibumu masih dirawat di Methodist Hospital di Medan?

Anak perempuan: Ya, ya. Ibu dirawat sekitar 12 hari dari tgl.8 sampai tgl.20 hari ini. Setelah boleh keluar dari rumah sakit pagi ini kami langsung kemari .

Wah, ini banyak orang?

Anak: Ini keluarga semua.Anak2 ada 3 orang , ini suami nya , itu adik dan keponakan , yang ini sahabat baik  dan juga seorang dokter .

Kamu datang tanggal 14 Desember 2011. Saya beri kamu obat. Apa mama meminumnya?

Anak: Ya. Sampai di Indonesia langsung saya kasih minum. Sejak tanggal 15, 16, 17, 18, 19 sudah lima hari.

(Berbalik ke pasien) Setelah minum obat selama 5 hari itu, bagaimana rasanya?

Pasien:  Enak. Ya engga pake oksigen lagi.

Adik: Sebelum minum obat, pake oksigen dan nafas sesak. Setelah 3 hari minum obat sudah tidak sesak dan oksigen dilepas.

Anak: Saya tidak kasih tahu dokter. Setiap dokter kasih pil untuk mama minum saya tidak kasihkan. Saya gantikan dengan obat-obat yang dokter Chris kasih. Tapi untuk yang suntik-suntik saya tidak berani.

Adik: Dokter terkejut. Ada mukjizat katanya mama bisa sembuh .

Anak: Setelah minum obat mama tidak pakai oksigen. Paru-paru sudah tidak ada air, sudah bersih. Sebelumnya nafasnya satu-satu seperti ikan megap-megap.  Waktu awal minum obat itu bisa tiga sampai empat kali buang air besar.

Ya, bagus. Itu yang saya mau, saya buang kotorannya.

Anak: Kami khawatir takut ada apa-apa, apa obatnya gak cocok. Saya bilang untuk terus minum, mungkin kotorannya sedang dibuang.

(Berbalik ke pasien) Ibu, waktu minum obat ada masalah?

Anak: Pahit!

Pasien: Minumnya gak susah.

Setelah minum obat beberapa hari, apa lebih susah?

Pasien: Tidak, lebih enak bukan lebih susah.

Jadi selama di rumah sakit pakai teh saya?

Anak: Ya, saya masak di rumah dan saya antar ke rumah sakit dan saya kasih minum. Pada waktu suster pergi , cepat-cepat saya kasih minum obat herbal dari dokter Chris.

Ibu, gimana rasanya sekarang

Pasien: Pikirannya serasa kosong … blank . Sulit pipis. Itu masalah utama saya. Kantung kemih saya terasa penuh.

Anak: Kakinya lemas.

Tapi setelah minum obat, apakah masih nampak ada masalah sekarang?

Pasien: Tidak ada.

Kanker Paru: Bedah, Menolak Kemo, Lansung Minum Herbal – CEA Meningkat Setelah Diet Buruk

 

Jan (M471) seorang pria 55 tahun dariIndonesia. Dia mantan perokok 40 lebih tahun. Sekitar pertengahan 2008 dia batuk-batuk. Dahak nya tidak ada darah. Dia pergi ke Melaka untuk buat pemeriksaan. CT scan menunjukkan kanker paru-paru. Tidak puas hati, ia datang kePenanguntuk  cari pendapat kedua.

Kolonoskopi yang dibuat pada tanggal 20 September 2008, menunjukkan adanya wasir dan polip pada kolon dan rektum. Biopsi dari polip kolon menunjukkan adenoma tubular yang sama dengan displasia sederhana, sedangkan polip dari rektum adalah hiperplastik.

CT scan dada menunjukkan nodul kecil, 1,7 x 1,7 x 1,6 cm. Noda paratrakeal, carinal dan kelenjar getah bening hilus kanan lebih besar antara 1 sampai 3 cm. Impressi: Fitur curiga yang mendasari karsinoma paru-paru awal.

Jan menjalani operasi untuk mengangkat tumor di paru-parunya. Dia diberitahu bahwa dia mempunayi  85 – 90 persen penyembuhan jika dia menjalani operasi. Laporan histopatologi menyatakan karsinoma sel skuamosa berdiferensiasi sederhana, pT1N1Mx, Tahap 2A. Margin bedah bebas dari keganasan. Total biaya perawatan medis sekitar RM35.000.

Jan disarankan kemoterapi. Dia menolak dan datang mencari bantuan kami pada tanggal 8 Oktober 2008. Dia diresepkan Kapsul A, teh C-Tea, Lung 1, Lung 2 dan GI 1.

Sekitar sebulan kemudian, pada 14 November 2008, Jan kembali menemui  kami  lagi. Ia kata ia lebih sehat dan tidurnya lebih enak. Ia disuruh buat kemoterapi. Dokter mengatakan kemoterapi boleh menyembuhkannya. Dia menolak saran ini.

Jan tinggal di sebuahkotakecil di Sumatera. Perjalanan dari rumahnya kePenangsangat jauh. Dari rumah ia harus naik bas selama 3 jam ke sebuah kota. Dikotaini, Jan akan naik  satu lagi bas selama 24 jam keMedan. Di Medan, baru dia naik pesawat kePenang. Meskipun perjalanannya panjang, Jan datang berjumpa kami secara teratur.  Kebanyakan masa Jan berjumpa kami, dia mengatakan bahwa ia baik dan sehat, tanpa keluhan. CEA nya menurun dari 133,66 (sebelum operasi) menjadi 27,6 (setelah dua tahun minum herbal). Tetapi, pada 21 Oktober 2010, Jan tersentak dengan tiba-tiba karena CEA nya naik dari 27,6 ke 83,12 (Lihat jadual di bawah). Kami pun berasa kecewa. Apa yang salah? Dari pengalaman kami lebih kurang tau sebabnya. Kami bertanya kepadanya, “Apa yang kau makan salah bulan-bulan yang lalu ini?”

Tanggal

CEA

Catatan
19 Sept 2008

133.66

 
15 Juli 2009

51.2

 
22 Okt 2009

43.0

 
14 Mei 2010

27.6

 
21 Okt 2010

83.12

Diet Buruk – makan daging, makanan goreng and “tau sar paw”
4 Dis 2010

75.58

 
31 Mar 2011

93.97

 
25 Aug 2011

57.9

 

 

Jan mengakui bahwa karena dia baik-baik saja, dia tidak lagi ikut baik-baik pola makan sihat. Dia makan makanan yang kami minta dia menghindari seperti daging, makanan goreng dan “tau sar pow” (roti diisi kacang manis rebus bersama lemak babi). Dia guna minyak jagung untuk memasak – bukannya minyak kelapa murni. Kami menjelaskan kepada Jan bahawa kami tidak tahu mengapa CEA nya  bertambah tinggi – ini bisa terjadi karena usus nya ada  polip, atau karena paru-parunya. Dengan ini, paling baik ia kembali ke pola makanan sihat semula. Jan berjanji untuk membuat demikian.

Sekitar sebulan kemudian, CEA nya turun menjadi 75,58, kemudian meningkatkan ke 93,97 pada Maret 2011. Namun, pada Agustus 2011, CEA Jan turun ke 57,9. Dengan penurunan nilai CEA ini nampaknya Jan percaya diet amat penting untuk kesejahteraan nya.

Secara keseluruhan, kesehatan Jan baik-baik saja. Sudah tiga tahun sejak operasi paru. Dia menolak kemoterapi dan memilih herbal sebagai gantinya. Sampai hari ini, ia mampu makan, tidur dan melakukan kegiatan rutin tanpa apa masalah pun.  Tidak masalah jika CEA 93,97 atau 57,9 – angka-angka ini tidak mempengaruhi kesejahteraan nya.  Tanpa kemo, kualitas hidupnya dipertahankan – tidak diancam langsung, walaupun dia  seorang penderita kanker.

Kajian Acugraph
AcuGraph diambil pada 26 Agustus 2011 menunjukkan perkembagan baik – bacaan meridian adalah lebih seimbang jika dibandingkan dengan bacaan pada tanggal 22 Oktober 2010 (di bawah).

 

Beberapa soalan untuk direnungkan:

  1. Setelah operasi Jan enggak buat kemoterapi meskipun disarankan oleh dokter. Apakah yang terjadi padanya sekarang? Apa yang bisa terjadi jika ia menjalani kemoterapi? Apakah dia tetap sihat seperti saat ini?
  2. Setelah operasi, CEA nya turun dari 133-51 ke 27 – dan ia hanya makan herbal dan mengikuti pola makan yang sihat. Apakah kamu percaya bahwa obat herbal dan diet begitu efektif menjaga kanker nya? Atau kamu lebih percaya pada  obat beracun (chemo)?
  3. Jan mulai makan makanan “tak sihat” dua tahun setelah berada dalam kesehatan yang baik. CEA nya meluru sampai 83. Dia menyadari kesalahannya dan mulai pola diet  “baik” sekali lagi. Setelah enam bulan CEA nya menurun ke 58. Apakah kamu masih bersikeras bahwa pasien kanker boleh makan apa saja yang mereka sukai dan makanan tidak ada hubungan dengan perkembangan kanker dan / atau kambuh?
  4. Dari Oktober 2010 hingga Maret 2011, CEA Jan di sekitar 76 – 94. Meskipun begitu dia sehat saja. Kesejahteraan-nya tidak dipengaruhi oleh nilai CEA – samada tinggi atau rendah. Apa artinya? Belajar hidup bersama kanker!  Bacaan / nombor ujian laboratorium tidak harus  membuat kamu sakit!

Kanker paru-otak: Penyembuhan Yang Tidak Mungkin. Bagian 4: Apa yang di butuhkan untuk menjadi pemenang.

Di buku saya, Penyembuhan Alami Kanker Prostat (Prostate Cancer Healed Naturally), saya menulis, “menurut saya kanker itu bukan hanya sekedar mengenai suatu tumor di payudara, di paru paru atau di hati: tetapi ini mengenai anda sebagai manusia.”  Ada satu kutipan begini: ”  tidak ada penyakit yang tidak bisa di sembuhkan, tetapi hanya orang yang tidak bisa di sembuhkan.” ” Sebab itulah wawancara panjang saya dengan para pasien memberi kesempatan kepada saya untuk menilai setiap pasien secara keseluruhan  sekalian memperkirakan kemungkinan hasilnya  – apakah kami bisa mengulangi penyembuhan berdasarkan pengalaman kami yang sudah-sudah di CaCare.”
“Sayangnya hanya 30 persen dari pasien pasien yang datang kepada kami bisa mendapatkan manfaat dari terapi kita.”

Saya sampaikan lagi, ini tidak sekedar tentang minum ramuan ramuan saya saja. Banyak pasien datang kepada  kami dengan pengharapan yang besar sekali untuk menemukan “peluru ajaib”. Kami tidak memilikinya.  Berulang ulang kali pengalaman saya mengatakan bahwa syarat untuk berhasil itu adalah usaha dari orang itu sendiri. Pemberitahuan ini juga berlaku bagi yang merawat pasiennya. Bilamana seseorang di keluarga terkena kanker, itu juga berarti bagaimanapun semua orang di dalam keluarga itu di pengaruhi oleh penyakit itu.

Oleh sebab itu, kadang kadang saya tegaskan agar seluruh keluarga untuk datang dan bertemu saya. Saat bertemu mereka saya bisa merasakan apa yang sebetulnya telah  terjadi: Berbicara kepada mereka yang ada disekitar pasien dan dari apa yang mereka sampaikan dan bagaimana kelakuannya, saya bisa merasakan bagaimana hasil ahirnya nanti. Saya sering mengatakan pada pasien,”sesudah bicara pada anda selama 5 menit,  barangkali saya bisa tahu apakah saya bisa membantu anda atau tidak”. Mungkin, kebanyakan pasien tidak mengerti apa yang saya maksud dengan ini.

Setelah menilai pasien secara pribadi, saya kemudian akan melanjutkan untuk
meresepkan herbal. Ini adalah hal yang sangat sederhana untuk dilakukan.

Kami menerima banyak email tiap hari. Para penulis email ini berharap menemukan penyembuhan dengan cara yang nyaman menurut kehendak mereka sendiri – mengharapkan dapat “penyembuhan” dengan usaha yang sedikit. CaCare tidak bisa menolong orang seperti itu. Jalan kami adalah jalan yang sulit dan berliku.

Belajar dari pengalaman dari kasus Ibu Suri. Selama kunjungan pertama di sini saya sangat berterus terang kepada suami dan anak perampuannya. Saya ulangi lagi apa yang saya katakan kepada mereka malam itu,”Saya tidak mau menyesatkan atau menipu kalian – membuat kalian percaya dapat menemukan penyembuhan disini. Jangan berpikir terlalu banyak atau terlalu jauh. Kalau isteri anda tidak bisa minum ramuan yang saya sarankan, tidak usah membawanya dia ke sini lagi. Tidak ada yang bisa saya perbuat untuk dia.
Tapi kalau dia bisa minum ramuan herbal itu, mungkin dia bisa mendapat manfaat dari itu, Dan saya akan berusaha sedapat mungkin untuk membantu.”

Sampai sekarang kata kata yang saya sampaikan kepada mereka malam itu, masih nyaring terdengar di telinga mereka. Walaupun kata katanya keras tetapi di terimanya dengan baik. Selama beberapa  hari dan minggu minggu berikutnya, suami, anak perampuan, adik perampuan Ibu Suri dan yang lainnya, “berperang” dengan pasien yang memberontak, yang tidak mau minum ramuan herbal ini. Tapi mereka tidak menyerah.

Saya katakan dengan tegas,karena ketabahan mereka itulah yang memungkinkan penyembuhan yang menakjubkan itu terjadi.

Dengarkanlah ceritanya .

Inilah yang terjadi :

Anak perampuan: Pertama kali Ibu saya minum ramuan herbal, Ibu menyemburkan ramuan itu ke muka saya. Dia berteriak – Pergi,pergi. Jangan minumkan ini pada saya. Dia tau kita merebus sesuatu. ibu tanya: Obat apa itu ? Bau sekali !

Saya jawab: Ini obat bagus untuk Ibu.

Suami: Hari pertama (menunjuk kepada keponakannya) ibunya pun mengalami semburan ramuan herbal di mukanya.( Ibu ini adalah salah satu adik lagi yang tinggal di Penang). Kemudian kita mengalihkan perhatiannya dari ramuan herbal tersebut. Kita ajak bercanda dengannya. Saat dia sudah lebih tenang, empat atau lima orang memegang kepala, tangan dan kakinya lalu kita menuangkan ramuan herbal di mulutnya. Dia menendang dan berteriak,, Biar saya mati, biar saya mati.saya tidak mau obat ini. Biar saya mati.

Anak perampuan: Ibu jangan bicara  begitu. Obat ini bagus untuk Ibu. Biasanya Ibu tidak masalah kalau minum obat. Kenapa Ibu mempersulit ini sekarang?

Chris: Wah, kalau kalian tidak punya hati yang teguh dan tidak percaya kepada apa yang kami perbuat, kalian semua pasti menyerah.

Suami: Hari hari pertama memang mengerikan. Saya takut dia gigit lidahnya. Maka itu saya masukkan jari jari saya biar dia gigit saya. Dia melawan kuat dan menolak minuman hebal ramuannya.

Chris: Itulah yang saya maksud – kalau kalian tidak percaya dan tidak mau menolong diri sendiri, tidak ada yang bisa menolong anda. Saya ingat, sudah menyampaikan hal ini kepada anda saat anda datang pertama kali.

Suami:  Pertama kalinya kita mengunjungi Bapak, saya tanya Bapak,” Dok  apakah Dokter bisa beri tablet saja sebagai pengganti teh? Bapak jawab,”Tidak ada, Kita hanya punya teh ramuan. Kalau tidak bisa minum tehnya sebaiknya tidak usah datang kesini mengunjungi saya.”

Anak perampuan: Berarti tidak ada pilihan untuk kita. Dia muntah, kita minumkan lagi. Lalu ia muntahkan lagi semua ramuan herbal sampai seluruh baju saya jadi basah.

Chris: Kalau kalian tidak punya ” kemauan yang kuat ” kalian tidak punya harapan apa pun.

Suami:  Benar Pak.

Chris: Ini saran yang saya ingin sampaikan pada semua pasien yang datang berkonsultasi dengan saya. Banyak yang bilang, saya tidak suka rasa pahit dan baunya ramuan herbal d.l.l. Saya menyarankan agar mereka pulang saja. Saya tidak bisa membantu orang seperti itu.

Anak perampuan: Saya bilang pada kesetiap orang: Kita harus sabar,  harus bersabar.

Chris: Sesudah minum ramuan selama tiga hari apakah rasa sakit pada kepala menjadi lebih baik ?

Suami:. Sakit pada  kepalanya berkurang.

Chris: Saat kalian datang  kalian juga menceritakan bahwa Ibu Suri muntah muntah. Berapa lama waktu yang di perlukan untuk mendapatkan hasil yang dapat memberi harapan?

Adik perampuan: Dia muntah sesudah minum ramuan herbal. Sesudah satu bulan kita melihat ada perbaikan.

Suami:  Sesudah bercanda dan membujuk dia, dia mulai minum ramuan ramuan tanpa perlawanan.

Kemudian kita suapi, kita beri dia hadiah uang dan setelah itu dia mau minum ramuannya dengan kemauan sendiri.

Adik perampuan: Saya tinggalkan keluarga saya, dan datang ke sini untuk menemani dia selama lebih dari dua bulan.

Suami: Tiap pagi saya temani dia untuk jalan jalan ditaman depan rumah. Dia jalan berputar lapangan bola basket. Tergantung kekuatannya dia bisa berjalan empat sampai dua belas putaran tiap pagi.

Semua berjalan dengan baik. Tetapi pada akhir Augustus 2011,Ibu Suri terjatuh didalam rumah – yang mengakibatkan ada dua benjolan diatas kepalanya. Kemudian dia mengalami rasa sakit yang hebat dibagian kepalanya. Adik perempuannya menelepon kami. Saya meminta agar mereka datang ke Penang segera.

Ibu Suri, suami dan adik perampuannya pada tanggal 28 Agustus 2011 terbang ke Penang untuk menjalani e-terapi di CA Care. Sayangnya, ini adalah waktu yang paling tidak tepat untuk melakukan perjalanan dengan pesawat terbang – Hari Raya Idul Fitri. Penerbangan dari Jakarta ke Penang pada semua maskapai penerbangan sudah penuh dipesan. Jadi mereka terbang dengan kelas bisnis menggunakan Malaysia Airlines.

Tiketnya berharga  USD$ 1.025 ( 8,6 juta rupiah ) seorang dan mereka pergi bertiga.

Dari pengamatan saya berada bersama mereka selama beberapa hari, suaminya dan adik perampuannya amat berdedikasi. Saya salut untuk komitmen dan dedikasinya mereka. Saat mereka berada di Penang,kami bekerja terus walaupun pada Hari Raya yang kebetulan juga hari libur Hari Kemerdekaan Malaysia. Tiap pagi Ibu Suri menjalani e-terapi di CA Care. Hasilnya di luar perkiraan kami.

Ini adalah pengalaman yang paling berharga bagi kami semua. Untuk pasien dan keluarganya dan untuk saya dan istri.

Baca lebih lanjut:

Bagian 1: Harapan Setelah Sesuatu Bencana

Bagian 2: Minggu Penyembuhan Yang Menakjubkan

Bagian 3: Renungan dan Pengakuan Oleh Suaminya

Terjemahan oleh Philip Boas, di revisi dan di perbaiki oleh Suratmi, Dusun Dalem, Widodomartani, Ngemplak Sleman, Yogyakarta dan Teddy Setiawan, Jakarta Indonesia. Terima kasih dari CA Care.


Kanker paru-otak: Penyembuhan Yang Tidak Mungkin. Bagian 3: Renungan dan Pengakuan Suami.

Ketika pengacara membuat kesalahan, dia mengalami kekalahan kasusnya di pengadilan, Ketika seorang insinyur membuat kesalahan, gedungnya runtuh, Tapi ketika dokter membuat kesalahan, itu akan dipendam didalam kuburan pasiennya ~ Seorang Pasien Kanker

Penghargaan: Kami berterima kasih kepada pasien dan keluarganya untuk berbagi cerita pahit-manis ini bersama kami. Dan izin untuk menayangkan video klip tanpa harus menutupi wajah mereka diberikan oleh suami pasien.

Saat Ibu Suri menjalani e-terapi di pusat CA Care di Penang, kami mendapat kesempatan untuk mewawancarai suaminya. Inilah kesempatan untuk mendapatkan pengetahuan dan penjelasan yang lebih luas tentang apa yang terjadi sebenarnya.

Dibawah ini adalah kutipan percakapan kami selama tiga hari – tanggal 30 dan 31 Augustus dan 1 September 2011.

 

1. Dokter angkat tangan coba saja obat Sutent
Ternyata masalah Ibu Suri di ketahui pada  tahun 2007. Pemeriksaan menunjukkan ada titik kecil di paru parunya. Dia menolak untuk melakukan apapun. Pada tahun 2008, saat berliburan di negara Cina bersama beberapa teman, Ibu Suri mengalami susah bernapas dan muntah-muntah. Kembali dari negara Cina dia kemudian pergi ke Singapura untuk pemeriksaan. Scan memunculkan sebuah tumor besar di paru-parunya, kemungkinan sudah Stadium 3A.

Dia menjalani pengobatan medis untuk kanker paru-parunya. Sayangnya kesehatannya bertambah buruk. Suatu ketika pada bulan Pebruari tahun 2011 dia mengeluh penglihatannya berkurang. Dokter ahli mata memberi penjelasan ini bisa karena katarak. Tapi tiba tiba dia mengalami rasa sangat sakit di kepalanya.

Kapan dia mulai tidak bisa jalan? Kalian datang pada kami pada bulan Mei 2011.

  • Sekitar 3 bulan sebelum kunjungan pertama kita disini. Tiba tiba saja keadaannya sangat menurun dan dibarengi dengan rasa sakit di kepala yang berat.
  • Jadi pada waktu dia datang kesini dia tidak bisa berjalan, penglihatannya berkurang; tidak bisa mengingat orang di sekitarnya; tangan kiri dan kaki kanan tidak punya kekuatan. Sebelumnya dia dalam keadaan baik.
  • Kita antar dia ke Singapura untuk di pengobatan kemo. Sesudah kemo, keadaanya lebih memburuk. Kita bawa dia kembali ke Jakarta dan menjalani satu siklus kemo lagi.
  • Sesudah itu kita antar dia kembali ke Singapura untuk menjalani kemo berikutnya. Tapi sepertinya “Seseorang” di atas sana menghalanginya. Ibu Suri tidak punya cukup sel darah putih. Sebab itu dokter okologi tidak bisa beri kemo lagi.
  • Kalau kondisi WBC nya ( darah putih) baik, apakah anda akan melanjutkan pengobatan kemo?  Kita mau. Saya percaya sepenuhnya pada dokter.
  •  Anak perempuannya : Tapi dari sejak semula saya tidak pernah setuju dengan kemo .Dokter onkologinya menyerah….dia angkat tangan. Dokter itu mengusulkan minum obat Sutent dan dia bercerita banyak pasiennya sembuh sesudah minum obat ini. Dokter suruh saya ” bawa obat ini (Sutent) pulang dan mencoba.”
  • Satu butir Sutent berharga S$ 210. Ibu Suri minum1 tablet sehari. Dia tambah sakit sesudah minum obat Sutent. Efek sampingnya untuk dia — tekanan darah naik , pusing / sakit kepala dan diabetes. Saya tanya pada dokter kenapa dia sarankan minum obat ini. Dokter onkologi menjawab: “banyak pasien pasien saya minum ini dan jadi baik. Pulanglah dan coba. Kalau obat ini bekerja tandanya berhasil. Kalau tidak dia bisa saja … (gerakan dengan jari bengkok ke bawah).
  • Sebelum dia minum obat Sutent, anda tidak bertanya apakah obatnya bisa menyembuhkan dia?  Tidak ada yang berani jawab pertanyaan begitu. Dokter onkologi itu berkata pada saya : “Saya tidak bisa bilang. Yang tau jawaban itu cuma yang di atas saja.”
  • Setelah dia minum obat Sutent, pemakaian Panadol bertambah sedikit demi sedikit dari 1 tablet sampai  6 tablet se hari.

 

2.  Saya amat menyesal — uang tidak bisa membeli suatu penyembuhan

  • Untuk semua pengobatan — Radioterapi, Iressa, Tarceva, Kemoterapi dan Suten — jumlah biaya yang telah dikeluarkan kurang lebih Rp 2 milyar. Sama dengan kurang lebih S$ 300.000. Harga 1 tablet Tarceva itu S$ 195 dan dia minum itu selama kurang lebih satu setengah tahun. 1 tablet Sutent berharga S$ 210 dan dia minum ini lebih dari 1 bulan. 1 kali Kemo biayanya S$ 7000. Saya ingin tahu tentang satu pengeluaran biaya sebesar S$ 120. Sesudah saya Tanya, saya di jawab itulah adalah ongkos sewa kursi (tambahan perlengkapan pelayanan) yang diduduki isteri saya saat menjalani kemoterapi. Konsultasi dokter berharga S$ 150 kalau saya tidak salah. Saya juga diberi tahu, agar hanya membeli obat obatan dari dokter. Saya di beri tahu pula bahwa obat obatan murah yang di beli di luar dari klinik dokter okologi, bisa saja plasu. Saya percaya semua apa yang dikatakan dokter itu kepada saya.
  • Saya tidak apa apa mengeluarkan begitu banyak uang kalau ada kesembuhan. Tapi tidak ada penyembuhan. Saya menyesal pergi ke Singapura untuk pengobatan.
  • Saya mau mengaku. Saya betul-betul merasakan penyesalan yang mendalam. Saya menyesal karena sebelumnya dia telah menjalani kemo, saudara saya yang tinggal di Penang telah menasihati kita untuk mencoba terapi dengan ramuan ramuan. Tetapi saya tolak pertimbangan nasihat mustahil  itu. Dalam hati saya itu semua hanya praktek tipuan saja. Bagaimana ramuan ramuan bisa lebih baik dari dokter dokter di Singapura? Ramuan ramuan itu kan bahan tradisional alami dan kalau itu begitu baik tentu semua dokter dokter bisa tutup tokonya. Jadi saya menolak sama sekali pendapat minum ramuan ramuan itu,sepertinya  tidak masuk akal. Saya ucapkan lagi, saya sangat menyesal sekali.
  • Dokter dokter bilang pada dia : boleh makan apa saja — biar dia tambah kuat. Dan kalau dia telah mendapatkan kembali kekuatannya, dia  akan di “hantam” lagi dengan kemo. Roda berputar terus dan terus. Dimana kita bisa melepaskan diri dari itu semua ? Setelah saya pikir-pikir secukupnya saya mulai melihat betapa tidak masuk akal nya hal ini.
  • Saat kita ada di rumah sakit di Singapura, saya lihat pasien dari Medan. Pasien ini keluar masuk rumah sakit selama 8 tahun terakhir ini — datang untuk kemo dan kemo tidak ada hentinya. Saya tidak enak untuk bertanya mengenai hal-hal detil tentang apa yang benar-benar terjadi. Toh ahirnya pasien itu meninggal sesudah 8 tahun berjuang. Untuk saya jelas — ini suatu perpanjangan dari kehidupan yang tanpa arti.

 

CA Care — harapan terakhir

  • Dengan suara rendah, suami Ibu Suri cerita sebenarnya isteri saya mohon agar dia meninggal. Dia tidak mau menderita sakit terus. Saat itu kita dapat panggilan dari saudara jauh yang tinggal di Penang yang menyarankan agar kita mencoba berobat ke CA Care. Saya berunding dengan anak-anak saya. Kita akan tinggalkan pengobatan medis dan kita beralih ke pengobatan dengan ramuan herbal. Saat itu kita berharap dapat meringankan dari rasa sakitya. Kita dapat menerima bila  Ibu Suri meninggal tapi tidak dalam menderita kesakitan.
  • Saat anda datang di CA Care pertama kali, apakah anda pernah percaya kepada cara perobatan kita? Saya menerangkan pada anda sejak dari awal bahwa saya tidak bisa menyembuhkan anda. Yang bapak ceritakan pada  malam itu masuk akal sekali bagi saya. Berhenti makan makanan yang tidak sehat, yang dapat membuat kankernya berkembang dan kemudian minum ramuan herbal untuk membantu badan melawan kanker. Dan itu masuk akal sekali bagi saya.
  • Kita coba memberi dia ramuan herbal selama 1 minggu. Dia semburkan semua di muka kita. Kemudian saudara saya mengajak dia bicara dan bercanda dahulu dengannya. Saat dia lebih tenang kita mendekapnya, menjepit hidungnya lalu kita memaksakan ramuan herbal itu masuk ke dalam tenggorokannya. Sesudah 3 hari kita melakukan hal tersebut, rasa pusingnya berkurang. Kita bertambah percaya pada ramuan ramuan herbal Bapak.
  • Dia sudah minum ramuan herbal ini selama 4 bulan; apakah ada yang mau anda sampaikan tentang itu? Saya mau mengucapkan banyak terima kasih pada Bapak atas pertolongannya. Saya tidak tau harus bilang apa. Kita sudah menjalani terapi ini tiap hari dan Bapak malah tidak menagih biayanya pada kita. (melemah dan nangis). Kalau Bapak mau saya menyembah, saya akan melakukannya.
  • Disini Bapak Chris jawab: Jangan menyembah saya. Menyembahlah kepada Tuhan dan  berterima kasihlah padaNya. Bukan saya yang melakukan semua ini. Saya hanya berusaha sebaik-baiknya untuk membantu. Kedua anak saya sudah lulus dari Universitas dan sedang menyelesaikan Ph.D.  Apa yang kita lakukan disini itu bukan karena uang. Didalam kehidupan kita uang tidak selalu penting. Sulitnya berbuat baik untuk orang lain. Kalau tidak pernah mengalami penyakit kanker, sulit untuk memahami apa kita perbuat dan untuk apa kita melakukan aktivitas ini. 
  • Saya memaklumi. Saya mengalami  penderitaan ini selama dua setengah tahun. Saya paham yang Bapak ceritakan. Maka itu saya menyebarkan cerita seputar isteri saya supaya banyak orang lihat perbaikan isteri saya.
  •  Pekerjaan saya sudah selesai. Saya tidak bisa menawarkan apa-apa lagi. Sekarang giliran anda yang merawat dan menyembuhkan dia. Jangan sekali-kali lagi membuat kekeliruan. Kedua, perhatikan dan jaga makanannya dengan baik. 

Komentar

Saya tidak perlu menambah lebih banyak komentar lagi. Cerita dan rekaman video –video sudah menyampaikan pesan dengan cukup jelas.

Kami mengakui bahwa apa yang kami lakukan di CA Care adalah sesuatu yang aneh dipandang dari sudut pemikiran medis sekarang. Pengobatan modern ingin membunuh atau menyusutkan tumornya. Dan dalam prosesnya akan membunuh pasiennya juga.

Di dalam buku: The War On Cancer – an anatomy of failure, Dr.G uy Faguet, seorang peneliti kanker dan dokter medis, menulis,: ” Suatu analisa objektif terhadap akibat kemoterapi pada kanker dalam kurun waktu 30 tahun terahir ini  menyatakan bahwa… paradigma atau pola pembunuhan atas sel-sel telah gagal mencapai sasarannya … sebuah model berdasarkan suatu pemikiran yang cacat dengan sasaran yng tak dapat tercapai …sifat toxic terhadap sel tubuh dari kemoterapi dalam suatu bentuk penyajiannya  tidak akan dapat membasmi kanker ataupun meringankan penderitaan “ ( hal 89 ).

Dr. Ralph Moss, Ph.D., seorang pendukung pengobatan kanker alternative yang bereputasi tinggi mengatakan: Jika anda bisa menciutkan tumor  50 % atau lebih dalam 28 hari , anda mendapat sebutan dari FDA sebagai seorang peminum obat aktif …tetapi jika anda melihat ada suatu perpanjangan kehidupan dari penggunaan pengobatan ini …apa yang anda temukan adalah semacam tipuan belaka…. ini adalah sebuah kebohongan besar tentang kemoterapi.

Di CA Care kami mengajari pasien-pasien untuk bisa hidup berdampingan dengan kankernya. Berpusat pada apa masalahnya. Kami tidak tahu bagaimana caranya untuk menyembuhkan anda dan kami juga tidak menganggap diri kami seolah – olah mampu untuk menyembuhkan kanker anda. Tetapi seperti dalam kasus ini,kami tahu bagaimana untuk membuat kehidupan anda menjadi lebih baik – jika anda dapat makan, tidur nyenyak , berjalan-jalan , tidak merasa kesakitan dan dapat merasakan perpanjangan suatu kehidupan yang berarti – apa lagi yang anda inginkan?
Sekarang kami berkata – Para pasien, anda mempunyai suatu pilihan.  Apapun pilihan anda, itu adalah hak istimewa anda. Tapi itulah anda, dan saya menegaskan – anda dan anda sendiri yang bertanggung jawab atas pilihan itu.

Awas – Informasi Penting

Menurut situs resmi Sutent: http://www.sutent.com/  berikut ini adalah efek samping yang mungkin dapat terjadi :

1. Sutent dapat menyebabkan masalah hati serius, termasuk kematian.
2. Sutent dapat menyebabkan masalah jantung, termasuk: gagal jantung,masalah otot jantung (cardiomiopathy) dan perubahan ritme jantung abnormal.
3. Sutent dapat menyebabkan tekanan darah tinggi
4. Sutent dapat menyebabkan perdarahan terkadang menyebabkan kematian.Perdarahan serius  seperti perut bengkak menyakitkan (perut), muntah darah, tinja lengket hitam dan kencing berdarah
5. Sutent dapat menyebabkan masalah hormon, termasuk masalah tiroid dankelenjar adrenal.
6. Kelelahan yang memburuk dan tidak hilang
7. Kehilangan nafsu makan
8. Panas intoleransi
9. Merasa gugup atau gelisah, tremor
10. Berkeringat
11. Mual atau muntah
12. Diare
13. Denyut jantung cepat
14. Berat badan atau penurunan berat badan
15. Merasa tertekan
16. Periode menstruasi yang tidak teratur atau tidak menstruasi
17. Sakit kepala atau perubahan status mental Anda.
18. Rambut rontok
19. Obat dalam Sutent berwarna kuning, dan mungkin membuat kulit Anda terlihat kuning. Kulit dan rambut Anda bisa berwarna lebih muda.
20. Kelemahan
21. Demam
22. Gejala gastrointestinal, termasuk muntah-muntah diare, mual, luka mulut,sakit perut, sakit perut, dan sembelit.
23. Ruam atau perubahan kulit lainnya, termasuk kering, tebal, atau kulit pecah-pecah
24. Lepuh atau ruam pada telapak tangan dan telapak kaki Anda
25. Rasa perubahan
26. Nyeri atau pembengkakan pada lengan atau kaki
27. Batuk
28. Sesak napas
29. Perdarahan, seperti mimisan atau pendarahan dari luka.

Baca lebih lanjut: 

Bagian 1: Harapan Setelah Sesuatu Bencana

Bagian 2: Minggu Penyembuhan Yang Menakjubkan

Bagian 3: Renungan dan Pengakuan Oleh Suaminya

Bagian 4: Apa Yang Dibutuhkan Untuk Menjadi Pemenang