Membedah Kemoterapi Bagian 3: Kontribusi Kemoterapi Terhadap Pasien di Amerika

Selagi berselancar di internet, saya menemukan artikel di bawah ini.

 Meningkatkan Kesehatan Pasien Kanker

Sumber: http://royalrife.com/cancer.html

 Richard Loyd, Ph.D.

Secara umum saya berpendapat bahwa kanker bukanlah keadaan darurat medis yang memerlukan campur tangan invasif dan obat-obatan yang sesegera mungkin. Kanker merupakan kondisi degeneratif yang memerlukan peningkatan kesehatan. Kecelakaan mobil dengan cedera parah atau luka bakar yang mengancam nyawa adalah contoh-contoh keadaan darurat medis yang memerlukan bantuan medis terbaik yang cepat. Dalam kasus-kasus tersebut, Anda harus menemukan ruang unit gawat darurat terbaik.

Kanker bisa menjadi keadaan darurat medis. Operasi darurat mungkin diperlukan jika sistem pencernaan benar-benar tertutup oleh sebuah tumor sehingga tidak bisa dilalui. Intervensi darurat akan tepat jika kita tidak bisa bernafas karena tumor yang menghambat sistem pernafasan. Tindakan operasi sangat bijaksana jika sebuah tumor dalam otak berkembang hingga menimbulkan tekanan yang menyebabkan kerusakan. Pengobatan medis untuk kanker juga mungkin akan menyebabkan cukup kerusakan sehingga diperlukan pengobatan medis lebih lanjut. Namun secara umum, kanker bukanlah kondisi yang memerlukan pengobatan-pengobatan yang sebetulnya merusak kesehatan.

Banyak orang mencoba sembuh dari kanker dengan terapi-terapi non-obat. Cara ini merupakan tujuan yang bisa dicapai dan sering kali memang tercapai. Pasien kerap menghabiskan lebih banyak uang dari yang seharusnya dan meminum banyak pil yang kebanyakan tidak memiliki hubungan langsung dengan masalah mereka dan bahkan mungkin menghambat proses penyembuhan. Lebih banyak lagi mungkin tidak ada yang lebih baik!

Orang-orang terkadang memberitahu saya bahwa mereka benar-benar sehat sampai kanker tiba-tiba muncul. Saya mengatakan bahwa mereka tidak benar-benar sehat. Mereka memiliki infeksi virus, racun logam, parasit, infeksi dalam soket gigi, radiation stress, toksisitas usus, toksisitas kimia dan mungkin toksisitas jamur. Mungkin terdapat juga ketidakseimbangan metabolis. Hal-hal inilah yang memicu kanker. Seharusnya hal-hal itu menjauh jika mereka benar-benar sehat.

Siapa saja yang ada dalam kondisi di mana mereka memerlukan layanan seorang dokter mereka akan didesak untuk segera berkonsultasi. Jika Anda mempertimbangkan kemoterapi atau radiasi, tanyakan onkologis Anda apakah terapi yang disarankan pernah menyembuhkan jenis kanker yang sama. Jika jawabannya “tidak,” maka PIKIRKAN KEMBALI! Dari mereka yang bergantung pada kemoterapi untuk bisa bertahan selama lima tahun angka keselamatannya hanya 2,1%. Untuk beberapa jenis kanker angkanya lebih baik, tetapi untuk beberapa jenis, angkanya 0%.

Apakah ini membuat Anda merasa bahwa pada umumnya kemoterapi merupakan penipuan yang kejam? Jika Anda belum mengerti kesan itu, silahkan pelajari bagan (di bawah) ini lagi!

 

Komentar

Tabel di atas diambil dari makalah yang diterbitkan dalam Clinical Oncology (2004) 16: 549-560, ditulis oleh Graeme Morgan (*), Robyn Wardy (**), Michael Bartonz (***), (*) Department of Radiation Oncology, Northern Sydney Cancer Centre, Royal North Shore Hospital, Sidney, NSW; (**)Department of Medical Oncology, St Vincent Vincent’s Hospital, Sidney, NSW; (***) Collaboration for Cancer Outcomes Research and Evaluation, Liverpool Health Service, Sidney, NSW, Australia.

Biarkan saya menyoroti apa yang dikatakan tabel itu.

  1. Sebanyak 154.971 masyarakat Amerika menjalani kemoterapi akibat kanker. Setelah lima tahun, hanya 3.306 yang bertahan, sisanya gagal.  Artinya hanya 2,1% masyarakat Amerika memperoleh manfaat kemoterapi.
  2. Jenis kanker yang berbeda merespons kemoterapi dengan cara yang berbeda juga – tidak ada pendekatan yang bisa dipakai sama oleh semua pasien. Manfaat yang Anda dapatkan dari kemoterapi tergantung pada jenis kanker apa yang diderita. Jadi berhati-hatilah!
  3. Kemoterapi memberikan manfaat lebih dari 10% hanya dalam empat jenis kanker. Dari keempat jenis ini, dua di antaranya jenis yang langka. Yang paling umum ditemui adalah limfoma Non-Hodgkin dan manfaat dari kemoterapi hanya 10.5%, sementara untuk kanker serviks hanya 12%.

Kanker

Jumlah pasien yang memerima kemoterapi

Jumlah pasien yang hidup 5 tahun karena kemoterapi

Persen pasien yang hidup 5 tahun karena kemoterapi

Penyakit Hodgkin

846

341

40.3 %

Testis

989

373

37.7

Serviks

1825

219

12.0

Limfoma Non-Hodgkin

6217

653

10.5 %

 

4. Kemoterapi hanya memberikan manfaat lima tahun sebesar 8,9%, 4,9%, 3,7% dan 3,4% dalam keempat jenis kanker itu.

Kanker

Jumlah pasien yang memerima kemoterapi

Jumlah pasien yang hidup 5 tahun karena kemoterapi

Persen pasien yang hidup 5 tahun karena kemoterapi

Ovari

3032

269

8.9 %

Osofagus

1521

82

4.9

Otak

1824

68

3.7

Rektum

5533

189

3.4 %

5. Kemoterapi memberi kurang dari 2% manfaat lima tahun pada kanker yang kebanyakan diderita masyarakat Amerika – payudara, paru-paru, usus besar, dll.

Kanker

Jumlah pasien yang memerima kemoterapi

Jumlah pasien yang hidup 5 tahun karena kemoterapi

Persen pasien yang hidup 5 tahun karena kemoterapi

Paru-paru

20741

410

2.0 %

Kepala & Lehir

5139

97

1.9

Payudara

31133

446

1.4

Usus besar / Kolon

13936

146

1.0

Lambung

3001

20

0.7 %

6. Kemoterapi memberi manfaat lima tahun nol % terhadap kanker dalam tabel di bawah ini.

Kanker

Jumlah pasien yang memerima kemoterapi

Jumlah pasien yang hidup 5 tahun karena kemoterapi

Persen pasien yang hidup 5 tahun karena kemoterapi

Pankreas

3567

0

0

Sarkoma jaringan lunak

858

0

0

Kulit / Melanoma

8646

0

0

Rahim

4611

0

0

Kandung kemih /bladder

6667

0

0

Ginjal

3722

0

0

Tidak diketahui situs utama

6200

0

0

Multiple myeloma

1721

0

0

Prostate

23242

0

0

 

 

Diterjemahkan oleh:  Andreas Kriswanto

Membedah Kemoterapi Bagian 2: Kontribusi Kemoterapi Terhadap Pasien di Australia

Makalah ini berjudul: The Contribution of Cytotoxic Chemotherapy to 5-year Survival in Adult Malignancies (Kontribusi kemoterapi yang bersifat merusak sel pada pasien  kanker ganas  yang mampu bertahan hidup selama 5 tahun) . Makalah ini merupakan sesuatu yang benar-benar dicari pasien. Kita telah menunggu sebuah jawaban. Apa manfaat kemoterapi terhadap seluruh penderita yang selamat dari kanker?

Ketiga penulis makalah ini adalah: i) Graeme Morgan, Profesor dan radioterapis di Royal North Shore Hospital di Sidney. ii) Robyn Ward, seorang senior ahli dalam bidang Medical Oncology dan associate Professor of Medicine di Rumah Sakit St Vincent, Sidney. Dia juga seorang anggota Pharmaceutical Benefits Advisory Committee. iii) Michael Barton, Research Director Associate Collaboration and Evaluation, Liverpool Health Service, Sidney.

Tak diragukan lagi, ilmuan-ilmuan ini merupakan profesional dengan reputasi yang luar biasa besar. Mereka mengetahui apa yang mereka katakan. Pendapatnya berharga, setidaknya lebih penting dari dokter-dokter konsultan kanker Anda.

Mereka menerbitkan karya-karyanya dalam Journal of Clinical Oncology. Jurnal ulasan rekan sejawat yang sangat dihormati. Makalah mereka diserahkan untuk publikasi pada 18 Agustus 2003. Makalah tersebut mengalami perbaikan hingga pada akhirnya diterima untuk dipublikasikan pada 3 Juni 2004. Artinya, makalah ini telah dicermati dengan baik oleh sesama dokter dan telah melewati proses ulasan sejawat yang normal. Bukan sebuah jalan pintas, cara yang memaksa untuk masuk ke dalam sebuah jurnal medis.

Mempertimbangkan pernyataan di atas, Anda dan saya (dan bahkan rekan sesama dokter!) seharusnya tidak meragukan kredibilitas dan keabsahan perkataan dalam makalah penelitian mereka.

Mengapa mereka menerbitkan makalah tersebut? Saya tidak dapat memberikan jawaban, hanya dapat menebak.  Dalam sebuah wawancara radio bersama Australian Broadcasting Corporation (ABC), Dr. Morgan mendapatkan pertanyaan: Saya ingin tahu, apakah ini merupakan pertempuran organisasi dalam pembalasan para radioterapis? Dr. Morgan membalas: Baiklah, orang bisa dengan sinis mengatakannya tetapi alasan saya melakukannya karena kami bosan dan lelah mendengar munculnya obat-obatan baru yang tidak benar-benar berkhasiat. Dan alasan saya mengerjakan makalah tersebut adalah untuk menunjukkan dengan sungguh-sungguh bahwa tidak ada peningkatan dalam diri penderita yang selamat, kalau pun ada peningkatannya sangat, sangat tidak menonjol meski obat-obatan tersebut baru dan dengan kombinasi baru serta pencangkokan tulang sumsum.

Albert Einstein berkata: Dunia merupakan tempat berbahaya, bukan karena mereka yang melakukan kejahatan, melainkan karena mereka yang melihat dan tidak melakukan apa-apa. Dunia ini beruntung memiliki orang-orang seperti Profesor Morgan dan rekannya yang mengungkapkan isi pikiran mereka. Kami menghormati mereka.

Adakah hal yang salah dengan makalah tersebut? Tidak ada yang salah dengan makalah serta data yang ditampilkan. Penelitian mereka berdasarkan data percobaan acak terkontrol (PAT – standar tinggi pembuktian medis) yang diterbitkan sejak 1 Januari 1990 hingga 1 Januari 2004. Data itu juga diperoleh dari daftar kanker di Australia dan Amerika Serikat. Makalah tersebut mengkaji manfaat kemoterapi terhadap pasien-pasien selamat yang berusia di atas dua puluh tahun dan yang menderita dua puluh dua jenis kanker utama.

Jika ada yang dirasakan salah dalam makalah ini, itu karena kebenaran yang menyeluruh tentang kemoterapi. Dan kenyataan memang menyakitkan. Penulis tidak “mengatakan hal yang itu-itu saja” seperti kebanyakan kelompok lain. Itulah perbedaannya (atau mungkin kesalahannya!).

Apa yang mereka katakan? Data absolut nyata yang disajikan dalam artikel ini sangat mengejutkan: Kontribusi keseluruhan dari suatu pengobatan dengan  kemoterapi  yang dianggap sebagai suatu obat dengan inovasi tinggi ( tetapi tetap bersifat merusak sel ! ) ,  pada pasien dewasa yang mampu bertahan hidup selama 5 tahun diperkirakan sebesar 2.3% di Australia dan 2.1% di Amerika Serikat. Singkat kata, mereka mengatakan kontribusi kemoterapi tidak lebih dari 3%.

Benarkah? Baiklah, mereka para ahli. Dan mereka mengatakannya, tegas dan jelas. Memang beberapa dokter di Australia marah karenanya. Orang-orang menganggap makalah tersebut menyesatkan dan tidak bermanfaat.

Tajuk rencana Australian Prescriber (Pakaian baru kaisar – dapatkah termoterapi menyelamatkan? 29:2-3. 2006) mengutip pernyataan Profesor Michael Boyer, kepala onkologi medis Sydney Cancer Centre, Royal Prince Alfred Hospital, Sidney: Fakta mengatakan bahwa dari sudut pandang pasien mereka tidak begitu tertarik tentang seberapa besar kemoterapi bermanfaat bagi kesembuhan pasien … Saya tidak berpikir bahwa makalah ini akan bermanfaat dari sudut pandang pasien.

Para ahli medis menegaskan bahwa mereka memahami pasien lebih baik dari pasien itu sendiri. Sehingga mereka memberikan pernyataan-pernyataan otoriter atas nama pasien. Saya tidak berpikir demikian. Saya pikir pasien mengetahui diri mereka sendiri dengan lebih baik. Setujuhkah Anda jika Anda tidak tertarik mengetahui seberapa besar manfaat kemoterapi terhadap kesembuhan kanker Anda? Bagi saya, inilah jawaban yang dicari masing-masing dan setiap pasien sebelum menjalani kemoterapi. Tetapi sayangnya, jawaban tersebut tidak pernah ada. Dan jika pasien terlalu banyak bertanya, mereka akan ditegur atau dikeluarkan dari ruang kerja dokter.

Dalam wawancara radio yang sama dengan ABC, perkataan Profesor Michael Boyer lagi-lagi dikutip: kenyataannya adalah jika Anda mulai … mengatakan seberapa besar manfaat kemoterapi … angkanya merayap naik … Jika Anda menyimpulkan keseluruhannya angka itu akan naik menjadi 5% atau 6%.   Saya rasa hal yang penting adalah angka itu tidak naik hingga 50% atau 60%. Hal ini tentu saja mengganggu pikiran. Persentase 2,3% diperdebatkan. Menurut Profesor Boyer angka itu bisa mencapai 5% hingga 6%.

Wah, hal yang melebih-lebihkan – bukan 2,3%, seharusnya 6%. Profesor yang terkasih, apakah itu perbedaan yang cukup besar atau bermakna sampai-sampai harus diperdebatkan? Jika Anda menanyakan pasien perbedaan antara kesempatan sembuh 3% dan 6%, banyak dari mereka mungkin mengatakan “bukan apa-apa – hal kecil.”  Jika memberitahu pasien bahwa pengobatan kemo Anda hanya bermanfaat 3% atau 6% terhadap kesembuhannya – Saya rasa BANYAK pasien akan menghilang dan tidak akan pernah menemui onkologis lagi!

Namun bagi sejumlah ahli statistik dan peneliti yang “berpikir sempit,” 2.3% dan 6% adalah perbedaan yang besar dan signifikan (menggunakan jargon ilmiah).

Sebagai seorang akademisi, saya tahu bagaimana para ahli “memalsukan” data. Contohnya, jika Anda melakukan kemo X, Anda memperoleh 2%; jika Anda melakukan kemo Y Anda memperoleh 4%; dan kemo Z, memperoleh 6%. Anda bisa memutarbalikkan gambaran tersebut dan mengatakan kemo Y 100% lebih baik dari pada kemo X. Dan kemo Z, yang memberikan 6%, tiga kali lipat lebih baik dibanding kemo X. Itulah cara bagaimana “orang terdidik” memalsukan data mereka agar diperhatikan dan terdengar baik.

Apakah “kebenaran” tentang manfaat kemoterapi terhadap pasien kanker yang selamat?

Dr. Morgan dan rekannya memberikan tabel di bawah yang memperinci pengaruh kemoterapi terhadap 22 jenis kanker.

Tabel di atas disajikan dengan istilah yang jelas tentang jumlah penderita beragam jenis kanker dan berapa banyak darinya yang bertahan selama lima tahun setelah menerima kemoterapi.

Sama sekali tidak ada “pemalsuan” atau “manipulasi” dalam presentasi data. Inilah jenis data yang dicari pasien dan, sebelum makalah ini, yang sulit didapat dan tidak pernah muncul.

Penulis berkata bahwa angka-angka tersebut diremehkan.

Mari secara kritis “membedah” dan menguji tabel tersebut dan biarkan saya menyoroti apa arti dari angka-angka ini:

  1. Sebanyak 72.903 pasien dewasa menjalani kemoterapi, dan setelah lima tahun hanya 1.690 yang bertahan. Kontribusi kemoterapi terhadap penderita selamat yang bertahan selama lima tahun hanya 2.3%.
  2. Angka yang diperoleh untuk masyarakat Australia menyatakan bahwa manfaat yang kurang dari 2,5% ini mungkin dapat dicapai di negara-negara maju lainnya. Baiklah, bayangkan berapa angka keberhasilan yang dicapai di Malaysia (Malaysia selalu bisa!).

Mari kita memeriksa setiap jenis kanker yang dipelajari dan melihat apa dampak kemoterapi terhadapnya.

1.  Kemoterapi memberi manfaat lebih dari 10% hanya dalam empat jenis kanker. Dari keempat jenis ini, dua di antaranya jenis yang langka. Yang paling umum ditemui adalah limfoma Non-Hodgkin dan manfaat dari kemoterapi hanya 10.5%, sedangkan untuk kanker serviks hanya 12%.

Kanker

Jumlah pasien yang memerima kemoteapi

Jumlah pasien yang hidup selama 5 tahun karena kemoterapi

Persen pasien yang hidup 5-tahun            karena kemoterapi

Penyakit Hodgkin’s

341

122

35.8 %

Testis

529

221

41.8

Serviks (pangkal rahim)

867

104

12.0

Limfoma Non-Hodgkin

3145

331

10.5%

2.  Kemoterapi memberi manfaat kurang dari 9% pada delapan jenis kanker. Inilah jenis-jenis kanker yang kerap ditemui.

Kanker

Jumlah pasien yang memerima kemoteapi

Jumlah pasien yang hidup selama 5 tahun karena kemoterapi

Persen pasien yang hidup 5-tahun            karena kemoterapi

Ovari

1207

105

8.7 %

Rektum

4036

218

5.4

Otak

1116

55

4.9

Osofagus

1003

54

4.8

Kepala dan Lehir

2486

63

2.5

Usus besar / kolon

7243

128

1.8

Pu-paru

7792

118

1.5

Payudara

10661

164

1.5

Lambung

1904

13

0.7

3.  Kemoterapi memberi manfaat nol % terhadap jenis kanker dalam tabel di bawah ini.

Kanker

Jumlah pasien yang memerima kemoteapi

Jumlah pasien yang hidup selama 5 tahun karena kemoterapi

Persen pasien yang hidup 5-tahun            karena kemoterapi

Sarkoma jaringan lunak

665

0

0

Kulit – Melanoma

7811

0

0

Rahim

1399

0

0

Prostat

9869

0

0

Kandung kemih /bladder

2802

0

0

Ginjal

2176

0

0

Tidak diketahui situs utama

3161

0

0

Multiple myeloma

1023

0

0

Pankreas

1728

0

0

Penulis ingin kita mengetahui hal berikut:

  1. Jenis-jenis kanker yang umum ditemui seperti kanker kolokrektal, payudara, prostat dan paru-paru membukukan 56,6% dari keseluruhan total kanker di Australia pada tahun 1998. Tingkat keselamatan 5 tahunan karena kemoterapi sendiri hanya 1,6%.
  2. Untuk kanker lambung, operasilah satu-satunya cara penyembuhan yang ada. Di Australia terdapat 1904 kasus kanker lambung dan hanya 13 orang atau 0,7% yang mendapat manfaat kemoterapi, yaitu bertahan selama lima tahun.
  3. Untuk kanker usus besar, operasi adalah satu-satunya pengobatan penyembuhan yang ada diikuti dengan kemoterapi sebagai pengobatan bantuan. Terdapat 7.243 kasus kanker usus besar di Australia dan hanya 128 orang atau 1,8% yang mendapat manfaat secara langsung dari kemoterapi.
  4. Untuk kanker rektum, pengobatan utamanya adalah operasi. Dari 4.036 kasus hanya 218 orang atau 5,4% yang mendapat manfaat kemoterapi.
  5. Untuk kanker paru-paru, hanya 410 dari keseluruhan 20.741 orang yang mendapat manfaat kemoterapi. Dengan kata lain 2,0%.
  6. Di Australia pada tahun 1998, 4.638 wanita penderita kanker payudara menjalani kemoterapi. Hanya 164 wanita (yaitu, 3,5%) yang betul-betul memperoleh manfaat kemoterapi. Dengan kata lain, rata-rata, hanya satu dari 29 wanita yang bertahan lebih dari lima tahun.
  7. Kemoterapi sudah TERLALU BANYAK DIJUAL dan respons terhadap pengobatan itu TERLALU BERLEBIHAN.
  8. Untuk kanker payudara, penemuan-penemuan seperti pencangkokan tulang sumsum tidak memberikan manfaat.
  9. Penambahan antrasiklin dan taksan (obat-obatan terbaru seperti taksol, dll) terhadap pengobatan kanker payudara menaikkan tingkat keselamatan hanya 1% tetapi dicapai dengan risiko toksisitas dan neurotoksisitas jantung.
  10. Penting dicatat bahwa adanya angka respons di bawah 15% mungkin hanya disebabkan oleh pengaruh plasebo.
  11. Meski kemoterapi diklaim sebagai obat mujarab untuk mengobati semua jenis kanker, dampaknya terhadap kesembuhan masih terbatas. Meski demikian, berbagai obat-obatan kemoterapi yang baru masih dianggap sebagai gebrakan melawan kanker, hanya kemudian disangkal tanpa kehebohan yang ada pada awal kemunculannya.

Apa yang kita lakukan dengan kebenaran tersebut? Kuburkan cepat-cepat!

Nampak ada sedikit kegaduhan di Australia, karena penelitian itu dilakukan di Australia. Tetapi di penjuru dunia lainnya – Amerika Serikat, Inggris, Eropa, dll. tidak ada yang merasa perlu untuk tahu atau berkomentar tentang hasil itu. Kebenaran BARU ini nampak tidak penting atau bermanfaat. Kebenaran itu, seperti biasanya, jika bertubrukan dengan kepentingan Kaum Elit, akan dikubur cepat-cepat. Tidak ada yang disebut bahkan oleh media masa sekalipun yang dianggap “independen.”

Para ahli tertentu yang “terilhami” mungkin memperdebatkan hasil-hasil penelitian di atas. Salah satu argumen yang mungkin muncul: “Hasil ini berdasarkan obat-obatan “jadul.”  Saat ini kami memiliki obat-batan terbaru yang lebih efektif. Kami bisa berbuat lebih baik.” Jika Anda membeli argumen ini, biarkan saya meminta Anda duduk baik-baik di tempat Anda! Saya akan membicarakan isu ini dalam beberapa artikel selanjutnya dalam seri ini

Diterjemahkan oleh Andreas Kriswanto

Membedah Kemoterapi Bagian 1: Pengetahuan yang Memberdayakan

Pasien menghadapi risiko yang cukup dikenal (namun beberapa menyebutnya pengobatan) setelah terdiagnosa kanker. Biasanya mereka diminta untuk menjalani kemoterapi. Obat-obatan yang digunakan adalah sitotoksik. Setiap orang mengetahui – dan tidak dapat disangkal lagi — bahwa obat-obatan kemo merupakan racun bagi sel-sel baik dan sel-sel jahat.

Kenyataannya, kemoterapi mendapat reputasi buruk di mata pasien. Mereka yang mengetahui apa itu kemo akan berpikir “jutaan kali” sebelum mereka melakukan kemo (lihat: Mengapa pasien menolak menjalani kemoterapi).

Selama bertahun-tahun bekerja dengan pasien kanker, saya telah menemukan banyak cara bagaimana kemo “dijual” kepada pasien. Mereka diberitahu setidaknya satu dari hal-hal berikut:

a) Menjalani kemo untuk membunuh semua sel kanker. Hal yang tidak diketahui adalah kemo juga membunuh sel-sel sehat yang baik dalam tubuh. Kemo bahkan mungkin merusak organ-organ penting tubuh. Bahkan lebih buruk lagi, beberapa obat-obatan kemo bersifat karsinogenik, dengan kata lain dapat memicu kanker itu sendiri. Sama halnya dengan radiasi yang menyebabkan kanker. Singkat kata, jika pasien bertahan cukup lama, ada kemungkinan mereka menderita kanker baru yang timbul akibat cara pengobatan sebelumnya.

b) Melakukan kemo untuk menghentikan penyebaran sel-sel kanker. Nada penjualan yang baik dan memang sangat menarik. Banyak pasien “membeli” ide naif ini. Namun, setelah menjalani kemo sistem kekebalan tubuh nyaris musnah. Tubuh Anda terlalu lemah sehingga bahkan tidak dapat menangkal kuman-kuman yang menyerang Anda. Pada umumnya kanker sudah menyebar sesaat setelah ada dalam tubuh – bahkan sebelum Anda mengetahuinya atau sebelum terdiagnosa para dokter. Memang benar beberapa sel kanker bisa dilumpuhkan tetapi beberapa darinya akan tetap bertahan dalam aliran darah tanpa luka – mereka adalah sel-sel “tertidur” atau “induk.” Sel-sel yang selamat ini suatu hari akan bangun dan menimbulkan masalah.

Memang melegakan ketika melihat gumpalan menyusut setelah kemoterapi – tetapi bukan berarti penyakit kanker tersembuhkan! Penyusutan sering kali hanya bersifat sementara. Tumor kerap kali tumbuh kembali dan lebih agresif dari sebelumnya. Seorang wanita menulis bahwa dia tidak dapat sembuh karena kemoterapi, yang dia lakukan hanya berpindah-pindah dari pengobatan satu ke pengobatan yang lain! Jadi di manakah kendali penyebarannya?

c) Menjalani kemo sebagai suatu ” jaminan”. Karena sel kanker bisa mengambang disekitar aliran darah – dan itu adalah baik untuk mendapatkan mereka lebih awal ! Bunuh mereka sebelum berkembang biak. Baiklah, bukankah kita tahu bahwa beberapa obat-obatan kemo dan radiasi dapat memicu kanker? Tidakah kita tahu bahwa pengobatan-pengobatan ini dapat melemahkan sistem kekebalan dan membuat tubuh jauh lebih rentan terhadap serangan musuh? Apakah yang namanya “jaminan” tersebut tidak dapat dicapai dengan membuat sistem tubuh lebih kuat dan tidak lemah?  Tidakah lebih baik menaikkan sistem kekebalan melalui makanan dan gaya hidup sehat? Oh, TIDAK – hal itu tidak terbukti dan tidak ilmiah, itulah yang mereka katakan!

Pengetahuan Memberdayakan!

Julian Whitaker, seorang dokter medis, menulis: Saya yakin bahwa perlindungan terbaik melawan kejahatan yang mengintai kita – dan janganlah membuat kesalahan karena kejahatan itu ada sekitar kita – adalah informasi.

Tidak diragukan sama sekali bahwa akses pada pengetahuan memang sangat memberdayakan. Setiap saat saya selalu memberitahu pasien lagi dan lagi – cobalah baca dan baca selama Anda bisa, dengan kata lain jika Anda tidak buta huruf (di Malaysia berarti kebutaan  pada huruf cetak). Ketahuilah bahwa ini merupakan satu-satunya cara menjauhkan diri Anda dari bahaya!

Masalahnya adalah kebanyakan orang masih tidak ingin melakukan apa pun dengan pengetahuan yang tersedia bagi mereka. Entah mereka terlalu sibuk dan tidak punya waktu untuk dirinya sendiri atau mereka lebih suka menerima jawaban ’’ yang sudah dikemas’’ dari para ahli – ya, mereka percaya kepada para ahli.

Sayangnya mereka tidak pernah menyadari bahwa beberapa dari jawaban yang diberikan oleh para ahli tersebut bisa saja hanya ” kata-kata basi,yang tak berarti ” dan beberapa bahkan mungkin untuk kepentingan diri sendiri. Dr Chesnut menjelaskan dalam bukunya   ’’Lying with authority ” (judul bukunya).

Saya tidak bisa menyalahkan para pasien yang tidak berpendidikan – maafkan mereka untuk kebodohan nya – karena mereka tidak dapat membaca. Tetapi jika anda dapat membaca pesan ini, maka tidak ada alasan bagi anda untuk menjadi bodoh. Saya akan mengatakan – Anda akan mendapat ganjaran yang setimpal jika Anda masih jatuh didalam perangkap yang berbahaya. Dari nada kalimat ini, anda mungkin tahu bahwa saya sangat kecewa dengan orang malas yang hanya menginginkan informasi yang tersaji begitu saja tanpa usaha..

Mari Beranjak Serius

Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), 7,1 juta orang meninggal akibat kanker setiap tahunnya. Angka itu berasal dari 591.666 kematian tiap bulan atau 19.722 kematian tiap hari yang disebabkan oleh kanker. Setiap menit dalam satu hari, ada sekitar 14 orang meninggal dunia karena kanker. Saya selalu memberitahu pasien: Kita semua harus meninggal – terlepas menderita kanker atau tidak. Saya juga, bahkan tanpa kanker, dapat pergi kapan saja.Yang penting adalah: bagaimana cara kita pergi. Berdoalah agar kita diberikan hidup yang bahagia dan bebas penyakit. Ketika waktu untuk kita pergi tiba, berdoalah agar kita pergi dengan damai.

Pikirkan baik-baik — dalam penyakit kanker, apakah kita meninggal karena ketersediaan yang tidak memadai dari onkologi, rumah sakit dan obat-obatan kemo yang membantu pengobatan kita? Untuk melawan dan mengalahkan kanker, menurut Anda perlukah kita membangun lebih banyak rumah sakit, memiliki lebih banyak onkologi, membuat obat-obatan kemo dengan lebih mudah untuk pasien-pasien? Apakah ini cara membantu pasien kanker menemukan “obat” mereka?

Saya sudah menulis pesan ini sebelumnya (dan lebih dari sekali), dan saya menulisnya lagi.  Atas nama keadilan, saya merasa bahwa siapa pun yang menjalani prosedur pengobatan invasif BERHAK menerima informasi yang memadai dan benar sehingga dia mampu mengambil keputusan terbaik bagi dirinya sendiri. Sayangnya, banyak orang yang mendatangi kami tidak tahu atau tidak menyadari apa yang akan mereka lakukan – mereka tidak memiliki  rencana.  Terkadang mereka bahkan tidak terinformasi dengan benar.

Tanpa mengurangi rasa hormat kepada siapa atau profesi apa saja, saya ingin memberitahu bahwa langkah penting yang harus diambil adalah mencari kebenaran tentang pengobatan kanker terkini. Mari kita pelajari semua catatan yang ada dan bertanya serta temukanlah jabawan yang benar dan jelas. Dari semua operasi, kemoterapi, radioterapi (dan pengobatan lain) yang telah dilakukan terhadap pasien:

1. Berapa banyak pasien yang sembuh?

2. Berapa banyak yang diuntungkan akibat pengobatan ini?

3. Apa untung ruginya?

4. Berapa banyak yang meninggal?

5. Berapa banyak yang selamat setelah satu, dua, tiga, lima atau sepuluh tahun setelah pengobatan?

6. Berapa banyak yang mengalami metastasis hati, tulang, paru-paru, dll.?

7. Adakah hubungan antara pengobatan yang diterima dengan terjadinya metastasis?

Sayangnya, jawaban nya tetap sulit dipahami dan tidak akan datang. Ketahuilah bahwa strategi untuk bisa tetap berada dalam bisnis yang menguntungkan ini adalah bertindak memberikan pendapat yang berbeda dengan fakta yang sesungguhnya. Sedapat mungkin bertindak samar-samar dan mendua dalam rangka membangun image kepalsuan / kebohongan dihadapan “ saya tahu semua”. Anda pasien, jangan terlalu banyak bertanya. Saya tahu yang terbaik dan Anda sebaiknya hanya ikuti perintah saya saja.

Tanyakan hal ini kepada dokter anda:

  1. Apa kontribusi kemoterapi terhadap penyembuhan kanker saya? Bisakah kemo yang ingin Anda berikan menyembuhkan saya?
  2. Bagaimana peluang kesembuhan saya?
  3. Jika tidak menyembuhkan, apa yang bisa diharapkan dari kemo?  Memberi Anda kualitas hidup lebih baik? Menghentikan penyebaran?
  4. Jika merupakan kualitas hidup – salahkah pernyataan jika kemo membuat hidup jadi “menyedihkan” dengan semua efek sampingnya? Tanyakan apa saja efek sampingnya.
  5. Jika kemoterapi adalah untuk menghentikan kanker dari penyebaran – apakah tidak benar bahwa kanker bahkan sudah menyebar sebelum Anda didiagnosis dengan itu? Apakah tidak benar bahwa pada saat Anda tahu bahwa Anda terkena kanker, sel-sel sudah pindah dari tumor dan meluap masuk ke dalam aliran darah?  Jika sel kanker sudah berada dalam aliran darah Anda, dapatkah obat- kemo membunuh SEMUA sel kanker tersebut tanpa membunuh Anda juga?
  6. Jika Anda mendapat jawaban ini:
  • Oh, Anda memiliki kesempatan 50:50! Tanyakan apa yang dimaksud kesempatan? Kesempatan apa – sembuh atau mati?
  • Jika Anda tidak menjalani kemoterapi Anda hanya hidup tiga bulan, dengan kemo Anda hidup dua tahun. Apa dasar pembenaran ini? Apakah pernah ditulis dalam jurnal medis atau teks buku?

Jangan takut untuk bertanya bahkan dengan risiko Anda dikeluarkan dari ruang kerja dokter (beberapa pasien memberitahu saya bahwa hal itu terjadi pada mereka). Lebih baik meninggalkan ruang kerja dari pada meninggalkan dunia!

Jika Anda mencari sebuah jawaban mudah yang sudah disiapkan, Anda akan mendapati jawaban yang sederhana dan ala kadarnya.  Jika Anda tipe orang yang mencari jawaban “cepat dan instan” maka Anda akan kecewa.

Dalam hidup, saya selalu percaya bahwa segala sesuatu yang baik tidak datang dengan mudah. Apakah Anda ingin mengetahui apa saja kontribusi atau peranan pasti kemoterapi terhadap penyembuhan kanker Anda? Jika anda ingin mengetahui kebenarannya, biarkan saya membawa Anda pada perjalanan untuk menemukan jawaban itu. Saya akan menulis banyak artikel dengan judul: Membedah Kemoterapi. Jika Anda meluangkan waktu mengikuti semua artikel yang akan saya tulis, saya yakin Anda dapat mempelajari sesuatu yang penting dan menjadi lebih tercerahkan.

Dengan menulis artikel-artikel ini, izinkan saya mengatakan dengan terang dan jelas: Saya bukan seorang anti-kemo atau anti-dokter. Alasan saya melakukannya adalah untuk memberdayakan pasien sehingga mengetahui beberapa fakta yang dapat membantunya membuat keputusan yang terinformasi (dan semoga juga bijaksana). Terkadang perlu saya sampaikan juga bahwa saya pernah (dan memang, dan akan) mendesak pasien untuk menjalani kemoterapi jika memang itu perlu. Namun saya meragukan sebuah paket penjualan bergaya buku resep memasak atau pendekatan umum yang bisa dipakai siapa saja.

Diterjemahkan oleh:  Andreas Kriswanto

Mengapa Pasien Menolak Menjalani Kemoterapi, Bagian 11: Menolak Kemo Untuk Kanker Hati Ayahku – Kebijaksanaan seorang putri

Putri: Ayah saya didiagnosa menderita kanker hati pada Agustus 2011.

Dokter sarankan kemoterapi. Kami tidak mau dia dikemo. Saya bertengkar dengan dokter.

Dokter tidak marah kamu? Ya, dia rasa marah tapi aku tidak hirau. Karena kami tidak mau kemo (injeksi),  bapa disarankan minum obat oral untuk hatinya. Biayanya RM 20.000 sebulan.

Tunggu, tunggu. Mari kita mulai dari awal. Sebenarnya apa yang terjadi dan kapan? Putri: Perut ayahku kembung. Ini berlaku pada bulan Agustus 2011. Dia berkonsultasi dengan seorang dokter yang mengatakan dia ada batu empedu. Beberapa bayangan kelihatan di hatinya. Dokter  terus menyarankan ayah saya buat CT scan. Hasil CT scan menunjukkan kanker hati  Stadium 2. Dokter menyarankan kemoterapi. Kami mengatakan kepada dokter bahawa kami mau pulang dulu dan berkonsultasi dengan semua ahli keluarga. Setelah itu kami pergi cari pendapat kedua dari seorang spesialis hati.

Pendapat Kedua – Spesialis Hati

Putri: Spesialis hati mempelajari CT scan. Dia juga menyarankan kemoterapi. Kali ini saya menemani ayah saya berkonsultasi dengan spesialis karena saya tidak mau dia buat kemoterapi. Saya mengatakan kepada dokter, “Kami enggak kemoterapi.” Apabila dokter melihat ayah saya, dia menggalakkan ayah masuk rumah sakit. Dia berkata, “Paman bisa segera masuk hospital dan besok mulai kemo.”

Saya tidak senang. Dokter pertama yang kami berkonsultasi kata bahwa ayahku harus menghentikan semua obat jantung sebelum menjalani kemoterapi. Ayahku mejalani by-pass jantung sebelum ini. Tapi spesialis hati ini tidak mempertimbangkan keadaan jantung ayah langsung. Dia mau ayah saya buat kemo cepat-cepat. Tapi saya menolak.

Oke, Anda menolak kemo. Apa kata dokter? P: Saya bertengkar dengan dia. Kemudian saya meminta dokter itu melakukan CT scan sekali lagi untuk ayahku. Jadi, scan kedua dilakukan.

Apakah kau tanya spesialis hati jika kemoterapi dapat menyembuhkan kanker hati ayahmu? P: Tidak bisa. Saya tanya, “Dokter, kamu ingin ayah saya buat kemoterapi.  Bisakah kamu sembuhkan ayah saya?” Dokter tidak bisa memberikan jawaban. Dia hanya diam – tidak ada jawaban. Lalu dia berkata. “Itu semua tergantung pada pasien sendiri.”

Apa? Sekarang tergantung pada pasien? P: Aku bertanya dokter lebih lanjut – “Kau berikan ayahku kemo, apa yang bisa terjadi padanya setelah itu.”  Dia menjawab, “Hati bisa menjadi keras, pasien menjadi kuning (jaundice). Dan matanya bisa menjadi kuning.” Aku kata, “Oke dokter, sekarang ayah saya tidak ada  sakit, bisa makan, bisa tidur, bisa berjalan dan boleh buang air besar. Setelah kemo, kesehatannya terancam dan dia mungkin tidak mampu melakukan semua ini – apakah tujuan semua ini?

Apa yang dia katakan kepada itu? P: Spesialis hati berkata, “Aku telah mencari onkologi terbaik untuk melakukan kemoterapi untuk ayahmu, kamu tau kah tidak? Saya sudah membuat pengaturan yang diperlukan untuk ayah mu buat kemo besok. Sekarang kamu bilang kau tidak ingin melakukannya.” Tapi aku berkata, “Pada mula lagi, kita tidak pernah bersetuju untuk menjalani kemoterapi. ”

Tapi dia bilang, tidak bisa sembuh dan pasien menjadi kuning – mengapa nak buat kemo lagi? P: Akhirnya saya berterus terang dengan dokter, “Ayah saya tidak ingin melakukan kemo.” Ibuku juga mengatakan, “Pasien menolak kemoterapi.”

Bagaimanakah reaksi nya terhadap katamu itu? P: Dokter jawab, “Oke, jika pasien tidak mau kemo, tidak ada apa yang boleh dibuat.”

Apakah kamu tanya harga kemo yang kamu akan biaya? P: Tidak, kami tidak bincang itu. Dia tidak beritahu kami harga dan juga berapa banyak siklus kemoterapi yang akan diberi.

Penolog Spesialis Hati: Pasien datang sehat-sehat, mereka balik kuning! Mengapa tidak coba obat oral kanker hati berharga RM20.000 sebulan?

Putri: Laporan CT scan kedua sudah siap setelah dua minggu. Saya minta untuk satu salinan laporan untuk kamu (CA Care). Aku pergi ke rumah sakit dan bertemu dengan penolong spesialis hati itu. Ia juga seorang dokter medis – orangnya baik. Saya bertanya kepadanya, “Dari pengalaman kamu memberikan kemoterapi kepada begitu banyak pasien, berapa banyak kah yang benar-benar sembuh? Dokter ini menjawab, “Kebetulannya, pasien datang kelihatan sehat, tetapi mereka jadi kuning setelah kemoterapi.” Ini adalah apa yang dikatakan oleh penolong spesialiis. Dia berkata, “Jika kamu enggak kemo, kenapa tidak minum obat oral sebagai gantinya? “Biaya obat RM 20.000 se bulan. Aku kata kepada dokter, “Tapi Doc., obat ini ada begitu banyak efek samping yang sangat berat.” (Bacalah ini http://cancercaremalaysia.com/2011/02/14/liver-cancer-benefit-and-side-effects-of-nexavar/)

Suami Teman Saya Mengambil Obat Oral untuk Kanker Hati, Dia muntah darah dan Meninggal Dalam Dua Minggu

Putri: Dokter menjawab, “Tidak, tidak ada efek samping yang serius – kamu hanya merasa gatal dan ada kemerahan di telapak tangan.” Saya mengatakan kepada dokter, “Suami teman saya menderita kanker hati. Dia mengambil obat oral yang harganya RM 200.000 se bulan. Dia muntah darah dan dalam waktu dua minggu sudah mati.” Dokter diam saja. Dia tetap tenang dan senyum. Dia bertanya, “Jika kamu enggak kemoterapi bagi ayah mu, apa yang kamu mau buat?” Saya jawab, “Ayah saya akan mengambil herbal.”

Apa tanggapannya? P: Dia berkata, “Silakan mencobanya.”

Dia tidak marah kamu? P: Tidak, ia tidak marah.

Apakah kamu tahu nama obat oral itu? Nexavar? P: Aku tidak ambil perhatian. Saya hanya tahu bahwa obat itu boleh merosakkan hati dan ginjal. Saya baca ini di kotak obat.

Mereka Hanya Mau Kamu Buat Kemo – Itulah kebenaran nya

P: Sayangnya, itu lah cara nya dengan dokter-dokter hari ini. Mereka hanya mau pasien buat kemoterapi. Setelah kemo disuntuk ke dalam diri kamu, racun sudah di dalam tubuh – jika kamu mati,  kamu yang mati. Itu masalah kamu.

Istri: Dokter mengatakan kepada kami, suami saya masih kuat. Dia mampu menerima kemo – ia boleh tahan kemo. P: Tidak, tidak, saya rasa dia akan mati.

Ini lah keadaan dunia kita sekarang. Kamu mesti jaga diri sendiri. Kamulah yang bertanggung jawab atas kesehatan dan kesejahteraan sendiri. Jika tidak, mungkin seperti  “melompat ke dalam laut.”

Bacalah cerita yang berkaitan: Teman Saya Meninggal Setelah Kemo untuk Kanker Hatinya

Mengapa Pasien Menolak Menjalani Kemoterapi, Bagian 10: Enggak Kemo untuk Kanker Payudara Ibuku – Bijaksana Seorong Putra

Pasien seorang perempuan 55 tahun. Dia memiliki benjolan di payudara kanannya dan menjalani lumpectomy pada Juni 2011. Malangnya lumpectomy itu tidak dilakukan dengan sempurna. Margin resect tidak bersih. Pasien harus menjalani operasi lagi dan kali ini seluruh payudara harus dikeluarkan. Laporan histopatologi menyatakan karsinoma duktal infiltrasi, kelas 2 dengan DCIS kelas tinggi (lebih dari 25%) bersama 1/9 kelenjar getah bening ada metastasis. Tumornya: ER +, PR + dan C-ERB-B2: 2 +.

Setelah operasi, pasien disarankan kemoterapi dan radioterapi. Anak laki-laki memujuk ibu supaya enggak perawatan medis lebih lanjut. Pasien berjumpa kami dan diresepkan Kapsul A, Breast M dan C-Tea.

Pada tanggal 18 Oktober 2011, saya berkesempatan berbicara dengan pasien dan putranya.

 

 

Kamu disarankan kemoterapi? Pasien: Ya, tapi aku tidak ingin melakukannya.

Mengapa? P: (Melihat ke arah putranya) Dia tidak ingin aku melakukannya.

Ha, ha, anak kamu enggak melakukannya, bukan kau tidak ingin melakukannya.

Apakah  umurmu sekarang? P: Lima puluh lima tahun.

Anak: Saya tidak yakin dengan apa yang mereka lakukan pada ibuku. Dia pergi untuk suatu operasi dan setelah itu dokter menyarankan kemo. Sebelum operasi, saya tanya dokter, “Kenapa ibu saya menderita kanker payudara?” Jawab dokter, “Tak ada sebab. Jika itu terjadi, itu terjadi .”

Saya tidak berpikir ini adalah jawaban yang berlogik karena penyakit apapun harus ada penyebab. Dokter ini adalah seorang pakar – begitu terkenal namun itulah jawaban yang berikan padaku – jika kanker mau menyerang kau, ia menyerang kau.

Bagaimanapun,  setelah mastektomi, ibu saya dirujuk ke alhi onkologi. Dia disarankan menjalani enam kali kemoterapi danlimabelas sesi radioterapi. Dokter berkata, “Kau pergi dan melakukan ini dahulu. Kemudian saya akan beritahu kamu apa yang harus dilakukan kemudian. ”

Saya bertanya kepada dokter itu, “Ibu saya baru saja dioperasi. Bolehkah dokter beri konfirmasi jika masih ada sel-sel kanker dalam dirinya?” Jawabannya, “Tidak perlu bertanya. Kau harus pergi melakukan perawatan ini dahulu.” Saya bertanya kembali, “Jika tidak ada sel kanker lagi dalam dirinya, mengapa harus ibuku melakukan kemoterapi?” Jawab dokter,” Pasien di luar negeri melakukan perawatan. Kita harus mengikuti apa yang mereka lakukan. Jadi ibu kamu harus melakukan perawatan yang sama.” (Anak menggelengkan kepala). Saya tidak pikir kita harus ikuti saja apa yang dilakukan oleh orang lain. Ini tidak logis. Sebagai dokter, mereka tidak harus mengatakan itu –  apa orang lain buat, kita juga harus mengikuti. Sebenarnya, kita semua berbeda-beda.

Aku lagi bertanya dokter, “Jika dia melakukan kemo tiga siklus saja dan dia sudah sembuh – haruskah kita teruskan kemoterapi tiga kali lagi?” Jawabnya, “Tidak, tidak. Dia harus menyelesaikan keenam-enam siklus. Kita harus ikuti protokol. ”

Menurut pikiran saya, ini tidak betul. Saya lagi bertanya dokter, “Setelah kemoterapi dan radiasi, apakah kita masih harus melakukan perawatan lain.” Dokter menjawab, “Ya, ya, tapi kita jangan membahas langkah yang belum datang lagi.” Aku balas dokter, “Apakah dia perlu terus menerima pengobatan, satu demi satu sampai dia hampir masuk keranda sebelum pengobatan berakhir? ”

Dengan jawaban seperti itu, aku berkata kepada ibuku cara media tampaknya tidak betul.

Teman Saya Meninggal Setelah Kemo untuk Kanker Hatinya

Aku punya teman – rakan bisnis saya. Dia sakit perut. Pemeriksaan menunjukkan tumor hati. Dokter sarankan operasi untuk mengeluarkan tumour. Dia mencari pendapat kedua.  Dokter kedua mengatakan operasi  ada sangat banyak risiko. Dia mungkin mati. Dia tidak harus beroperasi. Teman aku mencari pendapat dokter ketiga. Dokter ini mengatakan dia harus menjalani kemoterapi. Teman saya bertanya dokter ini, “Tetapi dokter kau hanya lihat scan. Kamu tidak buat biopsy. ” Dokter jawab, “Jika saya buat biopsi, aku mungkin memecahkah kapsul hati.”

Akhirnya keluarga teman saya buat keputusan untuk menjalani kemoterapi. Tapi tidak faham tentang kemoterapi langsung. Setelah kemo, perut teman saya mengembung. Dia tidak bisa makan atau minum. Dia meninggal setelah beberapa bulan.

Saya melihat dengan mata saya sendiri apa yang terjadi pada teman saya. Jadi aku berkata kepada ibuku, “Kau tidak tahu apa itu kemo dan kamu tidak tahu tentang efek sampingnya yang dokter memberitahu kami. Mari kita cari jalan lain. “

Kemoterapi dan Radiasi Tidak Mungkin Menyembuhkan

Mereka meminta kamu pergi buat kemoterapi dan radiasi – apakah kamu tanya samada ini akan menyembuhkan ibumu? Anak: Tidak akan menyembuhkan. Mereka mengatakan kanker boleh kembuh kembali. Mereka tidak bisa menjamin apa pun.

Ya, benar – tidak ada seorang pun yang bisa memberikan jaminan apa pun. Tapi aku agak bingung. Hanya karena orang di dunia Barat lakukan ini, kita juga harus mengikuti – kita harus buat yang sama.

Pasien Menghargai Pendapat Dokter Lebih Dari Pendapat Anak Mereka

Ayah dan ibuku tidak berpelajaran tinggi. Mereka hanya bergantung pada dokter untuk memberitahu mereka apa yang harus dilakukan. Sebagai anak mereka, mereka tidak mau dengar pendapat saya. Mereka lebih percayakan dokter.Adaperkara yang saya mengerti, tapi orang tua tidak mengerti walaupun saya beritahu mereka. Kadang-kadang kerabat datang – mereka juga memberikan pendapat mereka. Ini lagi mempersulitkan. Paman, bibi, tetangga datang dan meyebabkan lebih masalah kepada kami. Sampai sekarang, masih ada orang datang dan meminta saya hantarkan ibuku untuk dikemo. Mereka mengatakan bahwa orang ini atau orang itu telah sembuh sesudah dikemoterapi. Tapi kita semua tidaklah sama.

Saya telah membaca – ada orang yang meninggal setelah kemoterapi dan ada orang-orang yang sembuh dengan kemoterapi. Saya telah membaca semua ini dan memberitahu orang tua saya tentang ini. Mereka menjawab, “Mengapa pergi dan membaca semua ini.” Mereka sendiri tidak ada yakin.

Oh, mereka sendiri tidak ingin belajar? Mereka hanya mau dengar “hal baik” dan hanya pikir mereka bisa menang? Anak: Karena mereka hanya percaya apa yang dokter katakan pada mereka. Sebenarnya ramai orang tua adalah seperti ini.

Semua Ini adalah Tentang Uang Saja

Aku telah periksa semua informasi yang saya temui, apakah informasi itu benar atau salah. Itu semua karena uang. Seperti dalam kasus teman saya, itu semua tentang uang ketika mereka membincang kasusnya.

Website CA Care

Anda mengunjungi website kami dan menyaksikan video pasien menceritakan kisah mereka di Youtube. Bolehkah saya tanya kamu satu soalan – apakah kamu percaya apa yang mereka katakan? Anak: Aku tidak waham – informasi di sana lebih baik dari apa yang diberikan dokter. Ini adalah kisah benar orang-orang. Ya, saya juga ingin mengetahui apakah informasi tersebut benar atau salah. Saya tidak persoal apa yang dikatakan itu.

Biarkan aku mau tanya kamu – berapa yakinkah kamu bahwa video-video itu bukan yang palsu – cerita palsu dengan pelakun menyamar sebagai pasien? Seorang telah menulis e-mail kepada saya. Dia tanya berapa banyak saya bayar setiap pasien untuk berbicara atau bertindak seperti itu? Anak: Itu tidak terlintas pikiran saya sama sekali. Tidak, tidak, saya tidak ada perasaan seperti itu sama sekali. Dokter juga mengatakan yang sama – tidak ada jaminan tentang apa pun. Kamu buat kemo atau apa pun – tidak ada jaminan tapi uang harus datang lebih dahulu. Tapi tentang efek samping – itu bukan tanggung jawab mereka.

Nasihat Kepada Pasien

(Beralih ke pasien) Apakah hati mu berkata Bibi? P: Saya tidak pernah berpikir tentang ini sama sekali.

Teman atau kerabat mungkin meminta kamu buat kemo – apakah kamu bingung? P: Tidak (menggelengkan kepala).

Tidak seorang yang bisa membantu kamu kecuali kamu sendiri. Tolong jaga diri sendiri. Ini adalah penyakit kamu. Kami hanya dapat membimbing kamu setakat apa yang boleh dilakukan tetapi kamu harus bertanggung jawab bagi diri sendiri. Apa yang saya katakan mungkin berbeda dari apa yang dokter mu memberitahu kamu. Terserahlah kepada kamu untuk percaya atau tidak. Saya menyarankan kamu untuk menjaga diet kamu. Mereka kata kamu bisa makan apapun yang kamu suka. Selain itu saya menyarankan kamu berolahraga, mengambil herbal dan bahagia – jangan berpikir begitu banyak.

 

Kanker Payudara: Herbal dan e-Terapi Pulihkan Kesejahteraan Nya Setelah 106 kali Perawatan Radiasi Bagian 7: Perjalanan Saya Yang Kurang Pengetahuan

Penghargaan: Izin untuk menggunakan video ini tanpa harus menyembunyikan identitas dirinya diberikan oleh pasien.

Ini adalah kisah pahit-manis Le, seorang perempuan 37 tahun dariIndonesia. Dia datang mengunjungi kami pada tanggal 14 Oktober 2011 setelah didiagnosis dengan kanker payudara yang mungkin telah menyebar ke paru-parunya. Dia datang dengan keluhan sakit nyeri di seluruh tubuhnya, terutama di sendi-sendi. Dia tidak bisa menekuk jari-jarinya. Dia tidak bisa tidur nyenyak dan batuk.

1. Saya menemukan benjolan kecil di payudara saya pada tahun 2003. Saya mengabaikannya. Pada tahun 2009, benjolan bertambah besar dan saya saya boleh merasa itu waktu terbaring. Saya jumpa seorang dokter yang meyarankan saya buat biopsi. Saya menolak. Saya enggak kemoterapi atau radiasi.

2. Mengapa Anda pergi jumpa dokter itu? Le: Hanya untuk tau adakah benjolan itu kanker atau tidak!

3. Dokter memastikan itu kanker. Saya menolak perawatan medis dan memilih terapi alternatif dan minum suplemen gantinya.

4. Saya minum “sesuatu.” Saya tidak tau apa ramuan itu. Ini berharga enam juta rupiah per bulan. Tumor tumbuh lebih besar.

5. Setelah minum ramuan itu, tumor bertambah lebih besar – tidakkah Anda menyadari bahwa Anda telah ikuti jalan yang salah? Le: Tidak, saya tidak pernah memikirkan itu!

6. Saya tidak tahu harus ke mana lagi. Saya membeli semua jenis produk untuk mencuba. Salah satu suplemen yang saya minum selama satu tahun, berharga 700,00 rupiah se hari – setiap meneguk suplemen ini biaya 700.000 rupiah.

7.Tumor tumbuh bertambah besar, dan akhirnya pecah.

8. Saya tidak punya pilihan lagi.  Saya pun setuju buat radioterapi.

9. Setelah radiasi, tumor mengecil. Tapi empat bulan kemudian tumor yang lain muncul di tulang selangka. Ia bermula sebagai benjolan kecil dan kian membesar sampai jadi benjolan yang sangat besar di leher saya.

10. Mengapa Anda tunggu sampai bejolan tumbuh begitu besar sebelum pergi radiasi sekali lagi? Le: Saya berharap benjolan akan mengecil jika saya minum suplemen.

11. Benjolan bertambah besar semasa Anda minum suplemen. Apa sebab Anda terus makan suplemen itu? Le: Saya terus minum suplemen itu dan tunggu tetapi benjolan kian membesar.

12. Jadi saya pergi  menjalani  lebih radiasi (totalnya saya diberi 106 perawatan radiasi). Kemudian mereka meradiasikan indung telur saya enam kali.

13. Sebelum semua perawatan radiasi saya selesai, satu lagi benjolan muncul di perut saya.

14. Waktu menjalani radioterapi, saya minum tamoxifen. Sepuluh hari setelah tamoxifen pergelangan tangan saya membengkak dan saya tidak bisa menekuk jari saya. Setelah satu bulan minum tamoxifen, saya tidak bisa berjalan.

15. Saya terpaksa guna kerusi roda dan suami saya medukung saya.

16. Teman baik saya dariMakassarmenelefon. Dia bilang tubuh saya tidak bisa tahan lebih radiasi lagi. Saya harus berhenti rawatan radiasi. Tapi di mana saya harus pergi? Saya telah mencoba semua alternatif dan gagal. Teman saya kata kepada saya, “Pergilah ke Chris Teo. Anda dapat mencarinya di internet. ”

17. Saya tanya Anda soalan ini – jika Anda di beri peluang memulai dari awal lagi, dari 2009 ketika Anda terasa benjolan di payudara mu – apa yang akan Anda lakukan? Le: Saya akan datang berjumpa kamu (CA Care). Saya tidak ingin perawatan medis.

18. Bila Anda jumpa benjolan kecil itu, Anda pergi jumpa dokter, tapi mengapa Anda tidak mau di menolong kamu? Le: Saya pergi jumpa seorang “sinseh”. Dia kata bahwa saya  menderita penyakit akibat dosa. Sinseh”apa itu?

19. Saya ingin tau ini, tau kah Anda bahwa jika Anda ada benjolan kanker di payudara mu, pilihan terbaik adalah untuk bejolan itu diambil oleh dokter? Le: Jika saya bertemu dokter kamu  waktu itu, kemungkinan besar saya akan ikut saran kamu dan keluarkan benjolan itu. Karena setelah itu saya dapat minum herbal, oke – itu, saya bersetuju. Tapi saya enggak kemoterapi atau radioterapi setelah operasi. Sayangnya, saya tidak kenal kamu pada masa awal itu.

Dengan kesedihan kami diberitahu bahwa Le harus diopname setelah dia kembali ke Surabaya karena kanker sudah menyebar ke hatinya. Dia meninggal pada 6 Januari 2012.

Baca cerita Le yang lengkap:

Bagian 1: Kesejahteraan  Pulih Setelah Dua Hari Minum Herbal dan e-Terapi

Bagian 2: Terapi Alternatif – Pengobatan Suplemen Dua puluh-Satu-Juta-Rupiah Se Bulan

Bagian 3: Mengapa Saya Menolak Kemoterapi / Pengobatan Medis

Bagian 4: Radiasi Membantu Tapi Tidak Menyembuhkan, Tamoxifen Bawa Bencana.

Bagian 5: Mimpi Saya dan Pengalaman Dekat Maut

Bagian 6: Penyembuhan Empat Hari Saya Setelah Perawatan di CA Care

Bagian 7: Perjalanan Saya Yang Kurang Pengetahuan

Kanker Payudara: Herbal dan e-Terapi Pulihkan Kesejahteraan Nya Setelah 106 kali Perawatan Radiasi Bagian 3: Mengapa Saya Menolak Kemoterapi / Pengobatan Medis

Penghargaan: Izin untuk menggunakan video ini tanpa harus menyembunyikan identitas dirinya diberikan oleh pasien.

Ini adalah kisah pahit-manis Le, seorang perempuan 37 tahun dari Indonesia. Dia datang mengunjungi kami pada tanggal 14 Oktober 2011 setelah didiagnosis dengan kanker payudara yang mungkin telah menyebar ke paru-parunya. Dia datang dengan keluhan sakit nyeri di seluruh tubuhnya, terutama di sendi-sendi. Dia tidak bisa menekuk jari-jarinya. Dia tidak bisa tidur nyenyak dan batuk.

1.  Teman saya, berumur 42 tahun, dengan kanker payudara, meninggal setelah kemoterapi

Le: Teman saya juga menderita kanker payudara seperti saya. Dia sudah meninggal dua tahun lalu. Dia pergi ke Singapura untuk cari pengobatan terbaik untuk kanker nya. Ini bermula dengan tumor kecil saja. Tumor itu ambil dan kemudian ia disarankan untuk kemoterapi dan radioterapi. Dia baik-baik sebentar. Kemudian kanker itu menyebar ke tulang-tulangnya. Dia dipasangkan kemo-pot dan terus diberikan lebih kemo. Dia minum “sarang burung” yang terbaik untuk membantunya mengatasi efek samping dari kemoterapi. Setelah kemoterapi ini, bintik-bintik muncul di seluruh kulitnya.

Apakah ini betul? Apakah dia teman Anda? Le: Ya. Bahkan dengan efek seperti itu, dia terus menerima lebih kemo. Ia telah diberikan jumlah 38 siklus kemoterapi. Setelah itu dia kelihatan baik-baik saja, tapi semua kukunya jadi hitam. Kanker terus merebak ke tulang belakang nya dan kemudian menyebar ke otaknya. Ia melanjutkan pengobatan dengan radioterapi dan lebih kemoterapi di Surabaya. Dia meninggal.

Berapa umurnya? Le: Empat puluh dua.

Saya mengerti sepenuhnya, saya mengerti.

2. Empat teman saya sudah meninggal

Le: Empat dari teman saya sudah meninggal karena kanker. Dua orang menderita kanker payudara, satu menderita kanker usus besar dan satu lagi menderita kanker rahim.

Mereka semua kawan Anda? Le: Ya, mereka mati. Mereka semua berusia di bawah 50 tahun. Mereka semua menjalani operasi dan kemoterapi.

Mereka semua meninggal, dan  karena ini  Anda enggak menjalani operasi dan kemo? Kapan ini terjadi – saat Anda menderita kanker? Le: Ketika saya menderita kanker payudara, dan mereka juga menderita kanker mereka.

Oh, pada waktu yang sama. Mereka mengambil jalan yang berbeda dan kamu mengambil jalan yang berbeda? Le: Ya, tepat sekali.

Saya mengerti. Saya sepenuhnya memahami Anda. Itulah alasan mengapa saya tidak ingin mendorong siapa pun yang datang ke sini untuk pergi buat kemoterapi atau radiasi. Apa yang Anda telah ceritakan kepada saya sudah diulang berkali-kali.

3. Paman meninggal setelah menghabiskan 6 Miliar Rupiah

Le: Paman saya menderita kanker paru-paru. Dia pergi ke Singapura untuk perawatan. Dia belanja 6 Miliar rupiah. Dia juga meninggal. Setelah kemo begitu banyak kali, pembuluh darah di lengannya seolah menghilang. Dia tidak menjaga pola makannya. Dia makan apa saja yang ia suka. Pada saat yang sama, saya juga menderita kanker saya. Dia suruh saya makan apa saja yang saya suka, tapi saya enggak dengar nasihatnya itu.

Dan paman Anda meninggal?  Le: Ya, meninggal setelah tiga tahun.

Dan pada saat yang sama, Anda juga menderita kanker. Dan apakah ini sebabnya Anda menolak rawatan medis? Le: Tidak, tidak.Ada perasaan dalam diri saya yang enggak kemo. Orang-orang ini tidak mati karena kanker mereka. Mereka meninggal karena kemo mereka. Hemoglobin mereka, trombosit dan sel darah putih semua turun habis!

Saya paham, saya benar-benar mengerti. Tapi saya ingin nyatakan bahawa kita tidak harus menolak perawatan medis sepenuhnya. Ada masanya kita perlu dokter membantu kita. Kita boleh menggunakan cara medis yang tertentu untuk membantu kita. Dan kita menolak yang berbahaya bagi kita. Ini adalah apa yang saya akan mengatakan kepada pasien.

4. Lihat apa yang terjadi padaku sekarang bila saya percaya dokter!

Le: Saya bersetuju pergi ke dokter untuk memeriksa di mana tumor saya. Tetapi jika mereka meresepkan obat, saya tidak akan menerimanya. Lihat apa yang terjadi padaku – ini lah bukti nya! Kali pertama saya percaya dokter, dan ini lah apa yang terjadi pada diri saya. Jari tidak dapat menekuk. Selepas itu tidak boleh jalan setelah minum Tamoxifen selama sebulan.

Baca cerita Le yang lengkap:

Bagian 1: Kesejahteraan  Pulih Setelah Dua Hari Minum Herbal dan e-Terapi

Bagian 2: Terapi Alternatif – Pengobatan Suplemen Dua puluh-Satu-Juta-Rupiah Se Bulan

Bagian 3: Mengapa Saya Menolak Kemoterapi / Pengobatan Medis

Bagian 4: Radiasi Membantu Tapi Tidak Menyembuhkan, Tamoxifen Bawa Bencana.

Bagian 5: Mimpi Saya dan Pengalaman Dekat Maut

Bagian 6: Penyembuhan Empat Hari Saya Setelah Perawatan di CA Care

Bagian 7: Perjalanan Saya Yang Kurang Pengetahuan

Kanker paru-otak: Penyembuhan Yang Tidak Mungkin. Bagian 4: Apa yang di butuhkan untuk menjadi pemenang.

Di buku saya, Penyembuhan Alami Kanker Prostat (Prostate Cancer Healed Naturally), saya menulis, “menurut saya kanker itu bukan hanya sekedar mengenai suatu tumor di payudara, di paru paru atau di hati: tetapi ini mengenai anda sebagai manusia.”  Ada satu kutipan begini: ”  tidak ada penyakit yang tidak bisa di sembuhkan, tetapi hanya orang yang tidak bisa di sembuhkan.” ” Sebab itulah wawancara panjang saya dengan para pasien memberi kesempatan kepada saya untuk menilai setiap pasien secara keseluruhan  sekalian memperkirakan kemungkinan hasilnya  – apakah kami bisa mengulangi penyembuhan berdasarkan pengalaman kami yang sudah-sudah di CaCare.”
“Sayangnya hanya 30 persen dari pasien pasien yang datang kepada kami bisa mendapatkan manfaat dari terapi kita.”

Saya sampaikan lagi, ini tidak sekedar tentang minum ramuan ramuan saya saja. Banyak pasien datang kepada  kami dengan pengharapan yang besar sekali untuk menemukan “peluru ajaib”. Kami tidak memilikinya.  Berulang ulang kali pengalaman saya mengatakan bahwa syarat untuk berhasil itu adalah usaha dari orang itu sendiri. Pemberitahuan ini juga berlaku bagi yang merawat pasiennya. Bilamana seseorang di keluarga terkena kanker, itu juga berarti bagaimanapun semua orang di dalam keluarga itu di pengaruhi oleh penyakit itu.

Oleh sebab itu, kadang kadang saya tegaskan agar seluruh keluarga untuk datang dan bertemu saya. Saat bertemu mereka saya bisa merasakan apa yang sebetulnya telah  terjadi: Berbicara kepada mereka yang ada disekitar pasien dan dari apa yang mereka sampaikan dan bagaimana kelakuannya, saya bisa merasakan bagaimana hasil ahirnya nanti. Saya sering mengatakan pada pasien,”sesudah bicara pada anda selama 5 menit,  barangkali saya bisa tahu apakah saya bisa membantu anda atau tidak”. Mungkin, kebanyakan pasien tidak mengerti apa yang saya maksud dengan ini.

Setelah menilai pasien secara pribadi, saya kemudian akan melanjutkan untuk
meresepkan herbal. Ini adalah hal yang sangat sederhana untuk dilakukan.

Kami menerima banyak email tiap hari. Para penulis email ini berharap menemukan penyembuhan dengan cara yang nyaman menurut kehendak mereka sendiri – mengharapkan dapat “penyembuhan” dengan usaha yang sedikit. CaCare tidak bisa menolong orang seperti itu. Jalan kami adalah jalan yang sulit dan berliku.

Belajar dari pengalaman dari kasus Ibu Suri. Selama kunjungan pertama di sini saya sangat berterus terang kepada suami dan anak perampuannya. Saya ulangi lagi apa yang saya katakan kepada mereka malam itu,”Saya tidak mau menyesatkan atau menipu kalian – membuat kalian percaya dapat menemukan penyembuhan disini. Jangan berpikir terlalu banyak atau terlalu jauh. Kalau isteri anda tidak bisa minum ramuan yang saya sarankan, tidak usah membawanya dia ke sini lagi. Tidak ada yang bisa saya perbuat untuk dia.
Tapi kalau dia bisa minum ramuan herbal itu, mungkin dia bisa mendapat manfaat dari itu, Dan saya akan berusaha sedapat mungkin untuk membantu.”

Sampai sekarang kata kata yang saya sampaikan kepada mereka malam itu, masih nyaring terdengar di telinga mereka. Walaupun kata katanya keras tetapi di terimanya dengan baik. Selama beberapa  hari dan minggu minggu berikutnya, suami, anak perampuan, adik perampuan Ibu Suri dan yang lainnya, “berperang” dengan pasien yang memberontak, yang tidak mau minum ramuan herbal ini. Tapi mereka tidak menyerah.

Saya katakan dengan tegas,karena ketabahan mereka itulah yang memungkinkan penyembuhan yang menakjubkan itu terjadi.

Dengarkanlah ceritanya .

Inilah yang terjadi :

Anak perampuan: Pertama kali Ibu saya minum ramuan herbal, Ibu menyemburkan ramuan itu ke muka saya. Dia berteriak – Pergi,pergi. Jangan minumkan ini pada saya. Dia tau kita merebus sesuatu. ibu tanya: Obat apa itu ? Bau sekali !

Saya jawab: Ini obat bagus untuk Ibu.

Suami: Hari pertama (menunjuk kepada keponakannya) ibunya pun mengalami semburan ramuan herbal di mukanya.( Ibu ini adalah salah satu adik lagi yang tinggal di Penang). Kemudian kita mengalihkan perhatiannya dari ramuan herbal tersebut. Kita ajak bercanda dengannya. Saat dia sudah lebih tenang, empat atau lima orang memegang kepala, tangan dan kakinya lalu kita menuangkan ramuan herbal di mulutnya. Dia menendang dan berteriak,, Biar saya mati, biar saya mati.saya tidak mau obat ini. Biar saya mati.

Anak perampuan: Ibu jangan bicara  begitu. Obat ini bagus untuk Ibu. Biasanya Ibu tidak masalah kalau minum obat. Kenapa Ibu mempersulit ini sekarang?

Chris: Wah, kalau kalian tidak punya hati yang teguh dan tidak percaya kepada apa yang kami perbuat, kalian semua pasti menyerah.

Suami: Hari hari pertama memang mengerikan. Saya takut dia gigit lidahnya. Maka itu saya masukkan jari jari saya biar dia gigit saya. Dia melawan kuat dan menolak minuman hebal ramuannya.

Chris: Itulah yang saya maksud – kalau kalian tidak percaya dan tidak mau menolong diri sendiri, tidak ada yang bisa menolong anda. Saya ingat, sudah menyampaikan hal ini kepada anda saat anda datang pertama kali.

Suami:  Pertama kalinya kita mengunjungi Bapak, saya tanya Bapak,” Dok  apakah Dokter bisa beri tablet saja sebagai pengganti teh? Bapak jawab,”Tidak ada, Kita hanya punya teh ramuan. Kalau tidak bisa minum tehnya sebaiknya tidak usah datang kesini mengunjungi saya.”

Anak perampuan: Berarti tidak ada pilihan untuk kita. Dia muntah, kita minumkan lagi. Lalu ia muntahkan lagi semua ramuan herbal sampai seluruh baju saya jadi basah.

Chris: Kalau kalian tidak punya ” kemauan yang kuat ” kalian tidak punya harapan apa pun.

Suami:  Benar Pak.

Chris: Ini saran yang saya ingin sampaikan pada semua pasien yang datang berkonsultasi dengan saya. Banyak yang bilang, saya tidak suka rasa pahit dan baunya ramuan herbal d.l.l. Saya menyarankan agar mereka pulang saja. Saya tidak bisa membantu orang seperti itu.

Anak perampuan: Saya bilang pada kesetiap orang: Kita harus sabar,  harus bersabar.

Chris: Sesudah minum ramuan selama tiga hari apakah rasa sakit pada kepala menjadi lebih baik ?

Suami:. Sakit pada  kepalanya berkurang.

Chris: Saat kalian datang  kalian juga menceritakan bahwa Ibu Suri muntah muntah. Berapa lama waktu yang di perlukan untuk mendapatkan hasil yang dapat memberi harapan?

Adik perampuan: Dia muntah sesudah minum ramuan herbal. Sesudah satu bulan kita melihat ada perbaikan.

Suami:  Sesudah bercanda dan membujuk dia, dia mulai minum ramuan ramuan tanpa perlawanan.

Kemudian kita suapi, kita beri dia hadiah uang dan setelah itu dia mau minum ramuannya dengan kemauan sendiri.

Adik perampuan: Saya tinggalkan keluarga saya, dan datang ke sini untuk menemani dia selama lebih dari dua bulan.

Suami: Tiap pagi saya temani dia untuk jalan jalan ditaman depan rumah. Dia jalan berputar lapangan bola basket. Tergantung kekuatannya dia bisa berjalan empat sampai dua belas putaran tiap pagi.

Semua berjalan dengan baik. Tetapi pada akhir Augustus 2011,Ibu Suri terjatuh didalam rumah – yang mengakibatkan ada dua benjolan diatas kepalanya. Kemudian dia mengalami rasa sakit yang hebat dibagian kepalanya. Adik perempuannya menelepon kami. Saya meminta agar mereka datang ke Penang segera.

Ibu Suri, suami dan adik perampuannya pada tanggal 28 Agustus 2011 terbang ke Penang untuk menjalani e-terapi di CA Care. Sayangnya, ini adalah waktu yang paling tidak tepat untuk melakukan perjalanan dengan pesawat terbang – Hari Raya Idul Fitri. Penerbangan dari Jakarta ke Penang pada semua maskapai penerbangan sudah penuh dipesan. Jadi mereka terbang dengan kelas bisnis menggunakan Malaysia Airlines.

Tiketnya berharga  USD$ 1.025 ( 8,6 juta rupiah ) seorang dan mereka pergi bertiga.

Dari pengamatan saya berada bersama mereka selama beberapa hari, suaminya dan adik perampuannya amat berdedikasi. Saya salut untuk komitmen dan dedikasinya mereka. Saat mereka berada di Penang,kami bekerja terus walaupun pada Hari Raya yang kebetulan juga hari libur Hari Kemerdekaan Malaysia. Tiap pagi Ibu Suri menjalani e-terapi di CA Care. Hasilnya di luar perkiraan kami.

Ini adalah pengalaman yang paling berharga bagi kami semua. Untuk pasien dan keluarganya dan untuk saya dan istri.

Baca lebih lanjut:

Bagian 1: Harapan Setelah Sesuatu Bencana

Bagian 2: Minggu Penyembuhan Yang Menakjubkan

Bagian 3: Renungan dan Pengakuan Oleh Suaminya

Terjemahan oleh Philip Boas, di revisi dan di perbaiki oleh Suratmi, Dusun Dalem, Widodomartani, Ngemplak Sleman, Yogyakarta dan Teddy Setiawan, Jakarta Indonesia. Terima kasih dari CA Care.


Kanker Paru-Otak: Suatu Penyembuhan Yang Tidak Mungkin. 1. Harapan Setelah Suatu Bencana – empat puluh siklus kemoterapi, Iressa, Tarceva dan Sutent Tidak bisa menyembuhkannya.

Ibu Suri (bukan nama sebenar) adalah seorang wanita berumur 61 tahun dari Indonesia. Keluarga Ibu Suri mencari pertolongan kepada kami pada tgl. 8 Mei 2011. Ibu Suri di antar dengan menggunakan kursi roda pada saat datang di Pusat CA Care karena tidak bisa berjalan sendiri. Ibu Suri tidak bisa bicara, Dia juga tidak mampu menunjukkan ekspresi mukanya dan kelihatan tidak sadar akan apa yang terjadi di sekitarnya. Menurut suaminya kelakuan Ibu Suri seperti anak anak. Dengarlah suaminya menceritakan kisah sedih mengenai isterinya.

Ibu Suri di diagnose terkena kanker paru paru dari jenis non-small cell carcinoma pada tahun 2008.

Ibu Suri menjalani 22 kali radiasi di Singapura tanpa kemoterapi. Ia diberi obat makan Iressa selama kurang lebih 1 tahun. Lidah Ibu Suri jadi beku, sebab itulah maka Ibu Suri berhenti menjalani pengobatan tersebut. Kemudian dokter memberi Ibu Suri obat Tarceva. Ibu Suri minum Tarceva selama kurang lebih 2 tahun.

Sesudah kurang lebih satu tahun kemudian kankernya menyebar ke otak. Ibu Suri kemudian menjalani lagi kemoterapi betrikutnya di Singapura. Ibu Suri dijadwalkan menjalani kemoterapi sebagai berikut :

1. Satu siklus kemo di bagi pada 3 suntikan, di lakukan 1 kali seminggu selama 6 bulan. Berarti Ibu Suri di suntik 18 kali.

2. Satu siklus kemo setiap 2 minggu selama 6 bulan. Berarti Ibu Suri di suntik 12 kali.

3. Satu siklus kemo setiap bulan selama 6 bulan, jadi 6 kali di suntik.

4. Satu siklus kemo setiap 2 bulan, tetapi di suntik 3 kali.

5. Satu siklus kemo setiap 3 bulan tetapi di suntik 1 kali.
Jumlah keseluruhan Ibu Suri menjalani 40 kali suntikkan kemoterapi.

Tiga bulan sesudah menjalani semua pengobatan ini, MRI yang dilakukan memperlihatkan adanya tambahan tumor di otak Ibu Suri.

MRI yang di lakukan di Jakarta pada tanggal 2 Mei 2011 menunjukkan, ” adanya tambahan 2 nodul kecil yang berukuran kurang dari 10 mm, bertempat dibagian sisi kanan otaknya, ini bisa diartikan dengan penyebaran kanker di otak.”

Datang di CaCare pada 5 Mei 2011.

Suami Ibu Suri bercerita, ” Kita tahu bahwa kemoterapi tidak berhasil pada Ibu Suri. Kita memutuskan untuk mencari pertolongan dari CA Care. Silahkan coba dan tolong bantu kita. Saat ini dokter onkologi meresepkan obat Sutent. Ibu Suri telah minum obat Sutent selama 1 bulan. (Catatan: Sesudah bertemu dengan kami, keluarga memutuskan untuk menghentikan pengobatan Sutent).

Ibu Suri mengalami beberapa masalah yang serius sebagai berikut:

  • Sakit pusing yang hebat.
  •  Muntah muntah
  •  Saat tangannya Ibu Suri di satukan, tangannya saling melawan dan saling merenggut.

Saya sarankan kepada keluarga Ibu Suri:

  • Berdasarkan laporan medis Ibu Suri, saya benar-benar tidak tau apa yang bisa saya perbuat untuk membantu Ibu Suri. Kita mencoba saja.
  • Saya tidak akan menyesatkan atau menipu kalian, membuat kalian percaya bahwa ada penyembuhan disini.
  • Kalau Ibu Suri tidak bisa minum teh ramuan ramuan yang saya berikan padanya, tidak perlu membawa  Ibu Suri kesini lagi .Tidak ada yang dapat saya perbuat. Tapi kalau Ibu Suri bisa minum teh teh ramuan saya,Maka Ibu Suri akan mendapat manfaat dari itu.
  • Pada perkiraan masa depan kesehatan Ibu Suri, tolong jangan berharap terlalu banyak dan terlalu jauh. Keluarga Ibu Suri sudah mengeluarkan ribuan dolar Singapura, dan mereka disana tidak bisa menyembuhkan Ibu Suri. Jangan mengira saya dapat menyembuhkan Saya bukan pesulap. Tapi saya akan berusaha dan membantu sebisa saya.

Sesudah Dua Bulan Minum Herbal CA Care

Pada tanggal 17 Juli 2011, keluarga membawa Ibu Suri untuk bertemu kami lagi. Lihatlah video berikut dan lihatlah sendiri penyembuhan sesudah di obati dengan ramuan kami selama dua bulan.

 

 

Kesehatan Suri membaik luar biasa sesudah minum ramuan selama 2 bulan.

Sebelum di obati dengan ramuan, penglihatan Ibu Suri kabur dan Ibu Suri tidak bisa mengenal orang di sekitarnya. Tapi sekarang sudah membaik. Sekarang Ibu Suri bisa mengenal lagi orang-orang di sekitarnya.

  1. Sebelumnya  Ibu Suri sama se kali tidak bisa nonton tv. sekarang Ibu Suri bisa mengerti apa yang terjadi dan bisa tertawa saat nonton program program tertentu.
  2. Sebelumnya Ibu Suri tidak bisa memahami pembicaraan kita dan seperti lupa pada sekitarnya.
    Sekarang Ibu Suri bisa paham dan bisa bicara pada kami. Ibu Suri mengerti apa yang terjadi di sekitarnya. Adik perampuannya bercerita “Dia bisa menegur orang di sekitarnya.”
  3. Sekarang Ibu Suri sudah bisa mengingat kejadian dari masa lalu dan ia bisa bercerita yang terjadi mengenai foto foto yang lama. Suaminya bercerita “Saat Ibu Suri melihat foto foto lama kita, Ibu Suri tidak bisa berhenti bicara tentang foto foto itu.”. Tapi Ibu Suri tidak bisa mengingat apa yang baru saja terjadi.
  4.  Saat pagi kami mengajak Suri untuk berjalan-jalan. Ibu Suri bisa berjalan 8 putaran di lapangan basket. Memang Suri masih kurang kuat untuk berjalan sendiri. Tapi, sebelumnya Ibu Suri sama sekali tidak bisa berjalan.
  5.  Saat istirahat tidur Ibu Suri dapat bergerak miring ke kiri atau ke kanan. Sebelumnya Ibu Suri harus tidur datar dan lurus dan tidak bisa gerak ke samping.

Baca lebih lanjut: 

Bagian 2: Minggu Penyembuhan Yang Menakjubkan

Bagian 3: Renungan dan Pengakuan Oleh Suaminya

Bagian 4: Apa Yang Dibutuhkan Untuk Menjadi Pemenang

Mengapa Pasien Menolak Menjalani Kemoterapi, Bagian 1

Operasi, kemoterapi, radioterapi dan obat yang baru saja  diperkenalkan yaitu “ targeted drugs “  adalah  “standar emas” dalam pengobatan kanker. Kemoterapi masih dianggap sebagai sesuatu yang di agungkan ibarat Sapi Keramat di dalam paddock. Yeong Sek Yee dan Khadijah Shaari telah menulis empat artikel review ekstensif mengenai kemoterapi. Oleh karena itu kami tidak akan mengulangi apa yang telah mereka tulis. Jika anda belum membaca artikel ini, berikut ini adalah link-nya :

1. Effectiveness or Ineffectivenes of Chemotherapy, Part 1: What Some Oncologists Say. http://ejtcm.com/2011/03/17/effectiveness-or-ineffectivenes-of-chemotherapy-part-1-what-some-oncologists-say-%E2%80%A6/

2. Effectiveness or Ineffectiveness of Chemotherapy, Part 2: What Some Oncologists Say. http://ejtcm.com/2011/03/17/effectiveness-or-ineffectivenes-of-chemotherapy-part-2-what-some-oncologists-say-%E2%80%A6/

3. Chemotherapy Effectiveness or Ineffectiveness, Part 3: What Other Medical Doctors Say. http://ejtcm.com/2011/03/20/chemotherapy-effectiveness-or-ineffectiveness-part-3-what-other-medical-doctors-say/

4. Chemotherapy Effectiveness or Ineffectiveness, Part 4: What Other Medical Doctors Say. http://ejtcm.com/2011/03/20/chemotherapy-effectiveness-or-ineffectiveness-part-4-what-other-medical-doctors-say/

Alasan mengapa kita memuat artikel ini adalah karena kami percaya bahwa hal ini merupakan tugas kami untuk memberitahu mereka yang ingin tahu tentang kebenaran. Mari kita luruskan bahwa kami TIDAK anti-kemo atau anti obat-modern. Kamipun tidak pro-kemo. Kami mengambil jalan tengah. Setuju terhadap  apa yang baik dan bermanfaat dan menolak apa yang tidak berguna dan berbahaya. Bila anda terkena kanker, ini bukan waktunya untuk mengikuti setiap “ideologi” dengan membabi buta.

Apakah anda akan melakukan kemo atau tidak,  itu adalah keputusan anda sepenuhnya. Ikuti apa yang dikatakan hati anda dan pilih jalan yang membawa kedamaian bagi diri anda sendiri. Sebab ini ANDA, dan anda sendiri, yang akan mendapatkan manfaat atau penderitaan dari apa pun yang anda lakukan. Apapun konsekuensinya, orang lain hanya bisa melihat saja – ketidak berdayaan atau kebahagiaan.

Renungkan dan perhatikanlah kutipan berikut ini :

  • Umat-Ku dihancurkan / dibunuh  karena kurangnya pengetahuan ~ Hosea 4:06
  • Kurangnya pengetahuan adalah penyebab dari penderitaan ~ Swami Krishnananda
  • Akar penyebab dari penyakit adalah ketidaktahuan akan pikiran dan tubuh kita ~ menurut Ayurveda
  • Penyebab utama dari setiap jenis penderitaan atau kesakitan, adalah kebodohan ~ Pengobatan Tibet
  • Hanya ada satu yang baik yaitu pengetahuan, dan satu yang jahat, yaitu kebodohan ~ Socrates
  • Jalan menuju kesehatan adalah jalan pengetahuan. Mengabaikan pengetahuan adalah penyakit ~ kebijakan Cina

Jika Anda telah membaca apa yang kami tulis, setidaknya anda dapat merasa nyaman dimana anda telah banyak mendapat masukkan dan tidak lagi bodoh. Anda juga akan merasa nyaman karena keputusan yang anda buat, apakah melakukan kemo atau tidak, itu berdasarkan pada berbagai pengetahuan / pertimbangan, dan Anda tidak lagi membuta dipimpin ke pembantaian!

Bagi beberapa orang merasa bahwa membaca itu adalah hal yang membosankan dan umumnya mereka tidak suka membaca. Untuk orang-orang seperti ini mungkin menonton video adalah lebih baik ?  Dalam artikel review yang telah disebutkan di atas, anda telah membaca apa yang dikatakan para ahli onkologi dan dokter-dokter  tentang kemoterapi. Sayangnya para pemain yang paling penting – dalam hal ini para pasien – tidak muncul / hilang !

Jadi untuk membuat gambaran yang lengkap, kami akan memperkenalkan anda dengan serangkaian artikel tentang  apa yang dikatakan oleh para pasien itu sendiri tentang kemoterapi,. Pada bagian ini tidak akan ada banyak kata-kata tulisan. Malahan sebaliknya, lebih baik anda mendengarkan para pasien itu sendiri berbicara !   Ini adalah artikel kami yang pertama pada seri ini.

Jadi, sekarang tidak ada alasan lagi untuk mengatakan bahwa anda tidak tahu !

PRESENTASI  KASUS

Kasus 1: Sepupu nya meninggal setelah kemo untuk kanker limfoma nya.

Gu ( M956 ) adalah seorang  pria berusia 59 dari Medan, Indonesia. Pada awal Maret 2010, ia mengalami batuk-batuk disertai darah dalam dahak nya. Dia juga menderita sesak nafas. CT-scan thorax pada 25 Maret 2010 menunjukkan adanya cairan di paru sebelah kanan, sehubungan dengan collapse (kempes) nya bagian kanan bawah dari paru-parunya. Gu kemudian menjalani penyedotan cairan dari lapisan pembungkus paru-parunya. Setelah pengeluaran cairan, ia merasa lebih baik. Gu dijadwalkan untuk pemeriksaan endoskopi untuk lebih mempertegas lebih lanjut masalahnya. Keluarganya diberitahu ini kemungkinan kanker stadium 4.  Bilamana memang kasusnya demikian, ia akan disarankan untuk menjalani kemoterapi.

Karena, setiap orang dalam keluarga itu tidak setuju terhadap kemoterapi, Gu memutuskan untuk tidak melanjutkan dengan pemeriksaan medis lebih lanjut.

Mengapa dia menolak kemoterapi ? Sepupu-nya menderita limfoma dan menjalani kemoterapi. Setelah ” berhasil ” menyelesaikan kemoterapi, ia kemudian meninggal.

 

Kasus 2: Menantu laki-laki berusia 43 tahun meninggal setelah delapan siklus kemoterapi untuk kanker usus besar.

M 918 adalah seorang wanita berusia 71 tahun dari Aceh, Indonesia. Pada awal 2010, ia mengalami batuk-batuk. Dengan pengobatan dari dokter, batuknya datang dan pergi. Kemudian pada bulan November 2010, ia mengalami batuk  dengan darah. Pada bulan Februari 2011 ia datang ke Penang untuk pemeriksaan lebih lanjut.

CT scan di rumah sakit swasta menunjukkan adanya nodularity dan gambaran yang berkabut dalam paru-paru kiri serta penebalan pleura. Dia diberitahu bahwa itu adalah pertumbuhan sel kanker. Tidak puas dengan penjelasan tersebut, ia pergi ke rumah sakit swasta lainnya untuk mencari pendapat kedua. Kemudian dilakukan CT scan ulang diikuti oleh biopsi. Hal itu menegaskan bahwa dia menderita kanker paru-paru. Dan dia diminta untuk menjalani kemoterapi. Dia menolak dan datang ke CA Care pada tanggal 20 Februari 2010.

Kenapa ia menolak kemoterapi: Dia berkata: ” Saya tidak mau kemoterapi … saya takut. Menantu saya, sebelumnya dia baik-baik saja tapi setelah kemo, dia meninggal. Dia menderita kanker usus besar. Dia tampak sehat. Ini terjadi pada tahun 2006.  Dia telah menjalani delapan siklus kemoterapi setelah itu ia meninggal. Kondisi dia itu sehat, kuat … mampu membawa barang-barang berat pada saat bekerja. Dan dia baru berumur 43 tahun. Itulah sebabnya saya tidak mau menjalani kemo.  ” Saya takut. ”

 

Kasus 3: Seorang Ibu meninggal setelah kemoterapi untuk kanker payudara.

H561 adalah seorang wanita Malaysia berumur 35 tahun. Pada bulan Februari 2011, dia menemukan adanya benjolan di payudara kanannya. Kemudian dia menjalani operasi lumpectomy. Itu adalah termasuk kategori kanker ganas  ( invasive ductal carcinoma ) NOS with ductal carcinoma in situ (comedocarcinoma). Empat kelenjar getah bening yang terinfeksi kanker telah diambil. Tumor tersebut  positif  terhadap  test  p53, C-erbB-2, estrogen dan progesterone receptor. Kemudian dia diminta untuk menjalani kemoterapi dan radioterapi. Dia menolak dan datang ke CA Care pada tanggal 15 Maret 2011.

Kenapa ia menolak kemoterapi: Ibu saya, karena kanker payudara, telah meninggal dunia. Saya menatapnya saat berbaring di tempat tidur, dia tidak bisa bangun … ini yang tidak saya inginkan.

Ibu saya waktu itu berumur 56 tahun. Dia terkena kanker payudara dan menjalani operasi pengangkatan. Seluruh payudaranya diangkat. Lalu ia menjalani kemoterapi di Singapura. Setelah itu kembali ke Johor Baru dan menjalani kemo lagi … lalu ke Kuala Lumpur dan menjalani kemo lagi. Kemudian ahirnya ia kembali lagi ke Johor Baru, untuk menunggu waktunya dan meninggal.

Ketika pertama kali didiagnosis, kankernya tidak menyebar ke organ lain. Dia masih kuat dan oke. Namun setelah kemo di Singapura kankernya menyebar ke organ hati nya. Setelah selama tiga tahun menjalani kemoterapi terus menerus, keluar – masuk  rumah sakit – ahirnya dia meninggal.

Maaf:  Seorang onkologi yang sangat terkenal di Singapura mengatakan: ” Sel-sel kanker tersebut tipe yang sangat agresif. ” Saya belum pernah melihat yang agresif nya  seperti yang satu ini ! ”

Sekarang giliran anda, dokter telah  meminta anda untuk melakukan kemoterapi dan radioterapi – Anda tidak  bersedia ?

Saya tidak mau.  Saya tidak mau mengikuti  jejak ibu saya !

 

Kasus 4: Kakak perempuan meninggal setelah kemoterapi untuk kanker usus besar.

H574 seorang laki-laki Malaysia berumur 40 tahun. Pada tahun 2007 dia didiagnosis terkena kanker usus Stadium 3.  Ia disarankan untuk menjalani kemoterapi normal i / v (intravena atau injeksi). Tetapi dia memilih obat kemo oral,yaitu Xeloda, sebagai gantinya. Dia menjalani total delapan siklus Xeloda dan menderita berbagai efek samping seperti: badan terasa panas, tidak bisa tidur, sakit pada tenggorokan, kehilangan nafsu makan dan merasakan lemas atau berkurangnya kekuatan.

Perawatan dengan Xeloda selesai pada bulan Februari 2008. Setelah itu ia merasa sakit dan mengalami kesulitan bernapas. Dia terpaksa mengonsumsi suplemen. Ia disarankan lagi untuk menjalani kemoterapi i / v  tapi menolak. Dia datang untuk minta pertolongan kami pada tanggal 3 April 2011.

Mengapa dia menolak kemoterapi: ” Dokter meminta saya untuk kembali dan melakukan kemo. Saya tidak mau. Kakak perempuan saya mempunyai kasus yang sama – kanker usus besar, menjalani kemoterapi, lalu menyebar ke hati dan kemudian mati “.

“ Kakak perempuan saya berumur 50-tahun, dia menderita kanker dua tahun yang lalu.”  Dia terkena kanker usus besar, dioperasi, lalu kemoterapi dan setelah itu kankernya menyebar ke hati. Sebelum dioperasi kanker nya tidak  ada di hatinya. Setelah enam kali kemo, kemudian menyebar ke hati. Dokter nya berkeinginan untuk mengoperasi hatinya. Dia menolaknya. ” Setelah beberapa bulan kemudian ia meninggal. ”

” Saya juga terkena kanker usus besar, tiga tahun lalu – beberapa bulan lebih awal dari kakak saya …”

 

Kutipan :

  • Pelajarilah semua yang anda dapat dari kesalahan orang lain. Anda tidak akan punya waktu untuk mempelajari semuanya sendiri. ~Alfred Sheinwold
  • Segala sesuatu yang telah dikatakan sebelumnya, tapi karena tidak ada yang mendengarkan kita harus selalu kembali dan mulai dari semula lagi. ~Andre Gide, Le traite du Narcisse , 1891
  • Orang bijak belajar dari pengalaman orang lain; orang bodoh belajar dari dirinya sendiri. Pepatah ~ Kuno

Kanker Payudara: Pesan Ilani – Belajar dari kesalahan saya, jangan lagi menjalani kemo

KUALA LUMPUR (Feb 24, 2011): Ketua Komite untuk Mempromosikan Masalah Pemahaman dan Kerukunan Antar-Agama, Datuk Ilani Isahak, meninggal hari ini setelah berjuang melawan kanker payudara selama lima tahun terakhir.  Ilani, 58 tahun, telah menghembuskan nafas terakhir nya sekitar jam 6 pagi di Universiti Kebangsaan Malaysia Medical Centre ( PPUKM ).

Sumber: http://www.sun2surf.com/article.cfm?id=57980

The Star melaporkan: Ketua Komite Kerja Untuk Masalah Hubungan Antar Agama, Datuk Ilani Isahak meninggal setelah tiga tahun berperang  melawan kanker payudara. Ilani telah berada di rumah sakit sejak tanggal 23 January 2011. Seluruh keluarganya sudah berkumpul bersama saat dia mengembuskan nafas terakhirnya, demikian menurut penjelasan dari kakak kandungnya Dr Amir Farid Isahak.

Sumber : http://thestar.com.my/news/story.asp?file=/2011/2/24/nation/20110224105738&sec=nation http://www.thestaronline.com/news/story.asp?file=/2011/2/25/nation/8137635&sec=nation

PENJELASAN  DARI  KAKAK  KANDUNG NYA :

Pada tanggal 2 Maret 2011, saya menerima e-mail dari Dr Amir Farid. Saya meminta izin kepada Dr Amir untuk menyalin kembali e-mail-nya (tentunya tanpa mencantumkan namanya). Ini adalah jawabannya: “Ya, anda bisa mengutip e-mail saya, dengan mencantumkan nama saya. Hal tersebut akan memberikan kredibilitas dibandingkan dengan kutipan tanpa nama.”  Inilah kelanjutan dari e-mail-nya kepada saya.

Salam,

Terima kasih untuk mau berbagi, dan juga atas banyaknya artikel yang telah anda tulis dan telah menjadi masukkan yang tak ternilai bagi saya. Artikel-artikel saya untuk The Star telah disensor ketika mulai mengkritik tentang kemoterapi. Untungnya mereka tidak bisa melakukan sensor semuanya, jadi beberapa masih bisa masuk.

Saya bingung sekali karena adik saya sendiri Dato Hajjah Ilani baru saja meninggal pekan lalu setelah menjalani kemoterapi selama tiga tahun. Dia mengikuti semua saran yang diberikan oleh dr.onkologi nya . Setiap kali, setelah berdiskusi dengan saya, ia  memutuskan ” tidak ada kemo lagi “, tapi setelah kunjungan berikutnya dengan oncologist, ia kemudian memberitahu saya  “oncologist mengatakan bahwa saya betul-betul perlu untuk menjalani kemoterapi lagi, jadi saya menyetujui nya “.

Dalam tiga tahun ini ia telah menjalani banyak program kemo. Dia juga diberikan begitu banyak dosis Herceptin, yang ternyata salah pemberian karena kemudian mereka mengatakan kepadanya bahwa laporan nya salah. Dia diberikan pula beberapa dosis Avastin, yang sebetulnya sudah ditarik penggunaan nya dalam pengobatan kanker payudara oleh US FDA pada bulan Desember 2010, karena kerusakan yang ditimbulkan  melebihi apapun dari semua unsur yang baik.

Anda dapat membayangkan sejauh apa semua kehancuran itu telah terjadi kepada tubuhnya. Dia menjalani kemo sampai bulan Desember 2010. Hanya ketika dia sampai dalam kondisi yang buruk pada bulan Januari 2011, dia memutuskan untuk tidak mejalani kemo lagi. Pada saat itu juga ahli onkologi nya  memutuskan bahwa dia termasuk kasus yang sudah tidak ada harapan lagi dan disarankan untuk menjalani perawatan paliatif saja.

Diatas tempat tidur (ahirnya menjadi tempat tidur  kematiannya), dia berkata kepada saya ” belajar dari kesalahan saya, jangan lagi menjalani kemoterapi “.  Apakah Anda berpikir Star akan mencetaknya jika saya menceritakan hal ini? Tidak akan sama sekali. Sayangnya, banyak lagi yang akan diyakinkan oleh para ahli onkologi mereka, bahwa kemoterapi adalah ” mutlak diperlukan “.

Dr Amir.

(Catatan: Dr Amir Farid Isahak adalah konsultan medis senior / dokter ahli kandungan. Dia juga seorang Master Chikung dan Master Reiki. Dia adalah Presiden Pendiri dari Asosiasi Guolin Chikung Malaysia dan juga Wakil Presiden dari Asosiasi Reiki Malaysia).

RESPONS  DARI  PEMBACA.

Kepada Yth  Dr Amir, saya turut berduka cita  mendengar berita tentang wafatnya  adik anda Ilani. Kehilangan seorang adik yang menderita kanker payudara (yang menjalani kemoterapi) saya dapat membayangkan bagaimana perasaan anda … dapat saya katakan kepada anda bahwa hal ini tidak akan mudah bagi anda mulai saat ini, terutama dari posisi anda “ yang memiliki hak-hak istimewa ” sebagai dokter yang percaya pada pengobatan komplementer.Dan karena kita berada di “ bisnis untuk membantu penderita kanker” bersiaplah untuk menghadapi ujian  … bagaimana bisa, anda sampai tidak bisa membantu adik sendiri eh?

Selamat bergabung. Secara pribadi, saya belajar banyak dari pengalaman adik saya dan kemudian  saya gunakan untuk memotivasi pasien kanker lainnya. Saya kira anda akan melakukan hal yang sama yaitu melaksanakan” amanat “ dari adik anda. Mereka telah pindah dari tempat persinggahan mereka di bumi ini dan semoga Allah memberkati jiwa mereka dan memberi mereka kedamaian.

KOMENTAR

Terima kasih Dok. sudah mau berbagi dengan kami. Dato Hajjah Ilani bukan satu-satunya orang yang meninggal setelah gagal berperang. Disana ada (dan akan) lebih banyak lagi pasien seperti dia. Satu- satunya tanggapan saya terhadap episode ini adalah  mengangkat tangan saya dalam keputus- asaan.  Tetapi tentu saja, saya tidak akan menyerah !

Pesan Dato Illani’s adalah: Belajar dari kesalahan saya, jangan lagi menjalani kemo. Dan kita akan memberitahu dunia mengenai hal itu !  Tapi biarlah saya katakan ini dengan tegas dan jelas: Ini bukan untuk saya ataupun CA Care untuk memberitahu Anda, pasien kanker, apa yang harus dilakukan – untuk menjalani atau tidak menjalani kemo. Itu harus menjadi keputusan Anda sendiri.

Tanggung jawab kami adalah untuk memberikan anda informasi yang kredibel. Bacalah tulisan ini dan kemudian buatlah keputusan sendiri. Ini menyangkut hidup anda sendiri dan hanya andalah yang akan mendapatkan keuntungan atau penderitaan dari keputusan yang telah anda buat tersebut.

Inilah cotohnya jika-obat kemoterapi tumpah ke tangan anda yang tidak dilindungi. Apa yang akan terjadi jika sebotol penuh obat ini dipompa ke dalam tubuh Anda?

Nah seperti inilah jadinya  jika dokter  telah “membuat anda berantakan”.

Gambar di bawah ini: Seorang pasien dari  Indonesia berusia 73 tahun menjalani mastektomi. Tiga bulan kemudian (bukan tahun!) kanker nya muncul kembali. Dia kemudian menjalani kemoterapi dan radioterapi. Perawatan dihentikan setengah jalan karena kondisnya melemah dan tidak bisa berjalan. Apakah ini yang disebut-sebut metode yang telah terbukti secara ilmiah tersebut ? Apakah lebih baik dari minyak ular? ( snake oil ) Bagaimana jika anda tidak Melakukan Apapun ?

 

Beberapa dari Anda mungkin akan berkata kepada saya : “Tapi anda bias. Anda hanya menulis tentang hal-hal yang buruk  saja … bagaimana tentang sisi baik dari kemo?”          Mungkin bisa jadi anda benar !  Soalnya semua pasien yang datang dan menemui saya pada umumnya kasus yang gagal – setelah kemoterapi atau radiasi tidak dapat menyelamatkan mereka lagi !  Para pasien yang sukses tentu tidak datang untuk menemui saya. Maaf, saya hanya bisa melihat sisi jelek dari  perawatan medis.

Namun, pertanyaan saya adalah: “Mengapa terdapat begitu banyak kasus buruk ? ”  Tidak bisakah  apa yang disebut pengobatan ilmiah tersebut berbuat lebih baik dari itu.?  Kemudian  saya ingin bertanya lagi: ” Apakah saya salah  atau  saya mengatakan yang tidak sebenarnya – masih jugakah saya dikatakan bias ? “

FAKTA-FAKTA  DAN  PENDAPAT  PARA  AHLI.

Saya sarankan anda mengunjungi website kami: http://cancercareindonesia.com/category/breast-cancer/ sebelum anda melemparkan batu  pertama. Baca dan dengarkan sendiri apa yang dikatakan oleh orang- orang ini tentang kanker payudara. Kemudian baca buku-buku tentang kanker payudara. Marilah kita mulai dengan mengamatinya :

Di dalam buku saya, CA Care Experience with BREAST CANCER, saya telah menjawab pertanyaan yang paling penting ini: Efektifkah Kemoterapi ? Izinkan saya mengutip apa yang saya tulis:

Graeme Morgan & Associates (Clinical Oncology 16:549-560; 2004)  menulis :

  • Kontribusi keseluruhan dari kemoterapi curatif dan adjuvant therapy, terhadap kelangsungan hidup 5 tahun pada orang dewasa diperkirakan sebesar 2,3% di Australia dan 2,1% di Amerika Serikat.

Di Australia, dari 10.661 orang yang menderita kanker payudara hanya 164 orang yang bertahan hidup selama5 tahun karena kemoterapi. Ini menggambarkan hanya 1,5 % kontribusi dari kemoterapi untuk dapat bertahan hidup.

Eva Segelov dalam sebuah editorial (Australian Presciber 29:2-3; 2006) menyatakan bahwa:

  • Kemoterapi telah mengalami kejenuhan dalam penjualannya ( oversold ). Kemoterapi hanya meningkatkan kelangsungan hidup kurang dari 3% pada orang dewasa yang mengidap kanker.

M. Veroort & Associates (British J Cancer 19:242-247; 204)  menyimpulkan bahwa:

  • Pengurangan kematian pada kanker payudara yang disebabkan oleh praktik-terkini dalam pemberian tamoxifen ( adjuvant therapy) dan kemoterapi adalah 7%.

Guy Faguet ( The War on Cancer: An anatomy of failure …)  menulis :

  • Sebuah analisa objektif dari kemoterapi kanker selama tiga dekade terakhir ini menunjukkan bahwa, meskipun biaya yang dikeluarkan oleh orang-orang dan institusi keuangan sangat banyak , paradigma mengenai pembunuhan sel kanker telah gagal untuk mencapai tujuannya … dan penaklukan kanker tetap menjadi tujuan yang jauh dari harapan dan sukar dipahami.
  • Kemoterapi untuk kanker didasarkan pada dasar pikiran yang cacat dengan tujuan yang tak dapat dicapai, sifat untuk merusak sel dari kemoterapi dalam bentuk yang sekarang tidak akan dapat memberantas kanker dan tidak juga meringankan penderitaan.

Di dalam buku saya, Understanding Cancer War and Cure, saya mengutip pendapat para ahli sebagai berikut:

Dr. John Lee, penulis What Your Doctor May Not Tell You About Breast Cancer, menulis :

  • Kemoterapi adalah suatu usaha untuk meracuni tubuh yang hanya mempersingkat kematian dengan harapan untuk membunuh kanker sebelum seluruh tubuh terbunuh.
  • Kebanyakan tidak berhasil.

Alan Levin, profesor imunologi,dari University of California Medical School mengatakan :

  • Kebanyakan penderita kanker di negara ini mati karena kemoterapi.
  • Kemoterapi tidak dapat melenyapkan /membunuh  kanker payudara ,kanker usus besar ataupun kanker paru-paru.
  • Fakta ini telah didokumentasikan selama lebih dari satu dekade.
  • Namun dokter masih menggunakan kemoterapi untuk tumor-tumor ini.
  • Wanita dengan kanker payudara yang menjalani kemoterapi cenderung mati lebih cepat  daripada tanpa kemoterapi.

Dalam bukunya, Enter the Zone, Dr Barry Sears menulis :

  • Semua orang tahu bahwa obat kanker yang ada saat ini amat buruk. ~ Wolfgang Wrasidlo, direktur pengembangan obat, Klinik Scripps, La Jolla, California, pg. 164
  • Pengobatan untuk kanker yang ada sekarang ini mungkin yang paling biadab dalam dunia kedokteran modern ini, pg. 166. 166.

Tinggal dekat rumah, seorang dokter onkologi terkenal di Singapura – Dr. Ang Peng Tiam, membuat tulisan ini yang dimuat dalam suratkhabar The Straits Times, Mind Your Body Supplement, halaman 22, tanggal 29 November 2006 :

  • Onkologi tidak seperti spesialis medis yang lainnya di mana melakukan pekerjaan dengan baik adalah suatu norma. Dalam onkologi, bahkan memperpanjang hidup pasien selama tiga bulan sampai satu tahun telah dianggap suatu prestasi.
  • Mencapai kesembuhkan adalah seperti menarik jackpot.
  • Tidak semua kanker dapat disembuhkan.

Bagi seorang pasien untuk menerima kesembuhkan adalah seperti menarik jackpot.  Dapat ?  Tapi,tunggu sebentar dan mari kita bertanya : Siapa yang lebih cenderung menarik tongkat jackpot pertama kali ? Pasien atau ahli onkologi ?  Baca cerita ini: http://cancercareindonesia.com/2011/03/01/breast-cancer-she-died-even-after-multi-million-dollar-medical-bill/

Komentar terakhir saya,

Waspadalah terhadap Propaganda oleh Media Massa

Apakah anda pikir Surat Kabar, Majalah dan berita TV News, menyajikan informasi medis secara wajar dan objektif ?  Pikirkan lagi.

Propaganda Medis sudah merajalela. Tujuannya adalah untuk menyesatkan, membingungkan dan memaksa Anda untuk mendukung pengobatan konvensional dan meningkatkan perlombaan dalam indutri obat kanker. ~ Burton Goldberg, An alternative medicine definitive guide to cancer.

Pengobatan Kanker Payudara: Lobular Carcinoma, Stadium 2: Pengalaman Seorang Pasien

Nini, wanita, 38 tahun dari Indonesia. Pada bulan September 2008, dia merasa benjolan dipayudaranya. Dia pergi ke Guangzhou, Cina untuk mastectomy radikal. Setelah operasi, Nini terima 3 siklus kemoterapi intra-arterial. Setelah tiga siklus Nini menderita efek samping dan dia memutuskan untuk menghentikan pengobatan. Dia diminta untuk menjalani radioterapi (25 kali). Dia menolak. Ia diminta untuk mengambil tamoxifen. Dia menolak.

1     Ringkasan kasus dan bagaimana saya temukan CA Care

2     Penemuan benjolan di payudara

3     Pergi ke Cina lebih baik daripada Singapura

4     Prosedur kemoterapi intra arterial


5     Memutuskan pulang dengan segera setelah kimo ketiga

6     Dokter kata bisa sembuh 100 persen tetapi saya merasa tertipu

7     Akibat sampingan kemoterapi  (Lidah menjadi pendek / Otak kemo)

8     Nasehat kami

 

Bagaimana anda merasa setelah kehilangan payudara?

  • Operasi tidak menyembuhkan kanker jika sudah menjalar
  • Apakah dokter menasehatkan anda tentang makanan?

Ikutilah apa kata hati anda