Kanker Prostat dengan Urin Berdarah: Tiga bulan Mengkonsumsi Obat Herbal PSA Turun Menjadi 0,5.

Saat itu adalah siang hari ketika Chris menerima telepon dari Pete (nama samaran), seorang pria berusia 65 tahun yang menderita kanker prostat. Berikut adalah semua yang dapat kami kumpulkan dari surat dokter yang di faks ke kami:

PSA= 61,8. Pemeriksaan MRI mengindikasikan adanya pembesaran prostat dengan gambaran seperti BPH (Benign Prostate Hiperplasia = hiperplasia kelenjar prostat jinak). Sebagai tambahan ada gambaran yang sangat mencurigakan dari neoplasma yang meliputi seluruh bagian tepi sebelah kanan dan juga terdapat fokus mencurigakan pada tepi kiri sebelah kiri. Terdapat kerusakan pada kedua vesikula seminalis. Terdapat lesi mencurigakan pada T11.  Penampilan secara keseluruhan adalah karsinoma prostat metastatik.

Dokter telah menjelaskan pada Pete dan istrinya bahwa sayangnya pengobatan radikal sudah tidak cocok lagi.

Setelah dua minggu mengkonsumsi obat herbal, kami diberitahu bahwa urin Pete tidak lagi mengandung darah.

Pada 12 Juni 2002, yaitu setelah tiga bulan mengkonsumsi obat herbal, kami menerima sebuah faks dengan pesan sebagai berikut:

Kemarin, Mei 28, 2002, kami menerima berita yang membuat kami merasa sangat bersyukur kepada Tuhan. Tes PSA pertama yang dilakukan tiga bulan setelah terapi hormon awal telah menunjukkan penurunan drastis. Pembacaan pada Januari adalah 107… dokter umum senior dan sangat berpengalaman yang  berpraktek pada daerah tempat  tinggal saya mempunyai harapan akan penurunan 50% pada periode akhir 3 bulan, yaitu, 53,5. Faktanya, PSA saya telah turun drastis sampai 0,5 (ya, nol koma lima). Menurut dokter umum kami dan konsultan ahli urologi yang kami temui kemarin siang, ini adalah pengecualian dan sangat menyimpang dari kemungkinan yang ada.

Untuk menambahkan ini pada konteks… konsultan kami yang berumur 55 tahun lebih kemarin menyatakan bahwa semasa hidup dalam prakteknya belum pernah dia menyaksikan dan mengalami grafik PSA yang seagresif ini dan pada pertemuan terakhir kita dia tidak merasa optimis dengan kankernya sama sekali baik untuk dikontrol atau dikalahkan.

Dia mengunakan kata-kata seperti luar biasa, sempurna. Ini sebagus seperti yang didapat dan keduanya sangat terkejut dan bahagia dengan kondisi saya sekarang. Kami bersyukur pada Tuhan atas semua kuasa-Nya.

Komentar

Dokter Pete benar. Ini adalah mengagumkan dan selama hidupnya sebagai seorang dokter belum pernah dia melihat kesembuhan sehebat ini! Ya, tidak heran, Pete adalah satu-satunya pasien dari Inggris yang mempunyai akses ke obat herbal kami!

Pete tidak menulis kepada kami tentang kesembuhan ini. Surat faks nya dikirimkan kepada seluruh temannya mengumumkan berita gembira ini. CA Care “kebetulan” menerima satu kopi. Akan lebih bagus (saya pikir benar dan membantu) jika dokter umum diberitahu bahwa Pete juga mengkonsumsi obat herbal. Jika injeksi hormonal diharapkan akan memberikan penurunan 50% pada kadar PSA (yang pada awalnya, dokter bahkan tidak optimis pada kasus ini) kemudian dengan obat herbal dan injeksi, efeknya meningkat melampaui perkiraan. Saya kira fakta ini perlu diberitahu pada dokter umum yang bersangkutan jadi dia mengerti apa yang terjadi. Tidakkah anda berpikir begitu? Bukankah ini adalah sebuah cara untuk membantu orang lain setelah anda dibantu? Mengatakan sebenarnya apa yang terjadi.

Kami tidak bermaksud untuk mengambil keuntungan dari penyembuhan ini. Kami percaya semua kesembuhan datang dari Tuhan, Yang Maha Kuasa dan kami bersyukur dan senang untuk Pete dalam kasus ini.

Penyembuhan Menakjubkan Kanker Pankreas

Ini merupakan sepucuk surat yang saya terima dari Koreena Mabalot Locke (penggunaan nama sebesarnya dengan ijin) pada 27 Februari 2003.

Yth. Dr. Teo,

Saya menuliskan ucapan terima kasih kepada anda atas semua bantuan yang telah diberikan oleh organisasi dan ramuan anda kepada saya dan ayah saya. Ayah saya, Conrado Mabalot, yang berasal dari Filipina, terdiagnosis kanker pankreas pada pertengahan 2002. Tumor itu sangat besar, berukuran 18 x 13,4 x 2,4 cm dan menekan semua organ internal lain. Dokter di Baguio City, Filipina, mengatakan kanker itu tidak dapat dioperasi dan tidak akan menyarankan kemoterapi karena dia sudah tua.

Dalam percakapan saya, Koreena mengatakan bahwa dokter melakukan operasi buka dan tutup. Sebatang pipa bypass dipasang, yang bergantung keluar dari lambungnya. Dalam terminologi medis, ini dikenal sebagai gastrojejunostomy. Dokter juga mengatakan kepada ibunya bahwa dia hanya mempunyai 3 hingga 6 bulan untuk hidup dan mengatakan, Apapun yang ingin dimakannya, berikan saja. Ini kedengaranya seperti nasehat putus asa.

Saya mengetahui tentang CA Care melalui dua dari buku-buku anda yang dipinjamkan kepada saya oleh seorang teman ahli farmasi. Pada saat itu dia memberitahu bahwa metode anda agak radikal bila dibandingkan dengan profesi medis. Penggunaan  rodent tuber sebagai bagian dari pengobatan ramuan anda belum sepenuhnya diterima.

Suami saya mendorong  untuk menghubungi anda setelah membaca buku-buku anda. Sesuai prognosis  yang diberikan oleh dokter Filipina yaitu 3 hingga 6 bulan untuk hidup, suami saya mengatakan bahwa tidak ada lagi beban dalam mencoba sesuatu yang radikal. Jadi saya mengirim anda faks, dengan nomor yang tercetak dalam buku anda. Saya mendapatkan jawaban yang mengarahkan saya menuju Khadijah dan Johan dan selanjutnya saya beralih ke mereka untuk bantuan lebih lanjut.

Kami mengirim ramuan ke Filipina dan selanjutnya sebulan kemudian kami mengunjunginya dirumahnya di Agoo, La Union, Filipina. (Ini barangkali merupakan kali terakhir saya akan dapat melihat ayah saya hidup, Jadi kami melakukan perjalanan khusus ke Filipina ini karena dokter mengatakan bahwa dia akan segera mati). Saya menjelaskan metode pemasakan teh dan bagaimana mengkonsumsinya. Tentunya, semua ini telah dijelaskan oleh kelompok anda yang sangat membantu di Subang. Kami terus mengirimnya sejumlah ramuan dan kapsul secara rutin setiap bulan.

(Setelah meminum ramuan itu, jaringan seperti daging hancur membusuk mengalir melalui pipa.Jaringan itu berbau sangat busuk. Warnanya coklat sangat gelap. Jaringan-jaringan busuk ini terus mengalir dari pipa selama beberapa minggu).

Pemulihan ayah saya adalah, bila saya bisa menggunakan kata itu, MENAKJUBKAN. Setelah 2 bulan meminum ramuan dia mulai makan dan memperoleh kenaikan berat badan. Dia memperoleh kekuatannya dengan cepat sekali. Pada akhir bulan keempat, ibu saya dan kerabat saya mengatakan kepada saya bahwa dia lebih kuat dibanding setahun lalu. Pada Januari 2003, ayah saya menjalani check-up (ultrasound scaning). Seperti yang dijelaskan oleh ibu saya, para dokter itu sendiri tidak mempercayai hasilnya.Sama sekali tidak ada tanda tumor atau pertumbuhan. Saya melompat gembira. Saya harus mengakui bahwa sebelum ultrasoundscan, kami gembira bahwa ayah saya merasa baik, tetapi deberitahu oleh dokter yang mengherankan bahwa mereka tidak dapat menemukan apapun yang salah pada dirinya,adalah sangat mengejutkan.

Semua anggota keluarga dari seseorang yang terdiagnosis C besar dapat merasa tak berdaya. Bahkan dengan terapi-terapi  konvensional yang diberikan oleh kalangan rumah sakit, total pemulihan tidak pernah dipastikan. Setelah melaporkan kepada anda secara pribadi diagnosis check-up ayah saya, saya menyadari bahwa bahkan anda tidak ingin mengakui bahwa penyembuhan adalah 100%…. Saya berkeinginan mengucapkan terima kasih kepada semua orang di CA Care di Subang -Khadijah, Johan dan Patrick dan sangat khususnya kepada anda, Dr. Teo – atas bantuan dan pemahaman yang diperlihatkan kepada saya dan keluarga saya pada saat membutuhkannya.

Terima kasih banyak. Koreena

Tumor Otak Mengecil Dengan Herbal

  • Pada 2002 terdapat cairan di otak (hidrosefalus) dan didiagnosa dengan pineositoma.
  • Sebuah V-P shunt dipasang tetapi kambuh 6 bulan kemudian
  • Pemasangan kembali V-P shunt karena sebelumnya pasang di tempat yang salah.
  • Tidak ada pengobatan lanjutan – tunggu dan observasi.
  • Pada 2004 – tumor berkembang menjadi besar. Ahli bedah saraf menyarankan radioterapi karena tumor yang membesar bisa membunuh dia. Menolak radioterapi dan menjalani pengobatan dengan obatan herbal.

Kemajuan perkembangan tumor dari 2002-2007

Tanggal MRI                                Ukuran Tumor (cm)

1 November 2002                         1,5 x 2,0 x 2,1

9 Oktober 2003                            2,0 x 2,6 x 2,6

8 Oktober 2004                            2,5 x 2,7 x 3,1

Hukum tunggu dan observasiUkuran tumor meningkat 231% (?)

Pertanyaan: Akankah tumor berkembang lebih jauh lagi tahun depan?

Mulai pengobatan herbal, 17 Oktober 2004

14 Oktober 2005                          2,0 x 2,0 x 3,5

7 November 2006                         1,5 x 2,5 x 3,0

20 Oktober 2007                          1,4 x 1,9 x 3,0

Hasil: Ukuran tumor menurun 43% (?)

Pasien normal.

 

Leukemia: Suatu Kesembuhan Yang Ajaib

Pak Jam, dari Aceh, Indonesia, datang ke Penang pada tanggal 7 Desember 2009. Istrinya, Nur didiagnosis dengan AML (leukemia myeloid akut) pada bulan Juli 2009. Setelah minum obat dari CA Care, saat ini kesehatan Nur mengalami kesembuhan dengan sangat baik.

Berikut ini adalah kisah yang penuh menakjubkan dari pemulihan kesehatan Nur untuk berbagi pengalaman dengan kalian semua.

Pak Jam dari Aceh, Indonesia, datang ke Penang pada tanggal 7 Desember 2009. Istrinya, Nur didiagnosis dengan AML (leukemia myeloid akut) pada bulan Juli 2009. Setelah minum obat dari CA Care, saat ini kesehatan Nur mengalami kesembuhan dengan sangat baik.

Empat bulan lalu, Nur dirawat di rumah sakit selama 15 hari dan menjalani 5 siklus kemoterapi di sebuah rumah sakit swasta di Penang. Kondisinya tidak membaik, tetapi malah menjadi lebih buruk. Walaupun sudah berobat di rumah sakit, untuk batuk nya pun tidak dapat disembuhkan selama 15 hari itu. Total biaya perawatan sebesar RM 30.000 dan keluarga sudah kehabisan dana, meskipun meminjam dari teman dan keluarga. Pak Jam tidak punya pilihan selain dan terpaksa mengeluarkan Nur dari rumah sakit dan datang untuk mencari bantuan kami.

Pak Jam berkata: Ketika saya sedang dalam perjalanan ke bandara membawa istri saya pulang, Saya berdoa semoga dia dapat selamat dalam perjalanan ke Medan. Tolong jangan sampai mati diPenang atau di bandara. Jika ia berakhir di Medan, setidaknya saya bisa membawa pulang dengan mobil tanpa banyak kerumitan. Istri saya hampir tidak dapat bergerak dan saya harus menggerakkan miring di kursi roda dengan kepala terangkat ke dadaku. Di pesawat saya berusaha untuk meletakkan kepalanya diatas pangkuan. Ketika kami sampai ke Medan, kami beristirahat selama 2 hari sebelum meneruskan perjalanan (14 jam) ke Aceh. Dalam perjalanan pulang ia jatuh pingsan.

Setelah mengambil ramuan herbal CA Care (Capsule A, Leuk 1 dan Leuk 2 teh herbal dll , dan tanpa obat dokter lagi) Nur mulai pulih. Kesehatannya membaik terus setiap hari. Dia sekarang dapat berpartisipasi dalam tugas-tugas rumah, termasuk memasak untuk keluarga dan membawa cucunya – sesuatu yang dia tidak bisa melakukan sebelumnya. Chris berkata kepada Pak Jam: Saya kagum, itu adalah berkat Tuhan. Pak Jam menjawab: Ini adalah usaha Anda tetapi Allah yang menyembuhkan.

 

Massa Di Ginjal Menghilang Secara Ajaib Setelah Mengkonsumsi Obat Herbal

Sam (nama samaran) mempunyai massa di ginjal tidak lama setelah menjalani operasi untuk kanker kolon. Dia diresepkan obat kemo oral yang mana dia menolak untuk dikonsumsi. Dia memilih obat herbal dan dalam 2 minggu massanya menghilang! Dengarkan ceritanya…

Sam lelaki berumur 74 tahun dari Singapura. Dia telah menjalani operasi untuk mengeluarkan tumor kolon berukuran 8 x 4 cm pada Oktober 2005. Laporan patologis mengindikasikan ”adenokarsinoma berdiferensiasi sedang menyebar ke dalam lapisan lemak subserosa tanpa metastasis kelenjar getah bening”. Batas reseksi bebas dari jaringan tumor. Tidak ada yang terjadi setelah operasi dan Sam sembuh. Cek follow-up dengan CT-Scan pada 21 Februari 2006, mengindikasikan ”massa baru adrenal kiri berukuran 4,5 x 3,6 cm”. Ini adalah metastasis yang mencurigakan.

Berhubung massa di ginjal, Sam diminta untuk menjalani kemoterapi – – baik melalui injeksi intravena maupun obat oral. Sam memilih obat oral. Setelah menebus obat-obatan, dia diberitahu efek samping dari obat tersebut. Terkejut dengan fakta yang baru saja diketahui, Sam dan istrinya berdebat selagi dalam perjalanan pulang apakah sebaiknya obat itu dikonsumsi atau tidak. Sam akhirnya memutuskan untuk tidak mengkonsumsi obat kemo tersebut.

Segera setelah itu, seseorang sepertinya menemukan buku kami dan memberikannya kepada Sam, yang mana membaca buku tersebut. Dia memutuskan untuk mengirimkan adik perempuannya dan putrinya untuk datang dan mengunjungi kami. Misi mereka adalah untuk mengetahui lebih banyak lagi tentang terapi kami. Hasilnya mereka (adik dan putrinya) memutuskan bahwa Sam harus mengkonsumsi obat herbal kami tanpa penundaan lebih lanjut.

Dua minggu setelah mengkonsumsi obat herbal, Sam kembali untuk melakukan CT-Scan follow up. Laporan tertanggal 12 April 2006, menunjukkan ”tidak tampak adanya massa adrenal. ’Massa’ yang sebelumnya tergambar di regio suprarenal kiri merupakan artefak alami”.

Saya menerima sebuah e-mail dari putri Sam pada 13 April 06 dengan pesan ini: “Dia (ayah saya) mengunjungi ahli bedahnya … dan dengan kekaguman semua orang tidak terdapat lagi tanda dari bercak yang ada pada hasil scan terdahulu. Itu telah hilang dengan ajaib. Tidak perlu kami berkata kami juga melihat adanya kebaikan kerja dan campur tangan Tuhan disini”.

Sam, istrinya dan putrinya, datang menemui kami pada 11 Agustus 2006. sam tampak lebih bahagia, ramah, seorang lelaki sehat yang mampu berkeliling Korea, Taiwan, dan lain-lain tanpa masalah.

Ini adalah berita yang menggembirakan untuk dua alasan. Pertama, tumor Sam telah menghilang. Bayangkan saja apa yang bisa terjadi kalau dia menjalani kemoterapi? Kami melihat ini sebagai sebuah keajaiban – tetapi untuk beberapa orang ini cuma kebetulan atau keberuntungan belaka. Kedua, sekarang kita mempunyai kasus kemoterapi yang ”beralih” ke herbal. Lain kali jika anda diminta untuk menjalani kemoterapi, kenapa tidak meminta untuk menjalani ” tipe herbal”? Dan tetap lebih baik, kalau mereka mempunyai ”tipe organik”!

 

 

Suatu Cerita Kesembuhan dari Perancis

Pada Juni 2007 kami menerima sebuah email dari Fil (bukan nama asli) dari Perancis. Dia menulis dalam rangka  mencari bantuan untuk ayahnya yang berumur 77 tahun, Jak (bukan nama asli) yang telah didiagnosa dengan kanker kolon. Lima tahun sebelum didiagnosis terkena kanker kolon, dokter telah memberitahu bahwa ada yang salah dengan otaknya. Jak  sangat sering menderita vertigo.

Permasalahan Jak bermula dari perdarahan yang parah saat berada di toilet. Dia pun segera dimasukkan ke rumah sakit dan pada tanggal 1 Juni 2007 Jak menjalani suatu operasi pengangkatan bagian dari kolon sigmoid (bagian dari usus besar). Dalam suratnya, Fil menulis: Hari ini, dia berada dalam kondisi yang sangat jelek. Dia mencoba untuk bangun tetapi berjalan sangat sulit. Dia memerlukan bantuan. Dia lebih memilih untuk tinggal di tempat tidur. Ia tidak berselera untuk makan dan hanya memiliki sedikit harapan untuk kesembuhannya. Ia tidak ingin menjalani kemoterapi maupun radioterapi. Dia kehilangan massa otot dan akan memerlukan  pelatihan. Dia ingin hidup 5 tahun lagi supaya bisa melihat anak bungsunya menginjak umur 16 tahun.

Kondisi Jak adalah sebagai berikut:

  • Nyeri: di bagian perut. Kondisinya sangat jelek. Dia tidak cukup kuat berdiri dengan kedua kakinya.
  • Apakah anda bisa tidur? Ya, tidur cukup lumayan.
  • Apakah anda merasakan lelah? Ya, sangat lelah. Hampir tidak bertenaga.
  • Seberapa sering anda buang air besar? Sulit dan sembelit.
  • Bagaimana dengan selera makan anda? Sedikit sekali.
  • Apakah anda mempunyai kesulitan bernafas? Tidak.

Pada tanggal 23 Juni 07, Fil menulis: Beberapa hari setelah operasi, spesialis kanker bertemu dengan ayah saya dan bilang bahwa dia terlalu lemah untuk menjalani kemoterapi. Senin lalu, dokter itu kembali dan melihat dia berada dalam kondisi yang lebih baik tapi masih ragu apakah dia bisa menjadi “kandidat yang baik” untuk mengikuti pengobatan tesebut. Dokternya berbicara kepada saya melalui telepon.

Mengenai kemoterapi – untuk melakukan atau tidak melakukan, dokternya menyimpulkan: TANPA kemoterapi, kemungkinan hidup untuk 5 tahun lagi adalah 50%, tetapi DENGAN kemo, 65%. Dokternya dijadwalkan bertemu untuk ketiga kalinya dengan ayah saya pada tanggal 3 Juli. Saya tidak tahu keputusan apa yang bakal dia ambil. Bagaimanapun, dokter-dokter yang bertugas menangani ayah saya mencoba untuk mempengaruhi keputusan dengan menjelaskan bahwa operasi yang telah dilakukan berjalan dengan lancar dan akan lebih mantap lagi kalau diikuti dengan kemoterapi. Sesungguhnya, ayahku tidak terlihat siap untuk mengalami pengalaman-pengalaman buruk yang lain lagi.

Pada tanggal 26 Juni 07, Fil menulis lagi: Saya terus berusaha setiap hari untuk kesembuhan ayah saya. Akhir pekan lalu, saya telah berbicara dengan ayah dan ibu saya. Ayah saya akan kembali ke rumah pada kamis depan. Kami membuat keputusan yang konkrit: Tidak ada kemo, ayah saya akan mengikuti anjuran diet dan dia juga akan mengkonsumsi obat-obatan herbal dari dokter. Di samping itu, sekarang saya menjadi lebih terlibat dalam bidang kanker. Apakah anda siap untuk bekerja dengan saya dan menjadi pembimbing, guru, pemandu, semua itu??

Ini adalah balasan saya kepada Fil: Terima kasih untuk email anda. Ya, anda memang benar-benar seseorang yang mau belajar. Jangan kuatir saya ada disini untuk membantu dan membimbing Anda. Tidak ada masalah sama sekali Fil. Saya menyukai semangat dan antusiasme anda untuk membantu ayah anda…bagus sekali. Tentu saja, apabila anda belajar dan percaya pada apa yang saya lakukan….membantu orang lain juga.

Pada 3 Juli 07, Fil menulis: Chris, saya mendapat telepon dari ibu saya. Ayah saya merasakan nyeri lagi di daerah perut lagi pagi ini. Apa yang anda pikirkan tentang ini?

Balasan saya: Dia mulai terapi herbal pada jumat siang, yang berarti 4 hari pengobatan. Biasanya pada minggu pertama, pasien akan sulit beradaptasi dengan kehidupan yang biasanya…karena krisis penyembuhan. Kunjungi website saya dan baca tentang TERAPI CA dan krisis penyembuhan. Saya tidak terlalu khawatir.

Fil mengirimkan daftar obat yang diresepkan dokter pada ayahnya:

  1. LOVENOX: pengobatan pencegahan trombosis (penyumbatan pada pembuluh darah).
  2. INEXIUM: pengobatan terhadap refluks gastro-esofageal.
  3. AMLOR: pengobatan terhadap tekanan darah tinggi.
  4. TAHOR: pengobatan terhadap kolesterol.
  5. OMIX: pengobatan terhadap perbesaran prostat/ hipertrofi prostat.
  6. PLAVIX: pengobatan untuk orang yang baru terkena serangan jantung, stroke, dll.
  7. DIANTALVIC:  pereda nyeri ( paracetamol + dextropropoxyphene ).
  8. NUTRICREMAL: tambahan nutrisi dengan protein vanilia, coklat.
  9. TARDYFERON: tambahan mineral.
  10. FORLAX: untuk sembelit.
  11. EDUCTYL NORMACOL: untuk sembelit.

Saya menulis: Saya menghitung bahwa jumlah obat yang diresepkan secara keseluruhan ada 11 obat. Maksud anda bahwa selama ini ayah anda telah mengkonsumsi 11 obat ini? Apakah dokternya menjelaskan kepada anda fungsi dari obat-obatan tersebut? Cari tahu melalui internet dan beritahu saya. Negara yang berbeda mempunyai nama obat yang berbeda pula untuk jenis obat yang sama. Hal seperti ini membingungkan orang-orang.  Semakin bingung orang, semakin bagus, jadi mereka bisa tambah ahli.

Fil menulis pada 9 Juli 2007: Saya mengunjungi ayah saya 2 kali minggu ini:

  • Beberapa minggu yang lalu di rumah sakit, dia bilang bahwa dia ingin hidup 5 tahun lalu supaya bisa melihat anak bungsunya menginjak usia 16 tahun.
  • Kami melihat dia berada dalam keadaan yang sangat sehat, sangat aktif, menanyakan pertanyaan-pertanyaan, berbicara tentang topik yang berbeda-beda, berdebat seperti yang dulu dia lakukan . Dia menunjukkan ke kita bahwa dia pun sanggup untuk berjalan beberapa langkah tanpa menggunakan tongkat.
  • Saya memberitahu dia: Whoaa! Kamu terlihat sangat sehat hari ini!! Jauh lebih baik!!
  • Dia mulai menjawab bahwa dia masih belum sembuh dan seterusnya. Ini terkesan seperti bahwa dia TIDAK bisa percaya bawa dia sudah baikan. Bahkan, dia menolak dibilang sudah baikan, dll…
  • Pada Minggu pagi, saya datang sendiri untuk mengunjungi orang tua saya. Ini adalah sebuah cerita yang berbeda. Ayah saya terlihat dalam keadaan yang berbeda, tidak bertenaga, wajah lesu, hampir terkesan seperti dia “ takkan bertahan sampai akhir hari ini”. Anda bisa melihat “ sikap naik dan turun “ ini.
  • Apa pendapat anda tentang jenis pasien yang tidak percaya bahwa mereka dapat menyembuhkan dirinya sendiri? Kita harus berjuang dua atau tiga kali lebih keras untuk orang seperti ini daripada orang yang positif!
  • Bukan hanya itu, dia mencampur adukkan komentar-komentar positif yang ada. Akan lebih baik jika kita bilang: “ Kamu tidak terlihat baik hari ini!! Kamu merasa sakit kan? Kamu tidak akan berhasil dalam pengobatanmu!! Setelah komentar-komentar  seperti itu, dia akan melihat kamu dan tersenyum sedikit. Jadi, apa yang bisa kita lakukan?

Pada 13 Juli 2007, Fil menulis: Berita utama tentang ayah saya. Dokternya mendapatkan hasil dari analisis darahnya hari ini. Dia menelepon orang tua saya dan berkata:

  • Beberapa tanda-tanda lebih membaik!! Saya tidak mengerti.
  • Apakah saya memberikan obat spesial pada suami anda?
  • Ibu saya menjawab: Tidak, saya rasa tidak.

Chris, saya merasa kita telah berada pada jalur yang benar! Saya akan meneruskan usaha meningkatkan mental pada ayah saya dan kemungkinan saya akan bisa menemukan solusinya.

Pada 19 Juli 2007 Fil menulis: Ayah saya telah mengalami kemajuan yang pesat dalam “pergerakan”nya dan dia sanggup berjalan tanpa menggunakan tongkat. Akan tetapi, dia masih tetap merasakan nyeri di bagian perut.  Mereka melakukan pemindaian padanya. Itu terjadi pada siang ini dan ibu saya baru membacakan hasilnya kepadaku melalui telepon:

  • Perbesaran dari caput(kepala) pankreas dengan pusatnya nekrosis dengan penyumbatan pada vena mesenterika.
  • Peradangan fungsi sel  otak.

Pada 23 Juli 07, Fil menulis: Minggu ini, anak perempuan dari teman orang tuaku datang mengunjungi ayahku. Dia berusia 47 tahun dan menderita kanker yang ketiga: kolon(usus besar), hati dan paru-paru. Dia sedang menjalani kemoterapi yang ketiga kalinya. Dia berkata: Kemoterapi tidak bekerja untukku! Kita membicarakan tentang terapi alternatif. Itulah mengapa orang-orang memilih obat-obatan herbal dan pengobatan alternatif.

Pada 1 Agustus 07, Fil menulis: Maafkan saya karena menganggu lagi, tetapi saya ingin berbagi dengan anda perasaan saya.  Bahkan, saya ingin anda tahu betapa sulitnya ini bagi saya untuk menangani penyembuhan ayah saya dan bagaimana  pentingnya bagi saya untuk mendapatkan dorongan dari anda dan Dave( bukan nama asli ). Saya perlu untuk melawan para dokter, hambatan berbahasa dan memahami permasalahan yang baru juga pikiran negatif dari ayah saya. Untungnya, ibu saya sangat membantu dalam masalah ini. Saya berharap saya tidak terlalu mengganggu anda dengan pertanyaan-pertanyaan saya, kesalahpahaman dan beberapa situasi panik dan yang lain sebagainya.

Pada 7 Agustus 07, Fil menulis: saya ingin berbagi dengan semua orang penyembuhan ayah saya.

Silahkan melihat 2 video ini – sebelum dan sesudah mengkonsumsi obat-obatan herbal.

29 November 2007, Fil menulis: untuk ayah saya, beberapa berita datang setelah pemeriksaan rutin di bulan November.

  • Analisis darah: hasilnya sejauh ini baik-baik saja.
  • Bagaimanapun, setelah pemindaian terakhir, dokter mengatakan bahwa kemungkinan kanker telah menyebar ke sekitar abdomen(perut) dan area paru-paru ( nodules, nodes, dll..)
  • Dokternya mengatakan bahwa ini sudah waktunya untuk melakukan kemoterapi; dia tidak ingin mengakui efek yang bagus dari obat-obatan herbal karena itu merupakan pengobatan alternatif.
  • Dia memberitahukan: KEMOTERAPI + Pengobatan Alternatif bisa menjadi pilihan terakhir untuk dipilih.
  • Ayah saya telah siap untuk memilih dokter baru – yang mana mempunyai pikiran yang  lebih terbuka daripada yang satu ini.

13 Juni 08, Fil menulis: Saya mempunyai pertanyaan dari ayah saya tentang jumlah teh yang harus diminum setiap harinya. Seperti yang anda ketahui, dia harus mengubah kebiasaan makannya. Ini tidaklah mudah bagi seseorang yang berusia 77 tahun. Sebagai tambahan, meminum teh tiap hari membuat dia ingin ke toilet setiap 2 jam. Maka dari itu, dia sering bertanya padaku: Bolehkah saya mengurangi meminum teh supaya saya bisa lebih jarang berkemih? Saya menjawab dia beberapa kali: “ kamu harus meminum teh supaya kamu dapat bertahan hidup” dan seterusnya. Pada saat itu, saya yakin dia akan benar-benar letih untuk terus berkemih. Jadi, saya ingin menanyakan pendapat anda. Tolong, beritahu saya apakah dia dapat mengurangi jumlah cairan yang masuk setiap harinya. Terima kasih sebelumnya.

14 Jan 2009 Fil menulis: Teruntuk Chris, Selamat Tahun Baru 2009.  Silakan klik link berikut ke dua video singkat yang diambil menjelang Christmas 2008. Semoga ini dapat membantu anda membayangkan cerita tentang ayah saya. Beritahu apabila saya dapat membantu yang lain. Dan saya mendoakan yang terbaik untukmu!

Komentar: Saya membayangkan ada berapa banyak pasien yang akan setuju untuk menjalani kemoterapi apabila mereka dengan jelas diberitahu bahwa pengobatan tersebut cuma dapat meningkatkan angka harapan hidup sebanyak 15%. Kebanyakan paien menjalani kemoterapi dengan harapan penuh bahwa mereka akan sembuh 100%. Atau apabila tidak 100%, setidaknya masih lebih tinggi daripada 15%.

Sudah menjadi  kesenangan kami untuk membantu Fil dan ayahnya, Jak. Dan tentunya kami sangat senang melihat keadaan ayahnya yang bagus walaupun tidak menjalani Kemoterapi. Pertanyaan yang perlu diingat oleh pasien adalah: Menurut dokter, untuk pasien seperti Jak, statistik menunjukkan ada 65% kemungkinan hidup 5 tahun dengan kemo. Tanpa kemo kemungkinan hidup 5 tahun adalah 50%. Dengan kata lain, keuntungan dari kemoterapi adalah cuma 15%.

Jumlah yang dikutip dari dokter di Perancis sangat jauh berbeda dari yang saya dengar di sini. Di sini, mereka membicarakan bahwa 95% atau 50% pasien akan meninggal tanpa kemoterapi. Akan kita perjelas di sini: tidak ada data stastistik yang menunjukkan bahwa tanpa kemoterapi, pasien penderita kanker kolon akan meninggal.

Sebelum Fil menulis kepada kita, ada orang lain di Perancis (Dave) yang telah menjalani operasi dan kemoterapi untuk kanker kolonnya. Dave datang ke Penang dan memutuskan untuk mencoba obat-obatan herbal kita. Kami mengajarkan cara menggodok obat-obatan herbal, dll. Jadi ketika Fil menulis kepada kita, kita merasa akan lebih mudah apabila meminta Dave untuk menjelaskan segalanya kepada Fil. Ayah Fil meneruskan meminum obat-obatan herbal sampai sekarang sementara Dave putus setelah sekitar 3 bulan. Dia menjalani lebih banyak operasi dan kemoterapi dan pada awal 2009 kita menerima kabar bahwa Dave telah meninggal.

Hal yang rasional dari kemoterapi, menurut dokter Perancis adalah berfungsi sebagai selimut pengaman. Ada asumsi yang kuat bahwa kemoterapi dapat menjamin kesempatan hidup yang lebih tinggi. Apa yang terjadi apabila pasien yang dikemoterapi meninggal dunia? Apakah hal seperti ini pernah terjadi? Tentu saja hal ini lebih sering terjadi dari yang diakui.

Pada 17 Januari 2009, Fil menjawab pertanyaan-pertanyaan yang ditujukan kepadanya:

a) Tentang pengobatan ayah anda: apakah dia menerima perawatan kemoterapi? Tidak ada kemo sama sekali karena kami menolak pengobatan tersebut.

b) Apakah dokter menyarankan kemo? Kenapa? Dokter mengatakan bahwa itu adalah semacam jaminan supaya sel-sel kanker tidak kembali. Mereka bahkan memasang selang kemo dekat dengan bahu kanan.

c)     Bagaimana dengan kondisi kesehatannya sekarang dibandingkan dengan sebelum terkena kanker? Melihat umurnya dia berada dalam kondisi yang cukup baik.

d) Apakah dia kembali menemui dokter yang menangani dia? Ya, setiap 3 bulan tepat sehabis operasi dan sekarang setiap 6 bulan.

e) Dia sedang meminum obat-obatan untuk hipertensi, prostat, nyeri, kolesterol, dll. Apakah dia masih meminum obat-obatan tersebut? Anda mengatakan bahwa dia sering menderita vertigo (sakit kepala yang berputar)—apa yang terjadi sekarang? Sama? Pengobatan untuk memori/ ingatan, prostat, perut dan nyeri. Itu dia! Ayah saya telah mengalami vertigo selama 20 tahun, sampai sekarang tetap sama saja, tidak bertambah parah.

f) Umumnya setelah pasien mengkonsumsi obat-obatan herbal kita, permasalahan-permasalahan seperti ini menghilang—apa yang terjadi pada kasus ayah anda? Kondisi yang agak lebih baik.

g)     Sudah satu setengah tahun sejak operasi kankernya – bagaimana dengan sikapnya? Apakah dia percaya diri dengan masa depannya? Dia terlihat cukup percaya diri.

h) Ketika dia baru mulai mengkonsumsi obat-obatan herbal, apakah dia percaya bahwa obat tersebut akan berefek positif pada dirinya? Sejujurnya tidak karena sikapnya yang negatif dan dia juga selalu mempunyai keraguan di pikirannya. Ibu saya dan saya bekerja keras untuk meyakinkan dia. Itu merupakan proses yang panjang dari hari ke hari.

i) Dari sudut pandang ibu anda, apa yang dia pikir tentang kesembuhannya? Dia berpikir itu adalah situasi yang lebih baik dibandingkan dengan orang lain yang mempunyai kanker dan menjalani kemoterapi.

j) Dari sudut pandang anda sebagai seorang anak, apa yang anda pikir tentang kesembuhan ini?Saya berpikir bahwa ini adalah hal yang sangat mengagumkan untuk mendapatkan kesembuhan seperti ini dan saya ingin memberitahukan kepada anda bahwa sekarang saya telah menjadi seorang vegetarian(pemakan sayuran saja)! Anda telah mendapat pengakuan saya dan saya bahkan ingin membantu orang lain. Ini bukanlah suatu tugas yang mudah, seperti yang anda ketahui lebih banyak dari orang lain di dunia ini.

k)      Apakah anda akan menempuh jalan yang sama lagi apabila anda diharuskan untuk menjalani hal yang sama lagi? PERSIS SAMA.

Pada 27 Februari 2009, kami menerima sebuah e-mail dari Fil

Cuma ingin berbagi beberapa hal dengan anda:

1.      Wanita berumur 47 tahun ( anak perempuan dari teman orang tuaku ) meninggal secara tiba-tiba minggu lalu. Selama lebih 12 tahun dari perjalanan penyakitnya, dia menjalani banyak operasi, kemoterapi dan radioterapi. Saya tidak dapat meyakinkan dia untuk mencoba terapi herbal atau bahkan cuma untuk merubah sedikit dari pola makannya. Saya bersedih akan hal itu dan pada saat yang sama saya merasa saya telah menjalankan tugas saya “transmisi pengetahuan” bahkan saya cuma tahu sedikit mengenai hal itu.

2.      Ayah saya menemui dokter ahli kankernya Selasa lalu. Dokter menyimpulkan dia berada dalam keadaan yang sangat baik dan tanda-tanda kankernya pun menunjukkan dalam batas yang baik. Mereka merencanakan untuk melakukan kolonoskopi dalam 6 bulan. Seperti pertemuan biasanya, dokternya mengulangi kata-kata yang sama kepada orang tua saya: Memang, saya tidak antusias untuk memulai kemo setelah operasi karena anda sangat lemah saat itu. Pada waktu yang sama tidak ada kata-kata yang terucap mengenai apa yang ayah saya lakukan – pengobatan alternatif, nutrisi, atau apa sajalah!

Saya cuma tidak bisa mempercayai kenapa dokter-dokter ini bisa bersikap semunafik itu. Saya harus berperang melawan dokter wanita untuk mengeluarkan ayah saya pada Juli 2007. Tolong katakan pada semua pasien anda bahwa jangan menyerah ketika berhadapan dengan orang medis yang begitu berkuasa! Setiap orang mempunyai pilihan untuk memutuskan untuk  menderita atau untuk menjalani hidupnya dengan tenteram dan damai hingga akhir hayat.

Di bawah ini ada video klip yang Fil kirimkan kepada kita. Terima kasih Fil untuk kerjasama dan kemauan anda untuk berbagi!

Dua Minggu dengan Obat-Obatan Herbal dan Dia Merasa Lebih Baik

SS adalah seorang lelaki berumur 75 tahun yang datang mencari bantuan kami pada Februari 2009. Suatu ketika pada Juni 2007, pergerakan usus SS tidak beraturan dan dia kehilangan berat badan. CT Scan menunjukkan adanya jaringan lunak yang mencurigakan di kolon sigmoid (bagian dari usus besar). Setelah dilakukan biopsi pada kolon rekto-sigmoid dipastikan bahwa itu merupakan adenokarsinoma musinosum(karsinoma pada jaringan kelenjar yang menghasilkan musin) dari kolon sigmoid.

SS menjalani operasi di rumah sakit swasta pada Juni 2007, diikuti oleh 12 kali kemoterapi (DG regime)  di rumah sakit pemerintah/negeri. Semuanya tampak baik setelah perawatan. SS melakukan banyak olahraga dan berjalan. Dia berhasil menaikkan berat badannya dan terlihat seperti orang yang normal.

SS menjalani check-up rutin. Kolonoskopi yang dilakukan pada November 2008 tidak menunjukkan adanya tanda-tanda keganasan. Semua orang merasa bahagia.

Namun, hampir sebulan kemudian, sekitar Januari 2009, SS merasakan ada yang salah dengan pergerakan ususnya. Dia mengalami diare dan kemudian sembelit. Kemudian berkembang menjadi nyeri abdominal (nyeri perut) dan tidak ada BAB (buang air besar) selama 2 minggu.

Pada 3 Februari 2009, dokter memastikan bahwa SS menderita kanker berulang(rekuren). Dia segera dirawat di rumah sakit pemerintah. SS seharusnya menjalani operasi lagi tetapi dokter tidak sanggup melakukan apapun. Jadi itu cuma operasi membuka dan menutup karena telah terjadi penyebaran.

SS menulis ini di emailnya:

Saya mau mengatakan bahwa pengobatan kanker di rumah sakit selama 20 bulan terakhir ini seperti menembak burung di dalam kegelapan. Saya benar-benar gagal.

Saya beruntung masih bisa hidup, dokter menganjurkan saya untuk mengikuti kemoterapi dengan obat dan radiasi yang lebih kuat. Dengan keinginan kuat saya untuk bertahan hidup, saya akan melakukan apa saja yang masih sanggup saya lakukan, tetapi umur saya sudah 77 tahun sekarang, saya tidak merasa bahwa saya akan sanggup bertahan dengan pengobatan seperti itu lagi. Terlebih lagi saya tidak merasakan bahwa pengobatan semacam ini dapat menjamin kesembuhan dari kanker saya.

Tetapi sekarang saya telah menemukan ramuan obat-obatan herbal yang diracik oleh Dr. Chris Teo … ketika saya mulai mengkonsumsi obat-obatan herbal pada 16 Februari 2009, saya dapat merasakan keefektifannya. Tubuh saya memberikan respon yang positif. Saya merasakan ada yang berbeda dalam diri saya. Saya merasakan kesembuhan, tetapi masih sangat lemah. Dulu berat badan saya 63 kg sebelum kambuh dan sekarang turun hingga 51 kg. Tetapi saya percaya pada pengobatan dengan obat-obatan herbal ala Dr. Teo, saya percaya pengobatan ini akan memperpanjang hidup saya. … Beberapa pasien, divonis dokter hanya dapat hidup selama 3 sampai 6 bulan seperti saya sendiri, tetapi mereka masih tetap hidup setelah beberapa tahun.

Sangatlah penting pada awalnya untuk menyadari bahwa ini adalah tubuh saya dan ini adalah perang saya. Saya harus bertarung sendiri. Orang lain boleh memberi nasehat kepadaku, tetapi saya tidak akan menang apabila saya tidak mempunyai kebulatan tekad untuk membantu diri sendiri. Saya diberikan waktu 3 sampai 6 bulan untuk hidup. Saya akan hidup melampaui perkiraan waktu yang diberikan dokter. Seseorang yang melepaskan harapan dan menyerah pada nasib tidak akan memenangkan perang apapun. Saya berkata pada diriku sendiri, saya akan memenangkan PERANG ini!

Hasil laparoskopi menunjukkan:

  • Banyak lapisan peritoneal yang telah ditumbuhi tumor.
  • Persambungan rektosigmoid menempel ke dinding posterior.
  • Infiltrasi sel tumor melalui dinding usus dan menempel ke pelvis.
  • Banyak nodus mesenterika yang mengeras.
  • Usus besar yang berdilatasi (meregang).

Operasi by-pass dilakukan dan badan SS terpasang dengan kantung kolostomy. Dia menolak perawatan kemoterapi lanjutan.

Berikut adalah kutipan dari percakapan kami dengan SS pada 2 Maret 2009.

Pengobatan Medis Tidak Diindikasikan Beralih Ke Obat Herbal

K118, seorang wanita berusia 75 tahun. Dia menderita asma kronik dan juga tekanan darah tinggi. Pada 28 Januari 2003, sebuah CT Scan mengindikasikan bahwa terdapat lesi yang jelas pada mediastinum anterior sampai aorta ascenden bagian kiri. Berdiameter 2.5 cm. Efusi pleura sedang sisi kanan dengan kolaps pasif dari lobus bawah kiri.

Sebuah biopsi mengindikasikan adenokarsinoma di paru. Seusia dia, kemoterapi dan radioterapi tidak diindikasikan. Anaknya datang ke kami memohon pertolongan. Dia pun segera mengkonsumsi obat herbal.

Kami menerima dua e-mail dari anaknya yang ingin membagi kebahagiaannya dengan kita semua.

E-mail tanggal 25 Maret 2003

Untuk CA CARE,

Hanya ingin mengekspresikan kebahagiaan saya tentang kemajuan pada kasus Ibu saya. Ibu saya terdiagnosa kanker paru pada 14 Feb. 2003. Dia berumur 74 tahun. Paru kirinya penuh dengan cairan dan kakinya bengkak.

Dokter menasehati bahwa kondisinya tidak cocok untuk melakukan kemoterapi atau radioterapi. Merupakan sebuah kebetulan kita dikenalkan dengan CA Care.

Ibu saya mulai mengkonsumsi Kapsul A, teh C, Teh Paru, dan selanjutnya Teh Paru 2) ditambahkan dan The Dahak-Paru, mulai 17 Feb 03. Pada 22 Feb 03, dokter kami memeriksa dia dan menemukan bahwa paru kirinya telah bersih dari cairan dan pembengkakan di kakinya pun telah hilang.

Kami melanjutkan mengkonsumsi obat herbal dari CA Care. Pada 22 Maret 2003 dilakukan sebuah foto X-ray dan dokter terkejut bahwa benjolan di paru kiri telah meyusut sekitar sepertiga dari ukuran awal.

Kondisi ibu saya sangat baik. Nafsu makannya baik dan dia melanjutkan sebagian besar kegiatan normalnya. Saya Cuma sangat bahagia dengan ini dan ingin membagi informasi ini dengan semua orang. Konsultasi berikutnya pada tanggal 24 Mei 03. Saya akan terus mengabari kondisi beliau.

Saya harus mengucapkan terima kasih saya kepada …

Dengan damai,

ST dari KL.

E-mail tanggal 25 Mei 2003

Kepada Prof. Chris Teo,

Saya ingin memberitahu perkembangan dari kasus ibu saya. Sudah tiga bulan sejak dia mengkonsumsi obat herbal anda. Seperti yang telah disebutkan pada e-mail tanggal 25 Maret 03, dia positif sembuh setelah mengkonsumsi obat herbal anda.

Pada 24 Mei 03, kami membawa beliau ke spesialis paru yang sama untuk diperiksa. Dokter mengatakan bahwa parunya normal, denyut jantung normal kecuali tekanan darahnya sedikit tinggi 160/80. Dia perlu untuk terus mengkonsumsi obat tekanan darah tinggi.

Kabar baik lainnya adalah berat badannya meningkat empat pon kali ini. Kami memutuskan untuk tidak melakukan X-ray selama sisa tahun 2003 guna mengurangi paparan terhadap radiasi mengingat dia telah melakukan banyak X-ray dan CT Scan tiga bulan lalu.

Saya menghabiskan beberapa jam dengan ibu saya kemarin dan menemukan bahwa dia dapat melakukan tugas rumah dengan normal dan dia dapat berbicara sekeras sebelumnya. Saya sepenuhnya percaya bahwa obat herbal anda telah membawa dia kembali dari kegelapan. Selain obat herbal, saya juga menemukan bahwa pasien kanker benar-benar membutuhkan dukungan emosional dan moral yang berlimpah setap harinya. Kami semua harus tabah dan kuat untuk dapat memenangkan pertarungan kanker ini.

Terima kasih untuk kontribusi anda terhadap kemanusiaan dalam pertarungan yang susah melawan penyakit ini. Tuhan memberkati anda.

Dengan damai,

ST.

Komentar

Pasien meninggal pada Desember 2004 – setelah dua tahun terdiagnosa kanker paru. Dia mampu hidup secara normal, bebas dari sakit dan masalah yang melemahkan tubuh. Apakah kematiannya disebabkan kanker atau usia tua?

 

Kemo, Cryoablasi dan Biji Radioaktif Tidak Menyembuhkan Obat Herbal Membuatnya Merasa Baikan

Suatu waktu pada awal Agustus 2007, Swee (nama samaran, 71 tahun, wanita dari Indonesia) menderita batuk dengan dahak bebercak darah. Dia berkonsultasi dengan dokter umum yang memintanya melakukan X-ray, menduga dia mungkin menderita tuberkulosis. Foto X-ray menunjukkan adanya tumor di paru-paru. Dia langsung dirujuk ke spesialis yang melakukan CT-Scan dan menemukan massa jaringan lunak berukuran 4.8 x 3.9 cm dengan limfadenopati pada paru kanan. Itu adalah kanker stadium III-A. Biopsi dianjurkan tetapi Swee menolak dan memutuskan datang ke Penang untuk pendapat kedua.

Di Penang, biopsi bronkial dilakukan dan hasilnya memastikan diagnosa awal. Itu adalah jenis karsinoma yang menyebar, berdiferensiasi rendah. Swee dirujuk ke ahli onkologis untuk kemoterapi.

Sehari sebelum Swee dijadwalkan untuk kemoterapi dia menerima telepon dari kerabatnya yang memberitahukan dia untuk mencari pengobatan di China saja. Dia melakukan ini tanpa ragu-ragu.

Swee dirawat di rumah sakit swasta di China selama dua puluh delapan hari. Dia menjalani pengobatan seperti berikut:

1.         Kemoterapi dengan Navelbine.

2.         Cryoablasi dengan Argon-helium. Tiga cryoprobe dimasukkan ke lesi dan keseluruhan proses pembekuan di pantau dengan CT scan sampai”bola es”sepenuhnya meyelimuti massa target. Setelah dua siklus pembekuan cryoprobe dicabut

3.         Penanaman biji radioaktif iodin. Dibawah pengawasan CT Scan, 15 radioaktif iodin – 125 biji ditanamkan pada massa tumor.

Dokter menyimpulkan perawatan ini berhasil. Swee diijinkan pulang ke Indonesia.

Pada November 2007, Swee kembali ke China untuk perawatan yang kedua kalinya. Kunjungan kali ini sekitar lima belas hari. Dia menjalani perawatan yang sama: kemoterapi dengan Navelbine, cryoablasi dan penanaman biji iodine. Menurut para dokter, prosedur yang kedua berhasil dan kondisi pasien menjadi lebih baik.

Menurut putranya yang menemani dia ke China, dokter di China menganjurkan Swee menjalani total enam siklus perawatan. Putranya bilang: Dokternya menjamin bahwa tumornya akan hilang dan pada saat yang bersamaan memperingatkan bahwa kanker akan menyebar ke bagian lain dari tubuh. Tidak ada jaminan bahwa tidak akan ada penyebaran. Dia juga tidak pasti bagian tubuh mana yang akan terkena penyebarannya.

Setelah Swee kembali ke rumahnya, anggota keluarganya mengalami dilema. Mereka tidak mempunyai tabungan lagi untuk pengobatan yang lebih lanjut di China. Biaya yang dikeluarkan untuk pengobatan pertama mereka adalah 87,000 Yuan. Pengobatan kedua 57,000 Yuan. Swee ingin menjual rumah yang sekarang ditempati keluarganya untuk membiayai perawatannya. Lima anaknya (dua putra dan tiga putri) tidaklah yakin bahwa ini adalah hal yang benar untuk dilakukan. Ini dikarenakan tidak adanya kepastian Swee akan sembuh total.

Putra Swee datang menemui kami pada Desember 2007 dan ingin mengetahui hal-hal berikut:

1.         Apa yang harus mereka lakukan?

2.         Apabila ada kemungkinan mengkonsumsi obat herbal kami dan pada saat yang bersamaan menjalani pengobatan China, apakah mereka harus memutuskan untuk ke China lagi. Maksudnya agar obat herbal ini dapat membantu Swee dalam beberapa hal yang mana pengobatan medis tidak dapat lakukan.

Saya memberitahu putranya bahwa hal yang paling penting yang mendapat pertimbangan serius adalah kemungkinan akan kanker tersebut menyebar ke otak. Tidak ada orang yang dapat mencegah hal itu dan kemungkinan untuk terjadi metastasis ini sangat tinggi.

Untuk hal ini putranya berkata : Ya. Ketika saya di rumah sakit di China saya telah melihat beberapa pasien yang menderita seperti ibu saya dan yang menjalani perawatan yang serupa. Sekitar enam bulan setelah perawatan kanker menyebar ke otak. Dokter juga memberitahu saya bahwa tipe kanker yang diderita oleh ibu saya adalah tipe yang sangat agresif dan terdapat 90% kemungkinan bahwa kanker akan menyebar ke bagian tubuh yang lain. Tidak ada jaminan bahwa tidak akan menyebar.

Swee dan dua anak perempuannya  kunjungi CA Care (Penang) untuk pertama kalinya setelah mengambil herbal kami selama sekitar satu tahun.

Chris (C): Anda telah minum herbal selama 1 tahun. Bagaimana kesehatan Anda?
Swee (S): Bagus. Tidak ada masalah.

C: Setelah pengobatan di Cina, apakah Anda baik?
S: Ya. Tetapi saya tidak mampu untuk pergi lagi. Keuangan kami sangat terbatas.

C: Berapa kali Anda pergi ke Cina?
S: Dua kali.

C: Anda memutuskan untuk tidak melakukan chemo lagi di Cina? Dan Anda memutuskan untuk mengambil herbal kami?
S: Ketika saya datang dari Cina saya batuk pada malam hari.

C: Setelah Anda minum herbal, apakah Anda masih batuk?
S: Tidak ada lagi batuk.

C: Apakah Anda terus minum herbal kami sehingga sekarang?
S: Ya. Saya tidak berhenti minum herabal sejak tahun lalu.

Pada bulan Agustus 2009, hampir dua tahun ibunya minum herbal, putra Swee datang ke pusat CA Care.

C: Anda berkata ibumu dua kali pergi ke China. Karena kendala keuangan, dia berhenti pergi ke China?
Putra: Dia tidak kembali lagi di sana.

C: Selain mengambil herbal kami, apakah ia mengambil obat orang lain?
P: Tidak. Dia hanya mengambil herbal Anda.

C: Bagaimana kesehatan ibu? Apakah ia bagus?
P: Dia baik dan waspada. Tetapi jika ia bekerja terlalu keras dan tidak memiliki cukup istirahat ia merasa lelah. Kemudian dia batuk pada malam hari.

C: Ada apa-apa keluhan?
P: Sampai saat ini, semuanya okay. Tidak ada keluhan.

C: Ini sudah dua tahun sejak pertama kali Anda datang untuk berkonsultasi dengan saya.
P: Ya, sekitar dua tahun.

C: Saya pernah mendengar tentang temannya yang pergi ke China. . . . .
P: Mereka semua telah meninggal.

C: Bagaimana Anda tahu?
P: Mereka semua tinggal di dekat tempat kami di Medan. Tiga orang yang bersama-sama pergi ke Cina untuk pengobatan. Dari tiga, ibu saya adalah satu-satunya orang yang bertahan sampai sekarang dan masih hidup.

C: Oh, dua teman-teman lainnya sudah mati?
P: Dokter di China mengatakan kepada mereka tidak perlu datang lagi ke Cina untuk berobat.

C: Berapa lama mereka menjalani perawatan di Cina?
P: Mereka pergi ke China total 5 (lima) kali untuk perawatan.

C: Ibu Anda pergi dua (2) kali?
P: Ya.

C: Secara ikhlas, bagaimana ibu Anda sekarang? Seberapa sering Anda melihat dia?
P: Saya kembali ke Medan setiap bulan. Ia sehat dan normal.

C: Bagaimana ibumu sebelum ia pergi ke China?
P: Sebelum perawatan di China, ia terlihat lelah dan lesu. Setelah pengobatan di China, dia sedikit lebih baik. Tetapi setelah menminum herbal CA Care, dia lebih baik dan lebih baik dan sangat waspada dan normal sekarang.

C: Jadi, apa yang dia lakukan sekarang?
P: Kami memiliki bengkel motor. Ia bekerja sebagai kasir di sana. Dia mulai bekerja di sekitar 9 – 10 pagi. Ia memerlukan nap antara 2 – 4 sore. Setelah itu, dia terus bekerja lagi.

C: Anda berhati-hati bahwa ia tidak terlalu berkerja banyak atau overstress diri. Apakah dia terus minum herbal?
P: Dia terus minum. Dia juga jaga tentang dietnya.

C: Ketika ia kembali dari China, dia dapat bekerja seperti sekarang?
P: Tidak. Dia masih lemah. Dia tidak bisa memasak atau melakukan sesuatu pekerjaan. Setelah mengambil herbal anda, dia bisa memasak sendiri dan didihkan teh-teh itu.

C: Sebenarnya, herbal kami bagus?
P: Jika tidak baik, saya tidak akan kembali lagi!

C: Berapa banyak biaya pengobatan dua kali ke China?
P: Lehih kurang 250 juta rupiah.

C: Apakah itu bermanfaat dan bernilai?
P: Huh. Tersenyum. (Tidak beri apa-apa komentar)

C: Ingat. Tidak ada obat untuk kanker. Kita hanya bisa kontrolnya saja. Apakah Anda memahami hal ini?
P: Semua anak-anak di keluarga kita memahami ini. Kami hanya berharap tak terjadi apa-apa.

C: Jika seseorang bisa lebih baik, ini kearah pemulihan, tidak ada alasan bahwa ia akan mundur dan tiba-tiba mulai mendapatkan parah. Jika itu terjadi, berarti ada melakukan apa yang salah, seperti tidak minum herbal atau makan makanan yang tidak benar.

Komentar

Sangatlah sulit bagi saya dalam hal ini untuk menasehati, kecuali untuk mengatakan bahwa dari yang saya baca di literatur medis, kanker paru fatal dan kemungkinan sembuh itu nol. Tetapi bagaimana caranya saya mengirimkan pesan ini dalam sikap yang tidak traumatik kepada pasien dan/atau anggota keluarga mereka?

Alexander Spira dan David Ettinger (Multidisciplinary management of lung cancer. New Englang J. of Med. 350:379-392) menulis: Walaupun bertahun-tahun penelitian dilakukan, prognosis untuk pasien dengan kanker paru tetap mengecewakan.

Menurut Stephen Spiro dan Joanna Porter (Lung cancer – where are we today? Amer. J. Respiratory and Critical Care Med. 166:1166-1196):  Walaupun kemoterapi merupakan pendekatan yang logis, tidak ada bukti nyata bahwa itu dapat menyembuhkan NSCLC. Biaya keuangan … tinggi. Biaya lain dari kemoterapi adalah toksisitas dan potensinya untuk menurunkan kualitas hidup. Mengecewakan seperti yang didengar, ini merupakan kenyataan dari situasi ini.

Bahkan apabila apa yang saya katakan (kanker paru tidak ada kesembuhan) mungkin benar, umumnya pasien tidak akan mempercayai atau menerima itu dengan baik. Mereka menginginkan suatu kesembuhan dan  mereka mengharapkan kesembuhan itu dari perawatan yang ditawarkan kepada mereka. Apabila  kita menawarkan obat herbal dan mengajari mereka untuk mengganti kebiasaan hidup mereka dengan harapan dapat memperpanjang hidup mereka atau meningkatkan kualitas hidup mereka, mereka tetap memaksa kami untuk meberitahukan kemungkinan untuk sembuh.

E-mail ini merupakan satu contoh bagus untuk menggambarkan inti yang saya maksud.

Pasien menaruh kepercayaan total pada dokter untuk menuliskan metode resep terbaik, menaruh hidup mereka pada tangan dokter-dokter medis. Perusahaan farmasi besar … membuktikan mereka cukup meyakinkan dengan penjelasan ilmiah sampai hari ini. Itulan sebabnya kenapa banyak pasien masih memilih obat-obat mereka. Sebaliknya, pengobatan herbal tidak menawarkan penjelasan bagaimana cara kerjanya dan sampai sejauh mana dapat membantu pasien. Dalam kata lain, tidak ada jaminan bahwa dengan mengkonsumsi obat herbal akan membuat anda merasa baikan. Sama saja, apabila saya menanyakan kepada anda, secara pribadi, bagaimana dan sampai sejauh mana obat herbal anda dapat membantu pasien, saya tidak berpikir saya akan mendapatkan jawaban yang konkrit.

Sekali lagi, anda mungkin bilang itu tergantung dari pasien untuk memutuskan dan menaruh kepercayaannya pada keputusan apapun yang dibuat. Ini seperti memberitahu pasien untuk memilih apapun yang menurutnya merupakan pengobatan yang tepat. Saya tidak berpikir ini benar. Apabila saya mengetahui ada sesuatu di luar sana yang  ampuh – baik itu adalah herbal maupun obat, saya tidak akan takut untuk berkomitmen dan membela fakta bahwa obat tersebut ampuh.

Ada pertanyaan-pertanyaan yang mungkin pasien akan tanyakan ketika mempertimbangkan obat herbal anda sebagai pengobatan alternatif seperti: apakah anda dapat dengan percaya diri mengatakan bahwa obat herbal anda lebih efektif daripada pengobatan modern?

Saya sepenuhnya mengerti pasien menginginkan jaminan atau janji akan kesembuhan. Tetapi pengalaman kami mengatakan bahwa tidak ada kesembuhan untuk kanker, baik untuk stadium awal maupun akhir.

Untuk memberitahu pasien sebaliknya, sejumlah kebohongan dengan berbagai cara dilakukan. Untuk kami, menyembuhkan (catatan: bahwa kata menyembuhkan yang dimaksud bukan berarti kesembuhan total) dari kanker bukan cuma dengan mengkonsumsi obat herbal saja. Kebanyakan pasien melewatkan inti bahwa mereka terlebih dahulu harus belajar untuk membantu diri mereka sendiri dengan mengganti gaya hidup mereka, diet, dan perubahan pola pikir apabila mereka mencari sebuah penyembuhan.

Sayangnya, perubahan semacam ini merupakan hal yang sulit dilakukan oleh pasien. Dalam kasus ini, putranya memberitahu kami bahwa Swee bukan orang yang mau berubah. Dia tidak siap untuk merubah dietnya dan makan semua makanan yang dia suka. Argumennya: kenapa saya tidak diperbolehkan makan segala yang saya suka – saya tetap akan segera meninggal. Tidak terjadi pada Swee bahwa mungkin saja gaya hidup yang tidak sehatlah yang meyebabkan kematian suaminya (komplikasi hipertensi, diabetes, dan lain-lain). Sebagai tambahan saudara perempuannya meninggal karena kanker kolon, saudara laki-laki karena kanker abdomen (perut) dan bibinya karena kanker nasofaringeal (NPC).

Kedua, obat herbal tidak akan terasa enak dan anaknya bahkan tidak mengharapkan Swee mau meminumnya. Pendek kata, kebanyakan pasien seperti Swee hanya tertarik mencari penyembuhan dengan cara mereka sendiri. Mereka mencari peluru ajaib yang akan dapat membuat merasa sehat.

Drs. Richard Deyo dan Donald Patrick, profesor-profesor di University of Washington, Seattle, USA, dalam buku mereka, Hope or Hype: the obsession with medial advances and the high cost of false promises, menulis:

1.          Kita terlahir dengan kepercayaan buta kita sendiri dalam perusahaan medis yang memangsa ketakutan terbesa kita, semuanya alih-alih demi pertolongan kita dengan “kesembuhan ajaib”.

2.         Kombinasi dari keserakahan industri,??? , Publikasi media massa yang gencar, kebijaksanaan politik, dan pola pikir kita sendiri yang “techno-consumption” mengarahkan kita lebih dan semakin lebih pada ketergantungan pada terapi yang mahal harganya, sedikit keefektifannya – dan kadang sangat berbahaya.

3.         Ketika adanya  pilihan menyangkut cara pengobatan terbaru, asumsi atau anggapan orang adalah bahwa semakin banyak dan semakin baru pasti akan lebih baik?

4.         Dikatakan bahwa dokter lebih suka menuliskan resep dengan obat-obat terbaru bahkan tanpa  melihat bukti nyata apapun yang membuat mereka senang, membuat pasien senang dan membuat medical representation (sales obat) merasa senang.

Kami tidak mempercayai bahwa terdapat hal seperti peluru ajaib untuk kanker. Kami menyimpang dari sebab dan mengkhianati misi kami apabila kami bilang atau bertindak  seakan kita mempunyai itu. Sangatlah sulit bagi kebanyakan orang untuk mengerti bahwa kami disini hanya mencoba untuk membantu. Kami tidak berkeinginan untuk memaksakan obat herbal kami. Kami pun tidak mematok target penjualan dan tidak bertujuan untuk menaklukkan pasar bisnis. Kerja kami berlandaskan cinta dan semangat, bukan keuntungan. Apabila ada asuransi atau garansi yang didapatkan pasien dari kami, akan berupa: Cobalah obat herbal kami untuk seminggu atau dua minggu. Apabila pasien tidak merasa enakan, berhenti konsumsi obat herbal kami dan carilah orang lain yang dapat membantu.

Mari saya ringkaskan denga cerita ini.

Kanker paru sebelumnya diobati dengan Iressa. Ketika Iressa pertama kali diedarkan diumumkan di media sebagai: Obat Masa Depan; Obat Ajaib; Obat Pintar; Kesembuhan Ajaib – obat yang Bangkit dari Abu dan berbagai macam nama lainnya.

Pesan ke dunia sudah jelas: Suatu terobosan mutakhir di tangan – terdapat harapan dan antisipasi yang besar. Pasien penderita kanker paru tidak perlu meninggal lagi. Sebuah obat ajaib akhirnya ditemukan. US – Food and Drug Administration menyetujui penggunaan obat ini. Ini membuatnya lebih menyakinkan. Jaminan seperti inilah yang dibutuhkan bagi pasien kanker di seluruh dunia sebelum mereka menelan pil pertama mereka – nama penulis e-mail diatas tercantum.

Dalam sebuah artikel: Iressa seharusnya tidak pernah disetujui (http://npojip.org/iressa/iressaISDB-Feb-2.html) Rokuro Hama menulis:

  • Sejauh ini kira-kira 23,500 orang di Jepang telah menggunakan Iressa, 644 menderita efek samping. Karena ini telah meninggal 183 orang. Obat ini disetujui pada Juli 2002 di Jepang dan pada akhir Januari 2003 – hampir enam bulan kemudian, kematian yang berhubungan dengan reaksi efek samping Iressa telah mencapai 183 orang.

Pada negara-negara Barat, Iressa ditarik dan terbukti tidak efektif lagi berhubung besarnya pemberitahuan lewat media sebelumnnya. Tetapi di negara-negara Timur, Iressa masih diresepkan pada banyak pasien kanker, bahkan hari ini. Pasien harus menghabiskan RM 7,000 sampai RM 8,000 untuk persediaan Iressa selama sebulan.

Dengan Iressa dijelekkan, beberapa ahli onkologis beralih ke obat lain bernama Tarceva, obat yang bersaudara dengan Iressa. Satu pil Tarceva seharga RM 270 yang akan menjadi RM 8,100 jika diakumulasikan untuk persediaan selama sebulan. Apakah Tarceva efektif? Website perusahaan mengatakan bahwa itu sudah terbukti telah menaikkan angka harapan hidup secara keseluruhan sebanyak 37% dan telah menunjukkan keuntungan yang signifikan dengan memperpanjang waktu perburukan gejala. Dokter-dokter dan pasien-pasien menyukai jaminan seperti itu. Statistik secara ilmiah juga sangat menakjubkan. Tetapi apakah arti dari 37% ? kenyataannya: jika anda mengkonsumsi Tarceva, anda dapat hidup selama 9.5 bulan dan jika anda tidak mengkonsumsi Tarceva anda hanya dapat hidup selama 6.7 bulan. Dalam kalimat sederhana Tarceva hanya meningkatkan angka harapan hidup sebanyak 2.8 bulan.

Bagaimana jaminan seperti ini kedengaran bagi pasien? Apakah pasien tahu atau diberitahukan mengenai hal ini? Ingat, janji untuk sanggup bertahan 2.8 bulan lebih panjang itu datang dengan label harga RM 8,000 sebulan.

Laporan Terkini

Ibu memutus tidak pergi ke China untuk rawatan selanjutnya. Rumah kediaman seluruh keluarganya tidak perlu dijual!

 

Kematian Prognosis Dokter, Obat Herbal Membuatnya Hidup

Eddy dari Indonesia datang ke tempat kami pada 18 Juni 2007. Dia membawa ayah mertuanya yang menderita limfoma untuk menemui kami. Ini adalah kunjungan Eddy yang kedua. Kunjungan pertamanya pada tanggal 22 April 2005 ketika dia datang bersama koleganya untuk mencari pertolongan kami berhubung ayah koleganya, Sugi, yang menderita kanker paru.

Selama kunjungan Juni 2007, saya mendapat informasi tentang kesehatan Sugi dari Eddy – Apakah beliau masih hidup? Jawabannya adalah: Tentu, dia baik-baik saja. Saya sangat terkejut dan bahagia dengan berita yang indah ini. Saya mencari file Sugi dan mencatat cerita yang hampir terlupa.

Sugi (nama samaran) tidak merokok. Dia berumur 67 tahun pada Agustus 2003, ketika dia merasa nyeri pada mulutnya dan sakit kuning. Dia pergi menemui dokter dan melakukan CT Scan dan menemukan kanker di parunya. Dokter memberitahu Sugi bahwa dia cuma mempunyai enam bulan untuk hidup, meskipun kenyataannya ia terlihat sehat. Seseorang memberitahu Sugi tentang CA Care dan dia memutuskan untuk mengkonsumsi obat herbal kami: Kapsul A, Teh Paru 1 dan Paru 2. Sugi mengkonsumsi obat herbal selama delapan bulan tetapi sakit kuningnya menetap. Dia kehilangan keyakinan terhadap terapi kami dan memutuskan untuk mengkonsumsi obat herbal dari sumber lain. Tetapi Sugi tidak menerima pengobatan medis apapun.

Pada 22 April 2005, putra Sugi datang ke Penang dan mencari pertolongan kami.  Dia memberitahu kami bahwa Sugi pergi menemui dokter dua minggu sebelum kunjungan ini dan sekali lagi Sugi diberitahu bahwa dia cuma mempunyai empat bulan untuk hidup. Putra Sugi bilang: Pada kunjungan pertama ke dokter, ayah saya diberitahu bahwa dia Cuma mempunyai waktu enam bulan untuk hidup dan sekarang tlah dua tahun dan dia tetap hidup. Dua minggu sebelumnya, dokter mengatakan bahwa ayah saya cuma mempunyai empat bulan untuk hidup. Dokter menganjurkan ayah saya melakukan operasi untuk mengangkat tumor tetapi ayah saya menolak.

Setelah mendapat informasi terbaru tentang konisi Sugi, kami menganjurkan Sugi untuk mengkonsumsi Kapsul A, Teh Paru 1 dan Paru 2, Teh-C, T & E, dan Teh S & M).

Pada 1 Juli 2005, kami menerima email dari putra Sugi dengan pesan sebagai berikut:

Setelah mengunjungi anda April 2005 lalu, saya ingin berbagi dengan anda tentang kondisi kanker paru ayah saya. Ayah saya telah mengalami peningkatan kesembuhan secara signifikan dalam arti peningkatan berat badan (dari 54 kg sampai 61 kg). Secara visual dia tampak lebih baik dan dia merasa baikan juga. Saya berterima kasih dengan tulus dan menghargai semua nasehat baik dan obat herbal anda.

Saya mengirim e-mail ke putra Sugi meminta informasi perkembangan akan kesehatan ayahnya. Pada 2 Juli 2007, saya mendapat balasannya.

Hello, Dr. Chris,

Sudah cukup lama sejak terakhir kali saya menulis kepada anda tentang kondisi ayah saya. Kami tentu saja benar-benar bersyukur kepada Tuhan Yang Maha Kuasa melalui tangan Dr. Chris, bahwa ayah saya masih sanggup untuk hidup sampai hari ini. Sekarang, ayah saya sanggup melakukan apa yang dia mau layakya orang yang normal.

Biarkan saya menjawab pertnayaan anda:

a) Bagaimana keadaan ayah anda belakangan ini? Dapat makan? Dapat tidur? Dapat bergerak tanpa masalah apapun?

Kesehatan ayah saya, berdasarkan penampilan visual sangatlah baik. Nafsu makannya sangat baik dan dia masih mengobservasi pantangan diet seperti yang tertulis oleh Dr. Chris dalam bukunya, Food and Cancer. Setiap pagi, ayah saya berjalan sejauh 3 km untuk menjaga kondisi tubuh tetap sehat. Tidurnya sangat baik. Dia pun dapat bergerak tanpa keluhan apapun.

b) Setelah kamu dan Eddy datang menemui saya di Penang sampai sekarang, apakah ayah anda pernah menemui dokter lagi?

Ayah saya hanya pergi menemui dokter sekali. Dia menerima suntikan untuk meningkatkan daya tahan tubuh. Setelah itu, ayah saya menerima suntikan setiap bulannya. Terapi ini tampaknya bagus tetapi saya tidak tahu efeknya terhadap kankernya.

c) Apakah ayah anda juga mengkonsumsi obat herbal lain selain obat herbal CA Care?

Dia cuma mengkonsumsi obat herbal anda. Tetapi sejak tiga bulan yang lalu, ayah saya berhenti mengkonsumsi obat herbal anda. Saya kira itu karena dia bosan dengan obat herbal.

Komentar

Ini adalah satu kasus yang hampir terlupakan dalam rekaman kami. Sugi berasal dari Jawa Tengah dan ketika dia memulai mengkonsumsi obat herbal dia tidak datang kepada kami secara pribadi. Jadi tidak terdapat banyak komunikasi di antara kita. Sayangnya pada pengobatan pertama sakit kuningnya tidak menghilang setelah mengkonsumsi obat herbal. Alasannya jelas – dia tidak diberikan teh sakit kuning untuk diminum. Pengalaman kami menunjukkan bahwa Jaundice Heat atau Jaundice Cold tea(Teh panas sakit kuning dan Teh dingin sakit kuning), efektif untuk kondisi seperti berikut. Walaupun Sugi menderita sakit kuning, sangatlah mengejutkan bahwa dokter mengindikasikan bahwa hatinya dalam kondisi baik.

Cerita ini menegaskan satu aspek menyedihkan tentang pengobatan ilmiah. Ketika pasien didiagnosa dengan kanker paru (atau kanker apapun), beberapa dokter secara bervariasi mencoba berperan sebagai Tuhan dan menentukan prognosisnya: Anda menpunyai waktu tiga bulan untuk hidupatau Anda mempunyai waktu enam bulan untuk hidup. Komentar seperti itu tentu saja sangat merusak. Saya berpikir apa tujuan diutarakan komentar negatif seperti itu. Apakah ini suatu cara untuk menanamkan rasa takut dan terror pada diri pasien? Apabila pasien didorong sampai tahaptidak tertolong dan tidak ada harapan mereka menjadi lebih penurut dengan semua pengobatan yang ditawarkan. Bagi dokter, operasi, kemoterapi dan radioterapi merupakan satu-satunya cara untuk berurusan dengan kanker – cara lainnya adalah hocus pocus dan tidak terbukti.

Sayangnya cerita ini membuktikan sebaliknya. Tanpa perawatan pencegahan ini, Sugi lebih baik. Dia mempertahankan kesehatannya yang baik dan sehat secara fisik, emosional dan juga secara keuangan. Sudah hampir empat tahun sejak Sugi didiagnosa dengan kanker paru. Marilah kita berdoa untuk Sugi supaya dapat bertahan hidup beberapa tahun lagi. Keberhasilan Sugi karena penolakannya terhadap logika medis, jika anda percaya akan sesuatu yang namanya logika pada bidang medis!