Membedah Kemoterapi Bagian 6: Avastin TIDAK Menyembuhkan Kanker

Cerita tentang Avastin Yang Perlu Anda Ketahui

Pada tanggal 26 Februari 2004, PMO AS (Pengawas Makanan dan Obat-obatan Amerika Serikat) menyetujui Avastin (atau bevacizumab) sebagai pengobatan awal bagi pasien-pasien penderita kanker kolorektal metastatik, yaitu kanker yang sudah menyebar ke bagian tubuh lain.

Avastin terbukti memperpanjang masa hidup pasien sekitar lima bulan ketika diberikan sebagai pengobatan kombinasi bersama dengan obat-obatan kemoterapi standar untuk kanker kolon seperti IFL (ironotecan, 5-fluorouracil (5FU) dan leucovorin).

Catat fakta ini dengan cermat dan serius – tidak ada literatur medis mana pun juga yang mengatakan bahwa Avastin menyembuhkan kanker. Tidak ada. Ketika diberikan bersama obat-obatan kemo lainnya, Avastin memperpanjang kelangsungan hidup pasien sekitar lima bulan. Itu saja. Dan rata-rata waktu yang diperlukan sebelum tumor mulai tumbuh kembali atau adanya penyebaran tumor baru adalah 4 bulan lebih lama dari pasien yang menerima pengobatan dengan IFL saja.

Avastin Disetujui Sebagai Pengobatan Tahap Kedua Kanker Kolorektal Metatastik

Pada tanggal 20 Juni 2006, PMO memberikan persetujuannya untuk Avastin digunakan sebagai pengobatan tahap kedua pada kanker kolon yang telah menyebar ke organ yang lainnya. Anjuran ini dilandaskan pada adanya peningkatan kelangsungan hidup secara keseluruhan (KHK) pada pasien-pasien yang menerima Avastin + FOLFOX4 (5-flourouracil, leucovorin, dan oxaliplatin) ketika dibandingkan dengan mereka yang hanya menerima FOLFOX4 saja.

Rata-rata keseluruhan kelangsungan hidup pasien yang menerima Avastin + FOLFOX4 adalah 13,0 bulan sementara mereka yang menerima FOLFOX4 saja 10,8 bulan.

Artinya penambahan Avastin dalam meningkatkan kelangsungan hidup hanya 2,2 bulan. Lagi-lagi Avastin tidak menyembuhkan kanker kolon. Avastin hanya memberi 2,2 bulan masa hidup. Itukah yang pasien inginkan? Apakah onkologis benar-benar memberitahu pasien fakta ini sebelum memberikan Avastin?

Setiap suntikan Avastin menghabiskan biaya yang sangat besar. Avastin TIDAKLAH murah. Disamping melibatkan nilai Uang yang sangat besar , namun Avastin datang beserta segudang efek samping yang menghancurkan. Efek samping Avastin paling serius, dan terkadang fatal adalah:

  • perforasi gastrointestinal,
  • komplikasi penyembuhan luka,
  • pendarahan,
  • terjadinya thromboembolic,
  • krisis hipertensi,
  • sindrom nefrotik dan
  • gagal hati kongestif.

Hasil buruk yang paling umum pada pasien penerima Avastin adalah: lelah atau letih, rasa sakit, sakit perut, sakit kepala, hipertensi, diare, mual, muntah, hilangnya nafsu makan, stomatitis, sembelit, infeksi saluran pernafasan atas, hidung berdarah, sesak nafas, infeksi kulit dan protein berlebih dalam urin.   

Avastin untuk Kanker Kolon – Bergunakah?

Sebuah berita tanggal 19 September 2010 berjudul: Percobaan Avastin yang Kedua Tidak Menunjukkan Manfaat pada Kanker Kolon Stadium Awal. Menambahkan Avastin pada kemoterapi untuk kanker kolon stadium awal tidak mengurangi risiko kambuhnya kanker.

Sebuah pernyataan yang dikeluarkan oleh perusahaan obat, Roche of Switzerland mengatakan bahwa:

  • Sebuah penelitian yang diketahui sebagai AVANT yang menguji penggunaan Avastin ditambah kemoterapi pada adjuvant terapi ( terapi segera setelah operasi ) pada kolon kanker stadium awal. Menunjukkan bahwa Avastin tidak meningkatkan kelangsungan hidup dari bebas penyakit pada kanker kolon stadium 3.
  • Evaluasi Avastin pada keadaan stadium awal , penelitian AVANT memperlihatkan bahwa kemoterapi standar ditambah satu tahun penggunaan  Avastin , TIDAK efektif  dalam mengurangi resiko kambuhnya kembali  kanker kolon stadium awal.

Berita lain tanggal 25 Januari 2011, dilaporkan bahwa penambahan Avastin pada kemoterapi standar tidak mengurangi kambuhnya kanker setelah operasi terhadap kanker kolon stadium 3. 

Apa Kata Media Masa 

Avastin Mengecewakan dalam Uji Coba Sebagai Pengobatan untuk Kanker Kolon .

 Sumber : http://www.nytimes.com/2009/04/23/health/23avastin.html

Andrew Pollack dari New York Times menulis pada tanggal 22 April 2009, ” Obat Avastin gagal menunjukkan efek signifikan dalam mencegah kambuhnya kanker kolon.  Avastin membukukan penjualan US$2,7 miliar di Amerikat Serikat saja pada tahun lalu.”

Melly Alazrakip dari Daily Finance menulis: Avastin yang diproduksi Perusahaan Obat  Roche Telah Gagal dalam Uji Coba pada Kanker Kolon Stadium Awal.

Sumber:  http://www.dailyfinance.com/2010/09/20/avastin-cancer-drug-roche-fails-colon-study/

“Avastin sebagai obat untuk melawan kanker yang laku keras,  pernah diyakini berpotensi membantu pengobatan banyak penderita kanker, dan dikatakan telah berhasil mengalahkan para pesaingnya dalam suatu tes. Pada penelitian uji coba tingkat 3 yang dilakukan baru-baru ini , Avastin telah gagal meningkatkan kelangsungan hidup bebas penyakit pada pasien kanker kolon stadium awal ketika digunakan segera setelah operasi dilakukan.”

Roche, pembuat obat-obatan kanker terbesar dunia, mengatakan data dari penelitian itu menunjukkan bahwa penambahan Avastin pada kemoterapi standar selama satu tahun setelah operasi, tidak efektif dalam mengurangis risiko kambuhnya penyakit kanker.Bottom of Form

Sebagai obat kanker paling laku di dunia , Avastin membukukan nilai penjualan hampir mendekati USD 6 miliar pada tahun lalu. Tetapi Britania Raya menolak izin penggunaan Avastin untuk kanker kolorektal karena alasan biayanya yang mahal., dan pada penelitian terahir yang lainnya memperlihatkan bahwa Avastin telah gagal untuk memperpanjang kelangsungan hidup pada pasien pria yang menderita kanker prostat stadium lanjut dibandingkan dengan pengobatan yang ada pada saat ini.

Catatan: Avastin tidak dizinkan di Britania Raya karena alasan biayanya yang mahal. Di negara-negara tertinggal, bisakah Avastin digunakan ?  Masuk akal ? 

Avastin untuk Kanker-kanker Lainnya

Meski hasilnya buruk, Avastin umumnya telah dan masih digunakan pada jenis kanker-kanker berikut:

1.  Metastatic Renal Cell Carcinoma ( MRCC). Avastin diberikan untuk  pengobatan kanker ginjal yang telah menyebar dikombinasikan dengan interferon alfa.

2.  Non Squamus Non-Small Cell Lung Cancer ( NSCLC ). Avastin diberikan untuk pengobatan tahap awal pada kanker yang tidak memungkinkan dioperasi, kanker stadium lanjut dan kambuhan atau kanker paru Non Small Cell Lung Cancer dengan dikombinasikan dengan carboplatin dan paclitaxel.

3. Kanker otak.

4. Beberapa waktu lalu, Avastin juga diberikan untuk pengobatan kanker payudara.

Istana yang Dibangun di atas Pasir – Avastin untuk Kanker Payudara

Andrew Pollack dari New York Times (23 Februari 2008,

melaporkan bahwa PMO menyetujui Avastin sebagai pengobatan kanker payudara – keputusan yang nampak sedikit mengherankan bagi pemikiran umum.  Namun seperti biasa, kita mengetahui bahwa perizinan PMO berarti penambahan ratusan juta dolar untuk penjualan tahunan Avastin.

Sebagai sebuah pengobatan untuk kanker payudara, Avastin menghabiskan biaya pengobatan sekitar US$7.700 sebulan, atau US$92.000 setahun.

Mari kita lihat hasil percobaan klinis kanker payudara di mana izin itu diberikan.

  • Wanita yang menerima Avastin dengan penambahan  obat kemo Taxol (atau paclitaxel) memiliki rata-rata kelangsungan hidup selama 11,3 bulan sebelum kanker mereka memburuk atau mereka meninggal. Wanita yang menerima Taxol saja memiliki rata-rata kelangsungan hidup selama 5,8 bulan. Artinya Avastin hanya menunda kanker yang memburuk selama 5,5 bulan.
  • Wanita yang menerima Avastin hidup rata-rata selama 26,5 bulan, dibandingkan 24,8 bulan bagi mereka yang menerima Taxol saja. Artinya Avastin memperpanjang masa hidup selama 1,7 bulan yang tidak berarti dan perbedaan ini mungkin hanya karena kebetulan dan bukan karena kenyataan.
  • Wanita yang menerima Avastin menderita lebih banyak efek samping. Lima atau enam dari dari 363 meninggal akibat obat itu sendiri.

Meski hasil yang buruk, Avastin tetap diberikan untuk pengobatan kanker payudara. Dan banyak pasien di dunia ini, termasuk Malaysia, diberikan Avastin oleh onkologis mereka.

Sebuah istana yang dibangun di atas pasir tidak akan bertahan! 

Matthew Perone dari Associated Press, pada 15 Desember 2010 menulis:

Otoritas kesehatan federal menganjurkan bahwa Avastin tidak lagi digunakan untuk mengobati kanker payudara, mengatakan penelitian terbaru gagal menunjukkan janji awal obat tersebut untuk membantu memperlambat pertumbuhan penyakit dan memperpanjang kelangsungan hidup pasien.

Keputusan tersebut merupakan pukulan telak bagi obat kanker terlaris di dunia ini dan mungkin kerugian ratusan juta dolar bagi Roche pembuat obat dari Swiss itu.

PMO mengizinkan penggunaan Avastin untuk kanker payudara pada tahun 2008 berdasarkan sebuah penelitian yang menyatakan Avastin dapat menghentikan penyebaran kanker payudara selama lebih dari lima bulan ketika dikombinasikan dengan kemoterapi. Namun penelitian selanjutnya menunjukkan bahwa penundaan itu berlangsung tidak lebih dari tiga bulan, dan pasien menderita efek samping yang membahayakan.

Roche menjual Avastin dengan harga grosir US$7.700 sebulan. Semua biaya termasuk pengobatan satu tahun dengan Avastin dapat melebihi US$100.000.

Komentar 

Avastin – terkait dengan nilai uang yang besar tetapi dengan hasil yang sangat buruk. Avastin gagal mencapai harapan pasien. Pasien berharap obat kemo dapat menyembuhkan kanker mereka atau setidaknya memperpanjang kelangsungan hidup mereka selama bertahun-tahun! Kenyataannya adalah, Avastin tidak dan tidak bisa menyebuhkan kanker.

Diterjemahkan oleh Andreas Kriswanto, diedit oleh Teddy Setiawan.

 

Iklan

Massa Di Ginjal Menghilang Secara Ajaib Setelah Mengkonsumsi Obat Herbal

Sam (nama samaran) mempunyai massa di ginjal tidak lama setelah menjalani operasi untuk kanker kolon. Dia diresepkan obat kemo oral yang mana dia menolak untuk dikonsumsi. Dia memilih obat herbal dan dalam 2 minggu massanya menghilang! Dengarkan ceritanya…

Sam lelaki berumur 74 tahun dari Singapura. Dia telah menjalani operasi untuk mengeluarkan tumor kolon berukuran 8 x 4 cm pada Oktober 2005. Laporan patologis mengindikasikan ”adenokarsinoma berdiferensiasi sedang menyebar ke dalam lapisan lemak subserosa tanpa metastasis kelenjar getah bening”. Batas reseksi bebas dari jaringan tumor. Tidak ada yang terjadi setelah operasi dan Sam sembuh. Cek follow-up dengan CT-Scan pada 21 Februari 2006, mengindikasikan ”massa baru adrenal kiri berukuran 4,5 x 3,6 cm”. Ini adalah metastasis yang mencurigakan.

Berhubung massa di ginjal, Sam diminta untuk menjalani kemoterapi – – baik melalui injeksi intravena maupun obat oral. Sam memilih obat oral. Setelah menebus obat-obatan, dia diberitahu efek samping dari obat tersebut. Terkejut dengan fakta yang baru saja diketahui, Sam dan istrinya berdebat selagi dalam perjalanan pulang apakah sebaiknya obat itu dikonsumsi atau tidak. Sam akhirnya memutuskan untuk tidak mengkonsumsi obat kemo tersebut.

Segera setelah itu, seseorang sepertinya menemukan buku kami dan memberikannya kepada Sam, yang mana membaca buku tersebut. Dia memutuskan untuk mengirimkan adik perempuannya dan putrinya untuk datang dan mengunjungi kami. Misi mereka adalah untuk mengetahui lebih banyak lagi tentang terapi kami. Hasilnya mereka (adik dan putrinya) memutuskan bahwa Sam harus mengkonsumsi obat herbal kami tanpa penundaan lebih lanjut.

Dua minggu setelah mengkonsumsi obat herbal, Sam kembali untuk melakukan CT-Scan follow up. Laporan tertanggal 12 April 2006, menunjukkan ”tidak tampak adanya massa adrenal. ’Massa’ yang sebelumnya tergambar di regio suprarenal kiri merupakan artefak alami”.

Saya menerima sebuah e-mail dari putri Sam pada 13 April 06 dengan pesan ini: “Dia (ayah saya) mengunjungi ahli bedahnya … dan dengan kekaguman semua orang tidak terdapat lagi tanda dari bercak yang ada pada hasil scan terdahulu. Itu telah hilang dengan ajaib. Tidak perlu kami berkata kami juga melihat adanya kebaikan kerja dan campur tangan Tuhan disini”.

Sam, istrinya dan putrinya, datang menemui kami pada 11 Agustus 2006. sam tampak lebih bahagia, ramah, seorang lelaki sehat yang mampu berkeliling Korea, Taiwan, dan lain-lain tanpa masalah.

Ini adalah berita yang menggembirakan untuk dua alasan. Pertama, tumor Sam telah menghilang. Bayangkan saja apa yang bisa terjadi kalau dia menjalani kemoterapi? Kami melihat ini sebagai sebuah keajaiban – tetapi untuk beberapa orang ini cuma kebetulan atau keberuntungan belaka. Kedua, sekarang kita mempunyai kasus kemoterapi yang ”beralih” ke herbal. Lain kali jika anda diminta untuk menjalani kemoterapi, kenapa tidak meminta untuk menjalani ” tipe herbal”? Dan tetap lebih baik, kalau mereka mempunyai ”tipe organik”!

 

 

Tiga Belas Tahun, Kesehatan Amat Baik

Lee, kaki-laki yang berusia 53 tahun ketika didiagnosa menderita kanker ginjal tanggal 11 Maret 1997. Hasil CT scan menunjukkan ada jaringan padat dalam ginjal kanan. Kemungkinan adenoma atau kanker stadium dini. Lee segera dioperasi untuk mengangkat ginjal kanannya. Pada tanggal 14 Mareh 1997, Ahli patologinya melaporkan: Spesimen ginjal 225 gram, berukuran 11 cm x 5 cm x 4 cm. Tumor berwarna kenuningan, tampak fibrous (jaringan parut) dibagian tengah ginjal. Interpretasi: gingal kanan sesuai dengan adanya sel adenocarcinoma.

Setelah operasi, dokter tidak merasa perlu dilakukan pengobatan lanjutan seperti radioterapi atau kemoterapi. Tidak ada tindakan lain yang perlu dilakukan. Lee mengetahui tentang kami dari buku:Cancer yet they live (Kanker tetapi mereka masih hidup) yang diberikan oleh seorang temannya. Sejak itu dia menjalani terapi dari CA Care. Saat ini, sudahpun dua belas tahun, kesehatan Lee amat baik.

Pada tanggal 31 Augustus 2006, kami bercakap-cakap dengan Lee.

Lee: Operasi dilakukan dalam bulan Maret 1997. Jadi pada Maret 2007 ini sudah sepuluh tahun sejak saya didiagnosa kanker. Saya baik-baik saja.

Chris: Jadi selama sembilan tahun terakhir Anda minum ramuan herbal dan menjaga diet?

Lee: Ya, saya menggunakan herbal Anda dangan serius sejak operasi dan menjaga diet sesuai saran Anda.

Chris: Sekarang Anda sudah bertahan hidup lebih dari sembilan tahun setelah didiagnosa kanker. Pernahkah Anda merasa kanker merupakan acaman bagi Anda?

Lee: Tidak, saya pikir tidak hanya kanker yang dapat mengancam hidup saya. Setiap hari kami semua menghadapi banyak ancaman dalam hidup. Kanker hanya salah satunya. Di dunia ini Anda menghadapi ancaman saat melangkah ke luar rumah. Bahkan, dalam rumah, ada bahaya. Hanya karena menderita kanker, seseorang dianggap lebih terancam hidupnya, tidaklah benar. Saya bisa meninggal karena penyebab lain.

Lee ketahui tentang CA Care melalui buku kami. Ia berkata:

Seorang teman yang memberi saya buku Anda. Waktu itu saya tidak tahu apa-apa tentang kanker atau tentang Anda. Teman saya itu memberikanya langsung kepada saya karena ingin saya sembuh. Dia berkata: Ini sesuatu yang dapat membantumu. Baca buku ini dan telipon Dr. Chris.

Saya baca dan baca lagi. Apa yang disampaikan buku itu, apa yang disampaikan Anda, itu benar. Makanan yang tidak sehat dan emosi negatif tidak baik untuk tubuh. Semua yang Anda tulis sangat masuk akal. Sepanjang hidup saya di Angkatan Laut, saya banyak makan daging, untuk sarapan, makan siang dan makan malam. Saya hanya makan sedikt sayuran dan dimasak terlalu lama. Saya banyak minum minuman keras. Buku itu sangat masuk akal dan berkaitan dengan gaya hidup saya. Saya dapat melihat dan membandingkan. Buku itu menbuat saya sadar telah menyiksa tubuh selama ini. Setelah saya menemukan kesalahan dalam gaya hidup sebelumnya, saya mulai melakukan hal yang benar. Informasi dalam buku Anda membangunkan saya dan menunjukkan kekeliruan saya.Dengan mengetahui kesalahan, saya mulai membuat perubahan dan perbaikan yang diperlukan. Satu-satunya cara yang harus saya lakukan adalah berhenti meyiksa tubuh. Tanpa buku Anda, saya tidak akan pernah tahu di mana kesalahan saya. Saat saya menghubungi Anda, Anda meminta laporan kesehatan saya, kemudian meresepkan Capsule A dan Mt. Guava deTox tea.

Chris: Ketiak Anda minum ramuan herbal, apakah Anda percaya akan berfungsi atau tidak?

Lee: Ya, rambut saya kembali hitam dan saya merasa lebih baik hanya dalam satu minggu. Bahkan sebelum minum ramuan herbal itu, saya sudah percaya pada apa yang Anda tulis.

Chris: Sekarang Anda baik-baik saja dan sangat yakin pasti demikian. Apakah pernah terpikir suatu saat kanker akan datang kembali pada Anda?

Lee: Ya, Anda menggunakan kata “pasti”. Saya tidak mau menggunakan kata itu. Hidup ini tidak pasti. Jika kita memahami kanker tidak bisa disembuhkan secara permanen, anda dapat menerima bahwa Anda bisa hidup dua, tiga, sepuluh atau dua puluh tahun dan kanker kembali lagi. Bisa terjadi.

Chris: Bagaimana jika kanker kembali lagi?

Lee: Jika itu terjadi, saya akan memperhatikannya lagi dan mencari tahu mengapa bisa kembali.Mungkin saat itu kondisi tubuh saya menurun karena usia tua. Kanker mengambil keuntugnan dari situasi itu. Jadi kita tidak dapat menyalahkan apa pun atau siapa pun. Itu adalah proses alami dalam hidup. Saya menerimanya. Hidup juga seperti itu dan penuh ketidakpastian. Jadi dalam hidup saya tidak dapat menggunakan kata pasti. Jika saya terlalu yakin tentang sesuatu hal, saya bisa kecewa. Jika Anda tidak berharap apa-apa, tidak akan ada kekecewaan.