Membedah Kemoterapi Bagian 5: Manfaat Kemoterapi pada Pasien Penderita Kanker Kolon (Usus Besar)

L M Carethers menulis hal berikut dalam Internation Journal of Gastroenterology & Hepatology, Gut 2006;55:759-761doi:10.1136/gut.2005.085274:

  • Saat ini standar emas dalam mengobati pasien penderita kanker kolon lanjut adalah kemoterapi dengan rangkaian terapi berbasis 5-fluorouracil (5-FU). Standar ini dibuat berdasarkan percobaan klinis menarik yang memanfaatkan 5-FU dan levamisole, dan menunjukkan manfaat kelangsungan hidup bagi pasien dengan kanker kolon stadium 3 (Duke C).
  • Meski tidak ada standar pasti untuk mengobati pasien stadium 2, beberapa dari pasien itu menerima kemoterapi 5-FU.
  • Pasien stadium 1 penderita kanker kolorektal tidak menerima 5-FU karena prognosis mereka baik dengan cukup mengangkat tumornya.
  • Pasien stadium 4 dimungkinkan menerima 5-FU untuk meringankan saja (catat: bukan penyembuhan). 

Membedah Standar Emas Pengobatan Kanker Kolon (Usus Besar)

Pada tahun 1975, Dr. Charles Moetel, onkologis terkenal  dari Mayo Clinic , sebuah  klinik yang ternama di Minnesota, Amerika Serikat, menemukan bahwa kelangsungan hidup pasien kanker kolon Duke C dapat diperpanjang ketika diobati dengan kombinasi 5-FU dan levamisole (sebuah obat yang digunakan pada domba, babi dan ternak untuk mengendalikan cacing-cacing perut dan usus dan infeksi parasit nematoda).

Dalam penelitian ini, 971 pasien penderita kanker kolon Duke C yang telah menjalani operasi dibagi ke dalam tiga kelompok dan diberikan salah satu dari tiga pengobatan ini. Masa waktu kelangsungan rata-rata sebenarnya adalah 6,5 tahun.

 

Rawatan

Jumlah pasien

Jumlah kambuh kembali

Jumlah meningal

Operasi / Bedah saja

315

177   (56.19%)

168  (53.33%)

Levamisole

310

  172   (55.48%)

158   (50.96%)

Levamisole +  5-FU

304

   119   (39.14%)

121   (39.80%)

Manfaat Levamisole + 5-FU  atas bedah saja (kemoterapi tidak)

Kurang persentase kekambuhan 17.05%

Kurang persentase kematian 13.53%


Referensi:  Moertel, C. G. et al. Fluorouracil plus levamisole as effective adjuvant therapy after resection of stage III colon carcinoma. Annals of Internal Medicine. March 1995. Vol: 122: 321-326. http://www.annals.org/content/122/5/321.full.pdf 

Penulis menyimpulkan bahwa 5-FU + levamisole adalah terapi penyembuhan yang lumayan sesuai dengan operasi; telah dibenarkan banyak meningkatkan angka penyembuhan bagi pasien penderita kanker kolon risiko tinggi (stadium 3). Pengobatan tersebut seharusnya dianggap sebagai standar pengobatan bagi semua pasien.

Terapi dengan 5-FU + levamisole: menyebabkan mual, beberapa kali muntah, stomatitis, diare, dermatitis, kelelahan dan alopecia ringan. Kira-kira setengah dari jumlah pasien menderita leucopenia (sel darah putih rendah). 

Reaksi racun yang tidak terantisipasi terhadap 5-FU + levamisole: 40% pasien memiliki hasil tes fungsi hati abnormal selama rangkaian terapi. Toksisitas mereka direfleksikan dalam tingkat fosfatase alkali yang tinggi (yang memuncak sekitar 7 bulan setelah permulaan terapi), tingkat aminotransferase tinggi (AST), dan bilirubin serum yang tinggi selain itu juga menyebabkan lemak hati. 

Pertanyaan:

  1. Apakah hasilnya menunjukkan bahwa jika Anda tidak menjalani kemoterapi setelah operasi, Anda tidak akan selamat?
  2. Tidakkah hasil ini menunjukkan bahwa tanpa kemoterapi hanya 53,3% pasien meninggal, tetapi bahkan jika Anda menjalani kemoterapi hampir 40% meninggal?
  3. Tidakkah hasil ini juga menunjukkan bahkan dengan kemoterapi 39% pasien masih mengalami kambuhnya penyakit?
  4. Tidakkah bijaksana untuk menimbang-nimbang keuntungan ini terhadap persoalan kualitas hidup, memperihtungkan efek samping yang diakui dari kemoterapi?

Dari data di atas jelas bahwa kemoterapi mengurangi kambuhnya penyakit sebesar 17% dan mengurangi kematian sebesar 13,5% tetapi dengan efek samping yang kerap kali diabaikan sebagai hal yang tidak signifikan.

Kemoterapi terbukti bermanfaat hanya untuk margin kecil (13% sampai 17%). Memang, dari sudut pandang akademis, hasilnya secara statistik signifikan. Hal ini akan menyenangkan para ahli statistik dan ilmuan, tetapi saya tidak yakin jika ini menyenangkan pasien-pasien kanker. Saya yakin hal ini bukanlah apa yang para pasien cari (khususnya mereka yang berasal dari negara tertinggal). Mereka mencari penyembuhan NYATA.  Jika tidak mungkin, setidaknya mereka mengharapkan kesempatan yang jauh lebih besar untuk mencapainya. Saya bertanya-tanya apakah manfaat kurang dari 20% itu cukup baik?

Kemoterapi menyebabkan efek samping berbahaya bagi banyak pasien. Kemoterapi tidak seperti “gigitan semut” seperti kata onkologis kepada beberapa pasien. Dengan manfaat yang kurang dari 20%, apakah kemoterapi sebuah perjudian yang berharga?

Satu pertanyaan melintas di pikiran. Tidak bisakah margin kecil dari manfaat kemoterapi ini dicapai melalui cara-cara non invasif dan non racun lainnya? Contohnya, pernahkah terjadi pada orang-orang yang hanya melakukan perubahan pola makan atau meminum obat-obatan herbal, mungkin kita juga dapat meningkatkan kesempatan menyembuhkan kanker kolorektal dan hasilnya dapat lebih baik dibanding kemoterapi?

Di CA Care kami telah menampilkan banyak studi kasus yang menunjukkan bahwa memang hipotesis ini valid dan memiliki kebaikan – obat-obatan herbal dan perubahan pola makan dan gaya hidup dapat memperpanjang kelangsungan hidup lebih baik dibanding kemoterapi!

Standar Emas Tambah Terapi yang Ditargetkan

Saat ini, onkologis memiliki cukup banyak campuran-campuran obat kemo untuk pasien penderita kanker kolon stadium lanjut. Generasi baru “bom pintar” atau obat-obatan terapi yang ditargetkan juga dapat ditambahkan ke dalam campuran itu untuk membantu pengendalian kanker (ah, bukan penyembuhan?). Contoh-contoh cara terapi ini adalah:

  • FOLFOX (leucovorin [folinic acid], 5-FU, dan oxaliplatin)
  • FOLFIRI (leucovorin, 5-FU, dan irinotecan)
  • CapeOX (capecitabine dan oxoliplatin)
  • Semua kombinasi di atas ditambah salah satu (tidak keduanya) dari Avastin (bevacizumab) atau Erbitux (cetuximab)
  • 5-FU dan leucovorin, dengan atau tanpa Avastin
  • Capecitabine, dengan atau tanpa Avastin
  • FOLFOXIRI (leucovorin, 5-FU, oxaliplatin, dan irinotecan)
  • Irinotecan, dengan atau tanpa Avastin
  • Erbitux saja
  • Vectibix (panitumumab) saja

Avastin dan Ertibux saat ini pada umumnya ditawarkan kepada pasien kanker di Malaysia. Vetibix masih belum dikenal di sini. Namun akan segera muncul. Tetapi apa yang mereka katakan tentang Avastin dan Ertibux? Dua hal yang jelas: Obat-obatan mahal. Dan tidak menyembuhkan kanker kolon !

Diterjemahkan oleh Andreas Kriswanto

Iklan

Suatu Cerita Kesembuhan dari Perancis

Pada Juni 2007 kami menerima sebuah email dari Fil (bukan nama asli) dari Perancis. Dia menulis dalam rangka  mencari bantuan untuk ayahnya yang berumur 77 tahun, Jak (bukan nama asli) yang telah didiagnosa dengan kanker kolon. Lima tahun sebelum didiagnosis terkena kanker kolon, dokter telah memberitahu bahwa ada yang salah dengan otaknya. Jak  sangat sering menderita vertigo.

Permasalahan Jak bermula dari perdarahan yang parah saat berada di toilet. Dia pun segera dimasukkan ke rumah sakit dan pada tanggal 1 Juni 2007 Jak menjalani suatu operasi pengangkatan bagian dari kolon sigmoid (bagian dari usus besar). Dalam suratnya, Fil menulis: Hari ini, dia berada dalam kondisi yang sangat jelek. Dia mencoba untuk bangun tetapi berjalan sangat sulit. Dia memerlukan bantuan. Dia lebih memilih untuk tinggal di tempat tidur. Ia tidak berselera untuk makan dan hanya memiliki sedikit harapan untuk kesembuhannya. Ia tidak ingin menjalani kemoterapi maupun radioterapi. Dia kehilangan massa otot dan akan memerlukan  pelatihan. Dia ingin hidup 5 tahun lagi supaya bisa melihat anak bungsunya menginjak umur 16 tahun.

Kondisi Jak adalah sebagai berikut:

  • Nyeri: di bagian perut. Kondisinya sangat jelek. Dia tidak cukup kuat berdiri dengan kedua kakinya.
  • Apakah anda bisa tidur? Ya, tidur cukup lumayan.
  • Apakah anda merasakan lelah? Ya, sangat lelah. Hampir tidak bertenaga.
  • Seberapa sering anda buang air besar? Sulit dan sembelit.
  • Bagaimana dengan selera makan anda? Sedikit sekali.
  • Apakah anda mempunyai kesulitan bernafas? Tidak.

Pada tanggal 23 Juni 07, Fil menulis: Beberapa hari setelah operasi, spesialis kanker bertemu dengan ayah saya dan bilang bahwa dia terlalu lemah untuk menjalani kemoterapi. Senin lalu, dokter itu kembali dan melihat dia berada dalam kondisi yang lebih baik tapi masih ragu apakah dia bisa menjadi “kandidat yang baik” untuk mengikuti pengobatan tesebut. Dokternya berbicara kepada saya melalui telepon.

Mengenai kemoterapi – untuk melakukan atau tidak melakukan, dokternya menyimpulkan: TANPA kemoterapi, kemungkinan hidup untuk 5 tahun lagi adalah 50%, tetapi DENGAN kemo, 65%. Dokternya dijadwalkan bertemu untuk ketiga kalinya dengan ayah saya pada tanggal 3 Juli. Saya tidak tahu keputusan apa yang bakal dia ambil. Bagaimanapun, dokter-dokter yang bertugas menangani ayah saya mencoba untuk mempengaruhi keputusan dengan menjelaskan bahwa operasi yang telah dilakukan berjalan dengan lancar dan akan lebih mantap lagi kalau diikuti dengan kemoterapi. Sesungguhnya, ayahku tidak terlihat siap untuk mengalami pengalaman-pengalaman buruk yang lain lagi.

Pada tanggal 26 Juni 07, Fil menulis lagi: Saya terus berusaha setiap hari untuk kesembuhan ayah saya. Akhir pekan lalu, saya telah berbicara dengan ayah dan ibu saya. Ayah saya akan kembali ke rumah pada kamis depan. Kami membuat keputusan yang konkrit: Tidak ada kemo, ayah saya akan mengikuti anjuran diet dan dia juga akan mengkonsumsi obat-obatan herbal dari dokter. Di samping itu, sekarang saya menjadi lebih terlibat dalam bidang kanker. Apakah anda siap untuk bekerja dengan saya dan menjadi pembimbing, guru, pemandu, semua itu??

Ini adalah balasan saya kepada Fil: Terima kasih untuk email anda. Ya, anda memang benar-benar seseorang yang mau belajar. Jangan kuatir saya ada disini untuk membantu dan membimbing Anda. Tidak ada masalah sama sekali Fil. Saya menyukai semangat dan antusiasme anda untuk membantu ayah anda…bagus sekali. Tentu saja, apabila anda belajar dan percaya pada apa yang saya lakukan….membantu orang lain juga.

Pada 3 Juli 07, Fil menulis: Chris, saya mendapat telepon dari ibu saya. Ayah saya merasakan nyeri lagi di daerah perut lagi pagi ini. Apa yang anda pikirkan tentang ini?

Balasan saya: Dia mulai terapi herbal pada jumat siang, yang berarti 4 hari pengobatan. Biasanya pada minggu pertama, pasien akan sulit beradaptasi dengan kehidupan yang biasanya…karena krisis penyembuhan. Kunjungi website saya dan baca tentang TERAPI CA dan krisis penyembuhan. Saya tidak terlalu khawatir.

Fil mengirimkan daftar obat yang diresepkan dokter pada ayahnya:

  1. LOVENOX: pengobatan pencegahan trombosis (penyumbatan pada pembuluh darah).
  2. INEXIUM: pengobatan terhadap refluks gastro-esofageal.
  3. AMLOR: pengobatan terhadap tekanan darah tinggi.
  4. TAHOR: pengobatan terhadap kolesterol.
  5. OMIX: pengobatan terhadap perbesaran prostat/ hipertrofi prostat.
  6. PLAVIX: pengobatan untuk orang yang baru terkena serangan jantung, stroke, dll.
  7. DIANTALVIC:  pereda nyeri ( paracetamol + dextropropoxyphene ).
  8. NUTRICREMAL: tambahan nutrisi dengan protein vanilia, coklat.
  9. TARDYFERON: tambahan mineral.
  10. FORLAX: untuk sembelit.
  11. EDUCTYL NORMACOL: untuk sembelit.

Saya menulis: Saya menghitung bahwa jumlah obat yang diresepkan secara keseluruhan ada 11 obat. Maksud anda bahwa selama ini ayah anda telah mengkonsumsi 11 obat ini? Apakah dokternya menjelaskan kepada anda fungsi dari obat-obatan tersebut? Cari tahu melalui internet dan beritahu saya. Negara yang berbeda mempunyai nama obat yang berbeda pula untuk jenis obat yang sama. Hal seperti ini membingungkan orang-orang.  Semakin bingung orang, semakin bagus, jadi mereka bisa tambah ahli.

Fil menulis pada 9 Juli 2007: Saya mengunjungi ayah saya 2 kali minggu ini:

  • Beberapa minggu yang lalu di rumah sakit, dia bilang bahwa dia ingin hidup 5 tahun lalu supaya bisa melihat anak bungsunya menginjak usia 16 tahun.
  • Kami melihat dia berada dalam keadaan yang sangat sehat, sangat aktif, menanyakan pertanyaan-pertanyaan, berbicara tentang topik yang berbeda-beda, berdebat seperti yang dulu dia lakukan . Dia menunjukkan ke kita bahwa dia pun sanggup untuk berjalan beberapa langkah tanpa menggunakan tongkat.
  • Saya memberitahu dia: Whoaa! Kamu terlihat sangat sehat hari ini!! Jauh lebih baik!!
  • Dia mulai menjawab bahwa dia masih belum sembuh dan seterusnya. Ini terkesan seperti bahwa dia TIDAK bisa percaya bawa dia sudah baikan. Bahkan, dia menolak dibilang sudah baikan, dll…
  • Pada Minggu pagi, saya datang sendiri untuk mengunjungi orang tua saya. Ini adalah sebuah cerita yang berbeda. Ayah saya terlihat dalam keadaan yang berbeda, tidak bertenaga, wajah lesu, hampir terkesan seperti dia “ takkan bertahan sampai akhir hari ini”. Anda bisa melihat “ sikap naik dan turun “ ini.
  • Apa pendapat anda tentang jenis pasien yang tidak percaya bahwa mereka dapat menyembuhkan dirinya sendiri? Kita harus berjuang dua atau tiga kali lebih keras untuk orang seperti ini daripada orang yang positif!
  • Bukan hanya itu, dia mencampur adukkan komentar-komentar positif yang ada. Akan lebih baik jika kita bilang: “ Kamu tidak terlihat baik hari ini!! Kamu merasa sakit kan? Kamu tidak akan berhasil dalam pengobatanmu!! Setelah komentar-komentar  seperti itu, dia akan melihat kamu dan tersenyum sedikit. Jadi, apa yang bisa kita lakukan?

Pada 13 Juli 2007, Fil menulis: Berita utama tentang ayah saya. Dokternya mendapatkan hasil dari analisis darahnya hari ini. Dia menelepon orang tua saya dan berkata:

  • Beberapa tanda-tanda lebih membaik!! Saya tidak mengerti.
  • Apakah saya memberikan obat spesial pada suami anda?
  • Ibu saya menjawab: Tidak, saya rasa tidak.

Chris, saya merasa kita telah berada pada jalur yang benar! Saya akan meneruskan usaha meningkatkan mental pada ayah saya dan kemungkinan saya akan bisa menemukan solusinya.

Pada 19 Juli 2007 Fil menulis: Ayah saya telah mengalami kemajuan yang pesat dalam “pergerakan”nya dan dia sanggup berjalan tanpa menggunakan tongkat. Akan tetapi, dia masih tetap merasakan nyeri di bagian perut.  Mereka melakukan pemindaian padanya. Itu terjadi pada siang ini dan ibu saya baru membacakan hasilnya kepadaku melalui telepon:

  • Perbesaran dari caput(kepala) pankreas dengan pusatnya nekrosis dengan penyumbatan pada vena mesenterika.
  • Peradangan fungsi sel  otak.

Pada 23 Juli 07, Fil menulis: Minggu ini, anak perempuan dari teman orang tuaku datang mengunjungi ayahku. Dia berusia 47 tahun dan menderita kanker yang ketiga: kolon(usus besar), hati dan paru-paru. Dia sedang menjalani kemoterapi yang ketiga kalinya. Dia berkata: Kemoterapi tidak bekerja untukku! Kita membicarakan tentang terapi alternatif. Itulah mengapa orang-orang memilih obat-obatan herbal dan pengobatan alternatif.

Pada 1 Agustus 07, Fil menulis: Maafkan saya karena menganggu lagi, tetapi saya ingin berbagi dengan anda perasaan saya.  Bahkan, saya ingin anda tahu betapa sulitnya ini bagi saya untuk menangani penyembuhan ayah saya dan bagaimana  pentingnya bagi saya untuk mendapatkan dorongan dari anda dan Dave( bukan nama asli ). Saya perlu untuk melawan para dokter, hambatan berbahasa dan memahami permasalahan yang baru juga pikiran negatif dari ayah saya. Untungnya, ibu saya sangat membantu dalam masalah ini. Saya berharap saya tidak terlalu mengganggu anda dengan pertanyaan-pertanyaan saya, kesalahpahaman dan beberapa situasi panik dan yang lain sebagainya.

Pada 7 Agustus 07, Fil menulis: saya ingin berbagi dengan semua orang penyembuhan ayah saya.

Silahkan melihat 2 video ini – sebelum dan sesudah mengkonsumsi obat-obatan herbal.

29 November 2007, Fil menulis: untuk ayah saya, beberapa berita datang setelah pemeriksaan rutin di bulan November.

  • Analisis darah: hasilnya sejauh ini baik-baik saja.
  • Bagaimanapun, setelah pemindaian terakhir, dokter mengatakan bahwa kemungkinan kanker telah menyebar ke sekitar abdomen(perut) dan area paru-paru ( nodules, nodes, dll..)
  • Dokternya mengatakan bahwa ini sudah waktunya untuk melakukan kemoterapi; dia tidak ingin mengakui efek yang bagus dari obat-obatan herbal karena itu merupakan pengobatan alternatif.
  • Dia memberitahukan: KEMOTERAPI + Pengobatan Alternatif bisa menjadi pilihan terakhir untuk dipilih.
  • Ayah saya telah siap untuk memilih dokter baru – yang mana mempunyai pikiran yang  lebih terbuka daripada yang satu ini.

13 Juni 08, Fil menulis: Saya mempunyai pertanyaan dari ayah saya tentang jumlah teh yang harus diminum setiap harinya. Seperti yang anda ketahui, dia harus mengubah kebiasaan makannya. Ini tidaklah mudah bagi seseorang yang berusia 77 tahun. Sebagai tambahan, meminum teh tiap hari membuat dia ingin ke toilet setiap 2 jam. Maka dari itu, dia sering bertanya padaku: Bolehkah saya mengurangi meminum teh supaya saya bisa lebih jarang berkemih? Saya menjawab dia beberapa kali: “ kamu harus meminum teh supaya kamu dapat bertahan hidup” dan seterusnya. Pada saat itu, saya yakin dia akan benar-benar letih untuk terus berkemih. Jadi, saya ingin menanyakan pendapat anda. Tolong, beritahu saya apakah dia dapat mengurangi jumlah cairan yang masuk setiap harinya. Terima kasih sebelumnya.

14 Jan 2009 Fil menulis: Teruntuk Chris, Selamat Tahun Baru 2009.  Silakan klik link berikut ke dua video singkat yang diambil menjelang Christmas 2008. Semoga ini dapat membantu anda membayangkan cerita tentang ayah saya. Beritahu apabila saya dapat membantu yang lain. Dan saya mendoakan yang terbaik untukmu!

Komentar: Saya membayangkan ada berapa banyak pasien yang akan setuju untuk menjalani kemoterapi apabila mereka dengan jelas diberitahu bahwa pengobatan tersebut cuma dapat meningkatkan angka harapan hidup sebanyak 15%. Kebanyakan paien menjalani kemoterapi dengan harapan penuh bahwa mereka akan sembuh 100%. Atau apabila tidak 100%, setidaknya masih lebih tinggi daripada 15%.

Sudah menjadi  kesenangan kami untuk membantu Fil dan ayahnya, Jak. Dan tentunya kami sangat senang melihat keadaan ayahnya yang bagus walaupun tidak menjalani Kemoterapi. Pertanyaan yang perlu diingat oleh pasien adalah: Menurut dokter, untuk pasien seperti Jak, statistik menunjukkan ada 65% kemungkinan hidup 5 tahun dengan kemo. Tanpa kemo kemungkinan hidup 5 tahun adalah 50%. Dengan kata lain, keuntungan dari kemoterapi adalah cuma 15%.

Jumlah yang dikutip dari dokter di Perancis sangat jauh berbeda dari yang saya dengar di sini. Di sini, mereka membicarakan bahwa 95% atau 50% pasien akan meninggal tanpa kemoterapi. Akan kita perjelas di sini: tidak ada data stastistik yang menunjukkan bahwa tanpa kemoterapi, pasien penderita kanker kolon akan meninggal.

Sebelum Fil menulis kepada kita, ada orang lain di Perancis (Dave) yang telah menjalani operasi dan kemoterapi untuk kanker kolonnya. Dave datang ke Penang dan memutuskan untuk mencoba obat-obatan herbal kita. Kami mengajarkan cara menggodok obat-obatan herbal, dll. Jadi ketika Fil menulis kepada kita, kita merasa akan lebih mudah apabila meminta Dave untuk menjelaskan segalanya kepada Fil. Ayah Fil meneruskan meminum obat-obatan herbal sampai sekarang sementara Dave putus setelah sekitar 3 bulan. Dia menjalani lebih banyak operasi dan kemoterapi dan pada awal 2009 kita menerima kabar bahwa Dave telah meninggal.

Hal yang rasional dari kemoterapi, menurut dokter Perancis adalah berfungsi sebagai selimut pengaman. Ada asumsi yang kuat bahwa kemoterapi dapat menjamin kesempatan hidup yang lebih tinggi. Apa yang terjadi apabila pasien yang dikemoterapi meninggal dunia? Apakah hal seperti ini pernah terjadi? Tentu saja hal ini lebih sering terjadi dari yang diakui.

Pada 17 Januari 2009, Fil menjawab pertanyaan-pertanyaan yang ditujukan kepadanya:

a) Tentang pengobatan ayah anda: apakah dia menerima perawatan kemoterapi? Tidak ada kemo sama sekali karena kami menolak pengobatan tersebut.

b) Apakah dokter menyarankan kemo? Kenapa? Dokter mengatakan bahwa itu adalah semacam jaminan supaya sel-sel kanker tidak kembali. Mereka bahkan memasang selang kemo dekat dengan bahu kanan.

c)     Bagaimana dengan kondisi kesehatannya sekarang dibandingkan dengan sebelum terkena kanker? Melihat umurnya dia berada dalam kondisi yang cukup baik.

d) Apakah dia kembali menemui dokter yang menangani dia? Ya, setiap 3 bulan tepat sehabis operasi dan sekarang setiap 6 bulan.

e) Dia sedang meminum obat-obatan untuk hipertensi, prostat, nyeri, kolesterol, dll. Apakah dia masih meminum obat-obatan tersebut? Anda mengatakan bahwa dia sering menderita vertigo (sakit kepala yang berputar)—apa yang terjadi sekarang? Sama? Pengobatan untuk memori/ ingatan, prostat, perut dan nyeri. Itu dia! Ayah saya telah mengalami vertigo selama 20 tahun, sampai sekarang tetap sama saja, tidak bertambah parah.

f) Umumnya setelah pasien mengkonsumsi obat-obatan herbal kita, permasalahan-permasalahan seperti ini menghilang—apa yang terjadi pada kasus ayah anda? Kondisi yang agak lebih baik.

g)     Sudah satu setengah tahun sejak operasi kankernya – bagaimana dengan sikapnya? Apakah dia percaya diri dengan masa depannya? Dia terlihat cukup percaya diri.

h) Ketika dia baru mulai mengkonsumsi obat-obatan herbal, apakah dia percaya bahwa obat tersebut akan berefek positif pada dirinya? Sejujurnya tidak karena sikapnya yang negatif dan dia juga selalu mempunyai keraguan di pikirannya. Ibu saya dan saya bekerja keras untuk meyakinkan dia. Itu merupakan proses yang panjang dari hari ke hari.

i) Dari sudut pandang ibu anda, apa yang dia pikir tentang kesembuhannya? Dia berpikir itu adalah situasi yang lebih baik dibandingkan dengan orang lain yang mempunyai kanker dan menjalani kemoterapi.

j) Dari sudut pandang anda sebagai seorang anak, apa yang anda pikir tentang kesembuhan ini?Saya berpikir bahwa ini adalah hal yang sangat mengagumkan untuk mendapatkan kesembuhan seperti ini dan saya ingin memberitahukan kepada anda bahwa sekarang saya telah menjadi seorang vegetarian(pemakan sayuran saja)! Anda telah mendapat pengakuan saya dan saya bahkan ingin membantu orang lain. Ini bukanlah suatu tugas yang mudah, seperti yang anda ketahui lebih banyak dari orang lain di dunia ini.

k)      Apakah anda akan menempuh jalan yang sama lagi apabila anda diharuskan untuk menjalani hal yang sama lagi? PERSIS SAMA.

Pada 27 Februari 2009, kami menerima sebuah e-mail dari Fil

Cuma ingin berbagi beberapa hal dengan anda:

1.      Wanita berumur 47 tahun ( anak perempuan dari teman orang tuaku ) meninggal secara tiba-tiba minggu lalu. Selama lebih 12 tahun dari perjalanan penyakitnya, dia menjalani banyak operasi, kemoterapi dan radioterapi. Saya tidak dapat meyakinkan dia untuk mencoba terapi herbal atau bahkan cuma untuk merubah sedikit dari pola makannya. Saya bersedih akan hal itu dan pada saat yang sama saya merasa saya telah menjalankan tugas saya “transmisi pengetahuan” bahkan saya cuma tahu sedikit mengenai hal itu.

2.      Ayah saya menemui dokter ahli kankernya Selasa lalu. Dokter menyimpulkan dia berada dalam keadaan yang sangat baik dan tanda-tanda kankernya pun menunjukkan dalam batas yang baik. Mereka merencanakan untuk melakukan kolonoskopi dalam 6 bulan. Seperti pertemuan biasanya, dokternya mengulangi kata-kata yang sama kepada orang tua saya: Memang, saya tidak antusias untuk memulai kemo setelah operasi karena anda sangat lemah saat itu. Pada waktu yang sama tidak ada kata-kata yang terucap mengenai apa yang ayah saya lakukan – pengobatan alternatif, nutrisi, atau apa sajalah!

Saya cuma tidak bisa mempercayai kenapa dokter-dokter ini bisa bersikap semunafik itu. Saya harus berperang melawan dokter wanita untuk mengeluarkan ayah saya pada Juli 2007. Tolong katakan pada semua pasien anda bahwa jangan menyerah ketika berhadapan dengan orang medis yang begitu berkuasa! Setiap orang mempunyai pilihan untuk memutuskan untuk  menderita atau untuk menjalani hidupnya dengan tenteram dan damai hingga akhir hayat.

Di bawah ini ada video klip yang Fil kirimkan kepada kita. Terima kasih Fil untuk kerjasama dan kemauan anda untuk berbagi!

Setelah Dua Operasi dan Kemoterapi, Dia Berpaling ke Terapi CA Care dan Tetap Hidup

Dass adalah lelaki berumur 46 tahun. Dia mempunyai masalah dengan pergerakan usus besar yang tdak teratur. Kadang-kadang dia harus BAB dua kali dalam sehari, kadang sekali setiap dua atau tiga hari sekali. Fesesnya sering keras dan menimbulkan rasa sakit. Akhirnya, dia kehilangan nafsu makan. Makanan nampaknya tidak bisa turun ke lambung, dan walaupun cuma memakan sedikit makanan saja sudah membuat dia merasa kenyang.

Dass telah mengulur-ulur masalah ini selama 4 tahun. Tetapi tahun terakhir menjadi makin serius – dia mengalami nyeri dan fesesnya berwarna hitam dan ada bercak-bercak darah. Kemudian, pada satu malam dia mengalami sakit perut yang parah. Dia pergi ke dokter umum dimana dia diminta melakukan foto sinar-X abdomen (perut) yang banyak. Dokter itu menyarankan untuk mengecek pada seorang dokter spesialis segera. Sebuah operasi dilaksanakan pada hari berikutnya.

Ahli bedah megeluarkan tumor/ benjolan sebesar bola tennis dari usus besarnya. Setelah itu, dia menjalani kemoterapi. Semua berjalan dengan lancar setelah perawatan. Dia melanjutkan dengan pemeriksaan rutin setiap bulannya.

Pada Desember 1997, Dass mengalami nyeri lagi di daerah perut dan dia batuk terus-menerus. Dokter mengatakan bahwa Dass mengalami kanker berulang. Dia pun menjalani operasi kedua. Dokter kemudian menyarankan Dass untuk mengikuti sesi kemoterapi yang lain tetapi dia menolak. Dia datang ke CA Care untuk pengobatan herbal pada Januari 1998 dan dia pun memulai pengobatan tersebut.

Setelah satu minggu diterapi dengan obat-obatan herbal, nafsu makannya mengalami kemajuan dan dia merasa baikan. Dan sampai pada hari ini (Maret 09),yakni 11 tahun dengan terapi obat-obatan herbal, Dass masih dalam kondisi yang sehat. Dia berhenti dari pekerjaannya sebagai tukang kebun sekolah dan sekarang dia menjadi instruktur sekolah mengemudi.

Komentar: Walaupun Dass bukanlah seseorang yang terpelajar, dia bijaksana dan memiliki banyak akal sehat. Pada mulanya, pengobatan kemo tidak menyembuhkan Dass sama sekali. Banyak orang yang masih akan melakukan kemoterapi lagi dan lagi setelah terjadi kekambuhan. Mereka beranggapan bahwa kemoterapi adalah jalan yang lebih aman untuk ditempuh.

Ketika Dass mengalami kekambuhan segera setelah dia menyelesaikan kemoterapinya, dia menempuh jalan yang lain. Dia tahu bahwa kemoterapi tidak dapat membantu dia.

 

 

Sembilan Tahun Masih Tetap Hidup Tanpa Bedah, Kemoterapi atau Radioterapi

Tim (bukan nama sebenarnya) berusia 86 tahun ketika ia didiagnosa dengan sigmoid kanker pada Oktober 1999. Tidak ada bukti metastasis. Dia tidak menjalani operasi apapun, kemoterapi atau radioterapi – resep standar pengobatan kanker yang universal.

Keponakan laki-lakinya, yang adalah seorang dokter medis, menyarankan agar meminta pertolongan kami.

Pada tanggal 2 April 2000, anak Tim datang ke kami untuk pertolongan (Tim tidak datang sendiri). Kondisinya kemudian kelihatannya menjadi biasa bagi orang umurnya. Dia dapat makan, tidur, bergerak di sekeliling-Nya dan dipindahkan tanpa masalah. Namun, dia rasa sakit ketika ia makan terlalu banyak. Dia juga mempunyai nambi (skin rash) sesudah minum antibiotik.

Tim telah beri Kapsul A dan Teh GI untuk diminum. Dan ia mengambil terus herbal itu dengan cara apapun dia suka. Sebenarnya kami tidak mengambil banyak pemberitahuan kepada kemajuan setelah itu.

Tidak sampai tujuh tahun kemudian kasus Tim itu dibawa ke perhatian kami. Anak-anaknya datang pada tanggal 6 Mei 2007 untuk memberitahukan kami bahwa bapak mereka mengulurkan darah semasa membuag air besarnya.

Ultrasound yang dilakukan pada tanggal 25 April 2007 menunjukkan adanya beberapa kista kecil dihatinya, tetapi tidak ada solid massa. Usus besarnya diisi dengan gas.

Kolonoskopi nampak fungating tumor di 12-15 cm dari ambang anal. Biopsi konfirmasi diagnosa klinis adenokarsinoma (infiltrating, focally necrotizing moderately differentiated rectal adenocarcinoma).

Saya beromong dengan anak dan menantu perempuan Tim untuk mendapatkan dan mengetahui lebih jauh tentang apa yang terjadi. Isteri Tim telah meninggal beberapa tahun yang lalu, dan Tim ini, hingga hari ini, tinggal sendirian. Dia menolak untuk pindah dan tinggal dengan yang mana pun di antara sembilan orang anak dewasanya, lebih suka hidup sendiri. Dia seorang individu bersikap “bebas”.

Dengan ini, kami bisa mengerti mengapa anaknya mencurigai bahwa Tim tidak mengambil herbal dengan semestinya sesudah beberapa tahun. Tim berpendapat yang ia sudahpun sembuh.

Berikut adalah kutipan dari percakapan kami pada tanggal 25 April 2007 yang dapat bayangankan kesalahan yang telah berlaku.

Chris: Sebelumnya ia minum herbal secara teratur?

Menantu perumpuan: Reguler dan setelah bertahun-tahun sehingga ia sudahpun baik.

Chris: Itu sudah tujuh tahun, Tahun 2000 sampai sekarang. Dia mengambil Kapsul A, C-tea dan  GI-tea. Anda kemudian mengatakan ia tidak mengambil teh lagi dan hanya Kapsul A. Dan kata anda dia ialah sehat?

Anak lelaki: Beberapa tahun terakhir saya membawa dia untuk kontrol (check up).Untuk usus besarnya, bebas bahaya. Saya juga membawa stools nya (tahi) untuk pemeriksaan. Mereka berkata tidak ada apa-apa. Segalanya okay.

Chris: Ini dilakukan di sebuah rumah sakit?

Anak: Ya, Metro.

Chris: Jadi ini berarti bahwa tiga atau empat tahun yang lalu, ia masih tidak bermasalah.

Anak: Dia lulus keluar darah di stools. Awalnya kami berpikir karena bawasir.

Menantu: Ini berlaku sudahpun satu tahun.

Anaki: Kami pergi ke dokter bedah ini (di rumah sakit) dan dia juga mengatakan bawasir.

Chris: Tidak mungkin, tidak mungkin. Karena dia mempunyai latar belakang dari kanker usus besar.
Putri: Persis, ia memiliki sejarah kanker usus besar!

Chris: Biarkan saya menjelaskan. Kanker usus besar tidak bisa hilang. Ada tak ada hal seperti itu sebagai melenyapkan kanker. Juga kalau tumor dipotong dan dibuangkan,  kanker masih bisa kembali. Dalam kasus ayahmu, tumor masih dibiarkan begitu saja di dalam tubuhnya.

Menantu: Di kemudian hari, ia mulai jarang mengambil herbal.

Chris: Oh, dosisnyapun dikurangi dari 2 kapsul tiga kali sehari ke – apa yang dia lakukan?

Anak: Satu kapsul satu hari.

Chris: Dia mungkin juga tidak harus minum herbal sama sekali.

Anak: Ayah berkata: Saya sudah sehat. Mengapa membuangkan uang?

Chris: Dia tidak minum obat dengan benar. Tidak ada jalan lain tentang hal ini. Kanker akan kembuh kembali. Okay apa yang kita lakukan sekarang? Pertama saya ingin bertanya: Apakah ia siap untuk minum herbal lagi?

Anak: Ya. Dia sudah siap untuk mengambil apa-apa saja sekarang.
Putri: Ha, ha, papa bertingkah laku baik sekarang – bertingkah laku baik sekarang!

Chris: Sebelum itu dia keras kepala?

Anak: Ya, sangat, sangat keras kepala.

Pada tanggal 15 Januari 2009, anak perempuan Tim datang ke pusat kami untuk mengangkat lebih banyak herbal bagi bapaknya. Ini berarti Tim masih dan tetap sehat sehingga sekarang.

Supaya jangan kita lupa, Tim sekarang berusia 95 tahun!

Komentar:

Ini merupakan kasus penyembuhan luar biasa dan mungkin tidak bisa dipercayai karena  alasan berikut:

1. Melihat foto-foto dari dubur luka kita tahu bahwa  kanker pada Tim itu memang sangat serius.

2. Walaupun menolak intervensi medis, Tim masih hidup – lebih dari 9 tahun sekarang. Bagaimana ini bisa berjadi? Dokter yang mana pun akan memberi tahu kami tanpa pembedahan, tumor sudah akan bertambah besar dan akan mengalangi saluran ususnya.

Usus besar atau duburnya hanya mungkin meledak, dll.  Namun hal ini tidak terjadi!

3. Lebih mengagumkan lagi – Tim tidak mengambil minum herbal dengan semestinya. Pada April 2007 semasa bertemu dengan anaknya, saya menitikberatkan pentingnya mengambil herbal dengan benar. Bagaimanapun juga dari 2000 ke 2007 masalahnya masih di bawah kontrol. Apapun itu, dari 2007 hingga hari ini, tampaknya Tim masih sehat dan telah sembuh kembali.

4. Ijinkan saya mengajukan beberapa pertanyaan bagi Anda untuk merenungkan:

a) Terlalu sering kami diberitahu bahawa jika ada tumor di usus besar, kata harus mengeluarkannya secepat mungkin. Nasihat ini nampaknya logis dan meyakinkan. Namun dalam kasus ini – apakah anda memikirkan logika ini ialah benar? Perlu ingati bahwa Tim sudahpun berusia 86 tahub  ketika dia pertama kali didiagnosa.

b) Jika Tim menjalani pembedahan, apakah menjadi syarat berikutnya? Tentu sekali disarankan menjalani kemoterapi!

c) Apa sudah bisa terjadi kepada pasien seperti Tim jika dia operasi? Dapat hidup 10 tahun setelah itu? Tim mungkin perlu menguna kantong kolostomi (colostomy bag).  Memang sulit untuk hidup dengan kantong kolostomi sepanjang hidupnya.

d) Setelah operasi, jika Tim menjalani kemoterapi, apakah akan terjadi kepada Tim setelah memerima pengobatan drastis seperti itu – pasien yang berusia 86 tahun?

e) Dengan pertumbuhan tumor seperti itu, menakjubkan bahwa tidak ada metastasis ke hati. Mengapa sebabnya?

f) Selama bertahun-tahun, kami telah menemukan banyak kasus kanker usus besar yang gagal. Pasien meninggal sesudah beberapa tahun kemudian, setelah menjalani operasi, kemoterapi (dan juga radioterapi). Mengapakah pasien pasien itu mati?

g) Biarkan saya mengutip hanya satu contoh saja. Tony Snow adalah juru bicara George W. Bush, lalu Presiden Amerika Serikat. Sebelumnya saya menulis: Laporan Kasus 7: World’s Most Well Fought Battle Against Colon Cancer, saya menulis:

Saya membayangkan bahwa orang yang paling kuat di dunia (Presiden) akan dapat melakukan sesuatu perkara yang hebat untuk menolong staf tercintanya dan fellowman yang di penderitaan luar biasa.

Saya percaya bahwa Snow akan mendapat yang terbaik – nasihat terbaik, dokter terbaik, obat terbaik dan  hospital terbaik – baginya untuk berjuang melawan kanker. Oleh sebab itu, kepada saya, pertempuran ini untuk melawan kanker mungkin akan menjadi pertempuran paling hebat yang  pernah ditempuh di America– Negara yang termegah di dunia.

Snow didiagnosa dengan kanker usus besar pada 2005. Dia menjalani operasi, kemoterapi untuk selama enam bulan dan setelah itu sehat. Lalu sesudah dua tahun kanker kembuh kembali dan dioperasi lagi pada April 2007, diikuti oleh lebih banyak lagi kemoterapi. Pada Juli 2008 Snow meninggal, sekitar tiga tahun setelah diagnosanya.

(Pada awalnya ahli medis mengatakan): Ini adalah kondisi yang sangat bisa diobati (treatable). Setiap orang yang melihat ini sebagai hukuman mati adalah salah.Apakah kenyatan ini benar? Siapa yang salah? Sebenarnya, Snow meninggal.

Anda pikirkanlah apakah sebabnya Snow mati? Tumor berulang di perut sudah dipotong keluar. Hanya sedikit kanker yang tertinggalkan di hatinya. Apakah ini bisa membunuh Snow? Atau apakah cara mengobati kanker itu yang membunuhnya?

(Ahli lain berkata): Ini adalah penyakit yang bisa diobati. Apakah sebenarnya makna pernyataan seperti ini? Sesungguhnya, setiap penyakit bisa diobati tetapi apakah dapat disembuhkan? Bisa diobati tidak berarti bisa disembuhkan sama sekali.

Kanker Usus-Liver: Tidak Ada Kesembuhan untuk Mereka yang Beraksi Terlalu Pintar, Terlalu Terpelajar dan Terlalu Menuntut

Tuan Nut adalah seorang pria berusia 56 tahun. Kadang-kadang pada Januari 2001, ia pergi menemui dokter dengan riwayat BAB (Buang Air Besar) berdarah. Hasil kolonoskopi mengindikasikan kanker kolon (usus besar). Hasil ultrasound-scan menunjukkan metastasis multipel pada liver.

Nut melakukan operasi paliatif setelah melakukan 14 siklus kemoterapi. Pada awalnya terapi menunjukkan hasil yang bagus. Kemudian nilai CEA mulai meningkat dari 5,7 pada bulan November 2002, menjadi 24,6 pada Maret 2003. Hasil CT-Scan menunjukkan lesi pada liver lebih besar dibandingkan pemeriksaan terakhir.

Dalam waktu singkat, kisah Nut menjadi kisah kekecewaan: setelah operasi dan kemoterapi, tampaknya ada harapan besar dan tanda-tanda penyemangat. Tumor mengecil dan nilai CEA menurun. Tetapi harapan besar itu tidak berlangsung lama – sebuah ilusi belaka. Beberapa bulan kemudian, tumor bertambah dalam ukuran dan nilai CEA melonjak naik.

Nut datang menemui saya di Penang pada Desember 2003. Ia menghabiskan lebih dari satu jam untukmenginterogasi saya tentang terapi kami. Ia mencari alternatif lain dan ingin ke Singapura untuk mencari terapi lebih lanjut setelah ini. Pada akhir pertemuan kami, syaa berkata seperti ini pada ia:pulanglah dan pikirkan apa yang akan anda lakukan. TIDAK PERLU menemui saya lagi. Jika anda memutuskan untuk memilih herbal, maka ini adalah resepnya.

Saya terkejut, Nut datang ke pusat rehabilitasi kami pada akhir Desember 2003 dan memutuskan untuk mengkonsumsi herbal kami.

Pada 19 Januari 2004, kami menerima catatan panjang bagaimana Nut menderita karena spasme lambung dan kembung. Catatan itu menuliskan: Nyeri spasme lambung ini sering saya alami dan persisten sejak operasi kolon-rektal pertama saya pada Januari 2001. Nut mengeluhkan nyeri ini sering kambuh sejak mengkonsumsi herbal. Herbal Stomach Function (fungsi lambung) tampaknya tidak bekerja. Kemudian ada tambahan: …dengan pola makan saya sekarang, sangat sedikit sekali yang bisa saya makan.

Dalam catatan panjang yang lainnya, tertanggal 23 Januari 2004, ia menulis: Saya belum pernah makan banyak nasi, dan banyak lagi yang sulit saya makan, saran untuk nasi merah dan sayuran mentah, saya merasa sulit dan semakin sulit untuk dikonsumsi… Teh herbal yang direkomendasikan – saya merasa berbau tidak enak dan rasanya sangat tidak enak. Saya mulai mencurigai kalau-kalau beberapa dari teh ini yang berkontribusi pada  kondisi lambung saya yang kembung.

Pada 30 Maret 2004, Nut membuat perjanjian untuk menemui saya di Subang Jaya. Ia datang dan berteriak pada saya berkata: Saya tidak bertambah baik. Hasil tes darah saya menunjukkan peningkatan nilai. Ia berkata: Apa yang anda punya untuk saya? Apakah anda dapat menyembuhkan saya atau tidak? Jawaban saya padanya datar saja: Tidak, kami tidak dapat menyembuhkan semua orang. Ia menjawab: Saya membuang waktu selama tiga setengah bulan. Anda tidak berkata anda tidak dapat menyembuhkan saya sebelumnya. Ia berjalan dan pergi.

Komentar: Dari sekian ratusan atau ribuan pasien kanker yang pernah saya temui dan saya tolong, kasus Nut adalah salah satu kasus yang luar biasa. Saya mendokumentasikan episode ini, bukan karena saya marah atau kesal karena ini, tapi saya berharap dengan menulis ini maka orang lain yang datang setelah ia dapat belajar suatu pelajaran dari kasus ini. Ijinkan saya menunjukkan beberapa poin berikut:

1.   Pasien kanker liver kadang adalah pemarah dan mempunyai watak yang buruk. Jadi, pada anda yang harus merawat pasien seperti itu, ambil sebagai catatan. Dalam kekasaran dan sikap buruk, cobalah untuk menunjukkan pengertian dan kasih sayang.Sikap seperti ini adalah bagian dari orang yang menderita karena kanker liver.

2.   Sering kali, saya memberitahu pasien seperti ini: menyembuhkan adalah tanggung jawab anda dan itu harus datang dengan sendirinya. Akan menjadi suatu kesalahan jika berpikir bahwa orang lain memiliki magic bullets (peluru ajaib) untuk menyembuhkan kanker anda. Pikiran seperti itu salah arah.

3.   Ketika Nut didiagnosa menderita kanker kolon, laporan medis mengindikasikan ia melakukan operasi paliatif. Maksudnya adalah bahwa operasi semacam itu tidak dimaksudkan untuk menyembuhkan! Pada kenyataan sebenarnya, Nut sudah kalah dalam perangnya bahkan sebelum mulai berperang.

4.   Selain kanker kolon, Nut mengalami metastase ke liver. Empat belas siklus dari kemo yang beracun, tidak menyembuhkannya. Ia tidak tahu kemana lagi untuk mencari pertolongan dan datang pada kami. Ketika saya pertama kali bertemu dengannya pada Desember, saya tahu dari perbincangan kami, ia adalah seorang pasien yang sulituntuk ditangani – ia tampil sebagai sok pintar dan sok terpelajar. Pasien yang arogan dan bertingkah seperti ia mengetahui segalanya pada umumnya kesulitan untuk mengikuti terapi kami.

5.   Saya sangat terkejut ketika mengetahui bahwa Nut memutuskan untuk mengkonsumsi herbal kami. Saya mengerti ia putus asa. Dan saya harus mengakui bahwa pasien yang datang bertemu kami untuk pertolongan berada dalam kategori yang sama – tersesat, tidak berdaya, putus asa dan putus harapan.

6.   Semua yang datang kesini telah mengetahui, kami meminta pasien untuk menandatangani formulir Release of Liability sebelum mereka menemui kami untuk mengkonsumsi herbal kami. Paragraf pertama formulir ini menuliskan: Saya memiliki keinginan sendiri untuk datang mencari saran dan bantuan dari Dr. Chris Teo dan anggota CA Care sehubungan dengan penyakit saya. Saya mengetahui bahwa tidak ada jaminan atau janji bahwa herbal yang diberikan oleh CA Care akan berpengaruh baik atau menyembuhkan penyakit saya. Nut menandatangani formulir ini ketika ia datang kepada kami pada 19 Desember 2003. Istri Nut juga menandatangin formulir yang sama keteika ia mengambil herbal pada kemudian hari. Jadi kemarahannya adalah tidak logis dan tidak seharusnya. Ia telah lupa dan menunjukkan arogansi seperti itu, yang sebenarnya kalah adalah dirinya sendiri, bukan orang lain.

7.   Biasanya ketika seseorang dalam masalah dan butuh pertolongan, mereka akan mengikuti dan mendengarkan nasehat kami. Tetapi ketika mereka menjadi lebih baik atau lebih tidak baik, mereka akan berkata dengan lidah yang berbeda. Kadang, kami menjadi kambing hitam¸mereka.

8.   Pasien yang datang pada saya, bagaimana mereka menampilkan diri mereka akan mengindikasikan pada saya apakah ia dapat sembuh atau tidak. Caranya bersikap, ekspresi wajahnya, masalah emosi, gaya hidup, komitmen, dukungan keluarga, dan lain-lain, akan diobservasi dan dicatat – semua ini membuat saya dapat memprkirakan watak ASLI dari orang yang akan kami hadapi. Jika seorang pasien berpikir ia datang kemari dan menginginkan kesembuhan cepat atau peluru ajaib, biarlah semua tahu – kami tidak punya! Pemikiran semacam itu benar-benar salah arah. Kanker adalah penyakit sistemik dari tubuh, pikiran, dan jiwa. Ini adalah hasil dari penyimpangan tubuh selama bertahun-tahun. Tumor hanyalah salah satu ekspresi dari penyimpangan itu. Menyingkirkan tumor tidak akan menyembuhkan jika penyebab yang mendasarinya tidak dikoreksi.

9.   Nut, menurut laporan kesehatannya menderita perdarahan rektal selama tujuh bulan dan ia tidak menghiraukan tanda yang tubuh kirimkan padanya. Apakah ia cuek atau keras kepala? Ia ingin bermain menurut caranya sendiri? Sebagai peringatan – dalam permainan kanker, anda jarang atau bahkan tidak dapat menang. Kemungkinannya adalah apakah anda kalah total. Kemudian, laporan medis mengindikasikan bahwa pada 1996, Nut menderita Hepatitis B tetapi ia tetap mengkonsumsi alkohol beberapa kali dalam seminggu. Ia merokok kurang lebih 30 rokok per hari. Apakah ini bukan suatu penyiksaan tubuh? Saya berani berkata pada semua orang, jika anda tetap pada kebiasaan seperti itu, jangan salah orang lain atau Tuhan jika anda akhirnya menemukan diri anda dalam jurang tanpa dasar. Anda yang menyebabkan kanker anda sendiri!

10.  Nut adalah seorang manager perkebunan. Dari apa yang saya ketahui, orang seperti itu (tidak semua?) mempunyai mental kolonial. Mereka dihormati sebagai dewa dikerajaan atau lingkungan mereka. Merka akan memerintah pada asisten mereka, kasir dan pekerja rendahan. Perintah mereka harus ditaati dan tidak boleh dipertanyakan. Mereka memberi perintah dan tidak menerima perintah. Sangat sulit untuk orang seperti itu untuk mengikuti jalur penyembuhan alternatif. Nut memprotes tentang pola makannya. Ia TIDAK dapat makan yang ia suka lagi. Baginya, herbal berbau tidak enak dan memiliki rasa yang tidak enak. Catatannya pada kami menunjukkan amarah dan rasa bencinya pada apa yang ia lakukan. Dibawah stress seperti itu tidak ada orang yang dapat menemukan penyembuhan.

11.  Nut bukanlah satu-satunya orang yang merasakan seperti itu. Dari pengalaman saya, hanya TIGA dari sepuluh pasien yang datang yang datang dan merasakan manfaat kerja kami, sisanya yang tujuh gagal karena alasan seperti ini. Tapi apa yang dapat kami perbuat? Jika anda tidak senang atau TIDAK siap untuk menempuh jalan ini, carilah tempat lain untuk pilihan yang lain.

Johnny Menolak Kemoterapi Setelah Operasi

Johnny, 46 tahun, telah didiagnosa kanker usus. Dia sudah menjalani operasi di rumah sakit swasta pada bulan January 2006. Sayangnya tidak berhasil dengan baik. Sembilan hari yang lalu, Johnny tersedak terus menerus dengan kondisi yang cukup berate, dan harus dilakukan perbaikan melalui operasi kedua.  Setelah operasi kedua ahli bedah menyarankan untuk dioperasi ketiga kalinya (tiga kali dalam satu bulan?). Johnny mundur. Setelah kelua dari rumah sakit, Johnny disarankan untuk melakukan kemoterapi, tetapi dia menolak pengobatan lanjutan. Dia datang ke CA Care pada bulan Maret 2006 dan mulai mengonsumsi ramuan herbal.

Pada bulan Oktober 2006, kami membicarakan pengalamannya dengan kanker. Di bawah ini adalah hasil pembicaraan kami.

Chris: Anda baik-baik saja?

Johnny: Saya semakin baik dan lebih baik lagi. Sampai saat ini tidak ada keluhan.

C: Apa yang membuat anda memutuskan tidak mau dikemoterapi?

J: Pengalaman saya melihat orang lain menderita, teman saya A, B, C, D dan saudara ipar perempuan saya sendiri. Saudara ipar saya sudah dikemoterapi dan meninggal setelah satu tahun dua bulan.

Konfrontasi Dengan Onkologis

J: Tibalah giliran saya masuk ke ruang onkologis itu. Dia membacakan nama saya dan mengajukan pertanyaan pertama: “Anda mengendarai mobil apa?” Diikuti pertanyaan selanjutnya: “Apa profesi anda?” Kemudian dia berkata: “Kanker ada seperti Mercedes, BMW, mobil Jepang atau mobil lokal. Kasus anda Stadium 2. anda membutuhkan obat yang bagus,seperti obat Mercedes, untuk mengatasinya Banyak jenis obat. Ada obat A yang bagus, B yang kurang bagus, dan C obat yang diminum. Jenis obat mana yang anda inginkan?

C: Dia meminta anda memilih obat?

J: Dia meminta saya untuk memastikan dulu akan melakukan kemoterapi. Baru kemudian

Memberitahukan jenis obat yang akan digunakan. Saya tanyakan dulu berapa biayanya.

C: Dalam pembicaraan itu, pernahkah dia mengatakan apapun obtan diberikan kepada anda dapat menolong atau tidak?

J: Tidak, tidak. Dia hanya mengatakan untuk percegahan.

C: Jadi seluruh gagasan itu hanya untuk pencegahan?

J: Ya dan saya harus dikemoterapi.

Johnny menolak untuk dikemoterapi – perawat menelepon dan menelepon lagi!

C: Setelah saya kembali ke rumah dari rumah sakit kanker, perawat di bagian onkologi itu menelepon ke rumah saya lagi dan lagi. Dia bicara dengan istri saya dan mengatakan bahwa kanker saya sangat berbahaya dan saya harus dikemoterapi. Istri saya mengatakan padanya bahwa saya sedang berobat dengan ramuan herbal dan tidak akan melakukan kemoterapi. Perawat itu menjawab: “ Jika anda melakukan di luar, akan berbahaya. Pengobatan itu tidak efektif dan akan mempercepat pertumbuhan dan penyebaran kanker.” Istri saya menjawab: “Dia sudah memutuskan dan akan tetap pada pendirianya.”

Komenter: Banyak alas an mengapa Johnny memutuskan tidak melakukan kemoterapi setelah dioperasi.

Johnny teringat nasib teman-temanya, termasuk atasanya yang menderita kanker. Kebanyakan dari mereka meninggal setelah melakukan kemoterapi. Dia tidak siap menerima nasib harus ditangani oleh okologis, benar ataupun salah.

Johnny adalah seorang pemerhati yang sangat mengandalkan akal sehat. Dia     bijaksana walaupun tidak tahu banyak tentang kanker. Sambil duduk di ruang tunggu, Johnny menghitung jumlah pasien yang datang menemui onkologis. Semuanya harus dikemoterapi, tanpa kecuali. Mungkinkah hal ini benar?

Saat menulis ini (Discember 2010), Johnny dalam keadaan baik. Dia bisa kembali berkerja seperti orang normal. Dibandingkan dengan saudara iparnya yang meninggal Johnny merasa dia sudah melakukan hal yang benar.

Soalan:

  1. Johnny diberitahu oleh okologis yang kemoterapi adalah untuk mencegah kanker kembuh kembali. Apakah cara ini benar? Apakah tidak ada jalan lain, seperti menukar pola hidup dan makanan?
  2. Apakah benar anchaman dari perawat yang herbal itu berbahaya? Dua tiga tahun pasien meninggal setelah dikemoterapi  – bukti ini jelas dan sering berlaku. Johnny sudah pun tiga tahun mengkonsumsi herbal dan dia tetap hidup. Dimankah bahayanya? Apakah kemoterapi lebih berbahaya?

Dua Minggu dengan Obat-Obatan Herbal dan Dia Merasa Lebih Baik

SS adalah seorang lelaki berumur 75 tahun yang datang mencari bantuan kami pada Februari 2009. Suatu ketika pada Juni 2007, pergerakan usus SS tidak beraturan dan dia kehilangan berat badan. CT Scan menunjukkan adanya jaringan lunak yang mencurigakan di kolon sigmoid (bagian dari usus besar). Setelah dilakukan biopsi pada kolon rekto-sigmoid dipastikan bahwa itu merupakan adenokarsinoma musinosum(karsinoma pada jaringan kelenjar yang menghasilkan musin) dari kolon sigmoid.

SS menjalani operasi di rumah sakit swasta pada Juni 2007, diikuti oleh 12 kali kemoterapi (DG regime)  di rumah sakit pemerintah/negeri. Semuanya tampak baik setelah perawatan. SS melakukan banyak olahraga dan berjalan. Dia berhasil menaikkan berat badannya dan terlihat seperti orang yang normal.

SS menjalani check-up rutin. Kolonoskopi yang dilakukan pada November 2008 tidak menunjukkan adanya tanda-tanda keganasan. Semua orang merasa bahagia.

Namun, hampir sebulan kemudian, sekitar Januari 2009, SS merasakan ada yang salah dengan pergerakan ususnya. Dia mengalami diare dan kemudian sembelit. Kemudian berkembang menjadi nyeri abdominal (nyeri perut) dan tidak ada BAB (buang air besar) selama 2 minggu.

Pada 3 Februari 2009, dokter memastikan bahwa SS menderita kanker berulang(rekuren). Dia segera dirawat di rumah sakit pemerintah. SS seharusnya menjalani operasi lagi tetapi dokter tidak sanggup melakukan apapun. Jadi itu cuma operasi membuka dan menutup karena telah terjadi penyebaran.

SS menulis ini di emailnya:

Saya mau mengatakan bahwa pengobatan kanker di rumah sakit selama 20 bulan terakhir ini seperti menembak burung di dalam kegelapan. Saya benar-benar gagal.

Saya beruntung masih bisa hidup, dokter menganjurkan saya untuk mengikuti kemoterapi dengan obat dan radiasi yang lebih kuat. Dengan keinginan kuat saya untuk bertahan hidup, saya akan melakukan apa saja yang masih sanggup saya lakukan, tetapi umur saya sudah 77 tahun sekarang, saya tidak merasa bahwa saya akan sanggup bertahan dengan pengobatan seperti itu lagi. Terlebih lagi saya tidak merasakan bahwa pengobatan semacam ini dapat menjamin kesembuhan dari kanker saya.

Tetapi sekarang saya telah menemukan ramuan obat-obatan herbal yang diracik oleh Dr. Chris Teo … ketika saya mulai mengkonsumsi obat-obatan herbal pada 16 Februari 2009, saya dapat merasakan keefektifannya. Tubuh saya memberikan respon yang positif. Saya merasakan ada yang berbeda dalam diri saya. Saya merasakan kesembuhan, tetapi masih sangat lemah. Dulu berat badan saya 63 kg sebelum kambuh dan sekarang turun hingga 51 kg. Tetapi saya percaya pada pengobatan dengan obat-obatan herbal ala Dr. Teo, saya percaya pengobatan ini akan memperpanjang hidup saya. … Beberapa pasien, divonis dokter hanya dapat hidup selama 3 sampai 6 bulan seperti saya sendiri, tetapi mereka masih tetap hidup setelah beberapa tahun.

Sangatlah penting pada awalnya untuk menyadari bahwa ini adalah tubuh saya dan ini adalah perang saya. Saya harus bertarung sendiri. Orang lain boleh memberi nasehat kepadaku, tetapi saya tidak akan menang apabila saya tidak mempunyai kebulatan tekad untuk membantu diri sendiri. Saya diberikan waktu 3 sampai 6 bulan untuk hidup. Saya akan hidup melampaui perkiraan waktu yang diberikan dokter. Seseorang yang melepaskan harapan dan menyerah pada nasib tidak akan memenangkan perang apapun. Saya berkata pada diriku sendiri, saya akan memenangkan PERANG ini!

Hasil laparoskopi menunjukkan:

  • Banyak lapisan peritoneal yang telah ditumbuhi tumor.
  • Persambungan rektosigmoid menempel ke dinding posterior.
  • Infiltrasi sel tumor melalui dinding usus dan menempel ke pelvis.
  • Banyak nodus mesenterika yang mengeras.
  • Usus besar yang berdilatasi (meregang).

Operasi by-pass dilakukan dan badan SS terpasang dengan kantung kolostomy. Dia menolak perawatan kemoterapi lanjutan.

Berikut adalah kutipan dari percakapan kami dengan SS pada 2 Maret 2009.