Nur Dengan Sista Ovari Menolak Operasi, Hamil, Melahir Seorang Putra, Sista Menghilang

Nur adalah seorang perempuan berusia 25 tahun. Dia sering menderita rasa sakit parah selama dia haid. Dia akan menarik keringat dingin dan kadang-kadang pingsan karena rasa sakit yang hebat. Ultrasound menunjukkan adanya sista di kedua ovarinya. Yang satu di sebelah kiri adalah sekitar 7,5 cm. Dokter juga diduga endometriosis. Akibatnya Nur disarankan untuk menjalani operasi. Tanpa operasi, Nur diberitahu bahwa dia tidak dapat hamil. Namun, dengan operasi dokter prediksi bahwa ia mungkin dapat mengandung walaupin ini tidak ada jaminan.

Nur tidak akan mengambil risiko operasi. Dia datang kepada kami untuk membantu. Kami resepkan herbal GY 5 dan GY 6. Selama minum herbal pada minggu pertama, Nur menderita rasa sakit berpulas-pulas, akhirnya sakit menghilang. Setelah minum herbal selama dua bulan Nur hamil!

Semuanya berjalan dengan baik dan ketika tiba saatnya untuk melahirkan bayi, dokter menyarankan agar dia mengalami kelahiran Caesarean (operasi). Intinya adalah untuk membunuh dua burung dengan satu batu (tentunya, biayanya lebih banyak uang juga. Kelahiran Caesarean biaya 4 juta rupiah sementara kelahiran normal biaya 0,5 juta rupiah di Indonesia). Menurut dokter, dia akan mengeluarkan dua sista diovarinya setelah melahirkan bayi.

Untungnya (atau sayangnya) setelah bayi dilahirkan, dokter mulai mencari sista tetapi tidak ditemukan. Sista telahpun menghilang.

Putra Nur sekarang delapan bulan dan Nur bawa putranya ke talk-show TVRI (klip video di atas).

Selain daripada memiliki bayi, Nur mengatakan ia memiliki bonus tambahan. Sebelum mengambil herbal, ia sangat sering menderita sakit lambung. Ini telah menghilang.

 

Hot Flashes Menghilang Setelah Minum Pil Putus Haid

Wanita mungkin mengalami simptom-simptom berikut setelah putus haid (menopause)
* Kesakitan sendi
* Susah untuk memfokus mengenai sesuatu perkara
* Sakit kepala
* ‘Hot flushes’
* Tidak boleh tidur
* Perubahan mood
* Kekeringan bahagian vagina
* Peluh di waktu malam
* Simptom yang dikaitkan dengan simptom sebelum kedatangan haid
* Perpeluhan yang teruk
* Kencing yang kerap

Dengarlah apa kata wanita dari Surabaya ini ….

Setelah Operasi Kanker Menyebar Ke Tulang dan Paru-paru

Yin didiagnosa mengidap kanker cervix (leher rahim) pada tahun 1999. Dia menjalani operasi. Segalanya sudah bersih, tidak ada pengobatan selanjutnya lagi. Empat tahun kemudian (Augustus 2003), Yin meraskan sakit yang hebat pada tulalng belakangnya. Hasil scan tulang memunjukkan adanya metastasis (penyebaran) yang melibatkan tulang, scapula (tulang pundak) kiri dan T10 vertebra (ruas tulang belakang yang ke sepuluh). Masil MRI pada spinal (tulang punggung) menunjukkan adanya fraktur (patah tulang) di T8 dan T9 dan sedikit pembengkakan pada L3.L4 dan L/S1.

Yin berusia 67 tahun ketika penyakitnya kambuh, dia berkonsultasi dengan tiga onkologis di Kuala Lumpur. Semua onkologis tersebut mempunyai pandapat yang sama: Lakukan kemoterapi dan radioterapi. Bagaimanapun pengobatannya hanya untuk palliative saja (mengurangi rasa sakit tetapi tidak menyembuhkan). Kanker Yin tidak bisa mengobati. Paling bagus hanya untuk meningkatkan kualitas hidupnya. Prognosa (ramalan kesembuhan) kanker jenis ini hanya bertahan hidup selama enam bulan lagi.

Yin berkata bahwa dia lebih mati daripada menjalani kemoterapi dan radioterapi.Dia sudah melihat dua orang saudara laki-kakinya menderita dan meningal saat masih menjalani pengobatan ini.

Anak laki-laki Yin memutuskan membawa ibunya ke CA Care pada tanggal 23 September 2003. Yin mulai minum Kapsule A, herbal Cervical, Utero-ovary, Bone, Lung dan C-tea. Dalm waktu enam bulan setelah minum herbal hidup Yin kembali normal dan bebas dari rasa sakit.

Dr. Chris: Ibu, apa khabar sekarang?

Yin: Keadaab saya sangat sibuk menjaga cucu-cucu saya. Keadaan saya sangat baik, tidak ada kesulitan. Saya dapat melakukan semua dengan normal dan tidak ada masalah … Saat bebas, saya main mahjong. Setelah saya mengantar cucu-cucu ke sekolah, saya akan pergi bekeliling dengan berjalan kaki dna melakukan sedikit olahraga.

Dr. Chris: Mengapa Anda menolak melakukan kemoterapi dan radioterapi?

Yin: Saya takut. Saya sudah melihat orang-orang yang kehilangan rambutnya. Saudara laki-laki saya yang paling tua dna saudara laki-laki saya yang kedua menderita kanker hati. Mereka menjalani radioterapi dan kemoterapi. Mereka tidak dapat berjalan maupun makan. Lalu rambut mereka mulai rontok hingga botak. Meskipun diobati, mereka menderita dan kesakitan. Kemudian mereka meninggal dunia. Jadi ketika anak laki-laki saya mengakatakan saya haru melakukan kemoterapi dan radioterapi, saya katakan saya tidak ingin pengobatan itu.

Yin tambah berkata: Ketika saya sakit lagi, saya pikit akan meninggal karerna tidak dapat diobati lagi. Saya tidak mau dikemoterapu atau radioterapi. Jadi jika saya mati, saya lebih suka tanpa pengobatan.

Nota: Sehingga saat ini – Disember 2010 (tujuh tahun sudahpun lepas) Yin masih hidup dan selesa tanpa apa-apa masalah.

Dr. Chris kepada anaknya: Jika dia sudah setuju menjalani kemoterapi dan radioterapi, apakah Anda akan menizinkannya?

Anaknya: Tida orang onkologis semuanya berbicara dalam bahasa yang sama. Seperti yang mereka katakan kepada saya, pengobatan untuk penyakit ini hanyalah mempertahankan kualitas hidup. Hanya untuk mengurangi penderitaan dan rasa sakit. Onkologis berkata: Tulang dan paru-parunya sudah terserang memikian juga dengan ovariumnya (kandungan telur). Dalam pengobatan kaker, kami membicarakan tentang kualitas hidup untuk mengurangi penderitaan.

Saya katakan kepada onlogis: Terima kasih banyak. Salah satu dari onkologis adalah teman saya. Meskipun saya memperkirakan akan menghabiskan uang sekitar RM 100.000 atau lebih, saya mungkin tidak tahu apakah dia akan mendapat kesempatan untuk pengobatan atau tidak.

Anaknya tambah berkata: Ibu saya mengata kepada saya – Saya sudi menerima apa saja obat untuk saya, tetapi menolak sama sekali kemoterapi dan radioterapi.

PSA Turun Menjadi 0,2

HCY/b39 adalah seorang pria berusia 83 tahun. Dia didiagnosa dengan kanker prostat yang telah menyebar ke tulang. MRI dari tulang belakang torakolumbal dilakukan pada 5 September 2000 mengindikasikan: kompresi osteoporosis fraktur vertebra L3. kompresi sedang fraktur vertebra L1.

Pembacaan PSA adalah 27,08.

Laporan biopsi tertanggal 11 September 2000 sebagai berikut:

Lobus kanan: adenokarsinoma prostat berdiferensiasi baik. Gleason Grade 2, stadium T1b. Lobus kiri: hipertrofi kelenjar prostat jinak.

15 September 2000. Putranya datang dan mendeskripsikan keadaan ayahnya sebagai berikut:

  • Dia menderita rasa sakit yang parah pada tulang belakangnya. Dia tidak dapat bergerak.
  • Dia tidak mempunyai nafsu makan.
  • Dia mengalami konstipasi – ini adalah masalah jangka panjang yang berlangsung 20 tahun.
  • Dia sangat sering berkemih – hampir setiap jam.

1 Oktober 2000. Putranya memberitahu kami bahwa ayahnya:

  • Berkurang rasa nyeri di punggung.
  • Pergerakan usus besar mengalami kemajuan.
  • Frekuensi berkemih lebih jarang sekarang.
  • Dia merasa lebih baik dan telah menunjukkan banyak kemajuan.

15 Februari 2001. Putranya melaporkan sebagai berikut:

  • Rasa nyeri di punggung tidak ada lagi.
  • Dia merasa lebih baik dan kelihatan lebih baik. Sebelumnya dia selalu merasa ngantuk dan kelelahan. Sekarang, dia lebih sadar atau konsentrasi lebih terjaga.

19 April 2001. Putranya datang dengan hasil tes darah tertanggal 6 April 2001. PSA= 0,2. Putranya merasa sangat puas dan bahagia.

Catatan: sebagai tambahan obat herbal dia menjalani injeksi hormon setiap bulan.

Bagian 1: Menunjukkan Perkembangan Setelah 2 Minggu Obat Herbal

Sang ayah digambarkan dengan rasa sakit di punggung, tidak dapat bergerak, tidak ada nafsu makan dan frekuensi berkemih yang sering. Setelah 2 minggu mengkonsumsi obat herbal, menunjukkan banyak perkembangan. Lebih sedikit merasa sakit, lebih jarang berkemih, lebih waspada, lebih banyak tenaga.

Bagian 2: Makin Banyak Perkembangan Sejalan Dengan Waktu

Ayah mempunyai nafsu makan yang baik. Dapat makan banyak, dapat tidur nyenyak juga. Rasa sakit menjadi tidak serius lagi.

PSA Turun Dari 436 Menjadi 46,9

Paul (J112) adalah seorang pria berumur 6 tahun dari Indonesia. Dia menderita kanker prostat. Tes PSA pada 5 Mei 2000 adalah 436. setelah mengkonsumsi obat herbal selama 4 minggu (Kapsul A, deTox  Mountain Guava, Prostat A, Teh Sakit dan Fungsi Abdomen) kami menerima dua faks pada 22 Juni dan 23 Juni dengan pesan sebagai berikut:

1.   Rasa sakit hilang setelah mengkonsumsi Pain Tea selama 2 hari.

2.   Rasa kembung di abdomen hilang setelah mengkonsumsi setengah kotak Stomach Function Tea (Teh Fungsi Abdomen).

3.   Tes PSA turun menjadi 46,9 (catatan: dari sebelumnya 436).

4.   Secara umum, hidupnya menjadi normal.

 

PSA 674 Turun Menjadi 2.6 Setelah Empat Bulan Mengkonsumsi Obat Herbal dan Injeksi Goserelin

LC/b516, seorang pria berusia 52 tahun. Suatu waktu pada Desember 2001, saluran kencingnya tersumbat. Meskipun begitu, tidak terdapat rasa sakit ataupun darah pada urin. Pada akhir Januari 2002, masalah saluran kencingnya menjadi lebih serius. Pada pertengahan Februari 2002, LC menderita karena rasa sakitnya. Tes darah kemudian menunjukkan PSA = 674,5. Dia pun kemudian dirujuk ke rumah sakit umum dimana sebuah biopsi dilakukan pada tanggal 11 Maret 2002. Hasil biopsi mengindikasikan adenokarsinoma yang mempengaruhi baik sisi kiri maupun kanan prostat. Nilai Gleason 10 (5+5). Setelah biopsi, LC mengalami infeksi dan harus dirawat di rumah sakit selama seminggu.

Laporan medis tertanggal 1 April 2002 menyatakan: Penemuan MRI adalah paling cocok ditafsirkan sebagai kanker kelenjar prostat dengan keterlibatan vesikula seminalis dan kelainan yang luas pada kelenjar getah bening iliaka dan paraaortik.

Pada 7 April 2002, LC diberikan suntikan Goserelin yang pertama. Pada 12 April 2002, dia mendatangi kami dengan kondisi seperti dibawah ini:

  • Dia mempunyai kesulitan duduk karena rasa sakitnya. Dia harus duduk di atas bantal angin (air tube), yang dia bawa kemana-mana. Cuplikan video pada kunjungannya yang pertama menunjukkan dia bahkan mempunyai kesulitan berjalan.
  • LC harus bangun sedikitnya empat kali semalam untuk berkemih. Aliran kencingnya sedikit “tersumbat”. Dia mengalami nyeri di persendian.

LC memberitahu kami bahwa dokternya menyemangati dia untuk mengkonsumsi obat herbal.

SATU MINGGU mengkosumsi obat herbal, LC melaporkan sebagai berikut:

  • Rasa nyeri lebih berkurang.
  • Tidur lebih baik dan lebih nyenyak.
  • Tenaga dan konsentrasi lebih terjaga.
  • Frekuensi berkemih berkurang. Dari empat kali per malam, telah berkurang menjadi dua kali semalam.
  • Aliran kencing pun mengalami kemajuan.
  • Nyeri di persendian berkurang.

Pada 3 Mei 2002 kondisinya berkembang lebih jauh:

Pada 3 Mei 2002 kondisinya berkembang lebih jauh:

  • Rasa nyeri di persendian telah hilang sama sekali.
  • Lebih siaga.
  • Rasa sakit secara keseluruhan telah berkurang banyak.
  • Tidak ada sumbatan aliran kencing lagi.

Pada 28 Juni 2002 – LC datang mengunjungi kami dengan kegembiraan terpancar di wajahnya. Ekspresi wajahnya menunjukkan kalau dia sehat. Cuplikan video dari kunjungan kali ini menunjukkan bahwa dia dapat berjalan tanpa kesulitan dan dia bahkan dapat berjalan dengan cepat. LC membawa tes darah dengan hasil sebagai berikut.

25 Februari 2002, PSA-nya = 674,5

Memulai injeksi pada 7 April 2002 dan mengkonsumsi obat herbal pada 12 April 02.

15 Mei 2002, PSA = 109,6

28 Mei 2002, PSA = 10,1

14 Juni 2002, PSA = 2,6

LC menjalani injeksi Goserelin sebagai berikut:

1.   Injeksi pertama pada 7 April 2002.

2.   Injeksi kedua pada 5 Mei 2002.

3.   Injeksi ketiga pada 23 Mei 2002.

4.   Injeksi keempat pada 23 Juni 2002.

5.   Injeksi berikutnya setiap tanggal 23 setiap bulannya.

Bagian 1: Adenokarsinoma

Biopsi prostat sebelah kanan dan kiri. Kanker prostat dengan keterlibatan vesikula seminalis dan kelenjar getah bening yang luas.

Bagian 2: Masalah Kesehatannya Yang Terbaru

Bagian 3: PSA Awal = 674,5

Injeksi hormon (Goserelin) diberikan. Mengkonsumsi obat herbal CA Care pada saat yang sama.

Bagian 4: Dia Sehat

4 injeksi hormonal ditambah 2 bulan obat herbal. PSA  = 2,6 (normal).

Komentar: Perkembangan kemajuan LC diluar perkiraan dan membuat kami terkesima. PSA 2,6 berarti telah turun sampai batas normal. Ini hanya menakjubkan – tidak bisa dipercaya.

 


Kanker Prostat dengan Urin Berdarah: Tiga bulan Mengkonsumsi Obat Herbal PSA Turun Menjadi 0,5.

Saat itu adalah siang hari ketika Chris menerima telepon dari Pete (nama samaran), seorang pria berusia 65 tahun yang menderita kanker prostat. Berikut adalah semua yang dapat kami kumpulkan dari surat dokter yang di faks ke kami:

PSA= 61,8. Pemeriksaan MRI mengindikasikan adanya pembesaran prostat dengan gambaran seperti BPH (Benign Prostate Hiperplasia = hiperplasia kelenjar prostat jinak). Sebagai tambahan ada gambaran yang sangat mencurigakan dari neoplasma yang meliputi seluruh bagian tepi sebelah kanan dan juga terdapat fokus mencurigakan pada tepi kiri sebelah kiri. Terdapat kerusakan pada kedua vesikula seminalis. Terdapat lesi mencurigakan pada T11.  Penampilan secara keseluruhan adalah karsinoma prostat metastatik.

Dokter telah menjelaskan pada Pete dan istrinya bahwa sayangnya pengobatan radikal sudah tidak cocok lagi.

Setelah dua minggu mengkonsumsi obat herbal, kami diberitahu bahwa urin Pete tidak lagi mengandung darah.

Pada 12 Juni 2002, yaitu setelah tiga bulan mengkonsumsi obat herbal, kami menerima sebuah faks dengan pesan sebagai berikut:

Kemarin, Mei 28, 2002, kami menerima berita yang membuat kami merasa sangat bersyukur kepada Tuhan. Tes PSA pertama yang dilakukan tiga bulan setelah terapi hormon awal telah menunjukkan penurunan drastis. Pembacaan pada Januari adalah 107… dokter umum senior dan sangat berpengalaman yang  berpraktek pada daerah tempat  tinggal saya mempunyai harapan akan penurunan 50% pada periode akhir 3 bulan, yaitu, 53,5. Faktanya, PSA saya telah turun drastis sampai 0,5 (ya, nol koma lima). Menurut dokter umum kami dan konsultan ahli urologi yang kami temui kemarin siang, ini adalah pengecualian dan sangat menyimpang dari kemungkinan yang ada.

Untuk menambahkan ini pada konteks… konsultan kami yang berumur 55 tahun lebih kemarin menyatakan bahwa semasa hidup dalam prakteknya belum pernah dia menyaksikan dan mengalami grafik PSA yang seagresif ini dan pada pertemuan terakhir kita dia tidak merasa optimis dengan kankernya sama sekali baik untuk dikontrol atau dikalahkan.

Dia mengunakan kata-kata seperti luar biasa, sempurna. Ini sebagus seperti yang didapat dan keduanya sangat terkejut dan bahagia dengan kondisi saya sekarang. Kami bersyukur pada Tuhan atas semua kuasa-Nya.

Komentar

Dokter Pete benar. Ini adalah mengagumkan dan selama hidupnya sebagai seorang dokter belum pernah dia melihat kesembuhan sehebat ini! Ya, tidak heran, Pete adalah satu-satunya pasien dari Inggris yang mempunyai akses ke obat herbal kami!

Pete tidak menulis kepada kami tentang kesembuhan ini. Surat faks nya dikirimkan kepada seluruh temannya mengumumkan berita gembira ini. CA Care “kebetulan” menerima satu kopi. Akan lebih bagus (saya pikir benar dan membantu) jika dokter umum diberitahu bahwa Pete juga mengkonsumsi obat herbal. Jika injeksi hormonal diharapkan akan memberikan penurunan 50% pada kadar PSA (yang pada awalnya, dokter bahkan tidak optimis pada kasus ini) kemudian dengan obat herbal dan injeksi, efeknya meningkat melampaui perkiraan. Saya kira fakta ini perlu diberitahu pada dokter umum yang bersangkutan jadi dia mengerti apa yang terjadi. Tidakkah anda berpikir begitu? Bukankah ini adalah sebuah cara untuk membantu orang lain setelah anda dibantu? Mengatakan sebenarnya apa yang terjadi.

Kami tidak bermaksud untuk mengambil keuntungan dari penyembuhan ini. Kami percaya semua kesembuhan datang dari Tuhan, Yang Maha Kuasa dan kami bersyukur dan senang untuk Pete dalam kasus ini.