Sembilan Tahun Masih Tetap Hidup Tanpa Bedah, Kemoterapi atau Radioterapi

Tim (bukan nama sebenarnya) berusia 86 tahun ketika ia didiagnosa dengan sigmoid kanker pada Oktober 1999. Tidak ada bukti metastasis. Dia tidak menjalani operasi apapun, kemoterapi atau radioterapi – resep standar pengobatan kanker yang universal.

Keponakan laki-lakinya, yang adalah seorang dokter medis, menyarankan agar meminta pertolongan kami.

Pada tanggal 2 April 2000, anak Tim datang ke kami untuk pertolongan (Tim tidak datang sendiri). Kondisinya kemudian kelihatannya menjadi biasa bagi orang umurnya. Dia dapat makan, tidur, bergerak di sekeliling-Nya dan dipindahkan tanpa masalah. Namun, dia rasa sakit ketika ia makan terlalu banyak. Dia juga mempunyai nambi (skin rash) sesudah minum antibiotik.

Tim telah beri Kapsul A dan Teh GI untuk diminum. Dan ia mengambil terus herbal itu dengan cara apapun dia suka. Sebenarnya kami tidak mengambil banyak pemberitahuan kepada kemajuan setelah itu.

Tidak sampai tujuh tahun kemudian kasus Tim itu dibawa ke perhatian kami. Anak-anaknya datang pada tanggal 6 Mei 2007 untuk memberitahukan kami bahwa bapak mereka mengulurkan darah semasa membuag air besarnya.

Ultrasound yang dilakukan pada tanggal 25 April 2007 menunjukkan adanya beberapa kista kecil dihatinya, tetapi tidak ada solid massa. Usus besarnya diisi dengan gas.

Kolonoskopi nampak fungating tumor di 12-15 cm dari ambang anal. Biopsi konfirmasi diagnosa klinis adenokarsinoma (infiltrating, focally necrotizing moderately differentiated rectal adenocarcinoma).

Saya beromong dengan anak dan menantu perempuan Tim untuk mendapatkan dan mengetahui lebih jauh tentang apa yang terjadi. Isteri Tim telah meninggal beberapa tahun yang lalu, dan Tim ini, hingga hari ini, tinggal sendirian. Dia menolak untuk pindah dan tinggal dengan yang mana pun di antara sembilan orang anak dewasanya, lebih suka hidup sendiri. Dia seorang individu bersikap “bebas”.

Dengan ini, kami bisa mengerti mengapa anaknya mencurigai bahwa Tim tidak mengambil herbal dengan semestinya sesudah beberapa tahun. Tim berpendapat yang ia sudahpun sembuh.

Berikut adalah kutipan dari percakapan kami pada tanggal 25 April 2007 yang dapat bayangankan kesalahan yang telah berlaku.

Chris: Sebelumnya ia minum herbal secara teratur?

Menantu perumpuan: Reguler dan setelah bertahun-tahun sehingga ia sudahpun baik.

Chris: Itu sudah tujuh tahun, Tahun 2000 sampai sekarang. Dia mengambil Kapsul A, C-tea dan  GI-tea. Anda kemudian mengatakan ia tidak mengambil teh lagi dan hanya Kapsul A. Dan kata anda dia ialah sehat?

Anak lelaki: Beberapa tahun terakhir saya membawa dia untuk kontrol (check up).Untuk usus besarnya, bebas bahaya. Saya juga membawa stools nya (tahi) untuk pemeriksaan. Mereka berkata tidak ada apa-apa. Segalanya okay.

Chris: Ini dilakukan di sebuah rumah sakit?

Anak: Ya, Metro.

Chris: Jadi ini berarti bahwa tiga atau empat tahun yang lalu, ia masih tidak bermasalah.

Anak: Dia lulus keluar darah di stools. Awalnya kami berpikir karena bawasir.

Menantu: Ini berlaku sudahpun satu tahun.

Anaki: Kami pergi ke dokter bedah ini (di rumah sakit) dan dia juga mengatakan bawasir.

Chris: Tidak mungkin, tidak mungkin. Karena dia mempunyai latar belakang dari kanker usus besar.
Putri: Persis, ia memiliki sejarah kanker usus besar!

Chris: Biarkan saya menjelaskan. Kanker usus besar tidak bisa hilang. Ada tak ada hal seperti itu sebagai melenyapkan kanker. Juga kalau tumor dipotong dan dibuangkan,  kanker masih bisa kembali. Dalam kasus ayahmu, tumor masih dibiarkan begitu saja di dalam tubuhnya.

Menantu: Di kemudian hari, ia mulai jarang mengambil herbal.

Chris: Oh, dosisnyapun dikurangi dari 2 kapsul tiga kali sehari ke – apa yang dia lakukan?

Anak: Satu kapsul satu hari.

Chris: Dia mungkin juga tidak harus minum herbal sama sekali.

Anak: Ayah berkata: Saya sudah sehat. Mengapa membuangkan uang?

Chris: Dia tidak minum obat dengan benar. Tidak ada jalan lain tentang hal ini. Kanker akan kembuh kembali. Okay apa yang kita lakukan sekarang? Pertama saya ingin bertanya: Apakah ia siap untuk minum herbal lagi?

Anak: Ya. Dia sudah siap untuk mengambil apa-apa saja sekarang.
Putri: Ha, ha, papa bertingkah laku baik sekarang – bertingkah laku baik sekarang!

Chris: Sebelum itu dia keras kepala?

Anak: Ya, sangat, sangat keras kepala.

Pada tanggal 15 Januari 2009, anak perempuan Tim datang ke pusat kami untuk mengangkat lebih banyak herbal bagi bapaknya. Ini berarti Tim masih dan tetap sehat sehingga sekarang.

Supaya jangan kita lupa, Tim sekarang berusia 95 tahun!

Komentar:

Ini merupakan kasus penyembuhan luar biasa dan mungkin tidak bisa dipercayai karena  alasan berikut:

1. Melihat foto-foto dari dubur luka kita tahu bahwa  kanker pada Tim itu memang sangat serius.

2. Walaupun menolak intervensi medis, Tim masih hidup – lebih dari 9 tahun sekarang. Bagaimana ini bisa berjadi? Dokter yang mana pun akan memberi tahu kami tanpa pembedahan, tumor sudah akan bertambah besar dan akan mengalangi saluran ususnya.

Usus besar atau duburnya hanya mungkin meledak, dll.  Namun hal ini tidak terjadi!

3. Lebih mengagumkan lagi – Tim tidak mengambil minum herbal dengan semestinya. Pada April 2007 semasa bertemu dengan anaknya, saya menitikberatkan pentingnya mengambil herbal dengan benar. Bagaimanapun juga dari 2000 ke 2007 masalahnya masih di bawah kontrol. Apapun itu, dari 2007 hingga hari ini, tampaknya Tim masih sehat dan telah sembuh kembali.

4. Ijinkan saya mengajukan beberapa pertanyaan bagi Anda untuk merenungkan:

a) Terlalu sering kami diberitahu bahawa jika ada tumor di usus besar, kata harus mengeluarkannya secepat mungkin. Nasihat ini nampaknya logis dan meyakinkan. Namun dalam kasus ini – apakah anda memikirkan logika ini ialah benar? Perlu ingati bahwa Tim sudahpun berusia 86 tahub  ketika dia pertama kali didiagnosa.

b) Jika Tim menjalani pembedahan, apakah menjadi syarat berikutnya? Tentu sekali disarankan menjalani kemoterapi!

c) Apa sudah bisa terjadi kepada pasien seperti Tim jika dia operasi? Dapat hidup 10 tahun setelah itu? Tim mungkin perlu menguna kantong kolostomi (colostomy bag).  Memang sulit untuk hidup dengan kantong kolostomi sepanjang hidupnya.

d) Setelah operasi, jika Tim menjalani kemoterapi, apakah akan terjadi kepada Tim setelah memerima pengobatan drastis seperti itu – pasien yang berusia 86 tahun?

e) Dengan pertumbuhan tumor seperti itu, menakjubkan bahwa tidak ada metastasis ke hati. Mengapa sebabnya?

f) Selama bertahun-tahun, kami telah menemukan banyak kasus kanker usus besar yang gagal. Pasien meninggal sesudah beberapa tahun kemudian, setelah menjalani operasi, kemoterapi (dan juga radioterapi). Mengapakah pasien pasien itu mati?

g) Biarkan saya mengutip hanya satu contoh saja. Tony Snow adalah juru bicara George W. Bush, lalu Presiden Amerika Serikat. Sebelumnya saya menulis: Laporan Kasus 7: World’s Most Well Fought Battle Against Colon Cancer, saya menulis:

Saya membayangkan bahwa orang yang paling kuat di dunia (Presiden) akan dapat melakukan sesuatu perkara yang hebat untuk menolong staf tercintanya dan fellowman yang di penderitaan luar biasa.

Saya percaya bahwa Snow akan mendapat yang terbaik – nasihat terbaik, dokter terbaik, obat terbaik dan  hospital terbaik – baginya untuk berjuang melawan kanker. Oleh sebab itu, kepada saya, pertempuran ini untuk melawan kanker mungkin akan menjadi pertempuran paling hebat yang  pernah ditempuh di America– Negara yang termegah di dunia.

Snow didiagnosa dengan kanker usus besar pada 2005. Dia menjalani operasi, kemoterapi untuk selama enam bulan dan setelah itu sehat. Lalu sesudah dua tahun kanker kembuh kembali dan dioperasi lagi pada April 2007, diikuti oleh lebih banyak lagi kemoterapi. Pada Juli 2008 Snow meninggal, sekitar tiga tahun setelah diagnosanya.

(Pada awalnya ahli medis mengatakan): Ini adalah kondisi yang sangat bisa diobati (treatable). Setiap orang yang melihat ini sebagai hukuman mati adalah salah.Apakah kenyatan ini benar? Siapa yang salah? Sebenarnya, Snow meninggal.

Anda pikirkanlah apakah sebabnya Snow mati? Tumor berulang di perut sudah dipotong keluar. Hanya sedikit kanker yang tertinggalkan di hatinya. Apakah ini bisa membunuh Snow? Atau apakah cara mengobati kanker itu yang membunuhnya?

(Ahli lain berkata): Ini adalah penyakit yang bisa diobati. Apakah sebenarnya makna pernyataan seperti ini? Sesungguhnya, setiap penyakit bisa diobati tetapi apakah dapat disembuhkan? Bisa diobati tidak berarti bisa disembuhkan sama sekali.

Kanker Usus-Liver: Tidak Ada Kesembuhan untuk Mereka yang Beraksi Terlalu Pintar, Terlalu Terpelajar dan Terlalu Menuntut

Tuan Nut adalah seorang pria berusia 56 tahun. Kadang-kadang pada Januari 2001, ia pergi menemui dokter dengan riwayat BAB (Buang Air Besar) berdarah. Hasil kolonoskopi mengindikasikan kanker kolon (usus besar). Hasil ultrasound-scan menunjukkan metastasis multipel pada liver.

Nut melakukan operasi paliatif setelah melakukan 14 siklus kemoterapi. Pada awalnya terapi menunjukkan hasil yang bagus. Kemudian nilai CEA mulai meningkat dari 5,7 pada bulan November 2002, menjadi 24,6 pada Maret 2003. Hasil CT-Scan menunjukkan lesi pada liver lebih besar dibandingkan pemeriksaan terakhir.

Dalam waktu singkat, kisah Nut menjadi kisah kekecewaan: setelah operasi dan kemoterapi, tampaknya ada harapan besar dan tanda-tanda penyemangat. Tumor mengecil dan nilai CEA menurun. Tetapi harapan besar itu tidak berlangsung lama – sebuah ilusi belaka. Beberapa bulan kemudian, tumor bertambah dalam ukuran dan nilai CEA melonjak naik.

Nut datang menemui saya di Penang pada Desember 2003. Ia menghabiskan lebih dari satu jam untukmenginterogasi saya tentang terapi kami. Ia mencari alternatif lain dan ingin ke Singapura untuk mencari terapi lebih lanjut setelah ini. Pada akhir pertemuan kami, syaa berkata seperti ini pada ia:pulanglah dan pikirkan apa yang akan anda lakukan. TIDAK PERLU menemui saya lagi. Jika anda memutuskan untuk memilih herbal, maka ini adalah resepnya.

Saya terkejut, Nut datang ke pusat rehabilitasi kami pada akhir Desember 2003 dan memutuskan untuk mengkonsumsi herbal kami.

Pada 19 Januari 2004, kami menerima catatan panjang bagaimana Nut menderita karena spasme lambung dan kembung. Catatan itu menuliskan: Nyeri spasme lambung ini sering saya alami dan persisten sejak operasi kolon-rektal pertama saya pada Januari 2001. Nut mengeluhkan nyeri ini sering kambuh sejak mengkonsumsi herbal. Herbal Stomach Function (fungsi lambung) tampaknya tidak bekerja. Kemudian ada tambahan: …dengan pola makan saya sekarang, sangat sedikit sekali yang bisa saya makan.

Dalam catatan panjang yang lainnya, tertanggal 23 Januari 2004, ia menulis: Saya belum pernah makan banyak nasi, dan banyak lagi yang sulit saya makan, saran untuk nasi merah dan sayuran mentah, saya merasa sulit dan semakin sulit untuk dikonsumsi… Teh herbal yang direkomendasikan – saya merasa berbau tidak enak dan rasanya sangat tidak enak. Saya mulai mencurigai kalau-kalau beberapa dari teh ini yang berkontribusi pada  kondisi lambung saya yang kembung.

Pada 30 Maret 2004, Nut membuat perjanjian untuk menemui saya di Subang Jaya. Ia datang dan berteriak pada saya berkata: Saya tidak bertambah baik. Hasil tes darah saya menunjukkan peningkatan nilai. Ia berkata: Apa yang anda punya untuk saya? Apakah anda dapat menyembuhkan saya atau tidak? Jawaban saya padanya datar saja: Tidak, kami tidak dapat menyembuhkan semua orang. Ia menjawab: Saya membuang waktu selama tiga setengah bulan. Anda tidak berkata anda tidak dapat menyembuhkan saya sebelumnya. Ia berjalan dan pergi.

Komentar: Dari sekian ratusan atau ribuan pasien kanker yang pernah saya temui dan saya tolong, kasus Nut adalah salah satu kasus yang luar biasa. Saya mendokumentasikan episode ini, bukan karena saya marah atau kesal karena ini, tapi saya berharap dengan menulis ini maka orang lain yang datang setelah ia dapat belajar suatu pelajaran dari kasus ini. Ijinkan saya menunjukkan beberapa poin berikut:

1.   Pasien kanker liver kadang adalah pemarah dan mempunyai watak yang buruk. Jadi, pada anda yang harus merawat pasien seperti itu, ambil sebagai catatan. Dalam kekasaran dan sikap buruk, cobalah untuk menunjukkan pengertian dan kasih sayang.Sikap seperti ini adalah bagian dari orang yang menderita karena kanker liver.

2.   Sering kali, saya memberitahu pasien seperti ini: menyembuhkan adalah tanggung jawab anda dan itu harus datang dengan sendirinya. Akan menjadi suatu kesalahan jika berpikir bahwa orang lain memiliki magic bullets (peluru ajaib) untuk menyembuhkan kanker anda. Pikiran seperti itu salah arah.

3.   Ketika Nut didiagnosa menderita kanker kolon, laporan medis mengindikasikan ia melakukan operasi paliatif. Maksudnya adalah bahwa operasi semacam itu tidak dimaksudkan untuk menyembuhkan! Pada kenyataan sebenarnya, Nut sudah kalah dalam perangnya bahkan sebelum mulai berperang.

4.   Selain kanker kolon, Nut mengalami metastase ke liver. Empat belas siklus dari kemo yang beracun, tidak menyembuhkannya. Ia tidak tahu kemana lagi untuk mencari pertolongan dan datang pada kami. Ketika saya pertama kali bertemu dengannya pada Desember, saya tahu dari perbincangan kami, ia adalah seorang pasien yang sulituntuk ditangani – ia tampil sebagai sok pintar dan sok terpelajar. Pasien yang arogan dan bertingkah seperti ia mengetahui segalanya pada umumnya kesulitan untuk mengikuti terapi kami.

5.   Saya sangat terkejut ketika mengetahui bahwa Nut memutuskan untuk mengkonsumsi herbal kami. Saya mengerti ia putus asa. Dan saya harus mengakui bahwa pasien yang datang bertemu kami untuk pertolongan berada dalam kategori yang sama – tersesat, tidak berdaya, putus asa dan putus harapan.

6.   Semua yang datang kesini telah mengetahui, kami meminta pasien untuk menandatangani formulir Release of Liability sebelum mereka menemui kami untuk mengkonsumsi herbal kami. Paragraf pertama formulir ini menuliskan: Saya memiliki keinginan sendiri untuk datang mencari saran dan bantuan dari Dr. Chris Teo dan anggota CA Care sehubungan dengan penyakit saya. Saya mengetahui bahwa tidak ada jaminan atau janji bahwa herbal yang diberikan oleh CA Care akan berpengaruh baik atau menyembuhkan penyakit saya. Nut menandatangani formulir ini ketika ia datang kepada kami pada 19 Desember 2003. Istri Nut juga menandatangin formulir yang sama keteika ia mengambil herbal pada kemudian hari. Jadi kemarahannya adalah tidak logis dan tidak seharusnya. Ia telah lupa dan menunjukkan arogansi seperti itu, yang sebenarnya kalah adalah dirinya sendiri, bukan orang lain.

7.   Biasanya ketika seseorang dalam masalah dan butuh pertolongan, mereka akan mengikuti dan mendengarkan nasehat kami. Tetapi ketika mereka menjadi lebih baik atau lebih tidak baik, mereka akan berkata dengan lidah yang berbeda. Kadang, kami menjadi kambing hitam¸mereka.

8.   Pasien yang datang pada saya, bagaimana mereka menampilkan diri mereka akan mengindikasikan pada saya apakah ia dapat sembuh atau tidak. Caranya bersikap, ekspresi wajahnya, masalah emosi, gaya hidup, komitmen, dukungan keluarga, dan lain-lain, akan diobservasi dan dicatat – semua ini membuat saya dapat memprkirakan watak ASLI dari orang yang akan kami hadapi. Jika seorang pasien berpikir ia datang kemari dan menginginkan kesembuhan cepat atau peluru ajaib, biarlah semua tahu – kami tidak punya! Pemikiran semacam itu benar-benar salah arah. Kanker adalah penyakit sistemik dari tubuh, pikiran, dan jiwa. Ini adalah hasil dari penyimpangan tubuh selama bertahun-tahun. Tumor hanyalah salah satu ekspresi dari penyimpangan itu. Menyingkirkan tumor tidak akan menyembuhkan jika penyebab yang mendasarinya tidak dikoreksi.

9.   Nut, menurut laporan kesehatannya menderita perdarahan rektal selama tujuh bulan dan ia tidak menghiraukan tanda yang tubuh kirimkan padanya. Apakah ia cuek atau keras kepala? Ia ingin bermain menurut caranya sendiri? Sebagai peringatan – dalam permainan kanker, anda jarang atau bahkan tidak dapat menang. Kemungkinannya adalah apakah anda kalah total. Kemudian, laporan medis mengindikasikan bahwa pada 1996, Nut menderita Hepatitis B tetapi ia tetap mengkonsumsi alkohol beberapa kali dalam seminggu. Ia merokok kurang lebih 30 rokok per hari. Apakah ini bukan suatu penyiksaan tubuh? Saya berani berkata pada semua orang, jika anda tetap pada kebiasaan seperti itu, jangan salah orang lain atau Tuhan jika anda akhirnya menemukan diri anda dalam jurang tanpa dasar. Anda yang menyebabkan kanker anda sendiri!

10.  Nut adalah seorang manager perkebunan. Dari apa yang saya ketahui, orang seperti itu (tidak semua?) mempunyai mental kolonial. Mereka dihormati sebagai dewa dikerajaan atau lingkungan mereka. Merka akan memerintah pada asisten mereka, kasir dan pekerja rendahan. Perintah mereka harus ditaati dan tidak boleh dipertanyakan. Mereka memberi perintah dan tidak menerima perintah. Sangat sulit untuk orang seperti itu untuk mengikuti jalur penyembuhan alternatif. Nut memprotes tentang pola makannya. Ia TIDAK dapat makan yang ia suka lagi. Baginya, herbal berbau tidak enak dan memiliki rasa yang tidak enak. Catatannya pada kami menunjukkan amarah dan rasa bencinya pada apa yang ia lakukan. Dibawah stress seperti itu tidak ada orang yang dapat menemukan penyembuhan.

11.  Nut bukanlah satu-satunya orang yang merasakan seperti itu. Dari pengalaman saya, hanya TIGA dari sepuluh pasien yang datang yang datang dan merasakan manfaat kerja kami, sisanya yang tujuh gagal karena alasan seperti ini. Tapi apa yang dapat kami perbuat? Jika anda tidak senang atau TIDAK siap untuk menempuh jalan ini, carilah tempat lain untuk pilihan yang lain.

Johnny Menolak Kemoterapi Setelah Operasi

Johnny, 46 tahun, telah didiagnosa kanker usus. Dia sudah menjalani operasi di rumah sakit swasta pada bulan January 2006. Sayangnya tidak berhasil dengan baik. Sembilan hari yang lalu, Johnny tersedak terus menerus dengan kondisi yang cukup berate, dan harus dilakukan perbaikan melalui operasi kedua.  Setelah operasi kedua ahli bedah menyarankan untuk dioperasi ketiga kalinya (tiga kali dalam satu bulan?). Johnny mundur. Setelah kelua dari rumah sakit, Johnny disarankan untuk melakukan kemoterapi, tetapi dia menolak pengobatan lanjutan. Dia datang ke CA Care pada bulan Maret 2006 dan mulai mengonsumsi ramuan herbal.

Pada bulan Oktober 2006, kami membicarakan pengalamannya dengan kanker. Di bawah ini adalah hasil pembicaraan kami.

Chris: Anda baik-baik saja?

Johnny: Saya semakin baik dan lebih baik lagi. Sampai saat ini tidak ada keluhan.

C: Apa yang membuat anda memutuskan tidak mau dikemoterapi?

J: Pengalaman saya melihat orang lain menderita, teman saya A, B, C, D dan saudara ipar perempuan saya sendiri. Saudara ipar saya sudah dikemoterapi dan meninggal setelah satu tahun dua bulan.

Konfrontasi Dengan Onkologis

J: Tibalah giliran saya masuk ke ruang onkologis itu. Dia membacakan nama saya dan mengajukan pertanyaan pertama: “Anda mengendarai mobil apa?” Diikuti pertanyaan selanjutnya: “Apa profesi anda?” Kemudian dia berkata: “Kanker ada seperti Mercedes, BMW, mobil Jepang atau mobil lokal. Kasus anda Stadium 2. anda membutuhkan obat yang bagus,seperti obat Mercedes, untuk mengatasinya Banyak jenis obat. Ada obat A yang bagus, B yang kurang bagus, dan C obat yang diminum. Jenis obat mana yang anda inginkan?

C: Dia meminta anda memilih obat?

J: Dia meminta saya untuk memastikan dulu akan melakukan kemoterapi. Baru kemudian

Memberitahukan jenis obat yang akan digunakan. Saya tanyakan dulu berapa biayanya.

C: Dalam pembicaraan itu, pernahkah dia mengatakan apapun obtan diberikan kepada anda dapat menolong atau tidak?

J: Tidak, tidak. Dia hanya mengatakan untuk percegahan.

C: Jadi seluruh gagasan itu hanya untuk pencegahan?

J: Ya dan saya harus dikemoterapi.

Johnny menolak untuk dikemoterapi – perawat menelepon dan menelepon lagi!

C: Setelah saya kembali ke rumah dari rumah sakit kanker, perawat di bagian onkologi itu menelepon ke rumah saya lagi dan lagi. Dia bicara dengan istri saya dan mengatakan bahwa kanker saya sangat berbahaya dan saya harus dikemoterapi. Istri saya mengatakan padanya bahwa saya sedang berobat dengan ramuan herbal dan tidak akan melakukan kemoterapi. Perawat itu menjawab: “ Jika anda melakukan di luar, akan berbahaya. Pengobatan itu tidak efektif dan akan mempercepat pertumbuhan dan penyebaran kanker.” Istri saya menjawab: “Dia sudah memutuskan dan akan tetap pada pendirianya.”

Komenter: Banyak alas an mengapa Johnny memutuskan tidak melakukan kemoterapi setelah dioperasi.

Johnny teringat nasib teman-temanya, termasuk atasanya yang menderita kanker. Kebanyakan dari mereka meninggal setelah melakukan kemoterapi. Dia tidak siap menerima nasib harus ditangani oleh okologis, benar ataupun salah.

Johnny adalah seorang pemerhati yang sangat mengandalkan akal sehat. Dia     bijaksana walaupun tidak tahu banyak tentang kanker. Sambil duduk di ruang tunggu, Johnny menghitung jumlah pasien yang datang menemui onkologis. Semuanya harus dikemoterapi, tanpa kecuali. Mungkinkah hal ini benar?

Saat menulis ini (Discember 2010), Johnny dalam keadaan baik. Dia bisa kembali berkerja seperti orang normal. Dibandingkan dengan saudara iparnya yang meninggal Johnny merasa dia sudah melakukan hal yang benar.

Soalan:

  1. Johnny diberitahu oleh okologis yang kemoterapi adalah untuk mencegah kanker kembuh kembali. Apakah cara ini benar? Apakah tidak ada jalan lain, seperti menukar pola hidup dan makanan?
  2. Apakah benar anchaman dari perawat yang herbal itu berbahaya? Dua tiga tahun pasien meninggal setelah dikemoterapi  – bukti ini jelas dan sering berlaku. Johnny sudah pun tiga tahun mengkonsumsi herbal dan dia tetap hidup. Dimankah bahayanya? Apakah kemoterapi lebih berbahaya?

Dua Minggu dengan Obat-Obatan Herbal dan Dia Merasa Lebih Baik

SS adalah seorang lelaki berumur 75 tahun yang datang mencari bantuan kami pada Februari 2009. Suatu ketika pada Juni 2007, pergerakan usus SS tidak beraturan dan dia kehilangan berat badan. CT Scan menunjukkan adanya jaringan lunak yang mencurigakan di kolon sigmoid (bagian dari usus besar). Setelah dilakukan biopsi pada kolon rekto-sigmoid dipastikan bahwa itu merupakan adenokarsinoma musinosum(karsinoma pada jaringan kelenjar yang menghasilkan musin) dari kolon sigmoid.

SS menjalani operasi di rumah sakit swasta pada Juni 2007, diikuti oleh 12 kali kemoterapi (DG regime)  di rumah sakit pemerintah/negeri. Semuanya tampak baik setelah perawatan. SS melakukan banyak olahraga dan berjalan. Dia berhasil menaikkan berat badannya dan terlihat seperti orang yang normal.

SS menjalani check-up rutin. Kolonoskopi yang dilakukan pada November 2008 tidak menunjukkan adanya tanda-tanda keganasan. Semua orang merasa bahagia.

Namun, hampir sebulan kemudian, sekitar Januari 2009, SS merasakan ada yang salah dengan pergerakan ususnya. Dia mengalami diare dan kemudian sembelit. Kemudian berkembang menjadi nyeri abdominal (nyeri perut) dan tidak ada BAB (buang air besar) selama 2 minggu.

Pada 3 Februari 2009, dokter memastikan bahwa SS menderita kanker berulang(rekuren). Dia segera dirawat di rumah sakit pemerintah. SS seharusnya menjalani operasi lagi tetapi dokter tidak sanggup melakukan apapun. Jadi itu cuma operasi membuka dan menutup karena telah terjadi penyebaran.

SS menulis ini di emailnya:

Saya mau mengatakan bahwa pengobatan kanker di rumah sakit selama 20 bulan terakhir ini seperti menembak burung di dalam kegelapan. Saya benar-benar gagal.

Saya beruntung masih bisa hidup, dokter menganjurkan saya untuk mengikuti kemoterapi dengan obat dan radiasi yang lebih kuat. Dengan keinginan kuat saya untuk bertahan hidup, saya akan melakukan apa saja yang masih sanggup saya lakukan, tetapi umur saya sudah 77 tahun sekarang, saya tidak merasa bahwa saya akan sanggup bertahan dengan pengobatan seperti itu lagi. Terlebih lagi saya tidak merasakan bahwa pengobatan semacam ini dapat menjamin kesembuhan dari kanker saya.

Tetapi sekarang saya telah menemukan ramuan obat-obatan herbal yang diracik oleh Dr. Chris Teo … ketika saya mulai mengkonsumsi obat-obatan herbal pada 16 Februari 2009, saya dapat merasakan keefektifannya. Tubuh saya memberikan respon yang positif. Saya merasakan ada yang berbeda dalam diri saya. Saya merasakan kesembuhan, tetapi masih sangat lemah. Dulu berat badan saya 63 kg sebelum kambuh dan sekarang turun hingga 51 kg. Tetapi saya percaya pada pengobatan dengan obat-obatan herbal ala Dr. Teo, saya percaya pengobatan ini akan memperpanjang hidup saya. … Beberapa pasien, divonis dokter hanya dapat hidup selama 3 sampai 6 bulan seperti saya sendiri, tetapi mereka masih tetap hidup setelah beberapa tahun.

Sangatlah penting pada awalnya untuk menyadari bahwa ini adalah tubuh saya dan ini adalah perang saya. Saya harus bertarung sendiri. Orang lain boleh memberi nasehat kepadaku, tetapi saya tidak akan menang apabila saya tidak mempunyai kebulatan tekad untuk membantu diri sendiri. Saya diberikan waktu 3 sampai 6 bulan untuk hidup. Saya akan hidup melampaui perkiraan waktu yang diberikan dokter. Seseorang yang melepaskan harapan dan menyerah pada nasib tidak akan memenangkan perang apapun. Saya berkata pada diriku sendiri, saya akan memenangkan PERANG ini!

Hasil laparoskopi menunjukkan:

  • Banyak lapisan peritoneal yang telah ditumbuhi tumor.
  • Persambungan rektosigmoid menempel ke dinding posterior.
  • Infiltrasi sel tumor melalui dinding usus dan menempel ke pelvis.
  • Banyak nodus mesenterika yang mengeras.
  • Usus besar yang berdilatasi (meregang).

Operasi by-pass dilakukan dan badan SS terpasang dengan kantung kolostomy. Dia menolak perawatan kemoterapi lanjutan.

Berikut adalah kutipan dari percakapan kami dengan SS pada 2 Maret 2009.

Dokternya Mengatakan : “Tidak ada harapan lagi” Setelah Selesai Melakukan Operasi Kanker pada Saluran Empedu yang Menghabiskan Biaya Sebesar 20 Juta Rupiah

Hass  (bukan nama sebenarnya, M847) adalah pria berusia 44 tahun dari Indonesia. Pada awal 2010, ia menderita sakit kuning. Dokter menduga hal ini disebabkan karena Hepatitis. Hass kemudian diberi pengobatan . Setelah sebulan,ternyata pengobatan tersebut tidak efektif.  Kemudian Has pergi ke sebuah rumah sakit swasta di Kuching.

Hasil CT scan pada 28 Januari 2010 menunjukkan ada batu sebesar 6 mm di kantong empedu. Ditemukan juga adanya  lesi hypodense sebesar 1 cm di segmen 8 pada organ hati nya. Ini kemungkinan bisa saja kista. Kondisi Saluran empedu secara umum melebar. Diameter maksimumnya adalah 16 mm. Ditemukan adanya massa 18 mm pada saluran distal.

Kesimpulan:

Adanya masa di saluran empedu bagian bawah , telah menyumbat  sistim saluran empedunya.

Hass segera menjalani operasi pengangkatan kantong empedu dan juga tumor yang ada pada saluran empedu.

Laporan histopatologi tanggal 3 Februari 2010 menunjukkan: adanya penyebaran dengan cakupan yang cukup sedang pada saluran empedunya  dengan kategori  Differentiated Exophytic  Adenokarsinoma. Dan telah menyebar  keseluruh ketebalan dinding saluran dan metastasis ke kelenjar getah bening periductal. Daerah batas aman untuk keperluan operasi pemotongan  bebas dari tumor (untuk keperluan operasi )

Hasil USG didaerah perut pada tanggal 8 Juni 2010 menunjukkan tidak ada bukti  bahwa tumor tersebut telah kambuh kembali. Walaupun demikian nilai petanda tumor CA19.9 nya meningkat dari 52,4 (Maret 2010) ke 1.420,0.

Dari hasil pemeriksaan CT scan pada tanggal 9 Juni 2010 menunjukkan  adanya lesi di segmen 7 dari bagian hatinya sebesar 15 x 10 mm. Kemudian keberadaan dari Kista yang sebesar 10 mm pada segmen 8 dari bagian hatinya masih  tetap sama.

Selain itu terdapat beberapa kelenjar getah bening paraaorta yng membengkak dan terlihat dari daerah celiac yang turun menuju ke daerah hati dan hilus ginjal.  Kelenjar yang  terbesar berukuran sebesar  20,0 mm – yang lainnya berukuran lebih kecil dari 1 cm.

Dokter menjelaskan kepada Hass , bahwa kanker nya telah kambuh kembali  dan dia sudah tidak sanggup lagi untuk menolongnya. Hass disarankan untuk menjalani kemoterapi. Tapi Hass  menolak.

Di bawah ini adalah tabel yang menunjukkan kenaikan dari  CA 19,9  mulai  dari bulan Maret sampai Oktober 2010.

Tanggal CA 19.9
18 Maret 2010 – setelah operasi 52.5
8 Juni 2010 1,420.0
3 August 2010 – lawatan akhir ke dokter 5,645.0
1 Oktober 2010 18,746.18

Hass telah menemui  kami di Penang pada tanggal 8 Oktober 2010. Dengarkanlah  percakapan  berikut ini:

Tinjauan Literatur Medis

Memahami hubungan antara:  Hati – Empedu – Pankreas – Saluran Empedu

• Melekat dibawah permukaan hati, adalah suatu struktur berbentuk buah pir yang disebut Kantung Empedu.

• Hati menghasilkan empedu dan ini diangkut ke usus melalui struktur seperti tabung panjang yang disebut Saluran Empedu.

• Kantung empedu ini melekat pada saluran empedu oleh sebuah tabung kecil yang disebut Saluran Kistik (duktus cystikus).

• Setengah bagian atas dari duktus empedu tersebut berhubungan dengan hati (duktus hepatic) sedangkan bagian bawah dari saluran empedu tersebut berhubungan dengan pankreas (duktus cystikus dan duktus hepatikus communis kemudian bersatu dan membentuk  duktus biliaris/duktus choledochus, kemudian menuju duktus pancreatic), dimana setelah melalui wilayah itu kemudian menuju ke usus.

• Penyumbatan pada saluran empedu yang disebabkan oleh kanker empedu, akan menahan tersalurkannya empedu menuju ke usus. Ketika hal ini terjadi, empedu akan menumpuk di dalam darah sehingga menimbulkan penyakit kuning. Menimbulkan retensi pigment empedu dan menguningnya jaringan seluruh tubuh. Kulit dan mata menjadi kuning. Kondisi ini juga dapat menyebabkan rasa gatal-gatal yang parah.

(Diagram diperoleh dari internet)

Presentasi klinis, prognosis dan sejarah alamiah dari Kanker Saluran Empedu (atau yang biasa disebut Cholangiocarcinoma) tergantung dari mana  kanker tersebut berasal.

Kanker mungkin terjadi:
• Di bagian dari saluran-saluran empedu yang terkandung dalam hati. Ini dikenal sebagai intra-hati.
• Di daerah dari saluran-saluran empedu di luar hati. Ini dikenal sebagai ekstra-hati.
• Di dalam saluran antara vena portal kiri dan kanan. Hal ini dikenal sebagai percabangan hilar (bifurkasi hilar).

Anderson et al. Diagnosa dan Pengobatan Cholangiocarcinoma, The Oncologist, Vol. 9, No 1, 43-57 Februari 2004, mencatat bahwa kira-kira:

• 60% -70% dari Cholangiocarcinoma terjadi pada bifurkasi hilar.
• 20% -30% di distal saluran empedu communis (common bile duct).
•   5% -15% dalam hati (intra-hepatik).

Pasien dengan tumor ekstra-hati biasanya ditandai dengan penyakit kuning yang disebabkan oleh terhambatnya / tersumbatnya saluran empedu.

Sedangkan pasien dengan tumor intra-hati biasanya ditandai dengan rasa yang menyakitkan, gatal-gatal (66%), nyeri dibagian perut (30%-50%),penurunan berat badan (30%-50%), dan demam (sampai 20%).

Dalam kajian mereka, Anderson dkk  juga mencatat bahwa :

• Sebagian besar pasien Cholangiocarcinoma didapati dengan kondisi tidak dapat dilakukan operasi pembedahan, penyakit terdeksi sudah pada stadium lanjut dan memiliki kelangsungan hidup kurang dari 12 bulan. Tingkat kesembuhan yang rendah, walaupun dengan pemberian terapi agresif. Tingkat keberhasilan hidup selama 5 tahun rata-rata hanya sebesar 5% -10%.

• Pembedahan tetap merupakan satu-satunya intervensi yang menawarkan kemungkinan untuk sembuh. Tetapi sasaran pembedahan tersebut harus merupakan suatu pemotongan yang lengkap dengan batas sayatan yang bebas dari cell cancer (negatif margin resection).

• Semua pasien harus sepenuhnya dievaluasi terlebih dahulu untuk memungkinkannya  suatu pembedahan sebelum semua jenis intervensi dilakukan.

• Neoadjuvant terapi dan adjuvan terapi dalam banyak hal, tidak memberikan perbaikan dalam hal tingkat keberhasilan hidup rata-rata pada pasien dengan tumor jenis ini.

• Karena harapan hidup bagi pasien yang tidak mungkin dioperasi adalah tipis, maka tindakan paliatif (upaya untuk meringankan penderitaan) sebaiknya diarahkan untuk meningkatkan kualitas hidup, ini harus merupakan suatu tindakan yang utama  dan upaya untuk meningkatkan harapan hidup adalah tindakan yang ke dua.

Penjelasan: Neoadjuvant therapy: Adalah suatu tindakan medis atas pasien kanker yang diberikan sebelum tindakan utama (pembedahan) dilakukan misalnya: kemoterapi , radioterapi , hormon  terapi. Adjuvant  therapy: Adalah suatu tindakan medis atas pasien kanker yang diberikan sesudah tindakan utama (pembedahan) dilakukan misalnya: kemoterapi , radioterapi , hormon terapi , terapi nutrisi  dsb.

Hasil dari Operasi Bedah.

• Di antara pasien-pasien yang terseleksi mampu untuk menjalani operasi pembedahan kuratif, nilai tingkat ketahanan hidup selama 5 tahun pada umumnya antara  8%-44%.

• Pentingnya mencapai keberhasilan pembedahan dengan margin negatif tidak dapat terlalu ditekankan. Tingkat ketahanan hidup 5 tahun jauh lebih besar ketika margin negatif berhasil dilakukan, Hasilnya: 19%-47%.

• Distal lesi mewakili sekitar 20%-30% dari semua Cholangiocarcinomas dan biasanya dilakukan pengobatan dengan cara  Pancreaticoduodenectomy (Whipple prosedur). Keberhasilan pembedahan dengan pembedahan margin-negatif juga penting pada tumor ini. Tingkat ketahanan hidup 5 tahun pada pasien tertentu yang menjalani pembedahan kuratif adalah 21%-54%.

• Pada kasus Intra-hati Cholangiocarcinoma biasanya dilakukan pengobatan dengan cara pembedahan organ hati. Sebesar 60% dari mereka yang mempunyai ketahanan hidup selama 3 tahun diketahui telah menjalani operasi pembedahan Hepatectomy parsial dengan margin negatif.

Kemoterapi

• Kemoterapi belum terbukti nyata untuk meningkatkan ketahanan hidup yang menyolok pada pasien, baik pada Cholangiocarcinoma dengan pembedahan ataupun yang tanpa pembedahan. Dari mayoritas laporan, obat kemo yang digunakan adalah  5-FU ( diberikan secara tersendiri) atau dalam kombinasi dengan Methotrexate, Leucovorin, Cisplatin, Mitomycin C, atau Alpha Interferon.

• Tingkat ketahanan hidup 5 tahun tidak berbeda nyata antara pasien yang menerima kemoterapi dan pembedahan dan mereka yang menerima pembedahan.

• Tingkat ketahanan hidup 5 tahun tidak berbeda nyata antara pasien yang menerima kemoterapi dan pembedahan dan mereka yang menerima pembedahan.

Sebuah catatan dalam http://emedicine.medscape.com/article/189843- treatment menyatakan bahwa: “Kemoterapi belum terbukti memberikan suatu manfaat yang  pasti.”

Pengalaman dokter di Fuda Hospital, Cina menunjukkan bahwa:

• Kanker yang timbul di saluran empedu exkstra-hati adalah penyakit yang jarang, dan yang dapat ditangani dengan operasi tidak sampai 10% dari semua kasus.

• Pada kebanyakan pasien, tumor tidak dapat sepenuhnya diangkat melalui operasi pembedahan dan tidak dapat disembuhkan.

• Operasi paliatif atau tindakan paliatif lainnya misalnya prosedur pemasangan stent dapat mempertahankan drainase empedu yang memadai dan memungkinkan untuk bertahan hidup baik.

Pengalaman dokter di India menunjukkan bahwa:

• Pembedahan mungkin dapat dilakukan untuk menghilangkan kanker, jika belum menyebar di luar saluran empedu. Hal ini tidak selalu mungkin untuk dilakukan operasi, dimana saluran empedu berada dalam posisi yang sulit dan tidak mungkin untuk menghilangkan kanker sepenuhnya.
• Ada berbagai cara  operasi yang berlainan tergantung pada seberapa besar kanker tersebut dan apakah telah mulai menyebar ke jaringan di dekatnya.

Berbagai cara operasi bedah adalah:

Pengangkatan dari saluran-saluran empedu. Jika ukuran kankernya  kecil dan berada di dalam saluran, maka  hanya saluran-saluran empedu yang mengandung kanker saja yang akan diangkat

Pembedahan hati parsial. Jika kanker telah mulai menyebar ke hati, bagian dari hati yang terinfeksi oleh kanker saja yang akan dipotong, bersama dengan saluran empedunya.

Whipple’s. Jika kanker sudah menjadi lebih besar dan telah menyebar ke struktur di dekatnya, maka  pada:  saluran empedu, sebagian dari pencernaan, sebagian dari duodenum, pankreas, kandung empedu dan semua kelenjar getah bening disekitarnya akan dilakukan pengangkatan.

Operasi by pass. Kadang-kadang pada suatu kondisi dimana tumor nya tidak mungkin untuk diangkat. Maka prosedur lain yang  mungkin dilakukan adalah operasi by pass untuk membebaskan  penyumbatan dan membiarkan empedu agar dapat lancar masuk ke usus. Maka warna kuning pada tubuh kemudian akan hilang

Penyisipan Stent. Salah satu cara untuk membebaskan dari penyakit kuning tanpa operasi bedah adalah dengan melakukan ERCP (Endoskopi Retrograde Cholangiopancreatography). Prosedur ini melibatkan penyisipan suatu pipa tabung kecil, yang disebut stent ke dalam saluran empedu yang tersumbat.

Stent ini akan memberikan jalan bagi saluran empedu yang memungkinkan  tersalurkannya empedu dengan lancar. Pipa tabung ini biasanya perlu diganti setiap tiga sampai empat bulan untuk mencegah terjadinya  sumbatan lagi. Jika pipa tabung tersebut mengalami sumbatan lagi, maka  kenaikan suhu badan yang tinggi akan berulang dan / atau  penyakit kuning akan terjadi kembali.

Dalam ringkasannya, Witzigmann et al. dalam sebuah artikel, Pedoman Operasi Paliatif dari Cholangiocarcinoma, HPB (Oxford). 2008 Juni 1; 10 (3): 154-160, tercantum pedoman berikut untuk operasi kanker saluran empedu:

1. Pemasangan stent tanpa operasi bedah, dianggap sebagai pilihan pertama paliatif untuk pasien dengan harapan hidup pendek.
2. Untuk pasien yang diperkirakan mempunyai  kelangsungan hidup lebih lama, operasi bedah by pass dapat dipertimbangkan.
3. Operasi bedah paliatif mungkin akan bermanfaat bagi pasien dengan bifurkasi distal dan hilar.

Beberapa Pertanyaan untuk Direnungkan

Faktanya adalah sangat jelas. Pembedahan untuk kanker saluran empedu dalam kasus ini adalah kegagalan mutlak.  Apakah kegagalan ini kasus langka?  Mungkin tidak !  Dokter bedah mengatakan kepada pasien hatinya: ” Dari sepuluh operasi hati yang telah saya lakukan, sembilan pasien meninggal”. Informasi yang baik memang  tapi masalahnya adalah kenyataan ini hanya diketahui oleh pasien setelah terlambat sekitar tiga tahun kemudian. Dia telah menjalani operasinya dan mengalami kambuh yang parah.

Sebuah pertanyaan lagi muncul dalam pikiran:
• Menurut literatur, tidak semua pasien dengan kanker saluran empedu memiliki kondisi yang cocok untuk operasi. “Semua pasien harus sepenuhnya dievaluasi terlebih dahulu apakah memungkinkan untuk suatu tindakan operasi, sebelum semua jenis intervensi dilakukan”. Sampai sejauh mana evaluasi ini dilakukan?

• Dokter bedah menyarankan untuk menjalani kemoterapi setelah kankernya kambuh kembali.  Apa manfaat yang dapat diharapkan oleh pasien dari kemoterapi ini?  Literatur medis jelas menunjukkan bahwa “Kemoterapi belum terbukti  mempunyai manfaat yang pasti.”

• Apakah saran untuk kemoterapi  setelah gagal melakukan operasi tersebut, merupakan suatu  cara untuk “ melepaskan tanggung jawab ” kepada orang lain?  ” Saya sudah melakukan tugas saya untuk mengoperasi. Tanggung jawab saya sudah selesai. Sekarang Anda silahkan pergi ke Oncologist dan lihat apa yang bisa dilakukan untuk Anda.”

Pengobatan Medis Tidak Diindikasikan Beralih Ke Obat Herbal

K118, seorang wanita berusia 75 tahun. Dia menderita asma kronik dan juga tekanan darah tinggi. Pada 28 Januari 2003, sebuah CT Scan mengindikasikan bahwa terdapat lesi yang jelas pada mediastinum anterior sampai aorta ascenden bagian kiri. Berdiameter 2.5 cm. Efusi pleura sedang sisi kanan dengan kolaps pasif dari lobus bawah kiri.

Sebuah biopsi mengindikasikan adenokarsinoma di paru. Seusia dia, kemoterapi dan radioterapi tidak diindikasikan. Anaknya datang ke kami memohon pertolongan. Dia pun segera mengkonsumsi obat herbal.

Kami menerima dua e-mail dari anaknya yang ingin membagi kebahagiaannya dengan kita semua.

E-mail tanggal 25 Maret 2003

Untuk CA CARE,

Hanya ingin mengekspresikan kebahagiaan saya tentang kemajuan pada kasus Ibu saya. Ibu saya terdiagnosa kanker paru pada 14 Feb. 2003. Dia berumur 74 tahun. Paru kirinya penuh dengan cairan dan kakinya bengkak.

Dokter menasehati bahwa kondisinya tidak cocok untuk melakukan kemoterapi atau radioterapi. Merupakan sebuah kebetulan kita dikenalkan dengan CA Care.

Ibu saya mulai mengkonsumsi Kapsul A, teh C, Teh Paru, dan selanjutnya Teh Paru 2) ditambahkan dan The Dahak-Paru, mulai 17 Feb 03. Pada 22 Feb 03, dokter kami memeriksa dia dan menemukan bahwa paru kirinya telah bersih dari cairan dan pembengkakan di kakinya pun telah hilang.

Kami melanjutkan mengkonsumsi obat herbal dari CA Care. Pada 22 Maret 2003 dilakukan sebuah foto X-ray dan dokter terkejut bahwa benjolan di paru kiri telah meyusut sekitar sepertiga dari ukuran awal.

Kondisi ibu saya sangat baik. Nafsu makannya baik dan dia melanjutkan sebagian besar kegiatan normalnya. Saya Cuma sangat bahagia dengan ini dan ingin membagi informasi ini dengan semua orang. Konsultasi berikutnya pada tanggal 24 Mei 03. Saya akan terus mengabari kondisi beliau.

Saya harus mengucapkan terima kasih saya kepada …

Dengan damai,

ST dari KL.

E-mail tanggal 25 Mei 2003

Kepada Prof. Chris Teo,

Saya ingin memberitahu perkembangan dari kasus ibu saya. Sudah tiga bulan sejak dia mengkonsumsi obat herbal anda. Seperti yang telah disebutkan pada e-mail tanggal 25 Maret 03, dia positif sembuh setelah mengkonsumsi obat herbal anda.

Pada 24 Mei 03, kami membawa beliau ke spesialis paru yang sama untuk diperiksa. Dokter mengatakan bahwa parunya normal, denyut jantung normal kecuali tekanan darahnya sedikit tinggi 160/80. Dia perlu untuk terus mengkonsumsi obat tekanan darah tinggi.

Kabar baik lainnya adalah berat badannya meningkat empat pon kali ini. Kami memutuskan untuk tidak melakukan X-ray selama sisa tahun 2003 guna mengurangi paparan terhadap radiasi mengingat dia telah melakukan banyak X-ray dan CT Scan tiga bulan lalu.

Saya menghabiskan beberapa jam dengan ibu saya kemarin dan menemukan bahwa dia dapat melakukan tugas rumah dengan normal dan dia dapat berbicara sekeras sebelumnya. Saya sepenuhnya percaya bahwa obat herbal anda telah membawa dia kembali dari kegelapan. Selain obat herbal, saya juga menemukan bahwa pasien kanker benar-benar membutuhkan dukungan emosional dan moral yang berlimpah setap harinya. Kami semua harus tabah dan kuat untuk dapat memenangkan pertarungan kanker ini.

Terima kasih untuk kontribusi anda terhadap kemanusiaan dalam pertarungan yang susah melawan penyakit ini. Tuhan memberkati anda.

Dengan damai,

ST.

Komentar

Pasien meninggal pada Desember 2004 – setelah dua tahun terdiagnosa kanker paru. Dia mampu hidup secara normal, bebas dari sakit dan masalah yang melemahkan tubuh. Apakah kematiannya disebabkan kanker atau usia tua?

 

Pasien Meninggal Setelah Penurunan Yang Tidak Berarti Dari CA 15.3 dan Penyusutan Tumor Dengan Pengobatan Iressa dan Tarceva

Saya menerima satu e-mail dari Dr. Mark (bukan nama sebenarnya) , seorang Ph.D. pada bidang biologi kanker yang bekerja di sebuah rumah sakit. Berikut isi e-mailnya:

Setelah mengunjungi situs CA CARE … saya menyadari bahwa inilah yang selama ini saya cari untuk menolong ibu saya. Saya menginginkan agar ibu saya mencoba terapi herbal anda.

Ibu saya berumur 70 tahun. Dia menderita batuk selama berbulan-bulan tahun lalu dan dokter umumnya mengatakan bahwa dia menderita asma yang sebelumnya dia tidak sadari. Dokternya tidak menganjurkan untuk foto X-ray. Akhirnya dia sembuh dari batuk dan kami cuma melupakan kejadian itu.

Pada akhir April 2007, dia terus-menerus mengeluh tentang nyeri perut, kembung dan kehilangan nafsu makan. Dia pergi menemui spesialis pencernaan dan didiagnosa terkena infeksi kuman H.pyloridan dia pun menerima pengobatan antibiotik. Tanpa terduga, foto X-ray juga dilakukan dan ditemukan adanya abnormalitas pada paru-parunya. Dia melakukan CT scan dan tes darah termasuk penanda tumor pada hari yang sama. Hasil menunjukkan adanya kemungkinan kanker paru. Seminggu kemudian dia menjalani biopsi paru. Hasil menunjukkan bahwa massa tumor paru adalah adenokarsinoma yang berdiferensiasi sedang. Bagaimanapun, dia tidak mempunyai kesulitan bernafas atau batuk pada saat yang bersamaan.

Dia kemudian dirujuk ke ahli kanker (onkologis) pada rumah sakit yang sama. Ibu saya adalah seorang wanita Asia tanpa riwayat merokok dan tipe tumornya adalah adenokarsinoma. Dia termasuk dalam kategori yang berespon baik terhadap obat baru bernama Iressa (penghambat Tirosin Kinase). Dokter mengatakan bahwa kita bisa mengikuti perkembangannya melalui CA 15.3, penanda tumor dengan titer tertinggi ketika pertama kali ditemukan (CA 15.3 = 5147 pada 24 April 2007).

Setelah mengkonsumsi Iressa selama satu bulan, CA15.3 nya menurun sampai 367 (pada 28 Mei 2007). Pada 30 Juli 2007, menurun sampai 68. Kami sangat bahagia dengan kerja obat tersebut. CT scan menunjukkan adanya penyusutan tumor (Agustus 2007). Pada bulan keempat, CA 15.3 meningkat sampai 154 (pada 27 Agustus). Dokter merasa sedikit khawatir tetapi ibu melanjutkan mengkonsumsi Iressa. Sebulan kemudian penanda tumor meningkat sampai 713 (pada 28 September 2007). CT scan menunjukkan adanya tambahan bayangan di paru-paru dibandingkan pada CT scan yang dilakukan pada Agustus 2007. Dia juga melakukan CT scan otak untuk pertama kalinya dan terdapat beberapa metastase pada otak dan tulang tetapi lesinya kecil.

Ibu saya mulai mencoba obat lain bernama Tarceva (bekerja dengan mekanisme yang sama tetapi keliatan lebih efektif). Dia mengalami efek samping seperti ruam, kulit kering dan hilangnya nafsu makan. Kami sangat yakin pada obat baru ini karena menurut literatur makin banyaknya efek samping berarti kesempatan untuk respon juga semakin meningkat. Bagaimanapun setelah satu bulan mengkonsumsi Tarceva, CA 15.3-nya meningkat sampai 1496 (pada 26 Oktober 2007). Dokter menyarankan agar dia terus menkonsumsi obat tersebut untuk satu bulan ke depan dan kemudian melakukan CT Scan. Saya telah bertanya pada dokter apabila hasilnya menunjukkan bahwa Tarceva tidak efektif, dia akan menjalankan kemoterapi pada ibuku. Tapi karena kondisinya yang lemah, maka akan dilakukan yang ringan saja.

Ibu baru saja melakukan tes darah rutin kemarin. Hasilnya menunjukkan bahwa ginjal dan hatinya berfungsi normal. Dia tidak anemia, tetapi hitung limfositnya lumayan rendah (10%). Dia sangat lemah sekarang dan tidak dapat berjalan tegak. Dia telah terjatuh beberapa kali karena kakinya yang lemah. Untungnya dia tidak terluka atau mematahkan tulangnya sendiri. Dia makan bubur tiap hari karena nafsu makannya yang buruk dan tidak mempunyai tenaga untuk mengunyah. Juga karena perutnya yang tidak nyaman dan sendawa yang terlalu sering sehabis makan maupun minum. Kadang dia mengeluh tentang sakit kepala. Tidurnya nyenyak dan BABnya lancar. Dia tidak mengeluh tentang sesak nafas ataupun batuk.

Disamping mengkonsumsi Tarceva, dia juga mengkonsumsi Bonefos untuk metastasis tulangnya. Kami juga memberikannya suplemen-suplemen.

Sejalan dengan itu saya juga ingin dia meningkatan daya tahan tubuhnya melalui obat Tradisional Cina. Bagaimanapun, saya belum menemukan sesuatu yang cocok. Saya setuju dengan terapi holistik anda dan menginginkan supaya ibuku mencoba.

Pada 18 Desember 2007, CA Care menerima e-mail dari Dr. Mark lagi, berbunyi:

Ibu saya telah meninggal dunia  pada 30 November 2007. Saya merasa dia meninggal karena pneumonia. Paru-paru sebelah kirinya benar-benar putih total. Dia juga mempunyai dahak kuning kental yang lengket tapi tidak mempunyai kekuatan untuk mengeluarkannya. Jumlah sel darah putihnya benar-benar tinggi dan jumlah netrofilnya lebih dari 94%.

Ibu saya cuma berencana untuk mengkonsumsi obat herbal dan kapsul A+B selama beberapa hari sampai dia benar-benar tidak bisa menelan apapun termauk minum. Dia sangat berani dan positif. Dia tahu bahwa saya mambawa obat herbal yang dapat membantu penyakitnya. Setelah meminumnya, dia bilang kalo obat herbalnya pahit dan asin, tetapi tetap dia masih meneruskan untuk meminum. Dia bertambah buruk semakin cepat. Saya tidak memperhatikan bahwa dia ada masalah paru sebelum bekonsultasi dengan anda, maka dari itu saya juga tidak mendapat teh  dahak paru  untuknya.

Untuk memonitor perkembangannya, kami mulai menulis diari untuknya sejak 21 November 2007. kami mencatat segala sesuatu yang dimakan dan responnya terhadap pengobatan herbal. Bagaimanapun, itu berakhir setelah beberapa hari.

Pada sore tanggal 26 November 2007, kami memutuskan untuk mendatangkan dokter ke rumah. Dia bilang bahwa paru sebelah kiri buku tidak lagi berfungsi dan bahwa dia menderita dehidrasi. Bagaimanapun, tekanan darahnya normal dan tidak demam. Dia menyarankan untuk memberikan oksigen dan infus dengan dekstran saline. Dia bilang kondisinya sedang stabil dan menyuruh kita untuk bersiap-siap untuk yang terburuk – apakah mau tetap dirumah atau dikirimkan ke rumah sakit. Ibu saya menggelengkan kepalanya ketika saya bertanya apakah dia mau ke rumah sakit. Hari berikutnya, kita menyewa tabung oksigen dan seorang suster untuk mengawasi tetesan infus. Suster menunjukkan bahwa ibu saya mempunyai dahak yang banyak dan karena dia tidak sanggup untuk mengeluarkannya, dia beresiko terkena pneumonia.

Pada 28 November 2007, dia tidak mengalami kemajuan sama sekali dan saya bertanya sekali lagi mencoba meyakinkan dia untuk ke rumah sakit guna mengatasi masalah dahak dan sembelit. Akhirnya dia menganggukkan kepalanya. Jadi kami buru-buru memanggil ambulans untuk mengirimnya ke rumah sakit yang berjarak sekitar 5 sampai 10 menit dari rumah kami.

Sebuah film X-ray menunjukkan bahwa paru sebelah kirinya putih total. Jantungnya terdesak ke arah kanan, mungkin karena cairan di paru. Tekanan darahnya tinggi dan denyut jantungnya lebih dari 130/menit. Malam pertama di rumah sakit, kami semua merasa dia lebih segar dan nyaman dan kami pun lebih lega. Bagaimanapun, pada sore hari kedua, dia tidak sadarkan diri. Dokter mengatakan pada kita bahwa mereka tidak akan melakukan resusitasi yang cuma akan memperpanjang penderitaannya. Pada malam hari ketiga kami kehilangan dia, ketika seluruh anggota keluarga berkumpul mengelilinginya. Walaupun kami sangat sedih, kami juga bersyukur bahwa dia tidak perlu menderita lebih banyak lagi. Saudaraku yang diluar negeri sempat pulang tepat waktu dan menemani ketika dia masih sadar.

Saya benar-benar ingin mengucapkan terima kasih pada anda dan juga pada isti anda, atas kebaikan dan kemurahan hati anda dan tentu saja untuk obat herbal anda. Sudah terlambat bagi ibuku untuk mengkonsumsi obat herbal anda. Bagaimanapun, tidaklah terlambat untuk mengenal anda dan terapi CA CARE.

KOMENTAR

Dr. Mark telah menuliskan secara terperinci kasus ibunya – terima kasih kepada latihannya sebagai ilmuwan observasi. Saya mendapatkan kesempatan untuk bertemu Dr. Mark ketika dia datang menemui saya dengan laporan medis ibunya pada 20 November 2007. Yang paling mengejutkan saya adalah pada kasus ini digunakan CA 15.3 untuk memonitor perkembangan dari kanker paru. Saya bertanya apakah itu merupakan kesalahan pengetikan pada e-mailnya. Mengejutkan ternyata jawabannya tidak.

Awalnya pada 24 April 2007, dokter-dokter menggunakan penanda tumor seperti CEA = 462.9; CA 125 = 324; CA 15.3 = 5147; dan CA 19.9 = 14. diantara semuanya CA 15.3 memberikan pembacaan yang paling tinggi. Itulah yang membuat dokter beranggapan CA 15.3 dapat mencerminkan hasil kemajuan pengobatan paling bagus. Biasanya CA 15.3 digunakan umumnya untuk memonitor pasien dengan kanker payudara.

Salah satu efek samping yang paling nyata dari Iressa adalah toksisitas paru. Pasien yang mengkonsumsi Iressa telah dilaporkan menderita penyakit kompleks yang dikenal sebagai interstitial lung disease (ILD). Penyakit seperti ini menyebabkan kesulitan bernafas dengan atau tanpa batuk atau demam ringan. Gejalanya bertambah parah dengan cepat dan pasien harus dimasukkan ke rumah sakit.

Surat khabar New Strait Times tanggal 6 Desember 2002, berjudul: 81 kematian berhubungan dengan obat kanker paru. Kementerian Kesehatan Jepang memastikan 291 kasus efek samping dan 81 pasien meninggal karena Iressa.

Pada 19 September 2005, Japan Today, berjudul: Obat kanker ajaib berubah menjadi perubahan yang mematikan: Obat tersebut menyebabkan efek sampingn yang serius sperti pneumonia parah, yang berujung ke kematian.

Mengingat apa yang dikatakan Dr. Mark: Kondisinya memburuk cepat sekali. Saya tidak memperhatikan adanya masalah pada paru sebelum mengunjungi anda. Apakah ibu Dr. Mark merupakan salah satu korban dari efek samping fatal Iressa? Tidak ada yang bertanya. Tidak ada yang berani bertanya? Atau tidak ada yang orang ingin tahu?

Kami merasa menyesal bahwa obat herbal kami tidak bisa membantu dalam kasus ini. Ini yang sering kami beritahukan kepada pasien-pasien kami. Bukan masalahnya seberapa lama kita sanggup bertahan hidup – tetapi kualitas daripada hidup kitalah yang dipermasalahkan. Bahagialah dan bersyukur apabila kita bisa makan, bisa tidur, dan dapat bebas bergerak.

Untuk memerangi dan menghancurkan kanker itu sendiri merupakan hal yang tidak mungkin walaupun orang lain menginginkan kita percaya seperti itu.

Penurunan awal dari penanda tumor dan penyusutan tumor tidaklah berarti seperti yang telah didemonstrasikan pada kasus ini. Janganlah tertipu dengan ilusi seperti ini. Pada kenyataannya, ini bukanlah kasus terisolasi. Kami telah mengumpulkan dan mendokumentasikan banyak kasus lain seperti ini, yang mana mengarah ke harapan yang salah arah dan salah tempat. Anda mungkin ingin membaca artikel kami yang lain (Penyusutan Tak  Berarti Dari Tumor Pada Pengobatan Tarceva, Bahkan Perawatan Berteknologi Tinggi Tidak Dapat Menjamin Bahwa Kanker Dapat Disembuhkan Atau Tidak Akan Menyebar) tentang Iressa, Tarceva, dan Bonefos dan apa yang dapat mereka lakukan untuk pasien-pasien kanker.

 

Kemo, Cryoablasi dan Biji Radioaktif Tidak Menyembuhkan Obat Herbal Membuatnya Merasa Baikan

Suatu waktu pada awal Agustus 2007, Swee (nama samaran, 71 tahun, wanita dari Indonesia) menderita batuk dengan dahak bebercak darah. Dia berkonsultasi dengan dokter umum yang memintanya melakukan X-ray, menduga dia mungkin menderita tuberkulosis. Foto X-ray menunjukkan adanya tumor di paru-paru. Dia langsung dirujuk ke spesialis yang melakukan CT-Scan dan menemukan massa jaringan lunak berukuran 4.8 x 3.9 cm dengan limfadenopati pada paru kanan. Itu adalah kanker stadium III-A. Biopsi dianjurkan tetapi Swee menolak dan memutuskan datang ke Penang untuk pendapat kedua.

Di Penang, biopsi bronkial dilakukan dan hasilnya memastikan diagnosa awal. Itu adalah jenis karsinoma yang menyebar, berdiferensiasi rendah. Swee dirujuk ke ahli onkologis untuk kemoterapi.

Sehari sebelum Swee dijadwalkan untuk kemoterapi dia menerima telepon dari kerabatnya yang memberitahukan dia untuk mencari pengobatan di China saja. Dia melakukan ini tanpa ragu-ragu.

Swee dirawat di rumah sakit swasta di China selama dua puluh delapan hari. Dia menjalani pengobatan seperti berikut:

1.         Kemoterapi dengan Navelbine.

2.         Cryoablasi dengan Argon-helium. Tiga cryoprobe dimasukkan ke lesi dan keseluruhan proses pembekuan di pantau dengan CT scan sampai”bola es”sepenuhnya meyelimuti massa target. Setelah dua siklus pembekuan cryoprobe dicabut

3.         Penanaman biji radioaktif iodin. Dibawah pengawasan CT Scan, 15 radioaktif iodin – 125 biji ditanamkan pada massa tumor.

Dokter menyimpulkan perawatan ini berhasil. Swee diijinkan pulang ke Indonesia.

Pada November 2007, Swee kembali ke China untuk perawatan yang kedua kalinya. Kunjungan kali ini sekitar lima belas hari. Dia menjalani perawatan yang sama: kemoterapi dengan Navelbine, cryoablasi dan penanaman biji iodine. Menurut para dokter, prosedur yang kedua berhasil dan kondisi pasien menjadi lebih baik.

Menurut putranya yang menemani dia ke China, dokter di China menganjurkan Swee menjalani total enam siklus perawatan. Putranya bilang: Dokternya menjamin bahwa tumornya akan hilang dan pada saat yang bersamaan memperingatkan bahwa kanker akan menyebar ke bagian lain dari tubuh. Tidak ada jaminan bahwa tidak akan ada penyebaran. Dia juga tidak pasti bagian tubuh mana yang akan terkena penyebarannya.

Setelah Swee kembali ke rumahnya, anggota keluarganya mengalami dilema. Mereka tidak mempunyai tabungan lagi untuk pengobatan yang lebih lanjut di China. Biaya yang dikeluarkan untuk pengobatan pertama mereka adalah 87,000 Yuan. Pengobatan kedua 57,000 Yuan. Swee ingin menjual rumah yang sekarang ditempati keluarganya untuk membiayai perawatannya. Lima anaknya (dua putra dan tiga putri) tidaklah yakin bahwa ini adalah hal yang benar untuk dilakukan. Ini dikarenakan tidak adanya kepastian Swee akan sembuh total.

Putra Swee datang menemui kami pada Desember 2007 dan ingin mengetahui hal-hal berikut:

1.         Apa yang harus mereka lakukan?

2.         Apabila ada kemungkinan mengkonsumsi obat herbal kami dan pada saat yang bersamaan menjalani pengobatan China, apakah mereka harus memutuskan untuk ke China lagi. Maksudnya agar obat herbal ini dapat membantu Swee dalam beberapa hal yang mana pengobatan medis tidak dapat lakukan.

Saya memberitahu putranya bahwa hal yang paling penting yang mendapat pertimbangan serius adalah kemungkinan akan kanker tersebut menyebar ke otak. Tidak ada orang yang dapat mencegah hal itu dan kemungkinan untuk terjadi metastasis ini sangat tinggi.

Untuk hal ini putranya berkata : Ya. Ketika saya di rumah sakit di China saya telah melihat beberapa pasien yang menderita seperti ibu saya dan yang menjalani perawatan yang serupa. Sekitar enam bulan setelah perawatan kanker menyebar ke otak. Dokter juga memberitahu saya bahwa tipe kanker yang diderita oleh ibu saya adalah tipe yang sangat agresif dan terdapat 90% kemungkinan bahwa kanker akan menyebar ke bagian tubuh yang lain. Tidak ada jaminan bahwa tidak akan menyebar.

Swee dan dua anak perempuannya  kunjungi CA Care (Penang) untuk pertama kalinya setelah mengambil herbal kami selama sekitar satu tahun.

Chris (C): Anda telah minum herbal selama 1 tahun. Bagaimana kesehatan Anda?
Swee (S): Bagus. Tidak ada masalah.

C: Setelah pengobatan di Cina, apakah Anda baik?
S: Ya. Tetapi saya tidak mampu untuk pergi lagi. Keuangan kami sangat terbatas.

C: Berapa kali Anda pergi ke Cina?
S: Dua kali.

C: Anda memutuskan untuk tidak melakukan chemo lagi di Cina? Dan Anda memutuskan untuk mengambil herbal kami?
S: Ketika saya datang dari Cina saya batuk pada malam hari.

C: Setelah Anda minum herbal, apakah Anda masih batuk?
S: Tidak ada lagi batuk.

C: Apakah Anda terus minum herbal kami sehingga sekarang?
S: Ya. Saya tidak berhenti minum herabal sejak tahun lalu.

Pada bulan Agustus 2009, hampir dua tahun ibunya minum herbal, putra Swee datang ke pusat CA Care.

C: Anda berkata ibumu dua kali pergi ke China. Karena kendala keuangan, dia berhenti pergi ke China?
Putra: Dia tidak kembali lagi di sana.

C: Selain mengambil herbal kami, apakah ia mengambil obat orang lain?
P: Tidak. Dia hanya mengambil herbal Anda.

C: Bagaimana kesehatan ibu? Apakah ia bagus?
P: Dia baik dan waspada. Tetapi jika ia bekerja terlalu keras dan tidak memiliki cukup istirahat ia merasa lelah. Kemudian dia batuk pada malam hari.

C: Ada apa-apa keluhan?
P: Sampai saat ini, semuanya okay. Tidak ada keluhan.

C: Ini sudah dua tahun sejak pertama kali Anda datang untuk berkonsultasi dengan saya.
P: Ya, sekitar dua tahun.

C: Saya pernah mendengar tentang temannya yang pergi ke China. . . . .
P: Mereka semua telah meninggal.

C: Bagaimana Anda tahu?
P: Mereka semua tinggal di dekat tempat kami di Medan. Tiga orang yang bersama-sama pergi ke Cina untuk pengobatan. Dari tiga, ibu saya adalah satu-satunya orang yang bertahan sampai sekarang dan masih hidup.

C: Oh, dua teman-teman lainnya sudah mati?
P: Dokter di China mengatakan kepada mereka tidak perlu datang lagi ke Cina untuk berobat.

C: Berapa lama mereka menjalani perawatan di Cina?
P: Mereka pergi ke China total 5 (lima) kali untuk perawatan.

C: Ibu Anda pergi dua (2) kali?
P: Ya.

C: Secara ikhlas, bagaimana ibu Anda sekarang? Seberapa sering Anda melihat dia?
P: Saya kembali ke Medan setiap bulan. Ia sehat dan normal.

C: Bagaimana ibumu sebelum ia pergi ke China?
P: Sebelum perawatan di China, ia terlihat lelah dan lesu. Setelah pengobatan di China, dia sedikit lebih baik. Tetapi setelah menminum herbal CA Care, dia lebih baik dan lebih baik dan sangat waspada dan normal sekarang.

C: Jadi, apa yang dia lakukan sekarang?
P: Kami memiliki bengkel motor. Ia bekerja sebagai kasir di sana. Dia mulai bekerja di sekitar 9 – 10 pagi. Ia memerlukan nap antara 2 – 4 sore. Setelah itu, dia terus bekerja lagi.

C: Anda berhati-hati bahwa ia tidak terlalu berkerja banyak atau overstress diri. Apakah dia terus minum herbal?
P: Dia terus minum. Dia juga jaga tentang dietnya.

C: Ketika ia kembali dari China, dia dapat bekerja seperti sekarang?
P: Tidak. Dia masih lemah. Dia tidak bisa memasak atau melakukan sesuatu pekerjaan. Setelah mengambil herbal anda, dia bisa memasak sendiri dan didihkan teh-teh itu.

C: Sebenarnya, herbal kami bagus?
P: Jika tidak baik, saya tidak akan kembali lagi!

C: Berapa banyak biaya pengobatan dua kali ke China?
P: Lehih kurang 250 juta rupiah.

C: Apakah itu bermanfaat dan bernilai?
P: Huh. Tersenyum. (Tidak beri apa-apa komentar)

C: Ingat. Tidak ada obat untuk kanker. Kita hanya bisa kontrolnya saja. Apakah Anda memahami hal ini?
P: Semua anak-anak di keluarga kita memahami ini. Kami hanya berharap tak terjadi apa-apa.

C: Jika seseorang bisa lebih baik, ini kearah pemulihan, tidak ada alasan bahwa ia akan mundur dan tiba-tiba mulai mendapatkan parah. Jika itu terjadi, berarti ada melakukan apa yang salah, seperti tidak minum herbal atau makan makanan yang tidak benar.

Komentar

Sangatlah sulit bagi saya dalam hal ini untuk menasehati, kecuali untuk mengatakan bahwa dari yang saya baca di literatur medis, kanker paru fatal dan kemungkinan sembuh itu nol. Tetapi bagaimana caranya saya mengirimkan pesan ini dalam sikap yang tidak traumatik kepada pasien dan/atau anggota keluarga mereka?

Alexander Spira dan David Ettinger (Multidisciplinary management of lung cancer. New Englang J. of Med. 350:379-392) menulis: Walaupun bertahun-tahun penelitian dilakukan, prognosis untuk pasien dengan kanker paru tetap mengecewakan.

Menurut Stephen Spiro dan Joanna Porter (Lung cancer – where are we today? Amer. J. Respiratory and Critical Care Med. 166:1166-1196):  Walaupun kemoterapi merupakan pendekatan yang logis, tidak ada bukti nyata bahwa itu dapat menyembuhkan NSCLC. Biaya keuangan … tinggi. Biaya lain dari kemoterapi adalah toksisitas dan potensinya untuk menurunkan kualitas hidup. Mengecewakan seperti yang didengar, ini merupakan kenyataan dari situasi ini.

Bahkan apabila apa yang saya katakan (kanker paru tidak ada kesembuhan) mungkin benar, umumnya pasien tidak akan mempercayai atau menerima itu dengan baik. Mereka menginginkan suatu kesembuhan dan  mereka mengharapkan kesembuhan itu dari perawatan yang ditawarkan kepada mereka. Apabila  kita menawarkan obat herbal dan mengajari mereka untuk mengganti kebiasaan hidup mereka dengan harapan dapat memperpanjang hidup mereka atau meningkatkan kualitas hidup mereka, mereka tetap memaksa kami untuk meberitahukan kemungkinan untuk sembuh.

E-mail ini merupakan satu contoh bagus untuk menggambarkan inti yang saya maksud.

Pasien menaruh kepercayaan total pada dokter untuk menuliskan metode resep terbaik, menaruh hidup mereka pada tangan dokter-dokter medis. Perusahaan farmasi besar … membuktikan mereka cukup meyakinkan dengan penjelasan ilmiah sampai hari ini. Itulan sebabnya kenapa banyak pasien masih memilih obat-obat mereka. Sebaliknya, pengobatan herbal tidak menawarkan penjelasan bagaimana cara kerjanya dan sampai sejauh mana dapat membantu pasien. Dalam kata lain, tidak ada jaminan bahwa dengan mengkonsumsi obat herbal akan membuat anda merasa baikan. Sama saja, apabila saya menanyakan kepada anda, secara pribadi, bagaimana dan sampai sejauh mana obat herbal anda dapat membantu pasien, saya tidak berpikir saya akan mendapatkan jawaban yang konkrit.

Sekali lagi, anda mungkin bilang itu tergantung dari pasien untuk memutuskan dan menaruh kepercayaannya pada keputusan apapun yang dibuat. Ini seperti memberitahu pasien untuk memilih apapun yang menurutnya merupakan pengobatan yang tepat. Saya tidak berpikir ini benar. Apabila saya mengetahui ada sesuatu di luar sana yang  ampuh – baik itu adalah herbal maupun obat, saya tidak akan takut untuk berkomitmen dan membela fakta bahwa obat tersebut ampuh.

Ada pertanyaan-pertanyaan yang mungkin pasien akan tanyakan ketika mempertimbangkan obat herbal anda sebagai pengobatan alternatif seperti: apakah anda dapat dengan percaya diri mengatakan bahwa obat herbal anda lebih efektif daripada pengobatan modern?

Saya sepenuhnya mengerti pasien menginginkan jaminan atau janji akan kesembuhan. Tetapi pengalaman kami mengatakan bahwa tidak ada kesembuhan untuk kanker, baik untuk stadium awal maupun akhir.

Untuk memberitahu pasien sebaliknya, sejumlah kebohongan dengan berbagai cara dilakukan. Untuk kami, menyembuhkan (catatan: bahwa kata menyembuhkan yang dimaksud bukan berarti kesembuhan total) dari kanker bukan cuma dengan mengkonsumsi obat herbal saja. Kebanyakan pasien melewatkan inti bahwa mereka terlebih dahulu harus belajar untuk membantu diri mereka sendiri dengan mengganti gaya hidup mereka, diet, dan perubahan pola pikir apabila mereka mencari sebuah penyembuhan.

Sayangnya, perubahan semacam ini merupakan hal yang sulit dilakukan oleh pasien. Dalam kasus ini, putranya memberitahu kami bahwa Swee bukan orang yang mau berubah. Dia tidak siap untuk merubah dietnya dan makan semua makanan yang dia suka. Argumennya: kenapa saya tidak diperbolehkan makan segala yang saya suka – saya tetap akan segera meninggal. Tidak terjadi pada Swee bahwa mungkin saja gaya hidup yang tidak sehatlah yang meyebabkan kematian suaminya (komplikasi hipertensi, diabetes, dan lain-lain). Sebagai tambahan saudara perempuannya meninggal karena kanker kolon, saudara laki-laki karena kanker abdomen (perut) dan bibinya karena kanker nasofaringeal (NPC).

Kedua, obat herbal tidak akan terasa enak dan anaknya bahkan tidak mengharapkan Swee mau meminumnya. Pendek kata, kebanyakan pasien seperti Swee hanya tertarik mencari penyembuhan dengan cara mereka sendiri. Mereka mencari peluru ajaib yang akan dapat membuat merasa sehat.

Drs. Richard Deyo dan Donald Patrick, profesor-profesor di University of Washington, Seattle, USA, dalam buku mereka, Hope or Hype: the obsession with medial advances and the high cost of false promises, menulis:

1.          Kita terlahir dengan kepercayaan buta kita sendiri dalam perusahaan medis yang memangsa ketakutan terbesa kita, semuanya alih-alih demi pertolongan kita dengan “kesembuhan ajaib”.

2.         Kombinasi dari keserakahan industri,??? , Publikasi media massa yang gencar, kebijaksanaan politik, dan pola pikir kita sendiri yang “techno-consumption” mengarahkan kita lebih dan semakin lebih pada ketergantungan pada terapi yang mahal harganya, sedikit keefektifannya – dan kadang sangat berbahaya.

3.         Ketika adanya  pilihan menyangkut cara pengobatan terbaru, asumsi atau anggapan orang adalah bahwa semakin banyak dan semakin baru pasti akan lebih baik?

4.         Dikatakan bahwa dokter lebih suka menuliskan resep dengan obat-obat terbaru bahkan tanpa  melihat bukti nyata apapun yang membuat mereka senang, membuat pasien senang dan membuat medical representation (sales obat) merasa senang.

Kami tidak mempercayai bahwa terdapat hal seperti peluru ajaib untuk kanker. Kami menyimpang dari sebab dan mengkhianati misi kami apabila kami bilang atau bertindak  seakan kita mempunyai itu. Sangatlah sulit bagi kebanyakan orang untuk mengerti bahwa kami disini hanya mencoba untuk membantu. Kami tidak berkeinginan untuk memaksakan obat herbal kami. Kami pun tidak mematok target penjualan dan tidak bertujuan untuk menaklukkan pasar bisnis. Kerja kami berlandaskan cinta dan semangat, bukan keuntungan. Apabila ada asuransi atau garansi yang didapatkan pasien dari kami, akan berupa: Cobalah obat herbal kami untuk seminggu atau dua minggu. Apabila pasien tidak merasa enakan, berhenti konsumsi obat herbal kami dan carilah orang lain yang dapat membantu.

Mari saya ringkaskan denga cerita ini.

Kanker paru sebelumnya diobati dengan Iressa. Ketika Iressa pertama kali diedarkan diumumkan di media sebagai: Obat Masa Depan; Obat Ajaib; Obat Pintar; Kesembuhan Ajaib – obat yang Bangkit dari Abu dan berbagai macam nama lainnya.

Pesan ke dunia sudah jelas: Suatu terobosan mutakhir di tangan – terdapat harapan dan antisipasi yang besar. Pasien penderita kanker paru tidak perlu meninggal lagi. Sebuah obat ajaib akhirnya ditemukan. US – Food and Drug Administration menyetujui penggunaan obat ini. Ini membuatnya lebih menyakinkan. Jaminan seperti inilah yang dibutuhkan bagi pasien kanker di seluruh dunia sebelum mereka menelan pil pertama mereka – nama penulis e-mail diatas tercantum.

Dalam sebuah artikel: Iressa seharusnya tidak pernah disetujui (http://npojip.org/iressa/iressaISDB-Feb-2.html) Rokuro Hama menulis:

  • Sejauh ini kira-kira 23,500 orang di Jepang telah menggunakan Iressa, 644 menderita efek samping. Karena ini telah meninggal 183 orang. Obat ini disetujui pada Juli 2002 di Jepang dan pada akhir Januari 2003 – hampir enam bulan kemudian, kematian yang berhubungan dengan reaksi efek samping Iressa telah mencapai 183 orang.

Pada negara-negara Barat, Iressa ditarik dan terbukti tidak efektif lagi berhubung besarnya pemberitahuan lewat media sebelumnnya. Tetapi di negara-negara Timur, Iressa masih diresepkan pada banyak pasien kanker, bahkan hari ini. Pasien harus menghabiskan RM 7,000 sampai RM 8,000 untuk persediaan Iressa selama sebulan.

Dengan Iressa dijelekkan, beberapa ahli onkologis beralih ke obat lain bernama Tarceva, obat yang bersaudara dengan Iressa. Satu pil Tarceva seharga RM 270 yang akan menjadi RM 8,100 jika diakumulasikan untuk persediaan selama sebulan. Apakah Tarceva efektif? Website perusahaan mengatakan bahwa itu sudah terbukti telah menaikkan angka harapan hidup secara keseluruhan sebanyak 37% dan telah menunjukkan keuntungan yang signifikan dengan memperpanjang waktu perburukan gejala. Dokter-dokter dan pasien-pasien menyukai jaminan seperti itu. Statistik secara ilmiah juga sangat menakjubkan. Tetapi apakah arti dari 37% ? kenyataannya: jika anda mengkonsumsi Tarceva, anda dapat hidup selama 9.5 bulan dan jika anda tidak mengkonsumsi Tarceva anda hanya dapat hidup selama 6.7 bulan. Dalam kalimat sederhana Tarceva hanya meningkatkan angka harapan hidup sebanyak 2.8 bulan.

Bagaimana jaminan seperti ini kedengaran bagi pasien? Apakah pasien tahu atau diberitahukan mengenai hal ini? Ingat, janji untuk sanggup bertahan 2.8 bulan lebih panjang itu datang dengan label harga RM 8,000 sebulan.

Laporan Terkini

Ibu memutus tidak pergi ke China untuk rawatan selanjutnya. Rumah kediaman seluruh keluarganya tidak perlu dijual!

 

Kemo Gagal dan Dia Melanjutkan Berobat Dengan Tarceva Penyusutan Tak Berarti dari Tumor dengan Pengobatan Tarceva

Mark (nama samaran) adalah seorang laki-laki berumur 34 tahun. Suatu ketika  bulan September 2006 dia menderita batuk yang kemudian didiagnosa sebagai kanker paru.  Paru kanannya juga mengandung cairan (efusi pleura). Sebagai tambahan, terdapat beberapa lesi metastatik pada separuh lobus kanan tengah dan bawah dari paru yang kolaps. Paru sebelah kiri bersih. Sayangnya kanker telah menyebar ke iga IV dan VI. Biopsi bagian inti dari massa yang terdapat di paru mengindikasikan papillary adenokarsinoma yang berdiferensiasi sedang.

Dari Desember 2006 ke Februari 2007, Mark menjalani kemoterapi dengan Gemzar dan Cisplatin. Setiap bulannya dua siklus dan dia menerima total enam siklus. Biaya dari setiap siklusnya sekitar RM 4,000. Ahli onkologis memberitahunya bahwa tidak menjamin dapat sembuh tetapi ukuran dari tumor akan berkurang dengan pengobatan.

Setelah kemoterapi selesai, dilakukan CT scan pada 7 Maret 2007 yang menunjukkan paru kanan kolaps parah dengan lesi massa berukuran 6 cm dekat dengan hilus. Mark harus menjalani prosedur untuk mengembalikan fungsi paru.

Mark diberitahu bahwa kemoterapi tidak efektif. Dia diminta untuk mengkonsumsi obat oral, Tarceva yang mana menghabiskan RM 270 / pil. Respon dari perawatan sebagai berikut:

1.   CT  scan pada 9 Maret 2007 menunjukkan massa 7.5 cm x 6 cm dan nodul tambahan berukuran 4.5 cm x 3.5 cm.

2.   CT scan pada 31 Mei 2007 menunjukkan massa berukuran 4 cm x 2 cm, terjadi penyusutan yang signifikan pada ukuran massa paru kanan.

3.   CT scan pada 13 September 2007 menunjukkan tidak ada perubahan yang berarti dibandingkan CXR sebelumnya.

4.   CT scan pada 13 November 2007 menunjukkan massa yang lebih besar berukuran 8 x 6 x 4 cm. Terdapat fibrosis di apeks kanan dan basis paru kanan. Terdapat penghancuran salah satu dari iga bawah sebelah kiri diduga berhubungan dengan metastasis tulang.

Dengan Tarceva, Mark diberitahu bahwa awalnya ukuran tumor sudah berkurang sekitar delapan puluh persen dari ukuran awalnya. Sayangnya penyusutan ini tidak berlangsung lama. Setelah delapan bulan mengkonsumsi Tarceva (menghabiskan RM 64,000) sudahlah jelas bahwa pengobatan tersebut telah gagal.

Mark diberitahu berita mengecewakan bahwa tumor telah membesar lagi. Tarceva tidaklah efektif. Sebagai tambahan, metastasis tulangnya bertambah parah. Mark juga mengkonsumsi Bonefos sejak didiagnosis dan pengobatan ini menghabiskan sekitar RM 400 sebulan.

Mark dan istrinya datang menemui kita pada Desember 2007. Mereka ingin tahu apakah dengan mengkonsumsi obat herbal tersebut tumor akan menyusut dan berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk obatnya bekerja. Jujur respon saya adalah: Maaf saya tidak tahu.

Komentar

Mark dan istrinya datang mencari kami untuk mendapat jaminan bahwa obat herbal dapat menyembuhkan dia.

Kami mempunyai pasien penderita kanker paru yang diberitahu oleh dokternya bahwa dia cuma bisa bertahan hidup selama 6 bulan, tetapi dengan mengkonsumsi obat herbal mereka hidup normal selama dua atau tiga tahun lebih sebelum akhirnya mereka benar-benar menyerah pada kanker.

Seorang pria dengan kanker tulang diberitahu: Pulanglah dan siapkan surat wasiat anda. Anda cuma mempunyai waktu enam bulan. Dia menolak pengobatan Bonefos, mengkonsumsi obat herbal dan masih hidup sampai hari ini – sudah hampir tujuh tahun sekarang.

Bagaimanapun, tetap salah kalau kita menuntut bahwa obat herbal dapat mengobati kanker. Sayangnya ketika Mark datang menemui kami, saya tidak dapat memberikan jaminan bahwa obat herbal dapat menyembuhkan apapun jika alasan itulah yang membuat dia dan istrinya datang. Saya memberitahu mereka, kami cuma dapat melakukan yang terbaik untuk membantu.

Saya diingatkan apa yang dibilang oleh Randall Fitzgerald (pada The Hundred Years Lie) :

  • Untuk kebanyakan orang yang tumbuh dan bergantung pada teknologi dan obat-obatan laboratorium dari pengobatan Barat, melepaskan paradigma itu atau bahkan berpikir untuk menggunakan pengobatan yang “kedengaran aneh” dari budaya lain, membutuhkan keyakinan dan kepercayaan.
  • Untuk mayoritas dari kita, sebelum kita menemukan penyembuhan alternatif, kita harus  pertama mengalami perasaan depresi dan capek terhadap rangkaian pengobatan kimia sintetis yang ditawarkan oleh pengobatan moderen.

Bagaimanapun, untuk beberapa orang pengalaman akan kegagalan tidak memberikan isyarat apapun. Kebenaran yang menyedihkan tentang kanker paru stadium lanjut adalah bahwa tidak adanya penyembuhan untuk penyakit tersebut – bahkan dengan kemoterapi maupun Tarceva.

Stephen Spiro dan Joanna Porter dalam sebuah artikel: Lung cancer– where are we today? (Kanker paru – kemana kita sekarang ?)  (American J. Respiratory and Critical Care Medicine. 166:1166 – 1196, 2000), menulis: walaupun kemoterapi merupakan pendekatan yang logis, secara virtual tidak terdapat bukti bahwa itu dapat menyembuhkan NSCLC (non – small cell lung cancer).

Ronald Feld dkk. (pada Lung. Clinical Oncology. 2nd ed. Harcourt Asia) meringkas pembicaraan: Di samping banyaknya pasien berdasarkan percobaan klinis, peranan daripada sistemik kemoterapi pada penatalaksanaan NSCLC merupakan salah satu dari isu yang paling controversial pada onkologi medis zaman sekarang.

Dr. Jeffrey Tobias dan Kay Eaton (pada Living with Cancer) lebih jelas ketika mereka menulis

  • Untuk pasien dengan NSCLC … (perawatan) sebenarnya lebih mengarah ke perbaikan gejala daripada perawatan dengan prospek untuk penyembuhan … sebuah kesembuhan tidaklah dapat benar-benar diusahakan.
  • Respon awal yang dramatis terhadap kemoterapi jarang bertahan sampai satu atau dua tahun … mungkin dalam enam bulan (terdapat) bukti yang jelas bahwa kanker telah kembali.

Apa itu Bonefos?

Bonefos digunakan pada beberapa kanker untuk mengurangi kerusakan pada tulang yang dapat mengakibatkan sakit dan patah tulang. Nama kimianya berupa Clodronate disodium yang digolongkan dalam kelas obat bernama bifosfonat. Cara kerjanya dengan menghentikan keluarnya kalsium dari tulang yang membuatnya makin lemah dan juga meningkatkan resiko terjadinya fraktur dan nyeri di samping meningkatkan kadar kalsium dalam darah. Sekarang tertulis bahwa itu menyembuhkan kanker tulang. Dan dalam kasus ini, Bonefos tidaklah efektif.

Apa itu Tarceva?

Bukalah website dan carilah kebenaran yang pahit tentang obat oral yang satu ini. Menurut website perusahaan, http://www.tarceva.net/survivalresults.aspx, Tarceva merupakan obat oral pertama dan satu-satunya yang bersifat penghambat HER1/EGFR tirosin kinase yang terbukti memperpanjang angka harapan hidup. Obat ini secara signifikan meningkatkan angka harapan hidup sampai 37% dan juga mendemonstrasikan keuntungan gejala dengan memperpanjang waktu perburukan gejala.

Tulisan ini sangat menarik. Tetapi seperti biasanya, biarkan saya memperingatkan pasien untuk membaca menggunakan akal sehat. Tanyalah apa artinya kenaikan angka harapan hidup sampai 37% dalam kalimat sederhana? Data yang tersedia pada perusahaan sebagai berikut:

1.   median angka harapan hidup adalah 9.5 bulan dengan Tarceva vs 6.7 bulan dengan plasebo. Dalam kalimat sederhananya Tarceva cuma meningkatkan angka harapan hidup sampai 2.8 bulan. Secara matematis benar untuk mengatakan bahwa kenaikan angka harapan hidup dengan tarceva adalah 41.8%. Tentu saja kenaikan 41.8% terdengar sangat menggiurkan.

2.   Tarceva memperpanjang angka harapan hidup bebas progresif secara signifikan (PFS) sebanyak 82%. Angka sebenarnya adalah PFS dengan Tarceva adalah 3.6 bulan vs 1.8 bulan dengan plasebo.

Sekarang TIDAK ada pada literatur medis tertulis bahwa Tarceva menyembuhkan kanker paru! Pasien perlu untuk memutuskan apakah pantas menghabiskan RM 8,000 tiap bulan untuk pengobatan yang menunjukkan hanya dapat memperpanjang hidup selama 2.8 bulan. Pada kasus ini, Mark telah menghabiskan RM 64,000 dan menemukan bahwa Tarceva telah gagal.

 

Kematian Prognosis Dokter, Obat Herbal Membuatnya Hidup

Eddy dari Indonesia datang ke tempat kami pada 18 Juni 2007. Dia membawa ayah mertuanya yang menderita limfoma untuk menemui kami. Ini adalah kunjungan Eddy yang kedua. Kunjungan pertamanya pada tanggal 22 April 2005 ketika dia datang bersama koleganya untuk mencari pertolongan kami berhubung ayah koleganya, Sugi, yang menderita kanker paru.

Selama kunjungan Juni 2007, saya mendapat informasi tentang kesehatan Sugi dari Eddy – Apakah beliau masih hidup? Jawabannya adalah: Tentu, dia baik-baik saja. Saya sangat terkejut dan bahagia dengan berita yang indah ini. Saya mencari file Sugi dan mencatat cerita yang hampir terlupa.

Sugi (nama samaran) tidak merokok. Dia berumur 67 tahun pada Agustus 2003, ketika dia merasa nyeri pada mulutnya dan sakit kuning. Dia pergi menemui dokter dan melakukan CT Scan dan menemukan kanker di parunya. Dokter memberitahu Sugi bahwa dia cuma mempunyai enam bulan untuk hidup, meskipun kenyataannya ia terlihat sehat. Seseorang memberitahu Sugi tentang CA Care dan dia memutuskan untuk mengkonsumsi obat herbal kami: Kapsul A, Teh Paru 1 dan Paru 2. Sugi mengkonsumsi obat herbal selama delapan bulan tetapi sakit kuningnya menetap. Dia kehilangan keyakinan terhadap terapi kami dan memutuskan untuk mengkonsumsi obat herbal dari sumber lain. Tetapi Sugi tidak menerima pengobatan medis apapun.

Pada 22 April 2005, putra Sugi datang ke Penang dan mencari pertolongan kami.  Dia memberitahu kami bahwa Sugi pergi menemui dokter dua minggu sebelum kunjungan ini dan sekali lagi Sugi diberitahu bahwa dia cuma mempunyai empat bulan untuk hidup. Putra Sugi bilang: Pada kunjungan pertama ke dokter, ayah saya diberitahu bahwa dia Cuma mempunyai waktu enam bulan untuk hidup dan sekarang tlah dua tahun dan dia tetap hidup. Dua minggu sebelumnya, dokter mengatakan bahwa ayah saya cuma mempunyai empat bulan untuk hidup. Dokter menganjurkan ayah saya melakukan operasi untuk mengangkat tumor tetapi ayah saya menolak.

Setelah mendapat informasi terbaru tentang konisi Sugi, kami menganjurkan Sugi untuk mengkonsumsi Kapsul A, Teh Paru 1 dan Paru 2, Teh-C, T & E, dan Teh S & M).

Pada 1 Juli 2005, kami menerima email dari putra Sugi dengan pesan sebagai berikut:

Setelah mengunjungi anda April 2005 lalu, saya ingin berbagi dengan anda tentang kondisi kanker paru ayah saya. Ayah saya telah mengalami peningkatan kesembuhan secara signifikan dalam arti peningkatan berat badan (dari 54 kg sampai 61 kg). Secara visual dia tampak lebih baik dan dia merasa baikan juga. Saya berterima kasih dengan tulus dan menghargai semua nasehat baik dan obat herbal anda.

Saya mengirim e-mail ke putra Sugi meminta informasi perkembangan akan kesehatan ayahnya. Pada 2 Juli 2007, saya mendapat balasannya.

Hello, Dr. Chris,

Sudah cukup lama sejak terakhir kali saya menulis kepada anda tentang kondisi ayah saya. Kami tentu saja benar-benar bersyukur kepada Tuhan Yang Maha Kuasa melalui tangan Dr. Chris, bahwa ayah saya masih sanggup untuk hidup sampai hari ini. Sekarang, ayah saya sanggup melakukan apa yang dia mau layakya orang yang normal.

Biarkan saya menjawab pertnayaan anda:

a) Bagaimana keadaan ayah anda belakangan ini? Dapat makan? Dapat tidur? Dapat bergerak tanpa masalah apapun?

Kesehatan ayah saya, berdasarkan penampilan visual sangatlah baik. Nafsu makannya sangat baik dan dia masih mengobservasi pantangan diet seperti yang tertulis oleh Dr. Chris dalam bukunya, Food and Cancer. Setiap pagi, ayah saya berjalan sejauh 3 km untuk menjaga kondisi tubuh tetap sehat. Tidurnya sangat baik. Dia pun dapat bergerak tanpa keluhan apapun.

b) Setelah kamu dan Eddy datang menemui saya di Penang sampai sekarang, apakah ayah anda pernah menemui dokter lagi?

Ayah saya hanya pergi menemui dokter sekali. Dia menerima suntikan untuk meningkatkan daya tahan tubuh. Setelah itu, ayah saya menerima suntikan setiap bulannya. Terapi ini tampaknya bagus tetapi saya tidak tahu efeknya terhadap kankernya.

c) Apakah ayah anda juga mengkonsumsi obat herbal lain selain obat herbal CA Care?

Dia cuma mengkonsumsi obat herbal anda. Tetapi sejak tiga bulan yang lalu, ayah saya berhenti mengkonsumsi obat herbal anda. Saya kira itu karena dia bosan dengan obat herbal.

Komentar

Ini adalah satu kasus yang hampir terlupakan dalam rekaman kami. Sugi berasal dari Jawa Tengah dan ketika dia memulai mengkonsumsi obat herbal dia tidak datang kepada kami secara pribadi. Jadi tidak terdapat banyak komunikasi di antara kita. Sayangnya pada pengobatan pertama sakit kuningnya tidak menghilang setelah mengkonsumsi obat herbal. Alasannya jelas – dia tidak diberikan teh sakit kuning untuk diminum. Pengalaman kami menunjukkan bahwa Jaundice Heat atau Jaundice Cold tea(Teh panas sakit kuning dan Teh dingin sakit kuning), efektif untuk kondisi seperti berikut. Walaupun Sugi menderita sakit kuning, sangatlah mengejutkan bahwa dokter mengindikasikan bahwa hatinya dalam kondisi baik.

Cerita ini menegaskan satu aspek menyedihkan tentang pengobatan ilmiah. Ketika pasien didiagnosa dengan kanker paru (atau kanker apapun), beberapa dokter secara bervariasi mencoba berperan sebagai Tuhan dan menentukan prognosisnya: Anda menpunyai waktu tiga bulan untuk hidupatau Anda mempunyai waktu enam bulan untuk hidup. Komentar seperti itu tentu saja sangat merusak. Saya berpikir apa tujuan diutarakan komentar negatif seperti itu. Apakah ini suatu cara untuk menanamkan rasa takut dan terror pada diri pasien? Apabila pasien didorong sampai tahaptidak tertolong dan tidak ada harapan mereka menjadi lebih penurut dengan semua pengobatan yang ditawarkan. Bagi dokter, operasi, kemoterapi dan radioterapi merupakan satu-satunya cara untuk berurusan dengan kanker – cara lainnya adalah hocus pocus dan tidak terbukti.

Sayangnya cerita ini membuktikan sebaliknya. Tanpa perawatan pencegahan ini, Sugi lebih baik. Dia mempertahankan kesehatannya yang baik dan sehat secara fisik, emosional dan juga secara keuangan. Sudah hampir empat tahun sejak Sugi didiagnosa dengan kanker paru. Marilah kita berdoa untuk Sugi supaya dapat bertahan hidup beberapa tahun lagi. Keberhasilan Sugi karena penolakannya terhadap logika medis, jika anda percaya akan sesuatu yang namanya logika pada bidang medis!

 

Kanker paru stadium terminal: JW memperoleh kembali kesehatannya melalui CA Care Therapy

JW Barham didiagnosa menderita kanker paru stadium terminal yang telah menyebar ke adrenal pada Juni 2008. Ia diminta menjalani kemoterapi dan radioterapi. Dengan perawatan itu ia dapat hidup selama 12 bulan tetapi tanpa terapi itu hidupnya hanya tinggal 6 bulan. JW menolak perawatan medis lebih lanjut dan memilih CA Care Therapy.

Setelah enam bulan, JW menemukan dirinya sendiri enam kaki di atas tanah, sedang memanjat tangga untuk mengecat rumah barunya. Tidak, dia tidak sedang berada enam kaki di bawah tanah.

Kami meminta pada Seng, anak dari salah satu pasien kami di Malaysia, untuk berbincang-bincang dengan JW di Hawaii dan membuat rekaman video. Mahalo … banyak terima kasih … kepada semuanya atas usaha dan kontribusinya.

Pada bulan April 2009, ketika video ini direkam, JW Barham berkata:

Saya tidak ingin wajah saya tampak kosong karena saya ingin seluruh dunia mengetahui tentang terapi Dr. Chris.

Sekitar 8 atau 9 bulan lalu (tepatnya Juli 2008), saya mengetahui bahwa saya telah divonis mati.Saya menderita kanker paru. Dan itu telah mengalami metastase ke adrenal. Saya pergi mencari 2 atau 3 pendapat lainnya dan hal-hal seperti itu. Merka semua mengkonfirmasi melalui foto-foto, PET Scan dan CAT Scan bahwa itu adalah benar bahwa pada paru kanan saya memang terdapat tumor dan telah bermetastase ke adrenal. Mereka mencoba membiopsi melalui tenggorokan saya dan masuk ke dalam paru-paru, tetapi saya terus-menerus batuk mengeluarkan kameranya. Oleh karena itu mereka meminta saya kembali keesokan harinya, dan mengambil biopsi melalui punggung saya dengan sebuah jarum. Mereka mendapatkan sampel-nya, saya rasa, dan mereka berkata, yup ini adalah keganasan.

Dr. Gelb: Ini adalah yang terburuk. Tidak ada pembedahan yang dapat diterapkan.

JW: Ini adalah terminal. Mereka berkata saya memiliki waktu sekitar 6 bulan untuk hidup. Pertumbuhan yang cepat, penyebaran yang cepat, dan mereka mencoba membicarakan agar dilakukan kemoterapi dan radioterapi.

Untuk … kebanyakan orang, tidak semua – tanggapan pada kemoterapi dan radiasi adalah kamu akan kesakitan, kamu kehilangan energimu, tubuhmu seperti akan mati. Saya tidak akan melakukan hal itu. Karena, jika saja mereka berkata saya mungkin mempunyai kesempatan 50 – 50 untuk bertahan hidup, saya mungkin akan mencobanya. Tetapi mereka berkata: Tidak. Jika saya menjalani kemoterapi dan radiasi, maka mungkin waktunya dapat diperjanjang dari enam bulan menjadi 1 tahun.

Riwayat Medis dan Laporan

JW Barham, seorang pria berusia 79 tahun (pada tahun 2008) seorang pria kaukasia, adalah seorang perokok aktif (1 pak per hari selama 60 tahun) dan memiliki riwayat penyakit arteri koronaria (terpasang stent), hipertensi, hiperlipidemia dan insufisiensi renal kronik. Sebagai tambahan, JW pernah melakukan kraniotomi dan reseksi pada Februari 1996 karena meningioma. Ia juga menderita polip laringeal dan divertikulosis. Ia juga menderita prediabetes mellitus.

Ia menggunakan obat-obat sebagai berikut

1.      Combivent – inhaler, untuk mencegah spasme dari jalan napas atau bronkus yang disebabkan oleh Penyakit Pulmoner Obstruksi Kronis (PPOK).

2.      Prilosec (omeprazole) – untuk menurunkan jumlah produksi asam yang diproduksi di dalam lambung. JW mempunyai riwayat yang panjang berhubungan dengan refluks asam lambung (acid reflux).

3.      Lipitor – obat penurun kolesterol.

4.      Lisinopril untuk terapi hipertensi, gagal jantung kongestif dan meningkatkan harapan hidup setelah terkena serangan jantung.

5.      Zetia – untuk mengobati kolesterol yang tinggi.

6.      Atenolol – untuk terapi angina (nyeri dada) dan tekanan darah tinggi.

7.      Aspirin – digunakan jangka panjang, dosis rendah untuk mencegah serangan jantung, stroke, dan bekuan darah pada orang-orang yang memiliki resiko tinggi terjadinya bekuan darah.

8.      Plavix – untuk membantu melindungi terhadap kemungkinan serangan jantung atau stroke.

9.      Cynocobalamin – vitamin B12.

10.  Colace – Pelembut feses, membuat pergerakan usus menjadi lebih halus dan mudah untuk dilewati.

11.  Lactulose – untuk konstipasi.

CT-scan dada pada 21 Juni 2008

1.      Terdapat massa sebesar 2,7 cm pada daerah hilus kanan yang dicurigai malignansi (proses keganasan).

2.      Kemungkinan post-obstruktif pneumonitis pada lobus tengah paru kanan.

3.      Terdapat massa baru sebesar 2,7 cm pada adrenal sesuai dengan metastasis.

4.      Fibrosis yang menetap ada apeks (ujung atas) paru.

PET-scan 18 Juli 2008

1.      Massa hipermetabolik pada hilus kanan yang sangat dikhawatirkan adanya malignansi.

2.      Hipermetabolik ringan pada hilus dan nodus limfatikus subcarinal yang masih dikhawatikan terjadinya metastasi pada nodus limfatikus.

3.      Terdapat massa hipermetabolik pada ginjal kanan.

Pencarian Alternatif yang Membawa ke CA Care Malaysia

JW: Dr. Suzanne Gelb cukup berbaik hati untuk melakukan pencarian di google. Ia menemukan Dr. Chris dalam komputernya. Kami meng-emailnya. Cukup yakin, setelah membaca beberapa kesaksian, dan kami … memiliki beberapa buku-bukunya: Food and Cancer (Makanan dan kanker) dan yang lainnya. Dan itu semua masuk akal. Dr. Gelb menanyakan apakah saya mau mencobanya. Saya berkata kenapa tidak. Saya tidak akan kehilangan apa-apa. Maka kami menghubungi Dr. Chris. Saya mengirimnya hasil diagnosa saya, saya mengirim semua rekam medis saya. Ia merancang terapi berdasarkan kondisi saya.

Perubahan Gaya Hidup dan Diet

Pertanyaan oleh Seng: Terapi Dr. Teo – saya dengar itu ada hubungannya dengan gaya hidup, diet, olahraga dan obat-obatan herbal. Apakah anda dapat menjelaskannya?

JW: Saya harus mengubah seluruh gaya hidup saya. Saya harus mengubah pola makan saya menjadi seorang vegetarian. Makanan vegetarian mentah dan sayuran yang direbus kadang-kadang. Dan biji-bijian. Semua yang Dr. Teo rekomendasikan.

Saya harus meminum teh-teh yang ia rekomendasikan. Pada awalnya, ada sekitar 5 – 6 teh dan saat ini, saya hanya meminum 4 teh. Itu semua disiapkan dan dirancang khusus untuk terapi saya. Anda tahu, saya lahir dan dibesarkan di sebuah peternakan. Saya tumbuh di sebuah peternakan. Saya adalah seorang karnivora – dengan pola makan daging dan kentang. Saya dapat mengerti bahwa 70% orang tidak dapat bertahan dengan diet atau bertahan dengan teh-nya. Saya tidak terlalu memikirkan teh-nya.

Q: Apakah tehnya pahit ?

JW: Tidak. Itu tidak pahit. Hanya terasa berbeda. Itu tidak ada bedanya dengan kopi. Memiliki rasa sendiri, teksturnya sendiri. Saya terbiasa dengan itu, saya mengocoknya dan meminumnya. Saya tidak terlalu memusingkan tehnya. Yang saya tidak dapat menerima adalah makanan yang mentah. Tidak dibumbui, tidak ada rasa. Apakah anda pernah memakan kentang rebus tanpa mentega dan krim asam dan saus gravy?

Dengan bantuan Dr. Gelb – ia berkata, “pada akhirnya kamu akan terbiasa dengan rasanya, bersabarlah.” Dan dengan bimbingannya, saya menjauhi makanan yang lain. Ia memberikan saya brokoli mentah. Yah, biasanya saya makan brokoli sebagai hidangan pembuka atau untuk yang lainnya, tapi kita mencelupkannya dengan mayones atau yang lainnya, kalian tahu, dan kembang kol serta seledri – tapi kita mencelupkan semua itu ke dalam mayones atau yang lainnya itu, dan itu menyembunyikan rasa asli dan tekstur aslinya. Semua itu memakan waktu sekitar 2 bulan ketika saya benar-benar mulai merasakan rasa dari setiap buah dan setiap sayuran. Dan sekarang, 8 bulan kemudian, saya menikmati semua itu.

Untuk makan malam kemarin, saya menyediakan alpukat, brokoli yang direbus, dan bawang yang direbus, dan sebuah tomat mentah. Kemudian saya menambahkan biji wijen dan biji flax. [Sebelumnya] saya tidak dapat menerima semua itu – seperti memakan makanan sapi, sangat hambar. Tapi sekarang, semua itu mempunyai rasa yang enak. Sekarang, saya meminum 8 ons jus apel, dan 8 ons jus pir setiap harinya ketika sedang musim, dan juga anggur ketika sedang musim. Dan semuanya itu haruslah organik.

Semua yang kita lihat di televisi atau yang kita baca – Saya tidak akan mengkonsumsinya kecuali Dr. Chris mengatakan “okay”. Bila saya mendengar ini baik, maka saya dengar ini baik. Saya akan mengirimkan e-mail kepadanya dan berkata : Apakah saya boleh mengambil/memakan/melakukan ini ? Ia berkata, Tidak, Inilah yang seharusnya untukmu. Ini yang tidak untukmu.

Dr. Gelb: Seperti ketika ia berpikir untuk “mengecek ulang” untuk melihat perkembangannya.

JW: Dr. Chris berkata: Ikuti perasaanmu. Untuk apa melakukan tes untuk memberitahukan hasilnya padamu. Untuk apa membiarkan dirimu terpapar oleh semua radiasi itu.

Krisis Penyembuhan

Dr. Gelb: Pada awalnya Dr. Chris akan mengirimkan saya herbal selama 2 minggu saja, karena ia tidak yakin JW akan menyukai teh-nya, karena begitu banyak orang tidak menyukainya.

JW: Itu semua berlangsung untuk 10 hari pertama, saya rasa. Dr. Chris berkata pada saya: Kamu mengalami sebuah krisis penyembuhan. Ooh! Setelah hari kelima, saya sangat kesakitan. Saya rasa saya sedang sekarat. Saya pikir teh tersebut membunuh saya. Saya berpikir pada diri saya sendiri: yah, saya lebih baik meneruskan saja dan meninggal. Saya sangat sakit. Saya tidak dapat berpindah dari tempat tidur.

Dr. Gelb: Anda mengatakan tentang semua itu di internet, dalam satu dari surat kabarnya, yang berjudul “Sharing Experiences” (berbagi pengalaman).

JW: Bagaimanapun, itu semua berlalu dan saya tidak mengalami masalah lagi sejak saat itu.

Kami meminta JW untuk menulis lebih banyak lagi rincian tentang krisis penyembuhannya. Hukum penyembuhan (Law of Healing) ini hanya sedikit dimengerti oleh para pasien. Setelah meminum herbal selama satu atau dua minggu, pasien seperti merasa akan ke neraka (seperti pada kasus JW) atau mengalami perasaan tidak nyaman. Ini tidak bisa dihindari. Maka biarlah apa yang JW tulis dan jalani menjadi contoh yang baik pada yang lain.

Inilah yang JW tulis:

Malam ketika terjadi krisis penyembuhan [hari ke-8], Saya yakin herbal anda telah memicu kanker saya dan kanker ini sedang memakan saya hidup-hidup. Saya menginginkan pil penghilang rasa sakit untuk menyingkirkan rasa sakit. Saya memiliki toleransi yang tinggi terhadap rasa sakit, tapi ini tidak seperti apa yang saya pernah alami sebelumnya selama 79 tahun. Ini adalah neraka. Saya merasa sangat menderita, merasa seperti terjebak, seperti hewan di dalam kandang – saya tidak bisa melarikan diri dari rasa sakit yang luar biasa. Sejauh yang saya pikirkan, antara menelan pil penghilang nyeri untuk menghentikan rasa sakit ini, atau mati dan rasa sakit ini menghilang selamanya. Tetapi, karena beberapa alasan, saya mendengarkan teman saya, Dr. Gelb, yang menasehati saya untuk tidak meminum pil – berpikir kembali pada malam itu, saya rasa saya tidak mempunyai energi yang cukup untuk berdebat dengan Dr. Gelb tentang pil – pil itu… dan entah bagaimana, saya melewati malam itu.

Kemudian pada keesokan paginya (hari ke-9), saya bangun dengan rasa sakit yang berkurang jauh dan gas yang ada juga berkurang, dan segala sesuatunya tampak membaik sepanjang hari itu. Saya sangat lega dan merasa lebih baik, karena saya tidak pernah berpikir untuk berhenti melakukan program herbal. Saya hanya senang rasa sakit itu telah pergi.

Tapi malamnya (hari ke-9), rasa sakit itu kembali – tidak seberat malam kemarin, tapi walaupun demikian tetap saja sakit – seperti ditarik, nyeri yang menjalar, dan rasa sakit ketika bernapas. Rasa sakit itu seperti memakan saya – yang saya rasakan hanyalah nyeri, dan saya merasa seperti di neraka. Untungnya, saya dapat tidur untuk beberapa saat, yang memberikan saya sedikit waktu melepaskan diri dari nyeri yang dirasakan. Tetapi ketika saya bangun keesokan paginya (hari ke-10) sekitar pukul 6 pagi, rasa sakit itu konstan, itulah yang menyebabkan saya meng e-mail anda sekitar 80 menit kemudian (7:20 pagi). Sekitar 3½ jam kemudian, setelah saya tidur beberapa jam, rasa nyeri itu berkurang, dan sesuai yang anda perkirakan di e-mail berikutnya yang dikirimkan saya pada hari itu, rasa sakit itu menghilang tidak lama setelah itu.

Saya juga berharap dengan dibuatnya video dan kesaksian ini akan mendorong lebih banyak orang untuk mencari bantuan anda dan tetap mengikuti CA Care program. Terlalu banyak dari kita yang sekarat yang seharusnya tidak perlu. Saya berharap mereka yang membaca artikel ini akan mengerti bahwa disana terdapat cahaya di ujung terowongan, terutama tentang krisis penyembuhan – apa artinya sedikit sakit, apabila kamu dapat menyelamatkan hidupmu? Saya sangat berterimakasih saya dapat hidup melalui krisis penyembuhan dan tidak menyerah sampai disana. Dan saya ingin mengatakan pada semua orang, Jangan menyerah – hidupmu sangat berharga.

Anggota keluarga yang lain juga sudah diperingatkan sebelumnya ketika pasien mengalamin krisis penyembuhan. Untuk mengerti lebih lanjut, kami mengajukan dua pertanyaan pada Dr. Gelb.

Setelah melihat JW menderita ketika masa krisis penyembuhan – apa yang anda rasakan sebagai seseorang yang selalu berada dekat dengan JW dan keadaannya makin memburuk dan tidak membaik setelah mengkonsumsi herbal?

Dr. Gelb: Pertama-tama, ijinkan saya bercerita ketika saya melihat JW semakin memburuk setelah mengkonsumsi herbal pada awal Agustus 2008, saya sama sekali tidak mengerti apa yang terjadi. Saya telah membaca beberapa materi yang ada pada website anda, tapi sama sekali tidak terlintas informasi yang dapat menjelas apa yang JW alami.

Sejauh apa yang dapat saya rasakan, ketika saya melihat JW semakin memburuk, pada dasarnya, saya merasa kecewa dan sedih. Kecewa karena saya mempunyai harapan besar pada herbal – ketika kita belajar tentang program itu pada awalnya, semuanya terasa sangat baik; sedih karena tampaknya herbal tersebut tidak bekerja, dan kankernya semakin memberat. Bagi saya, ini adalah sebuah kehilangan – kehilangan pengharapan, akan kesembuhan, dan kesempatan untuk menaklukan musuh. Setelah beberapa saat merasa kecewa dan sedih, dan bahkan meneteskan beberapa air mata, semua perasaan itu berlalu.

Pada suatu saat, saya juga merasakan seperti kehilangan kepercayaan diri, berpikir, “Oh Tuhan, saya yang memperkenalkan JW pada herbal ini, apa yang telah saya libatkan pada teman saya ini?” Untungnya, itu hanyalah pikiran sesaat.

Saya juga merasa empati dan simpati pada JW karena ia sangat menderita, dan saya mengerti mengapa ia menginginkan resep untuk pereda nyeri. Tapi satu hal yang saya ketahui secara pasti – menggunakan pereda nyeri hanya akan membahayakan, tidak baik. Saya mengetahui bila JW menggunakan pereda nyeri, ini akan menghancurkan seluruh program herbalnya. Saya tidak yakin bagaimana saya mengetahui ini dengan rasa bersalah yang saya alami, tapi tidak ada keraguan pada pikiran saya bahwa menggunakan pereda nyeri bukanlah suatu pilihan, dan jika JW bersikeras menggunakannya, itu hanya akan mengulang kembali pada gaya hidup yang “toksik”, dan menurut pendapat saya, yang memegang peranan penting memicu kanker pada JW – gaya hidup dengan makanan yang tidak sehat, merokok, obat-obatan yang toksik.

Apakah ada keraguan pada anda bahwa herbal tersebut berbahaya, tidak efektif atau apakah anda merasa itu akan berhasil entah bagaimana?

Dr. Gelb: Tidak pernah terlintas di pikiran saya bahwa herbal tersebut berbahaya, saya hanya berpikir herbal tersebut tidak bekerja, dan saya tidak tahu apakah herbal tersebut akan berhasil untuk JW. Jadi saya membiarkan diri saya sendiri mengalami emosi seperti yang saya sebutkan sebelumnya, tapi setelah saya dapat menerima apa yang sedang terjadi – ini bukan berarti saya menyerah, atau saya menyukai apa yang terjadi, tetapi rasa penerimaan ini membuat saya menjalani keadaan ini dan melakukan apa yang harusnya saya lakukan – membantu JW untuk tetap pada jalurnya dengan mempersiapkan herbal dan makanan untuknya, karena ia tidak dalam kondisi yang dapat melakukan hal tersebut.

Kesehatan Sebelum Mengkonsumsi Herbal

Q: Sebelum mengkonsumsi obat dari Dr. Teo, apa yang anda rasakan dibandingkan dengan sekarang?

JW: Saya merasa sangat rapuh…Saya ingin tubuh saya kembali. Saya menjalani banyak perawatan untuk masalah jantung…Saya memasang stent pada jantung saya. Saya bahkan tidak dapat menyeberang jalan. Kaki saya terasa nyeri, dan saya mengalami pegal-linu yang kronis, vertigo, letargi (kurang bergairah – lemah letih lesu). Saya memiliki skuter kecil yang saya kendarai untuk berpindah tempat. Dan saya pergi berbelanja dengan skuter kecil saya karena saya tidak dapat berjalan…Saya mengkonsumsi 7 atau 8 pengobatan…Obat anti pembekuan darah, aspirin, obat darah tinggi, obat penurun kolesterol – saya tidak tahu. Itu sama saja tetap membuat saya sakit. Dan ketika mereka mendiagnosa saya [kanker] – saya menghentikan itu semua. Saya bahkan tidak mengkonsumsi sebutir aspirinpun selama delapan bulan.

Pemulihan kesehatan setelah mengkonsumsi Herbal

Saya dapat berjalan satu mil sekarang. Saya dapat berlari. Saya dapat memanjat tangga dan mengecat [rumah]. Saya mendapatkan hidup saya kembali. Yang menjadi satu-satunya pikiran saya adalah saya merasa kekuatan tubuh saya kembali seluruhnya. Karena, saya tidak tahu, saya merasa vertigo (pusing berputar) – saya merasa keseimbangan saya kadang-kadang sedikit terganggu. Tetapi selain daripada itu – dan olahraga selama 30 – 35 menit setiap hari. Anda dapat melihat dalah salah satu rekaman – kami sedang berolahraga.

Pada 31 Januari 2009, JW menulis bahwa pada 29 Januari ia bertemu dengan Dr. X, dokternya selama 23 tahun, untuk melakukan pemeriksaan rutin. Dr. X membuat pernyataan berikut:

  • Trombosit tinggi (ia berkata itu karena infeksi…kanker).
  • Kolesterol tinggi (kolesterol menurun ketika ia memberikan saya obat kolesterol yang saya hentikan pemakaiannya pada Juli 2008).
  • Ia berkata saya harus mengkonsumsi vitamin B-12 karena kadar B-12 saya rendah (ia percaya bahwa seluruh vegetarian harus mengkonsumsi vitamin B-12).
  • Ia berkata ginjal saya dalam keadaan baik (yang berarti bukan kasus pre-kanker yang didiagnosa pada Juli 2008.
  • Ia mendengarkan dada saya, berkata, pada dasarnya paru-paru saya baik-baik saja, tapi ia dapat mendengar “rattle”.
  • Dr. X tidak memberikan rekomendasi apapun, kecuali untuk B12. Ia tahu sejak saya didiagnosa kanker, saa menolak semua terapi konvensional, dan saya  dalam perawatan anda. Saya berkata saya akan mengemail-nya untuk memberitahukan hasil pemeriksaan darah dan saya akan mengikuti instruksi apa yang harus dilakukan berikutnya.
  • Dr. X terkesima dengan begitu baiknya penampilan saya, bahwa saya dapat berjalan beberapa blok (tidak dapat melakukan itu sebelumnya) dan saya berolahraga selama 30 menit sehari, bahwa arthritis/kram kaki/vertigo saya telah hilang, bahwa otot-otot lengan, kaki, dan tubuh telah menguat. Dan saya tidak lagi mengkonsumsi pil nitrogliserin lagi sejak saya mengkonsumsi teh/diet anda. Saya memberitahunya saya cukup baik untuk seorang yang telah mati !! (Pada 23 Juni 2008 saya telah diberitahu saya akan meninggal dalam 6 bulan bila saya tidak dikemoterapi, dll.)

Berita baik untuk ginjal saya! Beberapa waktu yang lalu, Dr. X berkata saya mungkin perlu melakukan dialisis. Saya mengkonsumsi kidney tea (teh ginjal), yang saya mulai sejak Agustus 2008 untuk perbaikan.

Sejauh ini tentang kesehatan saya, saya tidak pernah merasa sebaik ini dalam 10 tahun terakhir. Tujuh bulan yang lalu, saya tidak dapat menyeberang jalan tanpa rasa sakit pada kaki saya dan kelelahan. Sejak saya melakukan terapi herbal Dr. Chris dan rekomendasinya tentang diet/gaya hidup, saya mendapatkan kaki saya kembali dan dapat berjalan sejauh ½ mil. Saya pergi ke pusat kebugaran 30 menit setiap hari dan kekuatan fisik saya meningkat banyak.

Penurunan berat

29 Agustus 2008, JW menulis: Sejak saya mulai makan sesuai apa yang tertulis pada buku Food & Cancer (makanan & kanker) (28 Juli) berat badan saya turun cukup drastis (ketika meninbang pada 28 Juli 180 lbs, dan sekarang 164 lbs). Saya tidak keberatan terjadi penurunan berat badan karena tubuh saya merasa lebih baik, dan saya tidak keberatan mengurangi berat badan sampai 150 lbs.

10 Oktober 2008: Saya terus mengalami penurunan berat badan…saya menimbang 148…saya dapat mengurangi lagi sampai 140. Jika saya turun lebih rendah lagi, saya rasa saya terlalu kurus. Apakah saya harus menambah berat badan atau mempertahankan berat badan saya sekarang ini?

Olahraga

Olahraga 30 sampai 35 menit setiap hari (sepeda statis, mesin berat, peregangan, dll) – belum memaksa melebihi apa yang dapat dilakukan, tetapi saya bertambah kuat.

Energi

Pada 13 Desember 2008, JW menulis: Saya merasa sangat baik. Belakangan ini saya berjalan 4 blok dan kembali – pertama kalinya saya berjalan sejauh itu dalam 5 tahun terakhir!

Meskipun saya memiliki banyak energi dan merasa jauh lebih baik dari sebelum mengkonsumsi herbal, saya merasa cepat lelah (bukanlah sesuatu yang baru). Saya dapat tidur siang, dan setelahnya merasa segar kembali. Dan juga, jika saya bangun terlalu cepat dari tempat tidur atau kursi, kadang-kadang saya merasa pusing untuk beberapa detik (bukanlah sesuatu yang baru).

Pada e-mailnya 16 Maret 2009, JW menulis: Sekedar mengulang, 7,5 bulan yang lalu saya menghentikan seluruh pengobatan jantung saya (obat anti pembekuan darah, kolesterol)…Saya masih membawa nitrogliserin saya di dalam kantong, tetapi jika bukan karena ada suatu insiden, saya tidak pernah mengalami rasa sesak pada dada saya atau nyeri pada dada. Dan untuk saya, stamina saya tidak dapat dipercaya – seperti yang anda ketahui, sebelumnya saya tidak dapat berjalan untuk menyeberang jalan tanpa membuat kaki saya sakit dan pegal. Sekarang saya dapat berjalan ½ mil, dan saya mengecat dan memanjat naik turun tangga sepanjang hari karena kami merenovasi rumah kami. Dan kolega saya, [Dr. Gelb], yang saya tuliskan dalam cerita krisis penyembuhan saya, tidak dapat percaya dengan stamina saya sekarang.

Refluks Asam Lambung(Acid Reflux)

Sejak usia muda, saya menderita nyeri seperti terbakar pada ulu hati/Refluks asam lambung. Ibu saya memberi saya soda kue untuk masalah ini ketika masa kecil. Setelah itu, saya mengkonsumsi antasida untuk masalah ini selama bertahun-tahun (di U.S., antasida yang populer adalah Turns). Beberapa tahun terakhir ini, dokter saya meresepkan Prolisec untuk masalah ini – itu adalah antasida yang sekarang dapat dibeli lewat konter-konter yang ada (tidak dibutuhkan resep).

Saya mulai mengkonsumsi soda kue secara reguler sejak saya membaca buku diet anda tentang Food & Cancer pada 28 Juli 2008. Pada saat itu, saya menghentikan penggunaan Prolisec karena saya tidak ingin memberikan obat yang toksik kedalam tubuh saya, dan saya ingat ibu saya memberikan saya soda kue ketika saya masih muda. Kemudian saya mengadakan beberapa pencarian tentang soda kue dan belajar bahwa itu digunakan untuk nyeri ulu hati.

Kami rasa kami dapat melakukan sesuatu untuk masalah refluks asam lambung JW. Obat farmasi hanya meredakan gejala. Ia dapat terus menggunakan Prolisec untuk bertahun-tahun tetapi masalahnya tidak akan hilang. Satu cara untuk menyelesaikan masalah ini adalah dengan menguatkan lambungnya. Jadi saya melakukan riset untuk mengatasi masalah itu dan meramu beberapa herbal untuk JW. Ini adalah yang terjadi berikutnya setelah JW menggunakan herbal untuk refluks asam lambungnya.

16 Januari 09: Refluks asam: Sepertinya sekitar 90% telah hilang. Kadang-kadang saya tidak menggunakan soda kue; hari-hari lainnya saya menaruh sedikit di ujung lidah saya 1x/hari, kadang-kadang 2x/hari. Karena masalahnya tidak hilang dengan sempurna … apakah akan lebih baik jika dicoba untuk diberikan Stomach 2 yang membantu pasien anda yang lain dengan refluks.

17 Maret 09: Refluks asam: Daripada mengalami hari yang buruk pada 14 Maret (nausea, tidak berenergi, tidak merasa lapar – tidak makan banyak sepanjang hari – tidak yakin apa yang menyebabkan hari yang buruk itu), perut saya terasa lebih tenang – saya sudah dua hari tanpa nyeri ulu hati (sebagai catatan, saya tidak mengkonsumsi soda kue sama sekali). Sebelumnya, saya mengkonsumsi sedikit soda pada ujung lidah saya dengan sedikit air 1-2x / hari. Hari ini, sekarang pukul 8.36 malam, saya tidak mengkonsumsi soda kue sama sekali, perut saya terasa sangat tenang, tidak ada perasaan tidak enak di perut, tidak ada diare, tidak banyak gas (tidak ada buang angin melalui anus ataupun mulut).

7 April 09: Refluks asam: Jika saya dapat bertahan 3 jam lagi hari ini (sampai tengah malam), ini akan menjadi 8 hari yang betul-betul bebas dari soda! Saya sangat puas sekali dengan ini. Terima kasih.

Kesimpulan

Setelah 6 bulan berlalu, saya tidak berharap untuk mengingatkan JW tentang permasalahannya. Tetapi JW memberitahukan saya bahwa jika mengikuti definisi dari dokter, ia seharusnya sudah menjadi seorang mayat hidup. Jadi, saya memberikan beberapa pertanyaan untuk JW jawab.

1. Apa yang anda rasakan setelah diberitahu bahwa hidup anda tinggal 6 bulan?

Saya tidak terkejut diberikan diagnosis seperti itu. Bekerja dengan penyakit stadium lanjut selama bertahun-tahun dengan kapasitas saya sebagai seorang menteri, saya terbiasa dengan diagnosa-prognosa dari kanker stadium terminal. Saya bahkan tidak berpikir bahwa tekanan darah saya meningkat  ketika dokter memberitahu saya berita buruk itu. Hal pertama yang terlintas dalam pikiran saya adalah – Tidak ada kemo, tidak ada radiasi. Pikiran lain yang terlintas dalam pikiran: Saya hampir 80 tahun, saya memiliki hidup yang baik, saya tidak takut akan kematian. Saya tahu kemana saya akan pergi setelah saya kehilangan tubuh saya. [Tentu saja kita memiliki ketakutan yang alami tentang kematian karena keinginan untuk hidup pada badan saya berjuang untuk hidup. Tetapi kematian itu sendiri tidak mengganggu saya.] Pikiran lain yang terlintas adalah,saya tidak akan menderita karena ini. Jadi, apapun yang saya lakukan adalah untuk membebaskan tubuh saya terbebas dari rasa sakit, itu adalah jalan yang akan saya tempuh.

2. Lalu anda memutuskan untuk memulai sesuatu yang anda tidak tahu atau tidak yakin –  boleh dikatakan pengobatan yang belum terbukti –  apa yang membuat anda melompati batas dan memutuskan untuk meninggalkan pengobatan modern?

Seperti yang saya sebutkan di atas, saya tidak ingin kemoterapi atau radiasi. Dalam pekerjaan saya dengan orang-orang yang sudah pada stadium terminal, saya melihat kesakitan dan penderitaan yang disebabkan oleh terapi tersebut. Jadi ketika kolega saya, Dr. Suzanne Gelb, menemukan website dan membawanya kepada saya, setelah saya mendengar nama anda dan melihat foto di web, saya mempunyai perasaan yang mendalam bahwa anda dapat membuat saya bebas dari rasa sakit selama Tuhan menginginkan tubuh saya tetap hidup.

3.  Kini setelah anda melewati batas 6 bulan –  apa yang anda rasakan?

Saya dengan tulus mengatakan saya tidak pernah merasa sebaik ini dalam 10 tahun terakhir. Saya pikir itu terjadi selama saya mengkonsumsi obat jantung, penurun kolesterol, dan apapun yang mereka coba, mereka masukan ke dalam botol untuk saya.Saya merasa seperti sakit, letargi, tidak berenergi, vertigo. Intinya saya merasa saya tidak sehat. Saya mengalami peningkatan berat badan (karena terlalu banyak makan), merokok lebih dari biasanya. Saya merasa tidak sehat.

Tetapi sekarang, saya merasa jauh lebih baik. Saya turun sekitar 60 pon sejak saya memulai diet yang direkomendasikan dalam buku Food & Cancer, saya dapat berolahraga 30 menit setiap harinya, dan berjalan beberapa blok setiap harinya (sesuatu yang bahkan saya tidak dapat lakukan bertahun-tahun karena saya tidak mempunyai cukup energi, tidak ada kekuatan).

Bagaimanapun juga, saya tetap merasa kurang sehat – saya tidak tahu bagaimana menjelaskannya. Saya tidak merasa sakit, tetapi saya merasa tidak sehat, jika mungkin itu yang dimaksud. Mungkin saya mencoba untuk membandingkan dengan kualitas hidup ketika saya masih berusia 30 atau 40 tahun ketika saya masih merupakan suatu bola energi. Kadangkala saya lupa kalau bulan depan saya berubah menjadi usia 80, atau, apakah itu memang berarti jika seseorang benar-benar hidup dengangaya hidup sehat? Satu hal yang pasti, saya menikmati hidup, dan secara emosional, psikologikal, dan spiritual , saya dalam keadaan yang baik — Saya tidak merasa stres atau khawatir tentang hidup sehari-hari; saya tidak merasa khawatir dengan kesehatan saya – pada kenyataannya, saya merasa bergairah ketika saya memikirkan tentang peningkatan yang saya alami sejak saya ditangani oleh anda, dan saya maksud juga dalam arti lain – di tangan anda (ha, ha – tidak bermaksud untuk membuat anda bertanggung jawab jika saya harus mati keesokan hari!!).

Berita Terbaru

Jumat, 3 Juli 2009

Ketika saya masuk ke ruangan Dr. W hari ini, matanya sama besarnya dengan sebuah piring. Ia begitu terkejut melihat saya, melihat begitu sehatnya saya. Suhu tubuh saya 98,3, timbangan saya berada pada angka 136,5 lbs, tekanan darah saya 126/64, denyut nadi saya 73. Saya berkata kepadanya, “anda kira saya pasti sudah mati saat ini.” Ia berkata,” Ya, saya benar-benar terkejut anda dapat hidup selama ini. Apapun yang anda lakukan, teruslah lakukan itu.” (Sekarang sekitar satu tahun sejak mereka mendiagnosa saya menderita kanker stadium terminal, dan memberi saya waktu 6 bulan untuk hidup jika tanpa terapi dan 1 tahun jika saya melakukan kemo). Ia berkata paru-paru saya terdengar bersih dan bersih.

29 Juli 2009

Aloha Dr. Chris,

Hari ini kami merayakan satu tahun perayaan sejak memulai program dari CA Care pada 28 Juli 2009. Saya sangat menghargai semua bantuan anda dan akan terus melanjutkan program ini secara ketat.


 

 


NHL- Ginjal: Bebas Kanker Setelah Enam Bulan dengan Pengobatan Obat Herbal

Peter menceritakan kisahnya kepada kami pada Juli 2000.

Spesialis ginjal memberitahu saya bahwa saya harus menjalani biopsi ginjal. Awalnya, mereka melakukan tes ultrasound pada saya. Dokter memberitahu saya: Tuan Tham, saya sangat menyesal mengatakan bahwa hasil laporan telah datang, dan anda terkena kanker stadium tiga. Kanker terdapat pada kedua bagian ginjal anda. Saya terkejut. Saya tidak tahu harus mengatakan apa. Jadi saya memberitahu dokternya: Saya membutuhkan istirahat. Setelah itu saya pergi ke rumah sakit universitas untuk mencari pendapat kedua dan dokter-dokter memastikan bahwa itu adalah kanker.

Saya dijadwalkan untuk menjalani kemoterapi. Itu mengerikan. Saya sangat, teramat menderita. Setelah pengobatan yang pertama, saya tidak ingin mengulanginya lagi. Saya tidak dapat makan dan BAB saya tidak mau keluar. Saya mulai khawatir terlalu banyak. Itu adalah kemoterapi yang pertama. Mereka memberitahu saya bahwa saya seharusnya menjalani paling tidak enam siklus. Obat yang dipergunakan adalah: siklofosfamid 500 mg, + epiribicin 100 mg, + vincristine 2 mg , dan Prednison 100 mg (oral).

Hidup saya menyedihkan. Saya tidak dapat menghadapi kenyataan. Kanker berarti kematian. Saya benar, benar sangat kecewa. Saya berdoa kepada semua Tuhan untuk kedamaian hidup saya. Tetapi saya tidak dapat menemukan satu yang dapat memberikan kedamaian. Kemudian putri saya mengatakan: Kenapa kamu tidak pergi ke gereja? Istri saya setuju. Pada waktu itu, saya tidak dapat tidur pada malam hari. Setiap jam saya membangunkan dia hanya untuk memastikan bahwa saya masih hidup. Saya pergi ke gereja dan pastor mendoakan saya. Saya menaruh keyakinan dan kepercayaan pada Tuhan. Karena Tuhan yang memberikan kita kehidupan, Beliau juga yang berhak menarik itu kembali. Kemudian dan karena hal itu saya pergi untuk kemoterapi, kedua, ketiga, keempat, sampai keenam kalinya.

Dokter mengatakan bahwa saya OK. Saya tidak mempunyai pantangan makanan. Dokter memberitahukan saya: Anda dapat memakan semua makanan yang kamu inginkan tetapi mereka juga memberitahu saya untuk tidak menyentuh daging merah. Saya pergi ke dua rumah sakit setiap tiga bulan untuk check-up.

Pada Juni 1999, dokter menyarankan saya untuk melakukan CT-scan ( Tes Gallium). Saya juga melakukan tes ultrasound dan dua minggu kemudian, check-up medis. Ginjal-ginjal saya membengkak.

Dokter memberitahu bahwa saya terkena kanker lagi.

Dokter tidak ingin memberikan saya kemoterapi cair, karena mereka menemukan bahwa liver saya melemah sejak kemoterapi yang pertama. Jadi mereka meresepkan kemoterapi oral.

Awalnya, obat-obatannya adalah 100gm siklofosfamid dan 100gm procarbizide sebagai dosis pertama.Saya tidak dapat menyelesaikan sesi pertama dari empat belas dosis selama empat belas hari. Saya merasa sangat lemah, dan tidak dapat makan atau tidur teratur. Berat badan saya turun. BAB saya kadang sangat lembek, kadang sangat keras. Tetapi semua ini tidaklah separah seperti pada waktu pertama kali saya menjalani kemoterapi.

Pada hari ke 12 dari sesi, saya pingsan ketika berada di gereja. Saya tidak menyadari bahwa feses(BAB) saya telah keluar. Feses saya encer. Itu paling memalukan. Saya dipindahkan ke ruangan lain dan orang-orang berdoa untuk saya. Saya terbangun dengan mereka di sebelah saya, dan saya dianterkan pulang ke rumah. Di rumah, saya pingsan lagi, untuk kedua kalinya.

Saya pergi untuk menemui Profesor di rumah sakit universitas lagi. Kali ini, saya bahkan tidak sanggup berjalan normal. Saya pincang. Saya pikir obat-obatan mempengaruhi kaki saya. Perut saya mengalami kram. Itu benar-benar sangat menyakitkan. Dokter meresepkan dosis yang dikurangi, setengah dari dosis yang saya konsumsi pada awalnya. Menjelang sesi kedua, saya tetap merasa mengerikan. Sepertinya mereka meracuni saya. Tetapi, setelah beberapa saat saya merasa saya akan membaik, walaupun saya tetap tidak dapat makan maupun tidur dengan baik dan tidak mempunyai nafsu makan. Saya melanjutkan mengkonsumsi obat kemo oral selama 14 hari. Saya terlhat mengerikan, tetapi setidaknya saya tidak pingsan.

Saya sedang berada pada sesi kedua selama kira-kira seminggu, ketika saya melihat artikel tentang obat-obatan herbal di surat kabar. Saya menelepon CA Care di Subang Jaya. Saat itu merupakan titik balik untuk saya. Ketika saya datang, saya melihat bahwa saya tidak sendirian. Kenapa tidak mencoba? Saya ragu tetapi artikel mengatakan bahwa ada harapan, dan saya tidak mempunyai pilihan. Saya menjelaskan permasalahan saya kepada Tuan Yeong dan membawakan catatan medis saya kepada dia.

Saya dituliskan resep yang berisi Kapsul A dan Teh deTox. Saya melanjutkan kemoterapi. Dalam seminggu, saya menyadari bahwa saya dapat makan. Saya merasa lapar. Selama dua minggu, saya banyak buang angin (kentut).  Itu sangat, sangat bau. Pergerakan usus besar saya meningkat. Minggu pertama saya mengalami diare yang parah. Saya panik begitu feses saya menyembur keluar. Saya berpikir apakah ada sesuatu yang salah. Saya pikir bahwa segala sesuatu dalam diri saya telah mengendor. Saya menelepon CA Centre dan mereka memberitahu saya untuk tetap mengkonsumsi obat herbal. Jadi saya pun melanjutkan. Perlahan, keringatan dan diare nya menghilang. Saya menemukan bahwa saya dapat makan dan tidur. Yang membuat saya merasa aman saya menemukan harapan. Jika saya tidak dapat makan maupun tidur, itu membuat saya merasa menyedihkan. Saya tahu bahwa perkembangan ini merupakan efek dari obat herbal. Saya mulai lebih mempercayai obat-obatan herbal.

Terpisah dari obat-obatan herbal dan kemoterapi oral, apakah anda mengkonsumsi obat lain?

Tidak, tidak ada yang lain. Cuma kemoterapi oral dan Kapsul A dan Teh deTox. Dan saya merasa lebih baikan.

Berapa lama anda menjalani kemoterapi?

Saya menjalani kemoterapi selama enam siklus.

Jadi marilah kita mengulang – anda menjalani siklus pertama selama 14 hari, kemudian anda pingsan. Anda lalu menjalani siklus kedua dengan dosis yang dikurangi untuk 14 hari, istirahat selama 14 hari sebelum menjalani siklus yang ketiga (14 hari lagi), tetap dengan dosis yang dikurangi. Anda terus sampai anda menyelesaikan enam siklus ( 14 hari dengan obat dan 14 hari dengan istirahat).

Ya. Ketika saya mengkonsumsi obat herbal selama kemoterapi, saya merasa baik, dan saya menemukan bahwa pembacaan kreatinin saya terus menurun. Setelah siklus keenam menjadi 145. Dari 280 menjadi 290, lalu turun perlahan menjadi 145.

Apakah dokter menanyakan sesuatu?

Dokter memberitahu bahwa saya mengalami kemajuan. Saya tidak yakin untuk memberitahu atau tidak memberitahu dokter tentang obat herbal tersebut. Seperti yang anda ketahui, dokter tidak senang anda mengkonsumsi obat herbal. Jadi saya tidak memberitahukan dia.

Tetapi saya berbicara tentang obat herbal dengan pasien kanker yang lain ketika saya berada di ruang tunggu. Saya tidak tahu apakah itu juga melewati telinga dokter.

Setelah anda menyelesaikan enam siklus kemoterapi, apa yang terjadi kemudian?

Mereka memberikan saya tanggal pertemuan untuk datang kembali dan bertemu mereka dalam 3 sampai 4 bulan. Setiap 3 sampai 4 bulan, saya harus mengecek urin, darah, dan segalanya.

Dokter menganjurkan saya untuk melakukan CT-Scan … Itu dilakukan pada Maret 1999 di rumah sakit universitas. … Ketika saya bertemu dokter, dia memberitahu saya: Saya mempunyai kabar yang sangat baik bahwa anda sepenuhnya sembuh. Saya tercengang!

Laporan medis dari Unit Pengobatan Nuklear – UHKL, tertanggal 1 Maret 2000 mengindikasikan bahwa:Studi Gallium berulang sekarang menunjukkan tidak ada pengambilan Gallium pada kedua bagian ginjal mengindikasikan kesembuhan total dari NHL pada kedua bagian ginjal. Kesimpulan: Kesembuhan total dari NHL pada kedua bagian ginjal.

Setelah laporan itu, apa yang dikatakan dokter?

Dokter mengingatkan saya tentang sampel darah yang dulu mereka ambil pada 1996, setelah saya menyelesaikan sesi pertama kemoterapi. Mereka menyimpannya di kulkas, dengan maksud untuk memasukkannya kembali kepada saya. (Ini yang dimaksud dengan transplantasi sumsum tulang – TST/BMT). Dokter menganjurkan saya sebaiknya melakukan TST. Dokter memberitahu saya bahwa itu akan menghabiskan RM20.000 sampai RM30.000 untuk melakukan prosedur itu di sini, tetapi akan menghabiskan lebih dari ratusan ribu di Australia. Saya mungkin akan mengalami beberapa efek samping dan bahkan mati selama proses mengembalikan sel-sel ke dalam tubuh saya.

Hal pertama yang saya katakan adalah: Saya tidak dapat memberitahu anda sekarang (apakah saya bersedia melakukan TST atau tidak). Saya harus mendiskusikan hal tersebut dengan keluarga saya.Saya telah memikirkan tentang hal itu dan menelepon CA Centre dan meminta nasehat. Jawaban yang saya peroleh: Kenapa anda harus melewati semua hal ini? Anda baik-baik saja, kenapa harus mengambil resiko ini? Anda mempunyai obat-obatan herbal! Keluarga saya setuju. Saya memberitahu dokter bahwa saya telah memutuskan untuk tidak menjalani TST.

Kapan anda ditawarkan untuk melakukan transplantasi?

Setelah hasil laporan dikeluarkan, setelah CT-Scan, ketika saya bebas kanker.

Setelah anda dinyatakan bebas kanker, mereka ingin melakukan transplantasi sumsum tulang pada anda? Kenapa mereka ingin melakukan hal semacam itu?

Untuk mencegah relaps atau kekambuhan – mereka mengatakan bahwa dengan melakukan itu saya akan hidup sepuluh sampai lima belas tahun lebih panjang. Tetapi saya berpikir sendiri:  Kenapa saya harus mengambil resiko?

Sejak Maret anda telah bebas kanker. Apa yang telah anda rasakan selama empat bulan terakhir ini?

Saya merasa baik. Ya. Saya kembali menemui doker saya setiap tiga bulan. Saya menemui dokter pada 7 Juli 2000. Sekarang, saya dapat menyetir. Sebelumnya, saya bahkan tidak berani  mencoba untuk menyetir.

Selain menyetir, hal apa lagi yang anda merasa sanggup anda lakukan?

Saya sanggup bekerja. Saya juga menemukan bahwa saya dapat berjalan tanpa merasa lelah, pergi memancing, membaca segala macam buku dan koran tanpa perasaan lelah pada kedua mata saya.

Catatan: Seperti pada tulisan ini, Juni 2009 – Peter masih baik-baik saja, menjalani hidup bahagia, hidup yang bebas kanker.