Kanker Pankreas: Gatal Parah Hilang dan Kesehatan Meningkatan Setelah Herbal dan e-Terapi

Bak (M952) adalah seorang pria 56 tahun dari Indonesia. Sekitar November 2010, ia mengeluh gatal tapi dia tidak buat apa-apa pun. Pada bulan April 2011, ia pergi buat pemeriksaan di sebuah rumah sakit di Aceh, Sumatera Utara. Dia diberitahu ada tumor di saluran empedu Nya. Pada tanggal 8 April 2011, ia datang kePenanguntuk pemeriksaan lebih lanjut. CT scan perut dan panggul menunjukkan berikut:

  • • Sebuah luka hipodens bulat berukuran 10,5 x 21,3 mm terlihat di pertengahan kolon melintang. Dokter tidak yakin apa polip itu?
    • Kepala pancreas dan proses uncinate karsinoma dengan distal (duktus bilier umum) obstruksi CBD.
    • Hernia inguinoscrotal Kiri.

Hasil fungsi hati-Nya pada tanggal 8 April 2011 dan 5 Oktober 2011 adalah seperti berikut:

Parameters

8 April 2011

5 October 2011

Total protein

79  H

76

Albumin

26  L

34

Globulin

53  H

42

A/G ratio

0.5  L

0.8  L

Total bilirubin

284.4  H

62

Direct bilirubin

212.2  H

Indirect bilirubin

72.2    H

Alanine transaminase

90   H

44

Alkaline phosphatase

222 H

62

GGT

67   H

68  H

AST

110 H

46  H

Alpha-fetoprotein

4.62

CEA

3.5

CA 19.9

1569.55

7.9

Bak disarankan operasi untuk kanker pankreas Nya. Dia menolak, tapi memilih ERCP (endoscopic retrograde cholangiopancreatography). Ini adalah teknik khusus untuk membersihkan penyumbatan saluran empedu. Tiga stent plastik (tabung) dipasang untuk membantu aliran empedu. Total biaya rawat sekitar RM 4300.

Setelah prosedur ini, Bak disarankan kemoterapi. Dia menolak. Sebaliknya, pada tanggal 10 April 2011, Bak datang mencari bantuan kami. Kelehannya  seperti berikut:

• gatal parah seluruh tubuh
• Tidak ada nafsu makan
• Demam, tidak bisa tidur
• Diare
• Air kencing berwarna kuning

Untuk membantu masalah gatal Bak, kami tidak punya pilihan selain bahkan meberi Bak e-Terapi. Setelah satu kali  e-Terapi, gatal sudah berkurang. Setelah dua kali, gatal-gatal itu dikatakannya berkurang 50 persen. Sesudah empat kali e-Terapi semua gatal telah hilang. Bak demam. Kami memberikan Nya  herbal teh Appetite & Fever. Setelah  minum segelas teh tersebut, demam Nya hilang. Lalu ia pulang ke Aceh.

Pada tanggal 7 Juli 2011, Bak kembali menemui kami. Dia kata selama dua minggu terakhir ini, ia mulai rasa gatal lagi. GatalNya datang sekali-sekala pada telapak tangan, siku dan kaki. Bak tidak diberi e-terapi karena beliau harus pulang hari berikutnya.

Pada tanggal 5 Oktober 2011, Bak datang  di pusat kami sekali lagi. Kali ini ia datang khusus untuk menjalani e-Terapi. Bak beritahu kami bahwa sejak mengkonsumsi herbal pada bulan April 2011, kesehatannya bertambah baik. Dia rasa lebih nyaman, tidur lebih lena dan dia lebih bertenaga. Sebelumnya dia harus bangun 4 hingga 5 kali semalam karena buang air kecil. Setelah mengambil teh A-Kid-6, kekerapan buang air kecil telah berkurang menjadi hanya sekali semalam. Dia mulai gatal, tapi tidak seserius sebelum e-Terapi. Sebelum e-Terapi seluruh tubuh Nya gatal dan dia terpaksa menggaruk sampai kulit berdarah. Sekarang gatalNya terbatas hanya pada siku dan kaki saja.

Ujian darah dilakukan pada tanggal 5 Oktober 2011. Hasil kajian darah menunjukkan perkembangan baik bagi GGT, AST dan CA 19,9 (Tabel, Kolom 3). Bak terus menjalani e-Terapi dari 5 hingga 11 Oktober 2011. Sesudah dua kali, gatalNya berkurang sekitar 50 persen.  Pada 10 Oktober 2011, sesudah enam hari buat e-Terapi, gatal-gatalNya hampir hilang seratus per sen. Masih ada seditkit-dikit gatal pada ujung jariNya.

Setelah minum herbal selama enam bulan, kesehatannya bertambah baik, tidurnya lebih nyenyak dan nafsu makanNya pun bertambah. E-Terapi telah memberi bantuan yang tidak terhingga bagi masalah rasa gatal nya.

Klip video di bawah mendokumentasikan kemajuannya dengan e-Terapi.

Kanker Paru: Bedah, Menolak Kemo, Lansung Minum Herbal – CEA Meningkat Setelah Diet Buruk

 

Jan (M471) seorang pria 55 tahun dariIndonesia. Dia mantan perokok 40 lebih tahun. Sekitar pertengahan 2008 dia batuk-batuk. Dahak nya tidak ada darah. Dia pergi ke Melaka untuk buat pemeriksaan. CT scan menunjukkan kanker paru-paru. Tidak puas hati, ia datang kePenanguntuk  cari pendapat kedua.

Kolonoskopi yang dibuat pada tanggal 20 September 2008, menunjukkan adanya wasir dan polip pada kolon dan rektum. Biopsi dari polip kolon menunjukkan adenoma tubular yang sama dengan displasia sederhana, sedangkan polip dari rektum adalah hiperplastik.

CT scan dada menunjukkan nodul kecil, 1,7 x 1,7 x 1,6 cm. Noda paratrakeal, carinal dan kelenjar getah bening hilus kanan lebih besar antara 1 sampai 3 cm. Impressi: Fitur curiga yang mendasari karsinoma paru-paru awal.

Jan menjalani operasi untuk mengangkat tumor di paru-parunya. Dia diberitahu bahwa dia mempunayi  85 – 90 persen penyembuhan jika dia menjalani operasi. Laporan histopatologi menyatakan karsinoma sel skuamosa berdiferensiasi sederhana, pT1N1Mx, Tahap 2A. Margin bedah bebas dari keganasan. Total biaya perawatan medis sekitar RM35.000.

Jan disarankan kemoterapi. Dia menolak dan datang mencari bantuan kami pada tanggal 8 Oktober 2008. Dia diresepkan Kapsul A, teh C-Tea, Lung 1, Lung 2 dan GI 1.

Sekitar sebulan kemudian, pada 14 November 2008, Jan kembali menemui  kami  lagi. Ia kata ia lebih sehat dan tidurnya lebih enak. Ia disuruh buat kemoterapi. Dokter mengatakan kemoterapi boleh menyembuhkannya. Dia menolak saran ini.

Jan tinggal di sebuahkotakecil di Sumatera. Perjalanan dari rumahnya kePenangsangat jauh. Dari rumah ia harus naik bas selama 3 jam ke sebuah kota. Dikotaini, Jan akan naik  satu lagi bas selama 24 jam keMedan. Di Medan, baru dia naik pesawat kePenang. Meskipun perjalanannya panjang, Jan datang berjumpa kami secara teratur.  Kebanyakan masa Jan berjumpa kami, dia mengatakan bahwa ia baik dan sehat, tanpa keluhan. CEA nya menurun dari 133,66 (sebelum operasi) menjadi 27,6 (setelah dua tahun minum herbal). Tetapi, pada 21 Oktober 2010, Jan tersentak dengan tiba-tiba karena CEA nya naik dari 27,6 ke 83,12 (Lihat jadual di bawah). Kami pun berasa kecewa. Apa yang salah? Dari pengalaman kami lebih kurang tau sebabnya. Kami bertanya kepadanya, “Apa yang kau makan salah bulan-bulan yang lalu ini?”

Tanggal

CEA

Catatan
19 Sept 2008

133.66

 
15 Juli 2009

51.2

 
22 Okt 2009

43.0

 
14 Mei 2010

27.6

 
21 Okt 2010

83.12

Diet Buruk – makan daging, makanan goreng and “tau sar paw”
4 Dis 2010

75.58

 
31 Mar 2011

93.97

 
25 Aug 2011

57.9

 

 

Jan mengakui bahwa karena dia baik-baik saja, dia tidak lagi ikut baik-baik pola makan sihat. Dia makan makanan yang kami minta dia menghindari seperti daging, makanan goreng dan “tau sar pow” (roti diisi kacang manis rebus bersama lemak babi). Dia guna minyak jagung untuk memasak – bukannya minyak kelapa murni. Kami menjelaskan kepada Jan bahawa kami tidak tahu mengapa CEA nya  bertambah tinggi – ini bisa terjadi karena usus nya ada  polip, atau karena paru-parunya. Dengan ini, paling baik ia kembali ke pola makanan sihat semula. Jan berjanji untuk membuat demikian.

Sekitar sebulan kemudian, CEA nya turun menjadi 75,58, kemudian meningkatkan ke 93,97 pada Maret 2011. Namun, pada Agustus 2011, CEA Jan turun ke 57,9. Dengan penurunan nilai CEA ini nampaknya Jan percaya diet amat penting untuk kesejahteraan nya.

Secara keseluruhan, kesehatan Jan baik-baik saja. Sudah tiga tahun sejak operasi paru. Dia menolak kemoterapi dan memilih herbal sebagai gantinya. Sampai hari ini, ia mampu makan, tidur dan melakukan kegiatan rutin tanpa apa masalah pun.  Tidak masalah jika CEA 93,97 atau 57,9 – angka-angka ini tidak mempengaruhi kesejahteraan nya.  Tanpa kemo, kualitas hidupnya dipertahankan – tidak diancam langsung, walaupun dia  seorang penderita kanker.

Kajian Acugraph
AcuGraph diambil pada 26 Agustus 2011 menunjukkan perkembagan baik – bacaan meridian adalah lebih seimbang jika dibandingkan dengan bacaan pada tanggal 22 Oktober 2010 (di bawah).

 

Beberapa soalan untuk direnungkan:

  1. Setelah operasi Jan enggak buat kemoterapi meskipun disarankan oleh dokter. Apakah yang terjadi padanya sekarang? Apa yang bisa terjadi jika ia menjalani kemoterapi? Apakah dia tetap sihat seperti saat ini?
  2. Setelah operasi, CEA nya turun dari 133-51 ke 27 – dan ia hanya makan herbal dan mengikuti pola makan yang sihat. Apakah kamu percaya bahwa obat herbal dan diet begitu efektif menjaga kanker nya? Atau kamu lebih percaya pada  obat beracun (chemo)?
  3. Jan mulai makan makanan “tak sihat” dua tahun setelah berada dalam kesehatan yang baik. CEA nya meluru sampai 83. Dia menyadari kesalahannya dan mulai pola diet  “baik” sekali lagi. Setelah enam bulan CEA nya menurun ke 58. Apakah kamu masih bersikeras bahwa pasien kanker boleh makan apa saja yang mereka sukai dan makanan tidak ada hubungan dengan perkembangan kanker dan / atau kambuh?
  4. Dari Oktober 2010 hingga Maret 2011, CEA Jan di sekitar 76 – 94. Meskipun begitu dia sehat saja. Kesejahteraan-nya tidak dipengaruhi oleh nilai CEA – samada tinggi atau rendah. Apa artinya? Belajar hidup bersama kanker!  Bacaan / nombor ujian laboratorium tidak harus  membuat kamu sakit!

Kanker Payudara: Herbal dan e-Terapi Pulihkan Kesejahteraan Nya Setelah 106 kali Perawatan Radiasi Bagian 6: Penyembuhan Empat Hari Saya Setelah Perawatan di CA Care

Penghargaan: Izin untuk menggunakan video ini tanpa harus menyembunyikan identitas dirinya diberikan oleh pasien.

Ini adalah kisah pahit-manis Le, seorang perempuan 37 tahun dariIndonesia. Dia datang mengunjungi kami pada tanggal 14 Oktober 2011 setelah didiagnosis dengan kanker payudara yang mungkin telah menyebar ke paru-parunya. Dia datang dengan keluhan sakit nyeri di seluruh tubuhnya, terutama di sendi-sendi. Dia tidak bisa menekuk jari-jarinya. Dia tidak bisa tidur nyenyak dan batuk.

Setelah empat hari di sini, bagaimana Anda rasa sekarang? Le: Sehat. Saya rasa lebih baik.

Bila Anda datang pada Jumat lalu (empat hari lalu), dibandingkan dengan hari ini, adakah Anda rasa lebih baik? Le: Ya. Saya bisa berjalan lebih cepat sekarang. Saya lebih banyak bertenaga. Seperti  sebelum saya menderita kanker. Waktu saya datang ke sini saya lelah dan lesu. Tapi kemarin saya bisa berjalan kaki dari apartmen ke pasar. Suami saya mengambil jalan salah waktu kami ke pasar. Kami berjalan ke sinisana, merata-rata. Tapi saaya baik-baik saja. Saya tidak punya masalah berjalan. Dan saya juga berjalan cepat. Sebelum ini, saya menyeret kakiku ketika berjalan dan saya membongkok.

Bagaimana dengan tidur Anda? Sebelum saya datang ke sini, saya bangun lima kali semalam untuk buang air kecil. Saya terbatuk-batuk. Jadi tidur saya tidak nyenyak dan terganggu. Saya sering mimpi orang-orang yang saya cintai yang telah meninggal. Mereka datang untuk mengundang saya “pulang”. Setelah saya mengambil ramuan herbal dan menjalani e-Terapi,  saya bisa tidur nyenyak. Aku tidak punya mimpi lagi.

Dalam hal gerakan tubuh, adakah Anda lebih tangkas? Saya sedar pada hari pertama Anda di sini, anda sulit bergerak tangan, dll Le: Saya sudah seperti normal sekarang. Saya boleh buat semua ini  (menunjukkan semua tindakan):

1. Angkat lengan saya tinggi dan lurus ke atas.

2. Meletakkan tangan saya di belakang kepala saya dan boleh ikat rambutku. Sebelum ini rambut saya panjang. Putriku ikat rambut saya.

3. Saya bisa memegang sapu dan menyapu lantai. Saya bisa mengayunkan lengan saya.

4. Saya bisa membuat tempat tidur, angkat dan lipat selimut.

5. Saya bisa membongkok dan telapak tanganku sentuh ke lantai.

6. Saya bisa menekuk pergelangan tangan saya.

7. Saya bisa melepaskan butang, mengeluarkan pakaian dan memakai bra dengan sendiri.

8. Saya dapat melipat kaki saya dan memotong kuku.

9. Aku bisa merangkak ke tempat tidur.

10. Aku bisa melipat tangan dan menggunakan jari kelingking saya untuk membersihkan telinga saya.

11. Saya bisa bertepuk tangan – tidak ada rasa sakit.

12. Saya bisa gunakan tangan menampar nyamuk – tidak ada rasa sakit. Sebelum ini, sangat sakit untuk menyentuh kulit.

13. Saya bisa menjentikkan jari dan membuat bunyi klik.

14. Saya dapat memegang benda dan menekuk jari saya.

15. Ketika saya menyedut nafas panjang, dada saya tidak sesak lagi.

16. Pagi ini saya berjalan lebih cepat daripada suami saya.

Sekarang nampaknya gerakan dan kualitas hidup Anda sudah kembali seperti biasa. Adakah Anda rasa bahagia? Le: Ya. Memang inilah saya harapankan. Ketika  saya tak mampu berjalan saya beritahu pendeta saya bahwa saya ingin mati. Saya telah kehilangan semua harapan. Ini karena:

• Gerakan begitu sulit.
• Saya tidak bisa menggaruk punggung saya ketika gatal. Suami saya membantu saya mengaruk.
• Saya tidak bisa tombol celana saya – suami saya harus buat ini untuk saya.

Sekarang lihatlah. Saya bisa memutar tubuh saya ke kanan dan ke kiri tanpa rasa sakit. Saya bisa berdiri atas satu kaki dan saya bisa makan nasi dengan tangan.

Sekarang Anda masih mau mati? Le: Tidak, tidak lagi.

Saya benar-benar tidak tahu mengapa says melakukan apa yang saya lakukan pada hari Jumat itu (empat hari yang lalu). Biasanya saya hanya akan meminta pasien minum herbal dahulu untuk beberapa minggu sebelum disarankan e-Terapi. Namun, malam itu saya rasa kamu mengalami banyak kesulitan, maka kami buat keputusan memulakan e-Terapi dengan segera. Mungkin itu Tuhan yang membantu kamu!

Oke, empat hari menjalani terapi CA Care. Apakah kamu rasa baik? Le: Baik sekali.

Apakah kamy yakin sekarang? Le:  Yakin sekali. Ketika saya datang ke sini, saya tahu bahwa ini adalah jawaban Tuhan atas doa saya.

Apabila Anda pulang ke Surabaya, teruskan minum herbal seperti yang diajar. Anda harus jaga diet Anda seperti yang telah diajarkan. Berolehraga. Jangan berpikir terlalu banyak – rileks dan santai. Jangan terlalu banyak stres sendiri. Yang penting,  coba hidup normal. Le: Penampilan wajah saya kelihatan bagus sekarang. Lebih “berseri”.

Oke, saya sangat senang dan berhati-hati bila Anda pulang. Ingat apa yang kami telah katakan. Jangan lakukan apa yang salah. Dan penting sekali, ingatlah bahwa penyembuhan mengambil masa. Bersabarlah.

Baca cerita Le yang lengkap:

Bagian 1: Kesejahteraan  Pulih Setelah Dua Hari Minum Herbal dan e-Terapi

Bagian 2: Terapi Alternatif – Pengobatan Suplemen Dua puluh-Satu-Juta-Rupiah Se Bulan

Bagian 3: Mengapa Saya Menolak Kemoterapi / Pengobatan Medis

Bagian 4: Radiasi Membantu Tapi Tidak Menyembuhkan, Tamoxifen Bawa Bencana.

Bagian 5: Mimpi Saya dan Pengalaman Dekat Maut

Bagian 6: Penyembuhan Empat Hari Saya Setelah Perawatan di CA Care

Bagian 7: Perjalanan Saya Yang Kurang Pengetahuan

Kanker paru-otak: Penyembuhan Yang Tidak Mungkin. Bagian 3: Renungan dan Pengakuan Suami.

Ketika pengacara membuat kesalahan, dia mengalami kekalahan kasusnya di pengadilan, Ketika seorang insinyur membuat kesalahan, gedungnya runtuh, Tapi ketika dokter membuat kesalahan, itu akan dipendam didalam kuburan pasiennya ~ Seorang Pasien Kanker

Penghargaan: Kami berterima kasih kepada pasien dan keluarganya untuk berbagi cerita pahit-manis ini bersama kami. Dan izin untuk menayangkan video klip tanpa harus menutupi wajah mereka diberikan oleh suami pasien.

Saat Ibu Suri menjalani e-terapi di pusat CA Care di Penang, kami mendapat kesempatan untuk mewawancarai suaminya. Inilah kesempatan untuk mendapatkan pengetahuan dan penjelasan yang lebih luas tentang apa yang terjadi sebenarnya.

Dibawah ini adalah kutipan percakapan kami selama tiga hari – tanggal 30 dan 31 Augustus dan 1 September 2011.

 

1. Dokter angkat tangan coba saja obat Sutent
Ternyata masalah Ibu Suri di ketahui pada  tahun 2007. Pemeriksaan menunjukkan ada titik kecil di paru parunya. Dia menolak untuk melakukan apapun. Pada tahun 2008, saat berliburan di negara Cina bersama beberapa teman, Ibu Suri mengalami susah bernapas dan muntah-muntah. Kembali dari negara Cina dia kemudian pergi ke Singapura untuk pemeriksaan. Scan memunculkan sebuah tumor besar di paru-parunya, kemungkinan sudah Stadium 3A.

Dia menjalani pengobatan medis untuk kanker paru-parunya. Sayangnya kesehatannya bertambah buruk. Suatu ketika pada bulan Pebruari tahun 2011 dia mengeluh penglihatannya berkurang. Dokter ahli mata memberi penjelasan ini bisa karena katarak. Tapi tiba tiba dia mengalami rasa sangat sakit di kepalanya.

Kapan dia mulai tidak bisa jalan? Kalian datang pada kami pada bulan Mei 2011.

  • Sekitar 3 bulan sebelum kunjungan pertama kita disini. Tiba tiba saja keadaannya sangat menurun dan dibarengi dengan rasa sakit di kepala yang berat.
  • Jadi pada waktu dia datang kesini dia tidak bisa berjalan, penglihatannya berkurang; tidak bisa mengingat orang di sekitarnya; tangan kiri dan kaki kanan tidak punya kekuatan. Sebelumnya dia dalam keadaan baik.
  • Kita antar dia ke Singapura untuk di pengobatan kemo. Sesudah kemo, keadaanya lebih memburuk. Kita bawa dia kembali ke Jakarta dan menjalani satu siklus kemo lagi.
  • Sesudah itu kita antar dia kembali ke Singapura untuk menjalani kemo berikutnya. Tapi sepertinya “Seseorang” di atas sana menghalanginya. Ibu Suri tidak punya cukup sel darah putih. Sebab itu dokter okologi tidak bisa beri kemo lagi.
  • Kalau kondisi WBC nya ( darah putih) baik, apakah anda akan melanjutkan pengobatan kemo?  Kita mau. Saya percaya sepenuhnya pada dokter.
  •  Anak perempuannya : Tapi dari sejak semula saya tidak pernah setuju dengan kemo .Dokter onkologinya menyerah….dia angkat tangan. Dokter itu mengusulkan minum obat Sutent dan dia bercerita banyak pasiennya sembuh sesudah minum obat ini. Dokter suruh saya ” bawa obat ini (Sutent) pulang dan mencoba.”
  • Satu butir Sutent berharga S$ 210. Ibu Suri minum1 tablet sehari. Dia tambah sakit sesudah minum obat Sutent. Efek sampingnya untuk dia — tekanan darah naik , pusing / sakit kepala dan diabetes. Saya tanya pada dokter kenapa dia sarankan minum obat ini. Dokter onkologi menjawab: “banyak pasien pasien saya minum ini dan jadi baik. Pulanglah dan coba. Kalau obat ini bekerja tandanya berhasil. Kalau tidak dia bisa saja … (gerakan dengan jari bengkok ke bawah).
  • Sebelum dia minum obat Sutent, anda tidak bertanya apakah obatnya bisa menyembuhkan dia?  Tidak ada yang berani jawab pertanyaan begitu. Dokter onkologi itu berkata pada saya : “Saya tidak bisa bilang. Yang tau jawaban itu cuma yang di atas saja.”
  • Setelah dia minum obat Sutent, pemakaian Panadol bertambah sedikit demi sedikit dari 1 tablet sampai  6 tablet se hari.

 

2.  Saya amat menyesal — uang tidak bisa membeli suatu penyembuhan

  • Untuk semua pengobatan — Radioterapi, Iressa, Tarceva, Kemoterapi dan Suten — jumlah biaya yang telah dikeluarkan kurang lebih Rp 2 milyar. Sama dengan kurang lebih S$ 300.000. Harga 1 tablet Tarceva itu S$ 195 dan dia minum itu selama kurang lebih satu setengah tahun. 1 tablet Sutent berharga S$ 210 dan dia minum ini lebih dari 1 bulan. 1 kali Kemo biayanya S$ 7000. Saya ingin tahu tentang satu pengeluaran biaya sebesar S$ 120. Sesudah saya Tanya, saya di jawab itulah adalah ongkos sewa kursi (tambahan perlengkapan pelayanan) yang diduduki isteri saya saat menjalani kemoterapi. Konsultasi dokter berharga S$ 150 kalau saya tidak salah. Saya juga diberi tahu, agar hanya membeli obat obatan dari dokter. Saya di beri tahu pula bahwa obat obatan murah yang di beli di luar dari klinik dokter okologi, bisa saja plasu. Saya percaya semua apa yang dikatakan dokter itu kepada saya.
  • Saya tidak apa apa mengeluarkan begitu banyak uang kalau ada kesembuhan. Tapi tidak ada penyembuhan. Saya menyesal pergi ke Singapura untuk pengobatan.
  • Saya mau mengaku. Saya betul-betul merasakan penyesalan yang mendalam. Saya menyesal karena sebelumnya dia telah menjalani kemo, saudara saya yang tinggal di Penang telah menasihati kita untuk mencoba terapi dengan ramuan ramuan. Tetapi saya tolak pertimbangan nasihat mustahil  itu. Dalam hati saya itu semua hanya praktek tipuan saja. Bagaimana ramuan ramuan bisa lebih baik dari dokter dokter di Singapura? Ramuan ramuan itu kan bahan tradisional alami dan kalau itu begitu baik tentu semua dokter dokter bisa tutup tokonya. Jadi saya menolak sama sekali pendapat minum ramuan ramuan itu,sepertinya  tidak masuk akal. Saya ucapkan lagi, saya sangat menyesal sekali.
  • Dokter dokter bilang pada dia : boleh makan apa saja — biar dia tambah kuat. Dan kalau dia telah mendapatkan kembali kekuatannya, dia  akan di “hantam” lagi dengan kemo. Roda berputar terus dan terus. Dimana kita bisa melepaskan diri dari itu semua ? Setelah saya pikir-pikir secukupnya saya mulai melihat betapa tidak masuk akal nya hal ini.
  • Saat kita ada di rumah sakit di Singapura, saya lihat pasien dari Medan. Pasien ini keluar masuk rumah sakit selama 8 tahun terakhir ini — datang untuk kemo dan kemo tidak ada hentinya. Saya tidak enak untuk bertanya mengenai hal-hal detil tentang apa yang benar-benar terjadi. Toh ahirnya pasien itu meninggal sesudah 8 tahun berjuang. Untuk saya jelas — ini suatu perpanjangan dari kehidupan yang tanpa arti.

 

CA Care — harapan terakhir

  • Dengan suara rendah, suami Ibu Suri cerita sebenarnya isteri saya mohon agar dia meninggal. Dia tidak mau menderita sakit terus. Saat itu kita dapat panggilan dari saudara jauh yang tinggal di Penang yang menyarankan agar kita mencoba berobat ke CA Care. Saya berunding dengan anak-anak saya. Kita akan tinggalkan pengobatan medis dan kita beralih ke pengobatan dengan ramuan herbal. Saat itu kita berharap dapat meringankan dari rasa sakitya. Kita dapat menerima bila  Ibu Suri meninggal tapi tidak dalam menderita kesakitan.
  • Saat anda datang di CA Care pertama kali, apakah anda pernah percaya kepada cara perobatan kita? Saya menerangkan pada anda sejak dari awal bahwa saya tidak bisa menyembuhkan anda. Yang bapak ceritakan pada  malam itu masuk akal sekali bagi saya. Berhenti makan makanan yang tidak sehat, yang dapat membuat kankernya berkembang dan kemudian minum ramuan herbal untuk membantu badan melawan kanker. Dan itu masuk akal sekali bagi saya.
  • Kita coba memberi dia ramuan herbal selama 1 minggu. Dia semburkan semua di muka kita. Kemudian saudara saya mengajak dia bicara dan bercanda dahulu dengannya. Saat dia lebih tenang kita mendekapnya, menjepit hidungnya lalu kita memaksakan ramuan herbal itu masuk ke dalam tenggorokannya. Sesudah 3 hari kita melakukan hal tersebut, rasa pusingnya berkurang. Kita bertambah percaya pada ramuan ramuan herbal Bapak.
  • Dia sudah minum ramuan herbal ini selama 4 bulan; apakah ada yang mau anda sampaikan tentang itu? Saya mau mengucapkan banyak terima kasih pada Bapak atas pertolongannya. Saya tidak tau harus bilang apa. Kita sudah menjalani terapi ini tiap hari dan Bapak malah tidak menagih biayanya pada kita. (melemah dan nangis). Kalau Bapak mau saya menyembah, saya akan melakukannya.
  • Disini Bapak Chris jawab: Jangan menyembah saya. Menyembahlah kepada Tuhan dan  berterima kasihlah padaNya. Bukan saya yang melakukan semua ini. Saya hanya berusaha sebaik-baiknya untuk membantu. Kedua anak saya sudah lulus dari Universitas dan sedang menyelesaikan Ph.D.  Apa yang kita lakukan disini itu bukan karena uang. Didalam kehidupan kita uang tidak selalu penting. Sulitnya berbuat baik untuk orang lain. Kalau tidak pernah mengalami penyakit kanker, sulit untuk memahami apa kita perbuat dan untuk apa kita melakukan aktivitas ini. 
  • Saya memaklumi. Saya mengalami  penderitaan ini selama dua setengah tahun. Saya paham yang Bapak ceritakan. Maka itu saya menyebarkan cerita seputar isteri saya supaya banyak orang lihat perbaikan isteri saya.
  •  Pekerjaan saya sudah selesai. Saya tidak bisa menawarkan apa-apa lagi. Sekarang giliran anda yang merawat dan menyembuhkan dia. Jangan sekali-kali lagi membuat kekeliruan. Kedua, perhatikan dan jaga makanannya dengan baik. 

Komentar

Saya tidak perlu menambah lebih banyak komentar lagi. Cerita dan rekaman video –video sudah menyampaikan pesan dengan cukup jelas.

Kami mengakui bahwa apa yang kami lakukan di CA Care adalah sesuatu yang aneh dipandang dari sudut pemikiran medis sekarang. Pengobatan modern ingin membunuh atau menyusutkan tumornya. Dan dalam prosesnya akan membunuh pasiennya juga.

Di dalam buku: The War On Cancer – an anatomy of failure, Dr.G uy Faguet, seorang peneliti kanker dan dokter medis, menulis,: ” Suatu analisa objektif terhadap akibat kemoterapi pada kanker dalam kurun waktu 30 tahun terahir ini  menyatakan bahwa… paradigma atau pola pembunuhan atas sel-sel telah gagal mencapai sasarannya … sebuah model berdasarkan suatu pemikiran yang cacat dengan sasaran yng tak dapat tercapai …sifat toxic terhadap sel tubuh dari kemoterapi dalam suatu bentuk penyajiannya  tidak akan dapat membasmi kanker ataupun meringankan penderitaan “ ( hal 89 ).

Dr. Ralph Moss, Ph.D., seorang pendukung pengobatan kanker alternative yang bereputasi tinggi mengatakan: Jika anda bisa menciutkan tumor  50 % atau lebih dalam 28 hari , anda mendapat sebutan dari FDA sebagai seorang peminum obat aktif …tetapi jika anda melihat ada suatu perpanjangan kehidupan dari penggunaan pengobatan ini …apa yang anda temukan adalah semacam tipuan belaka…. ini adalah sebuah kebohongan besar tentang kemoterapi.

Di CA Care kami mengajari pasien-pasien untuk bisa hidup berdampingan dengan kankernya. Berpusat pada apa masalahnya. Kami tidak tahu bagaimana caranya untuk menyembuhkan anda dan kami juga tidak menganggap diri kami seolah – olah mampu untuk menyembuhkan kanker anda. Tetapi seperti dalam kasus ini,kami tahu bagaimana untuk membuat kehidupan anda menjadi lebih baik – jika anda dapat makan, tidur nyenyak , berjalan-jalan , tidak merasa kesakitan dan dapat merasakan perpanjangan suatu kehidupan yang berarti – apa lagi yang anda inginkan?
Sekarang kami berkata – Para pasien, anda mempunyai suatu pilihan.  Apapun pilihan anda, itu adalah hak istimewa anda. Tapi itulah anda, dan saya menegaskan – anda dan anda sendiri yang bertanggung jawab atas pilihan itu.

Awas – Informasi Penting

Menurut situs resmi Sutent: http://www.sutent.com/  berikut ini adalah efek samping yang mungkin dapat terjadi :

1. Sutent dapat menyebabkan masalah hati serius, termasuk kematian.
2. Sutent dapat menyebabkan masalah jantung, termasuk: gagal jantung,masalah otot jantung (cardiomiopathy) dan perubahan ritme jantung abnormal.
3. Sutent dapat menyebabkan tekanan darah tinggi
4. Sutent dapat menyebabkan perdarahan terkadang menyebabkan kematian.Perdarahan serius  seperti perut bengkak menyakitkan (perut), muntah darah, tinja lengket hitam dan kencing berdarah
5. Sutent dapat menyebabkan masalah hormon, termasuk masalah tiroid dankelenjar adrenal.
6. Kelelahan yang memburuk dan tidak hilang
7. Kehilangan nafsu makan
8. Panas intoleransi
9. Merasa gugup atau gelisah, tremor
10. Berkeringat
11. Mual atau muntah
12. Diare
13. Denyut jantung cepat
14. Berat badan atau penurunan berat badan
15. Merasa tertekan
16. Periode menstruasi yang tidak teratur atau tidak menstruasi
17. Sakit kepala atau perubahan status mental Anda.
18. Rambut rontok
19. Obat dalam Sutent berwarna kuning, dan mungkin membuat kulit Anda terlihat kuning. Kulit dan rambut Anda bisa berwarna lebih muda.
20. Kelemahan
21. Demam
22. Gejala gastrointestinal, termasuk muntah-muntah diare, mual, luka mulut,sakit perut, sakit perut, dan sembelit.
23. Ruam atau perubahan kulit lainnya, termasuk kering, tebal, atau kulit pecah-pecah
24. Lepuh atau ruam pada telapak tangan dan telapak kaki Anda
25. Rasa perubahan
26. Nyeri atau pembengkakan pada lengan atau kaki
27. Batuk
28. Sesak napas
29. Perdarahan, seperti mimisan atau pendarahan dari luka.

Baca lebih lanjut: 

Bagian 1: Harapan Setelah Sesuatu Bencana

Bagian 2: Minggu Penyembuhan Yang Menakjubkan

Bagian 3: Renungan dan Pengakuan Oleh Suaminya

Bagian 4: Apa Yang Dibutuhkan Untuk Menjadi Pemenang

Devi: Seorang Nyonya Yang Menderita Limfoma Non-Hodgkin (NHL)

Devi terdiagnosis limfoma pada tahun 1997. Setelah menyelesaikan perawatan medis dia datang ke CA Care pada Agustus 1998 dan memulai Terapi CA Care. Pada 18 Maret 1999 kami bertemu dengan Devi dan mendokumentasikan kondisi kondisinya lewat videotape. Yang berikut merupakan kutipan-kutipan percakapan kami.

Apa yang terjadi pada anda?

Devi: Saya terdiagnosis limfoma dua tahun lalu. Ada satu konflik terhadap perawatan yang akan saya terima. Seorang onkolog mengatakan bahwa saya dapat disembuhkan lewat radiasi. Beberapa orang lainnya mengatakan bahwa kemoterapi merupakan solusi terbaik. Saya memilih kemoterapi. Setelah dosis kemoterapi pertama, sistem pencernaan keseluruhan badan  saya terserang berat. Saya menghabiskan dua minggu dirumah sakit, dengan dosis morfin. Mereka tidak dapat menemukan mengapa saya bereaksi seperti itu.

Mengapa anda menggunakan morfin?

Devi: Karena saya merasa nyeri. Ketika saya mengkonsumsi makanan, saya menderita nyeri sangat berat. Saya terbaring dirumah sakit selama dua minggu sampai suatu hari saya mengamuk karena saya overdosis morfin….Saya tidak semakin membaik. Saya mengenal seorang dokter bedah yang baik yang melakukan operasi dan ketika dia mengunjungi saya, Saya mengatakan kepadanya bahwa saya tidak membaik. Dia setuju. Itu nampaknya tidak seperti anda. Inginkah anda dikeluarkan? Tanyanya. Jadi, saya keluar sendiri.

Saya pergi kesebuah klinik yang mempraktekkan terapi selasi dan dokter menanyakan kepada saya diet apa yang saya terapkan? Saya diminta untuk berhenti mengkonsumsi makanan padat dan melanjutkan buah buahan, sayur-sayuran, makanan semi padat dan cairan. Dalam dua hari setelah diet yang dianjurkan, nyeri lenyap.

Anda menghentikan kemoterapi sepenuhnya?

Devi: Ya. Saya tidak menginginkan kemoterapi apapun. Radioterapi dilakukan lima hari seminggu, terus menerus.

Setelah radiasi, apa yang terjadi pada anda?

Devi: Agaknya, saya menjalani radiasi cukup baik. Setelah radiasi, saya dikirim untuk menjalani scan dan dokter mengatakan tidak ada bukti kanker. Saya menganggap itu merupakan akhir . Saya bahkan tidak pernah membayangkan bahwa kanker muncul kembali. Saya berpikiran bahwa saya sembuh. Pastinya setahun berikutnya, limfoma saya kambuh kembali.

Setelah radiasi, anda beranggapan bahwa anda sembuh? Apakah anda kembali kepada diet lama anda?

Devi: Ya. Saya kembali ke gaya hidup lama saya. Saya melupakan tentang jus buah. Kanker saya kambuh; kali ini didaerah perut. Tidak ada nyeri tetapi perasaan ketidaknyamanan didaerah perut. Saya dikirim untuk menjalani CT scan. Mereka mendeteksi tumor didaerah perut.Dokter mengatakan radiasi tidak bisa . Saya menjalani 6 kali chemoterapi. Masalah yang saya hadapi selama kemoterapi ialah bahwa setelah setiap sesi kemoterapi, bahkan untuk dosis pertamanya, jumlah darah putih saya biasanya turun hingga 0,7—sungguh-sungguh batas dasar.

Setiap kali jumlah darah saya turun, saya berada dirumah sakit setidaknya lima hari. Saya diberikan sejumlah injeksi untuk menaikkan jumlah darah. Kemoterapi yang saya jalani merupakan sesi setiap tiga minggu.

Setelah enam sesi kemoterapi, sayamenjalani scan. Tidak ada tanda kanker. Saya sangat baik.

Tetapi, saya merasakan kalah lagi setelah kemoterapi. Ada satu ketakutan pada diri saya, seperti apa yang akan terjadi bila kanker muncul kembali. Kanker itu muncul kembali sebelumnya. Akankah ada obat apapun atau sesuatu apapun yang dapat saya makan yang dapat menjaga kanker itu tetap jauh dari saya? Dokter mengatakan bahwa sesungguhnya tidak ada sesuatu apapun yang dapat saya perbuat. Upayakan chek-up, cari tanda-tanda dan bila ada suatu apapun, lakukan scan.

Mengapa selanjutnya anda mencoba ramuan?

Devi: Seperti yang saya katakan sebelumnya, setelah kemoterapi ini merupakan akhir jalannya.Secara medis, mereka tidak mempunyai sesuatu apapun yang bisa diberikan kepada anda. Ketika saya ada dirumah sakit, saya mendengar pasien membicarakan tentang rodent tuber. Tetapi tidak ada seorangpun yang benar-benar mencobanya. Sehingga, saya mengatakan kepada diri saya sendiri bahwa bila ilmu pengetahuan medis tidak mempunyai sesuatu apapun yang bisa diberikan kepada saya setelah ini, satu-satunya opsi lain yang tersedia bagi saya adalah kembali ke alam. Saya mempunyai perasaan ini dalam diri saya—kita terlalu sibuk mencoba mengembangkan hal-hal untuk menyembuhkan diri kita sendiri sehingga seringkali kita mengabaikan bahwa jawaban atas semua penyembuhan ini pada dasarnya ada dialam.

Saya merasakan bahwa saya tidak mempunyai beban dengan mencoba rodent tuber. Dan itulah ketika saya datang mengunjungi anda.

Ketika anda mengunjungi saya, apakah anda merasa baik?

Devi: Tidak, ketika saya mengunjungi anda, saya baru saya menyelesaikan enam putaran kemoterapi dan saya merasa sangat lemah.

Ketika anda pertama kali mulai meminum ramuan itu, apa reaksi awal anda? Apakah anda ragu-ragu terhadapnya?

Devi: Cukup jujur, saya sedikit ragu-ragu. Tetapi pada saat bersamaan, saya menganggapnya sebagai satu-satunya harapan. Ketika anda mempunyai penyakit seperti kanker, anda harus mencoba apapun yang diberikan kepada anda.

Setelah meminum ramuan itu, apakah anda benar benar menemukan kepercayaan diri atau memperoleh bantuan?

Devi: Sejalan waktu berlalu, saya sesungguhnya dapat merasakan tubuh saya pulih jauh lebih cepat.Saya merasa jauh lebih baik. Saya lebih sehat dan jauh lebih hidup. Saya biasanya separuh mati.

Apakah anda benar-benar merasa lebih baik atau apakah ini hanya merupakan sebuah efek placebo?

Dewi: Tidak, tidak, tidak. Saya benar-benar dapat merasakan tubuh saya merespon. Untuk satu hal, saya benar-benar dapat merasa bahwa saya mempunyai lebih banyak energi. Ketika saya menjalani kemoterapi, dan ketika saya menyelesaikan kemoterapi, ada waktu-waktu ketika saya merasa seperti saya tidak ingin bangkit dari tempat tidur. Saya hanya bangkit untuk makan dan selanjutnya kembali pergi ke tempat tidur. Tetapi setelah meminum ramuan, saya dapat merasakan diri saya sendiri membangun energi dan saya lebih aktif. dan sekarang ini, saya cukup sehat dan saya bahkan kembali bekerja.

Sebelum anda meminum ramuan dan sementara anda menggunakan perawatan medis, apakah anda kembali bekerja?

Dewi: Tidak…selama 7 bulan.

Ketika anda meminum ramuan anda mulai bangkit lagi sendiri?

Dewi: Ya, saya mempunyai lebih banyak energi. Saya lebih hidup dan berharap mulai membaik. Ini juga mempengaruhi saya secara psikologis. Saya mulai merasa bahwa saya semakin baik. Saya kembali menuju kehidupan sebagaimana seharusnya bukannya sekedar berbaring ditempat tidur. Sehingga, saya mulai bekerja dan saya kembali secara penuh waktu.

Bagaimana tentang diet anda?

Dewi: Saya menjadi lebih vegetarian saat ini, saya menghindari daging merah dan makanan laut kecuali ikan. Saya makan buah-buahan dan sayur-sayuran.

Sejumlah orang mengatakan bahwa bila tidak dapat mengkonsumsi makanan kegemaran saya, kehidupan tidak bernilai. Apa komentar anda tentang hal itu?

Dewi: Apa yang perlu saya katakan kepada orang-orang itu adalah, Kehidupan adalah bernilai lebih dari sekedar makanan kegemaran anda. Ini merupakan pengorbanan sangat kecil yang perlu dilakukan. Kehidupan jauh lebih bernilai dari sekedar makanan.

Anda merupakan seorang pemakan daging sebelumnya dan kini anda menjadi seorang vegetarian. Banyak orang mengatakan bahwa bila anda tidak memakan daging, anda tidak mempunyai kekuatan. Apa yang perlu anda katakan tentang hal itu?

Dewi: Tidak, tidak benar. Pastinya, saya merasa jauh lebih sehat saat ini sehingga saya menyingkirkan daging dari diet saya. Saya sama sekali tidak kehilangan energi.

Sejauh ini baik-baik saja?

Devi: Ya. Saya mengatakan kepada dokter saya bahwa saya memakai perawatan ramuan, meditasi dan doa. Dan selama chek-up terakhir, dia menanyakan saya apakah saya masih menggunakan ramuan, doa dan meditasi….Saya katakan, ya, dengan keimanan tinggi, dan dia hanya tertawa!

Bahagian 1: Devi minum herbal

 

Bahagian 2: Pengalaman kemoterapi


 

Hanya Dengan Herbal Ia Hidup Lebih Dari Lima Tahun!

Seam (B984), seoarang wanita berusia 49 tahun, didiagnosa hepatoseluler karsinoma pada Agustus 2003. Hasil CT-abdomen pada 26 Agustus 2003 mengindikasikan:

1.   Massa pada segmen 6 dan 7 liver sebesar 8,7 x 6,6 x 10 cm.

2.   Ruptur pada lobus caudatus.

3.   Nodul-nodul peritoneal.

4.   Trombosis vena porta.

5.   Splenomegali (pembesaran limpa).

6.   Dan kemungkinan metastase ke limpa.

Menjadi seorang miskin (penjahit wanita pada sebuah pabrik), Seam tidak dapat membiayai terapi medis pada rumah sakit swasta. Dokter pada rumah sakit pemerintah memberitahu ia bahwa tidak ada yang dapat dilakukan untuknya. Seam datang pada kami pada awal Januari 2004 dan memulai terapi herbal kami. Setelah mengkonsumsi herbal, ia merasa lebih baik. Ia dapat makan dan tidur dengan baik dan lebih berenergi. Ia tidak merasa pusing lagi. Ia juga bertambah berat badan dan ekspresi wajahnya terlihat baik dan sehat.

Pada saat ini ditulis, Maret 2009, lebih dari 5 tahun sejak ia pertama kali datang kepada kami, Seam sehat-sehat saja – menjalani hidup normal yang bebas dari rasa sakit.

 

Setelah Operasi Chau Melakukan Terapi Herbal dan Mengubah Pola Makan.

Kakak perempuannya meninggal dunia setelah melakukan perawatan medis.

Chau (bukan nama sebenarnya) adalah seorang wanita berusia 43 tahun berasal dari Johor. Pada dada kanan nya terdapat suatu benjolan. Dari hasil biopsi mengindikasikan dia menderita kanker dan harus melakukan mastektomi. Chau sedang dalam keadaan dilema saat ia datang kepada kami. Kakak perempuan nya juga menderita kanker payudara. Ia melakukan operasi, kemoterapi dan radioterapi, dan dalam kurun waktu satu tahun ia meninggal dunia. Chau dalam keadaan sangat tertekan karena dokter onkologis (ahli kanker)-nya memaksa ia untuk melakukan kemoterapi dan radioterapi setelah ia melakukan operasi mastektomi. Chau dan kakak laki-lakinya datang kepada kami untuk minta pertolongan kami pada bulan Mei tahun 2004.

Saya ingat pernah mengatakan ini kepada Chau : Jangan khawatir. Saya rasa anda tidak akan meninggal dalam waktu satu tahun seperti saudara perempuanmu. Tentu saja, saya tidak menjamin itu karena saya bukanlah Tuhan. Tetapi dari pengalaman saya dengan kanker payudara menunjukkan saya bahkan TANPA MELAKUKAN APAPUN, anda tidak akan meninggal karena kanker payudara dalam waktu satu tahun.

Chau mulai melakukan terapi herbal dan sudah diberitahu bahwa tidak ada kepastian dan ia harus mempertahankan pola makan yang sehat. Saya juga memintanya untuk pergi melakukan tes darah sebagai dasar untuk memantau perkembangannya. Enam bulan setelah melakukan terapi herbal, Chau datang menemui kami lagi. Saya mengatakan padanya : jika anda hidup enam untuk enam bulan kedepan, maka itu berarti kita melakukan hal yang tepat. Ingat, saudari anda meninggal sekitar setahun setelah kemoterapi dan radioterapi.

Chau menemui kami kembali pada April 2005. Itu hampir setahun setelah kunjungan pertamanya. Ia tampak baik-baik saja tetapi tampak sangat bimbang karena dokternya masih memaksanya untuk melakukan kemoterapi. Saya mengatakan kepadanya : Itu adalah pilihan anda! Kenapa anda membutuhkan kemoterapi dan radioterapi? Saudari anda melakukan kemoterapi dan radioterapi dan ia meninggal dunia. Ingat apa yang Einstein katakan : Insanity is to do things over and over again and expecting different results (kegilaan adalah melakukan hal yang sama berulang-ulang dan mengharapkan hasil yang berbeda). Jika anda melakukan hal yang sama seperti yang saudari anda lakukan, anda mungkin akan berakhir dengan hasil yang sama – kematian.

Laporan Pathologi: 27 April 2004

Infiltrating ductal carcinoma of breast. Size: 1 cm in diameter. Histologically grade 2. Margins of excision are close to tumour. One of 10 axillary lymph node is positive for metastatatic deposits.

Hasil Ujian Darah

—————May 2004     Sept.05   Sept 06

ESR                     23 H            4            12

Haemoglobin        11.6           12.1         13.3

Platelet                240            199          228

WBC                    3.89            6.9          6.1

CEA                     1.0               0.6          0.5

CA15.3                4.4               4.9          5.4

Saat saya menulis artikel ini, saudara Chau menelepon – sungguh suatu kebetulan! Ia mengatakan bahwa Chau dalam kondisi yang sehat. Dan saat ini Januari 2009, berarti Chau baik-baik saja (dikurangi waktu yang digunakan untuk bertahan akibat pengobatannya yang toksik) untuk hampir lima tahun sampai saat ini. Untuk itu banyak alasan untuk percaya dan berharap bahwa ia akan tetap hidup untuk bertahun-tahun yang akan datang.

Komentar: Kami bersyukur kepada Tuhan yang Maha Kuasa karena Chau masih dapat hidup dan sehat. Ini adalah yang harusnya seluruh pasien lakukan – bersyukur. Chau menempuh jalan pengobatan yang berbeda dengan kakak wanita tertuanya. Bagaimanapun juga, tetap itu adalah suatu ketidakberuntungan untuknya hidup dibawah kutukan voodoo – tanpa kemoterapi atau radioterapi ia tidak akan sembuh. Tidak ada kebenaran mutlak untuk asumsi seperti itu.

Nota: Pada saat ini (November 2010 – sudahpun 6 tahun lebih) kesihatan Chau bagus dan tidak ada apa-apa masalah.


CA Care di Penang, Malaysia

CA Care, 5, Lebuhraya Glugor, 11600 Penang, Malaysia. Tel: 604-6595881

(Talipon pada masa ini saja: Senin – Jumat  9.30 pagi – 1.00 petang saja )

Fax: 604-6580422
Email : chriskhteo@gmail.com

Map-to-CA-Care-by-Google

 Click this link for Google map  https://maps.google.com.my/maps?hl=en&tab=wl 

Peginapan di Penang: Senarai Apartment-Apartment di Penang

2. Apartment Mewah Court — Ah Leng / Eng

Tel: +6012-450-7932 atau +6016-478-0504

Depan Hospital Law Wah Ee, dekat juga dari CA Care

Apartment di kawasan Pulau Tikus. Jauh sedikit dari CA Care

3. Halaman Pulau Tikus — A Keong

Tel: +6016-489-9499

4. Mutiara Gurney — Aheng / Ani

Tel: +6016-418-3866 atau +6012-8921

5. Ai Lin Ai Lin

Tel: +6016-455-2607 atau +6013-438-9968

6. Lee Tak Seng Service, Gurney Park — L.S. Lee

+6012-552-6333 atau +6016-492-0666

Sebuah Kisah Tentang Sahabatku: Kanker Usus-Hati

Hanafi dan saya berasal dari daerah yang sama di Kelantan. Atau dalam kata lain, kami adalah orang kelantan (kelantanese). Tidak perduli bahwa ia adalah seorang Malay dan saya seorang chinese; ia adalah muslim dan saya adalah kristiani. Sebagai orang kelantan kami memiliki ikatan kuat tentang pertemanan dan kepercayaan. Tapi ini tidak semuanya. Kami ada teman sekelas ketika masih belajar di College of Agriculture (Malaya) pada tahun 1960-an. Dan menjadi Serdangites kami saling berbagi ikatan yang kuat tentang kepemimpinan. Setelah kami lulus dari kuliah, kami tidak bertemu lagi.

Suatu hari pada bulan Oktober 2004, teman sekelas kami meng e-mail saya dan mengabarkan bahwa Hanafi sedang di rumah sakit, terkena kanker colon yang telah bermetastasi ke livernya. Ia menjalani operasi untuk mengangkat colon yang terinfeksi. Setelah mendengar ini, saya menelepon dia di rumahnya dan bertanya apakah ada yang dapat saya bantu.Tapi saya tidak menyarankan ia untuk mengkonsumsi herbal kami. Itu akan sangat tidak etis. Bahkan dengan saya menelepon dia di rumahnya, saya sudah melangar kode etik saya sendiri. Saya biasanya tidak melakukan hal seperti itu, atau saya akan dianggap mencoba untuk mempromosikan herbal saya. Tetapi, Hanafi adalah teman sekelas saya. Saya pikir saya harus melakukan apa yang harus saya lakukan. Saya memberikan semua informasi yang ia ingin ketahui mengenai kanker colon. Dengan kebijaksanaannya sendiri, ia memilih untuk mengkonsumsi herbal kami.

Setelah operasi, dokternya menyarankan kemoterapi yang telah disetujui Hanafi sebelumnya. Saya menghormati keputusannya. Hanafi melakukan duabelas siklus kemoterapi, bukan enam kali seperti pasien yang lain. Tumor pada livernya tidak ada perubahan. Kemoterapi ditinggalkan dan ia menjalani dua terapi RFA (radiofrequency ablation). Prosedur ini pun gagal.

Pilihan berikutnya adalah dengan kemoterapi lagi atau operasi liver. Ia menolak keduanya! Ia belajar dari pengalamannya. Sekarang biar ia menceritakan pada anda pengalamannya …

Herbal dan Kemoterapi

Perubahan Gaya Hidup dan Diet


Setiap kali saya pergi mengunjungi pasien kanker di Subang Jaya, saya meminta Hanafi datang dan makan siang dengan saya dan seluruh anggota keluarga CA Care. Ia akan datang setelah permainan golfnya. Ketika makan, kami berbincang-bincang. Dengarkan rekaman video yang diambil beberapa periode. Tidak ada pertanyaan sama sekali, ketika ini ditulis – 2009 dan hampir lima tahun sejak ia didiagnosa – Hanafi sangat sehat dan segar sampai hari ini.

Nikmati Hidup Semaksimal Mungkin

Tidak ada kepuasan yang lebih daripada mampu untuk menolong sahabat baik untuk dapat berdiri diatas kakinya kembali! Dan tidak ada kepuasan yang lebih daripada mengetahui bahwa seorang sahabat mendengarkan saran dan mengambil langkah untuk BERUBAH dan menyembuhkan dirinya sendiri. Dan dengan kekuasaan Tuhan dan berkat-Nya, Hanafi mendapatkan kesembuhannya.