Resensi Buku: “What your doctor may not tell you about Breast Cancer” (Apa yang dokter anda tidak mungkin mengatakan kepada Anda tentang Kanker Payudara)

Para penulis:  Dr John Lee, lulus dari Harvard University dan University of Minnesota Medical School. Dia adalah seorang ahli dalam terapi sulih hormon alami. Dr David Zava, adalah seorang Ph.D.dan Virginia Hopkins,MA adalah seorang penulis medis yang mengkhususkan diri dalam kesehatan perempuan.

Mengapa kedokteran modern berjalan di tempat dalam upayanya untuk mengobati kanker payudara?
Penelitian kami telah menemukan bahwa jawaban atas pertanyaan ini terletak terutama

  • Politik kedokteran
  • Industri Kanker-Payudara.
  • Dan industri yang menciptakan polusi yang berkontribusi terhadap kanker payudara
  • Kekuatan yang akan menjaga agar hal-hal tetap sama –  mereka sangat kuat dan sudah berakar.

Selama beberapa dekade terakhir, pengobatan konvensional hanya melakukan sangat sedikit sekali perbedaan yang berarti dalam hal apa yang terjadi pada Anda jika Anda terserang kanker payudara, dan hampir tidak ada yang dilakukan untuk mengurangi insiden timbulnya penyakit.

Pengobatan Kanker Payudara

  1. Statistik dengan jelas memberitahu kita bahwa obat-obatan konvensional untuk mengobati kanker payudara, seperti tamoxifen, radiasi dan kemoterapi saja tidak berguna untuk jangka panjang.
  2. Terapi kanker payudara saat ini adalah cara melakukan sesuatu yang tidak tahu harus berbuat apa lagi.
  3. Bagaimana kita bisa begitu berani untuk menyatakan bahwa pengobatan medis konvensional untuk kanker payudara tidak bekerja? Hal tersebut didokumentasikan dengan baik. Tampaknya seolah-olah setiap kali kita membuka sebuah jurnal medis, ada sebuah artikel yang menunjukkan kepada kita bahwa pengobatan kanker payudara konvensional tidak efektif, berbahaya, atau bahkan keduanya.
  4. Bukti-dasar kedokteran telah menunjukkan
  • Mammogram tidak benar-benar menyelamatkan hidup.
  • Terapi radiasi tidak benar-benar menyelamatkan hidup.
  • Tamoxifen tidak benar-benar menyelamatkan hidup.
  • Kemoterapi tidak menyelamatkan nyawa.

Jadi apa yang tersisa bagi dokter konvensional untuk mengobati pasien kanker payudara ? Tidak ada, selain operasi pengangkatan tumor yang sama yang sudah mereka lakukan lima puluh tahun yang lalu.
Dokter-dokter di Amerika perlu menghadapai kenyataan pahit bahwa faktanya terapi saat ini tidak bekerja dan harus membuka mata mereka mencari alternatif untuk pencegahan dan pengobatan kanker payudara.

Radioterapi

  • Radiasi melenyapkan tumor kanker payudara dalam persentase kecil pada wanita, tapi pada prosesnya menyebabkan banyak dari mereka meninggal oleh karena penyakit lain.
  • Tidak ada manfaat jangka panjang menggunakan terapi radiasi untuk mengobati kanker payudara, karena meskipun kanker mungkin tidak kambuh di lokasi radiasi, kemungkinan angka keselamatan hidup secara keseluruhan tetap sama atau bahkan sedikit lebih buruk.
  • Dan  meskipun faktanya bahwa radiasi membantu sebagian kecil wanita dan pada akhirnya membunuh banyak dari orang-orang yang terbantu dalam jangka pendek, dan terapi radiasi tetap menjadi standard dalam kedokteran untuk terapi wanita yang dengan kanker payudara.
  • Meskipun begitu … jika Anda memiliki kanker payudara, dokter anda kemungkinan besar akan bersikeras bahwa Anda harus menjalani terapi radiasi daripada mencari alternatif kemungkinan terapi yang lebih aman.
  • Bagaimana ini bisa terjadi ?

Tamoxifen

  • Kami berharap bahwa mereka yang mempromosikan tamoxifen agar ingat untuk menyebutkan berapa banyak wanita yang menderita:
  • Gangguan pembekuan darah.
  • Penurunan penglihatan.
  • Penurunan kualitas hidup (hot flashes (aura panas), berkeringat di malam  hari)
  • Berapa banyak perempuan telah terpaksa melakukan histerektomi karena keagresifan dari tamoxifen yang dapat menyebabkan kanker rahim?
  • Jarang disebutkan bahwa wanita dapat meninggal karena kanker rahim yang disebabkan oleh pemakaian tamoxifen.
  • Tamoxifen telah beredar selama 25 tahun dan efeknya pada pencegahan kanker payudara masih diperdebatkan. Bukankah hal ini memberitahu kita sesuatu.
  • Satu-satunya alasan ini adalah suatu pengobatan yang populer sekarang adalah bahwa tampaknya ahli onkologi berpendapat lebih baik melakukan hal ini daripada tidak melakukan apapun.

Kemoterapi

  • Kemoterapi adalah suatu upaya untuk meracuni tubuh yang hanya mempersingkat kematian dudalam upayanya untuk membunuh sel kanker sebelum seluruh tubuh terbunuh. Dan sebagian besar terapi ini tidak berhasil.
  • Beberapa kemoterapi dapat memperpanjang hidup selama beberapa bulan, tetapi pada umumnya harus membaya harga yang tinggi atas efek sampingnya yang sangat merusak tubuh. Jika seorang wanita beruntung  dapat bertahan dari perlawanannya terhadap kanker, tubuhnya rusak secara permanen, dan mempunyai tingkat kekambuhannya yang tinggi..
  • Penggunaan kemoterapi adalah murni spekulasi, dan kami tidak berpikir itu layak dicoba.  Kadang-kadang hal tersebut berhasil, dan kadang-kadang tidak, dan kadang-kadang itu memperburuk kesehatan.
  • Tampaknya jauh lebih cerdas untuk menemukan terapi alternatif dengan histori yang baik yang dapat membantu tubuh Anda dalam melawan kanker dan meningkatkan taraf kesehatan anda.

Politik Industri Kanker Payudara

  • Mendeteksi kanker dan pengobatan kanker payudara sangat menguntungkan di Amerika Serikat, menghasilkan miliaran dolar per tahun.
  • Mammogram, biopsi, lumpektomi dan mastektomi, dan semua kemoterapi, radiasi dan tamoxifen, menciptakan aliran pendapatan yang substansial untuk rumah sakit, dokter, staf pendukung mereka, mereka yang membuat semua peralatan dan terutama mereka yang membuat obat.
  • Kemana perginya insentif keuangan keluar kerangka ini?

Wanita – Takut dan Bingung

  • Kemanakah wanita dengan kanker payudara seharusnya ? Dia sangat takut dan bingung, tapi dia juga cukup banyak menderita kehancuran akibat oleh roda gigi mesin-mesin medis.
  • Dia akan beringsut ke meja operasi atau ke klinik radiasi bukan karena itu adalah yang terbaik baginya sebagai seorang individu,  dan bukan karena itu adalah apa yang akan benar-benar membantu dan menyembuhkan, tapi karena dia cocok ke dalam slot itu.
  • Itu adalah cara kerja industri mesin kanker payudara, dan tidak ada pilihan lain.
  • Apa yang dipaparkan oleh pengobatan konvensional adalah bahwa dia akan mati jika dia tidak melakukannya.
  • Tapi jika dia menelaah statistik dengan benar, dia akan menyadari bahwa jika dia memiliki non-lokal kanker, yang berarti bahkan jika ia melakukan segala sesuatu yang dokter beritahu dia untuk lakukan masih ada satu dari tiga kemungkinan bahwa dia akan mati, oleh karena kanker atau sebagai akibat dari pengobatan.
  • Jalan menuju kemungkinan sembuh ditaburi dengan pengobatan yang dapat menyebabkan kerusakan permanen. 

Kanker Payudara Metastatik: Dari Putus Asa Menuju Harapan dan dari Harapan Menuju Kesembuhan

Riwayat medis

Pasien ini terdiagnosa kanker payudara yang telah menyebar ke tulang-tulangnya. Dia pergi ke Cina untuk berobat – menggunakan kemoterapi, cryoablation dan radioactive particle seed implant.  Pada tahun 2008, dia pergi ke Cina sebanyak tiga kali, dua kali di tahun 2009 dan satu kali di tahun 2010.  Pengobatan ini tidak lantas membuatnya sembuh. Sejak bulan Februari 2011, dia tidak bisa berjalan. Kaki sebelah kirinya sakit dan bengkak. Dua bulan kemudian dia menjalani operasi untuk kaki sebelah kirinya. Namun sakitnya tidak hilang.

Di akhir bulan September 2011, dia merasakan sakit di sekitar perut dan karenanya dilarikan ke rumah sakit. Keluarga menolak tawaran pengobatan lebih lanjut. Mereka mendengar perihal CA Care lewat seorang pasien lainnya (lihat kasusnya) https://cancercareindonesia.com/2011/09/21/kanker-paru-otak-penyembuhan-yang-tidak-mungkin-bagian-3-renungan-dan-pengakuan-suami/

Tanpa ragu, suami pasien dan menantu perempuannya segera membawanya untuk meminta bantuan kami di hari berikutnya, 9 Oktober 2011.

Dari Putus Asa Menuju Harapan 

Dia terjebak dalam kursi roda. Dia harus diangkat untuk dibawa ke dalam pesawat. Dia tidak bisa berdiri sendiri. Dia tidak bisa tidur karena menderita sakit di kakinya sepanjang hari. Setelah lima hari menjalani e-Therapy dan obat-obatan herbal, kondisinya membaik.  Rasa putus asa berubah menjadi harapan!  Pada tanggal 26 Oktober 2011, menantu perempuannya mengabarkan bahwa pasien (di rumahnya di Jakarta) bisa berjalan sendiri dengan bantuan tongkat berjalan. Pada hari ketika pasien pulang, dia mampu berjalan pelan-pelan ke dalam pesawat – tanpa perlu diangkat ke dalam pesawat seperti hari ketika dia pergi ke Penang. Baca cerita lengkapnya:  https://cancercareindonesia.com/2011/10/23/kanker-payudara-dari-keputusasaan-menuju-harapan-dalam-lima-hari/ 

Dari  Harapan Menuju Kesembuhan

Sekitar dua bulan kemudian, 7 Desember 2011, pasien beserta suami juga menantu perempuannya kembali mengunjungi kami. Kondisi pasien meningkat drastis. Dia bisa berdiri dan berjalan pelan tanpa bantuan apa pun. Dia berbicara dan tersenyum. Sungguh sebuah perbedaan yang besar dari kunjungan sebelumnya ketika semua orang terlihat serius, suram dan penuh antisipasi. Kunjungan kedua kali ini dipenuhi senyuman dan tawa – sangat santai.  Satu-satunya kecemasan yang dimiliki pasien saat ini adalah gangguan di kaki sebelah kanan serta kurangnya tenaga ketika berjalan.

Pembacaan Acugraph menunjukkan bahwa tingkat qi pasien hanya 19% (sangat rendah). Kami memberinya resep Energy Tea. Setelah tiga hari meninum teh herbal ini, tingkat qi meningkat jadi 31% (lihat gambar di bawah).

Pasien juga menjalani e-Therapy. Gangguan di kakinya itu hilang sedikit demi sedikit setelah pengobatan. Saksikan video ini dan lihat proses penyembuhan yang sedang berlangsung.

Catatan:  Pihak keluarga telah mengizinkan penayangan video tanpa harus menutupi wajah pasien.

Diterjemahkan oleh Andreas Kriswanto

Mengapa Pasien Menolak Menjalani Kemoterapi, Bagian 10: Enggak Kemo untuk Kanker Payudara Ibuku – Bijaksana Seorong Putra

Pasien seorang perempuan 55 tahun. Dia memiliki benjolan di payudara kanannya dan menjalani lumpectomy pada Juni 2011. Malangnya lumpectomy itu tidak dilakukan dengan sempurna. Margin resect tidak bersih. Pasien harus menjalani operasi lagi dan kali ini seluruh payudara harus dikeluarkan. Laporan histopatologi menyatakan karsinoma duktal infiltrasi, kelas 2 dengan DCIS kelas tinggi (lebih dari 25%) bersama 1/9 kelenjar getah bening ada metastasis. Tumornya: ER +, PR + dan C-ERB-B2: 2 +.

Setelah operasi, pasien disarankan kemoterapi dan radioterapi. Anak laki-laki memujuk ibu supaya enggak perawatan medis lebih lanjut. Pasien berjumpa kami dan diresepkan Kapsul A, Breast M dan C-Tea.

Pada tanggal 18 Oktober 2011, saya berkesempatan berbicara dengan pasien dan putranya.

 

 

Kamu disarankan kemoterapi? Pasien: Ya, tapi aku tidak ingin melakukannya.

Mengapa? P: (Melihat ke arah putranya) Dia tidak ingin aku melakukannya.

Ha, ha, anak kamu enggak melakukannya, bukan kau tidak ingin melakukannya.

Apakah  umurmu sekarang? P: Lima puluh lima tahun.

Anak: Saya tidak yakin dengan apa yang mereka lakukan pada ibuku. Dia pergi untuk suatu operasi dan setelah itu dokter menyarankan kemo. Sebelum operasi, saya tanya dokter, “Kenapa ibu saya menderita kanker payudara?” Jawab dokter, “Tak ada sebab. Jika itu terjadi, itu terjadi .”

Saya tidak berpikir ini adalah jawaban yang berlogik karena penyakit apapun harus ada penyebab. Dokter ini adalah seorang pakar – begitu terkenal namun itulah jawaban yang berikan padaku – jika kanker mau menyerang kau, ia menyerang kau.

Bagaimanapun,  setelah mastektomi, ibu saya dirujuk ke alhi onkologi. Dia disarankan menjalani enam kali kemoterapi danlimabelas sesi radioterapi. Dokter berkata, “Kau pergi dan melakukan ini dahulu. Kemudian saya akan beritahu kamu apa yang harus dilakukan kemudian. ”

Saya bertanya kepada dokter itu, “Ibu saya baru saja dioperasi. Bolehkah dokter beri konfirmasi jika masih ada sel-sel kanker dalam dirinya?” Jawabannya, “Tidak perlu bertanya. Kau harus pergi melakukan perawatan ini dahulu.” Saya bertanya kembali, “Jika tidak ada sel kanker lagi dalam dirinya, mengapa harus ibuku melakukan kemoterapi?” Jawab dokter,” Pasien di luar negeri melakukan perawatan. Kita harus mengikuti apa yang mereka lakukan. Jadi ibu kamu harus melakukan perawatan yang sama.” (Anak menggelengkan kepala). Saya tidak pikir kita harus ikuti saja apa yang dilakukan oleh orang lain. Ini tidak logis. Sebagai dokter, mereka tidak harus mengatakan itu –  apa orang lain buat, kita juga harus mengikuti. Sebenarnya, kita semua berbeda-beda.

Aku lagi bertanya dokter, “Jika dia melakukan kemo tiga siklus saja dan dia sudah sembuh – haruskah kita teruskan kemoterapi tiga kali lagi?” Jawabnya, “Tidak, tidak. Dia harus menyelesaikan keenam-enam siklus. Kita harus ikuti protokol. ”

Menurut pikiran saya, ini tidak betul. Saya lagi bertanya dokter, “Setelah kemoterapi dan radiasi, apakah kita masih harus melakukan perawatan lain.” Dokter menjawab, “Ya, ya, tapi kita jangan membahas langkah yang belum datang lagi.” Aku balas dokter, “Apakah dia perlu terus menerima pengobatan, satu demi satu sampai dia hampir masuk keranda sebelum pengobatan berakhir? ”

Dengan jawaban seperti itu, aku berkata kepada ibuku cara media tampaknya tidak betul.

Teman Saya Meninggal Setelah Kemo untuk Kanker Hatinya

Aku punya teman – rakan bisnis saya. Dia sakit perut. Pemeriksaan menunjukkan tumor hati. Dokter sarankan operasi untuk mengeluarkan tumour. Dia mencari pendapat kedua.  Dokter kedua mengatakan operasi  ada sangat banyak risiko. Dia mungkin mati. Dia tidak harus beroperasi. Teman aku mencari pendapat dokter ketiga. Dokter ini mengatakan dia harus menjalani kemoterapi. Teman saya bertanya dokter ini, “Tetapi dokter kau hanya lihat scan. Kamu tidak buat biopsy. ” Dokter jawab, “Jika saya buat biopsi, aku mungkin memecahkah kapsul hati.”

Akhirnya keluarga teman saya buat keputusan untuk menjalani kemoterapi. Tapi tidak faham tentang kemoterapi langsung. Setelah kemo, perut teman saya mengembung. Dia tidak bisa makan atau minum. Dia meninggal setelah beberapa bulan.

Saya melihat dengan mata saya sendiri apa yang terjadi pada teman saya. Jadi aku berkata kepada ibuku, “Kau tidak tahu apa itu kemo dan kamu tidak tahu tentang efek sampingnya yang dokter memberitahu kami. Mari kita cari jalan lain. “

Kemoterapi dan Radiasi Tidak Mungkin Menyembuhkan

Mereka meminta kamu pergi buat kemoterapi dan radiasi – apakah kamu tanya samada ini akan menyembuhkan ibumu? Anak: Tidak akan menyembuhkan. Mereka mengatakan kanker boleh kembuh kembali. Mereka tidak bisa menjamin apa pun.

Ya, benar – tidak ada seorang pun yang bisa memberikan jaminan apa pun. Tapi aku agak bingung. Hanya karena orang di dunia Barat lakukan ini, kita juga harus mengikuti – kita harus buat yang sama.

Pasien Menghargai Pendapat Dokter Lebih Dari Pendapat Anak Mereka

Ayah dan ibuku tidak berpelajaran tinggi. Mereka hanya bergantung pada dokter untuk memberitahu mereka apa yang harus dilakukan. Sebagai anak mereka, mereka tidak mau dengar pendapat saya. Mereka lebih percayakan dokter.Adaperkara yang saya mengerti, tapi orang tua tidak mengerti walaupun saya beritahu mereka. Kadang-kadang kerabat datang – mereka juga memberikan pendapat mereka. Ini lagi mempersulitkan. Paman, bibi, tetangga datang dan meyebabkan lebih masalah kepada kami. Sampai sekarang, masih ada orang datang dan meminta saya hantarkan ibuku untuk dikemo. Mereka mengatakan bahwa orang ini atau orang itu telah sembuh sesudah dikemoterapi. Tapi kita semua tidaklah sama.

Saya telah membaca – ada orang yang meninggal setelah kemoterapi dan ada orang-orang yang sembuh dengan kemoterapi. Saya telah membaca semua ini dan memberitahu orang tua saya tentang ini. Mereka menjawab, “Mengapa pergi dan membaca semua ini.” Mereka sendiri tidak ada yakin.

Oh, mereka sendiri tidak ingin belajar? Mereka hanya mau dengar “hal baik” dan hanya pikir mereka bisa menang? Anak: Karena mereka hanya percaya apa yang dokter katakan pada mereka. Sebenarnya ramai orang tua adalah seperti ini.

Semua Ini adalah Tentang Uang Saja

Aku telah periksa semua informasi yang saya temui, apakah informasi itu benar atau salah. Itu semua karena uang. Seperti dalam kasus teman saya, itu semua tentang uang ketika mereka membincang kasusnya.

Website CA Care

Anda mengunjungi website kami dan menyaksikan video pasien menceritakan kisah mereka di Youtube. Bolehkah saya tanya kamu satu soalan – apakah kamu percaya apa yang mereka katakan? Anak: Aku tidak waham – informasi di sana lebih baik dari apa yang diberikan dokter. Ini adalah kisah benar orang-orang. Ya, saya juga ingin mengetahui apakah informasi tersebut benar atau salah. Saya tidak persoal apa yang dikatakan itu.

Biarkan aku mau tanya kamu – berapa yakinkah kamu bahwa video-video itu bukan yang palsu – cerita palsu dengan pelakun menyamar sebagai pasien? Seorang telah menulis e-mail kepada saya. Dia tanya berapa banyak saya bayar setiap pasien untuk berbicara atau bertindak seperti itu? Anak: Itu tidak terlintas pikiran saya sama sekali. Tidak, tidak, saya tidak ada perasaan seperti itu sama sekali. Dokter juga mengatakan yang sama – tidak ada jaminan tentang apa pun. Kamu buat kemo atau apa pun – tidak ada jaminan tapi uang harus datang lebih dahulu. Tapi tentang efek samping – itu bukan tanggung jawab mereka.

Nasihat Kepada Pasien

(Beralih ke pasien) Apakah hati mu berkata Bibi? P: Saya tidak pernah berpikir tentang ini sama sekali.

Teman atau kerabat mungkin meminta kamu buat kemo – apakah kamu bingung? P: Tidak (menggelengkan kepala).

Tidak seorang yang bisa membantu kamu kecuali kamu sendiri. Tolong jaga diri sendiri. Ini adalah penyakit kamu. Kami hanya dapat membimbing kamu setakat apa yang boleh dilakukan tetapi kamu harus bertanggung jawab bagi diri sendiri. Apa yang saya katakan mungkin berbeda dari apa yang dokter mu memberitahu kamu. Terserahlah kepada kamu untuk percaya atau tidak. Saya menyarankan kamu untuk menjaga diet kamu. Mereka kata kamu bisa makan apapun yang kamu suka. Selain itu saya menyarankan kamu berolahraga, mengambil herbal dan bahagia – jangan berpikir begitu banyak.

 

Kanker Payudara: Herbal dan e-Terapi Pulihkan Kesejahteraan Nya Setelah 106 kali Perawatan Radiasi Bagian 7: Perjalanan Saya Yang Kurang Pengetahuan

Penghargaan: Izin untuk menggunakan video ini tanpa harus menyembunyikan identitas dirinya diberikan oleh pasien.

Ini adalah kisah pahit-manis Le, seorang perempuan 37 tahun dariIndonesia. Dia datang mengunjungi kami pada tanggal 14 Oktober 2011 setelah didiagnosis dengan kanker payudara yang mungkin telah menyebar ke paru-parunya. Dia datang dengan keluhan sakit nyeri di seluruh tubuhnya, terutama di sendi-sendi. Dia tidak bisa menekuk jari-jarinya. Dia tidak bisa tidur nyenyak dan batuk.

1. Saya menemukan benjolan kecil di payudara saya pada tahun 2003. Saya mengabaikannya. Pada tahun 2009, benjolan bertambah besar dan saya saya boleh merasa itu waktu terbaring. Saya jumpa seorang dokter yang meyarankan saya buat biopsi. Saya menolak. Saya enggak kemoterapi atau radiasi.

2. Mengapa Anda pergi jumpa dokter itu? Le: Hanya untuk tau adakah benjolan itu kanker atau tidak!

3. Dokter memastikan itu kanker. Saya menolak perawatan medis dan memilih terapi alternatif dan minum suplemen gantinya.

4. Saya minum “sesuatu.” Saya tidak tau apa ramuan itu. Ini berharga enam juta rupiah per bulan. Tumor tumbuh lebih besar.

5. Setelah minum ramuan itu, tumor bertambah lebih besar – tidakkah Anda menyadari bahwa Anda telah ikuti jalan yang salah? Le: Tidak, saya tidak pernah memikirkan itu!

6. Saya tidak tahu harus ke mana lagi. Saya membeli semua jenis produk untuk mencuba. Salah satu suplemen yang saya minum selama satu tahun, berharga 700,00 rupiah se hari – setiap meneguk suplemen ini biaya 700.000 rupiah.

7.Tumor tumbuh bertambah besar, dan akhirnya pecah.

8. Saya tidak punya pilihan lagi.  Saya pun setuju buat radioterapi.

9. Setelah radiasi, tumor mengecil. Tapi empat bulan kemudian tumor yang lain muncul di tulang selangka. Ia bermula sebagai benjolan kecil dan kian membesar sampai jadi benjolan yang sangat besar di leher saya.

10. Mengapa Anda tunggu sampai bejolan tumbuh begitu besar sebelum pergi radiasi sekali lagi? Le: Saya berharap benjolan akan mengecil jika saya minum suplemen.

11. Benjolan bertambah besar semasa Anda minum suplemen. Apa sebab Anda terus makan suplemen itu? Le: Saya terus minum suplemen itu dan tunggu tetapi benjolan kian membesar.

12. Jadi saya pergi  menjalani  lebih radiasi (totalnya saya diberi 106 perawatan radiasi). Kemudian mereka meradiasikan indung telur saya enam kali.

13. Sebelum semua perawatan radiasi saya selesai, satu lagi benjolan muncul di perut saya.

14. Waktu menjalani radioterapi, saya minum tamoxifen. Sepuluh hari setelah tamoxifen pergelangan tangan saya membengkak dan saya tidak bisa menekuk jari saya. Setelah satu bulan minum tamoxifen, saya tidak bisa berjalan.

15. Saya terpaksa guna kerusi roda dan suami saya medukung saya.

16. Teman baik saya dariMakassarmenelefon. Dia bilang tubuh saya tidak bisa tahan lebih radiasi lagi. Saya harus berhenti rawatan radiasi. Tapi di mana saya harus pergi? Saya telah mencoba semua alternatif dan gagal. Teman saya kata kepada saya, “Pergilah ke Chris Teo. Anda dapat mencarinya di internet. ”

17. Saya tanya Anda soalan ini – jika Anda di beri peluang memulai dari awal lagi, dari 2009 ketika Anda terasa benjolan di payudara mu – apa yang akan Anda lakukan? Le: Saya akan datang berjumpa kamu (CA Care). Saya tidak ingin perawatan medis.

18. Bila Anda jumpa benjolan kecil itu, Anda pergi jumpa dokter, tapi mengapa Anda tidak mau di menolong kamu? Le: Saya pergi jumpa seorang “sinseh”. Dia kata bahwa saya  menderita penyakit akibat dosa. Sinseh”apa itu?

19. Saya ingin tau ini, tau kah Anda bahwa jika Anda ada benjolan kanker di payudara mu, pilihan terbaik adalah untuk bejolan itu diambil oleh dokter? Le: Jika saya bertemu dokter kamu  waktu itu, kemungkinan besar saya akan ikut saran kamu dan keluarkan benjolan itu. Karena setelah itu saya dapat minum herbal, oke – itu, saya bersetuju. Tapi saya enggak kemoterapi atau radioterapi setelah operasi. Sayangnya, saya tidak kenal kamu pada masa awal itu.

Dengan kesedihan kami diberitahu bahwa Le harus diopname setelah dia kembali ke Surabaya karena kanker sudah menyebar ke hatinya. Dia meninggal pada 6 Januari 2012.

Baca cerita Le yang lengkap:

Bagian 1: Kesejahteraan  Pulih Setelah Dua Hari Minum Herbal dan e-Terapi

Bagian 2: Terapi Alternatif – Pengobatan Suplemen Dua puluh-Satu-Juta-Rupiah Se Bulan

Bagian 3: Mengapa Saya Menolak Kemoterapi / Pengobatan Medis

Bagian 4: Radiasi Membantu Tapi Tidak Menyembuhkan, Tamoxifen Bawa Bencana.

Bagian 5: Mimpi Saya dan Pengalaman Dekat Maut

Bagian 6: Penyembuhan Empat Hari Saya Setelah Perawatan di CA Care

Bagian 7: Perjalanan Saya Yang Kurang Pengetahuan

Kanker Payudara: Herbal dan e-Terapi Pulihkan Kesejahteraan Nya Setelah 106 kali Perawatan Radiasi Bagian 6: Penyembuhan Empat Hari Saya Setelah Perawatan di CA Care

Penghargaan: Izin untuk menggunakan video ini tanpa harus menyembunyikan identitas dirinya diberikan oleh pasien.

Ini adalah kisah pahit-manis Le, seorang perempuan 37 tahun dariIndonesia. Dia datang mengunjungi kami pada tanggal 14 Oktober 2011 setelah didiagnosis dengan kanker payudara yang mungkin telah menyebar ke paru-parunya. Dia datang dengan keluhan sakit nyeri di seluruh tubuhnya, terutama di sendi-sendi. Dia tidak bisa menekuk jari-jarinya. Dia tidak bisa tidur nyenyak dan batuk.

Setelah empat hari di sini, bagaimana Anda rasa sekarang? Le: Sehat. Saya rasa lebih baik.

Bila Anda datang pada Jumat lalu (empat hari lalu), dibandingkan dengan hari ini, adakah Anda rasa lebih baik? Le: Ya. Saya bisa berjalan lebih cepat sekarang. Saya lebih banyak bertenaga. Seperti  sebelum saya menderita kanker. Waktu saya datang ke sini saya lelah dan lesu. Tapi kemarin saya bisa berjalan kaki dari apartmen ke pasar. Suami saya mengambil jalan salah waktu kami ke pasar. Kami berjalan ke sinisana, merata-rata. Tapi saaya baik-baik saja. Saya tidak punya masalah berjalan. Dan saya juga berjalan cepat. Sebelum ini, saya menyeret kakiku ketika berjalan dan saya membongkok.

Bagaimana dengan tidur Anda? Sebelum saya datang ke sini, saya bangun lima kali semalam untuk buang air kecil. Saya terbatuk-batuk. Jadi tidur saya tidak nyenyak dan terganggu. Saya sering mimpi orang-orang yang saya cintai yang telah meninggal. Mereka datang untuk mengundang saya “pulang”. Setelah saya mengambil ramuan herbal dan menjalani e-Terapi,  saya bisa tidur nyenyak. Aku tidak punya mimpi lagi.

Dalam hal gerakan tubuh, adakah Anda lebih tangkas? Saya sedar pada hari pertama Anda di sini, anda sulit bergerak tangan, dll Le: Saya sudah seperti normal sekarang. Saya boleh buat semua ini  (menunjukkan semua tindakan):

1. Angkat lengan saya tinggi dan lurus ke atas.

2. Meletakkan tangan saya di belakang kepala saya dan boleh ikat rambutku. Sebelum ini rambut saya panjang. Putriku ikat rambut saya.

3. Saya bisa memegang sapu dan menyapu lantai. Saya bisa mengayunkan lengan saya.

4. Saya bisa membuat tempat tidur, angkat dan lipat selimut.

5. Saya bisa membongkok dan telapak tanganku sentuh ke lantai.

6. Saya bisa menekuk pergelangan tangan saya.

7. Saya bisa melepaskan butang, mengeluarkan pakaian dan memakai bra dengan sendiri.

8. Saya dapat melipat kaki saya dan memotong kuku.

9. Aku bisa merangkak ke tempat tidur.

10. Aku bisa melipat tangan dan menggunakan jari kelingking saya untuk membersihkan telinga saya.

11. Saya bisa bertepuk tangan – tidak ada rasa sakit.

12. Saya bisa gunakan tangan menampar nyamuk – tidak ada rasa sakit. Sebelum ini, sangat sakit untuk menyentuh kulit.

13. Saya bisa menjentikkan jari dan membuat bunyi klik.

14. Saya dapat memegang benda dan menekuk jari saya.

15. Ketika saya menyedut nafas panjang, dada saya tidak sesak lagi.

16. Pagi ini saya berjalan lebih cepat daripada suami saya.

Sekarang nampaknya gerakan dan kualitas hidup Anda sudah kembali seperti biasa. Adakah Anda rasa bahagia? Le: Ya. Memang inilah saya harapankan. Ketika  saya tak mampu berjalan saya beritahu pendeta saya bahwa saya ingin mati. Saya telah kehilangan semua harapan. Ini karena:

• Gerakan begitu sulit.
• Saya tidak bisa menggaruk punggung saya ketika gatal. Suami saya membantu saya mengaruk.
• Saya tidak bisa tombol celana saya – suami saya harus buat ini untuk saya.

Sekarang lihatlah. Saya bisa memutar tubuh saya ke kanan dan ke kiri tanpa rasa sakit. Saya bisa berdiri atas satu kaki dan saya bisa makan nasi dengan tangan.

Sekarang Anda masih mau mati? Le: Tidak, tidak lagi.

Saya benar-benar tidak tahu mengapa says melakukan apa yang saya lakukan pada hari Jumat itu (empat hari yang lalu). Biasanya saya hanya akan meminta pasien minum herbal dahulu untuk beberapa minggu sebelum disarankan e-Terapi. Namun, malam itu saya rasa kamu mengalami banyak kesulitan, maka kami buat keputusan memulakan e-Terapi dengan segera. Mungkin itu Tuhan yang membantu kamu!

Oke, empat hari menjalani terapi CA Care. Apakah kamu rasa baik? Le: Baik sekali.

Apakah kamy yakin sekarang? Le:  Yakin sekali. Ketika saya datang ke sini, saya tahu bahwa ini adalah jawaban Tuhan atas doa saya.

Apabila Anda pulang ke Surabaya, teruskan minum herbal seperti yang diajar. Anda harus jaga diet Anda seperti yang telah diajarkan. Berolehraga. Jangan berpikir terlalu banyak – rileks dan santai. Jangan terlalu banyak stres sendiri. Yang penting,  coba hidup normal. Le: Penampilan wajah saya kelihatan bagus sekarang. Lebih “berseri”.

Oke, saya sangat senang dan berhati-hati bila Anda pulang. Ingat apa yang kami telah katakan. Jangan lakukan apa yang salah. Dan penting sekali, ingatlah bahwa penyembuhan mengambil masa. Bersabarlah.

Baca cerita Le yang lengkap:

Bagian 1: Kesejahteraan  Pulih Setelah Dua Hari Minum Herbal dan e-Terapi

Bagian 2: Terapi Alternatif – Pengobatan Suplemen Dua puluh-Satu-Juta-Rupiah Se Bulan

Bagian 3: Mengapa Saya Menolak Kemoterapi / Pengobatan Medis

Bagian 4: Radiasi Membantu Tapi Tidak Menyembuhkan, Tamoxifen Bawa Bencana.

Bagian 5: Mimpi Saya dan Pengalaman Dekat Maut

Bagian 6: Penyembuhan Empat Hari Saya Setelah Perawatan di CA Care

Bagian 7: Perjalanan Saya Yang Kurang Pengetahuan

Kanker Payudara: Herbal dan e-Terapi Pulihkan Kesejahteraan Nya Setelah 106 kali Perawatan Radiasi Bagian 5: Mimpi Saya dan Pengalaman Dekat Maut

Penghargaan: Izin untuk menggunakan video ini tanpa harus menyembunyikan identitas dirinya diberikan oleh pasien.

Ini adalah kisah pahit-manis Le, seorang perempuan 37 tahun dariIndonesia. Dia datang mengunjungi kami pada tanggal 14 Oktober 2011 setelah didiagnosis dengan kanker payudara yang mungkin telah menyebar ke paru-parunya. Dia datang dengan keluhan sakit nyeri di seluruh tubuhnya, terutama di sendi-sendi. Dia tidak bisa menekuk jari-jarinya. Dia tidak bisa tidur nyenyak dan batuk.

Mimpi  Ku

Sebelum saya datang ke sini, saya selalu mimpi-mimpi waktu saya tidur. Tidur saya tidak nyenyak dan terganggu.

Apakah yang Anda mimpi? Le: Kerabat saya dan orang yang dicintai yang telah meninggal mengunjungi saya. Mereka memberitahu saya mereka telah membina sebuah rumah bagi saya disana dan menjemput saya “pulang” bersama mereka.

Apakah itu benar? Le: Ya. Menurut kepercayaan orang orang tua, saya harus meletakkan bunga di persimpangan jalan untuk menenangkan roh-roh itu supaya mereka tidak kembali lagi.  Jadi, saya buat demikian.

Anda bermimpi orang yang dicintai meminta kau “pulang” bersama mereka? Le: Ya. Tapi saya mengatakan kepada mereka saya enggak pergi. Kami ada kenduri makan bersama-sama tapi saya mengatakan kepada mereka saya enggak tinggal disana. Dalam satu mimpi, saya dan suami saya mengunjungi “Taman Eden.” Suami saya membawa koper besar berisi semua pakaian saya.

Oh, nampaknya waktu Anda belum tiba! Setelah Anda datang ke sini,  Anda minum herbal dan menjalani e-Terapi selama empat hari. Adakah kamu masih bermimpi? Le: Saya bisa tidur dengan bai-baik dan nyenyak. Saya tidak bermimpi lagi.

Pengalaman Dekat Maut 

Satu malam pada bulan Maret 2010, saat saya hendak cuci luka payudara, tiba-tiba darah “menyembur” keluar dengan pantasnya dari luka – satu lubang di atas payudara saya dan yang satu lagi di bawah nya. Darah muncerat keluar agak cepat. Saya menggunakan delapan (8) handuk untuk menyerap darah tersebut. Saya coba guna es untuk “menyejukkan” dan menghentikan perdarahan tapi tidak berhasil. Anak saya suruh saya tekan luka saya – jangan buat apa-apa lagi. Saya ikut nasihatnya dan perdarahan berhenti. Telingaku “mendesis” dan penglihatan saya menjadi kabur dan semakin hilang. Saya  mulai melayang pergi – jauh, jauh.

Seperti  Anda melalui terowongan? Le: Ya, ya. Saya  berada di sebuah kendaraan tapi tidak ada pemandu. Saya bersendirian dalam kendaraan itu.  Kenderaan itu bergerak melewati awan dan saya melayang di sekitar antara awan.  Semuanya putih. Saya tidak merasa sakit atau apapun. Hanya  adanya kekosongan mutlak – kosong mutlak tanpa perasaan.

Kapan atau bagaimana Anda kembali? Orang-orang di sekitar saya menyanyi pujian. Kemudian putri saya menarik lengan saya dan berkata, “Mama, tolong jangan tinggalkan saya.”  Saya bangun. Ketika aku sedar kembali, saya rasa pening. Kelihatan saya kabur dan saya lihat banyak bayangan yang bertindih-tindih.

Baca cerita Le yang lengkap:

Bagian 1: Kesejahteraan  Pulih Setelah Dua Hari Minum Herbal dan e-Terapi

Bagian 2: Terapi Alternatif – Pengobatan Suplemen Dua puluh-Satu-Juta-Rupiah Se Bulan

Bagian 3: Mengapa Saya Menolak Kemoterapi / Pengobatan Medis

Bagian 4: Radiasi Membantu Tapi Tidak Menyembuhkan, Tamoxifen Bawa Bencana.

Bagian 5: Mimpi Saya dan Pengalaman Dekat Maut

Bagian 6: Penyembuhan Empat Hari Saya Setelah Perawatan di CA Care

Bagian 7: Perjalanan Saya Yang Kurang Pengetahuan

Kanker Payudara: Herbal dan e-Terapi Pulihkan Kesejahteraan Nya Setelah 106 kali Perawatan Radiasi Bagian 4: Radiasi Membantu Tapi Tidak Menyembuhkan, Tamoxifen Bawa Bencana

Penghargaan: Izin untuk menggunakan video ini tanpa harus menyembunyikan identitas dirinya diberikan oleh pasien.

Ini adalah kisah pahit-manis Le, seorang perempuan 37 tahun dari Indonesia. Dia datang mengunjungi kami pada tanggal 14 Oktober 2011 setelah didiagnosis dengan kanker payudara yang mungkin telah menyebar ke paru-parunya. Dia datang dengan keluhan sakit nyeri di seluruh tubuhnya, terutama di sendi-sendi. Dia tidak bisa menekuk jari-jarinya. Dia tidak bisa tidur nyenyak dan batuk.

Anda menjalani radioterapi – berapa kali Anda diradiasi? Le: Seratus enam kali.

Pastikah Anda? Apakah itu betul? Le: Tentu, benar. Saya diberi 25 rawatan radiasi pada payudara kiri saya (a). Selepas itu 25 kali di bawah tulang selangka saya (b). Benjolan lain muncul di payudara kanan saya dan saya lagi diberi 25 rawatan radiasi di payudara kanan saya (c). Kemudian indung telur saya diradiasi – jumlah enam kali. Kanker menyebar sekali lagi ke payudara kiri saya dan saya lagi diberi 25 kali radiasi (d). Sebenarnya saya baru saja menyelesaikan radiasi yang ke-106 beberapa hari yang lalu. dan saya datang ke sini.

Anda diberi satu radiasi sehari, jadi ini bererti Anda telah pergi ke rumah sakit sekurangny 106 kali? Le: Ya.

Adakah Anda lagi mau lebih radiasi? Le: Oh tidak. Saya tidak mau lagi. Itulah sebabnya saya datang ke sini. Setiap kali saya pergi untuk rawatan radiasi, saya berdoa, “O Tuhan, tolong bantulah saya supaya perawatan radiasi ini dihentikan”.

Waktu manjalani radiasi, Anda disarankan minum Tamoxifen? Le: Ya, sebelum mereka memancarkan payudara kanan saya. Suami: Sekitar tiga bulan lalu, pada bulan Agustus 2011.

Jadi pada bulan Agustus 2011, Anda mulai minum tamoxifen dan pada masa yang sama menjalani rawatan radiasi? Le: Ya.  Sepuluh hari setelah mulai minum tamoxifen pergelangan tangan kiri saya membengkak – bengkaknya lembut, tidak keras. Kemudian pergelangan tangan sebelah kanan saya turut membengkak – lebih besar daripada pergelangan tangan kiri saya. Aku rasa sakit bila menekuk pergelangan tangan saya.

Adakah Anda tanya dokter mengapa pergelangan tangan bengkak? Le: Dokter kata kanker telah merebak ke pergelangan tanganku. Suami: Tidak, dokter mengatakan kanker telah merebak ke semua tulang-tulangnya.

Dan kamu masih terus minum tamoxifen itu? Le: Ya. Dalam satu bulan yang sama itu,  saya hilang kekuatan saya. Suami: Pembengkakan di pergelangan tangannya sangat “panas”. Le: Setiap sendi di tubuh saya terasa “panas”. Setelah sebulan minum tamoxifen, saya tidak bisa berjalan lagi.

Anda tidak bisa berjalan? Le: Ya, saya tidak bisa berjalan (menunjukkan cacat fisik-nya).

Sebelum Anda minum tamoxifen, Anda bisa berjalan? Le: Bisa, tidak masalah. Saya bisa berolahraga dan mengamal “Thian Kung”. Suami: Setelah minum tamoxifen, dia tidak bisa berjalan.

Lalu apa yang Anda lakukan? Le: Saya minum suplemen dan minum air kelapa. Keadaan saya kian bertambah baik.

Adakah keadaan fizikal mu kembali seperti normal? Le: Tidak. Tidak sampai saya datang ke sini (CA Care, Penang). Setelah saya minum obat herbal  Doktor Teo dan menjalani e-Terapi, sekarang saya bisa berdiri tegak. Sebelum ini saya tidak bisa buat demikian.

Baca cerita Le yang lengkap:

Bagian 1: Kesejahteraan  Pulih Setelah Dua Hari Minum Herbal dan e-Terapi

Bagian 2: Terapi Alternatif – Pengobatan Suplemen Dua puluh-Satu-Juta-Rupiah Se Bulan

Bagian 3: Mengapa Saya Menolak Kemoterapi / Pengobatan Medis

Bagian 4: Radiasi Membantu Tapi Tidak Menyembuhkan, Tamoxifen Bawa Bencana.

Bagian 5: Mimpi Saya dan Pengalaman Dekat Maut

Bagian 6: Penyembuhan Empat Hari Saya Setelah Perawatan di CA Care

Bagian 7: Perjalanan Saya Yang Kurang Pengetahuan

Kanker Payudara: Herbal dan e-Terapi Pulihkan Kesejahteraan Nya Setelah 106 kali Perawatan Radiasi Bagian 3: Mengapa Saya Menolak Kemoterapi / Pengobatan Medis

Penghargaan: Izin untuk menggunakan video ini tanpa harus menyembunyikan identitas dirinya diberikan oleh pasien.

Ini adalah kisah pahit-manis Le, seorang perempuan 37 tahun dari Indonesia. Dia datang mengunjungi kami pada tanggal 14 Oktober 2011 setelah didiagnosis dengan kanker payudara yang mungkin telah menyebar ke paru-parunya. Dia datang dengan keluhan sakit nyeri di seluruh tubuhnya, terutama di sendi-sendi. Dia tidak bisa menekuk jari-jarinya. Dia tidak bisa tidur nyenyak dan batuk.

1.  Teman saya, berumur 42 tahun, dengan kanker payudara, meninggal setelah kemoterapi

Le: Teman saya juga menderita kanker payudara seperti saya. Dia sudah meninggal dua tahun lalu. Dia pergi ke Singapura untuk cari pengobatan terbaik untuk kanker nya. Ini bermula dengan tumor kecil saja. Tumor itu ambil dan kemudian ia disarankan untuk kemoterapi dan radioterapi. Dia baik-baik sebentar. Kemudian kanker itu menyebar ke tulang-tulangnya. Dia dipasangkan kemo-pot dan terus diberikan lebih kemo. Dia minum “sarang burung” yang terbaik untuk membantunya mengatasi efek samping dari kemoterapi. Setelah kemoterapi ini, bintik-bintik muncul di seluruh kulitnya.

Apakah ini betul? Apakah dia teman Anda? Le: Ya. Bahkan dengan efek seperti itu, dia terus menerima lebih kemo. Ia telah diberikan jumlah 38 siklus kemoterapi. Setelah itu dia kelihatan baik-baik saja, tapi semua kukunya jadi hitam. Kanker terus merebak ke tulang belakang nya dan kemudian menyebar ke otaknya. Ia melanjutkan pengobatan dengan radioterapi dan lebih kemoterapi di Surabaya. Dia meninggal.

Berapa umurnya? Le: Empat puluh dua.

Saya mengerti sepenuhnya, saya mengerti.

2. Empat teman saya sudah meninggal

Le: Empat dari teman saya sudah meninggal karena kanker. Dua orang menderita kanker payudara, satu menderita kanker usus besar dan satu lagi menderita kanker rahim.

Mereka semua kawan Anda? Le: Ya, mereka mati. Mereka semua berusia di bawah 50 tahun. Mereka semua menjalani operasi dan kemoterapi.

Mereka semua meninggal, dan  karena ini  Anda enggak menjalani operasi dan kemo? Kapan ini terjadi – saat Anda menderita kanker? Le: Ketika saya menderita kanker payudara, dan mereka juga menderita kanker mereka.

Oh, pada waktu yang sama. Mereka mengambil jalan yang berbeda dan kamu mengambil jalan yang berbeda? Le: Ya, tepat sekali.

Saya mengerti. Saya sepenuhnya memahami Anda. Itulah alasan mengapa saya tidak ingin mendorong siapa pun yang datang ke sini untuk pergi buat kemoterapi atau radiasi. Apa yang Anda telah ceritakan kepada saya sudah diulang berkali-kali.

3. Paman meninggal setelah menghabiskan 6 Miliar Rupiah

Le: Paman saya menderita kanker paru-paru. Dia pergi ke Singapura untuk perawatan. Dia belanja 6 Miliar rupiah. Dia juga meninggal. Setelah kemo begitu banyak kali, pembuluh darah di lengannya seolah menghilang. Dia tidak menjaga pola makannya. Dia makan apa saja yang ia suka. Pada saat yang sama, saya juga menderita kanker saya. Dia suruh saya makan apa saja yang saya suka, tapi saya enggak dengar nasihatnya itu.

Dan paman Anda meninggal?  Le: Ya, meninggal setelah tiga tahun.

Dan pada saat yang sama, Anda juga menderita kanker. Dan apakah ini sebabnya Anda menolak rawatan medis? Le: Tidak, tidak.Ada perasaan dalam diri saya yang enggak kemo. Orang-orang ini tidak mati karena kanker mereka. Mereka meninggal karena kemo mereka. Hemoglobin mereka, trombosit dan sel darah putih semua turun habis!

Saya paham, saya benar-benar mengerti. Tapi saya ingin nyatakan bahawa kita tidak harus menolak perawatan medis sepenuhnya. Ada masanya kita perlu dokter membantu kita. Kita boleh menggunakan cara medis yang tertentu untuk membantu kita. Dan kita menolak yang berbahaya bagi kita. Ini adalah apa yang saya akan mengatakan kepada pasien.

4. Lihat apa yang terjadi padaku sekarang bila saya percaya dokter!

Le: Saya bersetuju pergi ke dokter untuk memeriksa di mana tumor saya. Tetapi jika mereka meresepkan obat, saya tidak akan menerimanya. Lihat apa yang terjadi padaku – ini lah bukti nya! Kali pertama saya percaya dokter, dan ini lah apa yang terjadi pada diri saya. Jari tidak dapat menekuk. Selepas itu tidak boleh jalan setelah minum Tamoxifen selama sebulan.

Baca cerita Le yang lengkap:

Bagian 1: Kesejahteraan  Pulih Setelah Dua Hari Minum Herbal dan e-Terapi

Bagian 2: Terapi Alternatif – Pengobatan Suplemen Dua puluh-Satu-Juta-Rupiah Se Bulan

Bagian 3: Mengapa Saya Menolak Kemoterapi / Pengobatan Medis

Bagian 4: Radiasi Membantu Tapi Tidak Menyembuhkan, Tamoxifen Bawa Bencana.

Bagian 5: Mimpi Saya dan Pengalaman Dekat Maut

Bagian 6: Penyembuhan Empat Hari Saya Setelah Perawatan di CA Care

Bagian 7: Perjalanan Saya Yang Kurang Pengetahuan

Kanker Payudara: Herbal dan e-Terapi Pulihkan Kesejahteraan Nya Setelah 106 Times of Perawatan Radiasi. Bagian 2: Terapi Alternatif – Pengobatan Suplemen Saya Dua-puluh-Satu-Juta-Rupiah Se Bulan

Penghargaan: Izin untuk menggunakan video ini tanpa harus menyembunyikan identitas dirinya diberikan oleh pasien.

Ini adalah kisah pahit-manis Le, seorang perempuan 37 tahun dariIndonesia. Dia datang mengunjungi kami pada tanggal 14 Oktober 2011 setelah didiagnosis dengan kanker payudara yang mungkin telah menyebar ke paru-parunya. Dia datang dengan keluhan sakit nyeri di seluruh tubuhnya, terutama di sendi-sendi. Dia tidak bisa menekuk jari-jarinya. Tidur tidak pulas dan ia batuk.

Anda menemukan satu tumor di payudara kamu pada bulan Februari 2009. Apakah Anda pernah merasa benjolan sebelum itu? Le: Saya pergi ke Organisasi Kanker untuk Pap smear pada tahun 2003. Pada masa yang sama mereka juga memeriksa payudara saya dan menyuruh saya datang kembali untuk memeriksa setahun kemudian.

Apa yang mereka katakan tentang payudara Anda? Le:Ada benjolan kecil di payudara saya, tetapi dokter mengatakan itu bukan kanker – hanya sesuatu yang mencurigakan. Saya diminta untuk datang kembali untuk diperiksa semula setelah satu tahun.

Anda tidak kembali melihat mereka lagi? Pada tahun 2004? Pada tahun 2005 dan 2006? Le: Tidak, saya tidak kembali menemui mereka. Selepas itu saya menerima surat dari Organisasi Kanker pada tahun 2007, mengingatkan saya datang untuk memeriksa. Saya juga tidak kembali.

Apa yang Anda lakukan pada tahun 2008? Dan bagaimana dengan 2009? Le: Pada tahun 2008, saya tidak melakukan apa pun. Pada tahun 2009, saya merasa benjolan di payudara kiri saya ketika saya sedang berbaring di tempat tidur. Saya selalu memeriksa payudara saya saat mandi. Saya tidak merasakan benjolan apapun.

Apakah ada retraksi puting? Ada apa lelehan nanah? Sakit? Le: Tidak, tidak apa-apa.

Apa yang Anda lakukan setelah menemukan benjolan ini? Le: Saya pergi berkonsultasi dengan ahli onkologi. Setelah USG dia mengatakan ada 80 persen kemungkinan bahwa benjolan itu adalah kanker. Kemungkinan tumor itu jinak adalah 20 persen. Saya disarankan melakukan biopsi. Saya menolak melakukan apa pun.

Anda diberitahu bahwa benjolan itu adalah kanker dan Anda menolak perawatan medis – apa yang Anda lakukan?
Suami: Dia mulai mengambil vitamin dan suplemen.
Le: Saya mengambil suplemen dan berhenti makan daging tapi saya masih makan ayam organik.

Oh, ayam bukan daging? Benar? Le: (tidak menjawab, diam).

Setelah Anda mengambil suplemen, apakah tumor tidak tumbuh lebih besar dan lebih besar? Suami: Ya, tumor tumbuh sebesar kepalan tanganku.

Bila Anda menemukan benjolan, apa ukurannya? Le: Ukuran ibu jari  saya.

Baik, setelah minum suplemen, dan suplemen dan suplemen … apakah tumor tumbuh lebih besar dan lebih besar? Le: Ya. Tumor tumbuh hingga sebesar telur bebek.

Oh ,kamu ambil suplemen dan tumor tumbuh lebih besar – kau tidak takut? Le: Saya takut. Suami: Takut mati.

Le: Pada bulan November 2009, saya datang keKuala Lumpuruntuk diperiksa. Ahli onkologi mengatakan kepada saya bahwa dia 100 persen yakin bahwa tumor saya itu adalah kanker. Dia menyarankan saya untuk melakukan biopsi dan kemudian menjalani  operasi. Saya menolak dan kembali keSurabaya.

Mengapa Anda datang ke Kuala Lumpur jika Anda tidak mau mengikuti saran dokter? Le: Saya hanya pergi untuk check up saja.

Apa yang ada untuk di check up? Di Surabaya Anda sudah diberitahu benjolan itu mungkin – 80 persen kanker. Dan di Kuala Lumpur Anda diberitahu bahwa kanker itu mungkin 100 persen. Apakah sebab yang datang ke KL? Buang uang? Le: Pada Februay 2011, saya pergi cari dokter alternatif. Suami: Dia juga mengambil kapsul lain di samping suplemen.

Apa praktisi alternatif lakukan? Le: Dia menepuk sekitar payudara saya. Dia juga memberikan saya beberapa ramuan untuk diminum. Saya tidak tahu apa ramuan itu. Setelah satu bulan pengobatannya, tumor tumbuh lebih besar dan akhirnya pecah.

Bila tumor tumbuh semakin besar, apa yang dia katakan? Le: Dia sururh saya pergi ke dokter untuk radiasi. Tapi saya menolak.

Adakah dia beri amaran bahwa tumor mungkin pecah? Le: Ya, dia kata tanpa radiasi tumor bisa pecah. Tapi saya enggak radiasi.

Apa jadi sesudah tumor pecah? Le: Praktisi alternatif menulissurat rujukan untuk pergi ke rumah sakit untuk radioterapi.

Dan Anda masih tidak mahu pergi untuk rawatan radiasi? Le: Kali ini saya setuju dan pergi untuk radiasi.

Biaya Terapi Alternatif

Berapa banyak Anda bayar untuk semua terapi alternative itu? Le: Banyak uang.

Berapa banyak? Le: Saya minum banyak suplemen. Suami: Untuk minum suplemen ini saja biayanya 700.000 rupiah satu botol satu hari. Le: Itu bersamaan RM 250 satu botol satu hari.

Berapa banyak botol yang telah Anda minum? Le: Ratusan. Suami: Dia minum ini selama sekitar enam bulan. Le: Tidak, saya minum selama sekitar satu tahun. Untuk satu bulan suplemen ini saya biaya 21 juta rupiah.

Kamu membayar 21 juta rupiah se bulan untuk suplemen ini dan kamu mengambil ini selama setahun? Le: Ya.

Baca cerita Le yang lengkap:

Bagian 1: Kesejahteraan  Pulih Setelah Dua Hari Minum Herbal dan e-Terapi

Bagian 2: Terapi Alternatif – Pengobatan Suplemen Dua puluh-Satu-Juta-Rupiah Se Bulan

Bagian 3: Mengapa Saya Menolak Kemoterapi / Pengobatan Medis

Bagian 4: Radiasi Membantu Tapi Tidak Menyembuhkan, Tamoxifen Bawa Bencana.

Bagian 5: Mimpi Saya dan Pengalaman Dekat Maut

Bagian 6: Penyembuhan Empat Hari Saya Setelah Perawatan di CA Care

Bagian 7: Perjalanan Saya Yang Kurang Pengetahuan

Kanker Payudara: Herbal dan e-Terapi Pulihkan Kesejahteraan Nya Setelah 106 kali Perawatan Radiasi Bagian 1: Kesejahteraan Nya Pulih Setelah Dua Hari Minum Herbal dan e-Terapi

Penghargaan: Izin untuk menggunakan video ini tanpa harus menyembunyikan identitas dirinya diberikan oleh pasien.

Itu semua mulai dengan benjolan kecil di payudara kiri saya. Saya mengabaikannya. Beberapa tahun kemudian, saya pergi untuk menemui onkologi. Dia meminta saya untuk menjalani biopsi dan kemudian beroperasi. Saya menolak. Saya memilih terapi alternatif. Saya mengambil berbagai jenis suplemen (Lihat Bagian 2: Terapi Alternatif –  Pengobatan Suplemen Saya Dua-puluh-Satu-Juta-Rupiah Per Bulan).

Benjolan bertambah besar dan akhirnya pecah. Waktu itulah saya pergi berjumpa ahli radiologi dan menjalani radioterapi. Perawatan radiasi pertama saya pada bulan November 2009. Saya menerima 25 rawatan radiasi untuk payudara kiri saya. Tumor mengecil dan akhirnya menghilang.

Tiga bulan kemudian, benjolan lain tumbuh tepat di bawah leher saya. Benjolan ini kian membesar. Saya lagi menerima 25 perawatan radiasi. Benjolan juga menghilang setelah radiasi.

Empat bulan kemudian, dua lagi tumor muncul, satu masing-masing di setiap payudara saya. Saya kembali menerima 25 perawatan radiasi untuk setiap  payudara kiri dan kanan.

Saya juga menerima 6 kali perawatan radiasi untuk indung telur saya.

Waktu menjalani radioterapi, benjolan lain muncul tepat di bawah tulang selangka kiri saya tapi ini akhirnya hilang setelah saya selesai rawatan radiasi untuk dua payudara. Namun, sekarang ada satu benjolan di perut saya.

Sementara menjalani radioterapi tahap berikutnya, saya minum tamoxifen. Setelah dua minggu minum Tamoxifen jari-jari saya menjadi kaku dan sulit dan menyakitkan untuk membengkokkannya. Setelah satu bulan pada tamoxifen saya tak mampu berjalan. Juga, otot leher saya menjadi kaku. Sebelum tamoxifen itu saya lincah dan tidak memiliki masalah mobilitas. Saya bisa berolihraga. Saya berhenti minum tamoxifen setelah satu bulan. Dokter saya mengatakan kanker telah pergi ke tulang saya.

Awal bulan ini, seorang teman baik di Makassar menelepon saya. Dia menyarankan bahwa saya memiliki terlalu banyak radiasi sudah dan tubuh saya tidak akan mampu menerimanya lagi. Saya harus mencari pengobatan alternatif lainnya. Tapi semua sementara ini, saya telah menjalani pengobatan alternatif. Saya mengambil semua jenis suplemen. Teman saya menyarankan agar saya pergi ke Penang dan memenuhi Chris Teo.

Di atas adalah kisah tragis dari Le, seorang perempuan 37 tahun dari Indonesia.Dia datang kepada kami pada tanggal 14 Oktober 2011 setelah telah didiagnosis dengan kanker payudara yang mungkin telah menyebar ke paru-parunya. Dia disajikan dengan sakit dan nyeri di seluruh tubuhnya, terutama sendi. Dia tidak bisa menekuk jari-jarinya. Dia tidak bisa tidur nyenyak dan ia batuk.

Le diresepkan Kapsul A,  Breast L dan Breast M teh, Pain teh, Lung 1 dan Lung 2 teh selain Cough # 10. Dia menjalani e-Terapi dengan Detox # 2 pada Jumat malam. Pada Minggu malam (dua hari kemudian), Le datang kembali dan dilaporkan sebagai berikut.

Saya kembali ke apartemen dan tidur sepanjang malam, 19:00-6:00. Saya terbangun hanya untuk makan dan minum teh herbal dan kemudian kembali tidur lagi.

Sebelum terapi ini, apakah Anda bisa tidur? Le: Sulit.

Pada Sabtu (e-Terapi tetapi hanya tentang herbal) apakah Anda tidur sepanjang hari? Le: Ya. Saya tidur, bangun untuk makan dan kemudian kembali tidur lagi. Saya makan jagung dan buah-buahan.

Ketika Anda berada di rumah (Surabaya), bisa Anda tidur seperti ini? Le: Tidak Di rumah ketika saya bangun dari tidur, saya akan merasa sakit. Sekarang, saya tidak sakit lagi. Saya bisa tidur dalam posisi atau postur tubuh, saya sakit. Saya tidak dapat melakukan hal seperti itu ketika berada di rumah.

Apakah Anda benar-benar tidur nyenyak – nyenyak? Le: Ya. Saya juga pingsan banyak “gas” … boot, boot. Saya berjalan ke sana kemari dari apartemen Kenny ke pasar. Saya tidak punya masalah berjalan. Saya tidak bisa melakukan hal seperti di rumah. Saya akan menjadi terengah-engah jika saya berjalan seperti itu.

Sekarang, ketika Anda berjalan, apakah Anda menjadi sesak napas? Le: Tidak Sekarang, saya juga dapat memegang sapu dan menyapu lantai. Saya sekarang dapat membuat tempat tidur dan lipat selimut. Saya tidak bisa melakukan itu sebelumnya. Saya bahkan tidak bisa mengangkat selimut apalagi lipat. Pagi ini, saya bahkan “memukul” bantal.

Sekarang, apa lagi keluluhan Anda? Le: Batuk. Sebelumnya, saya tidak dapat memutar tubuh saya di sekitar – ke kanan atau kiri. Saya akan menarik otot atau kram. Sekarang, tidak lebih kram. Setelah mengkonsumsi obat herbal selama dua hari, ada nyeri tubuh tidak lebih.

Tidak ada rasa sakit lagi di manapun? Le: Tidak lebih.

Jadi, selama dua hari terakhir, apakah Anda benar-benar merasa baik? Le: Ya.Kuat (mengambil napas dalam-dalam).

Apakah Anda ada masalah lain? Le: Hanya batuk sekarang.

Baca cerita Le yang lengkap:

Bagian 1: Kesejahteraan  Pulih Setelah Dua Hari Minum Herbal dan e-Terapi

Bagian 2: Terapi Alternatif – Pengobatan Suplemen Dua puluh-Satu-Juta-Rupiah Se Bulan

Bagian 3: Mengapa Saya Menolak Kemoterapi / Pengobatan Medis

Bagian 4: Radiasi Membantu Tapi Tidak Menyembuhkan, Tamoxifen Bawa Bencana.

Bagian 5: Mimpi Saya dan Pengalaman Dekat Maut

Bagian 6: Penyembuhan Empat Hari Saya Setelah Perawatan di CA Care

Bagian 7: Perjalanan Saya Yang Kurang Pengetahuan

Kanker Payudara: Dari Keputusasaan Menuju Harapan Dalam Lima Hari

Video 1: Penyembuhan Dalam Lima Hari

Video 2: Kisah Tragisnya

Penghargaan: Izin untuk merekam dan memutar video klip tanpa harus menutup wajah pasien diberikan oleh keluarganya.

Inti dari pembicaraan kami:

1. Benjolan payudara sepuluh tahun yang lalu dan dia tidak melakukan apa pun tentang hal itu

Dia menemukan benjolan di payudaranya lebih dari sepuluh tahun yang lalu, tetapi tidak melakukan apa-apa tentang hal itu. Benjolannya bertambah besar. Kemudian pada tahun 2008, dia pergi ke Kuching, Malaysia untuk melakukan check up tubuh secara lengkap. Pada saat itu dia tidak mengalami ketidaknyamanan yang serius. Namun, dari hasil pemeriksaan menyatakan bahwa dia mengidap kanker payudara stadium 4 dan kemungkinan  telah menyebar ke beberapa bagian dari tulangnya.
Apakah dia menderita sakit sebelum pemeriksaan? Ya, dia merasa sakit di sekitar tulang belikat. Setelah dipijat rasa sakitnya menghilang.

2. Ke China untuk mencari peyembuhan

Dokter di Kuching menyarankan untuk menjalani kemoterapi. Tetapi dia menolak. Keluarga memutuskan untuk membawanya ke China untuk perawatan medis. Dia menerima perawatan seperti kemoterapi, cryoablasi dan particle seed radioaktif di rumah sakit China.

Dia tinggal sekitar satu sampai dua minggu di China selama setiap perjalanan ke sana. Dia kembali ke Indonesia dan merasa “baik-baik saja”  dan kemudian kembali lagi ke China untuk menjalani perawatan selanjutnya setiap tahun.

Apakah mereka mengajarkan Anda untuk mengatur dietnya? Tidak, dokternya menjelaskan bahwa dia dapat makan apa saja yang dia suka. Mereka tidak mengajarkan kita apa-apa tentang diet.

3. Jatuh

Pada bulan Januari 2011, dia mengalami jatuh ringan. Ini menyebabkan salah satu kakinya menjadi bengkak. Tetapi bahkan sebelum kejadian ini, dia selalu merasakan sakit di kakinya. Dia berkonsultasi dengan dokter di Kuching tentang masalah ini dan diberitahu bahwa tidak ada apa-apa dengan kaki nya, tapi dia mungkin menderita kanker di usus nya.

4. Operasi Kaki

Sejak Februari 2011, dia tidak bisa jalan dan hanya tinggal saja dirumah karena  tidak bisa kemana-mana .Salah satu kakinya sangat sakit dan yang sebelah lagi kakinya bengkak. Kakinya tidak bisa menapak dan dia tidak bisa berdiri karena kesakitan.

Dia pergi ke Jakarta untuk konsultasi lebih lanjut. Selanjutnya dia menjalani operasi pada kedua kakinya.

Dua bulan setelah operasi dia bisa berjalan. Kakinya tidak merasa sakit lagi ketika menginjak lantai. Tapi rasa sakit di seluruh bagian bawah  kaki nya masih belum hilang.

5. Tidak kembali ke Cina lagi

Apakah dia kembali lagi ke China setelah ini? Tidak. Kami sudah melakukan total enam perjalanan ke Cina. Pada tahun 2008, ia pergi ke Cina tiga kali, pada tahun 2009, dua kali dan pada tahun 2010 sekali. Tidak banyak membawa manfaat – pada setiap kunjungan mereka selalu meminta kami untuk melakukan PET scan, Kemoterapi, dll.  Semuanya itu telah membuatnya menjadi capek, muntah, dll

6.
 Opname – September 2011

Pada akhir September 2011, dia mulai merasa sakit di perut dan tidak mampu berjalan lagi. Dia dirawat di rumah sakit. Dokter onkologi menyarankan PET scan untuk mengetahui apa yang menjadi penyebabnya. Keluarganya menolak. Pada saat itu dia mengkonsumsi berbagai macam obat yang diresepkan oleh tiga dokter – ahli onkologi, spesialis tulang dan saraf.

7. Ke CA Care, Penang – 9 Oktober 2011

Dua orang diperlukan untuk mengangkatnya masuk kedalam pesawat. Sampai di Ca Care dia hanya bisa duduk diatas kursi rodanya. Dia tidak mampu untuk berdiri sendiri. Dia juga tidak bisa tidur dan merasakan sakit di kakinya sepanjang siang dan malam.

Setelah mendengarkan ceritanya pada tanggal 9 Oktober malam, apa yang dapat kami sampaikan kepada keluarganya adalah sebagai berikut :  Saya benar-benar tidak tahu apa yang dapat saya lakukan untuk membantu Anda. Tapi saya akan berusaha sebaik mungkin untuk melakukan apa saja.  Ini benar-benar kasus yang sudah putus harapan dan tak berdaya.

Setelah lima hari menjalani e-Terapi dan minum herbal kami, kondisinya semakin membaik. Rasa sakit di kakinya hampir hilang. Dia bisa tidur. Dan yang paling aneh sekali adalah dia mampu untuk berdiri sendiri dengan bantuan minimal.

 

Update: Pada tanggal 26 Oktober 2011, putrinya  menelepon untuk mengatakan pasien (sekarang di rumah di Jakarta) mampu berjalansendiri dengan bantuan tongkat. Pada hari ketika ia pulang, ia dapat perlahan-lahan berjalan masuk ke pesawat – tidak perlu diangkat masuk ke dalam pesawat seperti minggu sebelumnya.