Diet dan Efektivitas Herbal Terapi

Oleh Teddy Setiawan 

Kanker Rahim 

Pada hari Kamis tanggal 2 Mei 2013 jam 11.45 siang , saya mendapat tilpon dari seorang pasien wanita asal Jawa Tengah bernama LN. Dia banyak bertanya mengenai kondisi nya saat ini , dia menderita kanker rahim dan sudah kontinyu mengkonsumsi obat herbal kami.

Pembicaraan diantara kami adalah sebagai berikut :

LN : Berdasarkan pemeriksaan darah terahir ( dia secara berkala periksa darah ) nilai Ca 125 nya naik banyak sekitar 600 dari sebelumnya sekitar 200 , lalu naik sekitar 400 .

Bagaimana ini apakah saya biasa diberi obat tambahan ? saya takut tumor markernya naik terus.

TS : Apa yang ibu lakukan selama ini ? masih minum obat ?  apakah masih Diet ?  sebab menurut catatan saya , Ibu terahir pesan obat bulan February 2013 sekarang sudah bulan Mei 2013.

LN : Iya saya dalam kurun waktu 3 bulan ini berhenti minum obat , sebab saya menjalani pengobatan lain. Yaitu dengan cara memakai rompi khusus yang dialiri sejenis gelombang electro.

TS : Sekarang sudah 3 bulan , apakah ada kemajuan ?

LN : Iya sekarang CA 125 saya malahan naik jadi sekitar 600 an , saya takut terus naik .. jadi saya tilpon bapak .

TS : Apakah Ibu masih menjalankan Diet ?

TN : Saya tidak sepenuhnya Diet , sebab dari saudara dan teman-teman, juga dokter bilang kalau saya menjalankan Diet seperti itu , bisa kekurangan gizi katanya. Jadi saya makan ikan laut ( ikan tenggiri ) saya takut kekurangan gizi. Disamping itu saya dari muda memang tidak suka makan sayuran.

TS : Pendapat seperti itu tidak benar , sebab banyak pasien kami yang menjalankan Diet sesuai arahan kami dapat hidup sehat bahkan sudah bertahun-tahun. Dulu waktu permulaan Ibu berobat dengan kami , dari laporan anak ibu kepada saya hasil pemeriksaan darahnya menunjukan CA 125  berkisar 200 dan bisa turun ke angka 100 an. Mereka gembira sekali waktu itu.

LN : Iya sekarang saya harus bagaimana ? apakah saya bisa minta tambah obat ?

Pembicaraan seperti itu banyak kami alami dengan para pasien – pasien yang mempunyai mind set / pola pikir bahwa .. saya harus mencari obat untuk penyakit nya dan selalu berpikir untuk mencari obat terus. Ada informasi mengenai pengobatan tertentu , dia memburunya untuk dicoba.

Kanker Ginjal 

Kasus serupa, ada pasien lain dari daerah perbatasan DKI dengan Tanggerang , dia seorang pasien pria bernama HN . Dia mengidap kanker ginjal , saya sarankan untuk dioperasi . Istri nya datang menemui saya ditemani keponakannya seorang yang berpendidikan cukup , dia yang menemukan website kami dan sebelumnya sudah menghubungi saya melalui tilpon.

Saat sudah menjalani operasi HN dan isrinya menemui saya dengan membawa data medisnya, ternyata kanker sudah menyebar ke paru-paru dan tulang kering kaki kiri. HN datang dengan tertatih-tatih dengan bantuan penyangga kaki yang berbentuk seperti kaki meja.

Dokter yang memeriksa nya berkata bahwa kakinya kemungkinan besar harus dioperasi dengan suatu risiko yaitu diamputasi. Dan harus menjalani kemo dan radiasi.

HN memilih pengobatan dengan Herbal kami , dan setelah satu bulan kemudian diam-diam HN memeriksakan kakinya ke dokter spesialis tulang . Hasil nya menggembirakan menurut dokternya ada pertumbuhan tulang dibagian tulang yang terkena kanker, dan dia sudah mengganti tongkatnya dengan tongkat tunggal , dan rasa sakit di kaki nya sudah mereda banyak.

Sesudah menjalani pengobatan kami tiga bulan , HN sudah bisa mengemudikan mobil sendiri dan sudah percaya diri kembali , sakit dikaki sudah hilang sama sekali . Dia tetap menjalani Diet yang kami sarankan dan secara teratur dan dengan disiplin yang tinggi minum herbal kami.

Enam bulan berlalu tidak ada masalah , malah bertambah sehat sering bolak balik ke Bogor dengan menyetir sendiri mobilnya ( dengan transmisi otomatis )

Masalah timbul setelah delapan bulan berlalu , tiba-tiba pada suatu pagi istrinya menilpon dengan suara sambil menangis , menjelaskan bahwa dari hasil pemeriksaan rontgen tulang kaki kirinya  tidak bagus .. ada seperti gelembung-gelembung didalam nya , dimana sebelumnya sudah menampakan suatu kondisi yang solid dan kanker tulangnya sudah menciut dan ada pertumbuhan tulang baru ( menurut dokter spesialis tulang )

Mereka datang kembali menemui saya , kelihatan agak tegang .. saya katakan relax saja dan mari saya periksa hasil foto rontgen kakinya. Memang telah terjadi pemekaran dari bagian yang terserang kanker sekarang sepertinya tidak solid lagi dan dinding tulang sudah terlihat pecah.

Saya tanya kenapa bisa begini ? enam bulan yang lalu masih baik . Apakah kamu masih Diet dengan ketat ?

Dia berkata , ya saya dalam dua bulan ini makan ikan salmon .. supaya saya mendapat protein yang baik , sebab selama ini saya hanya makan sayur dan buah saja.

Saya kemudian bilang , kamu ingat tidak pada waktu pertama kali datang .. saya sudah menjelaskan tidak boleh makan makanan yang mengandung protein hewani. Dan kamu kemudian menyanggupinya dan menjalaninya … kenapa sekarang kamu jadi tidak disiplin ?

Kanker Prostat 

Ada kasus lain lagi , seorang yang menderita Prostat kanker , dia datang menemui saya pada tanggal 27 September 2011. Dia membeli herbal yang saya sarankan untuk selama 2 minggu saja dahulu , tetapi kemudian saya tahu bahwa dia tidak langsung mengkonsumsinya.

Menurut laporan medisnya :

1 April    2008 :  PSA  9.31   minum Prostate glands pils ( Kai Kit Wan )

23 Jan       2009 :  PSA 11.83  minum Prostate glands pils ( Kai Kit Wan )

19 Jan       2010 :  PSA 23.7    minum Prostate glands pils ( Kai Kit Wan )

26 May     2010 :   PSA 19.83

15 June     2011 :  PSA 33.23  minum Conprosta ( Qian Lie Kang Capsule )

01 August 2011 :  PSA 32.8

06 Sept     2011 :  Biopsy : diagnose adenocarcinoma of the prostate.

Gleason score : 4 + 3 = 7 .

USG  : size twice the normal size.

Bone scan : normal , no metastasis.

17 Sept    2011 :   Infection of the prostate :  Pain  ( Levoproxacine & Ranitidine )

20 Sept    2011 :   PSA 47.67  ( Casodex & Soladex  )

27 Sept    2011 :  Datang menemui kami  di Jakarta, membeli obat herbal yang kami sarankan

untuk 2 minggu dan kami sarankan untuk menjalankan Vegetarian Diet.

15 Oct     2011 :   PSA  4,67

21 Oct     2011 :  Menemui Prof.Chris  dalam  perjalanan ke Singapore untuk General check Up.

MRI : tidak ada penyebaran. Disarankan :

Operasi : robot – assisted radical prostatectomy

Radiasi  dng tehnik IMRT ( 37 sesi )

Semua saran Diabaikan.

01 Nov    2011 :  Baru mulai dengan obat herbal yang dibeli pada tgl. 27 Sept 2011  dan  Diet.

Juga memutuskan untuk menghentikan Casodex dan Soladex.

15 Nov   2011 :  PSA  0.37

Hal ini berlangsung sampai beberapa bulan kemudian selama tahun 2012  dan PSA  menurun lagi menjadi 0.14 .

Tetapi beberapa bulan terahir ini , istrinya mengeluh kepada saya bahwa suaminya mulai kendor Diet nya , suka makan ikan katanya . Dan beberapa kali liburan ke luar kota juga makannya sembarangan lagi.

Minggu lalu dia datang seperti biasa membeli obat herbal lagi, dan saya lihat perutnya sudah mulai buncit lagi suatu petanda badannya mulai gemuk. Lalu saya tanya dia , apakah masih memeriksa PSA ? dia menjawab ..ya masih.

Kemudian saya tanya berapa PSA nya … dia menjawab sambil tersenyum  PSA  nya 10 !  Dia mengaku bahwa dia suka melanggar pantangan.

Saya bilang kepada nya agar kembali Diet !

Dari ketiga contoh kasus diatas , apa yang dapat kita simpulkan ?

1.Susah merubah mind set / pola pikir , bahwa pasien selalu berpikir untuk mencari Obat Ajaib.

2.Pasien tertentu setelah merasa diri nya sehat , ada kecenderungan untuk mulai melanggar pantangan Diet.

3. Setelah menderita kembali , mereka datang mengeluhkan masalahnya dengan rasa ketakutan.

Sayangnya untuk mengembalikan kembali kondisi nya … tidak semudah membalikan tangan, kadang harus menghadapi kenyataan adanya penyebaran .

Pesan kami bagi pasien-pasien yang sudah mendapat manfaat dari pengobatan kami agar tetap disiplin minum obat dan tetap melakukan Diet dan hidup gembira.

Tak Mau Kemo Apa Guna Melakukan PET Scan?

1. How Safe or Unsafe Are Medical Imaging Procedures?

Radiation exposure is a known risk factor for cancer. Although the radiation exposure from a single test is minimal often patients undergo repeated or multiple times of CT / PRT scan. This increases their cumulative exposure to potentially cancer-causing radiation.

2. Study Finds Radiation Risk for Patients

At least four million Americans under age 65 are exposed to high doses of radiation each year from medical imaging tests. About 400,000 of those patients receive very high doses, more than the maximum annual exposure allowed.

Dr. Rita Redberg, a cardiologist and researcher at the University of California, San Francisco, who has extensively studied the use of medical imaging, said it would probably result in tens of thousands of additional cancers. It’s certain that there are increased rates of cancer at low levels of radiation, and as you increase the levels of radiation, you increase cancer.

Dr. Reza Fazel, a cardiologist at Emory University, said “These procedures have a cost, not just in terms of dollars, but in terms of radiation risk.”

3. How Much Radiation Does A Person Get From Medical Imaging Studies?

  • Getting a CT scan gives a patient as much radiation as 100 to 800 chest X-rays.
  • Getting a nuclear medicine study exposes a patient to as much radiation as 10 to 2,050 chest X-rays.
  • Getting a fluoroscopic procedure exposes a patient to as much radiation as 250 to 3,500 chest X-rays.

Moreover, doctors may prescribe scans that aren’t medically justified. And since risk from radiation exposure accumulates over a lifetime, certain scans may not be appropriate for people who’ve already had a lot of scans.

4. Which types of diagnostic imaging procedures use radiation?

X rays pass through the body to form pictures on film or on a computer or television monitor, which are viewed by a radiologist. If you have an x-ray test, it will be performed with a standard x-ray machine or with a more sophisticated x-ray machine called a CT or CAT scan machine.

In nuclear medicine procedures, a very small amount of radioactive material is inhaled, injected, or swallowed by the patient. If you have a nuclear medicine exam, a special camera will be used to detect energy given off by the radioactive material in your body and form a picture of your organs and their function on a computer monitor. A nuclear medicine physician views these pictures. The radioactive material typically disappears from your body within a few hours or days.

Do magnetic resonance imaging (MRI) and ultrasound use radiation?

MRI and ultrasound procedures do not use ionizing radiation. If you have either of these types of studies, you are not exposed to radiation.

5. The Downside of Diagnostic Imaging

  • Reduce the number of CT exams by using other technologies (such as ultrasound or MRI) in cases where they would provide equal diagnostic quality.
  • Limit the use of CT in healthy patients who would obtain little benefit (such as whole-body CT screening).
  • Limit the use of repeat CT surveillance of patients in whom a diagnosis has already been made, when repeat scanning would lead to little change in their treatment.
  • Track and collect information on radiation exposure for individual patients.

6.  Doctors Order More Tests when They Benefit Financially: Ask If You Really Need that Test

Researchers from the Institute for Technology Assessment at the Massachusetts General Hospital Department of Radiology found that there was no mistaking that diagnostic imaging tests were being ordered far more than they deemed necessary. The question that begs to be answered is, “why?”

Many doctors referred their patients to imaging centers that were affiliated with their practice, or were even done by the doctor’s own staff. When a physician has such a close relationship with the provider conducting the imaging study, there is the possibility that the physician will benefit financially from ordering additional imaging studies.

  • 7.  Cumulative Exposure
  • single exposure at these diagnostic levels may not pose much risk to the patient.
  • But when a patient has numerous tests over a period of time, the cumulative exposure may raise the level of risk.
  • To minimize cumulative exposure, physicians should determine whether a procedure using medical radiation is necessary to achieve the diagnosis or whether an alternative imaging procedure may offer the same diagnostic benefit.

Rujukan

  1. http://www.sciencedaily.com/releases/2009/08/090826191837.htm
  2. http://www.nytimes.com/2009/08/27/health/research/27scan.html?_r=0
  3. http://www.medicinenet.com/script/main/art.asp?articlekey=114953
  4. https://hps.org/documents/meddiagimaging.pdf
  5. http://www.cancer.gov/aboutnci/ncicancerbulletin/archive/2010/012610/page8
  6. http://voices.yahoo.com/doctors-order-more-tests-they-benefit-financially-631960.html?cat=5
  7. http://www.gehealthcare.com/dose/medical-radiation/benefits-and-risks.html

Penyembuhan Ajaib Kanker Leher Rahim

Pasien adalah seorang warnita berusia 56 tahun dari Medan, Indonesia. Pada Maret-April 2012, dia sakit perut diikuti dengan pendarahan. Dia mual dengan perutnya kembung. Dokter di Medan mendiagnosanya  sebagai kanker serviks (leher rahim). Pasien datang ke rumah sakit swasta di Penang karena dia tidak bisa buang air kecil. Dia diberi tahu ini disebabkan karena pembengkakan ginjal nya. Sebuah kateter dipasang. Dia kemudian dirujuk ke dokter kandungan yang mengatakan bahwa kankernya telah menyebar ke kandung kemihnya.

Biopsi dilakukan. Laporan histopathologi mengatakan non keratinising squamous sel karsinoma. Pasien kemudian dirujuk ke onkolog. Dokter Onkologi menyarankan radioterapi. Pasien dan keluarganya menolak pengobatan dan kembali ke Medan. Pasien disuruh kembali ke Penang lagi setelah tiga bulan. Namun, setelah sebulan dan seminggu di rumah, pasien tidak bisa buang air kecil lagi. Masalah itu diselesaikan setelah kateter yang dipasang sebelumnya diganti. Namun demikian, pasien mengalami nyeri, mual dan muntah. Dia tidak bisa buah air besar selama lima hari terakhir dan kemudian buang air kecil nya diblokir lagi. Dokter harus ganti kateter untuk menyelesaikan masalahnya.

1. Menemukan CA Care

Anak-anaknya baca  cari bantuan di internet dan menemukan CA Care. Mereka menulis e-mail berikut.

9 Juni 2012: Kepada Yang terhomat, Dr. Chris K.H. Teo.

Dengan hormat,

Pada kesempatan ini saya memohon kepada Dr.Chris K.H. Teo agar dapat membantu mengobati ibu saya. Saya telah melampirkan formulir yang berisikan sejumlah informasi identitas dan yang telah dialami oleh ibu saya.  Saya sangat berharap kepada Dr.C hris K.H. Teo segera memberitahukan apa yang harus segera saya lakukan untuk menolong ibu saya. Saya dan keluarga selalu berdoa untuk kesembuhan ibu, dan sangat bersyukur telah diperkenalkan kepada  Dr.Chris K.H. Teo.

Atas perhatian yang diberikan saya ucapkan terima kasih. Hormat saya, AZ.

Jawapan: Dari Sumatera Utara? Harus datang jumpa saya di Penang, dan bawa semua laporan medis / gambar yang telah dibuat. Juga baca  http://cacare.org/about/

13 Juni 2012: Kepada Yang Terhormat, Dr. Chris K.H. Teo

Dengan Hormat,
Melalui email ini saya beritahukan bahwa ibu saya kondisinya sedang lemah sehingga belum bisa berangkat ke penang untuk bertemu dengan Dokter Chris. Namun begitu, kami sekeluarga mengutus  ayah saya (Nama:Darwin) untuk menemui Dr. Chris di Penang. Besok (Kamis) ayah saya berangkat ke penang dengan membawa laporan medis/gambar serta formulir yang telah ditanda tangani oleh ibu saya. Kami sekeluarga sangat memohon kepada Dr.Chris dapat membantu ibu saya.
Atas perhatian yang diberikan saya ucapkan terima kasih.

Hormat saya, AZ.

15 Juni 2012: Suami pasien datang ke CA Care Penang.

 

Pasien diresipkan herbal: Capsule A, Cervical 1 and Cervical 2 teas, Constipation tea, Bladder tea and Stomach Function tea.

19 Juni 2012: Kepada Yang Terhormat, Dr.Chris K.H. Teo,
Dengan Hormat,

Melalui email ini saya beritahukan bahwa, Setelah makan/minum obat yang Dr. Chris berikan:
1. Ibu saya (S196) terkadang mengalami Demam (panas-dingin) bahkan mengigil.
2. Kalau berdiri tidak kuat, bahkan hari ini jatuh waktu berjalan.
3. Air kencing berwarna merah seperti darah dan ada sedikit gumpalan-gumpalan kecil seperti darah beku.
4.Bagian perut terasa panas dan seluruh tubuh terasa sakit.

Demikianlah kondisi ibu saya setelah minum obat dari Dr.Chris (17juni2012 s/d hari ini). Kami mohon informasi dari Dr.Chris mengenai perkembangan proses pengobatan herbal ini. Demikianlah informasi ini saya berikan, besar harapan kami menunggu tanggapan dari Dr.Chris. Atas perhatian yang diberikan kami ucapkan terima kasih. Hormat saya, AZ.

Jawapan:  Baru minum 2-3 hari, sudah nak baik? Macam mana? Tak harus.

24 Juni 2012: Dr. Chris yang terhormat.

Saya ingin memberikan laporan tentang ibu saya:

1. Sejak minum obat dari tanggal 17 juni s/d 21 juni 2012 ibu merasakan:

  •  Panas didaerah perut
  • Mengigil
  •  Seluruh tulang sakit seperti ditusuk-tusuk, sehingga perlu bantuan untuk duduk dan berdiri serta jalan.
  •  Kencing lancar tapi banyak gumpalan kecil sperti lumut berwarna putih  – BAB Lancar.

Pada tanggal 22 juni 2012  s/d hari ini, ibu saya sudah bisa duduk dan berjalan  sendiri karena rasa sakit ditulang, panas diperut dan mengigil sudah tidak ada. Tapi berganti dengan rasa melilit di perut (bawah pusar) & nyeri pinggul yang  datang dan pergi. serta sering muntah walau sudah minum teh herbal mual &  muntah.

Kami mohon petunjuk & saran dari Dr. Chris.

Jawapan: Sakit yang mula-mula itu adalah krisis peyembuhan — itulah yang saya kata jangan jangan mengharapkan hasil segera. Minum herbal untuk selama dua minggu baru tahu.

29 Juni 2012: Dear Dr. Chris,

Terima kasih atas petunjuk yang Dr.Chris berikan. Saya juga menginformasikan kepada Dr. Chris bahwa ibu saya masih minum obat yang Dr.Chris berikan dan mulai tanggal 26 juni 2012 s/d dengan sekarang ibu saya telah merasa mulai baik, nafsu makan sudah ada, rasa sakit juga sudah hilang, air kencing juga sudah jernih walaupun sesekali masih ada gumpalan putih (seperti lumut) juga ikut keluar melalui selang keteter. Semoga kondisi fisik ibu kami segera baik sehingga dapat mengambil obat berikutnya  dan bertemu dengan Dr.Chris. Kami sekeluarga mengucapkan banyak terima kasih kepada Dr. Chris & Keluarga.

Hormat saya, AZ.

11 Juli 2012: Dear Dr. Crhis K.H. Teo,

Saya memberikan kabar bahwa, besok (Kamis) pagi Ayah saya berangkat ke Penang untuk mendapatkan obat dari Dr. Chris (obat herbal lanjutan untuk ibu saya). Apakah Ayah saya diperkenankan jumpa dengan Dr. Crhis jam 10.30 pagi Hari Jum’at? (seperti pengambilan obat herbal yang pertama).

Atas perhatian yang diberikan saya ucapkan terima kasih, AZ.

Suami pasien datang ke CA Care pada kali kedua dan melapurkan perkembangan dan kondisi isterinya.

2. Penyembuhan Krisis

3.  Kesihatan Dipulih

 

4. Waspada – Kanker Bisa Kembuh Kembali

31 Juli 2012: Dear Dr. Chris,

Setelah melalui krisis penyembuhan, ibu saya (S196)  sangat merasa lebih baik. sudah bisa tidur, enak makan, kencing lancar dan bab nya lancar. Sampai dengan hari Ibu saya selalu mengikuti petunjuk yang Dr.Chris berikan.

Tetapi beberapa hari ini (kira-kira 13 hari s/d hari ini) ibu saya mearasakan sakit dibagian rahim dan hari ini rasa sakit itu pun pindah dibagian bawah rahim. Setiap hari ibu saya mengeluarkan cairan seperti nanah. Setiap hari rasa sakit itu kadang datang dan kadang pergi (sebentar-sebentar).

Rasa sakit yang sangat kuat, biasanya muncul pada saat malam hari  setelah minum teh herbal cervix 2, untuk meredahkan rasa sakit itu ibu saya minum pain teh yang Dr. Chris berikan.

Kami mohon petunjuk dari Dr. Chris tentang apa yang dialami ibu saya? Apakah ini krisis penyembuhan juga? Atas perhatian yang Dr. Chris berikan kami ucapkan terima kasih. AZ.

Jawapan: Sabarlah. Semua ini tidak akan hilang cepat!

Ya Dr.Chris. Kami sekeluarga selalu menyarankan ibu untuk tetap bersabar. Kami ucapkan Terima Kasih banyak atas petunjuk yang Dr.Chris berikan. Pertama kali minum pain teh, sakitnya hilang segera. tetapi sekarang 2 kali minum baru bisa hilang. Ayah saya menggunakan 3 sendok pain teh untuk 2 kali perebusan. (minum rebusan yang kedua ini baru sakitnya hilang).