Payudara Busuk: Anda mati dalam tiga bulan!

LAH, berusia enam puluh dua tahun, datang kepada kami setelah payudaranya “busuk.” Seperti biasa, pertanyaan pertama saya adalah, Siapa yang meminta Anda datang ke sini? Jawabannya, Seorang staf yang bekerja di pusat penyembuhan Buddha. Kondisi LAH adalah amat parah. Dokter mengatakan tidak bisa dioperasi lagi atau dikemo. Kankernya telahpun menyebar luas ke paru-paru, hati, tulang dan kelenjar getah bening.

Nasihat awal saya pada LAH adalah, Pulanglah dan pikirkan dulu. Apa yang ingin kamu lakukan? LAH sudah memutuskan ia ingin saya memberi resep ramuan herbal untuknya. Oke – mari kita coba!

LAH diberi Kapsul A, C, D dan M. Selain itu, ia harus minum empat jenis teh: Breast-M, Lung + Lung Phlegm; Live-1 + PLM dan Lympho + SAP. Teh ini harus diseduh dan rasanya tidak enak. LAH meyakinkan saya bahwa dia bisa minum teh iitu.

Setelah dua minggu minum herbal

Yang mengejutkan saya, kesehatan LAH membaik setelah dua minggu mengkonsumsi obat herbal (lebih detail dalam posting berikutnya). Dia kelihatan bahagia ketika dia datang menemui kami. Wajahnya yang berseri menunjukkan itu semua. Saya tidak berharap dia akan mendapat manfaat dari ramuan kami begitu cepat. Bahkan, dia memberi tahu istri saya bahwa luka di payudaranya sudah mulai mengering. LAH datang ke pusat kami mengendarai sepeda motor sendirian.

Sekitar seminggu kemudian, LAH datang di pusat kami lagi. Kali ini dia datang bersama putranya. Kami memahami bahwa LAH telah merahasiakan kankernya. Tidak ada anak-anaknya yang tahu tentang masalah ini. Seorang putra tinggal di Kuala Lumpur. Ketika dia pulang untuk mengunjungi ibunya, dia bingung melihat begitu banyak herbal di rumah. Baru pada saat itulah dia mengetahui tentang penyakit ibunya. Jadi putra ini datang untuk mencari informasi lebih lanjut dari kami.

Tonton video ini:

Berikut ini adalah inti dari percakapan kami pagi itu. Saya harap Anda dapat belajar sesuatu dari kisah ini.

1. Dokter mengatakan saya akan maati dalam tiga bulan – tidak bisa dioperasi, tidak bisa dikemo.

Dalam kegembiraannya, bahkan sebelum kami dapat duduk di kursi kami, LAH berkata, Dokter berkata bahwa saya akan mati dalam tiga bulan. Saya harus segera menyelesaikan urusan saya.

Ini adalah sesuatu yang sering saya dengar dari pasien. Jadi saya TIDAK terkejut sama sekali oleh pernyataan seperti itu. Sebagai gantinya, saya terus tertawa saja! Tanggapan saya: Sangat bagus!

LAH: Kata dokter tidak bisa dioperasi, tidak bisa dikemo.

Chris: Tidak apa-apa! Karena Anda tidak bisa dioperasi, tidak bisa dikemo dan Anda akan mati dalam 3 bulan; maka Anda tidak bisa menyalahkan saya jika Anda mati setelah minum herbal saya. Apa lagi yang bisa saya lakukan? (LAH dan Chris tertawa).

Saya akan jelaskan nanti mengapa saya bersikap seperti ini pagi itu.

2. Apakah Anda akan mati dalam waktu tiga bulan?

C: Izinkan saya bertanya kepada Anda. Dalam hatimu, apakah kamu percaya bahwa kamu akan mati dalam tiga bulan? Mengikut saya, Anda tidak mungkin mati dalam tiga bulan! Tetapi jika Anda percaya apa yang dokter katakan kepada Anda, ya – Anda akan mati dalam waktu tiga bulan.

Ada satu pasien kanker dari Sungai Petani. Dia juga diberitahu hal yang sama – Anda mati dalam waktu tiga bulan. Dia pulang ke rumah dan membuat tanda X, X, X dalam kalendernya. Ini adalah hitungan mundur ke hari ketika ia seharusnya mati. Dan setiap hari dia mencatat jumlah hari yang tersisa. Pasien ini datang untuk meminta bantuan saya, tetapi tidak banyak yang dapat saya lakukan untuk “mengubah” kepercayaannya. Saya tidak bertemu dengannya lagi setelah kunjungan pertamanya.

3. Herbal telah membantu Anda. Jadi, teruskan minumnya dan bersabarlah.

Chris: Ketika Anda pertama kali datang kepada kami, Anda dalam kondisi yang buruk — kan? Anda kelihatan setengah mati.

LAH mengangguk setuju.

C: Melihat wajah Anda sekarang, itu berbeda (tertawa). Anda jauh lebih baik setelah minum obat herbal. Tidak mungkin Anda akan mati dalam waktu tiga bulan. Saya tidak mencoba menyesatkan Anda dengan membuat Anda merasa baik sehingga Anda akan terus meminum ramuan saya. Hanya ketika saya melihat wajah Anda, saya merasa senang. Kamu terlihat cukup sehat. Anda tidak akan mati dalam tiga bulan.

LAH: Dokter bilang begitu. Saya hanya mendengarkan saja.

C: Sekarang Anda baik-baik saja. Bersabarlah – jangan terburu-buru berusaha untuk mencari penyembuhan ajaib. Penyembuhan membutuhkan waktu. Setelah tiga bulan, kita akan lihat apakah kita dapat mengatakan bahwa kita telah menang atau tidak – Anda menang, saya menang.

LAH: Saya ingin hidup – sedang menunggu untuk melihat anaknya (menunjuk putranya).

Saya telah melihat banyak pasien yang seperti LAH. Mereka diberi tahu bahwa mereka hanya memiliki tiga hingga enam bulan untuk hidup. Tetapi mereka tidak mati seperti yang dikatakan oleh dokternya.

Studi Kasus 1: Raju adalah seorang pria yang menderita kanker tulang. Terlepas dari kemoterapi dan radioterapi, ahli onkologi menyuruh Raju pulang dan menyelesaikan urusannya. Mengikut dokternya, Raju hanya punya enam bulan untuk hidup. Di rumah dia tidak bisa tidur. Dia harus minum morfin beberapa kali sehari karena rasa sakit.

Putranya datang untuk mencari bantuan kami. Setelah dua minggu mengkonsumsi herbal, Raju dapat datang ke pusat kami. Ketika dia sembuh, dia pergi ke India untuk menunjukkan kepada putranya “harta-harta” yang dia miliki di sana. Raju tidak mati dalam waktu enam bulan. Dia masih sehat setelah sepuluh tahun.

Studi Kasus 2: Nancy menderita limfoma dan menjalani enam siklus kemoterapi. Beberapa bulan setelah kemo selesai, kankernya kambuh kembali. Ahli onkologi menyarankan Nancy untuk menjalani BMT (transplantasi sumsum tulang) yang akan menelan biaya RM100.000. Ahli onkologi mengatakan kepada Nancy, Jika Anda tidak melakukan BMT, Anda akan mati dalam waktu empat bulan! (ia itu pada bulan Desember). Nancy menolak perawatan medis lebih lanjut karena dia mengatakan dia hampir meninggal semasa perawatan kemo yang baru saja selesai.

Nancy datang untuk mencari bantuan kami dan diberi resep obat herbal. Tiga bulan kemudian, saya bertanya kepada Nancy apakah dia sudah memilih tanggal pada bulan Desember untuk mati, karena inilah yang dikatakan dokternya akan terjadi padanya! Nancy meraung, Tidak, tidak. Saya belum mau mati! Saya senang mendengarnya dan menjawab, Hebat bahwa Anda telah memutuskan untuk belum mati. Jika Anda percaya apa yang dokter katakan kepada Anda, maka Anda akan mati pada bulan Desember!

Nancy hidup selama lebih dari dua tahun lagi. Malangnya Nancy meninggal setelah “mencuri makan”.

Studi Kasus 3: Ama adalah seorang wanita berusia 59 tahun menderita kanker ovarium yang telah menyebar ke paru-parunya. Dia menjalani kemoterapi. Setelah menyelesaikan perawatannya, dokter memberi tahu putrinya, Ibumu bisa mati besok, mungkin minggu depan, tetapi paling lama dia punya tiga bulan saja. Ketika Ama datang menemui saya bersama keluarganya, dia kesulitan bernapas. Saya memberi Ama ramuan dan dia meminumnya tanpa masalah.

Anehnya, Ama menjadi sehat. Sudah lebih dari 12 tahun sekarang dan Ama masih hidup dan sangat sehat. Putranya datang untuk mengambil ramuan Ama minggu lalu. Dia baik-baik saja!

Studi Kasus 4. Henny didiagnosis menderita sarkoma di paru-parunya. Ini memang kanker langka – yang pertama dari jenisnya yang pernah saya temui dalam dua puluh tahun lebih saya membantu pasien kanker. Henny pergi ke Singapura untuk konsultasi. Ahli onkologi menyuruhnya menjalani kemoterapi. Ahli onkologi memberitahunya, Tanpa kemoterapi Anda hanya memiliki enam bulan untuk hidup. Jika Anda menjalani kemoterapi, Anda memiliki dua tahun untuk hidup. Mengikut Henny, tidak masuk akal untuk menjalani kemoterapi. Dia datang untuk mencari bantuan kami sebagai gantinya. Setelah meminum ramuan kami, kondisi Henny membaik dan dia bisa menjalani kehidupan normal.

Tujuh tahun kemudian, pada pertengahan 2019, kami bertemu dengan Henny (panah) di Surabaya, Indonesia. Lihat, semua orang tersenyum!

Henny 7 yrs later Sept 2019 Surabaya.JPG

Pelajaran yang dapat kita pelajari dari kisah-kisah diatas:

a. Kapan Anda mati – Tuhan memutuskan bukan manusia.

Anda memiliki tiga bulan atau enam bulan untuk hidup! Saya telah mendengar ini ribuan kali. Yang benar adalah, tidak ada seorang pun di bumi yang bisa memberi tahu Anda kapan Anda akan mati atau berapa lama Anda bisa hidup. Jadi di CA Care kami menahan diri dari bermain Tuhan. Secara medis dan ilmiah seseorang mungkin benar untuk memberi tahu pasiennya bahwa ia akan segera mati. Dengan mengatakan itu membuatmu merasa seperti dewa yang tahu segalanya. Apa tujuan memberi tahu prognosis yang “tidak membantu dan merusak” pada pasien Anda? Apakah pernyataan itu akan membantu atau “menghancurkan” semangat pasien?

Sayangnya, banyak orang tidak mengerti atau belajar tentang efek nocebo. Cari di internet dan inilah yang dikatakannya, efek Nocebo dikatakan terjadi ketika ekspektasi negatif pasien mengenai suatu pengobatan menyebabkan perawatan tersebut memiliki efek yang lebih negatif daripada yang seharusnya terjadi.

Dokter tidak membantu pasiennya dengan prognosis negatif seperti itu. Sebenarnya, dokter menyebabkan lebih banyak “keburukan” pada pasiennya. Saran saya kepada semua orang: Jika Anda telah sampai pada tahap di mana Anda tidak dapat menawarkan perawatan lagi kepada pasien, tindakan terbaik sekali atau tanggung jawab terakhir Anda, adalah Anda harus tutup mulut jika Anda tidak memiliki hal baik untuk dikatakan kepada pasien Anda.

Ketika LAH memberitahuku tentang kematian dalam waktu tiga bulan, saya ketawa saja. Dan LAH juga ketawa bersama-sama! Alasan saya adalah ini – kita harus memecahkan kutukan voodoo itu. Jika Anda percaya pada kutukan itu, pasien mungkin mati karena percaya apa yang dikatakan itu benar. Jadi, ketika berbicara dengan LAH saya menceritakan kepadanya beberapa contoh luar biasa dari pasien yang sama-sama “dikutuk”. Tetapi mereka tidak mati seperti yang diperkirakan. Jadi pesan saya adalah, Jangan percaya pada prognosis dokter Anda.

b. Untuk hidup atau mati – itu pilihan Anda!

Pasien punya pilihan. Ketika bulan Desember sudah dekat, saya bertanya kepada Nancy (kasus 2) apakah dia sudah menentukan tanggal kapan dia akan mati. Saya melakukan ini untuk secara tidak langsung memberitahunya bahwa jika dia ingin mati seperti yang diperkirakan, dia lebih baik bersiap-siap. Tapi Nancy punya pilihan untuk hidup jika dia ingin hidup. Saya senang mendengar jawabannya, Tidak, tidak, saya ingin hidup! Hanya itu saja! Pasien, jika Anda ingin hidup, Anda akan melakukan apa pun untuk membuat Anda hidup. Tetapi jika Anda mengatakan, tidak ada gunanya membantu diri saya sendiri karena bagaimanapun dokter saya mengatakan saya sudah akan mati – tidak ada harapan lagi. Jika Anda memiliki sikap seperti itu, Anda akan mati!

4. Tetap hidup dan terus melakukan apa yang benar.

Jangan kuai ku (berusaha menjadi lucu) dan mulailah melakukan apa yang Anda suka, lupakan apa yang saya katakan!

Saya telah melihat kasus-kasus pasien yang mulai kembali ke cara lama mereka setelah menjadi sehat. Beberapa mulai makan apa yang mereka suka. Beberapa yang lain berhenti minum obat herbal. Jika Anda melakukan ini, Anda akan menderita kembali!

Saya menceritakan kisah Nancy sebelumnya (kasus 2). Dia seharusnya mati dalam waktu empat bulan. Setelah mengkonsumsi obat herbal, dia sehat selama dua tahun lebih. Di tahun ketiganya, sebelum perayaan Imlek, saya memperingatkan Nancy tentang mematuhi  “pantangan larang makanannya.” Nancy menangis. Dia mengatakan kepada saya bahwa dia telah melewatkan semua makanan enak selama dua tahun terakhir – tidak bisa makan ini atau tidak bisa makan itu yang ia sukai. Sekarang dia berkata, untuk Imlek yang akan datang ini, aku mau makan. Aku mau menggali kubur aku dengan garpu dan sendok makan aku. Sedih sungguh – beberapa bulan setelah ini, saya diberitahu Nancy meninggal.

5. Jangan takut – semua orang pun harus mati.

Saya memberi tahu LAH. Dengan memberi tahu Anda semua ini, saya tidak berjanji bahwa Anda akan hidup selama bertahun-tahun yang akan datang. Tidak, saya tidak menyiratkan hal itu sama sekali. Tapi saya ingin semua orang menyadari ini, Kita semua harus mati suatu hari. Jadi, jangan takut. Di CA Care kami mengingatkan semua pasien kami untuk bersyukur dan bahagia. Sebagai pasien kanker, marilah kita berdoa agar selagi kita masih hidup, janganlah kita menderita. Jika Anda bisa makan, bisa tidur, bisa bergerak dan tidak sakit, bersyukurlah dan jangan meminta apa-apa lagi. Tidak ada yang hidup selamanya.

be happyBahasa.JPG

Di sisi lain, apa gunanya hidup tetapi hidup itu seperti “sayuran”. Tidak ada artinya jika kita harus menderita – tidak bisa makan, tidak bisa bicara, tidak bisa berjalan, tidak bisa tidur dan selalu kesakitan. Kamu ingin itu?

6. Jangan minum obat ini!

Chris: Dokter mengatakan dia tidak akan memberi Anda kemo. Tidak menyarankan Anda pergi untuk operasi. Jadi apa yang dia ingin kamu lakukan?

LAH: Dokter ingin saya minum obat oral ini — Letronat.

(Catatan: Ini adalah letrozole, penghambat aromatase non-steroid. Banyak pasien mengetahui obat oral ini sebagai Femera atau Tamoxifen).

C: Oh tidak. Saya tidak berpikir Anda harus minum obat ini. Saya memiliki pasien yang sangat menderita setelah mengonsumsi Tamoxifen atau Femara. Jadi jika saya jadi Anda, saya tidak akan minum obat oral ini. Anda bisa menderita banyak efek samping.

7. Hati-hati. Jangan hanya mendengarkan saran dari orang-orang di sekitar Anda.

Teman dan anggota keluarga ingin membantu Anda. Saya bisa mengerti itu. Sayangnya, sebelum Anda terkena kanker, mereka itu tidak tahu apa-apa tentang kanker. Tetapi sekarang setelah Anda menderita kanker, semuanya menjadi “profesor” dalam semalam – mereka akan meminta Anda untuk meminum ini dan meminum itu. Hati-hati. Jangan hanya mengikuti semua yang mereka katakan. Saya juga punya pasien, setelah menjadi baik, akan melupakan apa yang kami katakan kepada mereka. Mereka mulai menggunakan suplemen ini dan suplemen itu hanya karena teman-teman mereka merekomendasikan mereka untuk meminumnya. Ya, itu pilihan mereka!

8. Jaga diet / pola makan Anda!

Ini adalah permintaan saya untuk semua pasien. Harus jaga diet Anda. Anda tidak dapat makan apa pun yang Anda suka bahkan jika Anda merasa sudah sehat atau “sembuh”. Tentu saja, jika Anda sudah bosan dan ingin “pulang” lebih cepat, silakan makan apa yang Anda suka. Nikmati makanan Anda sepenuhnya. Dan pergi dengan damai dan cepat!

Saya ingat kasus seorang pasien kanker usus besar yang saya panggilnya sabagai Paman Bukit Penang. Setelah operasi, dia menolak kemo dan minum obat herbal kami. Dokternya tidak keberatan karena Paman sudah tua – melewati usia 80-an. Dia baik-baik saja selama lebih dari dua tahun. Kemudian dia mulai bergabung dengan teman-teman lamanya. Mereka sering mengunjungi kedai kopi / kedai makan setiap pagi. Paman mulai makan goreng bee hoon, dan nasi ayam (menurut dia, dia makan nasinya saja, tidak makan daging ayam). Dia menderita kekambuhan. Kanker menyebar ke paru-parunya dan dia meninggal.

Saya bisa menceritakan lebih banyak lagi kisah seperti ini. Jadi berhati-hatilah dengan diet Anda.

9. Nasihat terakhir saya: Anda sekarang berada di jalan yang benar – terus lakukan apa yang membuatkan Anda sehat.

Saya mengatakan kepada LAH, Anda telah mengambil jalan yang benar dan Anda baik-baik saja. Terus lakukan apa yang Anda lakukan sekarang. Minumlah obat herbal dan pantang seperti yang saya sarankan.

Nasihat ini masuk akal, bukan? Anda tidak perlu memiliki banyak “otak” untuk memahami mengapa saya memberikan saran ini. Dalam posting saya berikutnya, Anda akan belajar bahwa ini tidak terjadi dengan LAH dan pasien lain seperti dia! Sedih.

Penulis: CA Care

In obedience to God's will and counting on His mercies and blessings, and driven by the desire to care for one another, we seek to provide help, direction and relief to those who suffer from cancer.