Biaya Perawatan Kanker Payudara yang Sangat Tinggi

Lian (bukan nama sebenarnya) adalah seorang wanita berusia 65 tahun dari salah satu kepulauan Riau di Indonesia. Saya menerima email dari putranya Henry (bukan nama sebenarnya):

• Ibuku merasakan sesuatu di dadanya. Itu semakin besar dari pertengahan 2021.

• Ini berlaku sekitar 2 bulan setelah dia divaksinasi.

• Saya membawanya ke Jakarta pada Oktober 2021 untuk pemeriksaan. Hasil USG di Jakarta menunjukkan diameter tumor di payudara kanannya adalah 2 cm.

• Baru-baru ini dia merasakan sakit.  Minggu lalu saya membawanya ke Rumah Sakit A, sebuah rumah sakit swasta di Penang, untuk melakukan pemeriksaan lagi.

1. Tes darah.

Gambar darah lengkapnya (full blood picture), tes fungsi hati, dan penanda tumor semuanya dalam kisaran normal.

2. USG.

USG Payudara Kanan:

• Lesi padat dengan tepi tidak teratur terlihat pada posisi sekitar jam 6 (atas) berukuran sekitar 2,9 x 2,7 x 2,7 cm. Ini mencurigakan keganasan.

• Terdapat lesi berlobus padat berukuran sekitar 0,7 x 0,5 x 0,7 cm pada posisi sekitar jam 2, sekitar 1,8 cm dari puting susu. Ini mengandung beberapa kalsifikasi.

• Pembesaran kelenjar aksila kanan berukuran 1,9 x 1,2 x 1,8 cm menunjukkan hilangnya hilus lemak normal (atas). Beberapa nodus aksila kanan yang lebih kecil juga menunjukkan hilangnya hilus lemak normal.

3. Mammogram payudara kanan.

• Ada benjolan yang jelas di payudara kanannya.

4. Pemindaian PET.

• Tidak ada lesi fokal FDG-avid di daerah kepala dan leher, lesi parenkim paru, lesi dinding dada, nodus mediastnal atau massa hilus.

• Massa FDG-avid berukuran 2,9 x 2,7 cm di payudara kanan.

• Nodus aksila kanan yang FDG-avid berukuran 1,8 x 1,3 cm. Node kecil terlihat di sekitar ini. Tidak ada nodus aksila FDG-avid lain yang terlihat.

5. Biopsi.

• Benjolan payudara kanan, biopsi inti (pukul 6): Karsinoma invasif tanpa tipe khusus (NST), derajat 3.

• Sel tumor negatif terhadap reseptor estrogen, progesteron dan Her2.

Lian diberitahu bahwa karena ukuran tumor yang “besar”, dia harus menjalani kemoterapi terlebih dahulu sebelum operasi. Keluarga tidak senang dengan gagasan menjalani kemo sebelum operasi. Jadi mereka memutuskan untuk pulang tanpa perawatan lebih lanjut!

Biaya Prosedur Diagnostik

Henry berkata:

• Saya menghabiskan sekitar RM 10.817 di Rumah Sakit A. Biaya ini meliputi:

• Pemindaian PET sekitar RM 4.600.

• RM 3.000 untuk mammogram, tes darah dan USG.

Sebelum dan sesudah operasi, Lian perlu menjalani kemoterapi dan imunoterapi.

• Untuk kemo, RM 5.000 setiap kali dan dia harus mengambil 8 kali, setiap 3 minggu. Total biaya RM40,000.

• Untuk Imunoterapi, biayanya RM 15.000 setiap kali dan dia perlu menerima perawatan sekitar 17 kali selama setahun. Total RM255.000.

• Saya diberitahu bahwa ini adalah kanker triple negatif – jadi harus menjalani imunoterapi (antibodi) selain kemoterapi untuk menghindari kanker kembali.

• Biaya kemo + imunoterapi sangat mahal. Kami tidak mampu melakukannya.

Diberitahu  Tentang CA Care

Henry menulis:

• Ketika kami kembali ke rumah dari Penang, sepupu saya bercerita tentang Anda. Dia mendengar dari temannya bernama Pak Edy yang menderita kanker usus 12 tahun yang lalu dan dia mendapat pengobatan dari Anda

• Dan kemudian, saudara perempuan saya juga berbicara dengan tetangga kami. Kebetulan, ibunya juga meminum herbal CA Care. Ibunya meminum herbal Anda sejak tahun lalu.

Pada titik ini saya menerima email dari Henry.

Selamat malam, Dokter,

Biopsi menunjukkan kanker triple negatif stadium 2. Semoga Anda dapat memberi kami beberapa saran tentang apa yang harus kami lakukan untuk menyembuhkan penyakitnya.

Alasan mengapa kami mencoba mencari alternatif lain adalah karena kami tidak mampu melakukan kemoterapi dan imunoterapi yang harganya sangat mahal. Jika kami perlu berkonsultasi dengan Anda di Penang, saya akan mencoba mengatur waktu untuk memenuhi jadwal Anda.

Balasan: Setiap wanita yang menderita kanker payudara — menjalani biopsi tetapi menolak untuk mengangkat seluruh payudara adalah BODOH — AMAT BODOH. Anda harus mengangkat payudara sekarang. Anda tidak bisa hanya menyimpannya. Lakukan mastektomi total, yaitu mengangkat kanker payudara secara total.

Ini adalah jenis kanker triple negatif — berbahaya! Setelah payudara dioperasi, datang untuk temui saya setelah 2 minggu. Saya tidak akan melihat orang yang tidak mau operasi kanker payudaranya.

Hai Dokter,

Terima kasih atas jawapan cepat dokter. Apakah Anda punya rekomendasi rumah sakit untuk melakukan mastektomi? Karena jika kita kembali ke RS A, kita akan diminta untuk melakukan kemoterapi dan imunoterapi terlebih dahulu, sebulum dioperasi.

Balasan: Oke, pergi ke Dr. B di Rumah Sakit B dan lihat apa yang dia katakan.

Hai Dokter,

Kami mengambil tindakan dengan sangat cepat setelah kami mendapat saran Anda. Saya mencoba mencari beberapa rumah sakit yang dapat dijangkau melalui laut dan bus dari bandar halaman kami. Pilihan pertama adalah rumah sakit di Johor Baru. Namun, di JB tidak ada dokter spesialis kanker payudara. Kemudian saya temukan dokter spesialis kanker payudara di RS M Melaka. Kami melakukan telekonsultasi melalui video dapa awal nya. Dokter mengatakan bahwa tumornya tampaknya tidak begitu besar dari laporan yang saya kirimkan kepadanya. Oleh karena itu, dia meminta kami untuk menemuinya di Melaka untuk melihat apakah kami bisa melakukan operasi tanpa kemo terlebih dahulu.

Perkiraan biaya pertama untuk mastektomi di Rumah Sakit M sekitar RM 12.000. Karena ibu saya juga perlu mengangkat tumor lain di payudara kirinya maka biayanya sekitar RM 15.000.

Perkiraan biaya operasi di Rumah Sakit A di rumah sakit di Penang adalah RM 20,000. Ini hanya biaya untuk operasi tidak termasuk biaya kamar.

Sekali lagi, terima kasih banyak atas respon cepat Anda. Sangat menghargai itu.

 19 Okt 2022. Hai Dokter, Selamat siang.

Ibu saya telah melakukan mastektomi kemarin 19 Oktober tanpa kemo di Melaka.

21 Okt 2022. Hai Dokter,

Ibu saya keluar dari rumah sakit sore ini dan semuanya tampak baik-baik saja. Dengan ini saya lampirkan tagihan rumah sakit untuk referensi Anda.

1. Total biaya rumah sakit      RM10.039.71

2. Biaya dokter                           RM 6.499.27

  • Ahli Bedah RM3.988.00
  • Anestesi      1.490,15
  • Layanan laboratorium 477,12
  • Pelayanan Radiologi     544,00

Pelajaran yang Dapat Kita Pelajari Dari Kasus Ini

1. Ambil jalan yang benar. Saya sangat senang bahwa Lian mengambil langkah segera untuk menghilangkan benjolan kanker dari payudaranya. Jika benjolan ini dibiarkan tumbuh di payudaranya, akhirnya ini akan pecah dan bisa menimbulkan lebih banyak lagi masalah. Selama bertahun-tahun, saya telah melihat pasien yang datang kepada saya dengan payudara “busuk”. Mereka memiliki gagasan yang keliru bahwa herbal atau suplemen dapat membuat tumor kanker di payudara mereka hilang. Salah!

2. Kemo sebelum operasi – dokter yang berbeda memiliki pendapat yang berbeda! Lian disuruh menjalani kemoterapi sebelum operasi. Dia menolak kemo dan pulang ke rumah dengan perasaan “kalah”, yaitu setelah menghabiskan RM 10.817 untuk prosedur diagnostik di Penang. Saran saya untuk putranya adalah: Pergi dan cari dokter lain! Saya senang dia menemukan satu dokter di Rumah Sakit Melaka untuk melakukan operasi tanpa harus melakukan kemo terlebih dahulu.

3. Sebelum menyetujui perawatan, ketahui apa yang Anda hadapi. Protokol standar untuk mengobati kanker payudara adalah: pembedahan, diikuti dengan kemoterapi dan/atau radioterapi. Tapi sekarang, pilihan terbaru yang ditawarkan kepada pasien adalah imunoterapi – biayanya sebagai “bom”!

Anda mungkin ingin bertanya: Seberapa efektif imunoterapi? Ini adalah jawaban yang saya dapatkan dari internet:

 Meskipun harga yang tinggi dan janji imunoterapi meningkat, obat-obatan itu tidak berkesan untuk kebanyakan pasien. Sebuah studi tahun 2019 yang diterbitkan di JAMA Network menunjukkan hanya 13% pasien yang menerima inhibitor checkpoint, seperti Yernoy, yang benar-benar mendapat manfaat dari pengobatan yang banyak digembar-gemborkan.

Sejak awal Lian dan putranya diberi gambaran tentang berapa total biaya perawatannya. Pembedahan akan memakan biaya sekitar RM30.000, kemoterapi RM40.000 dan imunoterapi akan menelan biaya setidaknya RM255.000 (atau seperempat juta) ringgit. Keluarga tidak mampu untuk menjalani rawatan itu. Ini memang menyedihkan.

Selama bertahun-tahun banyak pasien yang datang untuk mencari bantuan kami mengatakan kepada saya bahwa mereka harus menjual rumah atau sebidang tanah untuk membayar tagihan medis mereka. Saya juga punya pasien yang menghabiskan RM30.000 dan tidak punya uang lagi. Mereka terpaksa berkemas dan pulang – melepaskan gagasan untuk menerima perawatan medis di Penang.

4. Tanyakan apakah perawatan seperti kemo dan/atau imunoterapi akan menyembuhkan kanker Anda. Menghabiskan uang adalah satu hal, pertanyaan terpenting yang perlu kita tanyakan adalah – apa hasil pengobatan setelah menghabiskan seperempat juta ringgit? Apakah kankernya sembuh?

Sayangnya, tidak ada yang bisa menjamin hasil yang positif. Sayangnya juga, beberapa pasien TIDAK ingin mengetahui jawaban penting ini!

Selama bertahun-tahun, saya telah melihat banyak kegagalan — uang hilang dan pasien berakhir dengan efek samping pengobatan yang parah.

Dr. Norah Lynn Henry menulis artikel Imunoterapi untuk Perawatan Kanker Payudara: Apakah Ini Pilihan? (https://www.cancer.net/blog/2020-09/immunotherapy-breast-cancer-treatment-it-option). Dia berkata:

• Salah satu tantangan imunoterapi adalah tidak mengetahui siapa yang mungkin mendapat manfaat dari pengobatan.

• Kedua, imunoterapi dapat menyebabkan efek samping yang substansial, termasuk yang mengancam jiwa. Efek samping yang paling umum adalah reaksi kulit, seperti kemerahan dan melepuh, dan gejala seperti flu, seperti demam, mual, lemas, dan nyeri tubuh. Berbagai jenis imunoterapi dapat menyebabkan efek samping yang berbeda.

• Tantangan ketiga yang penting adalah harga pengobatan ini amat mahal sekali.

5. Hati-hati, biaya perawatan berbeda dari rumah sakit ke rumah sakit. Lian pergi ke Rumah Sakit A di Penang. Dia harus menghabiskan RM 10.817 untuk prosedur diagnostik! Itu sebelum operasi sebenarnya yang akan menelan biaya RM20,000 lagi.

Hanya beberapa bulan yang lalu, satu pasien menjalani mastektomi total di Rumah Sakit B di Penang. Total biaya adalah RM15.000. Perhatikan, Rumah Sakit B dikatakan sebagai rumah sakit nirlaba (didanai swasta). Namun yakinlah, ahli bedah yang melakukan mastektomi sama kompeten dan terkenalnya dengan dokter-dokter  lain di Penang. Faktanya, ahli bedah ini adalah salah satu dari dua dokter yang saya sarankan untuk Anda kunjungi jika Anda menderita kanker payudara. Ingat lagi, mahal belum tentu lebih baik!

6. Waspadalah terhadap penggunaan prosedur diagnostik yang berlebihan, penggunaan PET scan yang berlebihan, perawatan yang berlebihan, dll. Perhatikan baik-baik apa yang harus dialami Lian dalam persiapan operasinya – dia melakukan tes darah, ultrasound, mammogram, PET scan dan akhirnya biopsi. Semua prosedur ini memberikan kontribusi yang signifikan terhadap total biaya RM10.000.

 Izinkan saya mengajukan satu pertanyaan – apakah SEMUA prosedur ini mutlak diperlukan? Untuk beberapa prosedur, jawabannya adalah ya, tetapi tidak untuk semuanya.

Biarkan saya tidak memberikan pendapat saya sendiri tentang hal ini tetapi mengutip apa yang dikatakan ahli medis lain …..

Shannon Brownlee dkk dalam artikel Evidence for Overuse of Medical Services Around the World (https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC5708862/) menulis:

• Kami menggunakan istilah penggunaan berlebihan untuk merujuk pada layanan apa pun yang tidak diperlukan dengan cara apa pun dan untuk alasan apa pun.

• Penggunaan yang berlebihan (pengobatan, tes diagnostik, prosedur terapeutik) adalah masalah global yang menimpa negara kaya dan miskin.

• Di Amerika Serikat, perkiraan pengeluaran untuk penggunaan berlebihan … berkisar dari 6% hingga 8% dari total pengeluaran perawatan kesehatan.

• Di seluruh dunia, penggunaan beberapa layanan individual secara berlebihan dapat mencapai 80% kasus.

Kelsey Chalmers dkk (https://jamanetwork.com/journals/jamanetworkopen/fullarticle/2779118) menulis:

• Penggunaan yang berlebihan didefinisikan sebagai pemberian tes dan prosedur yang memberikan sedikit atau tidak ada manfaat klinis, tidak mungkin berdampak pada keputusan dokter, meningkatkan pengeluaran perawatan kesehatan tanpa meningkatkan hasil kesehatan, atau berisiko membahayakan pasien melebihi manfaat potensial.

• Meskipun dokter bertanggung jawab untuk memesan tes dan perawatan, pola praktik mereka mungkin dipengaruhi oleh kebijakan dan budaya rumah sakit.

Sebuah laporan oleh AACC – sebelumnya dikenal sebagai American Association for Clinical Chemistry (https://www.aacc.org/cln/cln-stat/2018/march/15/close-up-on-diagnostic-test-overuse) mengatakan :

• Penggunaan tes laboratorium yang berlebihan merupakan masalah kronis.

• Studi menemukan hingga 70% dari tes laboratorium di rumah sakit cenderung tidak penting atau tidak perlu secara klinis.

Dalam sebuah artikel Memahami over-imaging (https://www.mdanderson.org/publications/conquest/understanding-over-imaging.h37-1589046.html) Laura Sussman menulis:

• American Society of Clinical Oncology (ASCO) TIDAK merekomendasikan penggunaan CT, PET scan, penanda tumor dan pemindaian tulang nuklir pada kanker payudara stadium awal.

• Carlos Barcenas, M.D., menunjukkan bahwa rekomendasi dari National Comprehensive Cancer Network — standar emas untuk pedoman pengobatan — dengan jelas menyatakan bahwa untuk wanita dengan penyakit dini, prosedur yang tepat untuk diagnosis hanya mencakup mammogram, ultrasound, pemeriksaan klinis, dan pemeriksaan darah .

• “Seringkali dokter berpikir bahwa mereka tidak baik kepada pasien mereka jika mereka tidak melakukan semua yang mereka bisa melalui pengujian,” jelas Giordano, ketua Riset Layanan Kesehatan. “Tetapi ada pergeseran fokus untuk melakukan apa yang penting bagi pasien dan apa yang terbukti meningkatkan hasil, daripada pengujian demi pengujian.”

Caroline Helwick dalam artikel PET Scan Tidak Direkomendasikan untuk Kebanyakan Pasien Kanker Payudara: Potensi Kontroversi Baru dalam Pengujian Kanker Payudara (https://www.ahdbonline.com/issues/2010/march-april-2010-vol-3-no- 2/93-article-93) menulis:

• Menurut pedoman praktek 2010 yang diperbarui dari National Comprehensive Cancer Network (NCCN), pemeriksaan pasien dengan kanker payudara dini tidak boleh mencakup pencitraan dengan PET scan atau dengan PET/ CT scan. Panel Kanker Payudara NCCN memberikan jempol ke bawah untuk penggunaan modalitas ini di sejumlah pengaturan.

• PET atau PET/CT dapat membantu dalam beberapa kasus penyakit stadium III di mana studi staging standar tidak jelas atau mencurigakan, tetapi tidak boleh rutin dalam staging kanker payudara stadium I, II, atau stadium III yang baru didiagnosis, atau yang dapat dioperasi, Panel Kanker Payudara menyimpulkan.

“Implikasi dari rekomendasi kami adalah bahwa PET/CT digunakan secara berlebihan pada kanker payudara,” kata Robert Carlson, MD, dari Stanford Cancer Center, Palo Alto, California.

• “Apa yang memicu penggunaan yang berlebihan? Saya tidak begitu tahu. Pemesanannya mudah, tetapi harganya sangat mahal. Jadi ada masalah keuangan dalam hal imbalan bagi dokter yang sering melakukannya.

• Masyarakat kita berasumsi bahwa teknologi apa pun dengan label harga tinggi memiliki nilai, tetapi teknologi terbaru belum tentu merupakan teknologi terbaik,” kata Dr Carlson.

Kanker Payudara: Bagian 3. Setelah Kemoterapi Dia Memilih Terapi CA Care

Bagian 1: Bencana – dua puluh bulan setelah operasi!

Bagian 2: Kemoterapi menyelamatkannya.

Bagian 3: Setelah kemoterapi dia memilih Terapi CA Care.

Pada tanggal 15 September 2022, kami menerima email dari Lucy yang meminta bantuan. Meskipun penyebaran kanker Lucy tampaknya telah hilang, Lucy memiliki banyak masalah (lihat tabel di bawah). Itu berarti dia belum sembuh sepenuhnya.

Agar adil, sebelum Lucy memulai terapi kami, saya meminta Lucy untuk memperhatikan hal-hal berikut:

1. TIDAK ADA PENYEMBUHAN KANKER. Kebanyakan pasien yang datang kepada kami telah menjalani perawatan medis – operasi, radiasi atau kemo. Apakah ini menyembuhkan mereka?

Jika Anda datang ke sini mengharapkan saya untuk menyembuhkan Anda, ketahuilah bahwa saya juga tidak dapat menyembuhkan kanker Anda. Dari pengalaman saya, TIDAK ADA seorang pun di dunia ini yang dapat menyembuhkan kanker apa pun. Setelah beberapa tahun, kanker kembali lagi!

Tetapi jika Anda ingin saya membantu Anda – untuk memberi Anda pilihan lain, untuk memiliki kualitas hidup yang lebih baik – mungkin itu bisa. Tapi itu semua tergantung pada Anda. Karena kesehatan Anda adalah tanggung jawab Anda.

Apakah Anda bersedia membantu diri Anda sendiri? Apakah Anda bersedia mengubah gaya hidup, pola makan, dll?

2. HERBAL KAMI BERASA TIDAK SEDAP, DAN BERBAU MENGERIKAN. Selain rasa dan baunya yang tidak enak, Anda perlu merebus herba beberapa kali sehari — itu banyak pekerjaan! Anda perlu minum dua, tiga atau empat jenis teh setiap hari.

3. ANDA HARUS MENJAGA POLAR MAKANAN ANDA – ANDA TIDAK BISA MAKAN APA PUN YANG ANDA SUKA. Anda tidak bisa makan apa pun yang berjalan – artinya, tidak ada daging, tidak ada telur, tidak ada susu, dll. Jangan makan gula. Jangan makan makanan berminyak atau gorengan, garam meja.

4. COBA TERAPI KAMI SELAMA DUA SAMPAI EMPAT MINGGU. Mungkin pada 2 minggu pertama menjalani terapi kami, Anda mungkin menderita – lebih banyak rasa sakit, merasa lebih lelah, dll. Itu krisis penyembuhan. Jangan berhenti. Mudah-mudahan setelah 3 sampai 4 minggu Anda mungkin merasa lebih baik.

Jika Anda tidak merasa lebih baik setelah satu bulan menjalani terapi kami — yaitu, herbal tidak membantu Anda sama sekali — maka berhentilah mengikuti terapi kami. Silakan minta orang lain untuk membantu Anda.

Jika Anda merasa lebih baik, lanjutkan dengan terapi kami.

Selain daripada itu, izinkan saya mengatakan ini: Anda harus percaya pada apa yang kami lakukan. Jika Anda berpikir bahwa terapi kami tidak ilmiah, tidak terbukti, maka tidak ada alasan bagi Anda untuk menemui kami.

Lucy memahami hal di atas dengan baik dan memutuskan untuk mencoba terapi kami. Inilah yang terjadi setelah satu bulan menjalani terapi kami.

Saya meminta Lucy untuk memberikan skor 0 sampai 10 untuk semua masalahnya, 0 = kondisi sangat parah, dan 10 = tidak ada masalah atau kondisi sangat baik.

Sebagai ringkasan, Lucy menulis:

Dr Chris yang terhormat,

Secara keseluruhan, ada banyak manfaat. Terima kasih yang setulus-tulusnya.

Setelah mengkonsumsi herbal selama satu bulan:

• Ya, Pain Tea membantu sakit punggung dan lutut saya. Merasa baik hari ini saat bekerja

• Pain Tea membantu mengurangi rasa sakit di dada, lutut, leher dan sakit punggung.

• Saya bisa tidur lebih nyenyak di malam hari, bangun jam 5 pagi atau 6 pagi.

• Saya merasa kurang lelah.

• Saya bisa bernapas lebih baik sekarang.

• Tidak ada lagi sembelit, buang air besar lancar.

• Hidung tersumbat sedikit lebih baik (masalah ini timbul setelah kemo).

Masih ada beberapa masalah yang tersisa:

• Pembengkakan lengan atas berkurang tetapi lengan bawah tidak berkurang, mungkin 5% saja.

• Ada beberapa bintik di kedua paha, seperti jerawat di telinga kiri dan satu di pantat.

• Mati rasa pada ibu jari dan jari tangan kiri – tidak ada perbaikan. Namun ada sedikit perbaikan pada jari tangan kanan dan kedua jari kaki.

Mati rasa adalah setelah kemoterapi. Setelah kemoterapi ke-3, mati rasa mulai berangsur-angsur dan juga bengkak. Dan pada akhir kemo ke-5, seluruh tubuh membengkak tetapi ahli onkologi tidak menangani masalah ini. Bahkan sekarang, tubuh bagian bawah saya terasa agak berat tapi bisa ditahan.

• Saya perhatikan ada nyeri pada lutut dan punggung setelah mengkonsumsi makanan tertentu seperti kacang-kacangan.

Keputusan Penting Untuk Diambil

Chris: Setelah minum herbal selama satu bulan, apakah Anda ingin melanjutkan dengan herbal ini lagi?

Lucy: Ya, ramuannya herbal sangat efektif dan saya ingin melanjutkannya selama sebulan lagi. Bersyukur saya bisa mengenal terapi Anda.

Komentar

1. Herbal kami bukan ajaib. Kesembuhan setelah mengikuti terapi kami selama sebulan tidak berarti banyak. Tetapi peningkatan kesehatan seseorang menunjukkan bahwa cara kami menyembuhkan kanker adalah nyata dan efektif.

Pengalaman kami menunjukkan bahwa bahkan setelah 5, 10 atau 20 tahun kanker masih bisa kembali. Sedih tapi benar. Oleh karena itu saya memberitahu pasien untuk terus melakukan apa yang mereka lakukan yang membuat mereka lebih sehat. Tidak masuk akal bagi mereka untuk menghentikan terapi kami dan kembali ke cara hidup lama mereka – kehidupan yang membuat mereka sakit pada awalnya.

2. Belajar dari pengalaman orang lain. Kanker payudara adalah kanker nomor satu yang pernah kami tangani. Dan kami senang untuk mengatakan bahwa selama bertahun-tahun, banyak pasien mendapat manfaat dari terapi kami – yaitu, perubahan pola makan, perubahan gaya hidup, dan konsumsi herbal.

Kunjungi situs web kami: http://www.CancerCareMalaysia.com / http://www.CancerCareIndonesia.com  untuk mempelajari lebih lanjut.

Izinkan saya berbagi beberapa penyembuhan luar biasa yang telah berlaku.

Kanker Payudara: Bagian 2. Kemoterapi menyelamatkannya!

Bagian 1: Bencana – dua puluh bulan setelah operasi.

Bagian 2: Kemoterapi menyelamatkannya.

Bagian 3: Setelah kemoterapi dia memilih Terapi CA Care.

Karena metastasis seperti yang ditunjukkan pada pemindaian PET yang dilakukan pada 10 Desember 2021, Lucy tidak punya pilihan selain melanjutkan kemoterapi. Memang kanker telah menyebar luas.

Lucy menulis:

1. Pada 11 Desember 2021, saya menerima kemoterapi siklus pertama. Regimen yang digunakan adalah: Daxotel (taxotere), Endoxan (cyclophosphamide) dan Herceptin.

2. Dokter naturopath saya menyarankan bahwa diet saya perlu memasukkan ikan, daging, melon, sayuran, garam laut, gula merah, minyak yang baik!

3. Pada tanggal 31 Desember 2021, saya menjalani kemoterapi siklus ke-2.

4. Pada 21 Januari 2022, saya menjalani kemoterapi siklus ke-3.

5. Pada 11 Februari 2022, saya menjalani kemoterapi siklus ke-4.

6. Pada tanggal 4 Maret 2022, saya menjalani kemoterapi siklus ke-5. Saya menderita retensi air.

7. Pada tanggal 25 Maret 2022, saya menjalani kemoterapi siklus terakhir atau ke-6. Retensi air lebih parah.

8. Pemindaian PET pada 14 April 2022 memang menunjukkan respon yang baik.

Sebelum kemo ———– setelah 6 siklus kemo

Kesimpulan:

1. Temuan scan menunjukkan respon metabolik lengkap pada kekambuhan dinding dada, metastasis nodal dan penyebaran jauh.

2. Perubahan atelektasis baru pada dasar paru kiri dengan efusi pleura kiri ringan mungkin disebabkan oleh infeksi baru-baru ini.

Komentar.

1. Hasil kemoterapi yang luar biasa.

Bandingkan ketiga gambar ini :

Kiri: Setelah operasi Lucy menjalani terapi alternatif, menolak kemoterapi. Hasilnya adalah metastasis luas (tengah).

Kanan: Lucy tidak punya pilihan selain menjalani kemoterapi. Hasil dari 6 siklus kemoterapi sungguh luar biasa! Selama lebih dari 25 tahun saya berurusan dengan pasien kanker, saya belum pernah melihat hasil kemoterapi yang luar biasa seperti ini. Salut dengan ahli onkologi! Anda menyelamatkan Lucy!

Faktanya, hasil chemo ini sangat sulit dipercaya sehingga orang tergoda untuk bertanya apakah itu asli dan bukan palsu? Jawaban saya TIDAK, studi detail hasil PET scan di bawah ini adalah nyata! Kaji gambar berikut dengan cermat – sebelum dan sesudah kemoterapi.

]

Satu pelajaran yang saya pelajari dari kasus ini adalah bahwa sementara kemoterapi telah mendapatkan reputasi buruk, ada kalanya kemoterapi memang membantu dan dapat menyelamatkan hidup Anda. Jadi mari kita berpikiran terbuka. Tidak ada satu aturan yang benar untuk mengobati kanker.

2. Apakah Lucy sembuh dari kankernya? Meskipun pemindaian PET menunjukkan respons lengkap terhadap pengobatan, apakah itu berarti Lucy sembuh? Sayangnya, jawabannya TIDAK. Kanker dapat kembali setelah jangka waktu tertentu.

Di bawah ini adalah hasil tes darah selama periode waktu tertentu. Ini memang paling membingungkan. Bahkan ketika dia didiagnosis menderita kanker payudara, CEA dan CA15.3-nya (ini adalah penanda tumor normal untuk kanker payudara) masih tetap dalam kisaran normal.

Ketika Lucy menderita metastasis luas, pembacaan CA15.3-nya juga normal sementara CEA naik menjadi 8,3 (nilai normalnya adalah 5,0).

Setelah 6 siklus kemoterapi, CEA-nya turun menjadi kurang dari 0,5 dan CA15,3 turun menjadi 10,8.

Namun 3 bulan kemudian, pada Juli 2022, CEA meningkat menjadi 2,5, sementara CA15,3 turun lebih jauh menjadi 9,2.

Memang bacaan seperti ini membingungkan.

3. Nancy masih perlu perawatan lagi. Karena tidak ada yang bisa memprediksi apakah kanker bisa kambuh atau tidak, sebagai tindakan pencegahan, ahli onkologi mengatakan Lucy harus menjalani pengobatan dengan Herceptin seumur hidup! Perawatan ini akan menghabiskan banyak uang!

Nancy berkata, Karena saya telah menggunakan semua asuransi kesehatan saya, saya menolak perawatan lebih lanjut darinya.

 Ahli onkologi (dari rumah sakit swasta) kemudian merujuk Nancy ke rumah sakit kanker pemerintah untuk perawatan lebih lanjut karena kendala keuangan ini.

Nancy menulis:

1. Pada 19 April 2022, saya mulai menggunakan obat oral Letrozole. Ini diresepkan oleh ahli onkologi dari rumah sakit pemerintah.

2. Pada 9 Mei 2022, dokter di rumah sakit pemerintah mengatakan penggunaan Herceptin adalah opsional. Jika saya ingin menggunakannya saya harus membeli dari apotek. Harganya RM1.500 per dosis.

3. Pada 2 Juni 2022, saya mulai menggunakan Zometa untuk metastasis tulang. Biayanya RM200 per dosis setiap 3 bulan.

4. Pada tanggal 25 Agustus 2022, saya mendapat dosis kedua Zometa. Janji temu saya berikutnya adalah pada November 2022.

Kanker Payudara: Bagian 1. Bencana – dua puluh bulan setelah operasi!

Lucy (bukan nama sebenarnya) berusia 58 tahun ketika dia melihat kemerahan di payudara kirinya. Dia juga merasa ada benjolan di payudara kirinya. Lucy pergi ke rumah sakit pemerintah untuk berkonsultasi. Ultrasonografi mengkonfirmasi adanya lesi 2,6 x 3,6 x 3,2 cm pada pukul 10 hingga 11 di payudara kirinya. Ada juga beberapa kelenjar aksila yang membesar. Selanjutnya, biopsi memastikan bahwa itu adalah karsinoma invasif – tidak ada tipe khusus.

Pada 13 Juli 2019, Lucy menjalani mastektomi  payudara kirinya di sebuah rumah sakit swasta. Beberapa kelenjar getah bening juga diangkat.

Histopatologi mengkonfirmasi karsinoma duktal infiltrasi, grade 3 dengan karsinoma duktal in situ – tingkat nuklir tinggi. Lima belas dari 17 kelenjar getah bening menunjukkan keganasan. Kanker dipentaskan sebagai pT2N3Mx dan ER positif, PR negatif dan e-ERB-2 = 2+.

Rontgen dada menunjukkan mediastinum normal dan lapang paru lainnya bersih. Tidak ada lesi tulang rusuk yang terlihat.

Total biaya mastektomi di rumah sakit swasta ini adalah RM14,999.70

Biarkan Lucy menceritakan ceritanya dengan kata-katanya sendiri.

1. Awalnya Saya Menolak Untuk Menjalani Kemoterapi

1. Pada tanggal 23 Juli 2019, atas rekomendasi guru Dharma saya, saya berkonsultasi dengan Dr. N, seorang ahli naturopati.

• Dr. N memang menyebutkan tentang saya melakukan 3 siklus kemoterapi. Dia juga menasihati saya:

• Untuk mengambil baking soda (soda kue) dengan gula merah.

• Untuk mengambil bubuk kunyit dan protein whey.

• Hindari kedelai, kuning telur, jamur segar, almond.

• Untuk mengambil biji chia, soba, millet, bit kukus, sayuran hijau, 1 bagian beras merah + 3 bagian nasi putih, marmite, kacang-kacangan, lentil.

2. Pada tanggal 8 Agustus 2019, saya berkonsultasi dengan dokter spesialis onkologi di sebuah rumah sakit swasta di Kuala Lumpur. Pemindaian PET dilakukan. Hasilnya menunjukkan:

• Serapan FDG derajat rendah terlihat pada perubahan inflamasi pascaoperasi pada dinding dada anterior kiri. Tidak ada nodus hipermetabolik atau metastasis jauh.

Ahli onkologi menyarankan saya untuk melakukan 6 siklus kemoterapi. Saya memberi tahu ahli onkologi bahwa saya ingin mencari pendapat kedua. Ahli onkologi berkata:  Anda akan mati jika tidak melanjutkan kemo!

3. Pada tanggal 9 Agustus 2019, saya kembali ke Dr. N, dokter naturopati untuk membahas hasil PET scan. Saya mengatakan kepada Dr. N bahwa saya tidak mau melakukan kemoterapi. Ibu saya meninggal setelah radioterapi untuk kanker paru-parunya. Dr N menyarankan saya untuk terus mengkonsumsi soda kue dan kunyit.

4. Pada 21 Agustus 2019. USG payudara menunjukkan hasil normal – tidak ada nodul padat, tidak ada kista, tidak ada pengapuran dan tidak ada infeksi kelenjar getah bening.

5. Pada tanggal 29 Agustus 2019. Saya pergi berkonsultasi dengan dokter di rumah sakit swasta yang saya menjalani operasi pada awalnya. Dokter itu tidak mau menemui saya setelah saya mengatakan kepadanya bahwa saya tidak mau melakukan kemoterapi.

2. Saya Mulai Minum Obat Oral – Tamoxifen.

6. Pada 20 Februari 2020. seorang dokter di rumah sakit kanker meresip saya tamoxifen.

7. Pada 21 Februari 2020. Saya pergi ke dokter naturopati saya untuk meminta nasihatnya.

Dr N sarankan saya:

• Untuk mengambil tamoxifen hanya 1 tahun.

• Konsumsi suplemen: super leutin, izumia, minyak ikan, vit D3, kalsium.

8. Pada tanggal 15 Desember 2020, saya menemukan benjolan di leher saya. Saya berkonsultasi dengan dokter naturopati saya lagi.

9. Pada Februari 2021, saya berhenti pergi ke rumah sakit kanker dan berhenti minum tamoxifen karena lockdown Covid-19.

10. Pada Mei 2021. Setelah berkonsultasi dengan ahli gizi, saya mulai mengonsumsi suplemen seperti: Bio Rex, Nona, spirulina organik, curcumix, Biovision, Bio organmix, probiotik, Vit. C.

3. Masalah – Nyeri Otot Dan Lengan Bengkak

11. Pada tanggal 30 Agustus 2021. Saya mendapat vaksinasi Pfizer Covid-19 dosis pertama.

12. Pada bulan September 2021.

• Saya mengalami nyeri otot dan pembengkakan pada lengan dan bahu kiri.

• Saya jatuh di kamar mandi. X-ray tidak menunjukkan fraktur.

• Saya disarankan untuk menjalani fisioterapi.

13. Pada tanggal 20 September 2021, saya mendapatkan vaksinasi Covid-19 yang ke-2.

14. Pada tanggal 29 September 2021, saya berkonsultasi dengan dokter naturopati saya (Dr. N) mengenai:

• Pembengkakan lengan saya. Saya disarankan untuk mengambil kastanye air (water chestnut) untuk retensi air.

• Untuk kesulitan mengangkat lengan dan rasa sakit yang mengganggu pada tulang belikat, saya disuruh memakai ikat pinggang yang ketat.

• Pernapasan saya agak sulit.

15. Pada Oktober 2021:

• Saya pergi mencari bantuan sinseh –  Pengobatan Tradisional Cina (TCM)- dan melakukan akupunktur dan bekam.

• Saya pergi mencari bantuan TCM sinseh lainnya.

• Kemudian saya pergi mencari bantuan TCM sinseh di sebuah rumah sakit swasta di Kuala Lumpur.

16. Pada 25 November 2021, saya pergi mencari bantuan fisioterapis dan dipijat.

17. Pada tanggal 9 Desember 2021, saya berkonsultasi dengan dokter di sebuah rumah sakit swasta di kota kelahiran saya. Dokter kemudian merujuk saya ke ahli onkologi dari sebuah rumah sakit swasta di Kuala Lumpur.

4. Kanker Telah Menyebar Luas

18. Hasil tes darah dan PET scan di rumah sakit swasta di Kuala Lumpur adalah:

• Tes darah – CEA = 8,3 (di atas normal).

• PET scan menunjukkan

  • Kekambuhan lokal di dada kiri dengan baik,
  • Metastasis ke kelenjar getah bening regional dan nodul subkutan, paru-paru, peritoneum dan tulang.

Pelajaran yang Dapat Kita Pelajari Dari Kasus Ini

1. Benjolan kanker di payudara Anda harus diangkat!

Lucy melakukan hal yang benar. Dia menjalani mastektomi untuk mengangkat benjolan kanker di payudara kirinya. Beberapa wanita datang menemui saya bersikeras tidak ingin mengangkat payudara kanker mereka.

Jika benjolan tersebut tidak diangkat, kemungkinan besar benjolan itu akan membesar dan akhirnya pecah. Ini akan menimbulkan lebih banyak masalah.

Beberapa pasien memiliki keyakinan yang salah bahwa herbal, vitamin, atau suplemen apa pun dapat menghilangkan kanker! Itu salah.

Dalam kebanyakan kasus, saya akan bersikeras agar mereka menjalani operasi terlebih dahulu sebelum mengikuti terapi kami.

2. Pembedahan tidak menyembuhkan kanker payudara Anda.

Setelah operasi, histopatologi mengkonfirmasi tidak ada metastasis, tetapi 15 dari 17 kelenjar getah bening menunjukkan keterlibatan tumor. Ini berarti kanker sudah menyebar ke kelenjar getah bening.

Kemudian pemindaian PET menunjukkan “perubahan inflamasi” di dinding dada tetapi tidak ada metastasis. Dari sudut pandang medis, Lucy perlu menjalani setidaknya 6 siklus kemoterapi. Itu protokol standar.

3. Kemo atau terapi alternatif – ini adalah pertaruhan yang harus Anda ambil.

Ketika Lucy menolak menjalani kemo, ahli onkologi berkata: Anda akan mati jika tidak melanjutkan kemo! Ahli onkologi lain menolak untuk menemui Lucy setelah mengetahui bahwa Lucy tidak tertarik pada kemoterapi. Saya harus mengatakan sampai tingkat tertentu, 2 dokter ini benar! Mengapa?

• Jangan terlalu pintar, kanker tetap ada meskipuni sudah diangkat. Jika Anda tidak melakukan kemo, Anda akan mati! Janganlah salahkan  dokter. Itulah yang diajarkan di sekolah kedokteran mereka.

• Jika Anda tidak ingin melakukan kemo, mengapa Anda pergi dan meminta nasihat ahli onkologi sejak awal?

Di sisi lain, saya akan mengatakan bahwa Lucy perlu dipahami dengan lebih baik. Dia berada dalam dilema. Bagaimana dia bisa mendamaikan fakta bahwa ibunya meninggal saat menerima pengobatan medis untuk kanker paru-parunya? Bagaimana jika kemoterapi akan membunuhnya juga?

Ini adalah kenyataan yang dihadapi banyak pasien. Lucy tidak sendirian, saya telah jumpa banyak pasien yang seperti dia. Mari saya berikan dua contoh.

• Seorang wanita menolak untuk menjalani kemoterapi setelah mastektomi. Saya bertanya mengapa. Beberapa tahun yang lalu, putranya meninggal setelah menerima siklus ke-4 kemo untuk limfomanya.

• Seorang wanita lain juga menolak untuk melakukan kemoterapi untuk kankernya karena sebelumnya suaminya meninggal setelah menjalani kemo yang ke-6. Saat jarum dicabut dari lengannya, jantungnya berhenti berdetak.

Jika Lucy tidak menginginkan kemo, lalu pilihan apa lagi yang tersedia untuknya?

Sayangnya, Lucy harus mengambil risiko dengan terapi alternatif – beberapa terapi bisa bermanfaat sementara banyak terapi lainnya berbahaya. Jadi, untuk semua pasien, saya katakan ini: Jika Anda ingin mengambil jalan ini, pastikan Anda tahu apa yang Anda lakukan. Saya tahu ini memang satu panggilan yang sulit. Jangan hanya percaya siapa pun yang mengklaim bahwa dia dapat “menyembuhkan” kanker Anda.

Seperti yang ditunjukkan oleh hasil kasus ini, Lucy telah mengambil jalan yang salah. Dua puluh bulan setelah melakukan apa yang menurutnya benar, kanker Lucy menyebar seperti api liar. Ada metastasis ke kelenjar getah bening regional, nodul subkutan, paru-paru, peritoneum dan tulang (lihat gambar di atas).

 Saya mungkin mengatakan saya tidak percaya pada apa yang saya lihat di PET scan – itu benar-benar bencana yang mengerikan. Lucy telah melakukan kesalahan yang tragis.

Tumor Mengecil Tapi Pasien Meninggal

Mendokumentasikan Pengalaman Kemo 21-Harinya

Pada 25 Maret 2022, saya menerima email ini.

Dokter, saya butuh bantuan Anda. Putra saya yang berusia 15 tahun menderita limfoma, stadium 4. Didiagnosis tahun lalu Oktober (2021). Saya TIDAK mengirimnya untuk kemo atau radioterapi di rumah sakit. Tidak sama sekali.

Saat ini ia sedang mengonsumsi beberapa produk anti kanker. Awalnya berhasil. Namun dalam dua bulan terakhir, kondisi putra saya semakin memburuk.

• Wajahnya bengkak, mulai 3 bulan yang lalu.

• Ada banyak tumor di dalam mulut.

• Gusi bengkak dan nyeri.

• Giginya goyang, dan dia tidak bisa menggigit makanan.

• Dia hanya bisa menelan makanan cair selama dua bulan.

• Beberapa hari ini mata kanannya mulai membengkak.

• Telinganya tidak bisa mendengar dengan jelas.

Saya dari Pulau Pinang. Anak saya sekarang di rumah. Tolong beri tahu saya, apa yang harus saya lakukan untuk membantunya.

Saya memberitahu ibu pasien bahwa pilihan terbaik untuk merawat pembengkakan adalah menjalani kemoterapi. Dia dengan tegas menolak kemoterapi.

Herbal kami tidak bisa menyembuhkan limfoma anaknya. Namun, karena dia masih ingin mencoba terapi kami, saya meresepkan herbal selama dua minggu dan kami akan memantau perkembangannya. Jika herbal tidak membantu putranya, maka dia harus berhenti minum herbal kami dan pergi ke ahli onkologi untuk meminta bantuan.

Pasien minum herbal kami selama sekitar 3 bulan. Masalah-masalahnya tidak hilang.

16 Juni 2022

19:20. Ibu (M): Dia ingin pergi ke Rumah Sakit. Sekarang di Rumah Sakit Umum

Chris: Oke, biarkan dia memutuskan. Dokter akan melakukan kemoterapi dan ukuran benjolan bisa mengecil.

20:23. G: Mudah-mudahan, terima kasih dokter.

17 Juni 2020

C: Apa yang dokter katakan atau lakukan?

13:23. M: Di rumah sakit, dirawat sejak kemarin. Dokter masih memeriksa, kemungkinan besar melakukan kemo, dosis tinggi.

18:46. M: Dokter bilang limfoma stadium 4. Menyebar ke otak, sinus dan paru-paru. Bagian tubuh lain tidak yakin, perlu pemeriksaan lebih lanjut.

C: Sudah lama pergi ke paru-paru. Otak? Sesuatu yang baru. Biasanya ia akan mengalami sakit kepala bahkan muntah di pagi hari jika terkena kanker otak.

21:36. M: Pernah muntah sekali, setiap hari sakit kepala. Kata dokter menyebar ke otak di belakang mata kanannya. Dia tidak bisa membuka matanya.

21:52. C: Mereka belum memulai kemoterapi?

21:56. M: Minggu ini mulai. Hari ini mulai pengobatan oral untuk kemo – Prednisolon.

18 Juni 2022 (Sabtu)

C: Obat itu adalah steroid — mencoba mengurangi pembengkakan

11:29. M: Tadi malam hanya dokter yang memberi tahu saya bahwa anak saya akan menjalani kemoterapi besok. Dosis kedua akan diberi seminggu kemudian. Mereka mengatakan lebih baik tinggal di rumah sakit sampai dosis ke-2. Setelah itu dia akan menjalani kemo setiap 3 kali suntikan mingguan.

C: Di bangsal ada banyak orang yang menginap?

11:30 PAGI. M: Ya, penuh pasien kemo, semua anak-anak. Ini adalah bangsal kanker anak-anak.

19 Juni 2022 (Minggu)

C: Bagaimana kemoterapinya? Bisakah dia menerimanya? Berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikan kemo? Anda tahu kombinasi obat apa?

15:16. M: Viscristine 20ML /30 menit.

Mesna 100mg

Siklofosfermida 100ML/1 jam

Dia merasa mati rasa – tangan dan kaki kiri. Sakit dada.

Mendapat suntikan kemo lagi di sisi punggungnya.

16:32: Sekarang sedang menetes. Natrium klorida selama 24 jam.

20 Juni 2022 (Senin)

11:19. M: Dokter, kemo pertama biasanya ok. Kata temanku biasanya setelah kemo ke-2 banyak efek sampingnya. Apa yang harus saya lakukan?

Dokter datang untuk menjelaskan perlunya mengambil darah sumsum tulang untuk diperiksa apakah otak terkena kanker atau tidak dan mengatakankan suntikan kemo di belakang untuk melindungi otak.

C: Baik jika mereka mengizinkan Anda untuk tinggal di rumah sakit. Dalam keadaan darurat, mereka tahu apa yang harus dilakukan. Apakah kondisi di rumah sakit baik-baik saja?

11:55. M: Ya, rumah sakit ok.

21 Juni 2022 (Selasa)

C: Bagaimana dia hari ini? Apakah Anda melihat apakah benjolan itu mengecil?

15:12. G: Puasa pagi ini. Dokter menyuntikkan kemo ke tulang punggungnya. Sekarang tidak enak badan.

C: Anda tahu obat apa yang mereka gunakan?

15:49. M: MTX (Metotreksat).

C: Apakah Anda melihat apakah pembengkakannya lebih kecil atau tidak?

15:51: M: Agak kecil.

22 Juni 2022 (Rabu)

C: Apakah dia baik-baik saja? Ada rasa sakit di mana saja? Kemo membantunya atau tidak?

19:08. M: Pinggangnya sakit, karena disuntik kemo dari tulang punggungnya. Wajahnya yang bengkak – ukurannya lebih kecil.

C: Bagaimana dengan bagian dalam mulutnya?

19:19. M: Lebih kecil sedikit.

C: Bisa melihat lebih baik, bisa mendengar dengan jelas?

19:22. M: Tidak bisa melihat lebih baik, tidak bisa mendengar dengan jelas.

23 Juni 2022 (Kamis)

C: Bagaimana dia hari ini?

16:33. M: Injeksi IT lainnya.

Wajah bengkak berkurang banyak.

Dia nak muntah.

Pemandangan mata masih kurang ok.

Dokter mengatakan minggu depan akan memberikan dosis kemo yang lebih tinggi.

Akan menderita.

24 Juni 2022 (Jumat)

14:56. M: Dr menyebutkan nanti melakukan imunoterapi – Rituximab. Obat untuk meningkatkan kekebalannya sendiri untuk melawan sel kankernya.

C: Hari ini bagaimana dengan benjolannya — lebih kecil? bagaimana dengan bagian dalam mulutnya?

5:30 sore. M: Kecil sedikit, di dalam mulut juga lebih kecil.

20:43. M: Kemo sudah 5 jam.

21:11. M: Kata dokter GH setelah satu bulan, mau dioperasi untuk pasang kemo pot. Saat ini tidak bisa dioperasi karena hidung anak saya tersumbat, tidak bisa bernafas.

C: Port kemo memudahkannya, tapi bahayanya adalah INFEKSI.

21:13. G: Ya, banyak yang terinfeksi. Ya, kata dokter banyak yang meninggal karena infeksi dan demam.

GH bilang anakku harus tinggal sampai 4 Juli 22. 10 hari lagi.

Hari ini dia merasa sangat lemah

26 Juni 2022 (Minggu)

12: PM. M: Suntikan IT ke punggungnya. Besok jam 2 pagi mulai puasa. 4 sore kemoterapi ke-2

Kemarin dia muntah, sakit perut, tidak bisa makan banyak

19:39. M: 2 hari terakhir sudah sakit perut.

Anak teman istri saya….kena masalah kulit. Sekarang dokter juga memberikan MTX

27 Juni 2022 (Senin)

13:03. M: Memperbaiki jalur PICC untuk kemoterapi sore ini.

C: Untuk kemo pertama juga seperti itu? PICC?

14:35. M: Kemo pertama tidak seperti ini.

Dr mengatakan minggu lalu mereka melakukan pemeriksaan dan menemukan kanker sudah menyebar ke otak, ginjal dan paru-paru (paru-paru terlihat 2 benjolan besar di dalam.).

C: Sekarang obat apa yang mereka berikan padanya?

17:10. M: Vinkristin -20ml.

Rituximab – 420ml.

Metotreksat – 500ml.

28 Juni 2022 (Selasa)

09:43. M: Tadi pagi dia diare 2 kali.

Lelah

Pembengkakan lebih kecil — di luar dan di dalam. Kedua sisi.

16:15. M: Kemo lagi Siklofosfamid – 100ml

Doksorubisin – 50ml.

17:01. M: Dokter mengatakan akan melakukannya pada hari Rabu dan Jumat. Minggu depan senin baru bisa pulang.

C: Sekarang mereka memberinya R-CHOP, kemo normal untuk limfoma. R-CHOP adalah singkatan dari R-rituximab. C-siklofosfamid. H – doxorubicin (hydroxydaunomycin) O – vincristine (oncovin).

8:00 malam. M: Diare, muntah.

C: Omong-omong, Senin minggu depan, dia sudah bisa pulang. Kita lihat apa yang terjadi dalam beberapa hari ke depan.

20:10. M: Terima kasih Dokter

29 Juni 2022 (Rabu)

13:12. M: Tadi pagi puasa, muncrat, diare takberhenti-henti (nonstop). Sekarang sangat lemah.

Dokter mengatakan akan melakukan tes darah apakah racun kemo terlalu tinggi di tubuhnya atau tidak.

asam urinnya.

14:57. M: Sekarang dia demam.

Baru selesai injeksi IV.

Kemo IV — Methotrexate + cytarabine + hydrocorp

15:30. Oke. Sudah tidak demam.

Perutnya sangat sakit.

20:28. Dokter mengatakan dia diare karena keracunan metotreksat.

Sekarang menyuntikkan obat untuk mengurangi toksisitas.

22:24. Sudah tidak  lagi lao sai (mencret), Bubur nasi + air kurma merah benar-benar manjur. Dokter memberi obat juga membantu.

C: Apa yang Anda siapkan bubur nasi dan kurma merah — dibawa ke rumah sakit?

22:56. M: Bibi saya memasak.

C: Sangat bagus. Saya harap dia tidak terlalu menderita.

22:57. M: Oke, terima kasih banyak

Badan anak saya terasa agak panas.

Bagaimana cara mencegah muntah?

C: Aya. Demam agak sulit. Saya punya teh untuk Appetite & Fever … juga enak … tapi agak berantakan. Bagaimana cara minum di rumah sakit? Kalau di rumah oke.

30 Juni 2022 (Kamis)

16:41. M: Sekarang mulai kemoterapi Cyclophosphamide – 100ml selama 1 jam

Hari ini dia merasa baik-baik saja

Dokter mengatakan Senin ini akan melakukan CT scan untuk membandingkan dengan CT scan pertama. Ukuran tumor wajahnya berkurang 68,7%. Ukuran tumor paru-parunya lebih kecil dari hari itu. Tumor ginjal lebih kecil dari hari itu. Hasil tes darah – semuanya normal. Tapi masih perlu mengambil sumsum tulang untuk memeriksa kapan dia baik-baik saja

C: Sangat bagus. Kami menunggu dan melihat CT scan lagi.

17.25. M: Anak saya sakit tenggorokan, kemo malam ini ditunda.

20:57. Setelah kemoterapi dengan cyclophosphamide – 100ml selama 1 jam, diare nonstop lagi.

C: Ya, tidak baik. Minum air beras lagi!

1Juli 2022 (Jumat)

10:04. M: Sepanjang malam lao sai (diare) nonstop sampai sekarang

C: Semoga lao sai-nya membaik?

21:20. M: Tidak, sangat serius.

Hari ini seharian nonstop, dan sakit tenggorokan, maag

C: Apakah Anda memberinya air beras?

21:23. M: Memberi. Tidak bisa membantu.

2 Juli 2022 (Sabtu)

15:34. M: Hari ini setiap jam lao sai, sariawan

 C: Dokter tidak bisa membantu? Apa yang mereka katakan?

18:30. M : Tunggu hasil fesesnya

C: Apakah lau sai meningkat dibandingkan kemarin?

18:30.M: Lebih serius.

C: Saya harap dia bisa mengatasi masalah ini.

23:44. M: Semoga.

3 Juli 2022 (Minggu)

12:04. M: Dokter memberinya morfin untuk mengurangi rasa sakitnya.

Dia demam.

Dokter memberi antibiotik.

Sel darah putihnya turun menjadi 0,5.

Dokter memberikan antibiotik yang lebih kuat.

12.20 Disuntikkan antibiotik terkuat.

Suntikkan obat anti muntah.

Suntikkan obat untuk meningkatkan sel darah putih.

12.45. Berikan oksigen.

12:52. Tekanan darah turun menjadi 77/42.

13:39. Pergi ke ICU, menunggu tempat tidur di ICU.

C: Apakah dia pergi ke ICU? Kondisinya semakin parah?

15:19. M: Ya.

Detak jantungnya terlalu tinggi.

Tekanan darah terlalu rendah.

Sel darah putih 0.

Tiap jam diare. Sebab itu dikirim ke ICU.

C: Oke, lebih baik di ICU. Jika Anda memiliki kesempatan untuk berbicara dengan perawat yang ramah, tanyakan apa yang mereka katakan tentang ini?

15:24. M: Mereka bilang jangan khawatir. Di ICU 1 perawat merawat 1 pasien.

21:27. Baru saja dokter menyuntikkan 3 dosis untuk meningkatkan detak jantungnya. Tekanan darahnya tiba-tiba turun setelah diare.

4 Juli 2022 (Senin)

11:25. M: Tadi malam dokter menelepon untuk mengatakan ini kritis. Detak jantungnya berhenti. Dokter melakukan CPR selama hampir 5 menit. Sekarang masih di ICU.

C: Apakah dia sembuh? Apakah dia sadar?

19:28. M: Tidak. Tidak sadar.

Butuh bantuan

Kondisinya sangat serius.

5 Juli 2022 (Selasa)

C: Apakah dia pulih dan sadar?

13:20. M: Tidak.

Diare berhenti.

Sekarang dia membutuhkan dukungan oksigen.

Membutuhkan dukungan obat jantung.

Membutuhkan dukungan darah.

C: Apa kata dokter/perawat? Anak Anda bisa sembuh atau tidak?

20:21. M: Jantungnya sudah melemah. Tidak ada tenaga atau tidak mampu berkontraksi dan mengembang penuh untuk memompa darah guna menopang tekanan darah. Saat ini menggunakan obat untuk memaksa jantung memompa pada frekuensi tinggi 167/menit,. Akan mencoba obat lain beberapa hari ini. Dokter menyebutkan satu-satunya kesempatan adalah mencoba.

6 Juli 2022 (Rabu)

Apakah dia membaik hari ini? Lebih baik dari kemarin?

13:03. M: Matanya menjadi kuning. Hatinya sudah bermasalah

Dokter mengatakan denyut nadinya berhenti beberapa hari yang lalu tentu saja hatinya tidak bisa berfungsi dengan baik.

C: Apakah mereka memberinya perawatan?

16:20. M: Belum.

Mereka menggunakan nutrisi menggunakan infus langsung ke darahnya.

Perut kosong.

Tidak sadar.

Tidak bisa menggerakkan tangan atau kakinya.

Tidak bisa membuka matanya sama sekali.

C: Saya minta maaf. Bagaimana dengan pembengkakan di wajahnya — apakah sudah mengecil?

16:37. M: Ya, lebih kecil.

7 Juli 2022 (Kamis)

C: Bagaimana dia hari ini? Ada perbaikan?

16:20. M: Masih butuh semua dukungan. Sedikit perbaikan.

8 Juli 2022 (Jumat)

14:12. M: Organ internalnya melemah.

Mendapat pendarahan.

Mereka menambahkan darah.

9 Juli 2022 (Sabtu)

14:44. M: Anak saya meninggal siang hari ini.

C: Saya amat menyesal dan sedih mengetahui berita ini.

Setelah Mastektomi Dia Menolak Kemoterapi

Putranya meninggal setelah 4 siklus kemo untuk limfomanya

Ani (bukan nama sebenarnya) adalah seorang Indonesia berusia 79 tahun. Sekitar 4 tahun yang lalu dia merasakan benjolan di payudara kanannya dan tidak melakukan apa-apa. Ini tidak memberinya masalah.

Pada awal Maret 2021, Ani mendapatkan dosis pertama vaksin Sinovac. Tiba-tiba sekali sekala dia merasa sakit, tetapi dia tidak menganggapnya sebagai masalah serius.

Enam bulan kemudian dia mendapat dosis kedua vaksin Sinovac. Dia merasa sakit seperti dulu  dan benjolan dipayudaranya tumbuh lebih besar dan menjadi lebih keras. Dia juga merasa sakit di bawah ketiak kanannya.

 Meski mengalami kendala, Ani tetap bisa berolahraga secara rutin. Tapi dia merasa lebih sakit. Hal ini mendorongnya untuk pergi ke rumah sakit swasta di Surabaya untuk pemeriksaan. Laporan USG yang dilakukan pada tanggal 29 Maret 2022 menyatakan :

• Massa di payudara kanan, ukuran 7,2 x 6,8 x 4,6 cm.

• Sangat mencuriga tumor ganas.

• Payudara kiri dalam batas normal.

• Tidak ada limfadenopati spesifik di kedua aksila.

• Hati, paraaorta, dan kedua supraklavikula dalam batas normal.

Tidak puas Ani pergi ke rumah sakit swasta di Singapura untuk konsultasi lebih lanjut. Dokter sarankan Ani  melakukan PET scan dan biopsi. Ani menolak.

Ani dan putrinya datang ke rumah sakit swasta di Penang pada 19 April 2022 (dan tinggal sampai 23 Mei 2022) dan memutus untuk berobat di sini.

Tes darah pada 20 April 2022:

CEA = 11,0 (tinggi)

CA 15,3 = 49 (tinggi)

Gambaran darah lengkap = Normal dengan jumlah trombosit = 362 (masih dalam kisaran).

Tes fungsi hati = Normal.

USG kedua payudara menunjukkan:

• Lesi hipoekoik lobulus payudara kanan. Fitur yang sugestif dari karsinoma yang mendasari.

• Kista dipayudara kiri.

• Kelenjar getah bening aksila kanan yang membesar dan berlobus, dicurigai adanya metastasis kelenjar getah bening.

Mammogram kedua payudara menunjukkan hasil yang sama seperti USG di atas.

Rontgen dada tidak menunjukkan lesi paru yang terlihat.

USG abdomen tidak menunjukkan lesi fokal hati, konfigurasi normal organ abdomen atas lainnya.

Biopsi benjolan payudara kanan mengkonfirmasi karsinoma duktal infiltrasi.

Ani menjalani mastektomi kanan dan tinggal di rumah sakit selama 3 hari.

Laporan laboratorium menunjukkan:

• Karsinoma invasif tanpa tipe khusus (NST).

• Tumor berukuran 4,8 cm dalam dimensi terbesar.

• Satu dari 17 kelenjar yang diperiksa menunjukkan deposit tumor.

• Setidaknya Tahap 2B, pT2 pN1a pMx.

• Tumor negatif untuk reseptor estrogen, positif untuk reseptor progestron dan negatif untuk c-erbB-2.

Total biaya perawatan medisnya di rumah sakit swasta terkenal ini mencapai sekitar RM20.000. Putrinya berkata bahwa mereka menyewa sebuah apartemen dan biayanya RM5.000 untuk seluruh masa mereka tinggal di Penang.

Setelah operasi, ahli bedah merujuk Ani ke ahli onkologi di rumah sakit yang sama. Ahli onkologi meminta Ani untuk melakukan hal berikut:

1. Pemindaian PET.

2. Biopsi dan aspirasi Sumsum Tulang.

3. Untuk mengambil obat oral.

4. Ahli onkologi tidak menyebutkan radioterapi.

Konsultasi dengan ahli onkologi biaya RM300. Ani tidak senang dengan ahli onkologi ini.

Ahli bedah kemudian merujuk Ani ke ahli onkologi lain di rumah sakit kanker lain. Ani berkonsultasi dengan ahli onkologi kedua ini dan diberitahu bahwa dia harus:

1. Menjalani radioterapi selama 5 minggu – mungkin 30 kali.

2. Minum obat oral.

Total biaya perawatan akan mencapai RM20.000 hingga RM30.000.

Ani menolak perawatan yang disarankan. Kemudian salah satu anaknya yang tinggal di Jakarta mengenal CA Care.

Saya kemudian menerima email dari putrinya di bawah ini:

Mr. Teo yang terhormat,

 Nama saya X. Saya menulis atas nama ibu saya. Saya ingin membuat janji bertemu dengan Pak Teo. Ibu menderita kanker payudara dan kankernya sudah diangkat. Dia hanya mau pengobatan kanker menggunakan herbal. Kami mendapat rekomendasi dari teman-teman di Jakarta. Agar Pak Teo bisa melakukan terapi dengan menggunakan herbal.

Kami belum melakukan kemoterapi. Kami hanya pergi menemui dokter onkologi untuk mendengar apa yang mereka tawarkan. Tapi ibuku sepertinya percaya pada herbal dan dia ingin bertemu dengan Pak. Apakah mungkin Pak Teo bertemu dengan kami besok atau Jumat.

Saya mengobrol panjang dengan Ani dan putrinya. Ani adalah wanita 79 tahun yang sehat. Dia sedikit rasa sakit di lokasi operasi. Dia bisa tidur nyenyak dan nafsu makannya baik. Dia bisa berjalan dengan normal tetapi merasa lelah dan punggungnya sakit jika dia berjalan terlalu banyak.

Ada 3 pelajaran yang bisa kita petik dari kasus Ani.

1. Terdapat tumor berukuran 7,2 x 6,8 x 4,6 cm di payudaranya. Dia berkonsultasi dengan tiga dokter dan semuanya menunjukkan bahwa itu adalah kanker. Ani setuju untuk menjalani operasi pengangkatan seluruh payudara kanannya. Bravo – itu adalah hal yang benar untuk dilakukan. Sayangnya tidak semua wanita sebijak Ani. Beberapa wanita memilih untuk tidak melakukan apa pun dengan benjolan kanker sampai benjolan itu pecah! Kebanyakan dari mereka meninggal karena “kebodohan” seperti itu.

2. Setelah operasi payudaranya,  Ani tegas tidak mau minum obat medis atau menjalani radioterapi atau kemoterapi. Saya ingin tahu mengapa dia begitu tegas dalam hal ini. Yah, kita bisa setuju bahwa itu mungkin karena usianya – 79 apa yang harus diperjuangkan lagi?

Apakah dia tahu sesuatu tentang kemo atau radioterapi? Ya! Putrinya berkata:

• Dia tahu karena abang saya telah menjalani kemoterapi untuk limfomanya di Singapura. Dia meninggal setelah siklus ke-4. Ibu saya melihat dengan mata kepala sendiri apa yang terjadi dan bagaimana penderitaan abang saya akibat pengobatan tersebut. Abang saya baru berusia 36 tahun saat itu. Ini memang trauma besar bagi ibu saya – melihat putranya meninggal. Peristiwa tragis ini terjadi pada tahun 2011.

3. Pertanyaan saya berikutnya – Saya sekarang menginjak masalah yang sangat sensitif!

Mari kita ingat kembali. Ani memiliki tumor di payudaranya dan dia tidak melakukan apa-apa. Selama 4 tahun dia hidup dengan itu dan itu tidak memberinya masalah. Kemudian pada Maret 2021 dia mendapatkan dosis vaksin Covid-19 pertamanya. Dia mulai merasakan sakit di lengannya dan masalah ini semakin parah setelah dosis kedua vaksin Covid-19 enam bulan kemudian. Kemudian menurut Ani, ia merasakan benjolan itu semakin membesar. Inilah sebabnya Ani pergi ke rumah sakit untuk meminta bantuan.

Sekarang Anda tahu apa yang terjadi. Sebuah pertanyaan logis untuk ditanyakan adalah: Mengapa? Saya tidak akan memberikan komentar atau pendapat pribadi saya. Saya pikir ada cukup komentar tentang ini di media medis alternatif di tempat lain.

 Biarkan saya mereproduksi (di bawah) apa yang saya dapatkan dari internet yang dikeluarkan oleh media medis.

Apakah normal nyeri di ketiak atau payudara setelah vaksinCovid-19?

Limfadenopati aksila setelah vaksinasi Covid-19 pada wanita dengan kanker payudara

Limfadenopati setelah vaksin Covid-19 ketiga

Efek samping vaksin Covid-19 dapat disalahartikan sebagai kanker payudara pada mammogram

Bagian 2: Limfoma –  Terapi CA Care Membantunya. Kesihatan Membaik Sekitar 20%

Wanita berusia 71 tahun ini didiagnosis menderita limfoma dan kanker payudara. Dia menjalani tiga putaran kemoterapi (total 24 siklus selama periode waktu tertentu). Perawatan gagal. Kesehatannya memburuk. Keluarga itu harus menjual rumah hanya untuk membayar tagihan medis. Karena bingung, keluarga meminta bantuan kami. Pasien menjalani terapi kami. Kesehatannya membaik! Yang pasti, tidak perlu menjual rumah lagi untuk membayar pengobatan herbal ini!

Saya terus berhubungan dengan putrinya dan kami memantau perkembangan kesehatan ibunya. Di bawah ini adalah beberapa rincian.

  1. Obat-obat Yang Diminum Sekarang

Di masa sekarang, apakah Anda masih/sedang mengkonsumsi ramuan herbal?

Ada. Mama kadang minum herbal daun sirsak, daun kelor serta kuyitputih.

Jika ya, apakah herbal itu membantu?  Tidak ada reaksi apa-apa.

Kami meminta Anda menghentikan semua herbal yang Anda sedang konsumsi jika Anda ingin menjalani terapi kami. Anda boleh melanjutkan pengobatan dari dokter Anda, juga vitamin serta suplemen lainnya tetapi berikan kami daftar semua yang Anda sedang konsumsi.

1. Obatdarahtinggi: Aprovel 150 mg (setengahbutir) 1 kali sehari.

2.Obatkencingmanis : Glucophage 500 mg (1 butir) seharisekali.

3. Abatcholestrol: Atorvastatin 10 mg (1 butir) seharisekali.

4. Concor: 2.5mg (satuharisekali).

5. Lamivudine dimintaDr.2minum (1 harisatu kali).

6. Megestrol Acetate 160 mg: setengahbutir (satu kali).

7. Famotidine: 20 mg (satuhari 2 kali).

8.Nuerobion Forte & Curcuma Force

9. Minum susu Herbarlifeserta Aloe Vera Herbarlife, setiappagi&malam.

2. Saran Kami

Herbal daun sirsak, daun kelor serta kuyit putih. Tidak ada reaksi apa2

SARAN: Tidak perlu minum herbal ini lagi.

1. Obat darah tinggi: Aprovel 150 mg (setengah butir) 1 kali sehari.

2. Obat kencing manis: Glucophage 500 mg (1 butir) sehari sekali.

3. Obat cholestrol: Atorvastatin 10 mg (1 butir) sehari sekali.

4. Concor: 2.5mg (satu hari sekali).

5. Lamivudine diminta Dr.2  minum (1 hari satu kali).

6. Megestrol Acetate 160 mg: setengah butir (satu kali).

7. Famotidine: 20 mg (satu hari 2 kali).

8.Nuerobion Forte & Curcuma Force

9. Minum susu Herbarlife serta Aloe Vera Herbarlife, setiap pagi & malam.

SARAN: Obat darah tinggi dan kencing manis harus minum – teruskan. Yang lain tak perlu.

3. Herbal dari CA Care

Teh herbal yang akan diminum mama setiap hari adalah:

1. Kapsul A

2. C & D

3. M

4. Lympho -1

5. Lympho – 2

6. SAP

7. Pain Tea

4. Kondisi kesehatan sebelum dan setelah menjalani terapi CA Care

Kondisi kesehatan sebelum Terapi CA CareKondisi Kesehatan setelah Terapi CA Care
1. Di bagian sebelah kanan di atas payudara sering terasa ganjal tak nyaman.Herbal membantu sekitar 20%.  Kadang masih terasa ganjal dan tak nyaman. 
2. Sering capek dan sesak napas.Sekarang kadang-kadang saja. Herbal membantu 20%. 
3. Kaki lemas.                     Kaki kiri kanan sudah mebaik sekitar  5%.
4. Tangan kanan terasa kebas.Jari ujung kiri kanan sering kebas. Sekarang sudah agak membaik. Herbal membantu.
5. Perlu minum fiber baru bisa buang air besar.Tidak perlu minum fiber untuk BAB.
6. Harus minum obat selera makan, megestrol acetate 160 mg. Setengah biji setiap hari.Tidak perlu  minum megestrol untuk membantu selera.
7. Diabetes baru saja semenjak Februari 2021 oleh sebab transfusi darah.     Masih ada diabetes.
8. Tekanan darah tinggi.Tidak lagi minum obat untuk darah tinggi.  
9. Buang air kecil sekitar 2 sampai 3 jam sekali.    Sekarang tidak ada masalah.
10. Sering terasa jantung berdebar cepat kalo tidak mengkonsumsi obat concor.  Kalo minum concor jantung tidak berdebar.
11. SeleraSelera lebih baik.
12. Tidur – lena, tidak ada masalah.  Tidak ada masalah tidur.  Tapi bangun subuh jam 4 terus tak bisa tidur lagi.
  Apa kata mama sekarang bandingkan sebelum minum herbal CA Care? Sudah agak lumayan. Membaik sekitar 20% dari kondisi sebelum minum herbal.

Komentar

Tujuan terapi kami adalah menyembuhkan tubuh yang sakit – sakit baik akibat penyakit kanker maupun efek samping dari kemoterapi yang diberikan oleh para dokternya.

Terapi kami meliputi konsumsi teh herbal, perubahan pola makan dan gaya hidup, pengobatan dan doa. Tidak, metode kami bukan untuk melawan kanker Anda tetapi untuk belajar hidup dengan kanker Anda.

Metode seperti itu dikatakan primitif, tidak terbukti dan tidak ilmiah! Orang seperti saya sering disebut penjaja minyak ular! Tapi tunggu dulu, saya belum pernah belajar menangkap ular sebelumnya! Saya juga tidak tahu cara membuat minyak ular!

Saya seorang ilmuwan dan (pensiunan) profesor di universitas – 26 tahun mengajar di sana! Saya memulai penelitian saya untuk membantu pasien kanker sejak 25 tahun terakhir setelah saya pensiun. Saya telah mendokumentasikan sebagian besar pekerjaan saya di berbagai buku yang saya tulis. Saya tidak pernah berhenti menjadi ilmuwan dan akan menyebut sekop sekop. Tidak, saya tidak mentolerir atau membuat data palsu. Itulah yang harus dilakukan seorang ilmuwan – mencari kebenaran dan tidak terpengaruh oleh imbalan materi.

Dalam kasus ini, saya telah peringatkan kepada pasien dan keluarganya bahwa ini adalah kasus yang “sulit” untuk ditangani. Pasien telah melakukan semua kemo dan gagal. Saya tidak bisa menjanjikan bahwa terapi kami akan membantunya. Satu-satunya janji yang bisa saya berikan adalah, saya akan mencoba yang terbaik untuk membantu Anda karena Anda tidak punya tempat lain untuk pergi.

Terima kasih Tuhan. Seiring waktu, kondisi pasien membaik. Setelah pengobatan kemo yang gagal, dia berakhir dengan sekitar 12 masalah seperti yang tercantum dalam tabel di atas.

Setelah dua minggu hingga tiga bulan setelah terapi kami, kesehatannya mulai membaik. Saya memiliki kesempatan untuk berbicara dengan pasien melalui video. Saya sangat senang melihat dia baik-baik saja dan memang mendapat manfaat dari terapi kami. Kami tidak bisa meminta lebih. Saya berharap dengan waktu dia akan menjadi lebih baik dan lebih baik.

Jadi apa yang bisa Anda katakan tentang kasus ini? Terapi herbal tidak ilmiah? Itu semua omong kosong? Hal ini tidak terbukti?

Buat keputusan Anda sendiri setelah mempelajari data yang disajikan di atas. Saya hanya bisa mengatakan ini, tidak semua ahli alternatif adalah dukun atau penjaja minyak ular!

Izinkan saya berbagi dengan Anda beberapa kutipan yang sering memandu saya dalam mencoba membantu pasien kami.

Fakta mengarah pada sains, pengalaman mengarah pada kebenaran

Seringkali pengobatan alternatif dianggap tidak terbukti dan tidak ilmiah.

Ajukan pertanyaan ini: Apakah Anda lebih peduli apakah pengobatan itu ilmiah atau terbukti?

Atau apakah Anda lebih peduli apakah perawatannya berhasil? Menjadi sembuh bukanlah hasil yang paling penting dari apa pun – Chris K H Teo

Orang Cina – seperti semua orang Asia – tidak pernah mengajukan masalah … mendefinisikan apa itu sains dan apa yang bukan sains. Di mata mereka, itu berhasil dan itu sudah cukup ~Tiziano Terzani

Mereka yang merawat diri mereka sendiri dan untuk teman-teman dan keluarga mereka tidak peduli apakah obatnya ilmiah. Apakah itu bekerja di semua orang atau hanya di satu, mereka menghargai bukti nyata dari puding. Menjadi sehat adalah yang penting sekali.

  ~ Norman Shealy, ahli bedah saraf dan pendiri American Holistic Medicine Association

Inilah satu pelajaran yang saya pelajari ketika membantu pasien-pasien …

Orang yang benar-benar percaya tidak perlu atau mencari bukti ilmiah … Saya telah belajar dari pengalaman bahwa mencoba mempengaruhi kepercayaan yang dipegang teguh itu melelahkan … Anda percaya atau Anda tidak percaya!

Bagian 1: Limfoma: Kemoterapi Gagal.

Sebuah rumah dijual untuk membayar biaya pengobatan.                              Harapan terakhir – CA Care!

Salam Sehat Dr. Chris,

Saya DT mau konsultasi mengenai mama saya, umur 71 tahun dari Indonesia. Awal riwayat mama saya:


1. Ditahun 2007 kena kanker getah bening. Biopsi dibuat dan hasilnya kanker. Katanya stadium 2. Rawatan di Hospital Nombor1 di Singapura oleh Dr.No1,ahli ongkologi yang terkenal.

Laporan medis semua di tempat dokter Singapura – kita tidak ada lagi. Sebelum kemo di pasang kayak selang di dalam tubuh,jadi setiap kali mau kemo  langsung infus. 

Mam di kemo hampir 10 kali. Nama obat kemo kita nga tau. Setelah kemo rambut rontok sama tidak ada selera makan.

2. Ditahun 2012 mama PET scan rutin di Singapura, dan hasil menyatakan mama kena kanker payudara Stadium 1.

Mama di radiasi 5 kali serta operasi nga ambil daging payudara. Rawatan di lakukan di hospital yang sama (Hospital Nomobor1).

3. Setelah itu mama minum obat kanker (tamoxifen) sekitar 5 tahun.

4. Setiap 3/6 bulan rutin cek di Singapura dan PET scan setiap tahun.

5.Di tahun 2020 mama saya PET scan di Singapura dan dokter menyatakan mama saya kena kanker getah bening lagi.

Kita ganti dokter di Singapura karena kami tidak mampu untuk menjalani kemo lagi dengan Dr.No.1.

6. Kami pergi berobat dengan Dr.No.2 di Hospital Nombor 2 di Singapura. Dr.No.2 juga menyarankan kita mesti kemolagi.

Setelah runding, Dr.No.2 anjurkan kita kemo dengan biaya bisa bayar angsur / cicil.

Dr.No.2 juga menyarankan mama saya menjalani kemo di Indonesia dengan protokol kemo berikut:

  • Hari ke 1 Gemcitabine + Carboplatin.
  • Hari ke 8 Gemcitabine + Zometa.

Mama menjalani kemo mengguna obat Gemcitabine dan Carboplatin mulai akhirJanuari 2021 hingga 4 April 2021.

Rawatan ini dijalani di klinik di Indonesia sesuai anjuran Dr.No.2. Total rawatan kemo 10 siklus. 

7. Waktu menjalani kemo diatas kondisi mama jadi lemah dan sering perlu transfusi darah karena trombosit sering turun.

Belakangan ini kondisi mama merasa pusing dan jalan pas jalan merasa melayang akibat reaksi obat kemo.

8. Hasil PET scan pada 2 Sept 2021 yang dibuat di RS Siloam Jakarta.

9. Dr.No. 2 menyatakan kanker getah beningnya masih ada dan minta kita terus kemo lagi dengan ganti obat kemo lain.

Ini obat baru untuk spesial buat kanker getah bening kambuh. Dan harganya jauh lebih tinggi dari pada obat-obat yang di guna pada awalnya.

Dr.No. 2 saran mengguna Brentuximab 100 mg atau Adcetris. Harga untuk setiap siklus adalah 100 juta rupiah (RM30,000).

10. Mama menjalani rawatan lagi dengan Adcetris dari 19 September 2021 hingga 14 November 2021. Total rawatan sebanyak 4 kali. Seperti awalnya, rawatan ini dilakukan di Indonesia. ‘

11. Pada tanggal 15 Desember 2021 dokter minta kami CT scan lagi. Hasil perwatan tidak memuas kan. Masih ada nimbul kelenjar baru.

12. Sekarang kalo menjalani protocol baru ini kami merasa berat biayanya.

Kita merasa berat dengan biaya yang segede ini. Kami juga kurang mampu sampai kami sudah jual rumah untuk mengobati mama.

Demikian cerita penjelasan singkat riwayat kesehatan mama saya. Dan jikalau mama saya ingin menjalani herbal dari Dr. Chris, menurut Bapak harus gimanaya?

Best Regards / God Bless You All

Jawaban Kami

Tolong kamu baca berikut dahulu. Selepas itu tanya apakah mau buat sekarang? Bisakah patuhi saran kami atau tidak?

1. KANKER TIDAK BISA SEMBUH SECARA TOTAL

a) Sebagian besar pasien yang datang ke sini telah menjalani perawatan medis dan mereka masih belum bahagia. Bagi beberapa pasien, perawatan gagal – tidak menyembuhkanNya.

b) Jadi, jika Anda datang ke sini mengharapkan saya menyembuhkan Anda, ketahuilah bahwa saya juga tidak bisa menyembuhkan kanker Anda. Dari pengalaman saya, tidak seorang pun di bumi yang bisa menyembuhkan kanker –kanker bisa kambuh kembali.

c) Tetapi jika Anda ingin saya membantu Anda — untuk memberi Anda pilihan lain, untuk memiliki kualitas hidup yang lebih baik — mungkin itu bisa. Tapi itu semua tergantung pada Anda sendiri, karena kesehatan Anda adalah tanggung jawab Anda. Apakah Anda bersedia membantu diri Anda sendiri? Apakah Anda bersedia mengubah gaya hidup, pola makanan, dll?

2. HERBAL PAHIT DAN RASA TIDAK SEDAP, BAU TIDAK ENAK.

a) Selain rasa dan bau yang tidak enak, Anda perlu merebus ramuan obat beberapa kali sehari – itu banyak pekerjaan!

b) Anda perlu mengambil dua, tiga atau empat jenis teh herbal setiap hari.

3. ANDA HARUS PANTANG, TUKAR POLA MAKANAN

a) Anda tidak bias makan apa yang berjalan / ada kaki – artinya, tidak bisa makan daging, telur, susu, dll.

b) Jangan makan gula (gula adalah makanan untuk kanker).

c) Jangan makan minyak atau gorengan, garam meja.

4. CUBA DULU TERAPI KAMI UNTUK 2 sampai 4 MINGGU

a) Untuk satu atau dua minggu pertama setelah minum herbal, Anda mungkin merasa lebih sakit, lebih capek, dll.  Ini mungkin karena krisis penyembuhan, jadi jangan berhenti minum herbal itu.

b) Setelah itu Anda mungkin merasa jauh lebih baik.

c) Jika kondisi Anda tidak membaik setelah 4 minggu, maka jangan mengikuti terapi kami lagi. Carilah orang lain untuk membantu Anda. Jika Anda merasa lebih baik, maka lanjutkan terapi ini.

Mama Saya Sanggup Ikuti Terapi Dr. Chris

Selamat Malam & Salam Sehat Dr.Chris,

Disini saya pertama mengucapkan ribuan terima kasih kepada Dr.Chris yang telah membalas email saya.

Kami sekeluarga setelah runding mau ikuti semuahal yg Dr.Chris sarankan sesuai email yg dikirim. Dan mama saya juga sudah siap mengikutinya sesuai langkah- langkah yg di email Dr.Chris. 

Jadi kira-kira kapan mama saya bisa mengikuti terapi ini? Sekarang kondisi mama saya lagi kwatir kelenjar baru yang nimbul. Jadi pingin cepat menjalani terapi dari Dr.Chris.

Best Regards. GBU All.

Komentar

Setelah pasien diberitahu bahwa mereka menderita kanker, satu-satunya metode ilmiah dan terbukti untuk “menyembuhkan” atau “melawan” kanker adalah dengan menjalani operasi, kemoterapi dan/atau radioterapi. Akhir-akhir ini pasien disarankan menjalani terapi target, imunoterapi, dll.

Dalam studi kasus ini, wanita berusia 71 tahun ini mempercayai dokternya. Jadi dia pergi ke dokter terbaik di rumah sakit terbaik di Singapura. Dia menerima sekitar 24 siklus kemoterapi menggunakan obat yang terbukti secara ilmiah. Perawatannya gagal. Kanker itu tidak hilang. Lebih banyak tumor tumbuh.

Apa katamu sekarang?

Beberapa orang akan berkata:

Wah, jangan bias, ini adalah kegagalan yang luar biasa atau jarang terjadi. Ada banyak orang lain yang sembuh dengan pengobatan seperti itu. Dia hanya kurang beruntung.

Tidak perlu bagi saya untuk berdebat jika Anda telah mendarah daging dengan persepsi ini. Bagaimanapun, dalam hal ini – kegagalan adalah kegagalan. Dan studi kasus ini adalah kisah nyata, yang ditulis oleh putri pasien. Tidak ada alasan baginya untuk berbohong dengan menceritakan kisah ini

Dari cerita tersebut kita dapat belajar tiga hal:

1. Kemoterapi tidak menyembuhkan pasien.

2. Perawatan membuat hidup pasien lebih menderita – menderita efek samping dari kemoterapi itu.

3. Perawatan yang terbukti dan ilmiah ini menghabiskan banyak uang (tetapi tidak berhasil). Keluarga itu harus menjual rumahnya  untuk membayar tagihan medis.

Apakah kesimpulan ini benar? Kamu putuskan.

Izinkan saya akhiri dengan menyajikan kepada Anda beberapa kutipan untuk direnungkan.

Tidak semua obat kemo efektif!

Perusahaan obat menjatuhkan bom.

Obat untuk kanker hanya efektif pada 25% pasien    ~ Allen Rose, wakil presiden Glaxo-SmithKline.

Glaxo-SmithKline adalah salah satu perusahaan biofarma dunia. Ajukan pertanyaan ini: Apa yang membuat wakil presiden Glaxo-SmithKline membuat pernyataan yang merusak seperti itu?

Kontribusi keseluruhan kemoterapi sitotoksik untuk kelangsungan hidup 5 tahun pada orang dewasa diperkirakan 2,3% di Australia  dan 2,1% di Amerika Serikat.

Manfaat kemoterapi telah dijual berlebihan

Dr Azra Raza adalah seorang ahli onkologi di Universitas Kolombia, AS. Suaminya juga seorang ahli onkologi. Dia meninggal setelah menerima perawatan untuk limfomanya. Dalam bukunya Dr. Azra Raza menulis:

  • Kanker adalah apa yang telah saya rawat selama dua dekade, namun sampai saya berbagi tempat tidur dengan seorang pasien kanker, saya tidak tahu betapa menyakitkannya penyakit itu.
  • Pembedahan, kemoterapi dan radiasi — pendekatan tebas-meracun-bakar untuk mengobati kanker — tetap tidak berubah. Ini memalukan.
  • Menggunakan kemoterapi, terapi immunoterapi, dan transplantasi sel induk untuk menyembuhkan kanker — seperti memukul anjing dengan tongkat baseball untuk menyingkirkan kutunya.
  • Tidak ada yang menang dalam perang melawan kanker. Ini sebagian besar hype, retorika yang sama dari suara-suara penting yang sama selama setengah abad terakhir.

Seberapa ilmiahkah kemoterapi? Bagaimana dengan efek sampingnya?

Dr. Warner adalah seorang ahli onkologi yang luar biasa. Baca apa yang dia tulis:

Kita memiliki industri multi-miliar dolar yang membunuh orang, kanan dan kiri, hanya untuk keuntungan finansial.

Ide penelitian adalah untuk melihat apakah dua dosis racun ini lebih baik daripada tiga dosis racun itu.

  • Menurut Big Pharma dan industri kanker, kematian akibat kemoterapi dapat diterima selama protokol standar dipatuhi (halaman 91).
  • Setiap ahli onkologi sesungguhnya menembak dalam gelap  (halaman 108).
  • Harapan utama ahli onkologi adalah kemoterapi akan membunuh kanker sebelum rawatan itu membunuh pasien (halaman 117).

Baca apa yang ditulis oleh Dr. Cynthia Foster, seorang dokter medis dalam bukunya:

  • Ada banyak statistik yang menunjukkan bahwa orang meninggal lebih cepat jika mereka mengikuti saran dokter dan menjalani semua perawatan kanker daripada jika mereka tidak melakukan apa-apa.
  • Tidak melakukan apa-apa berarti tidak membuat diri mereka bangkrut dengan perawatan yang mahal, tidak mengalami kesalahan medis dan komplikasi yang mengerikan … tidak menderita toksisitas dan interaksi obat yang berbahaya.

Biaya perawatan medis untuk kanker

Khawatir dengan tagihan rumah sakit?

Orang pepatah tua di Singapura: Anda bisa mati tetapi tidak boleh jatuh sakit karena ini akan membutuhkan biaya yang besar untuk sembuh

Mahalnya jatuh sakit di Malaysia

Mereka yang menderita kanker, berusia 40 hingga 50 tahun

Untuk wanita biayanya: RM85.000 hingga RM 224.082

Untuk pria: RM 73.569 hingga RM 346.000

Izinkan saya mengakhiri artikel ini dengan kutipan ini:

Tapi jauhi ahli onkologi yang terlalu ambisius, dan berhenti membuang miliaran untuk mencoba menyembuhkan kanker, yang berpotensi membuat kita mati dengan kematian yang jauh lebih mengerikan.

Dr. Richard Smith adalah editor British Medical Journal hingga 2004.

Kanker Usus Stadium 3B: Operasi dan kemo gagal menyembuhkannya. Kanker menyebar ke paru-paru.

Pada 8 Agustus 2017, saya menerima email dari WC, putra seorang pasien kanker dari Singapura.

Hai Dr. Chris,

Saya menemukan situs web Anda ketika mencoba menjelajahi opsi yang lebih layak untuk kondisi ibu saya. Dia telah didiagnosis menderita kanker usus besar Stadium 3B, T4aN1M0 dan tumor (5cm x 3.5cm) telah diangkat melalui operasi lubang kunci 3 minggu lalu. Dari studi kasus Anda dan contoh-contoh dari situs web Anda, saya yakin bahwa pengalaman Anda yang luas dalam bidang ini jelas merupakan sesuatu yang sangat kita butuhkan dalam situasi yang sulit ini.

Singkat cerita, saya akan dengan rendah hati membutuhkan pendapat Anda tentang tindakan ibu saya selanjutnya. Dia benar-benar normal sekarang, mandiri, optimis, dan mampu melakukan semua rutinitas harian termasuk kelas dansa mingguannya, tetapi dokter ingin dia menjalani kemoterapi dengan Xelox Sabtu ini (12/8/2017) untuk mengurangi tingkat kekambuhan kanker. Diberitahu peluangnya adalah 50/50 tetapi jika dia menggunakan kemo, kemungkinan kekambuhan dapat dikurangi hingga 30% atau lebih rendah.

Ketakutan terbesar saya adalah jika kondisinya memburuk setelah kemo dan saya yakin saat itu kita semua akan menyesal. Apakah Anda pikir itu adalah pilihan yang tepat untuk memantau kondisinya setelah kemo pertamanya sebelum memutuskan untuk menggunakan metode lain? Jika dia bisa menjalani seluruh prosedur kemo, bisakah kita mampir ke klinik Anda di Penang untuk meresepkan beberapa herbal dan mencari saran tentang diet yang harus dia ikuti agar berada di sisi yang lebih aman?

Saya telah melampirkan laporan medisnya dari rumah sakit di email ini.

Terima kasih dan berharap dapat mendengar dari Anda.

Jawab: Terima kasih dan Anda harus membuat keputusan apa pun yang Anda anggap benar.

Pada Selasa, 8 Agustus 2017, WC menulis:

Hai, Dr. Chris,

Terima kasih atas balasan secepatnya dan saran yang bagus tentang situasi ibu saya. Ya, ahli bedah telah mengangkat tumornya melalui operasi laparoskopi beberapa minggu yang lalu karena tumor tersebut sedang dalam proses memblokir ususnya (digambarkan sebagai kanker mid sigmoid 5 x 3 cm). Menemukan banyak contoh bagus dari blog Anda, tetapi saya telah mencari saran tentang diet di situs web Anda, tetapi tidak ada yang spesifik selain tidak mendengarkan dokter Anda yang juga kami setujui. Saat ini, dietnya sangat terkontrol, hanya makanan yang dimasak, ikan dan sayuran, gula rendah dan mungkin garam. Harap tunjuk kami jika ada lebih banyak tindakan pencegahan yang harus kami perhitungkan.

Dokter tampaknya sangat optimis dengan rejimen Xelox ini selama kunjungan kami kemarin mungkin karena ibu memiliki tubuh yang sehat, bebas dari penyakit sebelumnya seperti diabetes, serangan jantung, stroke, dan lain-lain. Dia baru berusia 53 tahun dan kemoterapi pertamanya akan dijalani pada hari Sabtu ini. Terlepas dari kemoterapi atau tidak, kami masih akan mengatur kunjungan ke klinik Anda untuk mencari terapi herbal untuk mengurangi kemungkinan kekambuhan kanker yang saya dengar bisa lebih parah jika terjadi. Saudara saya dan saya, kami semua sangat mencintai ibu kami dan akan berusaha mencari terapi yang berbeda untuk memastikan dia bisa menjalani kehidupan yang baik. Terima kasih.

Jawab: Operasi lubang kunci? Itu adalah sesuatu yang tidak akan saya rekomendasikan. Bagaimanapun, itu sudah selesai. Kambuh? Yah … tidak ada yang bisa tahu, tetapi jika Anda mengikuti apa yang dokter katakan … Anda bisa makan apa pun yang Anda suka … maka Anda akan menjadi bebek mati.

Rezim kemo Xelox — Anda sila baca di situs web saya … mungkin sulit baginya …. tetapi terserah Anda. Jika Anda perlu bantuan datang dan temui saya di Penang dengan semua laporan medis.

(Kami tidak pernah melihat pasien dan dia tidak menjalani terapi kami. Sekitar dua setengah tahun kemudian, kami mendapat email dari WC – putra pasien – seperti berikut).

7 Jan 2020

Hai Dr. Chris,

Saya harap email ini menemukan Anda dengan baik. Saya ingin berbagi dengan Anda kondisi terbaru ibu saya yang berjuang melawan kankernya & mencari bantuan Anda untuk membantunya hidup lebih lama & lebih baik.

Setelah komunikasi email terakhir saya dengan Anda pada tahun 2017, ibu saya menyelesaikan rejim kemo Xelox penuh pada tahun 2018. Namun, selama awal 2019, CEA-nya naik lagi (dari 20,4 menjadi 135) seperti yang dapat Anda lihat dalam cuplikan di bawah ini:

cea rising.JPG
lung met.JPG

Dia melakukan 1 siklus kemo oral (Xeloda) selama 2 minggu pada pertengahan 2019 setelah dokter menemukan beberapa nodul di paru-parunya. Kankernya sekarang telah menyebar ke organ yang jauh.

Kemo oral, walaupun hanya 1 siklus, membuatnya menderita (sakit tubuh, kelelahan, mati rasa, kulit menjadi kekuningan) & dia takut hatinya akan rusak jika dia terus melanjutkan (dia mendengar cerita dari teman-teman tentang kemoterapi yang menyebabkan gagal hati) jadi kami memutuskan untuk mencoba alternatif lain termasuk beberapa klinik TCM di Johor Bahru & saat ini, ahli gizi di KL, semua direkomendasikan oleh teman-temannya.

Tetapi ketika dia kembali ke National Cancer Centre Singapore minggu ini, hasilnya memburuk & dokter mengatakan nodul yang ada telah tumbuh & sekarang ada beberapa nodul kecil lagi di paru-parunya (lihat lampiran untuk laporan medis & foto CT scan). Dia sangat kecewa & putus asa karena terlepas dari semua upaya, tidak ada yang menunjukkan perbaikan pada kondisi kankernya.

Saya mohon dokter, jika Anda bersedia untuk bertemu kami supaya dapat membantu memperbaiki kondisinya & hidup lebih lama, saya akan dengan senang hati terbang bersama ibu saya ke Penang untuk berkonsultasi. Saat ini, dia masih sehat secara fisik, “sehat dari luar” & mampu melakukan banyak pekerjaan rumah, latihan & memasak untuk keluarga, saya berharap tanda sehat ini dapat membantu dengan perjuangannya melawan kanker jika kita bertindak sekarang.

Terima kasih. Salam.

Jawab: Anda menulis: 8 siklus Xelox & 1 siklus Xeloda oral sejak 2017 ketika dia pertama kali didiagnosis. Tidak dapat memahami hal ini …. 8 siklus Xelox berarti suntikan oxaliplatin ditambah Xeloda …. itu berarti dia mendapat 8 suntikan ditambah 8 siklus Xeloda oral.

Apa yang terjadi setelah itu … dia menghentikan oxaliplatin? Tidak ada lagi injeksi tetapi dilanjutkan dengan Xeloda oral? Untuk berapa lama?

Sayangnya, tidak ada obat untuk kanker apa pun. Dia akan sangat kecewa mendengar saya mengatakan itu.

Hanya satu jam yang lalu, pasien lain datang …. dengan kanker paru-paru dan sudah 10 tahun menjalani pengobatan – masih belum ada obatnya. Saya punya banyak cerita seperti itu … klik saja yang ini …

https://cancercareindonesia.com/2019/12/04/kanker-usus-besar-pembedahan-dan-kemoterapi-tidak-menyembuhkan-mereka-berakhir-pada-kondisi-yang-lebih-mengerikan/

Pada Rab, 8 Jan, 2020 WC menulis:

Hai, Dr. Chris,

Kami akan bergiliran menemani ibu kami untuk janji medisnya di masa depan karena kami semua bekerja. Adik perempuan saya menemani ibu saya ke kunjungan terbarunya ke National Cancer Centre Singapore, jadi saya pikir dia adalah orang terbaik untuk menyediakan kondisi saat ini dengan penyakitnya sekarang.

Inilah jawaban:

a) Dia menjalani reseksi anterior usus besar (laparoskopi) di Singapore General Hospital.

b) Tidak ada radiasi yang dilakukan.

c) 8 siklus Xelox (1 siklus sama dengan 1 sesi tetes (oxaliplatin) disertai dengan 2 minggu kemoterapi oral (Xeloda) & istirahat seminggu dari kemoterapi) pada 2017/2018 & 2 minggu kemoterapi oral lainnya (Xeloda) dikonsumsi di tengah tahun lalu 2019 sebelum dia memutuskan untuk menjalani rawatan alternatif lain seperti TCM & diet.

d) Dia mengonsumsi TCM selama 8 siklus Xelox & sekarang dia menggunakan suplemen yang diresepkan oleh ahli gizi dari KL:

1. C pantho

2. Biji aprikot

3. Mela 10mg

4. Opc

5. Vd3

6. bubuk Cbpe

7. DHA

8. Lauric lysine

9. Asam askorbat

10. RYR

11. Mela

12. Selenium

13. Silikon

14. Seng

15. B12

16. Folat

17. Mag

Terima kasih.

Jawab: 1. Jadi hanya 8 siklus Xelox dan tidak ada yang lain —

2. mengambil TCM selama Xelox – Anda tahu apa ramuan ini?

3. Wow – daftar panjang suplemen ?????? Memang biaya banyak setiap bulan? Apakah dia ingin terus mengambilnya setelah melihat saya? Jika dia ingin meminum ramuanku … tidak perlu la semua ini.

Tetapi terserah dia untuk memutuskan apa yang ingin dia lakukan.

Pada Rabu, 8 Jan 2020, WC menulis:

Hai, Dr. Chris,

Setelah operasi, ia menyelesaikan 8 siklus Xelox. Ya, 8 suntikan dan 8 siklus oral, setiap kali selama 2 minggu + satu minggu istirahat. Setelah itu, karena CEA-nya masih meningkat selama pemeriksaan rutin, ia mencoba 1 siklus oral lagi hanya selama 2 minggu tetapi memutuskan untuk tidak melanjutkan.

Saya benar-benar mengerti bahwa setelah membaca artikel Anda & dokter NCCS mengatakan hal utama sekarang adalah mengecilkan nodul & memperpanjang hidupnya. Jadi inilah yang kami coba lakukan.

1. Ya, tidak ada yang lain. 8 siklus Xelox & 1 siklus Xeloda oral sejak 2017 ketika dia pertama kali didiagnosis.

2. Saya tidak yakin, tidak ditentukan di mana pun tetapi saya tahu salah satunya mungkin “Lignosus rhinoceros” sebagaimana dokter TCM menyebutnya pabrik susu harimau.

3. Ya, biaya signifikan dari keluarga rata-rata seperti kami sehingga kami harus bekerja.

Kami hanya berharap dia menjadi lebih baik & seperti apa yang Anda katakan, dia memutuskan apa yang menurutnya terbaik untuk tubuhnya setelah mencari bantuan dari Anda minggu ini. Apakah Anda tahu berapa lama sebelum dia dapat melihat efek dari resep ramuan Anda? Terima kasih.

(Pasien dan putrinya datang mencari bantuan kami setelah email ini).

13 Jan 2020 WC menulis:

Hai Dr. Chris,

Terima kasih atas herbal yang Anda resepkan untuk ibu saya minggu lalu. Rasa sakitnya telah berkurang secara signifikan & secara fisik dia terlihat lebih sehat sekarang. Setelah hari pertama dia minum Pain Tea Anda, dia tidak harus bergantung pada kantong panasnya sama sekali selama siang hari. Dia masih memiliki sedikit rasa sakit di tulang panggul & perutnya (dia curiga karena beberapa luka di ususnya) dan masih akan menggunakan kantong panas (dengan sedikit ketergantungan) kadang kala & kemudian pada malam hari. Saudara saya & saya senang melihat kemajuannya karena dia dapat melakukan rutinitas hariannya lagi tanpa efek samping atau mudah lelah. Sebelum ini, dia bahkan tidak ingin keluar rumah karena dia terlalu lelah. Terima kasih!

13 Jan 2020 WC menulis:

Hai Dr. Chris,

Kami tidak mengharapkan kesembuhan sepenuhnya dari penyakitnya pada saat ini tetapi selama dia dapat tetap fit & bahagia, itu lebih penting bagi kita. Dia telah mengikuti resep diet Anda, beberapa bahan sangat sulit ditemukan di sini di JB / Singapura, haha.

Ya, tugas hariannya tidak akan terlalu berat untuknya & kami menyuruhnya untuk tidak terlalu memaksakan diri. Karena dia tidak bekerja sekarang, memiliki sesuatu untuk dilakukan akan mengurangkan bosannya. Dia tidak biasa tidak melakukan apa-apa.

Saya senang mendengar bahwa dia adalah seseorang yang dapat Anda bantu. Akan terus memantau perkembangannya. Terima kasih.

Pelajaran yang bisa kita pelajari dari kasus ini.

1. Pembedahan dan kemo tidak menyembuhkan kanker usus besarnya. Apakah ini hanya kasus kegagalan medis yang aneh atau unik? Tidak. Saya telah melihat banyak kasus kegagalan lainnya dan tidak peduli di mana Anda menerima perawatan Anda itu – di Singapura, di Jakarta atau di Malaysia. Hasilnya agak sama saja!

Baca lebih lanjut di sini: https://cancercareindonesia.com/2019/12/04/kanker-usus-besar-pembedahan-dan-kemoterapi-tidak-menyembuhkan-mereka-berakhir-pada-kondisi-yang-lebih-mengerikan/

Kita semua, seluruh dunia,  diberitahu bahwa metode “terbukti dan ilmiah” untuk mengobati kanker usus besar adalah pembedahan dan kemoterapi. Tidak ada dua cara tentang ini.

Rezim kemo yang digunakan dalam kasus ini adalah Xelox – capecitabine (Xeloda) dan oxaliplatin. Ini disetujui FDA. Ini adalah satu-satunya metode perawatan yang diakui yang ditanggung oleh asuransi kesehatan Anda (jika Anda memilikinya). Ini seharusnya menjadi metode pengobatan yang terbukti dan dilaporkan dalam jurnal medis sebagai ilmiah.

Tapi, tunggu sebentar, pikirkan baik-baik:  apa yang terbukti atau ilmiah tentang perawatan seperti itu? Untuk pasien ini tidak ada ertinya. Setelah perawatan selesai, kankernya menyebar ke paru-parunya. Mengapa menyebar? Yang benar adalah, tidak ada yang bisa memprediksi dan tidak ada yang tahu kenapa! Jadi di mana sains di sini?

Apa yang ingin dilakukan dokter setelah penyebaran ini? Mereka ingin memberi pasien ini lebih banyak obat kemo yang sama (Xeloda). Setelah Xeloda dua minggu, pasien memutuskan untuk menyerah sama sekali. Dia tidak bisa mentolerir efek samping. Ya, itulah yang terjadi dan itulah yang terbukti dalam kasus ini.

Izinkan saya mengutip apa yang ditulis Dr. Russell Blaylock dalam bukunya Natural Strategies for Cancer Patients:

•  Sayangnya, profesi medis tidak sejujur ​​yang seharusnya …. Penelitian juga menunjukkan bahwa dokter lebih mungkin melaporkan bahwa pasien mereka memiliki sedikit jika ada efek samping dari perawatan daripada perawat kanker.

•  Karena investasi besar dalam bisnis kemoterapi – oleh pendukung seperti industri farmasi, banyak universitas, editor jurnal utama, outlet media utama dan bahkan ahli kanker Anda – semua individu yang terlibat dalam bidang pengobatan kanker ini telah bekerja lembur membuat publik berpikir kemoterapi bekerja lebih baik daripada yang sebenarnya.

2. Jangan salah sangka. Saya bukan anti-dokter. Tetapi saya adalah pencari kebenaran. Ketika Anda menderita kanker, Anda harus pergi dan temui dokter Anda (bukan dukun atau ahli herba atau sinseh). Lakukan apa yang menurut Anda tepat untuk Anda. Selama bertahun-tahun, saya mulai memahami bahwa tidak ada obat untuk menyembuhkan total untuk kanker apa pun – remisi ya, tapi tidak menyembuhkan.

3. Ketika pasien ini datang untuk meminta bantuan kami, saya berpeluang mengomong dengannya. Saya jelaskan bahwa kami di CA Care TIDAK dapat menyembuhkan kankernya. Tapi kita mungkin bisa membuat hidupnya lebih baik dan mungkin juga dapat memanjangkan hidupnya sedikit. Jika Anda ingin tahu lebih banyak, kunjungi saja situs web kami dan baca laporan kasus kami tentang kanker usus besar. Ada banyak pasien yang mendapat manfaat dari terapi kami tanpa harus menjalani metode kemoterapi yang terbukti. Klik tautan ini: https://cancercareindonesia.com/category/kanker-usus-rectum/

4. Sebelum saya meresepkan herbal untuk pasien, saya biasanya suka berbicara dengan mereka terlebih dahulu dan menjelaskan apa yang kami lakukan. Kemudian terserah pasien untuk memutuskan apakah mereka ingin mengikuti terapi kami atau tidak. Anda yang membuat keputusan, bukan saya. Saya bisa menunjukkan jalannya tetapi Anda harus mengambil tindakan positif untuk menyembuhkan diri sendiri.

5. Mengikuti terapi kami tidak mudah. Anda perlu minum teh herbal pahit yang memiliki bau yang tidak enak. Anda harus menjaga pola makan Anda. Tidak, kami tidak berada di halaman yang sama dengan dokter Anda yang memberitahu Anda untuk makan apa yang Anda suka karena diet tidak ada hubungannya dengan kanker Anda. Jika Anda tidak siap untuk mengurus diet Anda, maka saran jujur ​​saya adalah jangan datang dan menemui saya.

6. Dari data saya, saya tahu bahwa hanya 30 persen pasien yang datang kepada kami percaya pada apa yang kami lakukan. Dan kelompok pasien ini mendapat manfaat dari terapi kami. Sayangnya kami tidak dapat membantu 70 persen pasien yang tersisa. Mereka datang ingin menemukan “peluru ajaib” untuk kanker mereka bahkan setelah perawatan medis gagal. Mereka ingin menemukan penyembuhan dengan cara mereka sendiri. Baca kisah-kisah ini:

•  Jika saya tidak bisa makan apa yang saya suka, hidup hidup tidak ada erti! https://cancercareindonesia.com/2020/01/13/jika-saya-tidak-bisa-makan-apa-yang-saya-suka-hidup-tidak-ada-erti/

•  Payudara Busuk: Menderita setelah tiga minggu menggunakan Letronat

https://cancercareindonesia.com/2019/12/29/payudara-busuk-anda-mati-dalam-tiga-bulan/

Setelah berbicara dengan pasien ini, saya senang mengatakan bahwa dia tampaknya adalah satu wanita yang positif yang ingin membantu dirinya sendiri. Mengambil ramuan pahit tidak akan menjadi masalah. Dan dia siap untuk mengurus dietnya.

Memang saya senang mengetahui bahwa dia mendapat manfaat dari terapi kami. Biarkan saya ulangi apa yang ditulis putranya: Setelah hari pertama dia minum Pain Tea Anda, dia tidak harus bergantung pada kantong panasnya sama sekali selama siang hari. Rasa sakitnya telah berkurang secara signifikan & secara fisik, dia terlihat lebih sehat sekarang.

Nah, apakah Anda masih percaya bahwa herbal “tidak berguna, tidak terbukti dan tidak ilmiah”?

Biarkan saya mengakhiri dengan mengutip lebih banyak dari apa yang ditulis Dr. Russell Blaylock dalam bukunya Natural Strategies for Cancer Patients:

•  Sebagian besar pengobatan (medis) kanker adalah tindakan penyeimbang yang hati-hati dalam menggunakan tingkat obat yang sangat beracun, semoga tanpa membunuh pasien. Ini tidak selalu berhasil dan dalam banyak kasus kematian pasien disebabkan oleh perawatan dan bukan karena kanker. Hal ini terutama umum pada pasien kanker yang lebih tua dan pada mereka yang memiliki penyakit yang sudah ada sebelumnya – seperti diabetes, penyakit jantung, penyakit hati dan kelemahan ekstrim.

•  Salah satu keuntungan utama menggunakan ekstrak tanaman antikanker adalah bahwa sebagian besar memiliki tingkat keamanan yang tinggi tanpa beberapa efek samping yang signifikan … Selain itu, untuk sebagian besar produk alami ini, biaya secara dramatis lebih murah daripada kemoterapi.

Jika saya tidak bisa makan apa yang saya suka, hidup tidak ada erti!

Hampir setiap hari saya menerima email dari pasien yang meminta bantuan. Ini salah satu contohnya. Saya menerima email ini ketika saya menulis artikel ini.

Kepada: Dokter Chris K.H. Teo

Halo, saya AJ. Saya mendapat email dokter dari teman saya. Teman saya mengatakan dokter dapat menyembuhkan kanker paru-paru. Ibu saya berumur 76 tahun. Pemeriksaan di Indonesia menyebutkan ada tumor di paru-paru. Setiap malam batuk. JBolehkah kami segera pergi ke Penang untuk Anda membantu merawat ibu saya. Terima kasih atas perhatian Anda.

Setelah lebih dari dua dekade membantu pasien, saya menyadari bahwa tidak ada seorang pun di dunia yang dapat menyembuhkan apa pun kanker! Membantu – ya, tetapi tidak bisa menyembuhkan, yaitu membuat kanker hilang secara total dan permanen.

Kenyataan lain yang saya pelajari adalah bahwa sebagian besar jika tidak semua, pasien yang pergi ke dokter atau tabib alternatif, berharap menemukan obat untuk mehilangkan kankernya. Dan di sepanjang jalan, jutan atau miliaran rupiah dihabiskan. Sedih.

Ketika saya merenungkan apa yang sedang terjadi, saya curiga bahawa ini berlaku karena tidak ada yang mau tahu yang sebenarnya, dan tidak ada yang mau memberi kenyataan yang sebenarnya. Ini karena kebenaran tidak enak didengar atau diketahui.

Saya telah belajar sejak dini bahwa kanker adalah tentang “penyembuhan sikap manusia” – kanker itu mungkin hanya gejala yang menyertainya. Saya sering memberi tahu pasien, saya mungkin dapat membantu masalah kanker Anda tetapi saya tidak dapat membantu Anda menjadi manusia yang “lebih sehat” – tidak bisa menukar sikap Anda, gaya hidup Anda, dll. Tidak, saya tidak dapat mengubah Anda kecuali Anda memutuskan untuk mengubah diri sendiri.

Sayangnya, dari interaksi saya dengan pasien, statistik saya menunjukkan bahwa hanya 30 persen pasien saja yang rela berubah sisanya 70 persen tidak bisa dan tidak mau. Karena itu semasa menemu dengan pasien, saya belajar untuk tidak marah lagi. Saya memberi Anda saran jujur ​​saya. Lalu saya meminta Anda pulang dan memikirkannya. Jika Anda membutuhkan bantuan saya, datang kembali. Tetapi jika Anda tidak dapat menerima apa yang saya katakan atau tidak mau berubah, tolong jangan datang lagi.

Dalam posting saya sebelumnya, saya menulis tentang seorang pasien menderita kanker usus-hati  dari Indonesia. Dia telah menjalani operasi dan kemoterapi. Perawatannya gratis karena ia ditanggung oleh asuransi kesehatan sosial. Perawatan itu gagal menyembuhkannya. Kemo membuatnya benar-benar menderita. Setelah dia disuruh melanjutkan lagi rawatan kemo, dia menolak perawatan itu dan datang mencari bantuan kami.

Seperti biasa, saya memberitahunya bahawa kanker tidak bisa disembuhkan tetapi mungkin herbal bisa membantunya.  Tetapi yang penting sekali, pasien harus mengubah dietnya; dan saya bertanya kepadanya apakah dia bisa mentolerir rasa pahit dan bau yang mengerikan dari teh herbal.

Jawabannya, Tidak masalah. Saya belum bisa mati. Kedua anak saya masih kecil. Itu adalah respon normal yang sering saya dapatkan dari pasien. Setelah minum herbal selama sebulan, kesehatannya membaik. Nah, pertempuran pertama telahpun kami benang! Tetapi “perang besar” baru saja akan dimulai.

Dengarkan apa yang dikatakan istrinya kepada saya.

Chris: Dia sudah mengkonsumsi herbal selama sebulan. Apakah dia lebih baik sekarang daripada sebelumnya?

Istri: Lebih baik

(Kebas tangan dan kakinya berkurang 60 hingga 70 persen, tidurnya lebih baik, memiliki lebih banyak tenaga, dan angin di perut hilang).

C: Yang paling penting sekarang adalah menjaga dietnya dengan baik. Dia tidak bisa makan apa yang dia suka. Ini adalah pengingat saya yang paling penting. Saya tahu banyak pasien, setelah mereka lebih baik, mereka tidak akan mengurus diet mereka lagi. Mereka makan apa saja mereka sukai.

W: Ya, sekarang stres bukan tentang kankernya. Ini tentang dietnya. Dia mengeluh – tidak bisa makan ini, tidak bisa makan itu. Jadi apa gunanya aku hidup?

C: Sulit – saya tahu sebagian besar pasien berperilaku seperti itu! Jika saya tidak bisa makan, untuk apa saya hidup? Ada seorang wanita yang mengatakan kepada saya. Jika saya tidak bisa makan laksa, hidup tidak ada artinya. Tanggapan saya adalah, Tidak ada gunanya makan satu mangkuk laksa dan mati. Silakan makan satu muatan truk laksa dan mati. Itu sangat berharga. Dan baik lagi kalau bisa mati lebih cepat – tidak perlu menderita. Sayangnya wanita itu tidak mati secepat itu. Butuh lebih dari dua tahun (penderitaan) sebelum dia meninggal. Jadi saya mengerti sikap manusia seperti itu. Tidak ada yang bisa saya lakukan. Saya tahu sulit untuk “mengubah orang”.

Ada satu kisah tentang suatu wanita dari Batam. Dia menderita kanker payudara yang telah menyebar ke otaknya. Setelah semua perawatan gagal, suaminya datang untuk meminta bantuan kami. Setelah minum herbal kami dia bisa bergerak dan berjalan (sesuatu yang tidak bisa dia lakukan sebelumnya). Setelah merasa “baik” saja, dia ingin makan makanan yang saya katakan tidak bisa dimakan. Dia marah dan lalu mogok – tak mau makan apapun. Kemudian dia harus dirawat di rumah sakit.

Saya mengatakan kepada suaminya JANGAN lagi datang kepada saya. Ini adalah jenis perilaku manusia yang tidak bisa saya bantu.

W: Tepatnya, suami saya tiidak senang ketika saya mencoba mengendalikan dietnya. Dia berkata, Apa gunanya hidup?

C: Apakah Anda bertanya kepadanya, Apakah kamu ingin mati? Saya tahu banyak pasien yang meninggal setelah mereka mulai kembali ke “diet buruk” mereka. Untuk saat ini, saya senang dia ada di rumah dan Anda bisa mengawasi dietnya dan tidak benar dia makan apa yang tidak baik untuknya. Tapi tunggu saja. Ketika dia menjadi lebih lebih baik, dia akan pergi keluar dengan teman-temannya dan kamu tidak lagi bisa mengawalnya lagi! Tolong ingat ini, jangan pernah berpikir bahwa hanya karena dia menjadi lebih baik, kankernya sudahpun hilang. Kanker akan muncul kembali saat Anda memulai dengan diet “buruk” Anda.

Jadi sekarang masalahnya – dia baik-baik saja? Tidak masalah? Dan dia lebih baik? Jadi masalah utamanya sekarang adalah dietnya?

W: Ya. kami selalu bertengkar tentang ini. Saya bilang dia tidak bisa makan daging ayam. Dia kata, tidak apa-apa, seminggu sekali saja – tidak apa-apa.

C: Memang sulit. Hari ini dia makan sedikit saja – tidak ada masalah! Besok, dia akan meminta lebih lagi. Hari ini dia berkata, tidak apa-apa untuk mengambil seminggu sekali. Lalu dia akan mengatakan dua atau tiga kali seminggu pun bisa. Inilah caranya. Apa bisa kita buat? Biarkan jaga!

W: Ketika saya pulang, saya akan menyampaikan pesan Anda kepadanya lagi.

C: Oke, mari kita lihat apa yang terjadi setelah ini. Tidak ada lagi yang bisa saya lakukan untuk membantunya. Anda sudah tahu bahwa herbal memang membantunya. Setelah ini, terserah kepada dia saja untuk memutuskan apakah dia ingin membantu dirinya sendiri dan sembuh atau tidak.

Komentar

Saya sadar bahwa topik yang paling tidak populer tentang penyembuhan kanker adalah kebutuhan untuk menjaga pola makan. Anda tidak bisa makan apa yang Anda suka. Sebagian besar pasien tidak menyukai saran ini. Tetapi apa yang bisa saya lakukan? Beberapa pasien bahkan melakukan tawar-menawar dengan saya meminta mau makan ini, mau makan itu – hanya sedikit saja. Yah, saya bukan tuhan untuk memberi izin kepada siapa pun. Anda harus menjaga diri Anda sendiri. Dan Anda menanggung konsekuensi dari kebodohan Anda sendiri.

Izinkan saya berbagi satu lagi kisah. Pasien ini telahpun mengkonsumsi herbal untuk beberapa bulan dan kondisinya sangat baik. Lalu suatu hari dia datang menemui saya dengan tes darahnya yang menunjukkan ada sesuatu yang salah – banyak parameter yang benar-benar di luar jangkauan. Saya menggelengkan kepala dan berputus asa. Tepat di dalam diri saya, saya merasa gagal. Saya bertanya kepadanya – Apa yang Anda lakukan salah? Jawaban langsungnya, Tidak ada yang salah, semuanya sama! Oke, saya harus mengakui “kalah” dan mengatakan kepadanya, Anda harus kembali ke dokter dan melakukan CT scan. Saya khawatir kanker Anda sudah menyebar. Penanda telah meningkat begitu tinggi. Seminggu kemudian, suaminya datang memberi tahu kami bahwa pemindaian CT menunjukkan tidak ada yang “salah.” Kemudian dia mengakui bahwa mereka sebenarnya telah berlibur di Tiongkok. Menurut Anda, apa yang salah? Makan apa yang tak benar? Beruntung baginya, hasil darahnya kembali normal. Dia masih mengkonsumsi herbal kami.

Ketika saya pertama kali memulai CA Care, salah satu hal pertama yang saya lakukan adalah membaca banyak buku tentang nutrisi dan kanker. Saya punya satu rak buku lengkap tentang diet. Dari bacaan saya, saya mengerti perlunya menjaga pola makan jika kita ingin “menjinakkan” atau bahkan “memutarbalikkan” penyebaran kanker. Jadi semua pasien yang datang pada kami diberitahu tentang perlunya menjaga pola makan mereka. Jika mereka tidak sanggup untuk melakukan ini, maka tidak perlu mengikuti terapi kami. Tidak ada gunanya, karena itu hanya akan menjadi usaha yang sia-sia.

Biarkan saya menutup, dengan mengutip apa yang ditulis oleh seorang dokter, Michael Greger dalam bukunya How Not To Die:

•  Semuanya dimulai dengan nenek saya. Saya hanya seorang anak kecil ketika dokter mengirimnya pulang dengan kursi roda untuk mati … Saya tidak akan pernah melupakan itu.

•  Nenek saya dijatuhi hukuman mati medis pada usia 65 tahun. Dengan berkat pola makan dan gaya hidup sehat, dia dapat menikmati tigapuluh satu tahun lagi di muka bumi ini … seorang wanita yang pernah diberi tahu oleh dokter bahwa dia hanya punya waktu berminggu-minggu untuk hidup tidak mati sampai dia berusia sembilan puluh enam tahun .

•  Di sekolah kedokteran … tidak disebutkan menggunakan diet untuk mengobati penyakit kronis, apalagi membalikkannya. Saya menyadari hal ini karena kisah pribadi keluarga saya.

•  Selama pelatihan medis saya, saya ditawari makan malam steak yang tak terhitung jumlahnya dan tunjangan mewah oleh perwakilan Big Pharma, tetapi tidak sekali pun saya mendapat telepon dari Big Broccoli. Ada alasan Anda mendengar tentang obat-obatan terbaru di televisi. Anggaran perusahaan besar mendorong promosi mereka.

•  Sebagian besar kematian di Amerika Serikat dapat dicegah, dan mereka terkait dengan apa yang kita makan. Makanan kita adalah penyebab utama kematian dini dan penyebab utama kecacatan. Tentunya, diet juga harus menjadi hal nomor satu yang diajarkan di sekolah kedokteran, kan? Sayangnya, tidak.

Jika Anda ingin tahu lebih banyak tentang diet, Anda dapat mengunjungi situs web Dr. Greger: https://nutritionfacts.org/

Anda mungkin menemukan video ini menarik dan bermanfaat.

https://nutritionfacts.org/video/food-as-medicine/

Krisis Penyembuhan

Dalam posting sebelumnya, https://cancercareindonesia.com/2019/12/04/kanker-usus-besar-pembedahan-dan-kemoterapi-tidak-menyembuhkan-mereka-berakhir-pada-kondisi-yang-lebih-mengerikan/,  saya menulis tentang SPW, pasien dari Indonesia yang berusia 53 tahun. Dia menderita kanker usus besar. Dia menjalani operasi diikuti oleh kemoterapi. Dia menderita efek samping yang parah semasa menjalani kemoterapi itu.

  • Berat badannya turun 15 kg.
  • Dia mengalami depresi.
  • Dia menderita kelelahan yang parah.
  • Dia kehilangan nafsu makan.
  • Dia tidak bisa tidur di malam hari, dan harus minum obat tidur.
  • Jari-jarinya kebas.
  • Dia mengalami kesulitan berjalan.
  • Pada malam hari, ia harus bangun empat kali untuk buang air kecil.

Perawatan tidak menyembuhkannya. SPW diminta menjalani kemo lagi. Dia menolak dan datang mencari bantuan kami sebagai gantinya.

Seperti semua pasien, saya memperingatkan SPW bahwa dia harus berpikir hati-hati terlebih dahulu sebelum memutuskan untuk mengikuti terapi kami. Pertimbangkan yang berikut ini:

  • Kami tidak memiliki peluru ajaib untuk menyembuhkan kanker Anda, meskipun kami mungkin dapat membantu Anda.
  • Teh herbal kami perlu direbus. Mereka memiliki rasa pahit dan bau yang tidak enak.
  • Pasien harus menjaga pola makannya. Anda tidak bisa makan apa saja yang Anda suka.
  • Umumnya, selama dua atau tiga minggu pertama mengkonsumsi herbal, pasien akan mengalami “krisis penyembuhan”.

SPW diresepkan Kapsul A, B, C, D dan M. Selain itu ia diminta untuk mengonsumsi teh Liver 1 + PLM, GI 1 + SAP dan A-Kid-6. Dia juga diberi Gastrovit karena “angin lambungnya”.

Kira-kira seminggu setelah minum obat herbal,berikut adalah email kepada saya.

Dec 6 2019: Hallo dr Chris Teo selamat pagi.

Kami ingin memberitahu perkembangan Seto selama hampir 1 minggu meminum herbal (Mulai Jumat 29 nov)

1. Saya merasa agak lemas dan lelah (sampai hari ini masih lemas..dua hari yang lalu enak fit segar.. tapi mulai kemarin agak lemas lagi) sekarang masih bisa beraktifitas biasa dan olahraga

2. Buang air besar menjadi rutin setiap hari 1 atau 2 kali, sebelumnya tidak tentu kadang setiap hari bisa juga dua hari sekali

3. Maaf sebelumnya…Kotoran BAB menjadi berwarna hitam dan jika di curah air menjadi mudah hancur bentuknya..apakah ini karena meminum herbal

4.  Selain itu ok. Tidak merasakan apa2. Perut maagnya juga tidak kambuh selama minum obat dokter

Terima kasih dokter. Tuhan memberkati dr dan istri. Salam.

Jawab: Terus minum herbal itu — memang 2-3 minggu setelah minum herbal susah … sabar …. beritahu saya lagi setelah 1 atau 2 minggu lagi.

Dec 20, 2019: Hallo dr Chris Teo,

Untuk saat ini keadaan badannya masih sering lemas. Mengenai makanan SPW masih makan ikan. Is that ok?

Jawab: 21 December 2019: Satu perkara yang penting. Setelah minum herbal selama 2 atau 4 minggu. Apa jadi — apakah kondisi lebih parah atau lebih baik. Kalau lebih parah, jangan lagi minum herbal saya — cari orang lain untuk membantu Anda. Kalau ada kesan yang kondisi Anda membaik, maka harus terus minum herbal. Tapi jangan harap minum herbal 2-4 minggu bisa sembuh atau semua keluluhan hilang. Itu tidak benar.

26 Dis 2019: Hallo dr Chris,

Puji Tuhan kondisi saat ini lebih baik. Sudah jarang lemas. Awalan minum obat rasa lemas setiap hari. Sekarang jarang terasa. Kaki dulu semutan sekarang sudah jauh membaik. Kencing malam hari sudah berkurang. Kondisi sudah lebih baik. Terima kasih

Beberapa hari setelah email terakhir, istri SPW terbang ke Penang dan memberi tahu kami tentang kondisi suaminya.

Chris: Dia telah mengkonsumsi obat herbal selama sekitar satu bulan sekarang. Apakah dia semakin baik?

Istri: Lebih baik

C: Apakah dia menderita (krisis penyembuhan) setelah mengkonsumsi herbal selama 2 minggu pertama?

I: Ya. Sulit. Dia menjadi sangat lemah – tidak ada tenaga. Bahkan, dia mengatakan itu lebih buruk daripada saat menjalani kemoterapi.

C: Apakah dia tidak mau menyerah dan berhenti minum obat herbal? Apakah dia tidak takut setelah  menderita seperti itu? Adakah rasa sakit di mana mana?

I: Tidak sakit. Hanya lemas saja.

C: Apa yang terjadi setelah tiga minggu mengonsumsi herbal?

I: Dia merasa lebih baik. Tenaganya mulai kembali. Apakah itu proses normal yang harus dialami pasien setelah mengonsumsi obat herbal Anda? Sangat lemas seperti itu.

C: Ya, itu normal dan saya sudah memperingatkannya bahkan sebelum dia mulai minum obat herbal. Secara umum “krisis penyembuhan” ini akan berlangsung sekitar dua atau tiga minggu. Ini adalah proses pembersihan. Jadi, dia baik-baik saja sekarang?

I:  Ya, pada minggu keempat, ia hanya merasa lemas agaknya sekali dalam seminggu.

Sebelum mengkonsumsi herbal.

C: Sebelum mengkonsumsi herbal, saat menjalani kemo, bagaimana kondisinya?

I:  Dia lemas. Susah tidur. Ada “angin” di lambungnya dan dia sering bersendawa.

C: Dan sekarang, semua masalah ini hilang? Nampaknya dia sudah membaik.

I:  Ya. Rasa kebas di jari dan kaki ini telah mengurang. Sebelumnya dia harus bangun 4 kali setiap malam untuk buang air kecil. Sekarang dikurangi menjadi hanya dua kali setiap malam. Tidurnya normal sekarang. Melihatnya sekarang – dia terlihat baik-baik saja tanpa gejala lagi.

Apakah dia mendapat manfaat setelah minum herbal?

C: Sebagai pasien, apakah ia mendapat manfaat setelah minum herbal itu? Itu saja yang ingin saya pastikan. Herbal memberi manfaat atau tidak?

I: Ya,ada manfaat (karena alasan inilah istrinya terbang ke Penang, sendirian kali ini, untuk mendapat herbal lagi). Tapi sesekali, dia merasa tidak enak.

C: Tentu saja itu memang akan terjadi. Kita tidak bisa berharap semua keluhan akan hilang dalam satu bulan dan dia sudah sihat dan bisa “berlari dalam perlombaan”! Bersabarlah. Penyembuhan membutuhkan waktu. Saya tidak memiliki kanker apa pun dan saya tidak 100 persen bebas masalah. Terkadang saya merasakan sakit di sana-sini. Itu biasa berlaku kepada sesiapapun.

Memonitor perkembangan? Apakah harus melakukan MRI, tes darah?

I:  Apakah kita perlu melakukan MRI lagi? Sebelumnya dokter berkata, ada sesuatu di hatinya.

C: Apakah Anda harus membayar untuk MRI itu atau asuransi kesehatan sosial membayar untuk itu? Tapi pikirkan dulu, apa yang ingin Anda lakukan selanjutnya setelah mendapatkan hasil MRI? Kemo lagi? Operasi lagi?

I:  Bagaimana dengan cek CEA-nya?

C: Jika saya jadi Anda, semua ini tidak penting lagi. Tetapi jika Anda TIDAK perlu membayar untuk semua prosedur ini, silakanlah —  jika itu yang Anda ingin melakukannya. Jika Anda harus membayar, maka saya pikir Anda membuang-buang uang Anda.

OK, sebelum melakukan semua ini (MRI, tes darah), tanyakan pada diri Anda terlebih dahulu – Buat untuk apa? Hanya untuk mengetahui? Setelah mendapat hasil dan Anda tahu, apa yang dapat Anda lakukan atau apa yang ingin Anda lakukan? Jika ada “hantu” di dalam atau CEA tidak baik – apa yang ingin Anda lakukan selanjutnya?

Jika pasien bisa hidup normal dan baik-baik saja sekarang, saya pikir itu cukuplah. Mengapa Anda harus mencari masalah jika tidak ada masalah.

Saya pikir, lebih baik baginya untuk tinggal di rumah dan hidup senang. Jangan terlalu banyak membuat masalah yang tidak perlu untuk orang-orang di sekitarnya.

Komentar:

  • Saya sudahpun memberitahu SPW pada awal lagi. Setelah minum herbal selama dua atau tiga minggu, dia akan menderita. Proses pembersihan harus berlangsung dan itu mungkin susah sedikit baginya untuk sementara waktu. Saya sering memberi tahu  semua pasien, sebelum Anda menjadi sehat, Anda harus melewati “neraka” terlebih dahulu. Tidak ada yang perlu dikhawatirkan tentang hal ini. Semoga pada minggu keempat, tidak akan ada lagi “krisis penyembuhan” dan pasien umumnya akan merasa lebih baik.

Contohnya, untul SPW, dia buang air besar dua kali sehari – itu masalah ringan saja. Pasien lain harus ke tandas 10 kali sehari!

SPW  merasa sangat lemas setelah mengkonsumsi herbal. Itu bagus. Dan secara perlahan setelah tiga minggu meminum ramuan, dia menjadi lebih baik – sudah tidak begitu lemas lagi, perasan kebas di jari dan kaki sudahpun banyak kurang, Tidurnya lebih lena, dll.

• Ketika dia menulis email kepada saya, saran awal saya adalah bersabar saja.. Penyembuhan membutuhkan waktu. Ini terlepas dari diperingatkan bahkan sebelum dia minum obat herbal seperti inilah yang akan terjadi. Saya mengerti, pasien membutuhkan jaminan lagi dan lagi. Mereka sedang terburu-buru ingin sembuh. Ingatlah, tidak ada peluru ajaib di sini.

• Meskipun diberi tahu berulang kali tidak ada peluru ajaib, beberapa pasien akan menjalani memindai – CT, PET, MRI atau melakukan tes darah – setelah meminum herbal selama 3 atau 4 minggu – buat apa? Mereka mengharapkan sihir! Saya sering memberi tahu pasien, Bahkan jika Anda memberi tahu saya bahwa tumornya telah menyusut atau CEA sudah menjadi normal, saya tidak akan percaya hasilnya! Herbal tidak melakukan sihir seperti itu!

Biarkan saya berbagi satu kasus. Ini adalah seorang wanita yang datang mencari bantuan kami. Dia dijadwalkan untuk 12 siklus kemo tetapi setelah siklus ke-11 dia pingsan dan hampir mati. Ahli onkologi menyuruhnya untuk melepaskan kemo dan pulang saja. Perawatan ini dilakukan oleh “ahli onkologi terbaik” di rumah sakit swasta “terbaik” di Singapura.

Tidak puas, ia pergi ke ahli yang juga “terkenal” di Singapura dan menjalani kemo lagi. Perawatan putaran kedua ini juga tidak membantunya. Kemudian dia beralih ke praktik diet Keto. Setelah itu dia dan keluarganya datang untuk meminta saran kami. Dia diberi resep herbal. Setelah sekitar satu minggu, saya menerima email dari keluarganya. Pasien menderita krisis penyembuhan seperti yang dialami SPW. Dia mengeluh sangat lemas. Setelah minggu ketiga dia pergi tes darahnya. Hasilnya lebih buruk dari sebelumnya. Keluarganya tulis email llagi dan ingin tahu MENGAPA jumlah darahnya rendah! Mengapa parameter ini tinggi, dll. Dengan jelas dan iklas balasan saya ada: Saya tidak bisa menjelaskan untuk semua yang telah terjadi. Saran saya – tolong jangan minum herbal saya lagi!

• Secara umum inilah yang saya tanyakan kepada pasien setelah mengonsumsi herbal selama sekitar empat minggu. Apakah Anda semakin baik atau semakin buruk? Jika lebih buruk, jangan minum herbal saya lagi — cari orang lain untuk membantu Anda. Jika kondisi Anda membaik, maka Anda harus terus mengkonsumsi herbal itu. Dari pengalaman, saya tahu bahwa herbal pada akhirnya membantu pasien menjadi lebih baik; tetapi saya ingin bersikap adil dan saya tidak ingin terlihat mencoba menyesatkan pasien. Tidak ada gunanya melanjutkan terapi herbal saya jika pasien tidak membaik atau merasa ini tidak membantunya. Anda membuang-buang waktu berharga Anda, selain menghabiskan uang untuk “terapi tidak efektif”. Anda harus memutuskan dan membuat pilihan sendiri.

• Kisah SPW ini belum berakhir! Pertempuran pertama memang telah dimenang tetapi “perang besar” baru akan bermulai. Dalam posting saya berikutnya, Anda akan belajar tentang sikap pasien yang “ingin-mencari-perulu-ajaib.- Setelah mereka merasa sedikit lebih baik, mereka ingin makan apa pun yang mereka suka. Jika tidak bisa makan apa yang mereka mau itu, hidup tidak ada arti!

Lebih lanjut tentang Krisis Penyembuhan

https://cancercareindonesia.com/2013/05/19/krisis-penyembuhan-2/

https://cancercareindonesia.com/2010/12/02/kanker-paru-stadium-terminal-jw-memperoleh-kembali-kesehatannya-melalui-ca-care-therapy/

Payudara Busuk: Menderita setelah tiga minggu minum Letronat

LAH menderita kanker payudara dan menjalani operasi tetapi menolak kemoterapi. Dia menoleh ke sinseh untuk meminta bantuan. Setelah sekitar satu setengah tahun mengkonsumsi herbal dan suplemen buatan AS, kankernya kambuh kembali. Payudaranya berubah “busuk”. LAH pergi ke rumah sakit untuk meminta bantuan. Dokter mengatakan kepada LAH bahwa ia hanya memiliki tiga bulan untuk hidup. Tidak bisa dioperasi atau dikemo. Kankernya adalah pada tahap terakhir. Pada saat inilah LAH datang untuk mencari bantuan kami.

Kami meresepkan herbal. Kondisi LAH membaik setelah minum teh herbal selama sekitar dua minggu. Saya mengatakan kepada LAH bahwa jika dia terus melakukan apa yang dia lakukan yang telah membantunya, saya berpikir dia tidak akan mati dalam tiga bulan!

Sekitar satu bulan kemudian, LAH dan putrinya datang ke pusat kami lagi. Kali ini, LAH tampak setengah mati. Inilah yang terjadi.

Chris: Selama kunjungan terakhir, dokter memberi tahu Anda bahwa Anda akan mati dalam waktu tiga bulan. Dan dia juga meminta Anda untuk minum obat.

LAH: Letronat – hormon. Saya minum satu tablet sehari.

Letrozole 2.JPG

C: Berapa biaya obat ini?

L: Gratis (dari rumah sakit pemerintah).

C: Setelah minum obat selama satu minggu – apa yang terjadi? Apakah Anda baik-baik saja?

L: Oke.

C: Setelah dua minggu?

L: Masih oke.

C: Setelah tiga minggu?

L: Saya mulai punya masalah – tidak enak badan.

C: Sekarang, apakah Anda masih meminum obat ini?

L: Tidak, saya berhenti minum obat ini dua hari yang lalu. Secara total, saya meminum obat ini selama lebih dari tiga minggu.

C: Apa masalah yang Anda derita?

L: 1. Saya sesak nafas.

2. Lemah, capek. Saya hanya ingin “tidur” atau berbaring sepanjang hari. Ketika saya “tidur”, saya tidak merasa ingin bangun. Saat mengkonsumsi obat herbal, saya tidak merasa capek semacam itu.

3. Demam. Ini biasanya datang di malam hari. Sedangkan semasa yang minum herbal, saya tidak mengalami demam.

4. Tidak bisa tidur di malam hari – saat sedang minum herbal, saya tidur nyenyak.

5.  Nyeri di berbagai bagian tubuh. Saat minum obat herbal, saya tidak sakit.

6. Pembengkakan tangan dan kaki. Tidak ada bengkak seperti itu ketika saya sedang mengkonsumsi herbal. Pembengkakan ini terjadi seminggu yang lalu.

Swelling both hand and leg.JPG

C: Ketika Anda mulai minum obat dokter, apakah Anda berhenti minum herbal?

L: Ya. Saya berhenti minum obat herbal Anda dan beralih ke Letronat.

C: Sekarang Anda tahu hal sebenarnya — pengobatan dokter itu memberi Anda banyak masalah. Ketika Anda datang sekitar sebulan yang lalu, saya sudah memperingatkan Anda untuk tidak minum obat ini. Anda mendengar apa yang saya katakan, kan?

L: Saya tidak mengikuti saran Anda. Saya mempercayai dokter! Anak saya bersikeras agar saya mengikuti saran dokter. Jadi saya minum obat dokter itu.

C: Baik, Anda percaya dokter. Ingat, dokter juga mengatakan Anda akan mati dalam tiga bulan. Sekarang, apakah Anda juga percaya yang Anda akan mati dalam waktu tiga bulan? Ketika Anda datang menemui saya setelah minum obat herbal, saya melihat wajah Anda dan Anda terlihat sangat baik. Saya tidak pernah percaya Anda akan mati dalam tiga bulan. Tapi sekarang, Anda begitu terengah-engah – sepertinya Anda setengah mati.

L: Saya tidak percaya Anda. Sekarang, saya pukulan … pukulan. Tidak tahu apa yang saya lakukan.

C: Apakah putra Anda masih bersikeras agar Anda terus minum obat dokter?

L: Ya.

C: (kepada putrinya). Melihat ibu Anda dalam kondisi ini, apakah Anda masih ingin dia minum obat dokter?

Putri: Terserah dia apakah dia mau minum obat itu atau tidak.

C: Anda masih ingin dia minum obat? Hanya beberapa minggu yang lalu, dia terlihat sangat sehat. Sekarang kesehatannya memburuk. Dia tidak seperti sebelumnya.

L: Saya sudah berhenti mengonsumsi Letronat dua hari yang lalu.

C: Oke, pulanglah. Teruskan meminum ramuan herbal ltu lagi (karena Anda sudah berhenti minum obat dokter). Saya akan memberikan herbal Lung Phlegm untuk ditambahkan ke Teh Paru. Saya harap ini akan membantu Anda dengan pernapasan Anda. Datang temui saya lagi setelah seminggu.

Komentar

1. Ini memang kisah sedih. Saya telah menemukan banyak kisah serupa ini. Setelah pasien rasa membaik – mereka bertingkah aneh, percaya bahwa mereka atau teman-teman mereka lebih tahu. Mereka mulai makan apa yang mereka sukai atau berhenti minum obat herbal.

Karena masalah ini bukan hal yang “baru”, saya menerima kenyataan ini. Untuk sembuh atau mati adalah pilihan dan tanggung jawab pasien.

LAH mendengar saya berkata dengan sangat jelas bahwa dia seharusnya tidak meminum Letronat itu. Ya, dia mendengarnya, tetapi dia lebih percaya pada dokternya! Tidak apa-apa – itu adalah pilihannya.

2. Saran saya untuk semua pasien. Sebelum menjalani perawatan apa pun, lebih baik Anda jelajahi internet dan mencari tahu lebih banyak tentang efek samping dari perawatan atau pengobatan itu. Dalam hal ini, efek samping Letronat yang saya dapat dari google adalah seperti berikut:

  • Letronat adalah bentuk generik dari letrozole, penghambat aromatase (menurunkan produksi estrogen). Letrozole umumnya dikenal sebagai Femara, digunakan untuk mengobati kanker payudara pada wanita pascamenopause.
  • Letronat atau Femara sering diberikan kepada wanita yang telah mengonsumsi tamoxifen (Nolvadex, Soltamox) selama lima tahun.
  • Beberapa efek samping Letronat yang diketahui dan didokumentasikan adalah:

 pusing, kantuk, kelemahan, perasaan lelah

 hot flashes, kehangatan di wajah atau dada Anda

 Nyeri tulang, nyeri otot atau persendian, nyeri punggung, nyeri dada

 fraktur tulang

 hot flushes – flushing (kehangatan, kemerahan, atau perasaan geli)

 sakit kepala

 peningkatan keringat

 edema atau pembengkakan

 pertambahan berat badan

 sembelit

 peningkatan kadar kolesterol dalam darah

 meningkatkan rasa haus

 kecemasan dan kegugupan.

3. Jika Anda ingin tahu lebih banyak lagi, baca apa yang orang lain katakan tentang mengonsumsi Letronat / Femara atau Tamoxifen. Saya sudah cukup membaca. Itu sebabnya saya bilang pada LAH untuk tidak minum obat itu.

Biarkan saya berbagi dengan Anda apa yang terjadi pada pasien yang datang menjumpai kami.

Kasus 1: Dewi adalah seorang wanita Indonesia berusia 33 tahun yang bekerja di Macau. Setelah diagnosis kanker payudaranya, dia menjalani mastektomi di Hong Kong. Setelah operasi, Dewi menjalani enam siklus kemoterapi dan tiga puluh sesi perawatan radiasi. Semuanya baik-baik saja setelah itu. Tetapi tiga tahun kemudian, Dewi mulai mengalami sakit punggung. Pemindaian PET menunjukkan kankernya telah menyebar secara luas ke tulang-tulangnya.

Dewi diberi resep Xeloda dan Tamoxifen. Setelah minum obat obat itu, Dewi tidak bisa duduk atau berjalan. Dia harus dirawat di rumah sakit dan kemudian harus menggunakan kursi roda. Xeloda / Tamoxifen memberinya masalah, bukan?

Kasus 2: Lenny adalah seorang wanita berusia tiga puluh tujuh tahun dari Surabaya. Dia memiliki benjolan di payudaranya tetapi awalnya menolak untuk menjalani perawatan medis. Dia mengandalkan pengetahuannya yang dangkal bahwa suplemen tertentu akan menyelesaikan masalahnya. Tumor di payudaranya mulai tumbuh lebih besar. Dia tidak punya pilihan selain mencari perawatan medis dan mulai menjalani radioterapi. Saya tidak percaya ini — Lenny menjalani total seratus enam sesi radiasi! Kanker menyebar ke tulangnya dan bagian lain tubuhnya.

Dokter kemudian meresepkan Tamoxifen (cerita yang sama seperti LAH kecuali obat itu disebut Letronat). Dua minggu setelah mengambil Tamoxifen jari-jarinya menjadi sakit dan kaku. Satu bulan meminum Tamoxifen Lenny tidak bisa berjalan. Otot tenggorokannya menjadi kencang dan sempit.

4. Satu soalan penting yang pasien harus tanya adalah, Apa gunanya mengonsumsi Tamoxifen atau Letronat? Bisakah obat jenis ini menyembuhkan Anda? Jawabannya adalah tidak. Untuk menambahkan lebih banyak garam ke luka, dalam kasus-kasus parah seperti LAH, Dewi atau Lenny, obat itu membawa lebih banyak masalah. Saya tidak melihat alasan atau kebijaksanaan dalam mengonsumsi obat tersebut.

Baca ini dengan kritis: Letronat atau Femara sering diberikan kepada wanita yang telah mengonsumsi tamoxifen (Nolvadex, Soltamox) selama lima tahun. Tidak pernah dikatakan ada gunanya bagi mereka yang menderita kanker payudara yang telahpun menyembar secara luas.

Pertanyaan yang Anda mungkin ingin tanyakan adalah: Jika itu “buruk” seperti yang Anda katakan, mengapa dokter meresepkan obat tersebut kepada pasien? Tepat, karena dokter meresepkannya – LAH dan anggota keluarganya percaya bahwa dokter melakukan yang terbaik untuknya!

Baca dengan cermat apa yang ditulis oleh dua dokter dan seorang profesor tentang Tamoxifen.

Kedua dokter ini menyampaikan pesan jelas kepada kita sekalian – Dokter tidak memiliki jalan lain lagi setelah operasi, kemo dan radioterapi. Dan dalam kasus-kasus seperti LAH, Dewi dan Lenny – tidak ada apa lagi yang bisa mereka tawarkan setelah kanker telah menyebar luas. Jika dokter tidak dapat menawarkan kepada Anda hal lain, dokter tidak memiliki pilihan lain selain menawarkan sesuatu kepada Anda (jika tidak, Anda mungkin merasa mereka bukan dokter yang “baik”). Jadi mereka meminta Anda untuk meminum Tamoxifen / Femara atau Letronat. Sayangnya apa yang disebut “peluru terakhir yang terbukti secara ilmiah” ini tidak membawa manfaat apa pun. Sebaliknya “peluru” itu dapat menyebabkan lebih banyak masalah.

Profesor Jane Plant juga seorang pasien kanker payudara. Anda mungkin ingin merenungkan apa yang dia katakan di bawah ini. Mungkin ada pilihan yang lebih baik daripada hanya “secara membabi buta” menelan obat apa pun yang direkomendasikan dokter Anda!