Kanker Payudara: Herbal dan e-Terapi Pulihkan Kesejahteraan Nya Setelah 106 kali Perawatan Radiasi Bagian 6: Penyembuhan Empat Hari Saya Setelah Perawatan di CA Care

Penghargaan: Izin untuk menggunakan video ini tanpa harus menyembunyikan identitas dirinya diberikan oleh pasien.

Ini adalah kisah pahit-manis Le, seorang perempuan 37 tahun dariIndonesia. Dia datang mengunjungi kami pada tanggal 14 Oktober 2011 setelah didiagnosis dengan kanker payudara yang mungkin telah menyebar ke paru-parunya. Dia datang dengan keluhan sakit nyeri di seluruh tubuhnya, terutama di sendi-sendi. Dia tidak bisa menekuk jari-jarinya. Dia tidak bisa tidur nyenyak dan batuk.

Setelah empat hari di sini, bagaimana Anda rasa sekarang? Le: Sehat. Saya rasa lebih baik.

Bila Anda datang pada Jumat lalu (empat hari lalu), dibandingkan dengan hari ini, adakah Anda rasa lebih baik? Le: Ya. Saya bisa berjalan lebih cepat sekarang. Saya lebih banyak bertenaga. Seperti  sebelum saya menderita kanker. Waktu saya datang ke sini saya lelah dan lesu. Tapi kemarin saya bisa berjalan kaki dari apartmen ke pasar. Suami saya mengambil jalan salah waktu kami ke pasar. Kami berjalan ke sinisana, merata-rata. Tapi saaya baik-baik saja. Saya tidak punya masalah berjalan. Dan saya juga berjalan cepat. Sebelum ini, saya menyeret kakiku ketika berjalan dan saya membongkok.

Bagaimana dengan tidur Anda? Sebelum saya datang ke sini, saya bangun lima kali semalam untuk buang air kecil. Saya terbatuk-batuk. Jadi tidur saya tidak nyenyak dan terganggu. Saya sering mimpi orang-orang yang saya cintai yang telah meninggal. Mereka datang untuk mengundang saya “pulang”. Setelah saya mengambil ramuan herbal dan menjalani e-Terapi,  saya bisa tidur nyenyak. Aku tidak punya mimpi lagi.

Dalam hal gerakan tubuh, adakah Anda lebih tangkas? Saya sedar pada hari pertama Anda di sini, anda sulit bergerak tangan, dll Le: Saya sudah seperti normal sekarang. Saya boleh buat semua ini  (menunjukkan semua tindakan):

1. Angkat lengan saya tinggi dan lurus ke atas.

2. Meletakkan tangan saya di belakang kepala saya dan boleh ikat rambutku. Sebelum ini rambut saya panjang. Putriku ikat rambut saya.

3. Saya bisa memegang sapu dan menyapu lantai. Saya bisa mengayunkan lengan saya.

4. Saya bisa membuat tempat tidur, angkat dan lipat selimut.

5. Saya bisa membongkok dan telapak tanganku sentuh ke lantai.

6. Saya bisa menekuk pergelangan tangan saya.

7. Saya bisa melepaskan butang, mengeluarkan pakaian dan memakai bra dengan sendiri.

8. Saya dapat melipat kaki saya dan memotong kuku.

9. Aku bisa merangkak ke tempat tidur.

10. Aku bisa melipat tangan dan menggunakan jari kelingking saya untuk membersihkan telinga saya.

11. Saya bisa bertepuk tangan – tidak ada rasa sakit.

12. Saya bisa gunakan tangan menampar nyamuk – tidak ada rasa sakit. Sebelum ini, sangat sakit untuk menyentuh kulit.

13. Saya bisa menjentikkan jari dan membuat bunyi klik.

14. Saya dapat memegang benda dan menekuk jari saya.

15. Ketika saya menyedut nafas panjang, dada saya tidak sesak lagi.

16. Pagi ini saya berjalan lebih cepat daripada suami saya.

Sekarang nampaknya gerakan dan kualitas hidup Anda sudah kembali seperti biasa. Adakah Anda rasa bahagia? Le: Ya. Memang inilah saya harapankan. Ketika  saya tak mampu berjalan saya beritahu pendeta saya bahwa saya ingin mati. Saya telah kehilangan semua harapan. Ini karena:

• Gerakan begitu sulit.
• Saya tidak bisa menggaruk punggung saya ketika gatal. Suami saya membantu saya mengaruk.
• Saya tidak bisa tombol celana saya – suami saya harus buat ini untuk saya.

Sekarang lihatlah. Saya bisa memutar tubuh saya ke kanan dan ke kiri tanpa rasa sakit. Saya bisa berdiri atas satu kaki dan saya bisa makan nasi dengan tangan.

Sekarang Anda masih mau mati? Le: Tidak, tidak lagi.

Saya benar-benar tidak tahu mengapa says melakukan apa yang saya lakukan pada hari Jumat itu (empat hari yang lalu). Biasanya saya hanya akan meminta pasien minum herbal dahulu untuk beberapa minggu sebelum disarankan e-Terapi. Namun, malam itu saya rasa kamu mengalami banyak kesulitan, maka kami buat keputusan memulakan e-Terapi dengan segera. Mungkin itu Tuhan yang membantu kamu!

Oke, empat hari menjalani terapi CA Care. Apakah kamu rasa baik? Le: Baik sekali.

Apakah kamy yakin sekarang? Le:  Yakin sekali. Ketika saya datang ke sini, saya tahu bahwa ini adalah jawaban Tuhan atas doa saya.

Apabila Anda pulang ke Surabaya, teruskan minum herbal seperti yang diajar. Anda harus jaga diet Anda seperti yang telah diajarkan. Berolehraga. Jangan berpikir terlalu banyak – rileks dan santai. Jangan terlalu banyak stres sendiri. Yang penting,  coba hidup normal. Le: Penampilan wajah saya kelihatan bagus sekarang. Lebih “berseri”.

Oke, saya sangat senang dan berhati-hati bila Anda pulang. Ingat apa yang kami telah katakan. Jangan lakukan apa yang salah. Dan penting sekali, ingatlah bahwa penyembuhan mengambil masa. Bersabarlah.

Baca cerita Le yang lengkap:

Bagian 1: Kesejahteraan  Pulih Setelah Dua Hari Minum Herbal dan e-Terapi

Bagian 2: Terapi Alternatif – Pengobatan Suplemen Dua puluh-Satu-Juta-Rupiah Se Bulan

Bagian 3: Mengapa Saya Menolak Kemoterapi / Pengobatan Medis

Bagian 4: Radiasi Membantu Tapi Tidak Menyembuhkan, Tamoxifen Bawa Bencana.

Bagian 5: Mimpi Saya dan Pengalaman Dekat Maut

Bagian 6: Penyembuhan Empat Hari Saya Setelah Perawatan di CA Care

Bagian 7: Perjalanan Saya Yang Kurang Pengetahuan

Kanker Payudara: Dia Meninggal Meskipun Telah Menghabiskan Biaya Pengobatan Juta-an Dollar

Kami menghabiskan waktu dipekan terahir bulan Februari 2011 di Singapura. Sebenarnya perjalanan ini untuk menghadiri upacara pernikahan digereja dari putri seorang teman. Pada saat yang bersamaan kami menikmati kesempatan  ”dimanjakan” oleh kebaikan dari adik laki-laki istri saya  Im, yang tinggal di Singapura. Dia menempatkan kami di hotel Raffles City. Kami dapat melihat kota Singapura yang menakjubkan dari kamar kami di lantai 54. Kamipun menyempatkan waktu untuk melihat-lihat toko-toko. Melalui kaca jendela toko kita bisa melihat macam-macam jam tangan yang dipajang. Salah satunya menunjukkan label harga sebesar $ 150.000 sebuah !  Wow, sebuah harga yang menakjubkan !  Pendek kata selalu serba wow, wow dan wow bila datang ke Singapura.

Wow lain telah mengagetkan saya pada keesokan paginya. Harian The Straits Times Minggu tanggal 27 Februari 2011 memuat  tulisan berita utama : Biaya Dokter:  Berapa banyakkah terlalu banyak itu ? ( judul asli : Doctor’s charge : How much is too much ? )

LATAR BELAKANG CERITA

Ada suatu kasus penipuan medis yang berlangsung terus menerus yang menjadi berita utama dari surat kabar terkemuka. Seorang ahli bedah yang cukup terkenal di Singapura, Dr Susan Lim, dituduh telah menggelembungkan tagihan medis seorang pasien asal Brunei.

Baca lebih lanjut: Dr Lim Telah Memalukan Organisasi Medis.  http://topnews.net.nz/content/212192-dr-lim-embarrassed-medical-fraternity

Total tagihan medis yang dibebankan oleh Dr Susan Lim kepada pasien khusus ini adalah sebagai berikut:

• Pada tahun 2004 sebesar $ 2.800.000
• Pada tahun 2005 sebesar $ 3.800.000
• Pada tahun 2006 sebesar $ 7.500.000
• Pada tahun 2007 sebesar $ 24.800.000

Jadi berapa biaya yang adil dan pantas dari seorang dokter terkenal yang dapat ditagih kepada  pasiennya? Ini adalah angka yang diberikan oleh berberapa dokter Singapura:

• Dr Hong Ga Sze mengatakan besarnya pendapatan sehari-hari yang wajar adalah $ 1.000 sampai $ 2.000 per hari.
• Dr Tan Yew Oo, ahli onkologi di Gleneagles Cancer Centre mengatakan $ 10.000 sampai $ 20.000 per hari.
• Prof Soo Khee Chee, kepala dari National Cancer Centre mengatakan $ 100.000 per hari adalah baik dan setuju bahwa Dr Susan Lim bisa mendapatkan pendapatan sebesar $450.000 per hari.

Tidakkah anda pikir angka-angka ini bernilai besar, besar,  woow yang besar ?

Lebih lanjut dilaporkan bahwa untuk periode 15 Januari – 16 Juni, total tagihan yang dibebankan oleh Dr Susan Lim sebesar $ 26 juta. Ini tidak termasuk kerja yang dilakukan oleh Dr Lim dan timnya di Brunei pada bulan Juni dan Juli tahun itu. Pada awal Agustus, Dr Lim, memutuskan untuk membebaskan beberapa biaya secara efektif untuk mengurangi separuh dari jumlah utangnya. Pada bulan November tahun itu, ia memutuskan untuk membebaskan biaya untuk dia seluruhnya, penagihan kepada pasien hanya untuk pembayaran kepada pihak ketiga yang berjumlah sedikitnya lebih dari $ 3 juta.

Selengkapnya: http://www.straitstimes.com/BreakingNews/Singapore/Story/STIStory_639428.html

LEBIH BANYAK TENTANG SUSAN LIM SAGA.

Hari Minggu itu juga kami terbang pulang ke Penang. Saya agak penasaran tentang Susan Lim Saga ini dan mulai surfing di internet untuk mencarai  informasi lebih lanjut. Ini adalah beberapa informasi yang berhasil saya kumpulkan.

Siapa dokter bedah tersebut ?

Sebuah porta berital Brunei online, Brudirect News  melaporkan : Seorang Dokter di Singapore  Diselidiki Telah Mengenakan Biaya Jutaan $ Dolar Kepada Seorang Warga Brunei. Dr Susan Lim adalah seorang ahli bedah terkenal yang telah melakukan transplantasi hati pertama di Singapura sekitar dua dekade lalu.

Dia memiliki dua klinik, Susan Lim Surgery  di Gleneagles dan Mount Elizabeth Clinic Centre. Pada website kliniknya dia terdaftar juga sebagai seorang ahli bedah transplantasi dan Profesor Tamu di Blizard Institute of Cell & Molecular Sciences,  Barts & The London School Medicine and Dentistry dan Fellow from Harvard Stem Cell Institute.

Selengkapnya: http://www.brudirect.com/index.php/2010020715483/First-Stories/singapore-doe-probed-for-charging-millions-of-from-bruneian.html

Siapakah  pasiennya ?

Kabarnya, korban tersebut adalah almarhum Pengiran Anak Hajah Damit, adik dari Ratu Brunei dan sepupu Sultan. Dia menderita kanker payudara dan dirawat oleh Dr Lim dari tahun 2001 sampai dia meninggal pada bulan Agustus 2007.

Selengkapnya : Doctor bumped up bill $ 500 to $ 93,500 AsiaOnline http://health.asiaone.com/Health/News/Story/A1Story20110224-265072.html

Bagaimana angka itu dapat melambung

Sebuah artikel, Straits Times pada tanggal 24 Februari 2011, dengan topik utama : Ahli Bedah menggelembungkan tagihan $ 400 sampai $ 211.000.

http://www.straitstimes.com/BreakingNews/Singapore/Story/STIStory_638329.html#

Artikel tersebut mengatakan:

• Seorang dokter spesialis yang merawat pasien ahli bedah Susan Lim mengirimkan tagihan sebesar $ 400. Dia ( Susan Lim ) kemudian  menaikan biaya tagihan tersebut hingga $ 211.000 ketika ia menagih kepada Brunei High Commission  di sini.
• Dokter lain lagi mengenakan biaya $ 500, tetapi Dr Lim melonjakkan  hingga $ 93.500.
• Lalu ada tagihan lain lagi sebesar $ 3.000 dinaikan menjadi $ 285.100.
• Hal lain yang mengejutkan, ketika pasien harus dirawat di unit perawatan intensif, ia diminta untuk membayar $ 450.000 untuk hari pertama dan $ 250.000 untuk empat hari berikutnya, dengan alasan untuk “monitoring services “.

Baca selengkapnya : Dr Lim Embarrassed The Medical Fraternity  http://topnews.net.nz/content/212192-dr-lim-embarrassed-medical-fraternity

Online USA News : Susan Lim Medical Council
http://www.onlineusanews.com/susan-lim-singapore-medical-council-11491.php

Apa yang DIKATAKAN  para blogger:

1. The Great Singapore Rip off – Medical Tourism and Dr.Susan Lim Saga.

Dengan seorang spesialis seperti Dr Susan Lim dan beberapa anggota organisasinya dia berkata dokter dapat, bilamana diperlukan, tarif pendapatan seharinya dapat mencapai sebesar S $ 300.000 , Singapura benar-benar lupa dengan pertumbuhannya sebagai tempat  tujuan untuk berobat bagi mereka yang membutuhkan pertolongan medis.

Dr Lim telah menjadi simbol keserakahan yang ekstrim. Dipandang dari segi apapun jumlah tersebut bukan saja jumlah yang amat luar biasa besarnya, tetapi sarat dengan penipuan. Misalnya, ketika ia membawa seorang spesialis di luar bidangnya, ia dikenakan tagihan kurang dari S $ 1.000. Tapi dia membuat  tagihan lebih dari S $ 300.000  untuk keluarga kerajaan Brunei. Saya pikir ini adalah kombinasi dari keserakahan, kriminalitas dan kebodohan.

Baca selengkapnya: Joslin Vethakumar http://joslinv.wordpress.com/2011/02/27/medical-tourism-with-specialists-like-dr-susan-lim-singapore-can-forget-about-it/

2. Saya juga terkejut …

Saya juga terkejut membaca kesaksian oleh Dr Soo Khee Chee, kepala dari National Cancer Center, mengatakan bahwa pendapatan sebesar $ 100.000 per hari adalah wajar dan, dalam kasus Susan Lim, dikatakan itu semua tidak ada masalah untuk pembayaran  sebesar $ 300.000, tanpa potongan, sebagai biaya  konsultasi pada hari tertentu.

Bagaimana seorang kepala dari sebuah pusat pendanaan publik pada bidang / keahlian khusus itu, mendapat kesan bahwa ini adalah tingkat pembayaran ( fee ) yang dapat diterima ?  Tak heran, Singapura telah ” membuat takut ” tentang tagihan medis mereka. Mereka harus mendengar cerita dari biaya yang jumlahnya amat luar biasa itu.

Ada pelajaran penting dari kasus ini. Setelah pasien menghabiskan $ 26 juta, pasien masih tetap mati.Tidak ada jumlah uang bisa membalikkan sesuatu hal yang tak terhindarkan..

Bagi sebuah keluarga kaya-raya  yang mampu membayar biaya setinggi itu, tidak ada masalah untuk mengeluarkan uang sejumlah tersebut. Namun, bagi sebagian besar keluarga biasa yang tidak sangat kaya, mereka tidak boleh menghabiskan biaya $ 100.000 atau lebih untuk pengobatan yang memiliki peluang keberhasilan yang rendah. Lebih baik membiarkan alam untuk menentukan jalannya.

Baca lebih lanjut: Angry Patient  http://easyapps.sg/sgep/admin/file.aspx?id=58

3. Kebanyakan dokter tidak melihat sesuatu yang salah dengan biaya Dr Susan Lim

Masalah dengan dokter di Singapura adalah, bahwa mereka berada di profesi untuk mencari uang. Banyak profesional medis di negara lain adalah dokter karena keinginan mereka untuk membantu sesama umat manusia. Uang itu, meskipun perlu, adalah pertimbangan sekunder. Banyak “ sinkie doctors “  juga berasal dari keluarga terhormat, dan menurut mereka menjadi dokter agar supaya bisa menjadi kaya dan memberikan martabat yang tinggi bagi keluarga mereka.

Pernahkah melihat “ sinkie doctors “ melakukan hal ini? Mereka terlalu sibuk dengan perhitungan biaya yang tidak pantas ( sangat tinggi ) untuk orang-orang Indonesia, Malaysia, dll

Lain kali jika anda pergi dan menemui  seorang dokter di Singapura, tanyakan pada diri anda apakah mereka memeriksa anda demi uang atau benar-benar untuk menolong anda.

Baca selengkapnya: http://www.singsupplies.com/showthread.php?p=686418

4. Dr Susan Lim: Biaya Hidup Yang Tinggi … Tidak  sehat

Dokter yang reputasinya buruk dalam kasus yang memalukan ini  (ya, beritanya telah   sampai ke Selandia Baru – dan tidak hanya di Brunei dan  Singapura) adalah seorang ahli bedah, Dr Susan Lim.  Menurut situs diinternetnya, dia adalah orang Singapura yang pertama dan juga anggota termuda dari Trinity College. Oh, dan dia juga memiliki artikel di Wikipedia tentang dia juga !  Saya kira semua ini yang menyebabkan  tagihan yang tinggi dan gila-gilaan ?!?!

Dan ironinya yang menyedihkan adalah walaupun telah mengeluarkan sejumlah uang yang fantastis, pasien tetap meninggal karena kanker payudara.

• Ahli bedah Susan Lim mengobati seorang pasien yang ada hubungannya dengan istana Brunei selama tujuh bulan pada tahun 2007. Total tagihannya : $ 24.800.000.
• Dr Lim juga mengenakan biaya kepada pasien untuk membatalkan dua konferensi, di atas biaya pengobatan, dengan satu tagihan sebesar $ 78.000 dan satu lagi yang lainnya hingga $ 180,000.
• Dia juga mengenakan biaya antara $ 35.000 dan $ 45.000 per hari ketika karyawannya mendampingi pasien untuk sesi radioterapi di rumah sakit…. surat kabar melaporkan.
• Ketika pasien berada dalam perawatan intensif selama lima hari pada bulan Mei 2007, ia didampingi oleh para dokter dan perawat dan untuk itu  Dr Lim mengenakan biaya $ 450.000 untuk hari pertama dan $ 250.000 untuk empat hari berikutnya, untuk ” layanan monitoring “, demikian menurut laporan Straits Times.

Selengkapnya: http://anonymousxwrites.blogspot.com/2011/02/dr-susan-lim-high-cost-of-living-unwell.html

Komentar

Saya tercengang ketika saya melihat jam tangan seharga $ 150.000 di toko poshy – siapa di bumi ini yang akan membeli barang semahal itu ? Tapi saya yakin ada pembelinya , jika tidak toko itu tidak akan memajang  barang-barang begitu banyak. Biaya sewa tempat sangat mahal di Singapura ! Lalu saya melihat apa yang saya kenakan. Saya hanya memaka  jam tangan yang harganya kurang dari $ 50 !  Dan saya bangga memakainya.

Sekarang saya sudah memakainya selama bertahun-tahun dan sampai saat ini, saya belum pernah ketinggalan satupun penerbangan pesawat saya – berarti  jam tangan yang harganya tidak sampai $ 50-tersebut belum pernah menyulitkan saya sama sekali. Saya ingin tahu apa perbedaannya antara jam tangan saya yang murah ini dengan jam tangan yang mahal tersebut ?

Selain jam tangan, hari ini saya juga belajar bahwa perawatan medis di Singapura luar biasa mahal. Hal ini dapat berjumlah jutaan dolar. Saya sudah banyak mendengar tentang biaya yang mahal tersebut sebelumnya, tapi tidak semahal yang satu ini. Beberapa tahun yang lalu, seseorang menyertai istrinya untuk pengobatan leukemia di Singapura. Dia menghabiskan uang sekitar RM 1.8 juta  untuk perawatannya. Namun, pada akhirnya istrinya meninggal juga.

Pasien kerajaan tersebut telah mengeluarkan jutaan dolar untuk biaya perawatan medis dan dia meninggal juga. Tidak banyak bedanya dengan jam saya yang $ 50.

Mari saya ulangi lagi apa yang blogger itu tulis ( angry patient ) : ” Setelah pasien menghabiskan $ 26 juta pasien masih mati. Tidak ada jumlah uang bisa membalikkan sesuatu hal yang tak terhindarkan. Bagi sebuah keluarga kaya-raya  yang mampu membayar biaya tinggi, tidak ada masalah untuk mengeluarkan uang sejumlah tersebut. Namun, bagi sebagian besar keluarga biasa yang tidak sangat kaya, mereka tidak boleh menghabiskan biaya $ 100.000 atau lebih untuk pengobatan yang memiliki peluang keberhasilan yang rendah. Lebih baik membiarkan alam menentukan jalannya.                       .

Mungkin dia benar juga . Ketika kita tidak memiliki uang untuk dihambur-hamburkan, lebih baik membiarkan alam untuk menentukan jalannya.

Saya tidak akan memberi komentar soal etika,  moralitas,  benar atau salah dari Dr Susan Lim Saga. Saya percaya setiap individu dalam menjalani kehidupannya akan dipandu oleh moral kompas kita sendiri. Keadilan, moralitas, hanyalah soal persepsi dan mereka mencerminkan pendidikan kita. Saya berasal dari keluarga miskin. Ibu saya mengajarkan saya untuk berhemat sejak saya masih kecil. Jadi mohon maaf  kalau saya mengenakan jam tangan seharga $ 50.

Ketika pasien kanker datang menemui saya, saya juga ingin berusaha untuk membuat mereka tidak banyak mengeluarkan uang mereka  - seperti yang ibu saya ajarkan kepada saya untuk berhemat dengan apa yang saya miliki. Saya sepenuhnya memahami bahwa pasien menginginkan yang terbaik – tapi yang terbaik itu tidak selalu harus yang paling mahal.

Saya ingin tahu apa kelebihannya jam seharga $ 150.000 dibandingkan dengan jam saya yang seharga $50 ?  Ada pelajaran yang baik dimana penderita kanker dapat belajar dari cerita ini.

Ketika konsultasi para ahli yang reputasinya tidak baik tersebut menanyakan beberapa pertanyaan-pertanyaan ini:

1. Dapatkah Anda dapat menyembuhkan kanker saya?

2. Berapa total biayanya.?-

3. Apakah ada efek samping dari pengobatan ini ?

Lalu buatlah keputusan yang bijaksana setelah mengevaluasi  secara kritis atas jawaban yang diberikan.

Ketika kami mulai CA Care pada tahun 1995, saya sadar akan godaan ” menjadi kaya ” yang mungkin kami hadapi ketika kami  dapat lebih sukses dan terkenal. Bagaimanapun saya juga  berpendidikan sebagai seorang ahli. Saya bergelar Ph.D. dan menjadi Profesor penuh di Universitas. Saya juga diberi penghargaan Research Fellowship dari Alexander von Humboldt dari Germany dan juga dari Matsumae International Foundation Japan. Jadi, saya tidak kekurangan surat-surat kepercayaan ( credentials ) yang valid. Dan selama empat belas tahun terakhir ini, saya telah menasihati ribuan pasien kanker. Kadang saya menghabiskan waktu berjam-jam dengan pasien untuk membantu mereka menyelesaikan / mengatasi masalahnya. Saya akan terbang ke Kuala Lumpur dan tinggal disana selama dua hari untuk membantu pasien. Untuk semuanya ini, saya TIDAK menerima biaya konsultasi – semuanya gratis.

Untuk memastikan bahwa saya tidak akan tersesat dan tetap setia pada misi kami, saya mengadopsi doa untuk CA Care.

Buatlah kami Tuhan,
Alat kasih-Mu dan cahaya di jalan kegelapan.
Untuk mereka yang hilang, tolonglah tunjukkan kami sebuah jalan
Untuk mereka yang putus asa, berikanlah Harapan
Bagi mereka dalam kesedihan, berikanlah Kegembiraan.

Karuniailah kami Tuhan,
Kebijaksanaan untuk melakukan hal-hal dengan benar,
Kekuatan untuk mau rendah hati menolong orang lain, dan
Keberanian untuk melawan keserakahan dan pemuliaan diri.

Selama bertahun-tahun ini, ketika saya bangun setiap pagi, saya akan mengucapkan doa pendek ini : Hari ini, Tuhan tunjukkanlah kepada saya jalan Mu. Tolonglah kami dan biarkanlah kehendak MU bekerja.


Kanker Lambung: Setelah Tiga Biopsi, Dia Menolak Pengobatan Medis: Dimana Logikanya ?

DS-M906, adalah seorang perempuan berumur 69 tahun dari Indonesia.

Pada bulan Juli 2009, DS menghadapi masalah dengan lambungnya. Dia berkonsultasi dengan internis di sebuah rumah sakit swasta di Medan. Biopsi dilakukan dan hasilnya menunjukkan suatu adenokarsinoma, yaitu kankerlambung. Setelah pemeriksaan ini, DS memutuskan untuk tidak melakukan apa-apa. Keluluhan nya meningkat dan dia menderita kesakitan yang lebih parah.

Pada bulan Desember 2010, DS pergi menemui dokter lain di rumah sakit swasta yang lain di Medan. Biopsi kembali dilakukan. Hasil histopatologi menunjukkan moderately differentiated adenokarsinoma.

Tidak puas, pada bulan Januari 2011, DS datang ke sebuah rumah sakit swasta di Penang untuk konsultasi lebih lanjut. CT scan tidak menunjukkan lesi fokal paru-paru. organ perut gadis itu normal. Pemeriksaan kolonoskopi menunjukkan adanya wasir ringan sedangkan organ perut lainnya normal. Suatu biopsi dari daerah pre-pyloric dilakukan. Hasil penelitian menunjukkan signet ring-type adenokarsinoma . Ditemukan juga adanya Helicobacter pylori terkait gastritis kronis aktif. Singkatnya, untuk ketiga kalinya, DS telah diberitahu bahwa ia menderita kanker perut.

Dokter di Penang menyarankan dua pilihan – DS menjalani berobat jalan atau menjalani operasi. DS menolak perawatan medis lebih lanjut dan datang untuk mencari   bantuan kami pada tanggal 21 Januari 2011. Berikut adalah rekaman video dari pembicaraan kami.

Komentar:

Sejak DS dan anak-anaknya sudah membuat keputusan untuk tidak menjalani operasi apapun, DS tidak punya pilihan lain selain mengambil teh herbal kami. Kami memperingatkan dia untuk mempertimbangkan kembali keputusannya untuk menolak operasi. Dia bersikeras bahwa dia tidak ingin melanjutkan pengobatan medis lagi. Salah satu dari anak-anaknya berkata: “Setelah operasi, dia harus menjalani kemoterapi. Dan kita tahu bahwa  hal itu bukanlah yang kita ingin lakukan. “

Kami mengajukan pertanyaan ini untuk DS – dan dalam hal ini, kepada semua pasien. Jika dia sudah memutuskan untuk tidak menjalani operasi setelah biopsi, mengapa ia melakukan suatu pemeriksaan dari satu biopsi ke biopsi yang lainnya? Bisa dimengerti jika hanya satu biopsi dilakukan – untuk menentukan apa yang tidak beres. Tapi apa ia harapkan dengan melakukan tiga biopsi berturut-turut ?

Ini adalah salah satu keganjilan yang sering kita lihat di antara pasien-pasien dari Indonesia. Mereka datang ke Penang – membawa semua uang yang mereka miliki. Mereka menghabiskan uang mereka dengan malakukan :  tes darah, X-ray, CT scan, PET scan, biopsi, dsb.  Ketika mereka diberitahu bahwa mereka menderita kanker dan perlu perawatan medis, beberapa dari mereka hanya mengepak barang-barang mereka dan pulang ke rumah keesokan harinya. Apakah ini tidak membuang-buang uang yang  tidak perlu ? Adakah logikanya  dalam melakukan hal seperti itu?

Ini adalah pesan kami kepada pasien: Jika anda tidak ingin melanjutkan dengan pengobatan medis yang direkomendasikan oleh dokter anda, maka tidak perlu melakukan biopsi. Biopsi dilakukan untuk mengkonfirmasi jika  anda memiliki kanker, dimana anda dapat melanjutkan ke langkah berikutnya – baik itu operasi, radioterapi atau kemoterapi.

Jika anda tidak ingin melakukan hal tersebut, mengapa harus melakukan biopsi?

Sekali lagi kami  katakan – sebelum melakukan biopsi, tanyakan pada diri sendiri dahulu : Jika itu adalah kanker, apakah saya ingin menjalani operasi / kemoterapi / atau radioterapi? Jika anda setuju untuk menjalani  pengobatan tersebut,silahkan lanjut dengan biopsi untuk memastikan bahwa itu benar-benar kanker.

Tetapi jika anda tidak ingin menjalani perawatan medis lebih lanjut seperti dalam kasus DS, mengapa anda menghabiskan begitu banyak uang anda dengan melakukan biopsi pada langkah awal ?

Andaikan – ada beberapa pasien yang mengatakan, bahwa perawatan medis itu mahal dan mereka tidak sanggup membiayai nya . Atau, beberapa orang mungkin mengatakan mereka menolak perawatan medis karena dokter tidak dapat menjamin suatu penyembuhan. Jika ini masalah anda, mengapa anda tidak meminta perincian biaya terlebih dahulu atau meminta jaminan terlebih dahulu sebelum melakukan sesuatu tindakan ?